A/N : Thx buat yang udah ngeriview. Di chap ini udah mulai keliatan kalau Sakura punya kepribadian ganda, malah lebih. Tebak-tebak sendiri ya mana yang asli, mana yang nggak.


Hangat, sangat hangat.

Perasaan macam apa ini?

Kenapa begitu hangat, sangat hangat.


Go on!

Chapter2

Kehangatan penuh arti


"Ya semuanya, buka buku kalian halaman 125."

'Hah! Aku mulai bosan hidup kalau begini terus... ' Aku menopang daguku dan menatap lembaran buku di hadapanku..

"Tenten, tolong baca dari bagian A sampai B."

"Hai, Sensei.."

Tenten pun membacakannya dengan suara yang lantang. Tapi tetap saja aku merasa bosan, sangat bosan. Untuk menghilangkan rasa bosanku, aku pun mencoba menggoreskan pensil di atas buku Biologi. Tanpa aku sadari aku sudah membuat gambar seorang laki-laki—yang sepertinya adalah Kakashi-sensei—dengan jenggot yang tebal. Aku menguap untuk kesekian kalinya. Walaupun suara Tenten lantang, bagiku Tenten seperti suara ibu yang sedang mendongeng.

'Hoam.. ni pelajaran ngebosenin banget sih..'

"Sakura, kamu memperhatikan atau tidak?" Kakashi sepertinya menyadari bahwa aku dari tadi tidak memperhatikan penjelasan yang ia berikan.

Aku tidak sadar kalau Tenten sudah berhenti mendongeng 15 menit yang lalu, dan saat ini Kakashi sedang menjelaskan di papan tulis.

"Hn?"

"Kalau kau sakit, kau bisa ke UKS sekarang. Itu lebih baik dari pada kau mengganggu yang lain."

"Baik Sensei." Aku bangkit dari tempat tidurku dan berjalan ala pemabuk.

Kalau saja saat ini adalah pelajaran MTK—yang diajar oleh Asuma-sensei—pasti saat ini aku sudah diberi tumpukan soal, untungnya ini pelajaran Kakashi-sensei, guru—yang katanya—paling baik dan ganteng di sekolahku. Katanya lagi, satu keluarga ganteng-ganteng semua. Aku menggelengkan kepalaku, kenapa aku harus memikirkan guruku itu? Tapi harus aku akui kalau pendapat mereka—teman sekelasku—benar.

Aku tiba di UKS. Aku bilang ke perawat UKS kalau kepalaku sedang pusing, dan Shizune—perawat UKS—menyuruhku untuk tidur. Aku pun menuju ranjang di pojok ruangan. Dari pada aku menganggur, aku nyalakan ponselku dan memeriksa blog-ku. Sampai saat ini aku sudah mem-post semua isi hatiku di blog pribadiku. Dan seperti biasa La-chan dan Cocktail masih setia mengomentari posting-anku. La-chan dengan komentar yang selalu melenceng dari apa yang aku post di blog-ku sedangkan Cocktail dengan komentar-komentar pedas yang membuatku bangkit.

Terkadang, mereka malah ngerumpi yang gak jelas dan tentunya aku juga ikutan. Semakin lama bukan cuma duo itu aja yang komen, semakin banyak saja orang-orang yang mampir ke blog-ku. Dan sekarang aku, Cocktail, dan La-chan jadi tempat—orang-orang yang mengunjungi blog-ku—meminta saran. Dari soal cinta, masalah dengan teman ... pacar ... bahkan keluarga sama sepertiku. Blog-ku sekarang sepertinya beralih menjadi tempat konsultasi, tapi aku gak merasa risih atau apalah. Itu malah membuatku senang. Mungkin, senang karena merasa dibutuhkan.


Apa ini rasanya dibutuhkan?

Apa ini rasanya memiliki sahabat?

Walaupun kita gak pernah bertemu

Walaupun kita tidak begitu lama saling mengenal

Tapi aku bisa merasakan kehangatan yang mereka coba berikan kepadaku


Aku memiringkan tubuhku, lalu tertidur.

