Byun Baekhyun POV

Kedua mataku terbuka perlahan. Kedua tangan dan kakiku masih terikat erat oleh tali ini. Aku melirik ke arah samping yang ku temukan penjahat ini masih tertidur lelap dengan posisi sama seperti semalam.

Ya, dia masih menghadap ke arahku. Sangat dekat, bahkan hembusan nafasnya dapat ku rasakan.

Pandanganku kembali menelusuri ruangan ini. Tidak ada yang menarik dari tempat ini.

"Bagaimana bisa dia tinggal disini hanya seorang diri? Apakah dia tidak takut? Ckck bagaimana takut jika dia pun lebih seram daripada hantu!"

Ide jahil keluar dari pikiranku. Dengan perlahan aku mencoba untuk mendorong tubuh besar dengan tubuhku.

Aku terus menggeser tubuhku hingga cukup berhasil membuat pergeseran pada tubuh besar itu.

Bugh!

Namun naas, namja itu memang terjatuh dari tempat tidur tapi karena rasa terkejutnya dia menarik tanganku hingga tubuhku pun ikut terjatuh menindihnya.

Cup~

Tangan kekarnya mendekap punggungku, dan dengan sumpah serapah dalam hati aku berteriak saat posisi kami benar-benar sangat tidak menyenangkan.

Bibir kami tak sengaja saling mencium. Kedua mataku membulat sempurna menatap manik besar milik namja ini.

Entah berapa detik kami terdiam. Aku tidak bisa berkutik karena tubuhku benar-benar terkunci olehnya.

Aku mencoba menggoyangkan tubuhku untuk menjatuhkan diri ke lantai.

"Arrggh..." Erangnya ketika aku sibuk menggoyangkan tubuhku.

"W-waeyo?" Tanyaku.

"Kakimu..." Jawabnya menahan sesuatu.

"Kenapa kakiku?" Tanyaku lalu menggerakan kakiku dibawah sana.

"Yak! Kau mau membangunkannya?" Gertaknya.

"Membangunkan siapa?"

"Shit! Kau menantangku? Kau tau sedang berhadapan dengan siapa?"

"Kalau tidak salah ku dengar, kau adalah seorang mafia bernama Park Chanyeol. Right?"

"Persetan dengan keluguanmu!"

Tiba-tiba namja ini beranjak dari jatuhnya, lalu menggendongku kembali ke tempat tidur dan dengan kasar dia membanting tubuhku diatas ranjang ini.

Tali pada tanganku di lepaskan namun dia mengikat kedua tanganku kembali pada besi tempat tidur ini. Juga kedua kakiku yang ia ikat pada besi di bawah tempat tidur.

Namja ini menatapku dengan tatapan seperti ingin memakanku hidup-hidup. Bajunya dia lepas begitu saja.

Deg~

"A-apa yang akan kau lakukan?"

"Meminta pertanggung jawabanmu."

"Mwo? Memangnya apa yang sudah lakukan padamu?"

"Ok, ku akui tadi itu memang aku yang sengaja mendorongmu. Tapi mphh--"

Aku terbungkam oleh bibirnya yang meraup bibirku. Dengan penuh agresif dia melumatku tanpa jeda.

"Mmpphh.." Aku sedikit memberontak mencoba terlepas darinya.

Tubuhnya menindihku dan mengunciku hingga membuatku tak bisa berkutik sedikit pun.

Ciumannya beralih ke leherku. Bagian ini cukup sensitip untukku. Namja ini menyesap, menjilat bahkan mengigit.

Ku gigit bibir bawahku untuk menahan rasa geli dan perih ini.

Tangan kekar itu merobek kasar bajuku bahkan underware ku ikut terlepas lalu membuangnya sembarang. Tanpa membuang waktu, namja ini meraup nipple ku lalu mengulumnya.

"Nghh~"

Shit!

Aku tidak bisa lagi untuk menahan suara menjijikan ini. Namja ini berhasil membuatku mendesah berat saat dia terus bermain pada kedua dadaku. Dihisapnya kuat-kuat dan tangannya mencubiti nipple satunya.

"Shhh~" Lenguhku merasakan sensasi ini untuk pertama kali.

Tangannya mulai membuka pakaianku di bawah sana dan membuatku benar-benar naked. Jemarinya bermain pada pahaku mengusapnya dengan lembut.

Bibirnya menciumi paha dalamku dan membuat kissmark disana.

Kedua telapak tanganku mengepal kuat saat ia mencium dan menjilat miss v.

"J-jebalhh--"

"Hhentikanh..." Pintaku.

