Terlihat ada seorang pemuda berambut putih yang sedang berdiri sambil menatap sebuah pohon Sakura yang mulai bermekaran. Satu-persatu kelopak-kelopak dari Sakura itu berjatuhan dan tertiup angin. Tatapan pemuda itu begitu kosong, entah apa yang dipikirkannya saat ini.

"Kaoru-nii!" dari kejauhan tampak ada seorang anak laki-laki berambut pirang sebahu sedang melambaikan tangannya ke arah pemuda itu.

"Hm… " pemuda itu berbalik lalu tersenyum kepada anak itu. Tangannya setengah melambai pada anak itu.

"Ahaha!" anak laki-laki itu langsung berlari cepat menuju ke arah pemuda itu sambil tertawa riang.

.

.

"Kaoru-nii sedang apa disini sendirian?" tanya anak laki-laki itu sedikit heran melihat pemuda yang dipanggil sebagai kakaknya itu tengah berdiri saja dari tadi, tidak jelas apa yang sedang dilakukannya.

"Tidak… Aku hanya sedang berpikir… Ah, sudahlah jangan dipikirkan kata-kataku barusan." Jawab pemuda itu sambil mendesah pelan, kemudian dia berbalik sambil menepuk kepala anak laki-laki itu dengan lembut.

"Oh, iya hampir lupa! Dokter ingin menemuimu, katanya kakak sudah bisa pulang!" binar mata sapphire dari anak laki-laki itu terpancar jelas, kelihatannya dia sangat bahagia sekali.

"Baiklah aku akan segera menemuinya." Pemuda itu mengangguk cepat sambil mengatakan dia akan segera menemui sang dokter.

"Tuan muda Manma! Ada telpon untukmu!" seorang laki-laki tinggi dengan rambut pirang lurus seleher berteriak memanggil anak laki-laki yang bernama Manma itu.

"Baiklah Atsui! Kak, aku kesana dulu ya. Jangan lupa untuk menemui dokter!" balas anak berambut pirang yang bernama Manma itu kepada pria tadi yang dipanggilnya dengan nama Atsui. Sesaat sebelum pergi, dia sempat mengingatkan kakaknya kembali untuk menemui sang dokter agar tidak lupa. Sebenarnya dia bersikap cerewet seperti itu karena dia mencemaskan kakaknya, karena sejak dia ditemukan, kakaknya seperti mengalami amnesia.

"Iya, aku tidak akan lupa." Balas sang kakak sambil setengah tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Setelah itu Manma berlari dan masuk ke dalam rumah sakit bersama Darui. Setelah Manma benar-benar masuk ke dalam rumah sakit, pemuda yang bernama Kaoru itu kembali menatap pohon Sakura.

.

.

'Sebenarnya apa yang terjadi… Kenapa aku tidak bisa ingat-ingat apa? Semuanya begitu gelap, aku seperti berada di tempat yang tidak seharusnya… ' batinnya yang merasa sangat bingung dan penasaran apa yang sebenarnya terjadi padanya, dan dia merasa begitu asing. Dia juga masih bingung dengan Manma yang 'katanya' adalah adiknya, seharusnya ikatan antara saudara itu ada tapi kenapa sampai sekarang dia masih merasa asing dengan orang-orang dikeluarga Shiin. Bahkan sedikit saja ingatan tentang keluarga Shiin tidak terlintas dalam pikirannya. Dia sendiri sebenarnya ragu mengenai jati dirinya sendiri.

Pemuda itu masih saja berdiri dengan tatapan kosong menerawang melihat daun-daun Sakura yang berguguran. Saat itu sekelebat dia seperti mendapati bayangan sosok seorang gadis, wajahnya terlihat samar, tapi gadis itu memiliki rambut yang senada dengan bunga Sakura.

'Ah… Bayangan gadis itu lagi… Sebenarnya siapa dia? Semenjak bangun dari tidurku, aku selalu mengingat gadis yang sama,' Pemuda itu memegangi kepalanya yang terasa agak sakit sambil bertanya-tanya sendiri dalam hati mengenai sosok gadis yang selalu muncul dalam ingatannya semenjak dia terbangun dari tidurnya.

'Sudahlah, akan kupikirkan nanti saja. Lebih baik aku cepat bertemu dengan dokter.' Pemuda itu memutuskan untuk melupakan mengenai bayangan-bayangan itu sejenak dan memilih untuk menemui sang dokter.

