Tangan tannya menyalakan tombol power pada shower yang akan membasahi tubuhnya dengan tetesan air dingin. Walau rasa dingin bak bermandikan es kini tengah merajai tubuhnya, ia paksa sekuat tenaga menahan perasaan panas dalam dirinya.

Mengingat tatapan sayu Hinata kala ia mengecup pelan bibir mungil merona itu, kala ia perlahan menarik tubuh mungil itu dalam dekapan hangatnya. Tak dapat dipungkiri kini ia tengah mengingat momen mendebarkan tadi sore, sebelum ia kembali kerumahnya.

Senyuman dari sosok Hyuuga Hinata yang serasa berbeda dari banyak gadis yang pernah ia kencani. Rasanya mendebarkan dan begitu menggelitik membuat tubuhnya seakan tak bisa terkontrol dengan jelas saat bersama dengan gadis manis itu.

"Naruto-kun" suaranya -lenguhannya saat ia mengakhiri ciuman dibibir Hinata saat itu terlintas. Kala pertama kalinya ada gadis yang memanggil namanya begitu mendamba, begitu membutuhkan, begitu istimewa.

Ia tak mendengar panggilan Kyuu-kun maupun Kyuubi-kun dari bibir Hinata. Yang ia dengar adalah kata Naruto -nama aslinya.

"Hhhn~ Naruto-kun" walau kini air dingin itu mengguyur tubuhnya tapi badannya masih terasa panas. Desahan Hinata masih terngiang dengan jelas di indra pendengarannya seakan berdengungan terlintas kesana-kemari.

Dug

Tangannya terkepal erat, ia menutup matanya membiarkan iris blue sapphire itu tenggelam sesaat. Tetesan air mengucur dari rambut, badan kekar berotot nya, dan berujung pada kaki hingga lintas kepojok kamar mandi.

"Kalau begini terus sia-sia saja aku mandi air dingin!!!" ia menggeram frustasi menjenggut rambut pirangnya dan menghentakkan kakinya keras.

"Naruto-kun kumohon~ ahn" setiap detik suara itu terus menggema membuatnya tak bisa berpikir jernih.

"Hinata"

--

NaruHina Fanfiction

Naruto Belong Masasshi Kishimoto

Genre: Romance, Ecchi, Comedy

Kejadian tadi sore, tunggu kejadian tadi sore ya? Hinata tak ingin mengingatnya ia malu mengakui jika ia tertarik 1000, 999% pada sosok lelaki yang telah mencuri ciuman pertamanya.

Walau sebenarnya tadi tanpa sengaja ia keceplosan mengatakan apakah Naruto terangsang tapi hal itu membuahkan hasil manis dimana dirinya baru saja merasakan sensasi menyenangkan yang diberikan seorang ikemen macam Naruto.

"Huaaaaa" wajahnya memerah dengan tangan yang menutup mulut erat. Orang lain yang melihat keadaan Hinata seperti ini juga pasti sudah beranggapan jika gadis bermarga Hyuuga itu tengah jatuh cinta pada seorang pria.

Uzumaki Naruto, jangan bilang Hinata tak mengetahui asal-usul dari sosok lelaki itu, ia sudah menjadi seorang stalker cukup handal karena sejak dulu ia sering sekali men-stalk para lelaki tampan.

Dan tada~ ia mendapatkan satu orang ikemen dari puluhan ikemen yang ia stalk.

Keluarga, bisnis, masalah ekonomi, kedekatannya dengan para gadis, dan bahkan sampai kenalan dan teman-teman Naruto sudah Hinata ketahui. Ia layaknya seseorang yang sudah mengenal Naruto sejak kecil.

Ia juga sudah menjalin pertemanan diam-diam dengan Uzumaki Kushina -Ibu Naruto yang kini tengah berada di Swiss, kalian pasti tau medsos, dan Hinata menggunakannya sebagai alat pembantu untuk membuatnya semakin dekat dengan sosok yang ia puja sudah lebih dari 3 bulan ini.

Kembali pada cerita...

