Namaku Do Kyungsoo. Usiaku 23 tahun. Aku sudah lulus kuliah dan sekarang aku bekerja disalah satu perusahaan tersbesar dikorea, Park Corp. sebenarnya aku bisa saja bekerja diperusahaan milik ayahku, tapi aku bukan type orang yang seperti itu. Aku lebih suka mengandalkan kemampuanku sendiri tanpa campur tangan ayahku. Walau awalnya ayah sempat melarangku untuk bekerja diluar jangkauannya, tapi aku berusaha meyakinkan ayahku kalau aku ingin mandiri tanpa bantuannya.
Aku bekerja sebagai sekertaris putra direktur , dia masih, muda tampan tapi kau jangan berharap untuk bisa mendekatinya karna dia adalah kekasihku kkk
Sebenarnya dia adalah kakak kelasku semasa SMA, dan kami mulai dekat saat memasuki dunia kuliah. Sampai kami merasa saling cocok, aku dan dia sepakat untuk memulai sebuah hubungan. Aku nyaman ketika bersamanya dan kupikir diapun begitu. Kami mulai menjalani hubungan sama dengan yang lain, sekedar berkencan diakhir pekan, nonton film, makan malam romantic dan masih banyak lagi.
Tapi jangan berfikir jika aku mendapatkan jabatanku diperusahaan karna aku kekasih dari putra presdir tempat ku bekerja. Sudah kukatakan aku lebih suka mengandalkan usahaku sendiri. Aku memulainya dari bawah untuk posisiku sekarang. Semua tidak ada yang mudah dan praktis tentu saja. Lagipula aku bisa memenangkan hati presdir dengan semua kerja kerasku hingga aku bisa dipercaya diperusahaan miliknya.
Soal hubunganku dengan putra presdir, tentu saja tidak ada yang tahu termasuk presdir sendiri. Entahlah aku hanya tidak ingin jika orang-orang berfikir aku mendapatkan jabatanku sekarang karna aku mengencani anak pemilik perusahaan tempatku bekerja. Itu akan terasa sangat menyebalkan. Walau terkadang aku sedikit kesal dengan para karyawan wanita dikantor selalu mengagung-agungkan betapa mempesonanya kekasihku dan berharap bisa berkencan dengannya. Jangan harap!
Soal dia dan kakakku Baekhyun..
Sudah aku katakan bahwa hubunganku dengan Chanyeol tidak ada yang mengetahuinya termasuk kedua orangtuaku. Mungkin kalian berfikir akulah yang merebut Chanyeol darinya, tapi sebenarnya tidak karna aku dan Chanyeol sudah saling mengenal jauh sebelum Baekhyun mengenal Chanyeol.
Saat itu, perusahaan ayahku mengadakan pesta makan malam disebuah hotel bintang lima. Ayah mengundang seluruh rekan bisnisnya ke pesta miliknya termasuk presdir juga Chanyeol yang memang memiliki kerja sama dengan ayahku. Aku datang sebagai sekertaris Chanyeol tentu saja itu atas perintah presdir. Acara demi acara terlewati. Hingga ayah memperkenalkan Baekhyun kepada semua rekan bisnisnya termasuk Tn. Park dan putranya Chanyeol. Aku bersikap sewajarnya. Aku memeluk ayahku juga ibu, Tuan park yang memang tau aku putri dari rekan bisnisnya tersenyum.
"Kau tau tuan Do? Kau sangat beruntung memiliki dua putrid yang sangat cantik seperti Kyungsoo dan-." Tuan Park menggantung ucapannya lalu menatap Baekhyun. Baekhyun yang sadar tersenyum membungkukkan badannya lalu tersenyum.
"Baekhyun imnida."
'-dan Baekhyun. Mereka sangat cantik." puji tuan Park yang langsung diamini oleh ayahku. Aku tidak teralu memperhatikan yang mereka bicarakan. Yang aku perhatikan sekarang adalah kakakku yang terus tersenyum menatap Chanyeol, kekasihku. Dengan senyum cantik yang terpatri diwajahnya.
