"Bewilder"
Author: Kang Ji Rim (Icha)
Casts: Lee Sungmin, Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Sooyoung
Pairing: SiMin, KyuMin
Genre: Romance, Drama
Rated: PG-15 / T
Warning: YAOI, Boys Love, SLASH, Shounen-ai, Typos(?)
Desclaimer: This ff is mine. MINE!
Summary: Kisah seorang namja yang ingin melupakan kenangan bahagianya dengan sang mantan kekasih, dan mencoba menemukan kebahagiaannya dengan 'hati' yg lain.
DLDR! And please, dont cheat :) Thanks.
Knock knock..
"Changkkaman." teriak yeoja separuh baya dari dalam rumah.
Krieeet~
"Pagi ahjumma." Sapa seorang namja tampan berdiri di depan pintu.
"Eh siwon-ah, tumben sekali pagi pagi sudah datang. Mencari sungmin eoh?"
"Ne ahjumma."
"Sungmin ada di kamarnya, sepertinya masih tidur, langsung naik saja ke atas."
"Kamshamida ahjumma." Kata Siwon sambil masuk ke dalam dan bergegas naik ke atas.
.
Siwon berdiri didepan kamar sungmin.
'Knock knock'
"..."
Tidak ada jawaban.
'Knock knock'
"..."
Lagi-lagi tidak ada jawaban.
'Aish dia benar-benar masih tidur.'
Segera ia buka pintu kamar yg bercat putih gading itu dan segera masuk ke dalam kamar yg bernuansa merah muda.
Namja tinggi itu tersenyum menunjukkan lesung pipi nya saat melihat namja manis yg sedang bergelung di atas tempat tidur.
Ia menuju ranjang sungmin dan menatap wajah malaikat sungmin yang terlelap.
"Ming, ireona..."
"Eung..." Sungmin merasa tidurnya terganggu.
"Chagiyaaa ayo bangun~"
"Eh..." Sungmin membuka matanya kaget.
"Selamat pagi chagiyaa~" siwon menyapa dengan senyum mautnya.
"Ng... Ada apa pagi - pagi sudah kesini?" Tanya sungmin bingung.
"Aku merindukanmu~" ucap siwon lalu mendekatkan wajahnya ke wajah namja manis itu.
"Kyaaaaa... Apa yang ingin kau lakukan!"
Namja manis itu segera menutup wajahnya dengan selimut karena panik.
"Morning kiss~ berikan aku morning kiss chagiyaa~" jawab siwon menyeringai.
"ANDWEEEEEEEEEE!" Jerit sungmin dan berlali menuju kamar mandi. Siwon melihat namjachingunya itu hanya bisa tertawa terbahak - bahak.
.
.
.
Sungmin menuruni anak tangga dan melihat sesosok pria dewasa berbicara dengan ibunya.
"Eommaaaa, selamat pagi." ucap sungmin sambil memeluk ibunya dari belakang.
"Ne, chagiyaa anak eomma yang paling manis."
"Kajja, kita berangkat sekarang." Ucap siwon sambil menarik tangan Sungmin.
"Eh? Kita mau kemana?" Tanya sungmin bingung.
"Kita akan berjalan-jalan chagi." Kata siwon.
"Berjalan-jalan?" Tanya Sungmin masih belum nyambung.
"Sudah sana kamu pergi saja~" kata umma sungmin sambil mendorong 2 namja itu ke pintu depan.
.
.
.
"Kita mau kemana?" Tanya sungmin dengan wajah polosnya saat mereka sedang berada di dalam mobil yang akan membawa mereka entah kemana.
"Nanti kau juga tau." Ucap siwon sambil mengedipkan matanya.
Terjadi keheningan beberapa saat, kemudian siwon membuka percakapan.
"Ming, mianhe semalam aku membatalkan janjiku, aku ingin mengabarimu tapi ponselku mati. Aku ke incheon lagi, aku harus..."
'Ya Tuhan, kenapa dia harus membahas soal ini, aku sungguh tidak ingin mengingat kejadian itu.' Batin sungmin
"Aku tau kau sibuk, sudah jangan dibahas lagi." interupsi sungmin.
"Tapi..."
"Aish sudahlah, aku mengerti." Potong sungmin sambil tersenyum lirih.
.
Siwon memakirkan mobilnya disalah satu universitas terkenal di Gwangju.
