Desclaimer

Naruto © Masashi Kishimoto

A Choice © Misa Miyano

Rate : T

Genre : Romance/friendship *borong semua*

Pair : GaaMatsu, GaaSaku

Warning : Abalness, GaJeness, OOCness

Don't like Don't read.

Yo… saya balik lagi,, bawain chap dua dari A Choice. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih buat yang sudah review di chap sebelumnya… hm.. saya sudah balas lewat PM,

kritik dan saran dibuka lebar ^^, REVIEW ya,, ya,,

A Choice

~CHAPTER II~

Deg—jantung Sakura seakan berhenti mendengar hal itu. Ia merasa langit rubuh diatas kepalanya. Ia kaget, marah, sakit hati, dan semua perasaan bercampur aduk. Yang benar saja? Pemuda seperti dia, yang sangat ia sayang selama ini jatuh ke tangan seorang gadis yang sangat Sakura benci. Apa yang harus Sakura katakan pada Matsuri?. Kebenciannya pada Matsuri malah semakin bertambah.

'Kenapa, kenapa orang ini selalu ada dan mengganggu hidupku,' jerit Sakura dalam hati.

"Matsuri, selamat ya," ujar Hinata pada Matsuri.

"Terimakasih," jawab Matsuri sambil tersenyum yang jelas-jelas membuat Sakura muak melihatnya.

Semua yang ada di meja itu dengan senang hati mengucapkan selamat pada Matsuri yang mendapatkan kekasih baru. Sedangkan Sakura daritadi diam saja, tangannya yang sedang memegang gelas berisi strawberry milkshake terlihat sedikit meremas gelas itu. Ino heran melihat gadis yang ada di sebelahnya, kemudian menyenggolnya dan mengisyaratkan untuk memberi selamat pada Matsuri. Dan Sakura pun tertunduk lalu berkata pada Matsuri dengan senyum yang benar-benar dipaksakan.

"Selamat ya, Matsuri. Hm.. semoga kau langgeng dengan Gaara," ujar Sakura.

"Terimakasih, kau memang temaku paling baik Sakura," Matsuri menjawab sambil menepuk bahu Sakura.

'Masa Bodoh,' gerutu Sakura dalam hati.

"Aku ke toilet dulu," ucap Sakura sambil berlalu meninggalkan mereka.

"Kau tidak mau diantar? Biasanya kau minta aku mengantarmu," tanya Ino.

"Tidak usah," jawab Sakura singkat.

Di toilet

Sakura menepuk dahinya, lalu tangannya mengepal dan ia hantamkan ke dinding beberapa kali. Mengharap rasa benci, marah dan cemburunya mereda. Ingin sekali di berteriak sekencang-kencangnya, tetapi ia tahan sehingga membuat tenggorokannya terasa sedikit sakit. Harapannya untuk memiliki Gaara, sekarang tandas lagi. Seperti dulu saat dia suka pada Sasuke. Dan penyebabnya sama, yaitu Matsuri.

Ia memutar kran air lalu cuci muka setelah itu ia keluar dari toilet. Ia tidak belok ke arah kantin, tetapi ia langsung ke kelasnya untuk menghindari rasa muak saat melihat wajah Matsuri. Dikelas, hanya ada beberapa orang saat jam istirahat ini. Kebanyakan dari mereka berada di kantin, lapangan atau perpustakaan.

Sakura duduk dibangkunya dan mengambil sesuatu dari dalam tas nya. Ia mengambil i-pod kemudian menyalakannya dan mendengarkan lagu-lagu yang sekiranya bisa membuat dirinya tenang.

*skip time*

Hari ini Sakura pulang dijemput kakaknya Sasori. Seperti biasa, setelah mengucapkan salam perpisahan dengan sahabatnya, kecuali Matsuri dia langsung menghampiri kakaknya dan pulang.

Di jalan, biasanya Sakura selalu menceritakan kejadian-kejadian yang ia alami tadi di Sekolah pada Sasori. Tetapi tidak untuk hari ini, Sakura dari tadi hanya diam saja. Sasori yang heran melihat kelakuan adiknya yang tidak biasa ini pun angkat bicara.

"Sakura, kau baik-baik saja kan?"

"Hn, ya," ucap Sakura singkat.

Sasori hanya mengangkat bahu setelah mendengar jawaban dari adiknya. 'Mungkin dia ada masalah,' gumam Sasori dalam hati.

*skip time*

Sakura menutup pintu kamar lalu dikuncinya. Setelah itu ia membaringkan tubuhnya yang masih mengenakan seragam sekolah. Matanya menerawang keatas, mengingat kejadian pagi tadi saat istirahat.

'Matsuri, kekasih Gaara. Bagaimana bisa?' Sakura bertanya-tanya dalam hati.

'Setelah Sasuke, sekarang Gaara. Kenapa dia itu selalu saja mengganggu hidupku,' gumam Sakura lagi.

Perlu diketahui. Sakura benar-benar membenci Matsuri, teman sekelasnya itu. Saat pertama masuk ke Konoha JHS, mereka memang berteman baik. Tetapi setelah beberapa lama Sakura tidak nyaman berteman dengan Matsuri. mulai saat mereka duduk di kelas VIII Matsuri selalu meniru apa yang Sakura lakukan. Sampai sekarang, Matsuri melakukan itu juga pada Ino. Dan yang paling parah, siapapun pemuda yang disukai Sakura, Matsuri pun sama menyukainya.

