2L = Like and Love

Chapter 2

Himekami

Warn : Typo (s), aneh, gaje, based on (Hime) true story

Note: "bla..bla" percakapan biasa. 'bla..bla' percakapan dalam hati

Kami : kita kembaliiiiii

Hime : maaf lama update

Luna : iya, mohon maaf karena HimeKami lama banget update fic ini, malah publish fic baru lagi

Llu : soal'nya HimeKami kebanyakan ide sih!

Kami : nah kita tidak akan banyak bacot deh, masalah disclaimer udah ada yang mau baca

Hime : eh? Siapa?

Kami : Len, masuk! *ctik!*

Len : ha-hai', author-sama

Kami : nah kamu baca disclaimer sono! *ngelempar kertas disclaimer*

(Len's voice) disclaimer : vocaloid bukan milik HimeKami

Kami : nah, terimakasih Len! Nah, kita mulai aja ya

3…2…1…

Cekidot!

Miku's POV

"RIN! Tolong buka pintunya" pintaku di depan kamar dorm Rin. Aku, Rin, Len, Leon dan Piko memang tinggal di satu dorm. Karena orang tua kami sibuk bekerja di luar negeri. Tapi tenang saja! Di dorm ini kamar untuk cewek dan cowok berbeda lantai kok. Kamar para cowok di lantai 2, sementara kamar para cewek di lantai 3, dan para cowok tidak boleh ke lantai 3 tanpa alasan, atau mereka akan berhadapan dengan Mayu-san dan kapak tersayangnya

'tap tap tap' aku mendengar suara langkah kaki, dan aku melihat Len yang membawa kantung plastic, entah apa isinya itu. Dia berjalan menghampiri ku

"Rin mengurung diri lagi?" Tanya nya tanpa basa-basi. Aku heran, dia bisa lolos dari Mayu-san

"Iya, Rin memang selalu begitu." jawabku sambil menghela nafas

'tok tok'

"Rin, buka pintunya, ini aku, Len." ujar Len

"hiks…" aku dan Len menajamkan pendengaran kami, dan kami mendengar suara isakan tangis dari dalam

'tok tok'

"Rin?"

'SEKAI DE ICHIBAN OHIME-SAMA…' ah! Ponsel ku berbunyi(baca : berteriak) tanda ada panggilan masuk

Len's POV

'SEKAI DE ICHIBAN OHIME-SAMA…' ponsel Miku berbunyi dengan saaaaangat keras

'Ringtone nya kuno banget..' batin ku

"Hai'…moshi-moshi!" ujar Miku

"Ah! Aoki-chan!" serunya kaget

"Ah, hai' aku akan segera kesana." ujarnya cepat, lalu menutup ponsel flip nya

"Lenny tolong bantu aku membujuk Rin supaya tidak sedih terus ya… aku ada urusan sebentar." ujar Miku singkat lalu pergi. Cih, sahabat macam apa itu. Aku melihat Miku melesat dan menghilang di ujung tangga.

*sigh*

"Rin? Hatsune sudah pergi, sekarang buka pintunya, aku bawa jeruk segar nih." ujar ku berusaha membujuk Rin

"hiks…"

"Ayolah Rin… Aku sudah bersusah payah melewati Mayu-san, masa kau tega membiarkanku kembali tanpa hasil?" tanya ku dengan nada membujuk

'kriet' aku mendengar suara pintu di buka dan menampakkan Rin yang matanya sembab

"Rin?"

"Silahkan…masuk" ujarnya pelan, sangat pelan, namun aku masih dapat mendengarnya, lalu dia masuk kembali ke kamarnya, dan aku pun mengikutinya

Aku melihat kamarnya, masih rapi seperti biasa, namun… banyak sekali tissue yang berserakan

"Rin, kau tidak apa-apa kan?"

"hiks…" aku melihatnya terisak pelan lagi

"Rin?"

"HUWEEE~ LEN-CHAAAN" serunya sambil memeluk(baca: menubruk) ku yang ada di hadapannya. Hal ini sontak membuatku kalang kabut

"R-Rin? A-Apa yang… K-kau Lakukan!?" kataku kaget dan kurasakan wajahku memanas

"Hiks…"

"Rin…" gumamku pelan dan aku membiarkan Rin membasahi dadaku dengan airmatanya. Aku pun mengusap kepalanya pelan, supaya dia sedikit tenang

"Hiks…" Rin pun melepaskan pelukannya dan menatapku

"Hey Rin, ayo kita bicarakan perlahan-lahan" ujarku, dan kulihat Rin mengangguk singkat, lalu kami berjalan mencari(?) tempat duduk. Kemudian aku dan Rin duduk di tepi kasur Rin

"Jadi apa yang terjadi?"

