"Oi Sougo !"

Di balik penutup mata sebenarnya Sougo sudah terbangun namun ia tetap diam dan berpura-pura tidur sampai si pemilik suara mendekatinya

"jangan mengabaikanku !" Hijikata mendekatinya dan membungkukkan badannya "bangunlah...kita punya kasus baru " Hijikata mendekatkan wajahnya ke bawahannya yang sedang berbaring "oi, Sougo" ulangnya menunduk lebih dekat

Entah apa yang dipikirkan remaja berambut coklat tersebut,saat Hijikata lebih mendekat lagi tangan kanannya naik dan merangkul pemuda yang lebih tua darinya tersebut lalu di saat bersamaan tangan kirinya membuka penutup mata

"!?" pupil biru Hijikata melebar saat kepalanya di dorong oleh tangan Sougo yang melingkar di lehernya belakangnya dan membuatnya kehilangan keseimbangan hasilnya tanpa sengaja bibirnya mendarat di bibir Sougo

Tapi untuk Sougo kejadian itu bukan karena tidak sengaja namun karena keinginannya. Ia tahu kalau ciuman ini karena perbuatannya tapi permasalahannya adalah kenapa?

"a,apa-apaan kau !?" segera Hijikata merebahkan tubuhnya ke belakang untuk menjauh dari Sougo "kanapa kau menarikku ?" wajahnya bersemu merah, tangannya berusaha menutupi wajahnya namun masih saja terlihat semenjak rona merah tersebut menyebar sampai leher dan telinganya "ngelindur apa sih?"

Benar ngelindur apa dia sampai dia mencium laki-laki yang di bencinya sampai ingin di bunuhnya tersebut. Sejenak ia memegangi bibirnya masih ada sensasi sentuhan, jujur saja ia juga terkejut dengan tindakannya

"...entahlah" jawabnya tak menunjukkan perasaannya "jangan dipikirkankan, laki-laki populer sepertimu pasti sudah terbiasa bukan ?" katanya menunjukkan senyum tipis sebelum ia bangkit berdiri

"...apanya yang terbiasa ?" rona merah di pipi Hijikata mulai menepis sebagai gantinya ia benar-benar kaku dan gelisah sekarang "ber,berhentilah main-main dan ikut aku ke TkP" katanya sambil menyalakan rokok yang tak kunjung bisa menyala karena pematik mayonesnya itu hampir jatuh dari tangannya setiap kali ia mengerakkan jarinya untuk memutar pematik

.

.

.

...

Seperti biasa insting Sougo yang tajam membuka misteri kasus pembunuhan berantai si dewa penjabut nyawa. Dengan nekat mereka memakai sampan untuk mendatangi kapal pengangkut mayat yang dimaksud

Terlihat si mata empat dan china sedang membicarakan sesuatu mengenai kejahatan Gintoki di masa lalu lalu tiba-tba gadis berlogat aneh tersebut membicarakan mengenai masa depannya, tentang tidak dan ada yang akan menikahinya kerna telah bersengkongkol dengan penjahat atau sejenisnya

" bagaimana kalau denganku ?" timpal Sougo setelah sampan mereka cukup dekat "aku punya uang dan pekerjaan, setidaknya aku bisa menghidupimu" katanya sambil tersenyum dengan senyum paling kerennya ke gadis China. Dialog tersebut seolah seperti lamaran dan entah kenapa membuat Hijikata mengeluarkan senyum masam

.

.

.

"su,sudah kami bilang disini tidak ada apapun selain mayat!" teriak Shinpachi yang masih berusaha menyamar dengan menutupi wajahnya dengan kain

Sougo mengabaikannya juga mengabaikan tong yang bergerak memutar kesana-kemari, tidak perlu ditanya kalau di dalamnya adalah atasan dua anak tersebut dan mungkin seseorang yang tidak mengatakan apapun mengenai itu

Saat ia akan mengulurkan tangannya membuka tong tersebut Kagura memberinya tendangan meloncat dan dengan mudah ia menghibdari serangan bodoh tersebut. Saat pandangannya smpai di pojokkan ia menemukan Hijikata yang gelisah melirik kiri kanan ah, benar juga setiap kali aku membuka tong mayat di depannya ia akan mengalihkan pandangannya pikirnya sambil tersenyum evil

"na, Hijikata-san" panggilnya "kenapa tidak kau membantuku untuk memeriksa setiap tong ?"

