~VOICE OF LOVE~
-YUKKA CHOLEE-
Rate : T
Main Cast :
-Cho Kyuhyun
-Lee Sungmin
Main Pairing : KyuMin
Sub Cast :
-Lee Hyukjae
-Lee Donghae
-Kim Ryeowook
-etc…
WARN! YAOI, Typo(s), Gaya bahasa yang acak-acakan, alur yang gaje dan sebagainya(?)
Summary : Sebentar lagi Sungmin bertemu dengan Kyuhyun! Sungmin sangat ingin melihat wujud asli Kyuhyun, setelah sekian lama mendengar suara DJ itu. Apa reaksi Sungmin saat bertemu Kyuhyun nanti? Bagaimana pula dengan Kyuhyun yang juga penasaran dengan sosok Sungmin 'si Pendengar Setia KISS Radio?
Disclaimer : FF ini murni dari pikiran saya, kecuali para cast yang milik diri mereka masing-masing, SMent, Ortu, juga Tuhan YME ^^
Hope you enjoy it ^^
~VOICE OF LOVE~
.
.
a/n : sebelumnya, kemaren di review ada yang nanya ( dari yukiLOVESUNGMIN )… dia nanya bias author itu Lee Sungmin ya? Terus couple favoritnya KyuMin ya? Kenapa gak WonKyu atau KyuWook, dikarenakan KyuMin jarang ngelakuin fanservice… Dan, jawabannya adalah :
Bias author ada dua, first bias author adalah Park Jungsu a.k.a LEETEUK, baru bias keduanya LEE SUNGMIN… Dan, kenapa author jd HARD SHIPPER-nya KyuMin? Walaupun mereka jarang ngelakuin fanservice, author rasa dari tatapan keduanya atau tingkah laku satu sama lain kalo udah berdua itu rasanya mengungkapkan 'sesuatu' yang kita gak tahu… Author merasa ada perasaan yang berbeda dari mereka yang lebih dari hubungan adik kakak, yaa… kalian tahulah apa maksud author XD ? *plak! Jadi, author sukaaaaaaa banget KyuMin
Selain fisik Sungmin yang imuutt banget dan Kyuhyun yang cool banget, author juga menganggap mereka itu takdir :D ahahaha
Nah… sekian buat yukiLOVESUNGMIN… Now, get ready to the story ^_^ *ilang
.
.
Sungmin menambah tempo berjalannya. Ia sangat cepat! Ia sangat ingin cepat sampai di rumah. Mengisi formulis itu dengan teliti dan segera memasukkannya ke dalam box yang tersedia sebelum mencapai kapasitas 500 formulir.
'OMONA! Kesempatan emas! Kesempatan emas! DJ Kyuhyun-ku! Tunggu aku… Akulah Lee Sungmin, pendengar setia KISS Rad—bukan, bukan… Aku pendengar setia suaramu… Yeah!' batin Sungmin gembira. Sangat gembira.
.
.
.
-Chapter 2-
AUTHOR POV
Ini sudah hari Jum'at. Sungmin terus menunggu kapan hari Minggu segera datang. Formulir jumpa pendengar KISS Radio sudah ia masukkan ke dalam box yang tersedia waktu itu. Untung belum mencapai kapasitas. Jadi Sungmin masih terdaftar sebagai orang yang beruntung. Sangat beruntung.
Sungmin sangat bosan hari ini. Siaran KISS Radio untuk hari Jum'at tidak disiarkan untuk sementara karena para DJ sedang gladiresik untuk performance yang akan mereka tunjukkan kepada para pendengar di jumpa pendengar nanti. Menunjukkan kalau seorang DJ tidak hanya banyak bicara dan cepat bicara, melainkan banyak sekali bakat mereka yang harus para pendengar tahu.
