Fly Me To The Moon
Disclaimer:
Semua Cast adalah milik Tuhan, kecuali…. CHO KYUHYUN! *plak
Pairing: Kyumin,Haemin
Mianheee,, masi banyak TYPO, OOC dll
.
.
.
Happy Reading .
*Last Chapter*
Siapa sebenarnya kau?
Kenapa kau sangat mirip dengannya?
Tapi aku masih ragu dan hanya satu cara untuk memastikan apakah kau adalah anak perempuan itu atau bukan...
Aku hanya cukup mengetahui apa lagu favoritmu...
Namun , jika memang benar itu kau...
Aku tak mungkin menyukaimu, karena kau adalah orang paling berharga bagi Donghae, sahabatku..
Aku hanya berharap satu hal, semoga itu bukan kau...
Karena jika benar dia itu adalah kau, maka aku mungkin akan mati karena tidak bisa menyukaimu...
Jadi Tuhan, semoga itu bukan dia...
Itulah yang Kyuhyun pikirkan. Namun sayangnya Tuhan tidak mengabulkan permintaan Kyuhyun, karena hal yang diinginkan Kyuhyun, justru bertolak belakang dengan apa yang digariskan Tuhan untuknya...
*End Last Chapter*
Bel tanda sekolah berakhir pun berbunyi. Wajah murid-murid yang tadinya tampak jenuh karena menerima pelajaran selama berjam-jam, kini berubah menjadi bersemangat. Murid-murid sudah membayangkan bagaimana empuknya kasur di kamar mereka. Namun tidak bagi seorang Cho Kyuhyun. Sejak pelajaran dimulai sampai sekarang, dia hanya melamun tak jelas. Bahkan dia tak sadar jika sedari tadi kelasnya sudah sepi.
"Ya! CHO KYUHYUN!" teriak Donghae tepat di telinga Kyuhyun.
Sontak Kyuhyun langsung menutup kedua telinganya, "DASAR BABBO! Kau ingin membuatku tuli, eoh?"
Donghae menjitak pelan kepala Kyuhyun sambil mengomel, "Kau kan memang tuli, Kyu. Oh ya, boleh gak aku minta tolong padamu?"
"Hn, minta tolong apa?" ucap Kyu sambil mengusap kepalanya pelan.
"Tolong antar Minnie-ku pulang ya?" wajah Donghae tampak memelas.
Mata Kyuhyun membulat sempurna, ia benar-benar terkejut setelah mendengar permintaan sahabatnya itu. "Apa kata Hae? Aku diminta untuk mengantar Sungmin? Aish, aku gak kuat jika harus dekat-dekat dengan Sungmin. Apa yang harus aku lakukan?" ujar Kyu dalam hati.
"Ya! Kau mau tidak?" Hae tampak kesal karena sejak tadi sahabatnya itu hanya melamun tanpa menjawab pertanyaannya.
"Kenapa tidak kau saja yang mengantarnya? Dia kan pacarmu." Tampak sekali jika seorang Cho Kyuhyun kini sedang berusaha menyembunyikan kegalauannya.
"Tadi Yesung-hyung menyuruhku segera ke ruang osis. Biasalah, orang sibuk. Hehehehe"
Kyuhyun tampak berpikir, dia bingung. Haruskah dia mengantar Sungmin pulang? Sedangkan Donghae tampak sedang mengeluarkan jurus puppy eyesnya untuk membujuk sang Evil Prince.
"Hae-ah, sedang apa kau disini?" Sungmin muncul dari balik pintu sambil membawa beberapa buku yang tampaknya berat.
Donghae langsung menyunggingkan senyum terbaiknya saat melihat sang kekasih datang menghampirinya, "Chagi, tampaknya buku-buku itu berat. Sini kubantu." Donghae mengambil buku-buku itu dari tangan kekasihnya. "Chagi, hari ini kau pulang dengan Kyu, ne? Aku sedang ada urusan. Tidak apa-apakan?"
"Ya! Lee Donghae! Kapan aku berkata bahwa aku mau menolongmu?" protes Kyu.
Sungmin yang merasa tidak enak hati pun akhirnya berkata, "Mian.. Hae-ah, aku bisa pulang naik bus."
"A..aniyo,, kau tidak boleh naik bus. Kau kan belum mengenal daerah ini, chagi. Kyu, jebal…. Mau ya?" mohon Hae sekali lagi pada sahabatnya itu.
