Before the Wedding Translated

DISCLAIMER :

Masashi Kishimoto

DemonicXaliv (for the original fic, she permitted me to translate it)

Pairing : Absolutely Sasuke and Hinata

Untuk beberapa menit Sasuke berpikir perjalanan mungkin berjalan lancar saat ia melaju menyusuri jalanan kota yang sepi. Hinata tenang di kursi penumpang. Sasuke berpikir Hinata mungkin telah jatuh tertidur dalam kenyamanan kursi penumpang.

Tangan Hinata yang bergerak dan jatuh di paha Sasuke mengatakan yang Sasuke tersentak. Mobil Sasuke oleng dan melintasi garis jalan sebentar sebelum Sasuke mengembalikkan posisi mobilnya ke jalan yang benar. Sasuke sekilas menatap marah ke arah Hinata. Hinata melakukannya ... baiklah hampir saja.

Sasuke melihat ke bawah, dia melihat lengan Hinata membentang di pahanya. Mata Sasuke terfokus tegas di pangkuannya.

Sasuke mengutuk pelan saat tangan Hinata bergerak di atas tonjolan di celana jinsnya. "Hinata." Desisnya memelototi jalan sehingga Sasuke tidak akan kecelakaan dan membunuh keduanya.

"Takut?" Hinata menggoda. Jari-jarinya dengan mudah bergerak untuk membuka sabuk. Di balik sabuk meraba-raba kancing dan ritsleting sambil tetap mencari-cari di bawah pakaian Sasuke.

Punggung Sasuke menjadi tegap dan lurus serta tegang. Jari-jari Hinata membungkus di sekitar penis Sasuke yang sedang ereksi dan menariknya keluar agar matanya dapat melihatnya.

Sasuke mengutuk tubuhnya karena begitu lemah dan cepat berereksi. Sasuke langsung mengerang setelah Hinata mengelus penisnya. Sasuke menahan diri untuk menutup matanya saat ia melihat lampu-lampu jalan.

"Hinata jika kau tidak menghentikannya kita berdua bisa mati." Sasuke mendesis. Otak Sasuke memohon agar Hinata segera berhenti. Semua yang Hinata lakukan membuat pikiran Sasuke yang biasanya logis menjadi tidak berlaku dalam pikirannya sendiri.

Rupanya Hinata yang terpengaruh alkohol berubah menjadi agresif. "Itulah yang membuat Hinata bahkan lebih menarik."

Sasuke segera menginjakkan kakinya direm. Dia hampir menerobos lampu merah ketika mulut Hinata melumat ujung penisnya. Salah satu tangan Sasuke melepaskan kemudi dan memegang kepala Hinata menghindari supaya kepala Hinata tidak terbentur kemudi mobil.

Sasuke memaksa Hinata agar melepaskan 'barangnya' yang sudah tenggelam kedalam tenggorokannya Hinata.

Suara erangan kecil yang dibuat Hinata membuat Sasuke memperhatikan Hinata. Sasuke menyentakkan tangannya kembali meraih dan memegang kemudi mobil dan memaksa fokus lagi kejalan karena lampu sudah berubah hijau.

Meskipun mata Sasuke tetap di jalan, sesekali matanya melirik Hinata. Semua gerakan Hinata terekam di memori dalam otaknya Sasuke.

Sasuke menahan erangan saat Hinata memutar-mutar lidahnya di ujung penis Sasuke. Hinata melahap penis Sasuke kedalam mulutnya lagi. Sebuah kesenangan dan juga menyakitkan secara bersamaan ketika Hinata menekankan giginya keorgan intim Sasuke.

Ini bukan pertama kalinya Hinata membuat Sasuke kelimbungan. Dan seperti saat itu semua ini disebabkan oleh minuman keras, dan Sasuke sekarang tahu untuk tidak pernah membiarkan wanita ini minum minuman keras lagi.

FLASHBACK

Jam kerja sudah lama berakhir ketika Sasuke kembali ke kantor setelah pertemuannya. Sebuah pertemuan yang memakan waktu hingga dua jam kemudian Sasuke dihadapkan oleh orang-orang bodoh yang tidak bisa memahami konsep sederhananya, jadi tentu saja mereka 'orang-orang bodoh itu' tidak akan memahami konsep yang lebih rumit.