Sungmin hanya duduk sambil menopang dagunya dengan sebelah tangan sambil terus menatap pintu masuk Toko Aksesoris milik ibunya. Ya, ibu Sungmin memang menjalankan bisnis menjual aneka barang Aksesoris. Kadang Sungmin sangat sering mengunjungi tokonya dan bersapa dengan para pelanggan, dikarenakan toko itu penuh dengan nuansa berwarna pink. Sungmin suka sekali pink. Ia menganggap toko itu sebagai mood maker baginya. Ya, dia merasa nyaman disitu.
Tapi tidak untuk hari ini. Kau pernah dengar dia berkata apa sebelumnya?
"Ahh… Satu hari saja aku tidak mendengarkan suara DJ itu, rasanya aneh sekali," begitu katanya. Ia hari ini harus absen mendengar suara Kyuhyun. Ia tidak mendengar lagu favoritnya diputar, tidak mendengar candaan Kyuhyun dengan Ryeowook, tidak mendengar curahan hati Kyuhyun, atau apalah yang bersangkutan dengan DJ itu.
"Haahh…" Sungmin menghela nafasnya. Tidak lama dari itu, pintu toko terbuka dan membuat penghias pintu yang tergantung di atas mengeluarkan bunyi, 'Ckliing, kliing, kliingg'.
"Annyeonghaseyo, Tuan…" sapa Sungmin sambil berusaha tersenyum semanis mungkin. Yang ditanya hanya bisa tersenyum dan melihat-lihat seisi toko.
"Ehm, agasshi, aku mau tanya, apakah disini menjual syal?" tanya namja pembeli itu. Sungmin sedikit tersentak saat sang pelanggan memanggilnya dengan sebutan 'agasshi' dan hanya menggaruk surai hitamnya sambil terkekeh.
"Mianhae, keundae, nan yeoja anniya… Nan namjaya," sahut Sungmin sambil menunjuk dirinya dan mengibaskan sebelah tangannya bertanda ia berkata 'aku-bukan-wanita'. Si pembeli sedikit terkejut dan menatap namja di depannya dari atas sampai bawah tanpa berkedip.
"Tuan…?" panggil Sungmin sambil sedikit memiringkan kepalanya. Yang dipanggil terlihat menggelengkan kepalanya sedikit. Sungmin hanya mengerutkan keningnya melihat tingkah pembelinya itu.
"Maaf, tadi… Tadi aku bertanya, apakah disini menjual syal?" tanya sang pembeli akhirnya kepada Sungmin. Sungmin mengangguk.
"Ah, ne, tentu saja… Ada di sebelah sana, Tuan," tunjuk Sungmin ke arah dimana tempat syal disusun rapi disitu. Namja itu mengangguk dan segera menuju tempat yang ditunjuk Sungmin. Sungmin pun akhirnya duduk kembali di meja kasir dan sekarang mengutak-atik ponselnya. Akhirnya ia mengirim pesan ke Eunhyuk untuk mengajaknya berjalan-jalan hari ini setelah ibunya pulang dari pasar.
To : MonkeHyuk ~
Eunhyuk-ah, apa kau sedang sibuk? Kalau tidak, setelah ibuku pulang dari pasar, aku mau mengajakmu ke kafe dan ke tempat hiburan… Balas, eoh?
Selesai mengirim pesan, ia segera meletakkan ponselnya dan beralih melihat aktifitas satu-satunya pelanggan pada saat itu. Ya, namja tadi. Wajahnya tampan, kulitnya sangat putih seperti susu, rambutnya berwarna coklat dan sedikit ikal berantakan namun terkesan sangat cool, apalagi penampilannya dengan memakai kaos polos berwarna putih yang dibungkus dengan kemeja merah bermotif kotak-kotak, serta celana bottle jeans yang tidak terlalu ketat dilengkapi dengan sneakers putih bergaris hitam untuk menutupi jari-jari kakinya. Heem, namja yang sangat keren. Kini, aktifitas Sungmin terganggu dengan suara dering ponselnya yang menandakan ada pesan masuk. Balasan dari Eunhyuk rupanya.
