From The Disclaimer
Fanfic ini 100% menyangkut Persona 4. Ditambah dengan adanya OC yang muncul didalam alur cerita. Mohon jangan bunuh saia kalo ceritanya aneh, geje, dan lebay.
Seluruh karakter Persona 4 adalah milik perusahaan game ATLUS.
Yei~ Chapter 2~
Hah.. Maap ya, chapter 1 terlalu dikit untuk dibaca. Soalnya untuk mengawali semuanya. Sekali lagi maap banget. OC eh salah, saia akan muncul di Chapter 2 ini ya~
Btw, memang saia sengaja bilang itu BUKAN OC, karena didasari dengan hal-hal yang sama tentang diri saia. Jadi anggap saja saia ada di dalam cerita ini. Oke? Oke?
Btw bus way anyway, maap kalo ada salah kata-kata atao yang nggak baku. :D
-Special Event in Inaba-
Mata Yosuke tak berkedip seolah tak percaya apa yang ia lihat. Tofu yang di dalam mulutnya lupa dikunyah. Ia melihat sebuah poster besar berisikan tentang sebuah event baru yang akan datang ke Inaba di bulan Oktober. Ya, sesuatu yang telah ia impi-impikan ternyata terkabul begitu cepat! Sebuah atraksi sirkus besar-besaran datang ke Inaba! Bayangkan jika kalian menjadi Yosuke (?) dan inilah hal yang kalian impi-impikan. Bagaimana perasaan kalian? Rasanya mau mati kan? TIDAK!!
Seta bersikap biasa saja. Ia mencolek Yosuke yang membatu, dan tidak ada respon balasan dari Yosuke.
"Ampun deh Yosuke, selebay itukah elo cuma ngeliatin poster gitu aja..? Plis deh ah.." ujar Seta yang kayaknya ikutan lebay.
"B-Bohong! Pucuk di cinta ulam pun tiba!! Setaaa!!! Doa gw terkabul!!" seru Yosuke. Seta sweatdropped melihatnya.
"Emang sejak kapan lo doa..? Alim amat..." ujar Seta.
"Denger ya! Gw bener-bener seneng akan adanya acara ginian! Ini yang bakal bikin gw betah di Inaba." Ujar Yosuke
"Lo ngomong sama siapa sih..?" tanya Seta yang pura-pura bego
"Ya sama elo lah!! Lo nggak liat gw lagi seneng-seneng gini..? LIAT! LIAT SETAAAA!!! Gw tambahin 'n' loh di belakang ntar, jadinya SETAN!!" ujar Yosuke naik darah
"swt lo..."
"Gw cabut posternya ah.. Gw simpen di rumah!"
"Eih... Nih poster buat UMUM tau!! Bukan PRIBADI!! Baca aja di bulbo ini, udah kan..?"
"Kidding coy... Haha... Lihat. Tanggal 10 Oktober 2011. Lokasinya ada di sudut kota Inaba. Kalau mau pesan tiket... Dibeli di Junes.. Seta, kita harus beri tahu ini kepada yang lainnya!" ujar Yosuke
"He..? Oh.. Iya.." jawab Seta
-Keesokan harinya...
-SMA Yasogami-
Bel istirahat berbunyi. Seta dan teman-temannya berkumpul di kelas 2-2.
"Hai smuanya...!" sapa Rise dengan riang, "He? Kayaknya Yosuke-senpai seneng nih.. Ada apa ya..?"
"Ehem! Dengerin ya, semuanya! Kemaren, gue ama Seta jalan..." Yosuke memulai ceritanya.
"Hee?! Kalian kencan?!" Rise memotong
"Ng-Nggak! Bego! Kami cuma jalan-jalan aja!" Yosuke kelabakan, "Terus, pas kami lewat bulbo, disana.."
"Tunggu!" giliran Seta memotong
"Apalagi sih neh?!" Yosuke naik darah
"Bukannya waktu itu lo nyari Rise di depan rumahnya, tapi ngga ada?" ujar Seta
"Wah... Bener ya? Yosuke?" Chie menganga
"Ng-Nggak!! Dengerin dulu cerita gue!" wajah Yosuke memerah, "Disana ada poster, tentang event baru di Inaba."
