MATCH
...
Saya sangat tidak merekomendasikan Fanfiction ini dibaca oleh reader dibawah umur atau yang tidak menyukai Hard-Yaoi. Tidak menerima flame untuk apa yang telah saya peringatkan sebelumnya.
...
Dan benar saja, apa yang diperkirakan oleh dokter benar-benar dialami oleh Tetsuya. Dia benar-benar mendapatkan heat pertama pada Minggu kedua setelah pertemuan mereka. Awalnya dia tak paham jika itu adalah heat karena Tetsuya mati-matian menyembunyikan status barunya dari kedua orangtua. Namun, setelah 'anu'nya yang tak seberapa berdiri tanpa sentuhan, membuatnya sadar bahwa ini adalah tanda omega masuk tahap pendewasaan.
...
Disclaimer :
Kuroko No Basuke by Fujimaki Tadatoshi
Original story by Gigi
Warning :
M
Akakuro
Yaoi
Masturbate content
Omegaverse AU
Male pregnant
Romance & Friendship
Out of character
...
Semuanya berawal dari pertemuan Tetsuya dengan teman-temannya. Tidak, pertemuan dengan temannya biasa saja, sampai ketika dia tak sengaja menabrak seorang pemuda berambut merah yang ada didepannya, Tetsuya bisa merasakan bahwa badannya gemetar. Dan hidungnya mencium aroma yang membuat bulu kuduknya meremang.
"Maaf, aku tidak sengaja." Dan Tetsuya segera melepaskan diri begitu sadar dirinya bersandar penuh pada pemuda yang dia tabrak.
Deg.
Kedua mata bertatapan. Bagi Tetsuya, kedua mata belang itu menyimpan sejuta hal yang tak bisa uraikan.
"Tidak apa."
Suaranya tegas dan berat. Dan yang paling Tetsuya tak paham adalah jantungnya yang berdetak lebih kencang. Dan aroma pemuda tersebut membuat kepalanya mabuk kepayang. Namun, karena berada di keramaian, Tetsuya tak terlalu memikirkan. Meski sepanjang pertemuan dirinya tak fokus dengan apapun yang tengah dibicarakan.
Hingga sekarang..
"Nggh.."
Ah, dia tak tahan! Dia ingin ada sentuhan.
Dipilinnya pelan kedua putting miliknya yang kini mulai mengeras, lalu mengelus penisnya secara perlahan.
"Ahh.."
Lalu saat dirinya mulai menyentuh lubang anusnya, Tetsuya bisa merasakan cairan mulai keluar dan membuatnya semakin basah.
Badannya semakin panas, dan semakin memerah. Selakangannya ingin diberi sentuhan, lubangnya tidak tahu kenapa kini butuh diraba secara dalam.
Dia tak paham, bagaimana mengatasi yang tengah dia alami sekarang. Bagaimana menenangkan tubuhnya yang kini berada diluar kemauan. Tetsuya hanya paham ini adalah heat-nya, tapi dia tak tahu bagaimana cara mengatasi agar tubuhnya kembali normal.
Karena kalau boleh jujur, meski kemarin-kemarin dirinya bertitel 'alpha', sesungguhnya dia belum pernah mimpi basah atau masturbasi untuk pemuasan.
Jadi sekarang, dia hanya mengikuti instingnya. Mengikuti bagaimana tangannya bergerak memanja tubuh serta organ seksual miliknya.
"Nggh-ahh.." Kocokan menjadi lebih cepat, pilinan menjadi lebih kasar, dan bibir digigit dengan tekanan yang cukup besar.
Ah, Tetsuya tak tahan!
Lalu dari pilinan putting, tangannya meraba apapun yang bisa dia pegang. Dan tak jauh darinya, ada mentimun yang tadinya ingin dia jadikan lalapan.
Persetan.
Entah apa yang ada dipikirannya sekarang, yang jelas Tetsuya hanya mengikuti insting agar tubuhnya segera tenang. Diambilnya mentimun dengan ukuran sedang, lalu dimasukkan ke dalam lubangnya yang sedari tadi meraung 'lapar' minta sentuhan.
Masuk, keluar. Masuk, keluar.
Diulang dengan kecepatan yang konstan namun semakin lama semakin menghujam.
"Aangh.. aanhh.. e-ena-kh.. la-gi!"
Tetsuya tidak tahu kenapa dia meracau, tapi ini memang nikmat sekali, dan baru dia alami untuk yang pertama dalam pengalaman seksual.
Jari-jari kaki menekuk, semakin tidak tahan dengan rangsangan dan respon atas tubuhnya yang kini dimasuki 'sayuran'. Dan tak menunggu lama..
Sprut sprut sprut.
3 semprotan mengakhiri perjuangan tubuh Tetsuya yang kini menggelepar dalam menaklukkan heat pertama.
