Chapter 1
CHANBAEK STORY
'OVERPROTECTIVE – Hurt, Happiness, Jealous?
Main Cast :
Byun Baekhyun | Park Chanyeol | Do Kyungsoo | Oh Sehun
Genre :
Romance | Drama | Hurt/Comfort
Warning! YAOI!BOYSXBOYS!BOYSLOVE!TYPO(S)!Bahasa aneh!
Cerita ini dari otak saya, saya hanya meminjam nama untuk ff ini. Jika ada kesamaan cerita dengan cerita lain mohon maaf itu adalah ketidaksengajaan.
A/n : Haaai~ ada yang nunggu cerita ini gak? Hoho, ini ff udah berdebu diffn ternyata._. Maaf kalo aku lambaaat banget buat update chapter satu karena banyak kendala sumpah pr disekolah itu seperti skripsi anak kuliahan TT/? Buat buka laptop itu seperti sulit apalagi aku sempat drop dan tambah gak ada waktu buat buka laptop. Tapi pas ngeliat review, follow sama fav lumayan, seperti obat sumpah aku jadi semangat buat lanjutin cerita ini. Hoho, sebelum lanjut kecerita, makasih ya yang udah review, foll dan fav ff ini~
.
.
Irmynti Present~
OVERPROTERCTIVE!
.
.
Enjoy
.
.
Tak cukup untuk 10 bulan untuk mereka untuk bersama, kebahagiaan, canda dan tawa yang selalu menyelimuti hubungan mereka telah menghilang seperti batu karang yang lama-lama terkikis oleh air laut.
Disinilah Baekhyun duduk sambil terus menangis meratapi hubungannya dengan kekasihnya Chanyeol.
Chanyeol,
Pangerannya.
Chanyeol,
Malaikat pelindungnya.
Chanyeol,
Kekasihnya.
Tak henti-hentinya ia memikirkan Chanyeol, otaknya penuh dengan Chanyeol. Bahkan ia melupakan waktu sekolah, dan makannya karena Chanyeol. Tak perduli dengan guru-guru yang sewaktu-waktu akan menendangnya dari sekolah karena tak memberi kabar apapun.
Ia terus memikirkan Chanyeol, Ia sangat membutuhkan kekasihnya yang sekarang mungkin tak perduli lagi padanya.
Ia tau, sungguh tau, mengapa Chanyeol berubah sederastis ini padanya. Ia sungguh tau ini semua kesalahannya. Ia ingin meminta maaf, namun gengsinya lagi-lagi mengalahkan hatinya. Ia lebih menuntut Chanyeol yang meminta maaf daripada ia yang harus meminta maaf.
Selama ini, ia terus mengkekang Chanyeol, tanpa memikirkan perasaan kekasihnya itu, ia terus menuduh kekasihnya macam-macam walau ia tau kekasihnya tak mungkin melakukannya. Dan sekarang, ia tau karma datang ke kehidupannya, membuat semuanya berantakan.
Ia pernah mendengar sebuah kalimat, 'ucapan adalah doa'. Dan mungkin kalimat itu harus ia benarkan. Benar, kalimat itu memang harus ia benarkan, selama ini ucapannya selalu negatif untuk Chanyeol, menuduhnya, menudingnya, mengatainya dan tak menghargai jerih payah yang dilakukan Chanyeol untuknya dan sekarang? Semuanya menjadi kenyataan, Chanyeolnya melakukan semua yang Baekhyun ucapkan. Chanyeolnya bermain dibelakangnya dan hal yang lebih menyakitkan untuk Baekhyun, lelaki simpanan Chanyeol adalah sahabatnya sendiri, Kyungsoo.
Ia tau Chanyeol dan Kyungsoo memiliki hubungan dekat karena mereka satu kamar asrama dan satu kelas. Tapi, ia tak menyangka bahwa kekasihnya itu akan memiliki hubungan lebih dari sahabat dengan Kyungsoo.
Kembali ia menitikkan air mata saat sebuah kenangan manis kembali terputar diotaknya seperti sebuah kaset lama.
Saat itu, malam puncak perayaan tahunan yang selalu diadakan sekolahnya. Semua siswa tentu bersuka cita menyambutnya bahkan Baekhyun sangat senang saat itu. Dan disaat Chanyeol tampil diatas panggung bersama bandnya. Menyanyikan sebuah lagu yang cukup membuatnya melayang, EXO – Lucky. Yah lagu itu adalah lagu favorite Baekhyun dulu, dan saat Chanyeol tau lagu itu ia mengajak teman bandnya menanyikan lagu itu.