Puas menumpang tidur di UKS. Aku kembali ke kelas untuk mengambil tas. Tidak terasa, aku telah tertidur di UKS sampai bel pulang berbunyi. Setelah aku mengambil tas, aku pun berjalan dengan mengambil rute gudang. Entah kenapa aku merasa senang berjalan di jalan yang sepi. Tapi hari ini berbeda, aku mendengar suara tangisan anak perempuan dari balik gudang. Karena punya tingkat keingintahuan yang tinggi aku langsung saja mengumpat di balik semak-semak dengan satu janji.

'Apapun yang akan aku lihat nanti, parah atau tidak aku gak akan ikut campur. Urusan soal keluarga aja udah bikin aku stres gimana kalau di tambah sama masalah ini? Bisa-bisa aku jadi Psycho...'

Dengan ekspresi datar, aku melihat semuanya di balik semak. Bagiku sih ini sudah biasa. Malah tradisi bulanan ... eh mingguan. Di sekolahku, sekelompok senior menyerang salah satu juniornya adalah hal biasa. Dasar perempuan, sudah bosan bermain sama pacarnya langsung beralih juniornya. Kalau satu lawan satu sih seru, ini mainnya keroyokan. Eh tunggu dulu, kenapa aku jadi tokoh antagonis ya? Seharusnya aku kan mikir kasihan atau apa... ah sudahlah,tak ada yang peduli ini.

Hah, lama-lama aku bosan kalau begini terus. Tuh cewek gak ngelawan malah pucat begitu. Kan Cuma tiga, kenapa gak di lawan sih?

Apa aku tolongin aja ya? Ah tapi buat apa? Aku gak akan ikut campur. Sok pahlawan banget nolongin tuh cewek. Eh tapi, dulu kan aku pernah ngasih saran ke salah satu pengungkung blog ku ...


Flashback


Anonymous :Umn, aku sering di bully sama seniorku di sekolah. Padahal aku udah mencoba buat ngelawan tapi hasilnya malah nol. Temen-temenku ngejauhin aku gara-gara takut jadi sasaran. Jadi gimana nih? Fle-sama, La-sama dan Ta-sama, tolong sarannya ya!

Lavender Girl :Gimana kalau guru? Yah kalau seniormu bohong ke guru kamu, ya kamu harus bikin gurumu percaya. Kalau nggak kamu bakal digituin terus.

Anonymous :Ta ... pi ... itu sulit banget La-sama. Malah nanti dampaknya bakalan lebih parah.

Fleurs de cerisier:Iya juga sih, berarti saran La-chan jadi plan B aja. Gimana?

Yah kalau menurut aku sih, yang paling gampang minta tolong temen. Karena temen-temen kamu gak mau nolongin yah kamu paksa aja. Kalau mereka gak mau karena tetep takut ya kamu bilang."Apa ini yang namanya sahabat? Apa kata sahabat Cuma ada disaat yang baik-baik aja?"kalau mereka mengelak dengan jawaban,"Kita sebenernya mau nolongin kamu, tapi kita takut di apa-apain sama para senior."Ya kamu jawab aja sambil nangis,"Jadi persahabatan kita putus Cuma karena senior? Karena bully? Karena takut?"

Ya pokoknya kamu tambah-tambahin aja lagi. Mungkin awalnya mereka gak mau nolongin, tapi pasti mereka mau kok. Oh iya orang yang menangis itu bukan berarti mereka lemah, mereka cuma gak kuat untuk menahan beban yang mereka panggul saat itu.So, gak usah ragu-ragu buat nangis, okeh?

Cocktail :Prokprokprok ...*tepuk tangan*

Keris hebat bisa ngasih saran, bahkan strategi buat ngelawan!

Tapi apa kamu udah nyoba untuk terbang bebas?