Kupikir ayah juga menyadarinya begitu juga Tuan Park. Hingga akhirnya ayahku mengenalkan mereka dan mengusulkan mereka untuk berkeliling. Aku merasa sakit tapi aku tidak bisa melarang. Aku tau posisiku. Aku tau juga ayah menginginkan menantu dan kupikir ayah memang sudah menyukai Chanyeol untuk dijadikan menantunya. Dan tuan Park? Sebenarnya beliau tidak pernah memaksakan dengan siapa Chanyeol harus menikah selama Chanyeol merasa nyaman.
Aku ingin mencegah tapi aku tidak bisa. Tidak mungkin karna memang tidak ada yang mengetahui hubunganku dengan Chanyeol. Bukan, bukan karna kami tidak serius menjalani hubungan ini tapi kami hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan yang sebenarnya kepada orang tua kami.
Tapi kupikir aku terlambat, karrna setelah acara makan malam itu Baehyun mengatakan kepada ayah bahwa dia menyukai Chanyeol. Aku ingin marah dan mengatakan bahwa aku kekasih Chanyeol. Tapi sekali lagi aku tidak bisa karna kulihat ayah sangat senang mendengar kabar itu termasuk ibu dan kakak laki-lakiku Suho.
Ayah yang memang sudah ingin melihat Baekhyun segera menikah langsng memberitahukan kepada tuan Park. Mereka memang berteman cukup lama dan mendengar gagasan ayahku untuk menjodohkan Chanyeol dengan Baekhyun tuan Park setuju setuju saja. Dan mereka langsung menentukan pertemuan untuk kedua keluarga untuk menentukan tanggal pernikahan.
Kalau kalian berfikir ayahku pilih kasih, itu tidak benar sama sekali. Ayah sangat menyayangi putra dan putrinya tanpa ada perbedaan. Ayah menjodohkan Baekhyun dengan Chanyeol karna ayah tidak tau kalau aku dan Chanyeol sepasang kekasih. Dan itu bukan kesalahan ayah tapi salahku yang tidak pernah bisa membawa Chanyeol kehadapan ayah dan ibu.
Hingga akhirnya pertemuan itu terjadi dan tanggal pernikahan sudah ditentukan. Awalnya Chanyeol ingin mengatakan yang sebenarnya kepada ayah dan juga tuan Park tapi aku melarangnya. Aku tidak mau membuat ayahku kecewa dan aku juga tidak mau menyakiti Baekhyun. Dia adalah kakakku dan aku sangat menyayanginya. Aku ingin melihatnya bahagia.
Pernikahan itu akhirnya terjadi. Semua orang berbahagia kecuali aku dan ibu Chanyeol yang memang sudah tau hubunganku dengan Chanyeol. Beliau sangat baik kepadaku. Bahkan mungkin lebih menyayangiku ketimbang Chanyeol yang putranya sendiri.
Pernikahannya hanya dihadiri keluarga dekat dan rekan bisnis ayah juga tuan Park. Chanyeol tidak mau pesta yang terlalu berlebihan dan ayah setuju saja dengan itu. Saat mereka mengucapkan janji suci aku tidak ada disitu karna terlalu menyakitkan bagiku. Aku pergi keluar dari gereja tempat pemberkatan, sekedar mencari udara segar. Aku piker aku sudah siap tapi nyatanya melihat orang terkasihku mengucap janji suci untuk orang lain membuatku sakit juga. Aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak menangis saat itu.
"Nak." Kurasakan ada yang menepuk pundakku pelan. Aku menolehkan kepalaku kebelakang, kulihat ibu Chanyeol menatapku sedih. Aku langsung menghambur kepelukannya menumpahkan segala rasa sakitku.
"kalau tidak bisa kenapa memaksakan diri? Kau menykiti dirimu sendiri anakku." Ibu Chanyeol mengelus rambutku dengan sayang. Aku tidak menjawab, aku hanya menangis dipelukan ibu Chanyeol dan beliau dengan senang hati menenangkan aku. Hari itu aku memilih menghabiskan waktu dengan ibu Chanyeol. Terpaksa aku berbohong kepada yang lain kalau aku tidak enak badan jadi aku tidak bisa mengikuti acara sampai selesai. Awalnya Baekhyun menentang tapi sungguh aku tidak kuat saat itu jadilah Baekhyun akhirnya mengijinkan aku pulang lebih dulu.
