Yo minna-san. Lama nunggunya yah? Hehehe
Maaf yah baru bisa update soalnya banyak tugas.
Terima kasih buat readers yang sudah mau mereview fic gaje ini.
Oh ya, Aina malah hampir lupa tidak memberi tahu sosok Ryuji. Oke disini akan Aina jelaskan kok.
RnR Please…
Don't Like Don't Read!
Disclaimer: Tite Kubo
Pairing: IchiRuki
Genre: Friendship & Romance
Warning: AU, OC (Ryuji Kuchiki), banyak Typo etc.
SMS
Chapter 2
Tidak Percaya!
Ryuji adalah kembaran Rukia yang mempunyai postur tubuh yang bisa dibilang ideal bagi seorang cowok. Iris matanya yang berwarna ungu, rambutnya yang jabrik dan berwarna hitam kebiruan membuat penampilannya terlihat cool. Ditambah lagi paras mukanya yang diatas standar, membuat Ryuji populer dikalangan kaum hawa. Berbeda dengan Ichigo yang mukanya sedikit sangar karena kerutan permanen didahinya, muka Ryuji lebih kalem. Disamping itu IQ-nya yang diatas rata-rata membuat Ryuji dijuluki Perfect Boy disekolahnya.
Rukia bahkan heran sendiri, bagaimana Rukia bisa mempunyai kembaran seperfect itu. Dibandingkan dengan dirinya yang pendek dan otak yang pas-pasan, benar-benar terlihat sangat kontras. Meskipun begitu, Rukia juga sedikit populer dikalangan cowok. Tapi karena ada dua makhluk yang selalu bersamanya itu, membuat para cowok tidak berani untuk mendekatinya.
.
.
.
.
Jam menunjukan pukul 06.45.
Terlihat seorang cowok berambut hitam pendek sedang gelisah di sebuah halte bis. Dia sedang menunggu bis. Tapi bis yang menuju kesekolahnya belum juga datang.
Ryuji, nama cowok tersebut mondar-mandir gelisah, karena takut dirinya terlambat.
"Sial ini semua gara-gara Rukia, coba saja tadi dia membangunkanku. Aku tidak akan terlambat seperti ini!" gerutu Ryuji.
Tiba-tiba saja ada sebuah mobil BMW biru berhenti didepannya. Ryuji tidak peduli, dia masih mondar-mandir.
Pintu mobil itu dibuka, dan terlihatlah seorang cowok bertubuh kekar, dan berambut biru.
Cowok itu tersenyum pada Ryuji, Ryuji hanya memandang kearahnya dengan heran.
"Mau berangkat sekolah yah?" tanya Grimmjow.
"Yups!" jawab Ryuji singkat sambil menengok kearah jalan berharap bis yang ditunggunya segera tiba.
"Bagaimana kalau bersamaku saja, bukankah kita satu arah?" mendengarkan tawaran tersebut Ryuji terdiam, menandakan dia sedang berfikir.
"Tenang saja, gratis ko!" Ryuji tersenyum lebar.
.
.
.
.
Rukia baru saja tiba dikelasnya, disana terlihat Ichigo dan teman-teman yang lain sedang duduk dibangkunya masing-masing. Rukia masuk kelas dan berjalan menuju kebangkunya yang berada dibelakang Ichigo.
"Kau berangkat sendirian, mana Ryuji?" Ichigo memandangi Rukia yang sedang berjalan sampai Rukia duduk dibangkunya. Tatsuki tersenyum kearah Rukia yang sudah duduk disampingnya.
"Bagaimana kau tahu kalau aku sendirian, memangnya kau melihatku berangkat sekolah tadi?" tanya Rukia heran.
"Kau lupa yah? Aku kan punya indera keenam!" canda Ichigo.
"Cih, terserah kau sajalah!" terdengar dari nada suara Rukia, dia sedang tidak mood untuk bercanda.
"Kau kenapa sih? Aha! Aku tahu kau pasti sedang kedatangan tamu kan bulan ini?" Ichigo tersenyum jail.
Pukk! Rukia memukul kepala Ichigo dengan tasnya.
"Baka!" teriak Rukia.
Ichigo memegangi kepalanya yang terasa sakit akibat pukulan Rukia tadi.
"Kau itu suka sekali memukul orang sih?" bentak Ichigo lebih keras dari suara Rukia.
Rukia memalingkan muka, dan tidak menanggapi omelan Ichigo.