From : MonkeHyuk ~
Mianhae, Minnie-ya… Aku dan Donghae sedang di taman hiburan sekarang… Sebenarnya aku mau mengajakmu,tapi Donghae sudah berpesan dari awal jangan sampai ada yang mengganggu kami berdua… Mianhaee~~~
"Aiissh, jinjja! Mau memamerkan kemesraan, eoh? Kalau tidak bisa, ya bilang saja tidak bisa… Tidak usah bilang berkencan juga aku sudah tahu! Dasar, monyet dan ikan sialan~" gerutu Sungmin sambil menghempaskan dengan lembut(?) ponselnya dan menopang dagunya lagi.
"Senangnya punya kekasih… Hmm," gumam Sungmin dengan nada kecewa. Ia membayangkan kedua sahabatnya tengah berkencan sekarang di taman hiburan. Pasti menyenangkan. Sungmin juga mau itu.
"Agass… Ah, maksudku, Tuan… Aku membeli dua syal ini… Berapa semuanya?" tanya namja pelanggan itu menghampiri Sungmin dan memberikannya dua buah syal berwarna biru cerah bergaris hitam dan berwarna pink bergaris putih. Sungmin pun tersadar dari lamunannya. Ia segera meraih dua buah syal yang mau dibeli sang pelanggan. Ia cek harganya sambil mengutak-atik computer yang ada di hadapannya.
"Jumlah semuanya, 10.000 won…" jawab Sungmin sambil memasukkan syal itu ke dalam kantong plastik khas tokonya yang bergambar kelinci dan pastinya berwarna pink. Ia memberikan plastik itu kepada sang pembeli dan sang pembeli dengan segera mengeluarkan uang sebesar 10.000 won.
"Gamsahamnida, Tuan… Silahkan berkunjung kembali…" ujar Sungmin sambil membungkuk hormat kepada sang pembeli yang akhirnya keluar dari toko secara utuh(?).
Sungmin kembali terduduk dan menunggu pekerjaan apa lagi yang harus ia kerjakan.
.
.
"Minnie-ya…. Jeongmal mianhae… Salahkan ikan teri itu yang tidak mengizinkanku untuk mengajakmu, Sungmin-ah… Mianhae!" rengek Eunhyuk sambil mengikuti setiap langkah Sungmin berjalan. Sedangkan Donghae mengiringi Eunhyuk-nya dengan tatapan tanpa dosa. Yang penting hari itu ia sudah mengajak kekasihnya berkencan.
"Minnie-ya… Mianhae,"
"Haah, sudahlah… Lupakan itu, sekarang tinggalkan aku sendirian… Kau urus saja pacar ikan-mu itu… Aku mau ke perpustakaan," kata Sungmin datar dan segera masuk ke ruangan penuh buku itu.
"Aku ikut~~" rengek Eunhyuk lagi. Ia tidak rela sahabat paling imut sedunia-nya itu harus merajuk dengannya. Tak peduli dengan Donghae yang terus menarik lengan baju Eunhyuk untuk meninggalkan Sungmin sendirian, yang pada akhirnya Donghae harus berujung menghela nafasnya sambil terus mengikuti kemana kekasihnya pergi itu.
"Sungmin-ah…" panggil Eunhyuk.
"Hm…" respon Sungmin yang masih terus membaca buku yang tadi ia ambil dari rak novel.
"Pulang sekolah mau kutraktir es krim?"
"Tidak,"
"Kalau begitu, kita beli baju… Aku yang bayar,"
"Tidak, terimakasih,"
"Bagaimana kalau kita ke taman hiburan berdua tanpa mengajak Donghae,"
"Yakk!" pekik Donghae kesal. Eunhyuk hanya memelototi Donghae yang membuat Donghae harus diam dengan mulut ngedumel(?)nya.
