.New Family.

.

Sequel from

Bukan…bukan Seperti itu..

Harry Potter and his friend

belongs to

J.K ROWLING

'Akhirnya aku mendapatkan keluarga'

'Semoga mereka tidak seperti mereka'

'Sepertinya kehidupanku akan penuh kejutan'

'Hm..Mum dan Dad? Permainan ini sepertinya menarik'

Chapter 2nd

.

.

Sebelumnya terimakasih untuk reader yang sudah mau menyempatkan waktu untuk membaca New Family dan yg lainnya (jika ada :D),

Terimaksih juga kuucapkan kepada yang namanya dibawah ini, sudah mau mereview chap yang kemarin, hope u can enjoy this one guys :p.

larastin :Thanks Ya XD, sedang mempertimbangkan untuk ngelibatin genre adventure, menurutmu?

Merrya Narcissa Bellatrix : lanjut :D, tapi maaf belum bisa kilat, draft final sudah lama jadi namun baru sempat upload sekarang XD, maaf membuat lama, Fav? Tentu, saya yg berterimakasih km sudah mau ngeFav :D #jogedChooper

Redmaroon : Keren? Thanks :D, yup ini lanjutannya, semoga berkenan. Terimaksih.

Ratih : Penasaran ya, hhihi makasih atas penasarannya, saya jadi terpacu :D, silahkan

dibaca, semoga berkenan :D

Guest 3x : yup, thanks atas atensinya guest :D, saya suka jika kamu suka :D , silahkan dibaca, semoga berkenan :D

Supertrapnew : really ? Makasi :D,saya jadi semangat, berikut lanjutannya, semoga berkenan XD.

.

.

.

Seminggu setelah mendeklarasikan sebagai sebuah keluarga, kini asrama ketua murid Hogwarts bertambah ramai, dengan kemunculan 2 XieLf yang berbeda gender itu nyatanya menambah daftar teriakan di asrama ketua murid dan tak berhenti untuk mengekori Draco dan Mione, bahkan sampai kedalam kelas.

Seminggu pula kehidupan di Hogwarts kembali bergejolak, bagaimana tidak? Mereka (kedua ketua kita, setidaknya itu yang dilihat penghuni Hogwarts lainnya) selalu terlihat bersama, keduanya hampir tidak terpisahkan (masih ingat dengan kejadian konyol yang lalu bukan? Yang membuat keduanya sempat menjaga jarak?).

Tak perlu menunggu sampai seminggu untuk F4 kita #RememberWithThem? untuk menayakan kebiasaan baru sahabat masing-masing.

"Mione, kenapa tiba-tiba kau terlihat akrab lagi dengannya?"

"Mate, apa yang terjadi padamu setelah akhir pekan ini? Kau terlihat berbeda?"

"Hermione! Apa kau berencana mewujudkan persatuan antar asrama?"

"Drake, kau membuatku cemas jika selalu menyeringai seperti itu!"

Ya.. setidaknya itu hanya beberapa dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh Theo, Blaise, Harry, dan Ginny. Ron? Jangan tanya mengapa ia tidak bertanya. Bagaimana bisa bertanya jika selalu saja dipotong oleh Hermione.

Bukannya enggan untuk menjawab, namun semua jawaban yang dipikirkan Draco dan Hermione nampaknya akan sia-sia saja mengingat kebiasaan Ify yang langsung mereka sadari sejak hari pertama. Dan ingatkan untuk tidak menjelaskan siapa Ify karena akan sangat memakan waktu dan yang paling penting orang lain tidak akan tahu keberadaan Ify dan Lyph, they only can seen by Draco and Mione.

Asrama ketua murid, sebelum sarapan.

Meski Ify sangat lengket dengan Draco dan Lyph sebaliknya, namun pembagian kamar tetap berdasarkan gender. Yap! Hermione dengan Ify dan Lyph dengan Draco.

"Ennghh..Mum kau sudah bangun rupanya?"

"Ya Dear, seperti yang kau lihat (Hermione mengarahkan pandangannya ke tubuh mungil Ify yang sedang menggeliat) seperti biasa?"

Ify langsung terbang dan berputar senang,"Ya seperti biasa, ayo!"

Ia pun langsung melesat keluar, Hermione hanya menghela nafas mengingat 'rutinitas' baru 'keluarga kecil' itu.