Buat yang minta saran : Kenapa harus takut? Mereka juga manusia! Mereka makan nasi! Darah mereka juga merah! Kenapa takut! Lawan pakai senjata! Ambil kayu! Ambil penggaris besi! Bantai mereka habis-habisan! Nggak usah takut buat ngelawan! Apa kamu mau selamanya diperlakukan seperti itu? Apa kamu maunya diem aja dan pasrah diperlakukan seperti itu? Jawabannya pasti NGGAK kan? Kalau jawabannya IYA, buat apa kamu minta saran sama kita. Setelah baca saran-saran yang kami kasih, aku berharap kamu akan maju. Nggak pasrah, kalu begitu kamu sama aja buang-buang waktu. Ayo maju! Ganbatte! *ngibarin bendera*

Fleurs de cerisier:*keselek baca sarannya Ta-kun*

Gak salah tuh pake bawa-bawa senjata?

Ckckck..

Terbang bebas?

Itu Cuma mimpi..

Cuma angan-angan bodoh dari seorang sampah.

Kalau sudah terjerat, tidak akan semudah itu untuk keluar..

Cocktail :BAKA!

ARGH! Kenapa di dunia ini banyak orang-orang yang pasrah hidup sih?

Ayolah! Gak usah takut buat maju! Ayo ubah semuanya! Buat mereka menyesal ngelakuin hal itu! Kumpulkan amarahmu! Serang balik mereka! Jangan Cuma diem! Sampah juga harus ngelawan! Kamu tetep manusia, punya perasaan! Punya batas! Dan punya hak untuk ngelawan!

Jangan Cuma kayak boneka! Diem aja kerjanya. Kamu manusia, punya otak! Pake otakmu untuk maju!

Fleurs de cerisier:ARGH! DIAM!

Kalian gak tau apa-apa! Jangan seenaknya ngomong begitu ke aku! Apa kalian kira maju semudah membalikkan telapak tangan?

Kalau semudah itu aku sudah terbang jauh sampai pluto!

Lavender Girl :pluto? Jangan lupa bawa jaket. Di situ dingin loh!

Anonymous :Gomenasai!

Tolong jangan berantem!

Aku bener-bener minta maaf..

Saran-saran yang kalian kasih udah aku lakuin, dan berhasil. Temen-temen aku pada nangis aku ngomong apa yang Fle-sama kasih tau. Kita juga ngelawan senior bawa kayu tapi Cuma buat nakut-nakutin. Terus kita lapor ke guru BP.

Arigatou dan Gomenasai..

Lavender Girl :wah bagus...

Selamat ya..

Gak usah minta maaf, kamu gak salah kok..

Mereka emang sering berantem kok...

Ini sih belum parah..

Tapi sebenernya mereka saling perhatian satu sama lain loh!

Fleurs de cerisier:ITU FITNAH!

Cocktail :ITU FITNAH!

Lavender Girl :Cie.. komennya sama dan barengan lagi(Cuma beda detik)...

Anak muda emang lucu-lucu..


End Flashback


Entah kenapa pipiku terasa panas mengingatnya.

Aku menepuk-nepuk pipiku yang sepertinya berwarna merah padam. Ini bukan saatnya buat memikirkan kejadian itu. Mau gak mau aku harus bantuin nih cewek dan melanggar janji yang aku buat.

Aku pun keluar dari semak-semak sambil berkata dalam hati, 'Kalau ingin di tolong, harus belajar menolong!'

Aku menatap mereka yang nampaknya meremehkanku. Hh, kau kira aku siapa hah? Melawan tiga makhluk ababil ini merupakan hal kecil bagiku. Belajar melalui video memanglah bukan ide yang buruk.

Aku menggerakan tanganku dan memukul bagian dada mereka satu persatu dengan kencang. Yah, setidaknya tak sekencang hingga aku membunuh mereka, hanya menganggetkan mereka dan membuat mereka sesak nafas lalu pingsan.

Hahaha, mudah kan?

Aku menatap mata gadis itu dengan ekspresi datar khasku. Ia terlihat makin ketakutan. Apa karena aku? Apa aku melakukan kesalahan? Apa aku begitu menakutkan?

Ia pun lari, sedangkan aku hanya bengong. Selagi para senior masih pingsan, aku pun kabur agar tak terkena masalah.