"Tidak usah, aku harus menjaga toko hari ini…" jawab Sungmin lagi sambil membalikkan halaman bukunya. Eunhyuk hampir menyerah. Tapi ia harus membuat sahabatnya tersenyum lagi di depannya.
"Nah, bagaimana kalau aku menemanimu untuk ke acara jumpa pendengar KISS Radio nanti? Huh?" tanya Eunhyuk yang berhasil membuat Sungmin mengalihkan pandangannya dari buku yang ia baca, menjadi menatap Eunhyuk dengan binar kesenangan.
"Jinjjayo?" tanya Sungmin. Eunhyuk mengangguk.
"Sepulang sekolah nanti aku akan mengambil formulirnya dan mengisinya," kata Eunhyuk.
"Yes! Kau memang sahabat terbaikku, Hyukjae-ah!" Sungmin reflek memeluk Eunhyuk erat. Sedangkan, Donghae?
"Ekheem… Kalau aku?" tunjuk Donghae pada dirinya sendiri. Sungmin berhenti memeluk Eunhyuk namun tangannya masih melingkar di leher Eunhyuk. Ia menatap Donghae.
"Memangnya kau akan berbuat apa padaku?" tanya Sungmin mengejek. Donghae gelagapan.
"A… Aku… Aku… Aku akan mentraktir kalian makan es krim sepuasnya untuk hari ini, eottohke?" kata Donghae yang hampir tak bisa memberikan jawaban pada Sungmin. Perlahan Sungmin mengmbangkan senyuman khasnya dan beralih memeluk Donghae.
"Yeeyy! Kau juga sahabat terbaikku, Hae-ah!" kata Sungmin sambil memeluk Donghae dengan erat. Lebih tepatnya seperti mencekik.
"Y… Yakk, Minnie-ya… Dong… Donghae-ku bisa mati kalau kau memeluknya seperti itu!" Eunhyuk menegur Sungmin yang memeluk Donghae dengan terlalu semangat. Donghae sudah terbatuk-batuk dan seperti kehabisan nafas saat itu. Dan, Sungmin segera melepaskan pelukannya.
"Eehehe… Mianhae,"
.
.
Sungmin melahap es krimnya sambil tetap mendengar sebuah suara dari headset-nya. Sesekali ia ikut bernyanyi seraya mendengarkan lagu yang diputar siaran radio itu. Yaa… Apalagi kalau bukan KISS Radio.
"Nananana…. Nananana…. Nana—" Sungmin berhenti bersenandung saat ia tidak dapat menyendok sesendok es krim lagi. Astaga! Es krimnya sudah habis.
"Yaakk… Donghae-ah... Aku mau lagi… Kali ini rasa Choco Blueberry… Cepat pesankan untukku," perintah Sungmin pada Donghae.
"Mwo? Tapi, ini sudah yang kelima kalinya kau memesan es krim… Kau sengaja mau menguras dompetku, eoh?" ujar Donghae dengan raut kaget dicampur kesal karena Sungmin sudah memesang lima mangkuk es krim. Sedangkan Eunhyuk, satu mangkuk saja belum habis.
"Tapi aku mau lagi, Hae! Katanya kau mau mentraktir kami es krim SEPUASNYA! Iya, kan?" rajuk Sungmin sambil mengerucutkan bibirnya lucu.
"Iya… Ta… Tapi… Tapi…. Yaiisshh! Sudahlah, akan kupesankan untukmu!" kata Donghae akhirnya sambil mengacak-acak rambutnya. Donghae pun memanggil pelayan kembali.
.
.