Ia melangkah keluar kamar dan menapakkan kakinya menuju kamar satunya, yang memiliki tagname Draco Malfoy. Membuka pintu dan seperti biasa, mendapati seseorang dengan surai platina tengah tertidur pulas, sedangkan penghuni satunya tersenyum tipis tanpa melepaskan dirinya dari buku yang didudukinya (heh?) ketika melihat Hermione mendekati ranjang Draco.

Ify sendiri berputar-putar berkeliling ruangan yang didominasi dengan ornament hijau dan perak itu. Begitu Hermione sudah duduk di samping Draco yang tertidur, Ify mendaratkan tubuhnya di bahu Hermione, ia pun berkata," If..apakah harus seperti ini setiap pagi?"

Tak ada perubahan sikap dari bungsu merah itu (#wellAuthorPikirLyphLebihDewasaSoHeIsTheFirst). Namun Ify menjawab dengan nada dinginnya dan membuat Lyph memandang dua perempuan itu.

"Jadi..Mum tidak mau?Well jika begitu.."

Cup

Hermione tiba-tiba membungkukkan badannya dan mengecup lembut pipi Draco tanpa menunggu Ify menyelesaikan kalimatnya.

"Malf…err Draco (Mione langsung memanggil Draco dengan nama depannya setelah merasa aura panas di bahunya) bangunlah, sudah pagi."

Hening…

Tidak ada perubahan.

"Daaadd, bangunlah, jika tidak kita tidak akan bisa membuat sarapan," Ify membantu Hermione sambil mengguncangkan tubuh Draco, namun hasil yang didapat nol besar.

"Draco…! Cepat bangun! Jika tidak, kau akan rasakan akibatnya!"

Mendengar Hermione berteriak sambil memukul Draco dengan bantal, Ify mengkerut seketika,'Ternyata Mum mengerikan' .

"Uggh! Dear..takusah bermain kasar seperti itu, kau tahu pasti bagaimana aku bisa bangun lebih cepat," seringai andalan Draco kembali menghiasi bibirnya. Sambil memposisikan diri setengah duduk, ia membelai pipi Hermione. Dan..tak usah kalian tanyakan lagi, wajah Hermione sudah 2 tingkat lebih muda dar warna Ify, dan meningkat 5 kali lebih merah setelah Draco mengucapkan selamat pagi dan mengecup kening Hermione.

Kalian pasti bingung kenapa bisa begitu? Well ada baiknya jika kita kembali ke beberapa hari yang lalu,

"Mum, Dad karena hari ini kita sudah menjadi keluarga, aku ingin kita melakukan hal-hal seperti keluarga."

Draco dan Hermione saling tatap dan beralih menatap Lyph. Pria kecil itu hanya bisa tersenyum tipis dan berkata,"Sangat kusarankan kalian mengikuti keinginannya."

"Yang pertama, (ucapnya sambil berputar mengelilingi Draco dan Mione, meletakkan kedua tangannya dibelakang tubuhnya, so bossy) karena kalian orang tua kami, seharusnya kalian tidur satu kamar (hazel dan manik kelabu itu langsung membesar, ketika akan melontarkan protes, Ify langsung melanjutkan) dan kamar yang lain akan diisi olehku dan Lyph."

Merasa ada kesempatan, keduanya langsung berteriak, "Tidaaaak!" dan saling memandang heran, bagaimana mereka bisa berbarengan?#hahah lucu. Hermione mulai berbicara

"Tidak bisa If, kami tidak bisa tidur dalam satu kamar (Warna Ify semakin merah, melihat itu Hermione langsung menambahkan) kami..err.."

"Kami adalah ketua murid If, dan ini adalah sekolah, bagaimana jika mereka mendapati kami tidur dalam satu kamar, mereka pasti akan bertanya macam-macam dan nantinya kalian akan terbawa." Draco menyelamatkan kegegapan Mione.

"Kami bisa saja berbohong, namun bisa jadi mereka akan menggunakan berbagai macam cara, dari legimens, dan yang paling parah vitaserum, jika begitu keberadaan kalian akan terancam."

Ify sepertinya menerima alasan mereka, buktinya warna tubuhnya kembali ke asal, merah pudar.

"Hmm…kalian benar, Lyph bagaimana menurutmu?"

Hermione memandang Lyph dengan tatapan, "Bantu kami …"

Bukan tatapan Mione yang membuat Lyph berkata, "kau tidur dengan Mum, dan aku dengan Dad," melainkan pikiran Hermione yang berkata,"Bantu kami..Son", tak bisa dipungkiri Lyph senang, sangat senang malah.

