Fuyu: I back again, maaf baru muncul dari sekian lamanya, fuyu langsung aja deh

.

.

Don't like? Don't read

.

.

.

.

.

Happy reading

.

.

.

.

.

Kaito tidak tau kenapa dia berakhir dengan makan malam di rumah Miku. Seingatnya dia hanya megantar Miku sambil bercerita di jalan.

Flashback

"B-berarti..K-ka-kau te-tetanggaku?" Kata Kaito tidak percaya.

"Kebetulan sekali ya?" Kata Miku yang sudah mulai tenang dari keterkejutannya.

"Tunggu dulu. Apa maksudnya ini?" Kata Rin bingung dengan dua orang di sampingnya ini.

"Iya, Rin benar. Apa yang terjadi?" Tanya Luka yang juga bingung dengan semua ini.

"Jadi maksud kalian, kalian tetangga namun..." Gakupo enggan melanjutkan karena terlalu bingung.

"Kalian tidak pernah bertemu?" Kata Len dengan tatapan bingung. Mereka –Kaito dan Miku- hanya mengangguk membuat empat orang di samping mereka ini tak habis pikir.

Coba bayangkan, mereka tetangga namun ngak pernah ketemu, padahal ruamh mereka dekat hanya di halangi dengan pagar dinding saja. Dan mereka satu sekolah dan juga jarang ketemu. Takdir apa yang membuat mereka bertemu sekarang? Hanya itu yang ada di otak empat orang ini sekarang.

"Baiklah siapa yang bersalah di sini?" Tanya Luka pada mereka berdua

"Ntahlah. Ketika aku ke rumah om Shion, yang ada hanya Ayah dan Ibunya saja" kata Miku menjelaskan

"Kapan kau ke rumahku?" tanya Kaito pada Miku dengan nada tidak percaya

"Sebulan yang lalu" kata Miku sambil mengingat-ingat saat dia ke rumah Kaito

Kaito hanya diam dia sedang berpikir...OH, Kaito ingat itu ketika ayahnya bilang ada temannya yang datang alias tetagga mereka dan dia di suruh turun. Namun dia menolak bertemu dengan keluarga itu karena dia sedang membuat lagu. Bagiamana mungkin, seharusnya dia turun saja sehingga dia dan Miku bisa saling menggenal dan menjadi dekat. Betapa malunya Kaito

"Apa kau ingat, Kaito-san?" Tanya Miku melihat Kaito yang nampak berpikir

"I-iya, aku ingat" Kata Kaito dengan wajah memerah

"Maaf ya, Miku" kata Kaito pada Miku membuat yang lain termasuk Miku bingung

"Kenapa minta maaf ?" Tanya Miku

"Itu..K-karena aku ngak ketemu denganmu saat ayah dan ibumu datang, seandainya aku keluar pasti kita sudah cukup dekat" Kata Kaito sambil memalingkan muka merahnya dari teman-temannya

"Tidak apa-apa kok, Kaito" kata Miku sambil tersenyum

"Baiklah kalo begitu, karena arah rumah kita sama gimana kalo kita pulang bareng Miku?" Tanya Kaito pada Miku yang hanya tersenyum

" Tentu. Minna, kami pulang duluan ya" kata Miku sambil melambaikan tangannya pada yang lain dan mulai berjalan dengan Kaito di sampingnya

Mereka di landa keheningan. Selama perjalanan pulang tidak ada yang berani memulai percakapan. Namun keheningan ini terasa sangat nyaman bagi mereka. Mereka juga sudah merasa sangat dekat padahal baru pertama ketemu.

"Ne, Miku" Kaito memulai percakapan, Miku hanya diam menunggu kelanjutan kata-kata Kaito

"Apa hubunganmu dengan Megurine dan Kagami itu?" Tanya Kaito pada Miku

"Kami teman masa kecil. Kau tau dulu aku sangat suka mengganggu mereka sampai mereka menangis " kata Miku sambil tersenyum

"Wah, ternyata Miku anak nakal ya, saat kecil" Kata Kaito ikutan tersenyum

"Lalu sekarang masih nakal?" Tanya Kaito pada Miku

"Tidak. Semenjak Mikuo-nii memperingatiku" kata Miku lagi

"Memang kakakmu bilang apa?" Tanya Kaito sambil menatap Miku

"Dia bilang 'anak nakal akan di hukum sama tuhan' itu katannya" Kata Miku meniru kata-kata Mikuo. Sementara di tempat lain seorang remaja lelaki sedang bersin.