Pemuda itu mulai berjalan meninggalkan kesenangan sejenak. Dia berjalan dengan perlahan sambil menikmati pohon-pohon Sakura yang berdiri sejajar yang memang tumbuh di bagian depan rumah sakit di sepanjang jalannya. Saat berjalan pemuda itu melihat seorang pemuda lain berambut merah yang sedang berjalan dengan seorang gadis berambut coklat pendek yang sedang merangkul lengan pemuda berambut merah itu.

Saat berpapasan dia merasakan ada perasaan yang aneh terhadap pemuda berambut merah itu, sehingga tanpa sadar dia menghentikan langkah kakinya.

Tap…

Dan sepertinya pemuda berambut merah itu juga menghentikan langkah kakinya.

"Eh? Sasori-nii, kenapa tiba-tiba berhenti?" tanya gadis berambut coklat pendek itu setengah heran melihat Sasori, pemuda berambut merah itu malah berhenti tiba-tiba.

"Ah, tidak ada apa-apa. ayo jalan lagi, Matsuri." Jawab Sasori sambil tersenyum berusaha untuk menutupi perasaan ganjil yang dirasakannya saat dia berpapasan dengan pemuda berambut putih tadi. Keduanya melanjutkan langkah mereka tadi.

'Dia… Sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana ya?' batin Kaoru yang kini berbalik ke belakang sambil menatap punggung kedua orang itu yang semakin lama semakin menjauhinya.

Disisi lain…

.

.

Di tempat yang berbeda tampak ada seorang gadis berambut dirty blonde panjang sampai sepinggang. Mata sapphire gadis itu menatap lurus ke depan. Saat ini dia berdiri di sebuah bukit dengan adanya pohon Sakura di sampingnya. Penampilan gadis ini sedikit unik karena dia memakai pakaian seperti pada jaman abad Victorian Inggris, sebuah mahkota kecil dengan posisi miring menghiasi rambut gadis itu.

'Aku akan menemukanmu… ' Batin gadis itu dengan tangan yang seperti menggenggam sesuatu di lehernya.


Warning : T rate, OC, Typo(S) (yang mungkin tidak saia sengaja).

Pairing : Masih belum saia pasang.

Genres : Action/Adventure/Friendship/Humor/Mystery/Tragedy.

Disclaimer : Semua tokoh Naruto milik Masashi Kishimoto (kecuali OC)

This story belong to Riyuki18

Please enjoy this chapter!

.

.

~Neverland Side Story~

(Opening Chapter)

.

.

Song title : Blue bird

By : Ikimono Gakari

.

.

Habata itara modoranai to itte mezashita no wa aoi aoi ano sora

Terlihat seseorang yang sedang membuka matanya. Mata sapphire-nya menatap tajam lurus ke depan, lalu sosoknya diperlihatkan dari belakang yang merupakan seorang perempuan berambut panjang sepinggang dengan warna rambut dirty blonde tengah menengadah ke atas. Dia memakai seperti baju seragam warna abu-abu dengan rok mini abu-abu. Lalu gambar berganti dimana terlihat kelopak bunga Sakura jatuh ke atas air dan seekor burung muncul dari dalam air terbang ke atas.

Intro : Burung itu terbang semakin tinggi ke atas langit dan akhirnya hilang tertutup awan putih.

"Kanashimi" wa mada oboerarezu "Setsunasa" wa ima tsukami hajimeta

Muncul Sasori yang berdiri di depan cermin, awalnya di cermin itu muncul bayangannya tapi kemudian berubah menjadi bayangan Joker kemudian bayangannya retak di cermin itu.

Anata e to daku kono kanjou mo Ima "kotoba" ni kawatte iku

Berganti ke seorang pemuda berambut putih yang tengah berjalan di antara pohon-pohon Sakura, dia berhenti sejenak sambil menatap ke atas pohon Sakura yang dia lewati sambil tersenyum tipi, dan muncul gambar seorang gadis secara samar dan hanya diperlihatkan setengah wajahnya dari hidung ke bawah saja. Gadis itu memiliki rambut merah muda dan terlihat sedang mengucapkan sesuatu.