"Hm..baiklah (Draco mendengus dan Hermione terlihat sangat lega), yang pertama aku akan bersama Mum dan Dad akan bersama Lyph. Yang kedua…"

Iris keduanya kembali membulat, terlebih ketika ada suara yang mereka kenal, Lyph menerjang pusat pikiran mereka, "Turuti saja Mum, Dad…dia penderita…jika dalam muggle dikenal Obsessive Compulsive Disorder, yang lebih parah sudah tingkat akut. Ia akan mengamuk jika segala sesuatunya tidak seperti rancangannya"

Kedua 'orang tua' itu melayangkan pandangan kearah Lyph yang berada dibelakang mereka dengan wajah kebingungan. "Aku bisa melakukan telepati dan .. membaca pikiran, tapi tenang, Little red itu tidak bisa"

"Yang kedua adalah kalian harus bersama kemanapun…aaaa kecuali ke kamar mandi tentunya, dan kami akan ikut kalian kemanapun."

Belum sempat melancarkan protes Ify kembali melanjutkan,"Ketiga..kalian harus saling menyapa secara dewasa dipagi hari."

"Ap…apa maksudmu dengan menyapa secara dewasa?" Draco bertanya, namun terlihat..eh senang? Yaa tentu karena ia sedang menggoda Hermione yang mulai menampakkan semburat merah dipipinya.

"Huuhh kupikir kalian sudah dewasa, (ucap Ify sambil menyilangkan kedua tangannya), kau tahu.. cium pipi dan kening dan mengucapkan selamat pagi?"

Kedua ketua murid itu hanya ber "Oh" ria mendengarnya, namun Mione tetap masih bermuka merah.

"Yap,, hanya itu permintaanku, kalian tidak keberatan bukan?"

"Turuti saja," sambung Lyph melalui telepatinya.

"Hn"

"Err..baiklah jika itu maumu If"

"Horeee! Kau dengar it Sly? (langsung mendapat death glare) eh maksudku Lyph,, kau dengar"

Lyph hanya tersenyum tipis mendengar kegaduhan yang dibuat Ify.

Masa sekarang, nah kalian sudah tahu bukan..jika kalian tanya bagaimana jika Ify marah, mungkin nanti akan kutunjukkan XD. Lanjut ke alurcerita.

.

.

Setelah mencium kening Hermione, Draco langsung meyapa kedua anaknya (kupanggil anak agar memudahkan saja dan tidak kepanjangan :D) "Pagi Ify, Lyph"

"Pagi Dad," ucap ceria Ify sambil memeluk leher Draco.

"Hn..pagi Dad,"

Hermione yang sadar dari masa trans-nya langsung berdiri," A..Aku mandi duluan,"

"Baiklah," ucap Draco sambil bermain dengan Ify.

.

.

1.30 jam kemudian.

"Dracoo! Cepat turun, kau ini berdandan atau bagaimana?" Hermione berulang kali mendengus menunggu Draco yang lama sekali berpakaian.

"Tenanglah Mum," ucap putra sulungnya.

"Tapi ini sudah…"

"Jangan berteriak Dear, (Draco lebih suka memanggil Hermione dengan dear, ingatkah kalau Malfoy suka sekali menggoda Granger?)"

Draco menuruni tangga dengan Ify yang berada dibahunya. Dalam seminggu ini terlihat sudah, Ify sangat cocok dengan Draco yang jahil, bedanya Ify meledak-ledak, sedangkan Lyph suka sekali dengan hal baru dan pengetahuan, bisa kalian bayangkan mirip siapa? Namun Lyph lebih tenang daripada Mumnya. Sungguh perpaduan yang aneh.

Hermione hanya cemberut dan segera melangkahkan kaki keluar diikuti Draco dengan senyuman tipis (sepertinya Draco melupakan sesuatu yang sangat penting sejak kehadiran anak-anaknya).

Sepanjang perjalanan mereka berdua terlihat mengobrol, sesekali Hermione tertawa dan Draco yang menyeringai. Setidaknya itu yang dilihat seluruh siswa Hogwarts. Tentu mereka tidak bisa melihat dua makhluk kecil yang masing-masing berada di bahu kanan dan kiri Draco dan Hermione-lah yang membuat pasangan ketua murid itu tertawa dan tersenyum.

Aula besar, saat sarapan.