"Sungmin-ah, aku turun dulu. Rektor ingin menemuiku, kau mau tunggu disini atau berkeliling?"
"Aku akan menunggumu disini."
"Geurae." ucap siwon menutup pintu mobilnya dan sungmin hanya melihat punggung siwon yang semakin tak terlihat.
.
.
.
Siwon pov.
"Akhirnya kau datang juga siwon-ssi" ucap pria paruh baya.
"Mianhe, banyak tugas yang harus ku selesaikan di semester ini." Ucapku menyesal.
"Arraseo, hal yg kau lakukan itu tidak sia - sia siwon-ssi."
"Nde?" Kukerutkan keningku atas ucapan pria tersebut.
"Beasiswa yg kau ajukan... Kau diterima" jawab pria tersebut datar.
"Benarkah?" Tanyaku dengan wajah berseri - seri.
"Ini hal - hal yang harus kau urus, lusa kau harus berangkat."
'Haissh, bukannya menjawab pertanyaanku malah memberitahuku kalau akan berangkat lusa, kenapa harus cepat sekali.'
"Ini salahmu sendiri, yang mengulur waktu untuk bertemu denganku." lanjut pria itu.
'Kenapa dia bisa tau apa yg kupikirkan'
"Ne, khamsahamnida" ucapku sambil membungkukkan badanku.
.
Setelah menerima berkas-berkas penting, aku segera keluar dari ruangan Rektor dan segera kembali ke parkiran.
"Mianhae membuatmu menunggu lama." Ucapku pada seseorang yg dari tadi menungguku.
"Ah gwaenchana." Katanya sambil tersenyum manis.
Dia terlihat memperhatikanku dengan seksama "Kau terlihat senang sekali, ada apa?"
Aku hanya tersenyum kearahnya.
"Ceritakan ada apa wonnie~" rajuknya manja.
"Akan ku ceritakan nanti ming." Kataku sambil mengacak rambutnya gemas.
Terlihat ia mengerucutkan bibirnya karna tak puas dengan jawabanku. Segera ku kecup bibir kenyal itu lembut, lalu segera ku tarik wajahku, dapat ku lihat pipinya mengeluarkan semburat merah yg membuat wajahnya semakin manis.
"Baiklah, aku akan menebus kesalahanku."
Siwon pov end.
.
.
.
Siwon menghentikan mobilnya di depan sebuah restoran. Restoran Itali yg seharusnya menjadi tempat kencan mereka tadi malam.
Sungmin terlihat menghela nafasnya berkali kali ketika duduk tepat di meja yg tadi malam ia duduki sendirian.
"Ada apa ming?" Tanya siwon melihat gelagat sungmin yg menurutnya aneh.
"Gwaenchana." Katanya singkat.
Merekapun makan berdua dengan mesranya, bercanda, dan sesekali siwon menyuapi sungmin.
"Ming." Kata siwon sambil memegang tangan kiri sungmin yg bebas.
"Mm?" Jawab sungmin sambil tetap memakan desertnya.
"Aku mendapatkannya."
Sungmin mendongakkan kepalanya menghadap siwon. Ia mengerutkan keningnya.
"Mendapatkan apa?"
"Beasiswa itu! Aku mendapatkannya ming! Aku akan ke Amerika!" Ucapnya semangat. Sedangkan yg di ajak bicara...
Sungmin terkejut mendengarnya. Amerika?
"Chuk..chukkae." Katanya masih setengah tak percaya.
"Aku tak menyangka aku akan melanjutkan pendidikanku ke Harvard." Kata siwon yg terus menunjukkan kebahagiaannya.
Sungmin hanya dapat memaksakan senyumannya. Kekasihnya, orang yg di cintainya akan pergi ke Cambridge, Massachusetts, Amerika. Itu artinya siwon akan berada jauh dari sisinya. Sungmin hanya bisa memandangi siwon dengan pandangan yg... Entah apa yg dirasakannya sekarang.
.
.
.
Setelah makan siang, siwon mengajak sungmin berkeliling kota Gwangju. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk sekedar berjalan-jalan kaki di taman kota.
"Hari ini cuaca sangat sejuk sekali ya."
Ucap siwon sambil merentangkan tangannya.
"Apa nanti di Amerika cuacanya juga seperti ini?"
'Lagi-lagi...'