.
.
Setelah menikah ayah menyuruh Baekhyun dan Chanyeol tetap tinggal karna ayah tidak mau berpisah dengan putrinya. Dan itu artinya aku akan sering melihat Chanyeol dan Baekhyun bersamaan didepan mataku. Aku belum siap jujur saja tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Bakhyun selalu bergelayutan manja pada Chanyeol walaupun Chanyeol hanya menanggapinya dengan malas tapi Baekhyun tidak keberatan dengan itu, sepertinya. Karna dia tetap bermanja pada Chanyeol setiap hari. Chanyeol akan bersikap biasa jika didepan ayah dan ibu.
Hubunganku dengan Chanyeol sempat merenggang setelah beberapa minggu mereka menikah. Sebisa mungkin aku menjauhinya aku tidak ingin ada yang tersakiti dan aku tidak ingin mengecewakan keluargaku jadi sebisa mungkin aku menjauhinya. Termasuk dikantor aku hanya akan menjalankan tugasku sebagai sekertarisnya saat dia berusaha mengajak ku untuk bicara aku selalu mengelak dan menghindar mengatakan bahwa kami harus professional saat sedang bekerja dan jangan membawa urusan pribadi kedalam pekerjaan.
Chanyeol sepertinya sudah geram dengan segala sikapku yang menjauhinya, hingga suatu malam dia nekat menyelinap masuk kedalam kamarku. Saat itu pukul sebelas malam, semua orang dirumah sudah tertidur. Dia diam diam masuk kedalam kamarku. Aku yang saat itu memang belum tidur tentu saja heran saat kudengar ada yang mengtuk pintu kamarku malam-malam. Dengan malas aku membuka pintu dan begitu terkejut saat aku tau Chanyeol ada didepan kamarku.
Aku ingin menutup pintu kamarku tapi Chanyeol dengan cepat menorobos masuk. Dia mengunci pintu dan langsung menyambar bibirku dengan kasar. Aku mencoba meronta tapi aku tau kekuatanku tidak sebanding dengannya. Dia terus mencium bibirku dengan penuh nafsu, aku yang memang sangat merindukan dia pun perlahan mulai membalas ciumannya.
Kurasakan ciumannya yang semula kasar mulai melembut. Bibir kami saling melumat satu sama lain berusaha menyampaikan rasa rindu. Chanyeol mengangkat tubuhku. Dia menggendongku ala koala masih dengan tautan bibir kami yang belum terlepas. Aku dengan senang hati melingkarkan kedua kakiku dipinggangnya,
Chanyeol merebahkan aku dikasur king size milikku. Ciumannya semakin dalam dan aku semakin terbuai.
"nghh chan hhh~." Aku melenguh disela ciuman kami. Chanyeol perlahan melepas ciumannya. Dia menatapku dalam dan aku balas menatapnya. Tersirat rasa rindu yang begitu dalam dan aku tidak munafik aku juga merindukannya. Dia kecupi seluruh wajahku. Membisikkan kata kata yang mampu membuat aku terenyuh.
"jangan menjauh lagi aku tidak sanggup jika ka uterus menjauhiku rasanya aku ingin mati." Katanya dengan suara parau. Nadanya terdengar putus asa dan aku tidak kuat untuk tidak menangis. Kurengkuh tubuhnya mengatakan bahwa aku juga merindukannya dan keadaan kami sekarang membuat ku sakit.
Aku menumpahkan semuanya , segala rinduku yang tidak mampu aku ungkapkan malam itu aku tumpahkan semuanyadipelukannya, dipelukan kekasihku, kakak iparku sendiri.
Sejak saat itu hubunganku dengan dia kembali baik, kami sepakat meenjalani hubungan ini debelakang Baekhyun juga keluargaku. Dan semuanya berjalan lancer. Kami akan bersikap biasa saja saat dirumah. Tapi disaat Baekhyun lengah aku dan Chanyeol kadang menjalaninya berdua. Dan sampai saat ini semua berjalan lancar yeah semoga.