Mereka berempat (ingat 2 orang XieLf yang tidak terlihat), dan langsung disambut dengan tatapan dari sahabatnya yang seolah mengatakan,"Mereka bersama lagi."

Semakin masuk kedalam aula, keduanya melambaikan tangan sebelum berpisah, jika kau tidak mengetahuinya akan terlihat bahwa keduanya saling melambaikan tangan. Padahal Hermione melambaikan tangan pada Ify, begitu pula Draco pada Lyph.

Hermione langsung duduk ditempat yang disediakan Ginny.

"Lagi…" Ginny membuka mulutnya, diikuti dengan tatapan dari Ron dan Harry.

"Eh?"

"Kau dan Draco, kalian bersama lagi, demi Merlin Mione, apa yang terjadi pada kalian?" Harry dan Ron semakin penasaran sampai menghentikan acara makan mereka.

"Memang kenapa? Kami ketua murid Gin, sudah sewajarnya datang bersama dari asrama," ucap asal gadis berambut ikal itu sambil mengambil makanan. Lyph turun kemeja makan dan duduk di pinggiran tempat buah, sambil mendengarkan introgasi itu.

"Tapi sebelumnya kau tidak pernah seperti ini," Harry sudah mulai ikut.

"Setelah kelas pun kalian bersama, bloddy hell apa kau pacaran dengan Ferret itu?"

Hermione langsung mendelik kearah Ron, "Kenapa kalian selalu bertanya hal itu?"

"Well, kami perduli padamu Dear," Ginny melanjutkan,"Jika memang kau menjalin hubungan dengan Malfoy, itu..itu tidak apa-apa, selama dia tidak menyakitimu dan selama kau bahagia,..benarkan Ron?" tanya Ginny tajam kepada Ron.

"Hah? Err.. aa..iya, apa boleh buat, Damn! Daging ini susah sekali digigit!" Ron melemparkan kekesalannya pada daging yang ada dihadapannya. "Hei mate tenanglah…(Harry menatap Hermione), Ginny benar Mione, kami adalah sahabatmu, kau sudah seperti adikku sendiri, jika kau bicara jujur kami tidak akan mengejarmu dengan pertanyaan lain." Ucap Harry bijaksana.

Hermione hanya memandang tempat buah yang ada di depannya, berkomunikasi dengan putranya. Lyph mengangguk seolah memahami jawaban yang akan diberikan Hermione kepada sahabatnya.

Hermione berpikir keras, sangat menjengkelkan setiap hari diberi pertanyaan yang sama oleh ketiga sahabatnya itu. Taklama Hermione tersenyum.

"Kalian..kalian janji tidak akan menyebarkan ini bukan?"

Ketiganya memandang Hermione dan mengangguk dengan mantap.

Gadis terpintar di Hogwarts itu mengela nafas sebelum mengucap, " Ya, kami..aku dan Draco menjalin hubungan," ucapnya tanpa keraguan.

Meski sudah menyangka jawaban Hermione adalah itu, namun ketiganya tetap saja terkejut.

"Hellll!" Ron mengumpat keras. Harry, Ginny dan Hermione menatap Ron jengkel, "He..hei jangan berburuk sangka, sorry Mione, aku tidak mengumpat untukmu, daging ini sangat keras!"

Ketiganya memutar bola mata mereka bosan, hanya Lyph yang tahu kekesalan pemuda Weasley itu dari tadi bukanlah disebabkan oleh sebongkah daging presto. #EhhhPresto?

"Sejak kapan?"Harry bertanya lebih lanjut.

"Seminggu yang lalu, dan Mr. Potter bukankah kau tadi bilang tidak akan mengajukan pertanyaan lagi setelah aku berkata jujur?"

"Well..hanya penasaran, (Harry hanya tersenyum sampai menampilkan deretan giginya yang rapi) Selamat Mione, sebetulnya hubungan kalian pernah diprediksi oleh Ginny, bukan begitu Dear?"

"Iya Mione, aku pernah bilang ke Harry bahwa kalian akan bersama, dan Demi Godric, Salazar, dan Voldymoldybloody!,, semua terjawab, hahahha selamat Mione," ucap Ginny sambil memeluk Hermione.

"Eweelele, fulamatht Miowwene" ucap Ron setelah berhasil menggigit daging (yang menurutnyasusah digigit -.-).