Disaat penampilan mereka usai, semua orang bertepuk tangan termaksud dirinya. Disaat itu juga Baekhyun menangis terharu, mendengar ucapan Chanyeol dengan senyuman Chanyeol yang sangat Baekhyun sukai. Bahkan sampai sekarang kalimat Chanyeol itu masih Baekhyun ingat sampai sekarang,
"Byun Baekhyun. Apa kau mendengarku?! Aku…
Aku Park Chanyeol. Lelaki yang selama ini memberimu pesan singkat itu.
Saat pertama kali aku melihatmu,
Aku langsung jatuh hati padamu,
Aku rasa aku merasakan sebuah Love first at sight.
Yah padamu, kau memiliki pesona yang sangat indah, Baek.
Baekhyunnie! Apa kau mau menjadi kekasihku?
Aku sungguh mencintaimu, Baek."
Ia masih mengingat saat semua orang meneriakinya untuk menerima pernyataan cinta Chanyeol itu, ia masih ingat rasanya saat ribuan kupu-kupu terbang diperutnya, ia masih ingat saat banyak orang yang memujinya bahwa ia adalah laki-laki yang sangat beruntung. Dan ia masih ingat jika ia juga merasakan hal yang sama dengan Chanyeol, Love first at sight.
"C, Chanyeol…" Baekhyun menangis, menangis terharu. Hatinya sangat senang saat itu ia menutup mulutnya dan terus menangis.
Ia membukanya dan berteriak dengan lantang. "Aku mau Chanyeol."
Dan saat itu ia mendengar tepuk tangan dan sorak sorai dari semua pengunjung disitu, ia juga masih mengingat wajah bahagia Chanyeol dan bagaimana Chanyeol berlari kencang kearahnya dan memeluk tubuhnya dengan sayang. Ia sungguh bahagia saat itu, sampai-sampai ia tak memperdulikan mimik wajah sahabatnya yang terlihat terluka saat itu.
"C, Chanyeol-ah! Hiks… K, kumohon… Argh!" Teriaknya frustasi sambil melempar lampu tidur yang berada dinakas samping tempat tidurnya, satu-satunya benda terakhir yang masih utuh tadi. Karena, semua benda yang berada dibagian kamar Baekhyun semuanya hancur karena Baekhyun melemparnya. Semua bingkai foto yang menampilkan kemesraan Chanyeol dan dirinya sudah hancur karena ia lempar, bahkan boneka berbentuk strawberry pemberian Chanyeol sudah tak berbentuk karena Baekhyun merobeknya dengan gunting tadi.
Baekhyun yang sangat frustasi dan terus meracau dan menangis didalam kamar membuat pemilik lain yang sedang berdiri didepan pintu kamar mereka merasakan sakit yang sama.
Apa kalian tau bagaimana rasanya saat melihat orang yang kalian cintai menderita seperti itu? Begitulah yang dirasakan laki-laki berkulit albino itu, ia tersenyum miris dan memegang dadanya yang terasa sangat sakit, melihat sosok mungil yang sudah lama ada dihatinya menderita seperti ini. Melihat pria mungil yang ia tau sangat ceria menjadi sosok yang sangat menderita seperti itu.
Ingin rasanya ia berlari dan memukul wajah pemuda brengsek yang sudah membuat sosok mungil itu menangis. Namun, sesuatu dalam dirinya menahannya untuk tak melakukan hal itu. Karena ia tau, hal itu akan membuat sosok mungil itu semakin terluka.
"Baekhyun-ah, bisakah aku membuatmu melupakannya?"
Disisi lain lelaki tinggi itu memandang kosong kearah sebuah bingkai foto yang berhias strawberry disisi-sisinya. Ia tersenyum miris melihat kedua lelaki yang sedang berpelukan mesra sambil menampilkan senyuman bahagia. Hatinya mencelos mengingat masa-masa indah mereka dulu.
Ia tau ini kesalahannya yang duluan berhianat dalam hubungan mereka, namun ini juga bukan sepenuhnya salahnya. Kekasih mungilnya selalu membuat ia merasakan sakit hati saat ia dituduh tidak-tidak. Namun hatinya tak bisa berbohong bahwa ia sungguh mencintai kekasihnya itu lebih dari apapun.