"Uzumaki Naruto, kau sudah memberikan tanda kepemilikanmu padaku, k-k-k-kissmark ini..." ia berargumen sendiri didepan kaca besar yang mempertontonkan dirinya tengah menggunakan kaos putih oblong dipadukan dengan hot pants abu.

Tangannya terulur menyentuh bagian lehernya -dimana sesuatu berwarna merah layaknya gigitan serangga itu berada. Senyuman malu-malu ia layangkan pada pantulan dirinya sendiri.

"Kissmark ini membuatku yakin untuk mendekatiku lebih jauh lagi Naruto-kun" ucapnya kembali dalam diam, walau tak ada yang mendengarnya tapi ia yakin suatu saat ia akan mengatakannya -mengatakan jika ia telah menunggu masa-masa dimana hidup tua bersama dengan Naruto.

Impiannya

"Kyaaaaa tadi sore memalukan sekali!!!" Menggulingkan badannya kesana-kemari dengan tawa yang renyah menyertai setiap kata tanpa saringan yang berujung kata-kata frontal tak jelas dari sosok Hinata.

"Ia sungguh gentle menyentuh ku ohh Kami-sama aku bisa gila jika mengingat itu terus menerus!" ya, bahkan kini Hinata sudah gila.

Flashback

Meraih tengkuknya dan memeluk tubuh ramping yang hanya menggunakan balutan handuk putih, mencium bibirnya pelan walau sedikit menuntut meminta lebih dari tempelan bibir.

Hinata sedikit oleng dengan musibah yang kini terjadi itu, dadanya menempel erat dengan dada bidang Naruto. Bahkan Hinata merasakan detakan jantung pria yang tengah menciumnya itu.

Merasakan udara yang kian menipis disertai rasa geli karna tangan Naruto yang semula berada di pinggangnya kini tengah menyusup masuk naik kedalam paha Hinata.

Hinata kira efek ciuman tidak akan segila ini. Bahkan tanpa sadar ia memperdalam ciumannya dengan tangan yang menangkup rahang tegas pria itu.

"Naruh-kunh -hh"

Setelah melepaskan ciuman pertamanya akhirnya Hinata dapat merasakan pasokan oksigen yang sempat tak ia hidup beberapa saat.

Sedangkan Naruto yang kini mulai kelabakan karna nafsu yang merajai tubuhnya hingga tangan tangannya tak terkontrol untuk menjamah tubuh cantik Hinata.

Sapphire nya melirik bola ametyst gadis itu, tatapannya sayu seakan menantang ingin lebih, pipinya akh bahkan wajahnya kini memerah, dan bibirnya yang basah mengkilat karna ia cium tadi.

Menggoda, demi apapun suguhan macam ini tak akan ada lelaki yang kuat menahan nafsunya. Wajah imut, tubuh mentok yang hanya berbalut sebuah handuk, dan jangan lupakan kulit mulus layaknya porselen.

"Naruto-kun~" tangan lentiknya mencoba membasuh keringat Naruto yang entah sejak kapan menetes membuat Hinata ingin sekali mencium pelipis, pipi, rahang, bahkan seluruh tubuh milik Naruto.

"Naruto-kun"

Dan lagi pandangan mereka terkunci mereka mengerti sarat itu. Isyarat yang mengatakan jika mereka kini tengah diambang nafsu yang merajai keduanya hingga meraka tak dapat menahan gejolak menginginkan satu sama lain lagi untuk beberapa waktu kedepan.

"Hinata" ia mendekatkan wajahnya pada wajah Hinata, membuat kedua bibir mereka kembali bertemu. Saling memainkan lidah, bertukar saliva, bahkan saling menggingit mesra bibir pasangan masing-masing.

Dan ketika itu Naruto mengarahkan ciumannya pada leher Hinata. Memberikan sebuah kecupan manis dibeberapa tempat diarea leher jenjang gadis manis yang tengah ia cicipi itu.

"Hhhn~ Naruto-kun" desahan pertama perempuan yang ia dengar. Terdengar sangat erotis, sangat mendamba, dan sangat menginginkan.