Yang pertama Sasuke. Sakura sudah mengalah pada Matsuri yang juga suka pada Sasuke. Dan sekarang, Gaara. Pemuda asal Suna yang pintar, tampan, dan ramah itu juga Matsuri ambil. Sakura tidak terlalu menunjukkan rasa bencinya pada Matsuri, karena dia tidak mau repot-repot jira nantinya berujung pertengkaran dan permusuhan. Makanya, sampai Semarang Matsuri masih tidak menyadari bahwa Sakura itu membencinya.

Sakura mengambil nafas panjang dan membuangnya lagi. 'Huh, sudahlah. Tidak ada lagi kesempatan bagiku,'.

*skip time*

Hari minggu di Perumahan Namikaze 06:30 AM.

"Bu, aku mau keliling komplek dulu ya?" teriak Sakura pada ibunya yang ada di dapur.

"Ya, hati-hati," jawab ibunya.

Sakura pun bergegas mininggalkan rumah untuk jogging di pagi hari sekadar mengelilingi komplek perumahan. Pagi ini ia mengenakan t-shirt putih dengan celana pendek berwarna merah muda.

Sesekali dia melambaikan tangan dan melempar senyum pada orang-orang yang sedang berjalan, atau berpapasan dengannya. Tetapi dia heran, pagi ini dia tidak melihat Gaara. Biasanya, pemuda itu juga selalu jogging tiap hari minggu.

'Kemana dia, ya?' gumam sakura dalam hati.

*skip time*

Tinggal beberapa langkah lagi, Sakura sampai dirumahnya. Keringat yang bercucuran di dahi dan di lehernya dia keringkan dengan handuk kecil yang ia bawa.

Saat memasuki gerbang rumahnya, Sakura kaget. Di teras rumahnya terdapat sosok gadis yang sedang berbincang dengan ibunya. 'Siapa dia?' tanya sakura dalam hati. Dia pun mempercepat langkahnya.

"Nah itu dia Sakura!" sambil menunjuk Sakura, ibunya berbicara.

Gadis tadi menoleh ke arah yang ditunjuk oleh ibunya Sakura. Dan ternyata yang datang adalah Matsuri. Sakura langsung sweatdropped melihat siapa gadis itu. 'Ngapain tuh anak dateng pagi-pagi gini?' gerutu sakura dalam hati.

Ibu sakura meninggalkan Matsuri dan Sakura yang sekarang sedang duduk di kursi. Matsuri pun mengutarakan maksud dan tujuannya datang ke rumah Sakura.

"Sakura, boleh kan aku minta tolong?" pintanya.

"Hah? Tolong apa?" Sakura malah bertanya balik.

"Ini ada hubungannya dengan Gaara," tutur Matsuri.

"Oh, ya?" Sakura melirik ke arah Matsuri.

"Sakura aku serius. Tolonglah, kumohon?" *puppy eyes no jutsu*

"Hm.. baiklah," dengan wajah yang benar-benar muak Sakura mengindahkannya. Tadinya, Sakura tidak mau dimintai tolong oleh Matsuri. Tapi, entah kenapa Sakura mau saja saat Matsuri bilang ini ada hubungannya dengan Gaara.

"Ini, tolong berikan surat ini pada Gaara bagaimanapun caranya," Matsuri menyodorkan sepucuk kertas pada Sakura.

"Su.. surat? hahahaha," tawa Sakura meledak.

"Ada yang lucu?" tanya Matsuri yang cengo melihat Sakura tertawa.

"Hm, tidak. Hanya saja, kau tahu kan ini zaman modern. Kau bisa mengirim pesan pada Gaara lewat SMS, e-mail atau sejenisnya! tidak usah pakai surat segala," tutur Sakura yang masih cekikikan.

"Itu dia, semalam Gaara tidak membalas SMSku,"

"Oh, ya sudah. Mau apa lagi sekarang?"

"Tidak, aku mau pulang saja. Terimakasih sebelumnya ya?"

Matsuri langsung saja pulang kerumahnya tanpa pamit pada ibunya Sakura dulu.

Sakura memandang kertas binder yang dilipat itu, dia bingung bagaimana caranya memberikan surat itu pada Gaara.

Sakura POV

Ya ampun. Bagaimana ini, apa aku harus ke rumah Gaara hanya untuk memberikan surat ini? TIDAK! aku tidak akan melakukan hal itu. Cih, tapi bagaimana?

Hm.. apa aku kirim SMS saja pada Gaara ya? itu kan lebih gampang. Tapi, aku kan tidak punya nomor telpon Gaara.

_TBC_

author notes :

Haaaaah,, cape juga ngetik. Eh, iya saya lupa... di chap I nada deringnya Matsuri itu lagunya Nightmare yang Alumina. Yang suka death note pasti tau..

REVIEW PLEASE? *hopeless* FLAME? silahkan asal jangan pake kata-kata kotor, cukup kritik aja