Jujur, Kyu sangat tidak tega jika Sungmin naik bus, "Hah… ne. aku mau."
"Jinjja? Gomawo!" Hae langsung memeluk Kyu.
*Fly me to the moon*
Tampak sepasang anak manusia sedang berjalan beriringan menyusuri jalan raya yang cukup ramai. Keheningan menyelimuti mereka, tak ada yang berniat membuka pembicaraan. Sang gadis terlihat risih dengan keheningan di antara mereka. Namun, sang pemuda terlalu sibuk menahan debaran jantunya yang sudah melebihi batas.
"Kyuhyun-sshi, kau sudah berapa lama mengenal Hae-ah?" akhirnya sang gadis memulai pembicaraan.
"e…ah? Hum sekitar 6 tahunan. Memangnya kenapa?" Kyuhyun berusaha keras menahan rasa gugupnya.
"Aniyo.. tidak ada apa…" perkataan Sungmin terpotong oleh ponselnya yang bordering tanda ada panggilan masuk
Fly me to the moon…
and let me play among the star….
"Yeoboseo? Ah umma.. Ne, sekarang aku sedang di perjalanan pulang dengan temanku."
Terkejut, seorang Cho Kyuhyun terkejut saat mendengar nada dering ponsel Sungmin.
*Kyuhyun POV*
Tidak, jangan sampai hal ini terjadi. Ini pasti hanya kebetulan saja. Kumohon, jangan bilang kalau Sungmin adalah dia. Aish, hal yang paling kutakutkan akhirnya terjadi juga. Sejenak aku tenggelam dalam pikiranku, sampai sebuah tangan mungil menepuk bahuku pelan.
"Apa kau ada masalah? Kuperhatikan sejak pagi kau melamun terus?" Tanya Sungmin sambil menatapku lembut dengan mata foxynya.
Aku sempat terhisap dalam pesona mata foxy yang begitu jernih itu. Tubuhku seakan tak bisa dikontrol lagi. Aku menarik pelan tubuhnya ke dalam dekapanku. Aku mendekapnya erat sangat erat. Akhirnya, dia… gadis kucari selama bertahun-tahun sekarang berada di hadapanku. Mataku memanas, tanpa kusadari air mataku mengalir membasahi pipiku. Kurasakan Sungmin membalas pelukanku, ia bahkan berkata, "Pasti kau memiliki masalah yang sangat berat ya? Saranku sih, jangn dipendam sendiri."
Aku langsung menjauhkan diriku darinya, "Mi..mianhe. aku benar-benar gak bermaksud…"
"Aniyo, gwenchana… Aku tahu jika kau bukan pemuda mesum yang mencari kesempatan untuk memelukku." Sungmin tampak mendekat dan menghapus air mata yang masih berbekas di pipiku.
"Gomawo Sungmin-sshi aku…."
"Panggil saja Minnie. Jangan terlalu formal denganku." Ia tersenyum sangat manis.
Donghae, mianhe… kurasa aku memang mencintainya. Mulai sekarang, aku akan menjaganya. Aku tahu kau pasti akan marah padaku Hae. Tapi Lee Donghae, aku juga akan meraih kebahagiaanku. Namun, apapun keputusan Minnie nanti, siapapun yang ia pilih di antara kita, aku pasti akan menerimanya.
*End Kyuhyun POV*
"Kyu, kurasa sampai sini saj ya? Gomawo sudah mengantarku. Sampai jumpa besok." Sungmin berlari kecil masuk ke dalam rumahnya yang mewah.
Kyuhyun hanya tersenyum melihat punggung Sungmin yang semakin menjauh. Ia pun akhirnya melangkahkan kakinya menuju rumahnya.
"Aku pulang." Kyu melangkah masuk ke dalam rumahnya.
"Ah, Tuan muda sudah pulang." Ujar salah satu pelayan keluarga Cho.
"Umma belum pulang?"
"Nyonya Cho sedang ada rapat penting Tuan."
"Hum,, begitu…" Kyu berjalan masuk ke dalam kamarnya. Ia segera menghempaskan tubuhnya di atas ranjang berukuran king size.
Perlahan-lahan mata Kyu terpejam, dan dalam beberapa menit Kyu sudah berada di dalam mimpi indahnya.
TBC
Mianhe,, karena gak bisa bales Reviewnya. Tapi,,, jeongmal gomawo untuk reviewnya…