Sungmin berjalan menyusuri trotoar jalan kota yang ramai oleh orang-orang yang lalu lalang. Ia melangkah ceria dan terus tersenyum. Kadang ia menyapa seseorang yang lewat dengan sopan. Makan es krim kurang lebih tujuh mangkok dengan rasa yang beragam cukup membuat mood-nya menjadi sangat baik. Apalagi, tadi ia sempat mendengar siaran KISS Radio, yaaa…. Walau DJ Kyuhyun tidak mengisi siaran pada saat itu. DJ Ryeowook bilang kalau Kyuhyun pada saat itu sedang sakit. Makanya, DJ Kyuhyun pada saat itu diganti dengan DJ Heechul untuk sementara. Kecewa sih, tapi ia masih bisa menunggu hari Minggu datang. Dimana ia akan mendengar suara DJ Kyuhyun sambil terus memandang wajahnya yang menurutnya mungkin sangat tampan. Ia terus membayangkan bagaimana rupa sang DJ tercinta.
Sungmin sudah hampir sampai di rumahnya. Tapi, langkahnya terhenti saat ia melihat sebuah toko bunga dan ia mempunyai niat untuk membeli sebuket bunga. Untuk siapa? Dalam pikiran Sungmin, memberikan bunga untuk orang yang sakit itu adalah hal yang sangat baik. Bagaimana caranya? Sungmin akan kembali ke gedung siaran KISS Radio yang sempat ia lewati tadi, menyuruh seorang pegawai menitipkan bunga itu kepada Kyuhyun. Yaa… Walau tidak dipersilahkan masuk, setidaknya ia akan bertemu dengan DJ lain yang sedang menganggur di luar gedung atau para pegawai lain dari KISS Radio.
Sungmin tengah memilih-milih bunga yang cocok untuk DJ kesayangannya itu. Bunga apa ya? Begitu mungkin pikir Sungmin. Akhirnya, ia meminta kepada sang florist untuk menggabungkan beberapa bunga untuk dibuat buket yang indah dan cocok untuk orang yang sedang sakit. Buketpun selesai, dan Sungmin segera berlari ke arah yang berlawanan dengan arah untuk ke rumahnya guna mencapai gedung KISS Radio.
Tinggal beberapa langkah lagi Sungmin sampai di gedung siaran itu. Nafas Sungmin terengah-engah saat ia sudah berhenti tepat di depan sebuah gedung yang tak lain adalah gedung siaran KISS Radio. Sungmin melihat-lihat ke sekitar gedung, guna memncari sesosok manusia yang mengaku sebagai pegawai atau DJ di gedung itu. Akhirnya, Sungmin mendapati seorang pria yang sedang menelepon di dekat air mancur gedung.
"Yess!" gumam Sungmin sambil berlari ke arah namja itu.
"Annyeonghaseyo…" sapa Sungmin terlebih dahulu kepada namja itu.
"Mana bisa begi—aa… Annyeonghaseyo," namja itu akhirnya menyadari keberadaan Sungmin yang sudah ada dihadapannya. "Nanti aku telpon lagi," kata namja itu pada orang di seberang sana sebelum ia menutup sambungan teleponnya dan menatapn Sungmin.
"Apa ada yang perlu aku bantu?" tanya namja itu pada Sungmin. Sungmin mengangguk cepat. Namun, sebelumnya ia harus memperkenalkan diri terlebih dahulu.
"Lee Sungmin imnida… Aku pendengar setia KISS Radio sejak lama… Bangapseumnida," ujar Sungmin. Namja itu hanya mengangguk mengerti dan memberikan seulas senyuman, mengetahui a sedang berhadapan dengan seorang pendengar setia KISS Radio.
"Annyeonghaseyo, Sungmin-sshi… Naneun Park Jungsoo imnida… Kau bisa mengenalku sebagai DJ Leeteuk… Nado bangapseumnida," ujar sang namja yang diketahui bernama Leeteuk itu dengan menyunggingkan senyum berlesung pipitnya.
"Wah… Ternyata kau yang bernama DJ Leeteuk… Aku juga sering mendengar suaramu… Senang bertemu denganmu langsung, Leeteuk-sshi… Ohiya,…" Sungmin kemudian teringat dengan tujuan utamanya untuk datang kesini.