Kembali ke Kaito dan Miku

"Kalo Kaito?" Tanya Miku pada Kaito

"Dulu aku itu sangat pemalu" kata Kaito dengan muka memerah

"Benarkah?" Miku antusias mengenai masa lalu Kaito

"Ya. Tapi Gakupo dan Len salalu bilang padaku, bahwa anak lelaki ngak boleh melu dengan dunia luar. Jadinya aku lambat-laun jadi mulai agak berani" Kata Kaito mengingat masa kecilnya

"Berarti kau dengan Kamui-san dan Kagamine-san itu juga teman masa kecil?" Kata Miku kagum

"Iya begitulah" kata Kaito santai. Tak terasa mereka sudah ada di depan rumah Miku

"Baiklah sampa-"

"Miku?" Suara Ibu Miku membuat Kaito tak dapat melanjutkan kata-katanya

"Ibu/ tante" kata Miku dan Kaito berbarengan

"Kaito juga ada ya" kata Aoki dengan senyum lebar dan berjalan ke arah merek

"Sudah lama ya, Kaito-kun" Kata Aoki pada Kaito

"Iya, sudah lama sekali" kata Kaito

"Bagaiman kalo masuk dulu?" Tanya Aoki pada Kaito yang hanya tersenyum. Mereka masuk ke dalam rumah keluarga Hatsune. Di depan TV terdapat Mikuo yang sedang menonton dengan tenang

"Mikuo-kun, kita ada tamu" kata Aoki pada anak sulungnya ini

"Siapa bu?" kata Mikuo sambil menoleh pada mereka dan melihat Kaito berdiri di samping Miku

"Oh, kau Kaito Shion, kan? Aku Mikuo" kata Mikuo berdiri dan menyalami Kaito

"Aku Kaito Shion"kata Kaito

"Ibu aku akan bermain piano dulu ya" Kata Miku sambil berjalan menaiki tangga

"Mau ikut?" Tanya Mikuo pada Kaito yang menatap ke pergian Miku

"Eh? Apa boleh?" Tanya Kaito

"Tentu saja, Ayo" Mikuo membawa Kaito ke ruang musik di lantai dua, mereka melihat Miku memainkan sebuah piano

Ai Kotoba
=== Kata-kata Cinta ===
itsumo boku no kodomo ga
osewa ni natteiruyou de
kiitekureta anata kata ni
kansha, kansha.
― Selalu, anak-anakku
― akan berhutang budi padamu
― Kau dengarkan di sisimu,
― Terima kasih, terima kasih.

kono goon wo isshou de wasurenai uchi ni
uchi ni himeta omoi totomoni
uta ni shitemimashita.
ai kotoba wa "ai ga too = arigatou"
― Kebaikan ini, aku tak akan melupakannya seumur hidupku
― Aku sembunyikan dalam diriku bersama dengan perasaan ini
― Aku mencoba menempatkan sebagai lagu
― Kata-kata cinta, "cintamu sepuluh kali lipat = Terima kasih"

boku toka kimi toka koi toka ai toka
suki toka kirai toka
mata utau ne.
― Tentang diriku, tentang dirimu, tentang kasih, tentang cinta
― Tentang menyukai, tentang membenci
― Aku menyanyikannya lagi

ima kimi ga suki de
teka kimi ga suki de
mushiro kimi ga suki de
konna baka na boku wo kimi wa suki de
aishitekurete.
konna uta kiite naitekurete
arigatou.
― Sekarang, aku menyukaimu
― Aku katakan, aku menyukaimu
― Malah lebih menyukaimu
― Kau bodoh seperti aku
― Kau mencintaiku
― Dengarkanlah lagu ini dan menangislah untukku
― Terima kasih

