Our Weird Sister

Rated : T

Disclaimer : Diabolik Lovers Rejet

Our Weird Sister Arisa

Gendre : Supernatural , Romance , Humor(?)

Warning : OOC , OC , abal aneh , typo , ancur , gaje , OC x Sakamaki

Summary : Kedatangan dua orang kembar identik kediaman Sakamaki membuat semua orang yang disana dibuat geger , siapa kah sebenarnya dua orang itu ? .


Terlihatlah di hutan yang lebat , mansion indah ditengah hutan yang tidak masuk akal sama sekali kok bisa ada disana . Terlihat dua orang anak perempuan identic berambut putih sedang menghentak-hentakan kaki nya di teras mansion itu .

" Ne , La-nee…kok mereka lama yah pulangnya ? Apa mungkin mereka tersesat dan tak tahu arah jalan pulang ? ." Tanya anak perempuan berambut sebahu pada kakaknya yang hanya menatap datar padanya . Sebut saja anak berambut sebahu serta berhoodie ini Alice .

" Tidak mungkin lah mereka tersesat pulang kerumah mereka sendiri Alice…memangnya kamu yang selalu tersesat pulang ?." Jawab kakaknya disertai menjitak kepala adiknya dan masih tetap memasang muka datarnya . Dan dia pun tetap membawa dan memegang payung anehnya walau pun ditengah hutan dan tidak hujan pula , sebut saja gadis ini Laura .

Tiba-tiba terdengar suara deruman mobil dan kedua anak itu sontak melihat kea rah suara itu berasal . Keluarlah 6 vampire dan satu gadis manusia dari mobil itu , mereka awalnya berjalan biasa saja tapi segera berhenti setelah melihat dua orang yang tak dikenal ada di depan mansion mereka .

" Hei…kau dua orang disana ? Siapa kalian ? ." Tanya seorang lelaki berkacamata sambil melihat dua orang perempuan itu dengan aneh .

" Masaka~ Apa pengantin baru seperti Bitch-chan lagi~ ? ." Celetuk seorang laki-laki yang memakai topi dengan tampang mesum yang melihat dua orang disana dengan aneh juga .

" Jahat sekali…kita kan masih muda , masa mau jadi pengantin lagi ? Derajat kita lebih tinggi , iya gak ? La-nee~ ." Kata Alice sambil mengedipkan satu mata pada kakaknya .

" Apa maksud kalian dengan derajatnya lebih tinggi ? ." Yui yang asalnya hanya diam bersuara juga , karena perkataan anak berambut sebahu berhoodie tadi seperti menurunkan derajatnya . Seperti bilang kalau jadi pengantin(?) itu rendah .

" Karena kita itu—" Belum juga Alice selesai berbicara , Laura sudah menjitaknya dan membuat anak itu kesakitan dan diam .

" Diamlah Alice , kau berisik . Biar aku yang menjelaskannya , ah tidak . Kalian baca saja surat ini , aku lagi malas berbicara . " Kata perempuan berambut sebahu itu sembari menarik nafas dan melirik ke laki-laki dengan earphone disana . " Ah kau pasti kakak tertua kan ? Papa menyuruh kami memberikan surat ini , silakan dibaca ." Perempuan itu pun memberikan surat kepada laki-laki ber-earphone yang hanya bisa berdiam diri menatap surat itu disana .

" Surat apa ini…" Laki-laki itu pun kembali memasang tampang cool nya saat diberi surat , tapi itu tak bertahan lama karena setelah dia membaca surat itu , dia diam dengan muka shock .

" Oi Shuu…kenapa kau berdiam seperti itu ? ." Tanya laki-laki berkacamata kepada kakaknya yang sedang shock sesudah membaca surat itu .

" Kita membicarakannya didalam saja , karena sepertinya ini akan menjadi pembicaraan yang panjang ." Laki-laki ber-earphone itu pun langsung masuk kedalam dan melempar surat itu kearah laki-laki berkacamata yang hanya memandang aneh kakaknya .