"Aku benar-benar tak sabar, pasti akan menyenangkan."
'Ne, pasti sangat menyenangkan' batin sungmin sambil tersenyum miris.
Siwon yg melihat kekasihnya yg dari tadi hanya diam, tak menyadari apa yg terjadi.
"Chagi, gwaenchana?"
"A..ah, gw..gwaenchana." Kata sungmin terbata bata, "kita ke sana saja, ne?" Ucapnya sambil berjalan ke arah pohon rindang yang terletak dipinggir taman.
Mereka berdua duduk bersebelahan di bawah pohon ek yg besar itu. Sungmin tampak menutup matanya sambil menikmati hembusan angin yg menyapa kulit wajahnya.
Siwon memperhatikan wajah namjachingunya itu dengan seksama. Dan...
'Cekrek!'
"Eh?" Sungmin tampak kaget dan langsung menolehkan kepalanya ke arah siwon yg sedang terkekeh karna telah mendapatkan foto dirinya.
"Ya! Apa yg kau lakukan?" Ujar sungmin tampak tidak terima.
"Aku hanya mengambil fotomu chagi, jika nanti di sana aku merindukanmu, aku akan memandangi wajahmu yg cantik dari foto ini." Kata siwon sambil menatap ponselnya tanpa menoleh ke arah sungmin.
Sungmin terdiam mendengar jawaban siwon. Ia seperti membatu. Tak tau apa yg akan dilakukannya.
"Tunggu di sini sebentar ya, aku akan membeli es krim." Kata siwon memecah lamunan sungmin dan langsung beranjak ke kedai es krim yg berada di dekat taman.
Sungmin melihat ponsel siwon yg terjatuh di dekatnya. Ia raih ponsel itu dan tersenyum saat melihat wallpaper ponsel itu adalah foto dirinya. Namun tiba tiba...
'Sweet Youngie Calling'
Senyumnya hilang begitu saja saat melihat nama ID caller yg menelpon kekasihnya.
'Sweet Youngie? Youngie? Siapa dia? Atau jangan jangan...' Sekelebat ingatan tentang malam dimana ia melihat siwon dengan seorang yoeja di depan hotel tiba tiba saja muncul di kepalanya. Sungmin menggeleng gelengkan kepalanya mencoba menghilangkan prasangka buruk yg datang menghampiri pikirannya. Ponsel itu terus berkedip-kedip. Ia ragu. Sungmin menggigit bibirnya, haruskah ia mengangkatnya? Ia serasa sedang berperang batin dengan dirinya sendiri. Hingga akhirnya ponsel itu berhenti berkedip menandakan seseorang disana memutus sambungan telponnya.
Sungmin menghela nafas, ia letakkan kembali ponsel touchscreen berwarna hitam itu ke tempatnya semula.
'Benarkah...' Batinnya tak sanggup meneruskan.
"Chagiya~" namja tampan berlesung pipi itu pun datang dengan 2 cup es krim di masing-masing tangannya. Ia menyerahkan es krim rasa stroberi pada namja yg sedang duduk menekuk kakinya.
"Gomawo." Ujarnya pelan seraya menerima es krim yg di berikan.
Sungmin memilih untuk diam. Ia memakan es krimnya dengan tenang. Tak sedikit pun ia berbicara pada siwon.
"Chagi." Pangil Siwon dengan nada serius. Sungmin menolehkan kepalanya.
"Aku punya sesuatu untukmu." Sungmin menatapnya bingung.
Tiba-tiba Siwon memperlihatkan kalung emas putih dengan liontin cincin yg berukir huruf 'S' di bagian dalamnya.
Sungmin terkejut, ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Indah kan, chagi?"
"I...ini untukku?" Tanya sungmin sambil menyentuh cincin yg menjadi liontin kalung itu.
"Tentu saja ming, hanya untukmu."
Kata siwon seraya beranjak ke belakang sungmin hendak memasangkan kalung itu. Sesaat sungmin merasa berkaca-kaca, terharu dengan apa yg siwon lakukan saat ini.
Namun saat akan memasangkan kalung itu, tiba-tiba saja ponsel siwon kembali berdering. Seperti terburu-buru siwon segera menyambar ponselnya dan beranjak agak jauh membelakangi sungmin.
Kalung yg tadinya akan di pasang itu pun jatuh begitu saja ke genggaman sungmin. Sungmin merasa tau. Ia tau...