"glek!" pundak Hijikata melonjak sedikit mendengarnya

"Hijikata-san jangan katakan kalau kau takut hantu yang mungkin akan berkeliaran di sekitar mayat"

"ti,tidak...aku hanya jijik melihat mayat" balas Hijikata sok berani dan mulai mendekati tong yang dari tadi berputar

Ia membuka tong tersebut dan yang muncul adalah Gintoki yang berlumuran darah sambil mengatakan aku akan mengutukmu sampai tujuh turunan

*WIING* *NRUUK*

Seperi kucing Hijikata melompat sangat jauh dan berakhir masuk ke dlam tong lainnya

"Hijikata-san...disana juga tempat mayat"

"ti,tidak ini jalan menuju kerajaan mayones" balas Hijikata dengan suara bergetar

.

.

.

Gintoki dan yang lainnya sedang sibuk bertarung. Sedangkan mereka yang Shinsengumi hanya diam mengamati dari jauh Sougo tidak berkata bantak, jujur saja ia tidak tertarik dengan masalah orang-orang tersebut

Salah satu tong terjatuh dan mengelinding mendekatinya, di perkatikan itu adalah tong dimana Hijikata tadi masuk karena saking terkejutnya oleh Danna. Ia mendirikan tong tersebut dan menegok isinya

Di dalam Hijikata duduk melipat kakinya dan membeku di dalam, Sougo tidak menyangka kalau Hijikata benar-benar akan setakut itu

"Hijikata-san" ia mengulurkan tangannya "mau sampai kapan kau didalam sana?"

Uluran tangannya di sambut oleh tangan Hijikata yang pucat dan dingin karena keringat dingin tentunya "te,terima kasih" ucap Hijikata tanpa pikir panjang

Sougo bisa merasakan tangan terseut bergetar, samar-samar juga ia bisa mendengar detak jantung Hijikata yang memompa dengan cepat "hei..." tanpa sadar Sougo meletakkan tangannya ke pundak pemuda yang lebih tua darinya itu. Dia masih tidak habis pikir kalau pria dewasa di depannya ini masih sangatlah polos untuk sampai bisa takut dengan hantu dan sejenisnya di umurnya yang segini

"ba,bagaimana dengan Yorozuya ?" tanya Hijikata berusaha mengalihkan perhatian Sougo untuk kembali ke pekerjaannya dan melupakan kejadian memalukkannya "sebaiknya kita—"

*GREP*

Sougo tiba-tiba memeluk Hijikata dengan kedua lengannya dan sangat erat. Pemuda yang lebih tua hanya diam menerima pelukan tersebut dengan wajah kebingungan "?" tapi entah kenapa lengan Hijikata juga bergerak sendirinya, membalas pelukan tersebut

.

.

.

entah kenapa melihat Hijikata yang seperti itu membuatnya iangin memeluknya dan melindunginya. Apa yang dipikirkannya?, Hijikata adalah laki-laki yang merebut semua yang dimilikinya dan seseorang yang ingin di bunuhnya

setelah mengantar Saemon bertemu dengan Trio Yorozuya. Hijikata dan Sougo berjalan kembali menuju markas mereka. Ingin rasanya ia menusuk matanya sendiri karena saat melihat Hijikata tersenyum ke bawah dimana orang-orang itu saling berpelukan dengan bahagia karena telah melewati cobaan yang berat. Dia menemukan kalau dirinya menginginkan senyuman lembut tersebut.

"aku membencinya, tapi...apa-apaan ini?" gumamnya di kamar mandi

Semenjak kejadian kemarin, ia benar-benar galau. Pikirannya tidak bisa jernih dan tak bisa ia kembali bekerja dengan keadaan seperti ini. Pikirannya benar-benar kacau.

Ia membiarkan guyuran air hangat dari shower menyadarkan dirinya . ia menuang Shampo lalu mengosokkannya ke rambut coklatnya setelah busa menutupi semuanya ia membilasnya terasa ia ingin membiarkan penat beban pikirannya itu mengalir bersama busa-busa tersebut

"Aneue...tidak mungkin bukan jika aku..."

Jatuh cinta padanya ?

.

.

.

Meski aku membencinya...

Dan sangat ingin darah merah segarnya itu melumuri pedangku

.

.

.

Aku menginginkannya

Laki-laki itu...

.

.

To be continue...