Hermione hanya tersenyum, dan memandang Lyph sebelum berkata,"Well terimakasih guys, dan bisakah kita memulai makan dengan tenang?"

Lyph sekali lagi hanya tersenyum.

"Hahaha tentu saja," ucap Ginny senang, dan mereka pun memulai sarapan seperti biasa, tanpa pertanyaan tentang Malfoy dan Granger.

Lyph masih menunggu Hermione sarapan sambil mengedarkan padangan kearah meja Slytherin, dan mendengar introgasi (yang sepertinya baru dimulai) Draco.

Aula besar Meja Slytherin

Rombongan Draco sudah selesai makan dan tinggal berbincang santai, setidaknya itu yang dikerjakan Theo dan Blaise.

"So,, kali ini kau tidak bisa dan tidak boleh menghindar Mate," ucap Theo mengancam Draco.

"Jelaskan pada kami, a-p-a y-a-n-g t-e-r-j-a-d-i?" Blaise memberi intonasi yang dalam pada beberapa kata terakhir.

Draco masih bungkam, namun telinganya menangkap suara Ify, "Dad, bicaralah, bilang saja kau dan Mum sedang menjalin hubungan serius, dengan begitu mereka akan diam,"

Draco masih menimang ide Ify itu, dampak yang akan ditimbulkan…reaksi dari…

"Atau kau lebih memilih Vitaserum?" ucap Blaise smirk sambil menggoyangkan sebotol kecil cairan yang ada ditangannya.

Theo menambahi,"Kau tahu Draco? Kau tidak perlu meragukan keaslian itu (ditudingnya botol bening itu), kau tahu pasti dari mana kami mendapatkannya."

"Kalian, licik!" Draco mendesis.

"Ahahahah we're Slytherin, kau lupa?"

"Dad, cepatlah, mereka sudah selesai (ucap Ify sambil memandang meja Gryffindor)"

"Haaah, jika aku menjawab dengan jujur, berikan ramuan itu! Aku tidak mau ambil resiko, aku cukup mengenal baik kalian," ucapnya sarkas.

"Bagaimana kami tahu kau tidak berbohong?" ucap Blaise.

Bletaaaak!

Theo mendaratkan pukulan kecil di kepala Blaise,"Memangnya kau mengenal Draco berapa lama sampai tidak bisa membedakaan dia berbohong?"

Draco menyeringai. "Awww tidak perlu sampai memukulku Nott, hmm baiklah deal, so tell us!" Draco menutup matanya dan memandang dua kawannya itu dengan mantap.

"Aku..dan Ganger, aa maksudku Hermione, menjalin hubungan sejak seminggu yang lalu, dan kami serius."

Kedua sahabat Slytherin itu terpaku, terkejut dengan berita itu. mereka memang mendengar kabar bahwa kedua ketua murid menjalin hubungan, namun berita itu musnah seiiring dengan dinginnya sikap keduanya setelah insiden takterduga beberapa bulan yang lalu. Masih dalam keadaan trans, Draco langsung mengambil ramuan vitaserum dan berdiri meninggalkan keduanya. Ify yang melihat ini terkikik, "Hihihi Dad lihat reaksi mereka? Mereka menggelikan," Ify memegangi perutnya menahan tawa.

"Biarkan saja Dear, ayo kita jemput Mum dan masuk kelas," ucap Draco menyeringai (lagi #apaTidakCapekYa?)

.

.

Meja Gryffindor

Lyph tersenyum lebih lebar mendengar percakapan beberapa saat lalu di meja seberang. Kini ia berfokus pada Hermione,

"Mum, sepertinya mereka sudah selesai."

"Heh? (Hermione yang sudah selesai makan menengok kearah meja Slytherin) kemana mereka?" gumamnya lirih.

"Siapa?" rupanya Ginny mendengarnya dan mengikuti arah pandang Hermione dan tersenyum.

"Ohhh jika yang kau maksud mereka adalah Malfoy, dia ada dibelakangmu Mione,"

Pernyataan Ginny sukses mengejutkan Hermione ia segera menoleh kebelakang,

"Dra..Umm Malfoy, sedang apa disini?"

"Menjemputmu, ayo kekelas!" ucapnya dengan nada memerintah.