"Ming, aku minta maaf. Kita harus segera pulang, aku ada sedikit urusan mendadak." Kata siwon setelah menerima telpon.
"Ne, gwaenchana." Jawab sungmin sambil berdiri dan mulai berjalan pelan.
"Aku akan mengantarmu." Dengan tiba-tiba siwon menggandeng tangan sungmin, menuntunnya ke arah mobilnya yg terparkir di pinggir taman tapi sungmin melepas genggamannya.
"Tidak usah wonnie, itu akan membuang waktu mu, aku tau kau sedang sibuk dan terburu-buru."
"Apa yg kau katakan. Aku tidak mungkin meninggalkanmu, sudahlah, ayo."
"Tidak usah, aku akan pulang sendiri."
"Mwo? Tidak, aku akan mengantarmu."
Siwon mencoba menggandeng tangan sungmin lagi tapi...
"Tidak!" Bentak sungmin sambil menepis tangannya. Siwon terkejut dengan perilaku sungmin, ia tak pernah melihat kekasihnya seperti ini.
"Aku bilang tidak usah. Aku bisa pulang sendiri," katanya melunak "Kau pergilah."
Siwon menatapnya tak percaya, "Tapi..."
"Pergilah, aku tidak apa-apa." Ucap sungmin mulai berjalan ke arah yg berlawanan.
Siwon mematung menatapnya tak percaya. Ia mulai merasakan sesuatu yg aneh dengan kekasihnya. Ia memasuki mobilnya dan segera melajukan kendaraannya sambil memikirkan sesuatu yg harusnya ia sadari.
.
Sungmin pov.
Aku berjalan menjauhi taman itu dengan lemas. Aku tak tau kemana. Aku hanya mengikuti langkah kakiku.
'Hhhh~'
Entah sudah berapa kali aku menghela nafasku hari ini. Aku tak dapat berpikir dengan jelas lagi. Apakah semua ini benar? Apakah selama ini...?
Ah, tidak mungkin... Tapi, benarkah? Benarkah dia menghianatiku? Aku selama ini menaruh kepercayaanku padanya tapi ternyata dia...
'Jangan bodoh Lee Sungmin! Kau tidak tau yg sebenarnya! Jangan berprasangka buruk pada kekasihmu!' Aku kembali menguatkan diriku dan tersenyum, walau senyum itu hanya membuat hatiku semakin sakit.
Langit sudah mulai gelap, dan aku pun memutuskan untuk pergi ke stasiun bawah tanah dan pulang menggunakan Subway.
Ddrt... Ddrtt...
From: wonnie
Lusa aku akan berangkat, aku harap kau bisa mengantarku ke bandara. Aku mencintaimu.
'Kenapa begitu cepat? Aku masih ingin bersamanya'
To: wonnie
Ne, baiklah. Nado saranghae ^^
Sungmin pov end
.
.
.
"Aaaaaaaaaaa aku kesiangan! Eotteohkae?" Ucap seorang namja manis dengan panik dan langsung bergegas kekamar mandi. Tidak ada 30 menit namja itu sudah keluar kamar mandi, dia jalan terburu-buru dan...
'Bugh!'
"Kyaaa sungminnie kau kenapaa?" Ucap eomma sungmin sambil mengelus pundaknya.
"Mianhe eomma, aku sudah terlambat. Aku harus mengantar siwonnie ke incheon."
.
Incheon airport..
"Oppaa..." Teriak seorang yeoja sambil berlari kecil. "Kenapa oppa harus ppergi secepat ini? Aku masih merindukanmu" lanjut yeoja itu.
"Aigoooo~ kau lucu sekali sooyoungie, setelah liburanmu selesai kau kan balik lagi ke USA kita masih bisa bertemu."Ucap namja bertubuh atletis dengan memamerkan dimple.
"Oppaa.." Ucap yeoja itu lirih sambil memeluk siwon.
Siwon membalas pelukan yeoja itu "Uljimayo sooyoungie~"
.
.
Sungmin pov
"Untungnya masih 5 menit lg sebelum keberangkatannya. Semoga ia masih menungguku." Ucapku dengan penuh harap.
Aku turun dari taxi dan bergegas lari. Langkahku terhenti ketika melihat sesuatu diluar dugaanku, hatiku nyeri. Nyeri melihat kekasihku berpelukan dengan seorang yeoja.