Seperti tidak mendengarkan perkataanku, namja ini melanjutkan permainannya dengan melesakkan lidahnya masuk ke dalam miss v.

"Chanhhyeolhh ngh jebalhh.."

"Asshh~" Aku merasakan perih saat jemarinya masuk pada miss v dan menusuk-nusuknya perlahan.

Beberapa detik kemudian dia menghentikan aksinya. Lalu membuka pakaian bawahnya di hadapanku.

Damn!

Kedua mataku membulat lebar mendapati kepemilikannya itu tegang dan besar.

"Lihat! Ini karenamu! Kau yang membangunkannya. Kau tau? Ini sangat sakit jika aku menahannya." Jelasnya.

"T-tapi... arrghh!" Erangku saat kepemilikannya masuk ke dalam miss v dengan tiba-tiba.

Sakit.

Ini sangat sakit dan aku tidak bisa melampiaskan apapun karena ikatan tali ini.

Chanyeol membuka lebar kedua pahaku lalu menggoyangkan pinggulnya dengan pelan.

"Nghh~"

Aku menutup mataku rapat-rapat ketika bibir ini terus mengeluarkan lenguhan berat karena pergerakan Chanyeol mulai tak beraturan. Ia mempercepat pergerakan dan menghentakan cukup dalam.

"Ahh..ahh.."

Sesuatu basah ku rasakan di bawah sana.

Kedua mataku kembali terbuka saat namja ini meraup bibirku dan kedua tangan yang meremas dadaku.

"Mmpphh~"

Aku benar-benar pasrah dengan semua perlakuannya. Nafasku terengah dengan permainan gila ini.

Entah sudah berapa lama kami berada di atas tempat tidur ini. Chanyeol masih terlihat belum puas dengan semua perlakuannya ini.

Tak lama kemudian, ia melepaskan juniornya itu dari dalam sana dengan begitu saja.

"Arggmmpph~"

Tepat saat aku merintih kesakitan, benda panjang itu masuk ke dalam mulutku hingga aku tersendak karena dengan ukuran yang tak muat dalam mulut.

"Hisap kuat!" Perintahnya.

Aku menggelengkan kepala tanda menolak. Kemudian ia menggesekannya pada mulut ini. Ku rasakan sesuatu berkedut dari kepemilikannya.

Cum~

Refleks, aku menelan semua cairan yang keluar hingga tersendak. Bahkan cairain ini tidak mampu ku tampung, membuatnya mengalir pada sisi bibirku.

Untuk kesekian kali, Chanyeol meraup bibirku lalu menjilat sisa cairannya hingga bersih.

"Ahh..." Lenguhnya menjatuhkan tubuh besar itu di sampingku.

Ingin sekali berteriak marah padanya. Namun tenagaku tidak cukup untuk itu. Yang bisa ku lakukan hanyalah menangis.

"Tenang saja kau tidak akan hamil." Dengan santai dia berucap seperti itu.

"Kau sudah mengambil milikku!" Dengan lemah aku menggertaknya.

Chanyeol mengabaikan perkataanku lalu melangkah menuju kamar mandi.

'Eomma...tolong aku...'

Beberapa menit kemudian, namja itu keluar dari kamar mandi lalu memakai baju barunya.

Semua ikatanku ia lepaskan. Ingin sekali aku memukulnya atau membunuhnya hidup-hidup, tapi tenagaku telah habis. Tubuhku di gendongnya lalu menuju kamar mandi.

Saat ini aku benar-benar terlihat seperti bonekanya. Ia memandikanku. Mengusap seluruh tubuhku dengan sabun, melakukan keramas pada rambut, dan membilasnya hingga bersih.

Aku hanya terdiam tak berdaya di hadapannya.

"Kau manusia terjahat yang ku temukan. Kau bukan manusia. Kau benar-benar tak berperasaan!"

"Aku tidak tau harus mengatakan apa pada eomma mengenai ini."

"Kau mengambil sesuatu dariku yang tidak seharusnya kau ambil."

"Yang ku tau, melakukan hal tadi hanyalah untuk sepasang yang saling mencintai. Bukan karena paksaan."

"Apakah kau tidak ada rasa kasihan padaku?"

Kedua tanganku menghentikannya yang mengusap wajahku lembut.

"Apa kau puas dengan ini? Kau melakukan dengan nafsumu! Dan itu tidak akan pernah membuatmu merasa puas."

"Orang sepertimu tidak akan merasakan yang namanya mencintai--"

Suaraku semakin melemah dan pandanganku menjadi kabur.

TBC~