Michi naru sekai no yume kara mezamete kono hane wo hiroge tobitatsu

Kembali ke Sasori yang sekarang tengah tertidur di dalam ruangan yang semuanya hitam, dia membuka matanya perlahan dan ada seekor burung putih di depannya. Burung itu kemudian terbang tinggi meninggalkan Sasori dan terbukalah langit biru yang cerah.

Habata itara modoranai to itte mezashita no wa shiroi shiroi ano kumo

Berganti ke Shun, Reiki dan Hery. Ketiganya sedang bertarung dengan para pasukan ninja elite underground, dan dikejauhan ada Aoi Rokusho sedang menyeringai sambil memakai payungnya. Kemudian Shun, Reiki dan Hery berkumpul di tengah dengan dikelilingi para ninja elite.

Tsukinuketara mitsukaru to shitte furikiru hodo aoi aoi ano sora

Sasori yang berlari dari arah kanan ke kiri dan dari arah kiri ke kanan ada Kaoru, pemuda berambut putih itu berlari keduanya bertemu di tengah, keduanya saling mengepalkan tangan dengan kuat.

aoi aoi ano sora aoi aoi ano sora

Sedetik kemudian mereka berdua saling bertarung di bawah langit yang cerah.

Aisou sukita you na oto de Sabireta furui mado wa kowareta

Gambar berubah memperlihatkan dua orang gadis saling memunggungi. Yang di sebelah kiri ada Queen Marie sambil memegang sebuah kalung di lehernya dan sebelah kanan ada Sakura yang sudah memliki rambut yang panjang.

Miakita kago wa hora sutete iku Furikaeru koto wa mou nai

Diperlihatkan Sasame yang sedang menunduk dari dekat kemudian beralih ke Manma yang ada di belakangnya yang sedang menatap ke atas. Keduanya berada di bawah hujan dan awan gelap.

Takanaru kodou ni kokyuu wo azukete Kono mado wo kette tobitatsu

Lalu muncul Gaara yang berada di dalam sebuah lorong dan di belakangnya muncul beberapa anak-anak lainnya satu-persatu, kesemuanya menatap lurus ke depan.

Kakedashitara te ni dekiru to itte izanau no wa tooi tooi ano koe

Berganti ke Rei yang sedang berlari sambil membawa tas bersama dengan cowok berambut coklat. Keduanya melompati pagar dan dikejar-kejar oleh sekelompok monster hitam. Lalu Marie yang sedang melawan monster-monster itu seorang diri.

Mabushi sugita anata no te mo nigitte motomeru hodo aoi aoi ano sora

Kemudian diperlihatkan sosok seorang gadis dengan telinga kelinci tengah duduk di dalam kegelapan sambil menyeringai dan ada sosok-sosok bayangan dari orang-orang yang menjadi pengikutnya. Kemudian terlihat Kagero yang berdiri di atas puncak Tears of sky sambil melihat ke langit.

Intro : Berganti ke Killer B yang sedang bertarung dengan Kurotsuchi. Lalu ada juga Sasori yang bertarung melawan Killer B kemudian berganti dimana dia melawan Aoi dan Kurotsuchi. Setelah itu dia berlari dan membuka sebuah pintu tapi di dalamnya dia tidak menemukan apa-apa dan dia terjebak di dalamnya.

Ochite iku to wakatte ita

Berganti ke Sakura yang terlihat dari samping dan diperlihatkan dari dekat, sekumpulan bunga Sakura berterbangan disekitarnya, kemudian perlahan Sakura berbalik menatap ke depan dan seperti memanggil Sasori.

Soredemo hikari wo oi tsudzukete iku yo

Sebuah pedang dikeluarkan oleh Marie dari tangannya, dengan mengeratkan pegangannya dia berlari sambil menebaskan pedang itu ke arah pemuda itu sambil menangis.

Habata itara modoranai to itte sagashita no wa shiroi shiroi ano kumo

Sasori berdiri di atas atap gedung bersama dengan yang lainnya. Mereka semua tersenyum sambil memandang langit biru yang di iringi dengan awan putih yang berarak tertiup angin dan di atasnya ada sekumpulan burung yang sedang terbang.

Tsukinuketara mitsukaru to shitte furikiru hodo aoi aoi ano sora

Disisi lain para NPC di Neverland juga melakukan hal yang sama, kemudian Kagero yang berdiri di atas puncak Tears of sky akhirnya terbang dari sana.