Tapi, tak bisa dipungkiri lagi. Seperti pepatah lama, nasi sudah menjadi bubur. Semuanya sudah terlambat untuk mengubah segalanya menjadi seperti dulu lagi. Itu hanya akan lebih menyakiti perasaan laki-laki mungil itu.
Dadanya sesak saat melihat wajah kekasihnya terakhir kali, ada rasa kecewa dan marah yang sangat besar disana. Yah, saat itu. Chanyeol sedang bercinta bersama Kyungsoo untuk merayakan kesuksesan band mereka tentunya dikamar mereka. Namun, tanpa diduga Baekhyun yang berniat untuk merayakan kesuksesan band Chanyeol harus menelan kekecewaan dan melempar kue pisang kesukaannya.
Ada rasa menyesal dalam diri Chanyeol, ia slalu berjanji untuk melindungi sosok rapuh itu dari apapun dan tak akan membuat Baekhyun merasakan sakit ataupun terluka. Namun, Chanyeol sendirilah yang menabur luka dan kekecewaan pada hati Baekhyun.
Ingin rasanya ia minta maaf, namun ia terlalu pengecut untuk bertemu lagi dengan kekasihnya yang pastinya sangat marah padanya. Ia mendesah dan memijit kepalanya yang pening. Sampai pintu kamar mandi terbuka menampilkan sosok laki-laki bermata doe yang sudah lengkap dengan pakaiannya.
Ia tersenyum lemah kearah laki-laki itu dan dibalas dengan senyuman tak enak. Ia tau, Kyungsoo, lelaki bermata doe itu pasti merasakan rasa bersalah yang sangat mendalam juga, mengingat Kyungsoo adalah teman baik Baekhyun.
Rasa bersalah kembali timbul dalam benaknya, coba saja dulu ia tak berselingkuh dengan Kyungsoo, coba saja ia lebih memilih dituduh yang tidak-tidak dan mendengar ocehan Baekhyun yang tak mendasar-baginya-, ini semua pasti tak akan terjadi. Ini semua tak akan pernah membuat hubungan Kyungsoo dan Baekhyun merenggang. Dan pastinya hubungan Chanyeol dan Baekhyun akan tetap baik sampai saat ini.
Ia menatap Kyungsoo yang mulai mendekat, perlahan Kyungsoo memeluk erat Chanyeol dan menyembunyikan wajahnya didalam dada bidang Chanyeol.
"Y, yeol… M, maafkan aku…" Lirihnya pelan, perlahan bening kristal keluar dari mata bulatnya. Dan Chanyeol merasakan itu, ia tersenyum miris mengingat kesalahannya lagi. Coba saja ia tak mengajak Kyungsoo melakukan kesalahan ini Kyungsoo tak akan pernah menangis seperti ini.
"Kyung. Kau tak salah. Hey, berhentilah menangis, sayang." Ucapnya lembut sembari mengusap rambut hitam Kyungsoo. Hatinya merasakan perih saat memanggil Kyungsoo dengan sebutan sayang. Sepintas wajah Baekhyun kembali terngiang diwajahnya, wajah kecewa Baekhyun, wajah marah Baekhyun, wajah bahagia Baekhyun. Ia merindukan sosok pemuda mungil itu.
"Ini semua salahku, kau tak perlu meminta maaf, Kyung."
Kyungsoo memeluk erat tubuh Chanyeol. Ia tau ini semua salah, tapi tak pantaskah ia bahagia? Ia sungguh bahagia dapat memiliki Chanyeol walau tak sepenuhnya, ia bahagia saat Chanyeol memasukinya, ia sungguh bahagia dapat memeluk Chanyeol walaupun ia tau ia hanya simpanan laki-laki tinggi itu.
Ia rela dan tak perduli jika seseorang mengatakannya murahan. Cinta telah membutakan matanya, membuat ia lebih memilih untuk berkhianat pada temannya sendiri.
Ia kembali menangis dipelukan Chanyeol membuat Chanyeol menarik dagunya dan mencium bibirnya lembut tanpa nafsu. Ia sungguh suka bibir Chanyeol yang selalu memanjakannya seperti ini. Ia menyukai sifat Chanyeol yang selalu membuatnya nyaman.