"Makannya jangan macam-macam sama cewek, kalau sedang kedatangan tamu, biasanya dia akan sangat sensitive dan mudah marah, bahkan dia bisa membunuhmu kalau dia merasa terganggu!" ucap Tatsuki menakut-nakuti.
'Glekk!' Ichigo menelan ludah mendengar ucapan Tatsuki.
Tatsuki cekikikan melihat ekspresi wajah Ichigo yang sedang ketakutan itu, melihat Ichigo yang seperti itu Rukia tersenyum.
.
.
.
.
Panas matahari begitu terasa disiang ini, terutama yang dirasakan oleh seorang cowok yang sekarang, sedang berdiri didepan tiang bendera. Setiap siswa yang berjalan melewatinya pasti akan menertawakannya karena sebuah kertas besar yang menggantung dilehernya.
Halaman sekolah terlihat begitu ramai karena jam menunjukan waktu istirahat. Rukia dan Ichigo berjalan mendekati Ryuji, cowok yang sedang dihukum karena terlambat itu.
"Hai Ryuji!" sapa Ichigo. Ryuji hanya diam tidak menanggapinya.
"Aku tidak akan pernah terlambat lagi, kalau aku melakukannya, aku akan berlari mengelilingi sekolah dengan menggunakan baju perempuan!" Rukia membaca kertas yang tergantung dileher Ryuji. Ichigo dan Rukia tertawa terpingkal-pingkal. Ryuji hanya memalingkan muka karena enggan melihat mereka berdua, terutama cewek yang ada disebelah Ichigo.
Rukia memegang es ditangannya, sambil menggoyang-goyangkannya didepan muka Ryuji.
"Wah panas sekali yah? Panas-panas gini enaknya minum es jeruk, hemm segarnya!" Rukia sengaja meminum es tersebut didepan Ryuji.
"Kalau tidak mau membantu lebih baik kalian pergi saja sana, dan kau!" Ryuji menunjuk Rukia. Rukia sedikit tersentak.
"Aku tidak tetarik dengan yang kau bawa, jadi tidak usah pamer didepanku!" Ryuji memalingkan mukanya kembali.
Ichigo geleng-geleng kepala melihat tingkah dua sahabatnya itu.
"Sabar bro!" hanya kata-kata itu yang keluar dari mulut Ichigo. Rukia cekikikan, Ichigo dan Rukia pun meninggalkan Ryuji, yang sekarang sedang menggerutu sendiri.
'Awas kau Rukia!' Ryuji mengepalkan tangannya.
Rukia dan Ichigo berjalan berdua melewati koridor sekolah, tiba-tiba saja ada seorang cewek yang menghalangi mereka, dia berdiri didepan Ichigo sambil menundukan kepala.
"Ku… ku rosaki, bi..bisa ki..ki..kita bi..cara!" ucap cewek yang berambut coklat keoranyean itu dengan terbata-bata, menandakan dia sedang gugup.
"Eh kau Inoue, ada apa? Silahkan saja kalau mau bicara." Inoue terus menatap Rukia. Rukia mengerti maksud tatapan Inoue tersebut.
"Oh aku harus pergi dulu ada urusan." Rukia cepat-cepat berjalan menjauh dari tempat itu.
Ichigo terus menatap Rukia yang sedang berjalan menjauh sampai tidak terlihat lagi.
"Ku… Kurosaki?" Inoue terus memanggil Ichigo.
"Oh iya maaf, ada apa…?" tanya Ichigo dengan datar.
Rukia berjalan gontai menuju ke kelasnya, ketika melewati kelas XII dia melihat Renji sedang berkumpul dengan temannya didepan kelas. Renji terus menatap Rukia, tanpa sengaja mata mereka bertemu. Renji tersenyum manis kearah Rukia.
'Apakah dia tersenyum padaku?' Rukia menengok kanan kiri dan tidak ada seseorangpun disebelahnya. Setelah menyadari senyuman itu ditujukan padanya Rukia langsung mempercepat jalannya menuju kekelas karena malu.
.
.
.
.
Tet tet tet, bel sekolah berbunyi menandakan pelajaran telah usai. Para siswa berhamburan keluar kelas.
Seorang cewek mungil terlihat sedang berdiri didepan pintu gerbang.
"Rukia ayo kita pulang!" ajak seorang cewek yang berambut hitam pendek, yang berdiri disebelahnya.