Aoi aoi ano sora aoi aoi ano sora

Burung putih itu terbang sampai ke Neverland dan diperlihatkan gambar wilayah Neverland yang semakin lama semakin menjauh.

-ooo-

Sunagakure University…

.

.

"Selamat pagi anak-anak!" sapa seorang dosen yang masuk ke ruangan Hukum-A. Begitu masuk dosen itu sudah memamerkan seringai khasnya, seketika semua mahasiswa yang ada disana langsung mendapat firasat buruk.

"Perkenalkan nama saya adalah Mitarashi Anko! Dan saya akan menjadi dosen pembimbing untuk kelas kalian." Katanya Sambil tersenyum lebar dan memperkenalkan dirinya. "Hari ini kita juga kedatangan seorang mahasiswa baru, silahkan masuk Sasori." Anko mempersilahkan mahasiswa baru yang bernama Sasori itu untuk masuk ke dalam ruangan kelas.

Dari luar masuklah seorang pemuda berambut merah dengan model rambut pendek biasa yang sedikit acak-acakan. Pemuda itu memiliki warna mata hazel yang kini sedang menatap ke seluruh ruangan kelas. Dia memiliki kulit yang cukup putih untuk ukuran seorang cowok. Dia memiliki bola mata bulat yang agak besar, membuat wajahnya terlihat baby face, ditambah dia terlihat tidak terlalu tinggi, mungkin sekitar 165-166 cm yang membuat penampilannya tampak seperti seorang anak sekolahan dibanding seorang mahasiswa.

"Perkenalkan namaku adalah Akasuna Sasori," ucapnya di depan ruangan sambil membungkuk sedikit, terlihat pemuda itu sedikit gugup dan malu-malu.

"Baiklah, Sasori. Silahkan duduk di bangku kosong mana saja." Setelah itu Anko menyuruh pemuda bernama Sasori itu untuk duduk di bangku kosong yang berada di bagian belakang. Tanpa berpikir lagi, pemuda itu segera berjalan menuju bangku kosong yang berada tepat di sebelah Hery yang sedang berbinar-binar menatap Anko.

-ooo-

Lalu di kelas Hukum-B juga kedatangan mahasiswa baru.

.

"Perkenalkan nama saya Shiin Kaoru, mohon bantuannya." Pemuda itu memperkenalkan diri dengan santai. Dia memiliki rambut putih yang sedikit acak-acakan (mirip dengan model rambut L dari death note hanya saja rambut dia lebih pendek dan bagian sisi kiri dan kanan wajahnya kagak ada rambut, kalau L di bagian kiri sama kanan wajahnya itu kan ada rambut yang panjang sampai menutupi pipinya, kalau dia gak ada). Dia memiliki warna mata abu-abu dan kulitnya terlihat sedikit pucat (mirip sama warna kulit Hinata). (Bagi kalian mungkin bisa membayangkan dia agak sedikit mirip dengan Senri Shiki tapi bentuk matanya mirip Riku dari Kingdom hearts).

"Kau sudah boleh duduk di bangku mana saja yang kosong," kata sang dosen berambut coklat keemasan yang menyuruh pemuda itu untuk duduk. Dia berjalan lalu duduk tepat di sebelah seorang anak laki-laki berkacamata tebal dengan rambut hitam yang tidak jelas bentuk model rambutnya itu.

.

.

"Hai, namaku Fei Lan!" kata anak laki-laki itu memperkenalkan dirinya pada anak baru itu.

"Hai… " balas anak itu sambil tersenyum sedikit.

"Baiklah, kalau begitu kita mulai saja pelajarannya." Kata sang dosen yang bernama Genma itu untuk memulai pelajarannya.

Pelajaran di masing-masing kelas dimulai, tanpa mereka sadari ada empat sosok yang berada di atas atap gedung yang bersebelahan dengan gedung kampus Sunagakure tersebut. empat sosok itu seperti mengamati pemuda itu dari jauh.

"Kita harus segera melapor pada Alice-sama kalau dia ada disini," ucap salah satu sosok berambut hijau yang sedang memegang payung tersebut. Sesaat kemudian ke empat sosok itu menghilang dari sana.