Sasuke mengusap dahinya. Dia bisa merasakan sakit kepala muncul menjadi migrain. Secara singkat mempertanyakan mengapa Sasuke berpikir menjadi pengacara berarti tidak harus berurusan dengan orang-orang bodoh ...

Itu sudah menjadi asumsi bodoh karena Sasuke berteman dengan salah satu orang bodoh yang pernah ia temui ... Namun tidak dapat Sasuke pungkiri jika teman yang ia anggap bodah ternyata seorang CEO di sebuah perusahaan. Hell, Apa yang dunia akan kiamat?

Kembali ke kantornya Sasuke sudah bisa mencium aroma alkohol yang menyengat. Sasuke tahu bau seperti wiski yang ia simpan di mejanya selama berhari-hari saat ia bekerja keras.

Sasuke mendengar tangisan yang teredam. Sasuke membalikkan kepalanya dan ia menggeram pelan.

Sasuke tau jika dia seharusnya menyuruh Hinata, Sekretarisnya pulang lebih awal. Hinata tampak kesal sepanjang hari ini, tapi Sasuke tahu betul jika ia tidak akan bisa mengerjakan perkerjaannya tanpa Hinata.

Sasuke juga menduga teman bodohnya a.k.a Naruto telah melakukan sesuatu ... jelas terlihat sangat bodoh untuk marah pada Hinata saat ini. Mereka (Hinata dan Naruto) telah berpacaran selama satu tahun tiga bulan.

Bermula dari hari itu, waktu Naruto datang ke kantor Sasuke mengajaknya makan siang dan Naruto bertemu dengan wanita pemalu itu a.k.a Hinata yang juga bekerja sebagai Sekretarisnya Sasuke untuk pertama kalinya.

Sasuke sering menjadi penengah dalam masalah mereka. Semua masalah mereka yang terjadi cenderung karena kesalahan Naruto.

"Hinata." Sasuke mengerang menekan tombol lampu. Ruangan menyala dan Sasuke kini bisa melihat Hinata meringkuk dengan lututnya dilipat menyentuh dagunya. Lengan Hinata menarik kakinya lebih dekat lagi. Tangan Hinata memegang leher botol 'Jack Daniel'(merek alkohol),cairan berwarna kuning itu yang sebelumnya terisi penuh itu sekarang menjadi setengah botol setelah Hinata meminumnya.

Hinata kembali terisak pelan sebagai respon dari panggilan Sasuke.

Sasuke mendesah. Dia tidak lebih buruk dari ini ingin segera menyelesaikanya dan pergi tidur. Sasuke tau dia tidak akan bisa. Sasuke mulai menyingkirkan kertas yang berserakan meskipun berharap agar dapat mengerjakan pekerjaannya lagi.

"Aku tahu Naruto itu idiot, tapi kau biasanya tidak minum." Sasuke mencoba berbicara pada Hinata meskipun Hinata sudah mengetahui maksud Sasuke.

"Maaf." Hinata bergumam. Cairan kuning itu membuat suara Hinata serak dan Hinata tetap kembali meminum cairan itu lagi. Setelah meminumnya Hinata merengutkan alisnya ketika ia kembali merasakan cairan kuning itu masuk ketenggorokannya, dan rasanya tidak enak.

"Jika kau tidak suka maka berhenti meminumnya." Katanya. Sasuke berjalan mengambil botol dari genggamannya Hinata. Sasuke menekan bagian atas botol yang terbuka ke bibirnya dan meminum cairan itu. Sasuke segera menutup botol itu saat ia menemukan penutup botolnya. Meletakkan kembali di meja seperti semula agar tidak terjangkau oleh Hinata.

Sasuke bersandar melihat kebawah saat Hinata duduk di kursi. "Apa yang dia lakukan?"

"Tidak mau bicara." Hinata berkata pelan membiarkan kakinya lurus dan jatuh ke lantai. "Aku masih bekerja jadi aku harus tetap disampingmu." Hinata kembali berbicara pelan dan tak peduli jika itu terdengar menyedihkan.

END FLASHBACK

Sasuke membesarkan volume radio mobilnya. Bukan tanpa alasan, karena mereka a.k.a Sasuke dan Hinata menyukai lagu ini dan ingin terdengar jelas ke telinga mereka.