"Aku sedang menunggu Ichigo dan Ryuji." kata cewek mungil itu sambil celingukan.
"Memangnya Ichigo tadi kemana? Kenapa tidak langsung pergi bersama kita?" Rukia mengangkat kedua bahunya.
Sebuah mobil berwarna biru, berhenti tepat didepan Rukia dan Tatsuki yang sedang berdiri. Cowok keren terlihat turun dari mobil tersebut. Rukia terpaku melihat siapa yang sedang berdiri didepannya sekarang.
"Hai! Kau Rukia kan?" tanya cowok yang bernama Grimmjow itu sambil tersenyum.
"Kau mengenalnya?" tanya Tatsuki pada Rukia dengan sedikit berbisik. Rukia mengangguk.
"Hai juga! Iya, ngomong-ngomong ada perlu apa kau kesini?" tanya Rukia balik.
"Emm apa yah?" Grimmjow menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. Sikap Grimmjow yang seperti itu membuat dia terlihat cool dimata Rukia.
Tiba-tiba saja Ryuji datang dari arah belakang.
"Hai semua!" teriak Ryuji sok akrab. Rukia dan Tatsuki hanya diam, sedangkan Grimmjow tersenyum pada Ryuji yang baru datang.
"Eh Grimmjow sedang apa kau disini?" tanya Ryuji keheranan.
"Oh aku hanya ingin mengembalikan ini." Grimmjow memberikan sebuah Hp berwarna silver pada Ryuji.
"Wah akhirnya ketemu juga, dari tadi aku cari dimana-mana aku pikir sudah hilang." Ryuji mengelus-ngelus Hp kesayangannya tersebut seakan tidak pernah memegangnya bertahun-tahun.
Grimmjow tersenyum manis mendengar ucapan Ryuji.
"Tadi tertinggal dimobilku." jelas Grimmjow. Ryuji ngangguk-ngangguk.
"Maaf aku harus pulang dulu, ada urusan penting." ucap Tatsuki tiba-tiba.
"Iya!" mereka berbicara bersamaan. Tatsuki pun pergi.
"Jadi tadi dia berangkat bersamamu?" tanya Rukia, membuyarkan suasana yang tadi sempat hening sebentar. Grimmjow mengangguk pelan.
"Pertanyaan yang bodoh!" Rukia langsung mendeatglare kearah Ryuji.
"Apa kau mau pulang, pulang saja denganku?" tanya Grimmjow pada Ryuji.
'Kenapa malah dia yang ditanya sih?' Rukia jadi kesal sendiri.
"Oh tidak usah, aku akan pulang bersama Rukia." Rukia melotot pada Ryuji.
'Kok aku malah dicueki sih sama dia.' batin Rukia.
Ketika Ryuji dan Grimmjow sedang mengobrol, Rukia tanpa sengaja melihat Ichigo dan Inoue sedang jalan berdua. Rukia melongo, dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Inoue bergelayutan manja pada Ichigo, seakan mereka berdua adalah pasangan kekasih.
"Ya sudah, kalau begitu aku pulang dulu," pamit Grimmjow pada Rukia dan Ryuji, tapi Rukia tidak mendengarnya karena dia sedang fokus menatap pemandangan aneh yang tidak jauh darinya. Ryuji yang sadar kalau Rukia diam saja, dia berbicara mewakili Rukia.
"Sudah tidak apa-apa, pulang saja." Grimmjow mengangguk dan dia berjalan pergi, menaiki mobilnya, dan mobilnya pun melesat pergi meninggalkan SMA Karakuara.
Pip pip pip. Tak beberapa lama setelah kepergian Grimmjow, Hp Rukia berbunyi. Membuatnya sadar dari lamunannya. Rukia mengambil Hp-nya dari saku roknya dan dia membuka SMS yang baru saja masuk.
To: RK
Senangnya diriku karena bisa melihatmu lagi.
From: GJ
Setelah membaca SMS tersebut Rukia hanya menatap layar Hp-nya. Pikirannya sedang memikirkan hal lain.
"Woi, kau itu kenapa sih? Melamun terus dari tadi!" tanya Ryuji, bingung dengan sikap kembarannya yang tiba-tiba saja berubah.
"Tidak apa-apa, ayo kita pulang." Rukia memasukan lagi Hp-nya kesaku roknya, tanpa membalas SMS tadi. Kemudian dia berjalan pergi mendahului Ryuji.