"Harry, Ginn, Ron, kami duluan," Hermione hendak melangkahkan kakinya namun berhenti ketika Ron berdiri dengan lantang berteriak pada Malfoy sambil menudingnya dengan tulang yang masih berdaging itu, "Draco Lucius Malfoy, jika kau sakiti Hermione, mempermainkan perasaannya, atau membuatnya menangis karena kelakuanmu, kau akan berhadapan dengan kami, dan akan kupastikan aku yang akan memburumu sampai keujung dunia!" meski kelakuannya tidak elit, semua yang berada diruangan itu dapat merasakan Ron berkata sungguh-sungguh.

Harry dan Ginny menepuk jidat mereka #authorJugaTepokJidat, menyayangkan kelakuan sahabat dan kakaknya yang kelewat bodoh atau bagaimana. Hermione dan Draco terpaku ditempat, mata Ify dan Lyph membulat tak percaya, dan yang lebih mengejutkan, teriakan Ron yang (tanpa ia sadar) membuat aula besar menjadi sunyi.

Tap tap..

kesunyian itu masih berlangsung, pun ketika terdengar suara lengkah kaki meninggalkan ruangan. Hermione mulai menguasai dirinya dan segera meninggalkan aula besar dengan muka yang memerah sambil terus bergumam, "Bodoh bodoh bodoh kau Ron".

Sedangkan Draco dan Ify, entah kenapa keduanya menyeringai dan Draco berbicara dengan tegas, jika dilihat dari matanya, ia tidak memiliki keraguan dalam setiap perkataannya.

"Tak perlu sampai memburuku Weasley, jika aku melakukannya maka aku sendiri yang akan mengantarkan nyawaku untuk kau habisi." Ucapnya sambil menatap mata Ron, dengan senyuman tipis Draco menyusul Hermione.

.

Dapat kau bayangkan yang terjadi di aula besar?

Yap. Kehebohan mulau menguar satu persatu dari bisikan para murid yang masih menyantap sarapannya itu. Ron kembali duduk dan melanjutkan makan tanpa dosa. Harry dan Ginny sweatdrop melihat kelakuan calon kakak ipar dan kakaknya itu.

Sedangkan aula itu kini mulai ramai seperti awal, hanya saja topik mereka hanya ada satu, Malfoy dan Granger menjalin hubungan? Damn Earth! Siapa yang tidak akan heboh, mengingat hubungan keduanya yang sudah menjadi sejarah Hogwarts, bahkan para Prof. pun tak mau kehilangan ambil bagian untuk tidak membicarakannya. Mereka senang, keinginan Albus sudah semakin dekat.

.

.

. Dikoridor.

"Granger! Tunggu, bisakah kau tidak berjalan seperti itu?"

Draco mengejar langkah kecil Hermione, Ify dan Lyph sudah berada di bahu Hermione.

"Mum.. sepertinya Dad mau bicara, pelankan langkahmu, kau bisa terjatuh," ucap Ify lembut.

"Mum..kau habis makan, tidak baik untuk kesehatan jika berjalan cepat seperti ini. Berhentilah," Lyph membuka mulutnya dan berkata cukup panjang.

Seketika Hermione merasa luluh dengan ucapan kedua anaknya, terlebih Lyph yang tidak pernah bicara panjang lebar kini menasehati Hermione tentang kesehatannya. Ia pun berhenti.

Tak butuh waktu lama untuk Draco menghampiri Hermione,

"Kau ini..hei kenapa Weasellbee berkata seperti itu tiba-tiba?"

'Apa Weaselbee tahu tantang pernyataanku pada Theo dan Blaise, namun kenapa secepat itu?' ucap Draco penasaran dalam hati.

"Mereka selalu bertanya kenapa ini kenapa itu, karena kesal dengan rentetan pertanyaan yang sama, aku mengatakan pada mereka bahwa kita sedang menjalin hubungan, itupun aku bilang pada mereka harus merahasiakannya, dan jangan tanyakan aku atas tindakan tidak rasional yang dilakukan oleh Ron, terlebih bertanya tentang perkataannya," ucap Hermione dalam satu tarikan nafas panjang.

"Ooooo? Hmmm..Jika ingin seperti itu kenapa kau tidak bicara padaku Dear?" seringai itupun muncul lagi.

"Kau hanya tinggal memintanya dan aku akan mengabulkannya menjadi kenyataan Mione," suara lirih Draco terdengar merdu di telinga Hermione.

Namun, Hermione mendelik pada Draco yang dari tadi menyeringai,

"Lupakan Malfoy, kau! Teganya kau, bahkan disaat seperti ini," ucap Hermione cemberut dan akan melangkahkan kakinya.