Aku mengumpat kesal dalam hati, 'Anak kelas satu jaman sekarang gak tau diri! Udah ditolongin gak bilang terimakasih! Ini nih beresiko tinggi buat aku tau!'

Emosiku mulai meledak-ledak, aku mempercepat langkahku agar bisa cepat tidur untuk meredamkan amarahku.

Oke, mulai hari ini prinsip itu bakal aku ganti jadi 'Gak ada gunanya belajar menolong, siapa peduli kalau gak bakal ditolong, wee!' Yang ada Cuma ngabisin tenaga.

Di rumah, Moegi adikku atau lebih tepatnya iblis kecil di rumahku sedang duduk sambil meletakkan kakiknya di atas meja. Sepertinya dia lagi belajar menekan remote tv, dasar bocah. Tiba-tiba ia menengok ke arahku dan melempar remote ke kepalaku.

AAWWW!

Tanpa basa-basi, aku langsung melempar balik ke arah Moegi dengan kencang. Dan voila, itu mengenai tepat ke jidat lebarnya. How lovely it was!

Gak hanya melempar balik. Aku berjalan ke arahnya dan menarik kerah bajunya. Kulukiskan goresan-goresan indah di wajahnya. Merah ... ungu ... biru ... sungguh warna yang indah. Lalu kubanting tubuhnya ke lantai tanpa ada rasa iba mengisi hatiku sedikitpun. Ia meringis, menangis dan berteriak.

Kuabaikan itu semua dan berjalan menuju kamarku. Aku langsung membaringkan badanku.

Tak lama kemudian, aku mendengar suara langkah kaki yang semakin lama semakin kencang. Sepertinya itu menuju kemari.

'BRAK'

Mereka mendobrak pintu kamarku seenaknya dan menarik badanku sampai-sampai aku harus terjatuh. Aku yang tidak suka di perlakukan seperti itu langsung membalas perlakuan mereka, sayangnya mereka lebih kuat dariku. Dan sekarang badanku penuh dengan luka.

Selesai mengobati lukaku sendirian dengan obat-obatan yang aku beli diam-diam, aku menyalakan komputerku.


Lagi-lagi begini..

Apa kau bisa merasakan sakit yang aku rasakan?

Apa kau tahu rasanya hah?

Seenaknya melakukan itu padaku

Hei Tuhan, kenapa kau hanya diam saja disana?

Apa kau senang melihatku seperti ini?

Apa kalimat 'Doa-doa anak yang teraniaya' tidak berlaku padaku?

Kenapa mereka begitu?

Hanya beberapa orang yang peduli tapi mereka begitu jauh...


Cocktail :Maaf, soal yang kemarin.

Maaf, aku gak bisa ngebantu langsung.

Maaf, aku hanya bisa berkata kasar tanpa tahu perasaanmu.

Maaf, aku juga tidak tahu apa yang sebaiknya aku lakukan selain berkata seperti itu..

Fleurs de cerisier:Ta-kun gak salah kok, tanpa Ta-kun dan La-chan aku gak mungkin bisa bertahan sampai sekarang lho!

Lavender Girl :*Hug kalian berdua*

La-chan sayang kalian,

Walaupun La-chan gak pernah ketemu Fle-chan, La-chan akan tetep bantu doa dan nyemangatin Fle-chan kok!

Fleurs de cerisier:*mewek*

Cocktail :Se...sak...

*ngelepasin pelukannya La-chan*

Lavender Girl :Huawa! Ingus semua!

*jauh-jauh*

Fleurs de cerisier:emangnya enak!

*devil mode:on*

Lavender Girl :Sialan!

Udah malem nih, oyasumi..^^

Cocktail :Oyasumi..

Fle-chan : Jangan pernah nyerah! Just Go on!

Fleurs de cerisier:Oyasumi..

Ta-kun : Yep..^^


TBC


A/N : Gak bermaksud buat ngejelek-jelekkin Moegi kok, kan ceritanya dia jadi tokoh antagonis di sini. Dark Sakura juga kurang suka sama dia, tapi kalau Sakuranya sih gak tau juga. Jangan lupa R.E.V.I.E.W