.
.
.
~Our Secret Love~
.
.
"ahnhhh.. Chan hh." Aku memeluk tubuhnya erat. Bagian bawahnya menghujam milikku dengan keras. Dia menatapku dengan pandangan memuja miliknya. Kupikir dia suka ekspresi milikku ketika miliknya menghujam tepat titik terdalam diriku.
Chanyeol menundukkan wajahnya, mengecup bibirku yang sudah membengkak. Sementara tangannya sibuk memilin, meremas dadaku. Rasanya ini terlalu indah. Aku tidak bisa menahannya lagi. kupeluk lehernya erat. Tubuh kami bergerak berlawanan arah.
Aku melenguh ditelinganya. Kujilat telinganya sensual.
"Aku hhh hampir sampai Chan hh yeol~"
"Tahan baby hhh." Kudengar dia menggeram sexy. Hujamannya semakin keras dan aku hampir kewalahan mengimbanginya. Hingga akhirnya puncaknya datang membawa kami padak titik putih yang seakan membawa kami melayang.
Cahnyeol membenamkan miliknya didalam diriku, menumpahkan semua sarinya. Aku memejamkan mataku menikmati moment moment ini. Sungguh rasanya terlalu indah untuk aku lewatkan.
Aku mengatur nafasku yang memburu, begitu juga dengan Chanyeol. Dia tersenyum kearahku lalu mengecup keningku lama.
"Kau yang terbaik sayang." Bisiknya didepan mataku. Aku hanya mampu tersenyum. Aku bahagia sungguh. Walau terkadang aku merasa jahat kepada kakakku Baekhyun. Tapi aku sangat mencintai Chanyeol dan aku tidak mau melepaskan dia. Aku sudah jatuh terlalu dalam oleh pesonanya hingga membuat aku menghilangkan warasku dan menghianati kakakku sendiri. Kau tau cinta itu itu terkadang egois yang bisa membuatmu kehilangan warasmu.
"Tidurlah, kau pasti lelah." Chanyeol menarik selimut untuk menutupi tubuh kami berdua. Dia peluk aku dengan erat dan aku dengan senang hati membenamkan wajahku didadanya. "Tidurlah." Dia kecupi wajahku dengan penuh perasaan. Aku pejamkan mataku menikmati setiap perlakuannya kepadaku karna sungguh aku suka sekali ketika dia memperhatikan aku walau hanya dengan perlakuan-perlakuan kecil seperti ini.
Biarlah aku egois. Biarlah aku jahat. Aku hanya menginginkan kebahagiaanku dan kebahagiaanku adalah Chanyeol. Soal Baekhyun? Selama kami bisa menjaganya, aku rasa tidak akan ada masalah. Tidak apa aku hanya bisa memiliki Chanyeol dibelakang semua orang. Yang terpenting aku tau bahwa dihati Chanyeol hanya ada aku bukan Baekhyun atau siapapun.
.
.
.
.
.
TBC or END?
.
.
Hi aku balik bawa ff aneh ini. Aku minta maaf karna ini lama sekali lanjutnya dan pas lanjut juga aneh begini.
Aku sempat kehilangan feel untuk ff ini dan ide ceritanya juga ilang. Jujur ff init u aku bikinnya iseng tanpa pemikiran yang mateng jadinya beginilah hasilnya.
Aku gk tau masih ada yang minat atau nggk sama ff ini karna kayaknya semakin hari peminat Chansoo diffn makin dikit. Aku bakal tetep lanjut kalau sekiranya masih ada yang berminat kalau enggak ya mungkin sampe sini aja udah hwhw
Semoga kalian suka dengan lanjutannya maaf kalau ada typo dan bahasa yang aneh bin nyeleneh gk jelas maafin. maaf juga kalau bosenin dan tidak sesuai harapan kalian.
makasih untuk kalian yang mau review untuk prolognya^^ review kalian berarti buat semangat nulisku hwhw
.
.
170820—Mochi1127.