"Hoo! Event apaan?" tanya Kanji
"Ini!!" Yosuke mengeluarkan poster yang ia cabut dari bulbo.
Sementara yang lainnya membaca...
"Lo gimana sih?! Kan udah gue omongin itu poster untuk UMUM! Bukan PRIBADI!! Kuping lo kemana sih?!" ujar Seta
"Tenang aja, paling ntar dipasang lagi. Liat aja nanti." Ujar Yosuke tenang.
"Keren! Gue ikutan ah! Lo juga ya, Yukiko?" seru Chie
"He... Iya... Aku juga mau liat.." jawab Yukiko
"Rise ikut asalkan Seta-senpai ikut!" seru Rise
"Hm... Menarik... Aku juga." Ujar Naoto
"A-Aku ikut!" ujar Kanji.
"Oh iya, ntar pesenin yang Kuma juga ya!" ujar Yosuke.
"He..? Kok nyampeinnya ke gue?" Seta bingung
"Sementara loe dulu deh yang bayar! Ntar duitnya gue ganti! Oc?Oc?" Yosuke memohon.
"...." Seta terdiam.
Dengan terpaksa, yang harus tereliminasi adalah...
Cut! Cut!! Kok jadi kayak AFI, KDI, sgala macem sih?!
Sepulang sekolah...
-Junes-
Seta celingak-celinguk mencari loket pembelian tiket. Setelah berjalan beberapa saat, ia melihat seorang gadis berambut coklat tua dengan baju bermodel 'balon' berlari kencang. Tampaknya gadis itu sedang mengejar seseorang. "Jambreeeettt!!!!" teriak gadis itu. Seta terkejut. "A-Apaan sih..?" gumam Seta.
Ternyata gadis itu mengejar 2 orang laki-laki membawa sebuah tas merah miliknya. "Jangan lari kalian!!" teriak gadis itu. Seta pun segera menolongnya. Tanpa sengaja, ia berpapasan dngan Adachi. "Ada apa..?" tanya Adachi. "Nggak tau! Dia lagi ngejer jambret. Duluan ya!" Seta segera lari mengejar gadis itu. "He..???" Adachi kaget, "Jambret?!" iapun segera menyusul gadis itu beserta Seta.
"Cepet amat tuh cewek larinya!" ujar salah satu penjambret yang hampir tersusul oleh gadis itu. CTAK! Kedua penjambret itu mendengar suara ayunan dari sebuah cambuk. Ternyata, gadis itu sudah menyediakan sebuah cambuk untuk mereka berdua. Sekali lagi, cambuk itu diayunkan dan diarahkan ke mereka. Kaki keduanya dililit oleh cambuk milik gadis itu dan jatuhlah mereka.
Seta bengong dan sweatdropped melihatnya. "Sini! Balikin tasku!" ujar gadis itu membentak dengan kasar. Kemudian salah satu penjambret itu mengeluarkan sebuah pistol dan mengarahkannya ke gadis itu. "Heh! Kami masih belum mau menyerah." Ujarnya. Gadis itu diam. "Lepaskan kami! Kalau tidak, kau kutembak!" ujar penjambret itu.
"..... Lakukan aja. Lagipula siapa percaya kalau itu pistol beneran?" gadis itu meremahkan.
Merasa tersinggung, maka penjambret itu benar-benar membuktikan bahwa pistol yang ia gunakan adalah pistol asli. "Gimana..? Percaya kan?" ujar penjambret itu sambil tersenyum sinis.
"iya... Pokoknya balikin tas aku sekarang!"
"Nggak! Berani kamu ya!"
"Iya! Aku emang berani!" gadis itu menonjok penjambret tersebut.
"Angkat tangan!" Adachi segera mengarahkan pistol miliknya ke arah kedua pelaku.
Wah, segini dulu ya! Maap nge-gantung begini. xD soalnya di kepala gw masih ngebayangin gimana cerita selanjutnya.
Di chapter 2 ini udah muncul OC eh salah, gw *yang disebutin cewe brambut coklat tua*, dan disini namanya belum disebutin. Maap seribu maap kalo ada yang salah