"Leeteuk-sshi... Bisakah aku meminta bantuanmu?" tanya Sungmin sambil menatap buket bunga yang ia pegang dan kembali melihat ke arah Leeteuk.
"Tentu saja selama aku bisa… Bantuan apa, Sungmin-sshi?" tanya Leeteuk sambil mencuri-curi pandang ke arah buket bunga yang dipegang Sungmin.
"Apakah kau berteman dekat dengan DJ Cho Kyuhyun?" tanya Sungmin. Leeteuk kemudian mengangguk mantap.
"Ne… Tentu saja… Wae?" tanya Leeteuk lagi.
"Euum… Benarkah hari ini ia sedang sakit?" tanya Sungmin balik.
"Ehm, sepertinya begitu… Tadi aku dapat kabar dari pegawai dan DJ lain… Ibunya juga sempat meneleponku… Ada apa, Sungmin-sshi?"
"Kalau begitu… Bisakah kau memberikan buket bunga ini untuk DJ Kyuhyun? Kau tahu rumahnya, 'kan?" kata Sungmin sambil menyodorkan buket bunga yang sedari tadi sudah ia pegang. Leeteuk menerima buket itu.
"Tentu saja aku tahu… Waahh, kau penggemar Kyuhyun, eoh?" tanya Leeteuk sambil tersenyum menggoda.
"N…Nde… Ah, juga sampaikan salamku untuknya… Dari Lee Sungmin… Bisa, 'kan?"
"Baiklah… Setelah ini aku akan ke rumah Kyuhyun… Jarang-jarang Kyuhyun mempunyai fanboy sepertimu, hahaha…" canda Leeteuk. Sungmin pun hanya tersenyum malu.
"Baiklah, kalau begitu… Aku pulang dulu, Leeteuk-sshi… Terimakasih banyak… Kau sangat membantuku… Senang mengenalmu, Leeteuk-sshi… Annyeong~~" Sungmin pun akhirnya pamit dan berjalan pulang dengan wajah berseri. Sementara Leeteuk hanya memandang buket itu dan segera menuju rumah Kyuhyun.
.
.
TOK… TOK…
Mendengar suara ketukan pintu, seorang namja agak paruh baya segera membuka pintunya. Ia mendapati seseorang yang ia kenal.
"Tuan Park…" sapa namja itu sambil membungkuk hormat. Namja yang datang tadi hanya tertawa.
"Annyeong, Tuan Han… Euum… Bagaimana kondisi Kyuhyun sekarang?" tanya namja yang ternyata Leeteuk sambil mencuri pandang ke dalam kamar yang terlihat luas itu. Matanya mendapati seorang namja yang sedang tidur dengan tenang di tempat tidur berukuran king size di dalam.
"Sudah membaik… Mungkin besok akan sembuh… Kata Dokter, dia hanya demam karena kelelahan… Mungkin karena ia terlalu keras berlatih saat gladiresik untuk acara jumpa pendengar," jelas sang pelayan pribadi seseorang tengah tidur disana.
"Oh, baguslah… Setidaknya, ia masih bisa ikut dalam acara besok… Kalu begitu, bolehkah aku masuk untuk menengoknya, Tuan Han?" tanya Leeteuk pada pelayan itu.
"Oh, tentu saja… Silahkan masuk, Tuan Park," kata Tuan Han mempersilahkan Leeteuk untuk masuk ke ruangan yang lumayan luas itu.
"Terimakasih,"
Leeteuk pun berjalan menuju tempat tidur dan mendapati seorang namja berwajah tamapn sedang tertidur dengan damai. Sebelumnya, ia menyuruh Tuan Han untuk meninggalkan mereka berdua.
"Yak... Kyuhyun-ah! Ireona…" kata Leeteuk sambil mengguncang-guncangkan tangan namja itu dengan pelan. Walau hanya dengan cara seperti itu, namja yang tadinya tertidur kini dengan mudahnya membuka mata dan melihat siapa yang mengganggu acara tidurnya.
