Day 2 Waiting, D-636 (Hyukjae), D-638 (Donghae)
Title : Thinking of You
A.I : Non!AU, Hurt/Comfort, T
.
.
Day 2, 'Thinking of You'
.
.
Author's POV
Donghae tersenyum, jemarinya menelusuri papan foto tersebut dengan hati-hati. Disana terdapat beberapa foto dirinya bersama dengan Hyukjae. Tatapannya melembut, dalam hati mengingat semua momen yang ada satu-persatu. Semua momen yang ia lewatkan berdua bersama Hyukjae, hanya berdua.
Ah, aku merindukanmu...
Donghae tertawa pelan atas pemikiran tersebut, meski suara tawa itu terdengar sedikit hampa. Baru satu hari lamanya, namun ia sudah merasa kesepian. Ia berusaha menghibur dirinya sendiri dengan kembali melihat foto-foto bersama Hyukjae, foto-foto dalam momen-momen indah dan bahagia.
Namun untuk setiap momen indah yang ia kenang, kemudian rasa sedih ikut menyertainya. Tatapannya kembali berubah sendu, mengingat bahwa momen-momen bahagia ini tidak akan terulang, terhenti hingga dua tahun yang akan datang.
Dua tahun... Ini akan menjadi dua tahun terlama dalam hidupku.
Beberapa jam lagi, ia akan berumur tiga puluh tahun. Usia tersebut menandakan bahwa ia sudah melewati setengah hidupnya bersama Hyukjae. Hampir setiap harinya, terus menerus. Tetapi kali ini mereka terpisah dua tahun lamanya. Dua tahun akan terasa begitu panjang.
Sejujurnya, Donghae tidak tau bagaimana ia akan menghadapi dua tahun tersebut. Sekarang, jika ia mengenang seluruh hidupnya, ia telah selalu bersama Hyukjae sejak lima belas tahun yang lalu. Ia bahkan tidak dapat mengingat jelas kembali bagaimana kehidupannya berlangsung sebelum ia bertemu dengan Hyukjae. Maka dari itu, ia tidak yakin jika ia akan dapat kembali ke kehidupan tersebut. Tanpa Hyukjae disisinya.
Tapi selama ia memegang janji itu, janji bahwa mereka akan kembali bersama lagi setelah ini, dan tak akan terpisah lagi untuk selamanya akan menguatkannya. Meski sulit, ia akan melewatinya, harus melewatinya. Ia akan terus menunggu hingga ia bisa bersama dengan Hyukjae sekali lagi. Jika lima belas tahun sudah ia lewati bersama Hyukjae, maka ia akan menggunakan segala memori indah selama itu untuk bertahan dari dua tahun yang akan datang tanpa Hyukjae.
Apalah arti dua tahun jika sepuluh tahun, dua puluh tahun, bahkan lima puluh tahun setelahnya akan ia habiskan bersama Hyukjae?
Mungkin memang klise, tapi Donghae kurang mempercayai yang namanya sekedar kebetulan. Ia tidak akan mengatakan sesuatu yang terlalu dramatis seperti ia mempercayai takdir yang menentukan semuanya, tapi satu hal yang pasti adalah ia percaya bahwa ini semua bukanlah kebetulan semata. Hyukjae yang terlahir lebih dulu di dunia untuk menemaninya, Hyukjae yang lebih dulu bergabung dalam SM untuk membimbingnya ketika ia ikut bergabung. Kali ini pun tidak berbeda. Ia tahu ketika ia pulang nanti, Hyukjae akan sudah ada disana. Menunggunya, siap untuk menemaninya, sebagaimana yang selalu Hyukjae lakukan.
Donghae meletakkan papan foto tersebut, kemudian berbalik kearah tas miliknya yang sedang ia siapkan sejak tadi untuk ia bawa. Ia menutupnya dengan yakin, dengan seulas senyuman yang sekarang dipenuhi rasa percaya diri. Sesuai janjinya juga, ia akan berangkat dengan seulas senyum.
Terkadang cinta itu sungguh lucu, dapat mengubah seseorang menjadi sungguh berbeda. Donghaepun merasa begitu. Ia yang selalu menyukai hujan, kini menunggu musim panas yang terik dan cerah.
Karena di bawah mentari musim panas itulah ia akan kembali bertemu dengan Hyukjae.
.
.
.
I figured out how to post from my phone. Which is nice, so now I can post an update even when I'm not home.
Tapi, dengan post lewat hp seperti ini, balas komen jadi lumayan mustahil. Karena itu aku minta maaf karena tidak akan membalas komen untuk fic ini. Tapi silahkan tetap curhat / tumpahin segala pikiran dsb, I'll read every single one of it as always, dan yang lain juga bisa baca. So we know we're not alone in this. Jika ada pertanyaan, dan sebagainya juga silahkan post aja aku akan mencoba menjawabnya.
Lastly, berhubung dengan hp aku bisa post hampir kapan saja, aku mau minta pendapat kalian. Kalian ingin aku post jam berapa setiap harinya?
Meet you guys tomorrow :) -Rey