-ooo-

Hari itu anak-anak Hukum pulang lebih awal dari biasanya karena masih hari pertama jadi mata kuliah belum terlalu banyak. Yah, mereka semua berjalan keluar kelas satu-persatu dari ruangan masing-masing. Waktu senggang ini digunakan oleh Hery, Reiki dan Shun membagi-bagikan kertas selembaran mengenai kegiatan aktifis penyidik yang mereka bentuk dan merekrut mahasiswa-mahasiswa lain yang berminat untuk bergabung dimana nanti tugas mereka akan membantu tugas kepolisian sebagai penyidik cadangan ataupun membantu menyelidiki kasus sekitar kampus.

"Sasori, minat jadi anggota gak?" tanya Hery sambil memamerkan selembaran-selembaran yang dia bawa.

"Tidak." Jawab Sasori dengan singkat dan langsung beranjak dari kursinya sambil merangkul tas selempang warna merah marun miliknya. Pemuda itu langsung berjalan keluar kelas.

Sasori berjalan keluar kelas dengan santai dan pas di depan kelas dia berpapasan dengan Kaoru, anak yang dia lihat sebelumnya di rumah sakit.

'Dia... Anak yang waktu itu di rumah sakit,' Sasori menatapnya sejenak sambil mengingat-ingat wajah pemuda yang dilihatnya sekarang.

'Rasanya dia yang ada di rumah sakit itu,' batin Kaoru yang juga sepertinya mengingat Sasori.

"Kaoru, kenapa diam saja? Dia itu kenalanmu ya?" tanya seorang pemuda berambut hitam dengan kacamata tebalnya itu, anak itu bernama Fei Lan yang resmi menjadi teman pertama bagi Kaoru.

"Tidak, aku tidak mengenalnya." Balas Kaoru dan langsung kembali melanjutkan langkahnya, sedangkan Sasori hanya bisa melihat kedua pemuda yang berlalu itu dengan tatapan heran.

'Aneh, rasanya aku pernah melihat wajah itu sebelumnya tapi dimana ya... ' batin Sasori sambil garuk-garuk bingung.


Di depan gerbang Sunagakure University...

.

.

Kaoru dan Fei berjalan sampai di depan gerbang kampus, tapi terjadi hal di luar dugaan. Mendadak saja ada sebuah mobil yang berhenti di depan mereka dan dari dalam mobil itu muncul empat orang pria berpakaian ninja yang pernah dilihat Kaoru di rumah sakit. Ke empat pria itu segera mengepung Kaoru dan Fei.

"Kau ikut dengan kami!" salah satu dari mereka langsung menarik pergelangan tangan Kaoru dan berusaha untuk menyeretnya.

"Hei, lepaskan temanku!" Fei berteriak cukup keras sambil memukulkan tas ranselnya ke arah ninja yang sedang menarik kaoru.

Teriakan Fei mengundang perhatian mahasiswa lain yang berada disekitar sana.

"Eh, ayo kesana!" kata Hery yang merasa kalau terjadi sesuatu hal buruk. Dia bergegas berlari ke depan gerbang yang disusul oleh Reiki dan Shun di belakangnya.

.

.

"Hei, kalian! Lepaskan dia!" Hery begitu sampai dan melihat kejadiannya langsung mengacung-ngacungkan harinya ke arah pria-pria yang berpakaian seperti ninja itu. "Kalau tidak mengerti juga, akan kukeluarkan jurus kodok berbisa!" sambungnya sambil memasang gaya bertarung yang aneh.

'Sejak kapan kodok berbisa?' batin Shun dan Reiki yang heran melihat kelakuan Hery.

Pria yang sedang menarik tangan Kaoru langsung melepaskan pegangannya dan mundur ke belakang. Akhirnya ke empat ninja itu segera masuk kembali ke dalam mobil dan dengan cepat pergi dari sana.

"HAHAHAHAHAHAHA! Mereka takut padaku!" Hery tertawa bangga karena ninja-ninja itu lari ketakutan begitu melihatnya.

"Kurasa mereka bukan takut padamu. Coba lihat ke belakang." Reiki langsung menunjuk ke arah belakang mereka dan disana sudah ada mahasiswa lainnya yang berkerumun. Hery langsung pundung di pojokan gerbang kampus.