"kimi tabeta." …baka.
"nani shiteta." …baka.
"kimi no koto nanka wasurechatta yo." …baka.
― "Apa kau makan." … Bodoh.
― "Apa yang kau lakukan." … Bodoh.
― "Aku pikir aku sudah melupakanmu. "… bodoh.

kimi ga suki de
tteiu no wa uso de
honto wa daisuki de.
kizutsuketakunakute
demo
kimi ga suki de
aishitekurete
"konna uta atta ne" tte
kimi to waraitainda
― Aku menyukaimu
― Tidak, itu bohong
― Aku benar-benar mencintaimu
― Aku tak ingin menyakitimu
― tapi
― Aku menyukaimu
― Kau mencintaiku
― Katakan, "Rasanya seperti lagu ini"
― Aku ingin tertawa bersamamu

boku mitai na kimi
kimi mitai na boku
niteru kedo chigatte
chigatteru kara niteru
― Kau terlihat sepertiku,
― Aku yang terlihat sepertimu
― Kita serupa tapi tak sama
― Karena kita berbeda, kita serupa

suki da yo toiu tabi ni
fueru suki no kimochi wa
― Aku benar-benar menyukaimu, aku katakan itu berulang kali
― Perasaan cintaku terus bertambah

boku kara takusan no kimi he no
― Aku akan memberikan banyak kepadamu

ai kotoba
― Kata-kata cinta

Miku memainkan piano dengan sangat baik. Kaito ingin memujinya namun lagi-lagi suara Aoki membatalkannya

"Saatnya makan malam" kata Aoki dari lantai bawah

"Kaito juga makan di sini, ayah dan ibu tadi menelpon mereka pergi untuk bisnis di amerika dan pulang seminggu lagi. Jadi selama mereka pergi kau akan tinggal dengan kami" kata Aoki dengan senang. Sementara Kaito membatu mendengarnya

"Baiklah Kaito, kau bisa menginap di sini" kata Mikuo pada Kaito sebelum menuju ke bawah

"Ayo kita makan, Kaito" kata Miku sambil menarik tangan Kaito menuju lantai bawah

Flashback off

Kaito menghela napas

"Bagaimana Kaito, besok libur" kata Mikuo yang dari tadi mengajak Kaito untuk bermain kaset PS terbaru yang dia beli tadi siang

"Baiklah" kata Kaito mengalah

"Kalo begitu kau bisa pakai kamar Mikuo untuk tidur dan meminjam bajunya" Kata Rei ayah Miku dan Mikuo

"Kenapa ayah? Bukannya Rumah Kaito di sebelah?" Tanya Miku sambil menatap ayahnya

"Ayah Kaito baru memberikan sms katanya kunci rumahmu tak sengaja terbawa oleh merek. Sementara kunci cadangan di baa oleh sepupumu Kaiko yang sedang study tour" kata Rei sambil menyerup kopinya

"Baiklah, maaf jika merepotkan Om, Tante" kata Kaito pada Rei dan Aoki yang hanya tersenyum pada Kaito

"Tidak apa-apa kok" kata Aoki

"Baiklah ayo ke atas, kau ikit Miku?" Kata Mikuo semangat menoleh ke adik semata wayangnya

"Oke" kata Miku mengikuti kakak dan Kaito menuju kamar Mikuo

TBC

Fuyu: endingnya gak elit.

Kasami: baru sadar, lagian lagu tadi itu kamu ambil semua

Fuyu: ngak awal sama akhirnya doang

Akihiko: udah balas riview aja sana

Masami: ok. Dari the police of the fanfiction : I know it

Ken: dari LuluAnindya: sama-sama anin-chan, makasih juga udah masukin ToD aku ya. Kita di Fb udah temanan kok, aku tunggu ToD chap 3nya

Yuki: dari Itachannio : makasih itacha-san, semoga tetap suka sama fic saya ya, dan salam kenal itachannio-san ^^

Saya: dari Anilover: yap ini sequelnya, memang yang pertama kelihatan itu MiKai karena mereka akan mendapat rintang yang lebih berat. Dan soal kehidupan'lalu' mereka masih rahasia. Semoga tetap suka ya da salam kenal Ani-san

Fuyu: oke, fuyu akan tetap berusaha jadi jangan lupa untuk

Akihiko: riview ya

All: bye bye in the next chap