Di ruang tamu

Kakak beradik itu dengan tenang duduk di ruang tengah keluarga tersebut . Mereka walau baru pertama kali kemansion ini , tapi tampang mereka tenang sekali seperti sampai dirumah sendiri .

Berbeda pula dengan keenam laki-laki disana yang memandang dua orang aneh disana , juga seorang perempuan yang sedang mengambilkan minuman untuk mereka semua , persis seperti pembantu . *eh

" Jadi...bisakah kalian jelaskan kalau kalian siapa ? Jika kalian bukan pengantin seperti Yui , lalu kalian ini siapa ? ." Tanya Reiji menyelidik sambil melihat Laura dan Alice dengan tatapan tajam .

" Cih...padahal kan ada surat yang dikasih papa , kenapa gak kalian baca aja ? Kita sudah lelah sampai di mansion ini...masa harus jelasin kenapa kita disini ?. " Alice hanya memandang Reiji dengan pandangan malas dan dia pun kembali memasang tampang mengantuk nya .

" Alice , jangan seperti itu . Kita ini masih tamu ingat ? Dan iya , Reiji-san...kenapa kau tidak baca surat yang kami baca saja ?." Laura sambil melirik Reiji dengan tatapan datar dan membuat Reiji mendecih kesal , dan dia juga bodoh kenapa coba dia tidak membaca surat yang diberikan itu tadi ? .

Satu menit . Dua Menit . Tiga Menit sudah Reiji membaca surat itu dan membuat laki-laki itu diam membatu melihat isi dari surat ini , serius dia tidak mengerti isi dari surat ini dan dia pun melirik Shuu yang juga sama-sama memasang muka bingung atas isi surat tersebut .

" Ja-Jadi apa maksud surat ini ? D-Dan apa maksudnya bahwa kalian itu adalah adik dari kami...lebih tepatnya adik dari Subaru ?." Reiji menatap isi surat itu dengan kebingungan , dan dia pun berganti melihat adik dan kakaknya yang juga sama bingungnya dengan dia .

" APA MAKSUDNYA INI ?! AKU TIDAK INGAT PERNAH PUNYA ADIK DARI SIAPA PUN !." Subaru yang kaget sekaligus emosi mendengar ini langsung menggebrak tembok terdekat sampai tembok itu rusak . Dan mengundang tatapan tajam dari Reiji , gak tau apa perbaikan tembok itu mahal . Dan dia seenaknya saja merusaknya .

" Kalau kalian tidak percaya...kami punya bukti lain kok ." Ucap Alice sambil membenarkan eye-patch di mata kanannya , dan dia pun mengeluarkan sebuah foto di saku jaketnya . Laura pun menggangguk setuju saat Alice mengeluarkan foto itu .

" Eh foto apa itu..." Kanato mengambil foto itu dari Alice karena tempat dia lah yang paling dekat dengan Alice . Kanato pun memperlihatkan foto misterius itu kepada semua saudara nya .

" I-ini pasti bukan orang itu...mana mungkin dia yang selalu tersenyum licik dan dingin bisa senyum tulus dan idiot seperti ini ." Bahkan si ore-sama Ayato dibuat kaget dengan foto itu , sama dengan saudaranya yang lain yang tidak percaya ama yang mereka lihat . Ayah mereka , Karl Heinz tengah memeluk Alice dan Laura dengan senyuman riang nan idiot , dan juga dibawah foto itu ada tulisan ' kalian harus jaga adik perempuan kalian , jika mereka terluka , kalian akan ku usir dan ku buang ke negara yang jauh disana ' .

" Kalau kalian adik Ayato-kun dan yang lain...apa itu artinya kalian juga vampire ?." Tanya Yui ragu-ragu pada Alice dan Laura , tampang mereka terlalu imut sebagai seorang mahluk penghisap darah , tapi Yui juga ragy mereka manusia melihat warna rambut dan mata nya mirip sekali dengan Subaru .