"Terima kasih semuanya." Pemuda berambut putih itu langsung mengucapkan terima kasih pada mahasiswa lainnya.

"Sebenarnya apa yang terjadi tadi?" tanya Shun sedikit heran karena kasus seperti ini sangat jarang sekali terjadi di kampus mereka, mungkin inilah yang pertama kalinya terjadi.

"Aku juga tidak tau... Tiba-tiba saja mereka datang dan berusaha menyeretku ke dalam mobil." Jawab pemuda itu sambil menggeleng cepat, ekspresinya terlihat begitu bingung.

"Penculikan... " sambar seorang cewek yang memang sudah terkenal dengan instingnya yang begitu kuat, gadis itu adalah Yoshi Haruna. Saking seringnya tebakan dia benar semua mahasiswa disana menyebutnya dengan sebutan the witch.

"Jangan muncul secara tiba-tiba begitu, dong!" balas Hery yang kaget dengan kehadiran gadis itu secara tiba-tiba.

"Aku juga sependapat dengan Haruna-san." Sambar seorang pemuda berambut hitam dengan model rambut spiky yang menjulang ke atas.

"Kau juga Aoba! Jangan muncul tiba-tiba begitu!" Hery langsung misuh-misuh karena omongannya tidak didengar. Sedangkan Aoba langsung memasang wajah -apa salahku padamu- pada Hery.

"Berarti kau masih belum aman, bagaimana kalau kami mengantarmu?" kata Shun yang tiba-tiba saja menawarkan bantuan untuk mengantar pemuda itu.

"Benarkah? Apa tidak merepotkan?" balas pemuda itu yang jadi merasa tidak enak hati pada yang lainnya.

"Tidak sama sekali. Sebelumnya perkenalkan namaku Shun dan kedua temanku itu Reiki dan Hery," Shun memperkenalkan dirinya pada pemuda itu sekaligus memperkalkan Reiki dan Hery.

"Namaku Kaoru." Pemuda itu juga memperkenalkan diri pada Shun dan kawan-kawan.

"Aku Fei!" sambar Fei dengan cepat sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Baiklah, ayo pulang!" kata Hery yang sudah tidak betah berlama-lama berdiri disana.

Dari kejauhan ada seseorang yang menatap mereka semua dari atas atap gedung. Sosok itu memliki rambut putih yang disisir ke belakang, dia memakai sebuah kaos putih tanpa lengan dan memakai kacamata hitam serta ikatan kepala warna putih. Dan terlihat ada beberapa pedang di belakang punggung pria berkulit coklat gelap itu.

'Aku harus mengembalikannya sebelum ada orang lain yang memanfaatkannya,' ucap pria itu dalam hati sambil terus-menerus mengamati pemuda itu dari kejauhan.

TBC...


A/N : Chapter pembukaan disini juga belum begitu jelas ya. Apa ada yang sudah ada ide siapa cowok berambut putih itu? Dia salah satu tokoh juga di Neverland pertama *tiba-tiba muncul bohlam*. Hayooo, apa ada yang sudah tau? Hint dia banyak tuh. Untuk OCnya saia rasa sudah cukup, mungkin sebagian akan muncul di part II. Masih mencari tiga OC antagonis. Sasorinya masih belum terlalu disorot ya, tapi nanti dia pasti kebagian juga kok tenang saja, kan tokoh utama dia. Ah, ya untuk beberapa tulisan asing mungkin ada yang tidak saia italic sebagian, soalnya saia sedikit pusing kalau melihat tulisan italic (faktor background warna putih bikin kepala saia sakit jadi kalau digabung sama tulisan italic tambah mumet sebenernya). Untuk lirik lagu diatas maaf kalau salah ya, soalnya saia menulis sesuai dengan apa yang saia dengar hehehe.

Saia harap tokoh-tokoh minor Naruto yang kami tampilkan bisa kalian terima dengan baik juga dan semoga pada kenal sama tokoh minor Naruto ini.

Saran, ide, pendapat dan kritiknya selalu kami terima dan kami juga akan terus berusaha yang terbaik yang kami bisa. Di Side Story ini sebenarnya akan ada dua masalah yang pertama di kampus dan satu di sekolah. Mungkin masalah yang terjadi di sekolahnya akan kami tampilkan nanti. Sekali lagi terima kasih.

.

.

"Thanks for reading".