Draco cekikian sendiri sampai Lyph berbicara dan membuat tawa Draco dan langkah Hermione terhenti, "Dad,, kau keterlaluan, bukankah kau juga melakukan hal yang sama? Tanpa izin Mum mengakui bahwa Mum dan Dad sedang menjalin hubungan serius kepada Nott dan Zabini?"

Wajah kesal Hermione kini beralih ke wajah tampan Draco, dan Hermione kini merasa berada diatas angin," Wah..wah.. ternyata kau ingin menjalin hubungan denganku eh? Hubungan serius? Bukan begitu Draco Lucius Malfoy?" ucap Hermione sambil mendekati Draco.

Draco kesal, ia menatap Lyph dan berkata dalam pikiran, " Kau…Anak Mami" Lyph pun membalas sambil menyungingkan seringai (#ahhBaruSemingguUdahKetularanMalfoy),

Draco mendengus, apa lagi setelah melihat Ify tertawa terbahak-bahak.

"Ifritya ikut aku!" Perintah Draco sambil berjalan menjauhi ibu dan anak yang bersekongkol mengerjainya.

"Aaa Yes Sir!, Mum sampai bertemu nanti, hihih, Daaa Lyph" suara Ify terdengar riang.

"Hahaha Yes Dear, see u soon, kau lihat tadi wajar Dad? Menggelikan, well thanks for my hero," ucapnya sambil menatap Lyph yang berada sejajar dikepalanya.

"Its fine Mum," balas Lyph singkat. "Sebaiknya kita susul Dad dan Ify, kelas sebentar lagi dimulai," imbuhnya.

"Ya, kau benar, ayo,"

Mereka pun berjalan menyusul Draco yang sedang menahan malu karena senjata yang diluncurkannya nyatanya menghantamnya sendiri.

.

.

Draco's Pov

Hmm..kenapa pemikiran kami sama?

Huh kenapa pula aku harus bilang pada Theo dan Blaise, hubungan serius heh?

Hubungan serius? Sepertinya aku melupakan hal penting mengenai hubungan serius,

"Dad, kau kenapa? Kau berjalan cepat sekali, Kau marah pada Lyph?" suara kecil Ify terdengar ditelinga kananku.

"Hm..tidak If, hanya saja ketika Lyph menyinggung hubungan serius, Dad teringat sesuatu," ucapku untuk membalas Ify.

Tiba-tiba saja kuhentikan langkahku, mulutku menganga dan aku sangat terkejut mendapati ingatanku yang hilang temporer, ya kata-kata dari Dad (Dad ku tentunya) setelah aku bangun diwaktu kejadian konyol itu,

"….saat upacara kelulusan, bawalah seseorang yang akan menjadi istrimu kelak. Kami tidak memperdulikan dia darah murni atau tidak, yang jelas, dia haruslah istimewa dan tidak akan mempermalukan nama Malfoy."

Damn! Aku benar-benar lupa, dan kini… mataku memandang Ify dengan horor, ia juga menatapku dengan pandangan yang kebingungan atas sikapku yang tiba-tiba terkejut.

"Setelah kejadian tadi, ap..apa yang akan dipikirkan mereka If?" tanyaku pada Ify, meski aku sendiri sudah mengetahui jawabannya.

"Mereka akan menyambut Dad dan Mum sebagai pasangan tentunya," Ify rupanya mengerti apa yang kumaksud.

.

.

Pasangan? Pasangan? Aula besar? Semua murid…keras..pernyataan Weaselbee, pernyataanku tadi, oh tidak disana ada Professor dan pengajar, pasti tak lama lagi mereka akan datang.

Oh tidak, bagaimana ini?

Draco's Pov End

To be Continued.

well, akhirnya selesai juga

ada yang bisa nebak mereka itu siapa?

Sepertinya sudah terbaca ya? Ini versi duanya, saya buat 2 versi, namun setelah dipertimbangkan versi dua lebih cocok diupload heheh, hope you enjoy this.

Tell me if you find mistakes, I'm just human afterall :3

We never know that we made mistake if we never try do something, right?

-learning by doing-

So

Would you mind to give me improvment ? :D

Thanks for your visit and appreciation, also my hug for

larastin . Merrya Narcissa Bellatrix . Redmaroon . Ratih . Guest 3x . Supertrapnew.

.

Best regrads,

PL Therito

D.I.Y /Friday/5th/2013/