Dan tubuhnya melemas. Keadaannya berantakan. Kemudian tangannya menyentuh mentimun yang 'memerkosa' lubangnya guna memberi kepuasan. Lalu Tetsuya terisak pelan.
"Aku sudah tidak perjaka lagi sekarang."
...
Akashi masih ingat, pertama kalinya dia menerima hasil tesnya adalah tak pernah percaya. Mana mungkin jika gen keluarganya yang absolut membuat dirinya berakhir menjadi omega? Kecerdasannya saja diatas rata-rata, belum lagi kemampuan fisiknya, yang meski saat kecil dia belum begitu tinggi, tapi tetap saja, tak ada omega yang superior seperti dirinya.
Lagipula, apa mereka buta? Wajahnya begitu tampan dan rahangnya kini sudah mulai membentuk sempurna, masih dianggap omega? Fix, ada yang salah dengan mata mereka.
Namun meski begitu, dia membiarkan saja para alpha bodoh yang mengejarnya. Bukan karena dia pasrah, tapi mengerjai para alpha yang ingin memanfaatkan nama keluarganya lebih menyenangkan dibanding mengejar omega yang sampai saat ini tak ada yang menarik perhatian.
Ya, Akashi sudah tahu bahwa dirinya adalah seorang alpha tanpa harus tes segala.
Satu persatu alpha masih nekat mendekat, dan Akashi dengan senang hati berpura-pura mau didominasi meski berakhir para alpha itu tersakiti. Baik secara fisik maupun mental dan hati.
"Akashi-san, apa kau mau mating denganku?"
Apa tadi dia bilang? Mating? Memangnya punya apa dia jika ingin meng-omega-kan dirinya?
"..."
"Ki-kita bisa pendekatan terlebih dahulu jika kau mau."
"Baiklah." Akashi tersenyum, tidak, maksudnya menyeringai. "Mau pendekatan seperti apa?"
Lelaki didepannya tersenyum dan masih belum sadar bahwa 'omega' yang tengah dia dekati adalah raja setan titisan dari neraka.
...
Dan sekali lagi, perkiraannya tak pernah salah, tepatnya saat dirinya berada di bangku kuliah dan melakukan tes ulang, Akashi dinyatakan 100% Alpha.
Angka 100% bukan sekedar angka. Kadar itu menunjukkan bahwa dirinya merupakan seorang alpha murni dan absolut. Atau bahasa sederhananya adalah, Akashi bukan alpha sembarangan. Sangat cocok dengan nama keluarganya, bukan?
Dan semenjak hasil tes tersebar, para alpha yang pernah mendekati Akashi menjadi trauma.
Tapi Akashi tak peduli, meski dengan ini, dia kehilangan mainan, tapi mungkin dia bisa mencari beberapa omega sebelum bertemu dengan jodohnya yang sudah ditakdirkan atau seseorang yang baginya telah menarik perhatian.
"A-Akashi-san, mau jalan denganku?" Pipi memerah, tanda malu atau entahlah, "Aku Kurumi, yang kemarin berkenalan di cafe. Kau ingat?"
Akashi menatap omega didepannya dengan datar. Lihat, mau omega atau alpha, dirinya tak pernah kehilangan pesona. Hanya sekali pandang, mereka akan berbondong-bondong datang.
"Kenapa harus?"
"I-itu jika Akashi-san mau."
"Baiklah."
Sambil menghilangkan rasa bosan, tak ada salahnya. Namun, sepertinya omega yang tadi mengajaknya lah yang salah paham.
Ah, membosankan.
Jalan dengan laki-laki disampingnya membuatnya cepat bosan. Obrolan mereka sama sekali tidak berimbang. Dan dalam pikirannya, Akashi sudah berpikir untuk mencari omega atau beta terserah, sebagai pelampiasan.
Namun, pikiran brengseknya pudar kala tubuhnya tak sengaja tertabrak seseorang.
"Maaf, aku tidak sengaja."
Akashi tidak tahu, tapi ada sesuatu dari diri sang pemuda yang membuatnya tak mampu beralih perhatian.
Rambutnya yang biru muda. Wajahnya manis memesona. Tubuhnya mungil dan terlihat pas dalam dekapannya. Dan yang paling membuatnya tidak tahan adalah aroma si pemuda yang menggiurkan.
Seakan tersadar dari lamunan, Akashi langsung membalas, "Tidak apa."
Dan keduanya berpisah, membawa sejuta pemikiran dalam kepala Akashi yang masih mencoba mencerna.
Empuk sekali pantatnya.
To be continued.
AN :
Dan akhirnya naik rate .
Saya sudah mencoba untuk menjadikannya rate T, tapi yaa beginilah.
Dan Akashi, gomen, bukan kamu yang pertama menjamah lubang Tetsuya :P
Untuk semua review, favorite dan follow yang masuk, terimakasih sekali sudah memberi semangat^^
Semoga suka dan terimakasih sudah membaca!
Sign,
Gigi.