Saat bibir mereka terlepas, Chanyeol menatap manik mata Kyungsoo yang sangat indah-walau masih indah Baekhyun-, mengusap sisa-sisa air mata yang ada dipipinya. "Berhentilah menangis, Kyung. Kau lebih cantik jika tersenyum." Hiburnya dan memaksakan sebuah senyum walau hatinya menjerit sakit.
Blush.
Tentu, sekarang pipi Kyungsoo memerah bak tomat. Ia menunduk untuk menyembunyikan rona merah yang berada dipipinya membuat Chanyeol ingin sekali menerkam Kyungsoo yang terlihat menggemaskan.
Hening sesaat. Tak ada yang ingin membuka pembicaraan, mereka sibuk dengan fikiran masing-masing. Chanyeol yang memikirkan hubungannya dengan Baekhyun, dan Kyungsoo yang memikirkan hubungan persahabatannya dengan Baekhyun yang mungkin akan hancur.
"Kyung." "Yeol."
"Kau dul–"
"Kau saja yang duluan, Yeol."
Chanyeol menatap manik mata Kyungsoo sekali lagi, seulas senyuman mengembang diwajahnya. "Bagaimana jika kita kekedai es krim? Aku akan meneraktirmu,"
Ajakan Chanyeol tentu disambut dengan antusias oleh Kyungsoo, sang penggila es krim itu akan selalu laju jika bersangkutan dengan es krim, bahkan sekarang ia melupakan apa yang akan ia ucapkan pada Chanyeol.
Eskrim untuk menaiki mood yang sedang buruk, ide yang bagus, bukan?
…
Ini sudah dua jam Sehun berdiri didepan pintu kamar asramanya, hanya berdiri mematung didepan pintu sembari mendengar tangisan seseorang didalam kamarnya. Seperti ada dua batu yang tak kasat mata menghimpit paru-parunya membuat ia sesak untuk menghirup oksigen saat mendengar tangisan menderita oleh seseorang didalam.
Ia tersenyum miris, saat tau ia tak dapat melakukan apa-apa.
PRANG!
Sehun membulatkan matanya mendengar seperti benda keramik yang pecah, ia buru-buru menekan kenop pintu untuk masuk, takut-takut jika nanti terjadi apa-apa pada sosok mungil yang beberapa hari ini terus menangis. Senyuman miris terukir diwajahnya saat melihat penampilan sosok mungil itu yang terlihat seperti mayat hidup dan jangan lupa kamar mereka yang sekarang seperti kapal pecah.
Wajahnya yang pucat, rambutnya yang sangat berantakan, matanya yang sembab karena terlalu banyak menangis, dan bajunya yang tak pernah diganti dari terakhir kali mereka bertemu. Ini semua karena Baekhyunlah yang meminta Sehun untuk tidak sekaramar sementara dengan alasan ia tak ingin diganggu, dan Sehun mencoba mengerti walau ia sangat khawatir. Dan kekhawatiran itu semakin bertambah saat melihat kondisi lelaki itu.
Ia berlari kecil dan memeluk erat tubuh Baekhyun, tangannya dengan lembut mengusap punggung laki-laki itu memberi ketenangan pada Baekhyun. Perlahan, air mata Baekhyun kembali keluar tanpa seizinnya. Bersyukur ia masih memiliki Sehun –yang hanya ia anggap sahabat-yang selalu ada untuknya.
"S, Sehun…" Panggilnya lirih,
"Ada apa baek, ada apa? Tenanglah, aku ada disini Baek." Sehun semakin memeluk erat tubuh Baekhyun memberikan kehangatan pada Baekhyun.
Baekhyun kembali menangis keras, dan memukul-mukul tubuh Sehun, memberitahu bahwa ia merasakan sakit yang amat sangat. Sehun kembali merasakan sakit melihat Baekhyun yang seperti ini.
Baek, ini menyakitkan…
Berhentilah menangis…
Aku tak kuat untuk melihatmu seperti ini,
Aku mencintaimu, Baek…
Saat isakan Baekhyun mulai mereda, Sehun merenggangkan pelukan mereka, ia menatap wajah Baekhyun yang sangat sembab. Berusaha ia menampilkan senyum tulusnya pada Baekhyun.
"Berhentilah menangis, Baek…" Lirihnya sambil mengusap air mata Baekhyun yang masih mengalir.