Kecupannya beralih pada dada Hinata yang masih terbungkus oleh handuk putih. Ia membukanya perlahan dan kembali mengecup, memberikan tanda merah pada daerah selanjutnya.

"Naruto-kun kumohon~ ahn" hilang sudah akal sehatnya saat mendengar Hinata menanggil namanya lagi, sampai tanpa sadar gadis itu menggerakkan kakinya pada selangkangan Naruto.

Bukan sebuah footsie dimana seorang perempuan menggoda lelaki dengan memainkan kejantanannya menggunakan kaki. Tapi ini sebuah tendangan manis yang dihadiahi Hinata.

"Akh ittei!!" hilang sudah nafsu mereka yang tinggal sedikit lagi akan berakhir di ranjang tanpa sehelai benang pun.

"Go-gomen!"

Flashback end.

Hinata sangat menyesal dengan kejadian itu, ia tanpa sengaja menggerakkan kakinya hingga memukul selangkangan Naruto padahal sebenarnya ada rasa menggelitik ketika Naruto memangut-mangut nipple nya.

"Hhh- apalah dayaku, waktu tak bisa terulang lagi" gumamnya, yah walaupun begitu ia masih bisa memintanya pada Naruto kan? Yups ia tau bagaimana cara menggoda Naruto.

Dan well ia sebenarnya tahu jika Naruto akan mengintipnya dan ia sudah tau itu dari awal Naruto masuk kedalam kamar mandinya. Ia sengaja memamerkan tubuh mulusnya, meliukkan tubuhnya se-erotis mungkin walau dari belakang.

Dan itu manjur guysss, hanya berbagi tips bagi Ibu rumah tangga yang ingin membuat hormon suami naik. Cukup buka pintu sedikit, biarkan dia mengintip atau kalian tak usah mengunci kamar mandi kalian.

Jika mangsa sudah masuk dalam kandang maka bergeraklah secara erotis, kalian tau bagaimana iklan sabun mempraktekkan mandinya yang memamerkan kaki putih didalam bathtub? Coba lakukan itu.

Itukah tips yang Hinata buat hari ini, yaaa semoga saja itu membantu mengingat kini banyak kaum wanita juga ingin melakukan sexs dengan gaya liar.

Yah- seperti Hinata yang kini tengah membicarakan sesuatu dengan Kushina yang berada di Swiss melalui jejaring sosial Facebook.

"Kushina baa-chan apa kabar?"

"Kyaaa Hinata kau manis sekali ttebane! Dan ngomong-ngomong sebaiknya kau menggunakan syal" dalam monitor laptop Kushina menunjuk pada leher Hinata yang penuh bercak merah.

"E-eh?! Etto hehehe"

"Daijoubu, padahal aku berharap kau menikah dengan anakku ttebane!" balas Kushina,

'Padahalkan aku memang melakukannya dengan anakmu, sedikit lagi.' batinnya, poor Hinata

~ TBC ~

Terimakasih banyak untuk yang telah review dan menjadikan fic ini favorite.

Sunflowerhinawari: Makasih semangatnya arigato gazaimasu telah membaca :)

Keigaky-kun: Bukan fic pertama senpai, senpai bisa nemuin ini di wattpad :)

Gummy-chan: Ini udah up :)

Resign Evil: Awalnya juga pikirannya sama, tapi itu memang pemikiran awal Nari saat lihat Naru yang tampan :) maaf kalau ini agak berlebihan hehe

M3L0: Makasih sudah memberi jejak :)

LuluK-chaN479: Udah up senpai :)

Taupik354: Ayooo jangan terlalu penasaran senpai, nanti struk haha

Musasi: Ini memang sudah ada di wattpad senpai :)

NAMENNY: Arigato senpai :)

Kurogane Hizashi: Uwaa kenapa nangis senpai :'(

Despasito11: Maaf baru up senpai :)

Angeli Kyuu: Iya nih, Hina agresif banget hehe

Gaara Van Astrea: Kalo ada chapter mature nari peringatkan kok diawal chapter, jadi kalo senpai gakmau baca tinggal tunggu up yang baru hehe

Guest: Arigato :)

Rena: Sudah up senpai :)