" Tentu saja kami vampire...dan kebetulan kami sangat haus sekarang..." Aura Laura tiba-tiba saja berubah , mata Laura yang semula memang merah menjadi merah menyala dan menatap semua yang disana dengan masih tatapan datar .

" Ck...masa kita harus membagi lagi Yui dengan mereka ? Gila saja , kita berenam saja sudah berebut akan darahnya masa nambah lagi..." Shuu dengan malas memandang kepada Alice dan Laura yang sepertinya akan merebut jatah makan mereka berenam .

" Haha maaf saja...aku tidak suka darah perempuan ." Alice memandang Shuu dengan pandangan malas dan juga dengan senyuman yang meremehkan . Mata kirinya yang merah bersinar memandang mereka dengan tatapan haus sekaligus mengantuk , dia baru sadar kalau dia belum minum darah dari seminggu yang lalu .

" Aku lebih suka darah yang seperti ini..." Laura yang selalu mempilkan tatapan datar tiba-tiba saja tersenyum menyeringai , gadis itu mengambil payungnya dan membuka nya . Lalu secara mengejutkan saat payung gadis itu dibuka , pipi Ayato pun berdarah .

" Darahmu tidak buruk juga , Ayato Nii-san~ ." Laura menjilat ujung payungnya yang ternyata terselip seperti pisau di ujungnya , Ayato yang melihat itu kaget karena baru pertama kali melihat vampire yang suka dengan darah vampire .

" Darah kakak-kakak sekalian pun aku tidak masalah...eh..." Alice bangun dan duduknya dan seketika kepala nya pusing dan badannya menjadi limbung , dia pun sebelum terjatuh ada tangan besar yang menangkapnya . Dan yang menangkap Alice yang menangkap Alice adalah Subaru yang melihat adiknya dengan pandangan khawatir .

" Ke-kenapa dengan anak ini ? Kenapa dia tiba-tiba pingsan begini ? ." Tanya Subaru bertubi-tubi pada Laura yang hanya melihat dengan tatapan datar .

" Ah itu...dia hanya belum minum darah selama seminggu lebih mungkin...makanya mungkin dia jadi seperti itu , tidurkan saja dia . Nanti dia akan normal lagi ." Jawab Laura sambil berjalan ke arah Alice dan mengusap kepala adiknya yang pingsan dengan lembut . Dia berniat membopong Alice sendiri tapi tiba-tiba tubuh Alice terasa ringan dan ternyata kakak nya yang bernama Reiji yang mengendong Alice .

" Biar aku saja yang mengendongnya dan mengantar kalian ke kamar baru kalian , ini juga perintah orang itu untuk menjaga kalian jadi kami harus menjaga kalian dengan sungguh-sungguh ." Jawab Reiji seraya mengendong Alice dan merasakan keanehan pada tubuh gadis ini , entah kenapa tubuh gadis ini lebih hangat dibanding vampire lain . Tapi persetanlah , mungkin hanya perasaannya saja .

" Ide bagus...aku juga sudah lelah dan ingin tidur , dan kulihat kalian masih bersekolah he...padahal kami sudah lulus SMA sudah lama..." Ucap Laura saat mengikuti Reiji ke kamar Alice dan dia . Dan membuat semua orang disana tertohok oleh kenyataan bahwa anak-anak perempuan ini ternyata lebih pandai dari mereka .

" Kutahu kau juga haus seperti adik mu , Laura . Tapi kau menyembunyikannya...anak yang menarik ." Ayato menjilat lidahnya saat melihat kepada Laura . Dan disaat itu juga Laura berbalik kepada Ayato dan Laura memberikan seringaian cantiknya kepada ore-sama itu dan membuat Ayato blushing sendiri .


Bagaimana nasib Alice dan Laura di mansion ini ? Apakah mereka dalam bahaya atau malah Sakamaki sendiri yang dalam bahaya ? Tunggu lanjutannya di ff abal-abal ini :'''v