"Kau lebih cantik saat sedang tersenyum."
"…"
"Air matamu tak boleh kau buang sia-sia Baek. Ingat kau masih ada aku."
"…"
"Jika kau menangis, aku ada untukmu. Aku akan selalu memelukmu untuk menenangkanmu, Baek. Jika kau lelah, aku ada untukmu. Aku akan meminjamkan bahuku untukmu. Baek, berhentilah menangis. Aku tak bisa melihatmu seperti ini, kumohon…" Jelas Sehun sambil terus mengusap air mata Baekhyun.
Baekhyun luluh dengan penjelasan Sehun yang terdengar sangat tulus, dadanya semakin sesak. Kenapa? Kenapa harus Sehun yang sangat peduli padanya? Kenapa tidak kekasihnya? Kenapa bukan Chanyeol? Ia membutuhkan laki-laki itu, ia merindukan senyuman dan pelukan laki-laki itu. Ia merindukan semua yang ada pada diri Chanyeolnya.
Baekhyun mengusap air matanya kasar dan memaksa seulas senyuman. "T, terimakasih, Hun…"
Sehun tersenyum mendengarnya, ia membelai pelan pipi putih Baekhyun dan berkata.
"Bagaimana jika kita kekedai es krim? Aku akan meneraktirmu." Tawar Sehun. Baekhyun terkekeh dan kembali mengelap bekas-bekas air matanya, Sehun selalu membuatnya nyaman.
"Baiklah, tapi aku harus mengganti pakaianku dulu."
"Aku akan menunggu,"
…
Diperjalanan Baekhyun dan Sehun diselimuti dengan keheningan, tak ada yang memulai topik. Sampai-sampai mereka sudah sampai didepan kedai es krim dekat sekolah mereka.
Baekhyun tersenyum paksa mengingat banyak sekali kenangan yang ada didalam kedai ini bersama Chanyeol, Chanyeol yang selalu mengajaknya ke kedai ini setiap akhir pekan ataupun kencan pertama mereka yang mereka habiskan disini memakan eskrim strawberry kesukaan Baekhyun.
Lamunan Baekhyun membuyar saat tangan kekar Sehun menariknya pelan masuk kedalam kedai itu. Mereka mengedarkan pandangan mencari tempat yang kosong dan mata Sehun menangkap sebuah tempat disamping jendela yang terlihat kosong.
Lantas, ia langsung menuntun Baekhyun untuk duduk ditempat yang ia lihat, mereka duduk berhadapan. Baekhyun terus memperhatikan pemandangan diluar tanpa sadar Sehun terus memperhatikan wajahnya yang sangat cantik bagi Sehun.
"Mau pesan apa, tuan?"
Sehun tersadar dan menatap tabel menu yang diberikan oleh pelayan kedai itu. Ia memperhatikan jenis-jenis ice cream sampai matanya berhenti disebuah foto yang menampilkan ice cream berwarna pink, sekilas ia mengalihkan pandangannya kearah Baekhyun yang asyik melamun dan kembali ke menu pesanannya.
"Kami memesan strawberry ice cream satu dan juga bubble tea rasa Choco." Ucapnya
"Baiklah, apa hanya itu, tuan?" Sehun mengangguk dan saat pelayan itu pergi, Sehun kembali memperhatikan wajah manis Baekhyun.
Aku mencintaimu, Baek. Tak henti-hentinya kata-kata itu terus ia sebutkan didalam hatinya, suatu saat kalimat itu akan didengar Baekhyun, saat waktunya tepat. Ia tersenyum dan mengusap surai kecoklatan Bekhyun, membuat pria mungil itu tersadar dari lamunannya, ia mengalihkan pandangan kearah Sehun dengan tatapan bingung, membuat pemuda itu semakin imut dimata Sehun.
"Kau imut saat seperti itu." Puji Sehun.
1 detik
2 detik
3 detik
Baekhyun mengerjap-ngerjapkan matanya masih mencerna ucapan Sehun, tak lama ia tertawa cukup keras membuat banyak pasang mata yang menatap kearah mereka. Sehun membungkung kearah mereka tanda meminta maaf karena tindakan Baekhyun.
Ia menatap kesal pada Baekhyun yang masih tertawa, walau tak dapat ia pungkiri ia sangat senang bisa melihat teman sekamarnya kembali tertawa.