"Miya-chan… tadi aku mengakhiri hubunganku dengannya" ujar nya pelan

Aku terdiam, menunggunya melanjutan omongannya

"Lalu, dia mengatakan bahwa… "

Normal POV

"… dia sudah punya yang lain… Neru Akita" lanjut Rin pelan

Len tampak kaget, namun dia hanya diam saja menunggu Rin melanjutkan omongannya

"hiks… Len-chan… hiks" ujar Rin

"Sudahlah…" sahut Len sambil mengelus kepala Rin

"Maaf.. hiks… aku manja.. hiks.. begini" ujar Rin

"Tidak apa-apa kok. Hey, Rin, bagaimana kalau aku beri pembalasan kepada Gumiya?" Tanya Len

"Tidak usah… aku tidak apa-apa kok" jawab Rin sambil berusaha menghapus air matanya

"Ya sudah, kalau kau tidak mau" sahut Len pelan

"Ne, Len-chan, mana jeruknya? Katanya kau bawa jeruk segar…" ucap Rin ceria

"Oh, iya, itu, kutaruh di meja mu" jawab Len

"Wah, terimakasih, Len-chan" ujar Rin lalu mengambil satu buah jeruk dan mulai memakannya

'dasar! Kalau udah ketemu jeruk, lupa deh sama segala masalahnya, dasar Rin, orang yang tidak bisa bersedih lama-lama' batin Len sambil tersenyum lega melihat sahabatnya juga orang yang dicintainya secara diam-diam sudah kembali ceria

Time Skip –Normal POV-

"LENNY! OHAYO!" teriak gadis bermarga Hatsune itu saat melihat sahabatnya yang berambut honey blond itu

"Hatsune, kalau kau berteriak seperti itu terus lama-lama aku akan tuli beneran" ujar Len pelan, sambil menahan emosi juga menekan beberapa kata

"Ehehehe, gomen gomen" sahut sang gadis berambut hijau tosca sambil tertawa renyah

"Ne, Lenny, gimana kabar Rin kemarin, membaik kah?" Tanya Miku membuka pembicaraan

"Yah, lihat saja nanti, aku bukan sahabat yang tidak bertanggung jawab seperti mu!" jawab Len disertai nada mengejek dan juga senyum kemenangan(?)

"Mou~ aku bukannya tidak bertanggung jawab! Aku hanya lupa kalau hari itu aku janji shopping sama Aoki-chan" sahut Miku jengkel

"ya..ya" sahut Len malas

"Jadi, gimana Rin? Dia…"

"Ohayo Miku-nee, Len-chan" ucap suara di belakang mereka

"AH!" sentak Len dan Miku terkejut karena orang yang mereka bicarakan, tiba-tiba ada di belakang mereka

"O-ohayo R-Rinny" jawab Miku terbata-bata

"Ohayo" sahut Len pelan

"Sedang membicarakan apa?" Tanya sang gadis berambut honey blonde itu

"Eh!? Um… tidak me..membi..carakan a-apa-apa kok! Be-benar k- k… kan, Lenny?" ucap Miku bingung

"um… yah, begitulah" sahut Len saat melihat kode mata -jawab-saja-iya-atau-kau-tanggung-akibatnya!- dari Miku

"Sou ka…" gumam Rin

"Minna-san OHAYO!" teriak gadis berambut merah ruby(?) di belakang mereka

"Okaa-chan, ohayo" jawab Miku dan Rin serempak

"Yo!" sahut suara di samping Len

"Ara! Leon-nii, ohayo" ucap Rin

"ohayo gozaimasu" sahut Miku dengan waktu yang hampir bersamaan dengan ucapan Rin

Setelah acara salam-salaman(?) mereka pun melanjutkan perjalanannya ke sekolah

"Ne ne, Rin! Kudengar kau putus dengan Gumiya-kun ya?" tanya Miki dengan tampang WaTados alias Wajah Tanpa Dosa

"ups" gumam Miku sementara Len hanya menepuk dahinya pelan, dan Leon hanya diam saja

"yah, begitulah" jawab Rin pelan sambil tersenyum tipis

"Ah, sayang sekali ya…" gumam Miki

"…"

"Mau bagaimana lagi, Gumiya-kun juga berubah" sahut Miku

"Berubah bagaima… ah! Itu Gumiya-kun! Ohayo Gumiya-kun" ucap Miki

Namun, Gumiya hanya menoleh singkat, dan tidak menjawab sapaan Miki, Gumiya malah berlari menghampiri Neru yang sudah berada di depan gerbang sekolah, menunggu Gumiya

"Ara… dia memang berubah" gumam Miki sambil menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal (Hime : ngapain di garuk coba?)

"…"

"…"

"…"

"Um…" gumam Miku

"Sebaiknya kita bergegas, gerbang sekolah akan ditutup 3 menit lagi" ujar Leon memecah keheningan

"Ayo cepat!" seru Miki sambil mulai berlari diikuti Rin dan kawan-kawan

"Fuah! Tepat waktu!" seru Rin saat mereka memasuki gedung sekolah

"Aku duluan ya" ujar Rin lalu melesat, Rin cepat-cepat pergi karena kelasnya berada di paling ujung lorong

"Rin kasihan ya" gumam Miki saat Rin sudah menghilang dari pandangan

"Itu jalan yang Rin pilih sendiri, apa boleh buat" ujar Miku sambil tersenyum maklum

"Sudahlah, ayo cepat masuk ke kelas" sahut Len

"Hai'!" jawab Miki dan Miku bersamaan

"Len kenapa? Dia rasanya berbeda" Tanya Miki berbisik pelan pada Miku

"hm.. kau akan tau nanti" jawab Miku sambil tersenyum

To Be Continue

Kami : gimana? Baguskah? Jelekkah? Tuangkan apa yang readers rasakan tentang fic ini di kotak review ya!

Hime : kami selalu menunggu review dari para readers

Llu : mohon reviewnya *bungkuk*