Disclaimer: I don't own Kuroshitsuji, Yana-sensei own it :3
Warning: AU, OOC, Lebay.
A/N: Terima kasih untuk avast, Yunoki Trancy, dan haha-niichan ya atas riviewnya ^_^
Phantomhive Dormitory
Tuk klutuk klutuk DUAR! (Background: Petir Menyambar-nyambar)
APA? NAMAKU TIDAK TERCANTUM? SERIUS? SUMPAH? APAAN NIH? Aku hanya bisa berdiri kaku di depan hasil terserbut. Perang batin yang menghiasi hatiku sangatlah heboh. Aku gak percaya! Perjuanganku belajar mati-matian 4 tahun? Ternyata sia-sia!
"Alois, kamu masuk gak?" Terdengar suara seseorang yang aku tidak bias menebak siapa orangnya karena mataku berpusat pada kertas hasil yang dari tadi tertempel disana. Aku tidak bisa berpikir lagi. Semua suara menghilang begitu saja dari pendengaranku. Yang bisa kulakukan hanya melihat lembar tersebut dengan tidak berdaya. Berkali-kali aku meyakinkan ini hanya mimpi, tetapi ini kenyataan. Kenyataan yang sangat pahit. Begitu pahitnya hingga aku ingin menangis. Perjuanganku berakhir tragis. Apa yang harus kulakukan sekarang?
"PAK! SAYA TIDAK TERIMA!" Teriak seorang anak. Aku bisa mendengar suaranya?
"Tidak terima apanya?" Tanya 'Si Panitia' itu.
"Itu Pak! Teman saya kok gak masuk sih? Dia kan pinter, pak!" Ternyata itu LAU! Lau? Kau… Kau benar-benar baik! Kau membelaku ya? Harusnya kau tidak perlu seperti itu. Kita kan baru kenalan, kenapa kau sebaik itu padaku?
"Sekali tidak ya tidak. Hasil akhir tidak dapat di ganggu gugat walau dengan apapun juga." Jelas sang 'PANITIA' itu. UH DASAR 'PANITIA' PELIT GAK PUNYA HATI! Padahal Lau sudah membelaku, tetapi panitia ini tetap saja pelit!
"Pak!" Teriak seorang perempuan yang adalah panitia juga. Mau apa lagi sih ini, makin ribet aja.
Ia memberikan secarik kertas pada Panitia berkacamata silver dan berlari ke belakang entah kemana. Panitia berkacamata silver itu hanya tersenyum setelah isi dari membaca kertas itu. Senyumnya menyeramkan, udah kayak mau makan orang (baca: Sumanto) aja.
"Yang mana anak yang namanya ALOIS TRANCY? Kesini sekarang juga!" Ujar si Panitia yang suara biasanya aja emang udah gede banget. Keren juga, cuma ngomong udah kenceng, gimana teriaknya? Eh kok aku ngomentarin dia sih? Dia kan nyebelin! Panitia PELIT! Ngomong-ngomong dia tadi bilang ap- eh, DIA MANGGIL AKU?
Spontan aku maju ke tempat dimana Si Panitia berada. Duh, deket banget. Makin serem aja nih orang kalo di liat dari deket. Tinggi, putih, mukanya sangar, garang, hawanya gini lagi. Beh, tangan dan kakiku langsung dingin seketika ketika sudah sampai di depannya.
"Alois Trancy?"
"Ya, Pak?" jawabku dengan berusaha menutupi ketakutanku. Sumpah ih sangar betul udah aku pendek jadi keliatan makin pendek lagi, sial!
"Kamu, keluar dari tempat ini, sekarang!" Kata Si Panitia dengan penekanan pada kata 'sekarang'. Yang bener? Aku di suruh keluar? Sakit sekali hatiku. Udah gak diterima masih aja di suruh keluar dari ruangan. Hiks, ya sudahlah dari pada makin sakit hati mending keluar aja, lumayan menghirup udara segar.
.
.
.
Sudah kuduga! Di luar memang hawanya sejuk sekali. Ya walaupun sudah malam tetap saja sejuk. Di kanan gedung, aku bisa melihat pemandangan lautan yang indah. Di tengah laut itu juga ada sebuah pulau. Pulau aneh yang hanya muncul 4 tahun sekali pada tanggal 29 Februari saja dan lalu mebghilang setelah jarum jam menunjuk pukul 12 malam yang artinya hari berganti. Ya, pulau yang sudah sejak lama ingin aku coba untuk menapakkan kakiku disana. Pulau Asrama Phantomhive Dormitory. Ku coba untuk tidak memikirkan hal tersebut dengan melihat ke kanan lagi, ku dapati taman yang tadi aku datangi bersama Lau tadi siang. Kemudian aku masuk ke taman dan duduk di kursi taman tersebut. Sendirian. Lagi.
.
.
.