Sasuke berusaha untuk menutupi suara rintihan yang berasal dari tenggorokan Hinata saat ia terus mengerakkan kepala atas dan ke bawah di pangkuannya Sasuke.

Mata Sasuke menerawang. Tidak hanya itu Hinata menikmati Sasuke, tapi tangan Hinata sendiri telah berjalan antara kedua kakinya sendiri. Masuk di bawah celana dalamnya, Hinata mengesekkan tangannya sendiri ke bagian intimnya sendiri.

Sasuke terus mendesah sambil melirik ke gedung yang ia lewati. Sasuke merasa membangun kondominium sendiri. Sasuke mengarahkan mobilnya ketaman menghentikannya lalu mengambil kunci dari lubang kunci dan ia menatap Hinata.

Sasuke tidak punya waktu untuk menghentikan Hinata karena perutnya menegang. Penisnya Sasuke semakin menegang dan ia tahu jika ia akan datang di dalam mulut Hinata. Sasuke mengerang dengan kesal terhadap dirinya sendiri. Sasuke memandang ke Hinata saat Hinata menarik dirinya dari 'barang pribadi' Sasuke.

Mulut Hinata terbuka. Sasuke bisa melihat cairan putih kental berada di lidahnya Hinata. Mungkin ini sudah cukup. Mungkin ini adalah apa yang Hinata butuhkan untuk kembali kekenyataan hidup.

"Hi-" Sasuke menghentikan ucapannya serta shock saat Sasuke melihat Hinata menelan cairan substansinya yang ia keluarkan tadi didalam mulut Hinata. Senyum manis menggoda melintas diwajahnya Hinata mengatakan pada Sasuke jika ini jauh dari kata selesai...

To Be Continue

Author Note : Gillaaaaa, saya menerjemahkan ini berkali-kali menahan diri buat blushing. Karena apa inti dari cerita ini jika Hinata melakukan bllow job ke Sasuke saat mobil sedang bergerak. Oh ya jika para reader tidak paham dengan kata 'membangun kondominiumnya sendiri' silahkan PM saya dan akan saya jawab karena arti kata itu sangat vulgar. Tapi jika ada reader yang tau juga bisa nulis di kotak review agar reader yang lainnya bisa membacanya dan tau artinya. Dan disini reader juga akan tau hubungan Hinata dan Sasuke itu seperti apa. Oh ya, Ceritanya kependekkan ya? Dan maaf kalau kata-katanya masih agak kaku lagi, karena saya juga agak kesulitan melemaskan kata-katanya agar artinya tidak terlalu jauh dari bahasa aslinya.

Balasan Review :

Indigo Mitha-chan : Iya disini sudah terungkap klu Hina tunangannya Naru. Habis baca jangan lupa review lagi ya.

Freeya Lawliet : Iya masih agak kaku, tapi di chap yg ni saya usahakan lebih lemes lagi kata-katanya.. anda akan menemukan hina yang agresif di chap ini. selesai baca jangan lupa review lagi ya..

jump-an : Oke disini kata-kata 'dia' udah aku maksimalkan untuk ganti dengan kata-kata Sasuke atau Hinata. Selesai baca jangan lupa review lagi ya.

Hime No Rika : iya seperti yang kamu mau, disini Sasu adl bosnya Hina. Selesai baca jangan lupa review lagi ya.

Kurumi no Kitsu, Guest : iya udah update nih.. jangan lupa review lagi ya..

Mamoka, ika chan : iya makanya moku-chan translatekn untuk anda... jangan lupa review lagi ya..

lavender hime : iya aku sendiri ja jg suka sama ceritanya, jangan lupa review lagi ya..

demikooo : : Oke disini kata-kata 'dia' udah aku maksimalkan untuk ganti dengan kata-kata Sasuke atau Hinata. Selesai baca jangan lupa review lagi ya. Author sesungguhnya masih belum ada ide buat lanjutn yg chap 5.

A, Yuka Dei-chan : iya ceritanya emg seru, ni udah update chap 2.. jangan lupa review lagi ya...

Mangkoxdesu : iya maafkn saya jika bahasanya masih agak aneh, ni udh update chap 2, jangan lupa review lagi ya...

KumbangBimbang : iya gaya bahasanya masih kaku, tapi di chap ni sy usahakn lebih lemes lagi dari sebelumnya, jangan lupa review lagi ya...

...Mohon Di Review...