"Apakah dia yg membuat mu membatalkan janji denganku? Apakah dia wanita didepan hotel? Apakah dia juga 'Sweet Yoongie'? Apakah dia yang lebih penting dariku?" Ucapku dengan senyum miris.
Kulihat wanita itu melepaskan pelukannya dari siwon. Ia lalu berjalan ke arahku. Aku menundukan wajahku ketika wanita itu tepat melewatiku.
"Sungmin-ah" panggil siwon sambil melambaikan tangannya. Kulangkahkan kakiku mendekatinya. "Akhirnya kau datang juga" lanjutnya.
Aku diam. "Ming.. Gwenchana?"
"Gwe..gwenchana" ucapku menyembunyikan raut wajah kesedihanku. "Saranghae." ucapku lagi kemudian mencium bibirnya dengan lembut. 'Ini akan menjadi ciuman terakhirku denganmu siwon-ah.'
"Aku akan sangat merindukanmu chagi." Katanya sambil memelukku erat. Aku hanya diam tak membalas pelukannya.
'Tuhan, aku pasti akan sangat merindukan pelukan ini.'
Tapi aku harus kuat, aku tidak bisa seperti ini. Aku sudah memutuskan...
"Siwon-ah, aku ingin mengakhiri hubungan kita." Ucapku mantap.
"M-mwo?" Tanya nya terkejut tak percaya, aku menundukan kepalaku menahan semua perasaan yg selama ini bersemayam di hatiku.
"Ini tidak lucu ming, jangan bercanda." Ucapnya dengan suara bergetar.
"Aku tidak bercanda, aku benar-benar ingin mengakhirinya."
"Wae? Kau bilang kau mencintaiku, kenapa kau ingin mengakhirinya?" Tanya siwon frustasi.
"Ini sudah menjadi keputusan finalku."
"Katakan apa salahku ming? Aku akan memperbaikinya." Katanya sambil mencengkram pundakku.
"Aku tau selama ini aku sibuk, aku tau aku jarang menghabiskan waktu ku bersamamu, tapi ku mohon, beri aku kesempatan lagi. Jangan seperti ini. Aku...aku mencintaimu."
"Jika kau mencintaiku...maka ku mohon lepaskan lah aku." Ucapku sambil tetap menunduk.
Kurasakan cengkraman tangannya melonggar.
"Ku rasa ini yg terbaik untuk kita siwon-ah. Aku ingin kau tetap fokus pada pendidikanmu." Ucapku sambil melepas kalung yg diberikannya.
Siwon tersenyum lirih, matanya mulai memerah.
"Baiklah jika ini keputusanmu, asal kau tahu aku sangat mencintaimu. Aku akan tetap menjaga perasaan ini sampai kapanpun."
Lalu aku berniat menyerahkan kalung yang ia berikan 2 hari yg lalu, tp dia menolaknya.
"Aku mau kau tetap menyimpan ini sungmin-ah. Ini adalah permintaan terakhirku." ucap siwon menolak.
Panggilan keberangkatanpun menggema.
"Aku akan tetap mencintaimu sungmin-ah, aku akan tetap menunggumu." Ucap siwon sambil perlahan melepas genggaman tanganku.
Aku berbalik arah dan menjauhi siwon yg beridiri mematung melihat kepergianku.
"Berbahagialah dengannya." Ucapku lirih, aku tau, dia tak dapat mendengarnya.
.
Aku terus menahan perasaan yang begitu menusuk ini, tanpa terasa aku telah membuat aliran sungai dipipiku. Aku menguatkan diriku untuk bisa merelakannya dengan wanita itu.
'Bugh'
Aku terjatuh, pantatku mencium jalanan dengan cukup keras, namun pergelangan tanganku terasa lebih sakit karna refleks menahan berat badanku saat aku terjatuh.
"Aish...appo~" aku meringis.
Seseorang dengan perawakan kurus tinggi dengan rambut chestnut yg kurasa adalah tersangka yg telah menabrakku barusan berlalu begitu saja tanpa menolong atau melihatku.
Aku segera bangkit. Mencoba menahan sakit di pergelangan tanganku dan juga di hatiku.
Sungmin pov end.
.
.
.
TO BE CONTINUED
.
.
A/N: Re-post chapter 2 :) review please :)