"Kalian semua yang namanya tidak tercantum, harap tetap di ruangan ini sampai kalian disuruh oleh panitia lain untuk melakukan instruksi selanjutnya."
"Kalau yang tercantum, Pak?"
"Yang namanya tercantum, segera ikuti saya!"
.
.
.
"Al… Als… Is..."
Suara angin sepoi-sepoi. Nyaman sekali.
"ALS… BAN… U…!"
Kok suaranya jadi gini sih?
"ALOIS BANGUN!" WAH! Teriakan seseorang rupanya! Aku pun terbangun dari tidurku. Lau? Apa yang sedang ia lakukan di kamarku? Eh, ini di taman ya?
"Alois! Kamu ketiduran!" Kata Lau. Ya memang aku mau tidur kok, masa dilarang sih?
"Lau, apa yang kamu lakukan disini?" Tanyaku padanya. Dasar, mengganggu orang tidur saja.
"Aku? Aku disini ya karena mencarimu." Jawabnya. Apa maksudnya?
"Ayo Alois, jangan diam saja!" Teriaknya memanggilku. Ternyata ia sudah berlari keluar taman. Aku hanya heran dan tetap duduk di kursi. Apa yang terjadi? Ini belum pagi. Aku bahkan baru tidur kira-kira 20 menit saja. Sudah dibangunkan dengan cara aneh. Penasaran ah, ikut Si Lau aja deh. Akhisnya aku berjalan keluar dari taman.
Swing-swing-swing-swing!
Suara apa tuh? Kok makin lama makin kenceng ya? Jadi makin penasaran. Apa yang Lau lakukan?
.
.
.
WAH, ITU KAN! HELIKOPTER! ADA 9! 9 buah helikopter? Jadi yang tadi suara baling-baling helikopter ya?
"Alois! Cepat naik! Udah mau berangkat tau!" Teriak Lau di dalam helikopter tersebut. Ini mau kemana? Masa helikopter ini punya dia? Eh, rame juga. 1 helikopter ada 4 anak-anak sama 1 orang dewasa ya? Keren!
"Alois! Jangan ngelamun! Ayo naik!" Teriak Lau membuyarkan pikiranku. AH! Mikirnya nanti aja dah! Yang penting NAIK DULU, YEAH!
Swing-swing-swing-swing-wuuuussshhh!
Helikopternya sudah terbang! Wah pemandangannya indah! Ngomong-ngomong ini helikopternya Si Lau mau kemana ya? Jangan-jangan ke CHINA! Lau kan dari CHINA! OMG BE GE TE!
"Lau, kita mau kemana sih?" Tanyaku yang membelah keheningan di helikopter tersebut sambil berbalik badan untuk mengetahui siapa saja yang ada di helikopter ini, maklum dari tadi cuma ngeliat pemandangan di jendela sampe lupa diri.
"Kita mau ke Asrama." Jawabnya.
"Asrama? Asrama mana?" tanyaku asal dan tidak konsentrasi pada pertanyaan dan jawabannya dan gak jadi ngeliatin siapa saja orang yang ada di helikopter karena sambil melihat pemandangan. Maklum orang katrok belom pernah naik helikopter.
"Asrama Phantomhive."
"Asrama Phantomhive? Asrama apa tuh? Dimana?"
"Itu, di tengah laut."
"Wah, kok ada Asrama di tengah laut sih?"
"Tidak tahu."
"…"
"…"
1 menit.
2 menit.
3 menit.
4 menit.
5 menit.
"HAH ASRAMA PD?"
"Iya."
"APA? KOK GITU?"
"Anda di terima, Alois Trancy." Jawab seseorang dengan nada datar.
"Beneran? HORE!" teriakku tidak percaya, saking senengnya hampir loncat-loncat di dalam helikopter. Kok Cuma aku yang rebut sih? Hening amat. Gak spontan amat sih, memangnya kenap- . . . . . . . . HUWEEEEEEE ADA PANITIA YANG BERKACAMATA SILVER, GARANG, SANGAR, PUTIH, PUCET, DAN TINGGI ITU DISINI? DI HELIKOPTER INI?
Pantesan aja semua pada diem dari tadi, orang ada panitia galak kayak gini disini. Tapi… Aku di terima? Serius nih?
"Ya, saya serius. Ternyata dalam proses pengecekkan nilai, nilai anda tertukar dengan milik Paula." Jelas si Panitia Berkacamata Silver ini. Wajahnya tetap datar. Nih panitia memang cool apa sok cool? Tapi kok dia kayaknya gak seneng gitu sih sama aku? HUH DASAR PANITIA SOK COOL!
.
.
.