"Mengapa kau tertawa, bodoh?" Tanyanya dengan nada kesal yang dibuat-buat.
"Haha, k, kau sih. Ada-ada saja, menggodaku seperti itu. Itu seperti bukan dirimu, Sehuna." Frontal Baekhyun yang masih tertawa tapi tak sekecang tadi. Sehun mendesah dan tersenyum menatap Baekhyun.
Apapun itu asal kau bahagia.
Tak lama pesanan mereka datang, mata Baekhyun terlihat berbinar saat ia melihat ice cream strawberry dalam mangkuk berukuran jumbo yang sangat menggiurkan bagi Baekhyun. Ia menelan ludahnya dan perlahan tapi pasti menyendok ice cream itu dan memakannya.
"Mm~" Ia menepuk tangannya pelan tanda jika ia sangat senang, Sehun tersenyum melihat perubahan mood Baekhyun yang sedikit menaik karena ice cream. Mungkin ia harus percaya bahwa ice cream memang adalah obat untuk menaikkan mood yang down. Haha,
"Hehe, terimakasih Hun. Kau memang sahabatku yang paling baik." Ucapnya lalu mencubit pipi Sehun gemas, yang dicubit hanya dapat memicingkan mata.
"Kau hanya memujiku seperti itu karena kau ada maunya denganku!" Sindir Sehun walau hanya bercanda. Baekhyun mengedikkan bahu tanda ia tak perduli dan kembali memakan ice creamnya sampai habis.
Mereka tak sadar jika seseorang lelaki tinggi sudah memerhatikan mereka, lelaki tinggi itu yang baru sampai dikedai ice cream itu langsung menarik tangan pemuda yang lebih pendek darinya.
"Kita tidak jadi makan ice cream,Yeol?" Tanya lelaki yang lebih pendek dengan bingung,
"Kita makan ice cream ditempat lain saja, Kyung!" Tegas lelaki yang bernama Chanyeol itu. Kyungsoo mengerutkan keningnya menatap kekasihnya itu dengan heran, sepertinya Kyungsoo tak melihat Baekhyun disitu membuat ia terlihat kebingungan.
Beda dengan Chanyeol, dugaannya tentang Baekhyun ternyata salah. Ia berfikir jika Baekhyun sekarang sedang menangis atau ada dalam situasi yang buruk namun dugaannya semuanya salah saat melihat tadi. Baekhyun terlihat sangat baik bersama laki-laki albino brengsek yang berani menyentuh miliknya.
Ada sesuatu rasa tak rela saat melihat adegan itu, seharusnya yang sedang bahagia dengan Baekhyun disitu adalah dirinya namun kenapa harus laki-laki itu. Ia sangat benci jika Baekhyun berdekatan dengan laki-laki putih itu, sangat.
.
Tbc-
Ulala~ ini adalah chapter satu yang aku sembahin pada readers yang baik-baik, hoho~
Pertama-tama aku mau minta maaf atas keterlambatan buat update chap satu seperti yang udah aku katain, itu dikarenakan tugas aku yang numpuk plus aku sempat drop ulala ;n; /sujud didepan readers
Oh ya, Seneng pas buka email lumayan banyak yang review/fav/foll~ itu bikin semangat banget buat ngelanjutin overprotective!
Oke kali ini aku gak usah banyak ngomong, aku Cuma mau jelasin. Aku make alur maju mundur(majumundurcantikcantik/?#Abaikan) jadi kalian tolong ngerti aja ya /? ._.
Ffnya gimana? Aneh ? iya aneh ya ._. masalahnya authornya juga keturunan alien sih xD (keturunan a.k.a V a.k.a Taehyung/?#abaikan) ah juga maklum system kebut semalam ini /?
Oke sekali lagiiii terimakasih atas yang sudah review! Favorite! Dan follow! Ff ini, hoho. Jangan bosan-bosan buat review~
Kritik dan saran sangatttt diterima~
Akhir kata, mind to review? (;
XOXO
Special Thanks to :
Guest | lustkai | winter park chanchan | Ice cream | Kimsch96 | xneun | angelaalay | SeiraCBHS | Luckydeer |Misunnie | Luph ChanBaek Kris-Tao | nadiya | habyunnie25 | Sebut Saja B | Restikadena | Chanbaek | Chanbaekriscore | dan ... owo