"Leeteuk hyung?" gumam Kyuhyun dengan suara sedikit parau. Ia berusaha bangun dan menyenderkan kepalanya di kepala ranjangnya.
"Kau kesini untuk menjengukku?" tanya namja itu. Leeteuk mengangguk.
"Tentu saja… Juga, ini…" Leeteuk memberikan buket bunga titipan Sungmin tadi. Namja itu—Cho Kyuhyun—awalnya menatap buket itu dan akhirnya menerimanya.
"Darimu? Kenapa bawa bunga? Kenapa tidak buah?" tanya Kyuhyun yang dianggap Leeteuk sangat cerewet. Leeteuk hanya memutar kedua bola matanya dan menatap Kyuhyun lagi.
"Itu bukan dariku!" tegas Leeteuk sambil menunjuk buket itu.
"Bukan darimu? Lalu, dari siapa?" tanya Kyuhyun sambil melihat-lihat buket itu.
"Dari penggemarmu… Dia pendengar setia KISS Radio," jawab Leeteuk santai sambil berjalan menuju sofa dan duduk menyender.
"Penggemarku? Pe… Pendengar setia KISS Radio?" Kyuhyun mulai melihat buket itu dengan seksama. 'Pendengar setia KISS Radio bukannya…. Dia… Dia… Lee Sungmin itu?' ujar Kyuhyun dalam hati.
"Apakah ini dari namja bernama Lee Sungmin, hyung?" tanya Kyuhyun. Leeteuk mengangguk.
"BINGO!" jawab Leeteuk. Kyuhyun memang terkejut, tapi ia berusaha menutupi keterkejutannya.
"Eh… Bicara soal Lee Sungmin, apa kau mengenalnya?" tanya Leeteuk antusias. Kyuhyun kemudian mengendikkan bahunya.
"Tidak… Hanya saja, ia selalu menelepon ke radio saat aku mulai mengisi siaran… Me-request lagu dan selalu memperkenalkan diri dengan cara 'Lee Sungmin imnida, pendengar setia KISS Radio…' begitu… Tapi, aku tidak tahu kalau ia adalah…. Penggemarku," jelas Kyuhyun sambil tetap memandangi sebuket bunga cantik yang tengah ia pegang.
"Ohh… Jadi, seperti itu…"
"Ohiya, hyung… Tadi, apakah namja bernama Lee Sungmin itu menemuimu?" tanya Kyuhyun yang sekarang sangat antusias. Leeteuk memang hobi mengangguk sebelum mengatakan jawaban yang dianggapnya benar.
"Ne… Dia tadi menemuiku di gedung siaran… Ohiya, dia juga menitipkan salam untukmu… Dari Lee Sungmin, untuk Cho Kyuhyun," jawab Leeteuk seadanya.
"Be… Benarkah? Lalu, bagaimana rupa namja itu? Bisa kau ceritakan sedikit padaku, hyung?" tanya Kyuhyun lagi.
"Nde… Dia namja tapi ia sangat imut dan terlebih cantik… Aku saja ragu kalau mengatakan dia itu adalah namja… Kulitnya juga putih dan sepertinya sangat mulus, sebab aku tak menemukan sehelai bulu pun di kulit itu…Pertama kali melihatnya, aku kira ia seorang yeoja… Tapi, aku sadar saat melihat seragam sekolah yang ia pakai adalah seragam seorang namja… Dia sangat ramah, murah senyum, dan juga sopan," cerita Leeteuk panjang lebar. Padahal, Kyuhyun meminta Leeteuk untuk bercerita sedikit saja. Tapi, mendengar cerita Leeteuk yang kelewat panjang, ia sekarang bisa membayangkan sosok penggemarnya itu. Sosok yang selalu membuat Kyuhyun penasaran akan dirinya.