Helikopter kemudian makin lama makin rendah pula terbangnya. Akhirnya helikopter mendarat. Sudah mendarat! Aku, Lau, dan yang lainnya kemudian turun dari helikopter. Menapakkan kaki kami di atas daratan milik Pulau Legenda ini. Oh bangganya diriku. Setelah semua turun dan berkumpul, helikopter yang mengantar kami kemudian semua kembali terbang dan kemudian meninggalkan pulau ini. Semakin lama semakin jauh. Dadah helikopter, dadah London, dadah rumah, dadah semuanya yang ada di sana! Lalu setelah itu kami semua berkumpul di dekat pohon kelapa.
"Kalian semua, saya harapkan agar berjalan berpasangan dan kemudian ikuti saya dan jangan main-main bila kalian tidak ingin tersesat." Kata Si panitia berkacamata silver itu. Semuanya kemudian mencari pasangan. Aku tentu saja dengan Lau. Panitia-Panitia yang lain juga mencari pasangan kecuali Si 'Kacamata Silver'. Dan akhirnya ada 44 orang yang mendapat pasangan dan 'dia' hanya berjalan sendiri. Ya jumlah kami ada 45, 40 peserta dan 5 panitia. Jadi kalau berpasangan berdua-dua ya pasti aka nada 1 orang yang tidak dapat pasangan dan itu 'dia'!
Kami semua pun berjalan ke dalam hutan, mengikuti Si 'Kacamata Silver'. Entah kemana, pokoknya gelap sekali! Aku tidak bisa melihat dengan jelas dan hanya bisa mengikuti rombongan dan memegang tangan Lau agar tidak terpisah. Hutan ini bagai sebuah labirin dan hanya penduduk asli yang tahu jalannya. Serem amat sih.
.
.
.
"Akhirnya keluar juga ya." Kata Lau.
"Iya, setelah 1 jam kita berjalan akhirnya sampai juga." Jawabku kecapaian. Aduh pegel banget, capek pula, duduk ah.
"Alois, pemandangannya indah ya?" Tanya Lau padaku.
"Iya ya." Jawab seseorang yang tiba-tiba ada di belakangku. SI PANITIA BERKACAMATA SILVER! HUH DASAR! MENGGANGGU KEROMANTISAN ORANG AJA SIH! Dia hanya tersenyum saat melihatku cemberut padanya, sial, sial, sial!
"Di sanalah Asrama yang akan kalian tinggali untuk 4 tahun kedepan!" kata Si 'Kacamata Silver' sambil menunjuk asrama yang sangat-amat besar pada seluruh orang yang ada disini.
Kami kemudian berjalan lagi setelah istirahat menuju Asrama itu. Asrama yang aku impikan selama bertahun-tahun, oh senangnya hatiku. Setelah sampai dan masuk ke Asrama yang WAH MEGAH SEKALI, para panitia pun menenangkan para murid yang sedang ngobrol, termasuk aku dan Lau.
"Nama saya William T. Spears, saya akan membimbing kalian dalam mata pelajaran kelas khusus, Biologi dan Kimia, saya pembibimbing khusus kelas Hijau." Kata seorang panitia berkacamata dengan rambut rapih.
"Namaku Grell Sutcliff, panggil saja dengan Madam Grell, aku akan membimbing kalian dalam mata pelajaran kelas khusus, Seni Musik dan Modern Dance, aku pembibimbing khusus kelas Merah." Kata panitia berkacamata merah dengan rambut panjang acak-acakan dan berwarna merah. Ih gayanya centil banget nih Bu guru.
"Nama saya Undertaker, saya akan membimbing kalian dalam mata pelajaran kelas khusus, Sejarah dan Ekonomi, saya pembibimbing khusus kelas Putih." Kata panitia yang berambut putih panjang, dengan poninya yang menutupi matanya.
"Nama saya Claude Faustus, saya akan membimbing kalian dalam mata pelajaran kelas khusus, Bahasa dan Pendidikan Lingkungan Hidup, saya pembibimbing khusus kelas Biru." Kata panitia berkacamata yang mirip sekali dengan Pak William, hanya rambutnya lebih berantakan. Sepertinya guru yang satu ini yang paling waras.
"Nama saya Sebastian Michaelis, saya akan membimbing kalian dalam mata pelajaran kelas khusus, Matematika dan Fisika, saya pembibimbing khusus kelas Hitam." Kata Si 'Kacamata Silver'. Oh, jadi dia bernama Sebastian. Berarti, AKU PALING GAK SUKA SAMA NIH GURU!
.
.
.
"Pembagian kelas sudah kami buat dan sudah kami temple disitu, silahkan dilihat pembagian kelas dan ruangan kalian ya…" Kata Bu Guru Grell atau kita sebut saja Madam Grell. Setelah kami semua sampai di depan kertas pengumuman, aku mencari namaku. Aku pengen ikut kelas yang bagus, kelas hijau! Kumohon kelas hijau, kelas hijau, kelas hi-tam? Aku kelas hitam? APA? KELAS HITAM? TIDAAAAAAAAAAK! KENAPA INI BISA TERJADI?
T B C
Thanks for reading ^_^ Mind to review?