"Tapi Ichigo bagaimana?" tanya Ryuji lagi.
"Dia sudah pulang!" jawab Rukia.
Mendengar jawaban Rukia, Ryuji langsung berlari menyusul Rukia yang sudah berjalan agak jauh
'Aneh tidak biasanya Rukia seperti ini,' batin Ryuji.
.
.
.
.
Rukia sedang berdiri didepan rumah Ichigo, penampilannya berbeda dengan biasanya, dia terlihat lebih rapi dan manis. Rukia mengetuk pintu rumah Ichigo
"Ichigo! Kau ada dirumah?" teriak Rukia dari depan pintu.
"Kenapa terlihat sepi yah?" Rukia menekan pintu tiba-tiba pintunya terbuka.
"Eh tidak dikunci, berarti dia ada dirumah." Rukia masuk kedalam rumah dengan pelan-pelan.
"Aku masuk yah!" teriakan Rukia masih tidak ada yang menanggapi.
"Semuanya kemana sih?" Rukia terus berjalan kedalam, dia membuka pintu menuju ruang tengah. Ketika pintu terbuka Rukia terpaku, diam, melihat pemandangan yang ada didepannya, rasanya tubuhnya tidak bisa digerakkan.
"I-Ichigo!" Ichigo dan Inoue yang sedang berciuman dengan mesranya itu berhenti melakukan aktivitasnya setelah mendengar teriakan Rukia.
Rukia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, tubuhnya lemas dan pelan-pelan melosot kelantai.
"Rukia sudah waktunya kita tidak bersama-sama lagi, kita punya kehidupan masing-masing. Jadi tolong jangan ganggu aku lagi, karena dengan adanya kau disampingku semua wanita tidak mau mendekatiku, jadi tolong pergilah dari kehidupanku! Pergi! Cepat pergi!" Rukia menangis.
"Tidak, tidak, tidak! Aku tidak mau!" teriak Rukia histeris.
"Rukia, Rukia! Bangunlah, Rukia!" teriakan Hisana membuat Rukia terbangun dari mimpinya.
'Jadi tadi itu hanya mimpi?' tanya Rukia pada dirinya sendiri.
"Kau tidak apa-apa? Apa kau mimipi buruk?" tanya Hisana khawatir melihat anaknya yang mukanya sudah pucat.
"Aku tidak apa-apa kok Okaa-san." Ucap Rukia berbohong.
"Benar kau tidak apa-apa?" tanya Hisana lagi.
Rukia mengangguk.
"Tidurlah kembali, ini masih tengah malam." Rukia membaringkan tubuhnya, Hisana menyelimuti Rukia.
"Lampunya jangan dimatikan Okaa-san!" Hisana mengangguk, dan berjalan pergi, setelah sampai didepan pintu Hisana berbalik melihat Rukia.
"Tidurlah, dan jangan lupa berdoa dahulu biar tidak mimpi seperti tadi!" Rukia menggaguk. Hisana menutup pintu dan pergi.
'Kenapa aku bisa mimpi seperti itu? Apakah aku… Ah tidak ini pasti karena aku lupa berdo'a.' Rukia pun berdo'a sebelum tidur, dia melihat jam sekilas. Jam menunjukan pukul 00.24. Rukia mencoba memejamkan matanya.
To be Continued…
Huaaah akhirnya fic ini bisa dilanjut juga!
Maaf yah lama soalnya lagi banyak tugas, sebenarnya masih banyak banget tugasnya, tapi saya bela-belain nglanjutin fic ini sampai bergadang. Masalah SMS-nya gak saya bahas dichapter ini, soalnya yang muncul malah ide seperti ini, habisnya kemarin baru aja mimpi buruk sih.
Kalau ada yang mengganjal tolong disampaikan uneg-uneg tentang fic ini, asal jangan Flame aja!
Emm saya itu jarang buka fic jadi jarang nongol deh dikotak review, tapi akan saya usahain membaca fic-fic readers terutama yang pairing IchiRuki.
Thanks for All…
See you…
Review please…
Review yang banyak yah? Biar saya jadi sering buka fanfic^_^
Nb: Oh ya, aku lagi belajar nih biar bisa buat kata-kata yang bagus, rapi, enak dibaca, dan alurnya gak kecepetan, gimana sih caranya, kok susah banget yah?
Kalau ada yang berkenan ngasih masukan, tolong review atau kalau tidak lewat PM aja.