"Lee… Sung… Min," gumam Kyuhyun sangat pelan, tapi samar-samar tedengar oleh telinga Leeteuk. Tanpa sepengetahuan Kyuhyun, Leeteuk hanya melirik Kyuhyun dan kemudian tertawa kecil.
.
.
Malam ini Sungmin sangat ingin cepat tidur. Faktanya, besok adalah hari Minggu. Hari yang sangat ia tunggu. Dimana ia akan bertemu pujaan hatinya. Oops… PUJAAN HATI? Apakah author salah tulis kali ini? Bukankah Sungmin selalu menyebut Kyuhyun dengan sebutan 'DJ kesayangannya' atau 'DJ Tercinta'. Baru kali ini ia menyebut Kyuhyun sebagai pujaan hatinya. Woww..
"Astaga! Aku melupakan sesuatu!" desis Sungmin sambil menepuk keningnya sebelum ia naik ke tempat tidur dengan sprei berwarna pink cerahnya itu. Ia segera berbalik menuju pintu dan meraih mantelnya. Dengan langkah pelan ia keluar dari kamar bahkan keluar dari rumah. Ia menuju Toko Aksesoris milik ibunya yang hanya berseberangan dengan rumahnya. Ia sudah mengambil kunci toko dari atas lemari rias di ruang keluarga rumahnya. Ia segera membuka ointu toko dan menyalakan lampunya sampai warna pink cerah—pengaruh cat tembok dan segala yang berwarna pink—mulai mendominasi ruangan itu. Ia segera melihat-lihat rak per rak, mencari sesuatu yang ia cari.
"Aku harus membawakan DJ Kyuhyun sebuah hadiah… Tapi, aku tidak tahu apa selera DJ Kyuhyun?" gumam Sungmin sambil terus mencari-cari sesuatu yang akan dibungkus menjadi sebuah kado untuk pujaan hatinya. Yaah… Pujaan hati.
"Cincin? Tidak mungkin… Kacamata? Tidak… Topi? Terlalu mahal…" Ya… Walau ibu Sungmin adalah pemilik toko ini, tapi Sungmin tidak ada hak untuk seenaknya mengambil barang dagangan ibunya. Ia juga harus mengeluarkan uang untuk mendapatkan apa yang ia inginkan di toko itu. Mengingat Sungmin menyukai pink, tak sedikit barang yang ia beli sendiri di tokonya dengan uangnya sendiri.
"Apa ya? Kalung? Sangat tidak cocok! Gelang? Ge…lang? Gelang! Iya, gelang! Aku bisa memberikannya gelang pasangan yang lucu… Akan kupakai untukku satu, dan untuknya satu… Terlihat seperi seorang pasangan sejati~~ Aissh, Sungmin, apa yang kau bicarakan!?" ia bermonolog sendiri. Ia segera mengobrak-abrik sebuah kotak yang berisi berbagai macam gelang. Ia harus mendapatkan Couple Bracelet.
"Ah! Dapat! Gelang pasangan dengan warna biru dan pink… Ahh, aku akan memakai yang warna pink~ hihi…" Sungmin membawa gelang hasil cariannya ke arah meja kasir dan segera melakukan pembayaran sendiri. Ini sudah sering Sungmin lakukan. Ia segera meraih sebuah kotak berbentuk hati yang sangat lucu. Jangan lupa dengan warna pinknya. Sudah persis seperti sebuah hadiah yang diperuntukkan untuk kekasihnya. Ia pun mengambil satu buah kantong plastik khas tokonya dan memasukkan kotak itu ke dalam kantong itu.
"Selesai! DJ ku tersayang~ Ini… Hadiah untukmu! Hahaha… Sampai jumpa besok, nae Cho Kyuhyun…"
.
.
.
TBC….
Akhirnya chap 2 publish dan selesai
Yang mau lanjut chap 3, saya butuh semangat dari para readers dulu nih ^_^
Semangat saya adalah review dari kalian ~~
So, mind to REVIEW ?
Gamsahamnida, yeorobun ^^ *bow
