Author : Hunhun

Title : One More, Way To Love

Genre : Hurt, Comfort, Sad, Romance, Friendship

Length : Chapter

Main Cast : Jungkook & Yugyeom

Support Cast : All member BTS / Bangtan boys and GOT7

Hai, author kembali setelah sekian lamanyaaaa…. Hehe ^^ semoga di part ke dua ini kalian suka ne. Thanks buat para readers yang udah sempatin untuk baca plus comment di FF aku. BTW, ini kali pertamanya aku mencoba pair yang bukan didalam satu group. Hope you all like my story, happy reading ^^

NB :This story is mine and all cast belongs

to their parents & the company

.

.

Part Two

"I just want it you to know, baby.. The way you are right now

Can you come closer as the person you are right now?"– Kim Yugyeom

.

.

Jungkook's POV

Setelah makan malam tadi, aku terburu-buru menuju kamarku. Aku segera menuju kasurku, lalu membuka password ponselku. Kubuka chat yang sempat kubiarkan sebelumnya.

"Kookie-ah, sedang apa?"- [Kim Yugyeom]

Aku heran, kenapa aku harus kaget saat dia mengirim pesan singkat tersebut? Padahal, beberapa hari lalu chatingan. Aishh… ini pasti gara-gara membuka video tadi, babo-ya. Aku pun segera membalas pesannya tersebut.

"Sorry for late reply."

"Tidak sedang melakukan apapun, hanya lagi tidur-tiduran saja."

"Sedangkan kamu tengah melakukan apa?"

Saat aku baru akan melepas ponselku, pesanku langsung dibalas olehnya dengan cepat. Aku pun segera membacanya. Entah mengapa, hanya membaca pesannya membuatku merasa senang. Pipiku sedikit terasa panas, pasti merona. Untung saja aku sendirian, bila tidak aku akan jadi guyonan hyung deul. Kubalas pesan tersebut setelah beberapa menit lalu aku terdiam sejenak.

"Ahh.. I see, sama halnya denganmu."

"Oh ya, apa kamu ada punya waktu besok?"

"Bila iya, maukah kamu menemaniku jalan keluar besok?" - [Kim Yugyeom]

In the same time at other side

Yugyeom's POV

Aku menunggu balasannya sejak tadi, namun tak kunjung mendapatkan balasan darinya. Aku mengetuk-ngetuk punggung ponsel ini dengan jari telunjukku. "Apa ia tertidur?" Gumamku sembari melirik jam dinding. Mungkin iya bisa juga tidak, bukankah tadi dia ada membalas pesanku sebelumnya. Kuhela nafasku panjang, sesaat aku berniat menaruh ponsel ini keatas nakas meja tidak lama pesannya masuk. Aku pun segera membuka pesannya, senyumku mengembang saat membacanya.

"Aku besok kosong, boleh saja bila jalan keluar."

"Sudah lama juga kita tidak keluar berdua."

"Besok jalan kemana?" - [Jeon Jungkook]

Kubalas pesan tersebut, "Akan kuberitahu nanti. Besok jam 10, kutunggu di tempat biasa."

"Baiklah, sampai ketemu besok. Jaljja-yo.." - [Jeon Jungkook]

"Ne, jaljja-yo." Balasku singkat. Akupun segera meletakkan ponselku keatas meja samping tempat tidur. Senyumku tidak lepas sejak balasan darinya, entahlah aku hanya merasa senang saja. Aku pun memejamkan mataku, diriku tidak sabar menunggu hari esok.

.

.

Keesokan harinya

Diriku menunggunya disalah satu halte terdekat dorm kami. Dimana tempat ini, Aku dan Jungkook bertemu dulu. Kami sering seperti itu bila janjian untuk ketemu. Kulihat jam di alrojiku yang sudah menunjukkan waktu 10:10 KST. Seperti biasa, ia pasti akan telat dari jam yang dijanjikan. Aku sudah terbiasa dengannya yang seperti itu.

"Maaf aku telat." Ucapannya membuatku melepaskan mataku dari alroji tersebut. Aku membalas ucapannya dengan sebuah senyuman kecil. "Ne." balasku singkat. Dirinya terkekeh, lalu langsung duduk disebelahku. Kuberikan sebotol air mineral itu kepadanya, ia menerimanya. "By the way, kita akan kemana?" Tanyanya sembari menatapku. "Entahlah, aku juga tidak tahu." Balasku sembari mengangkat bahuku. Dirinya mengerjapkan matanya dengan lucu. Terkadang aku merasa ia sangat lucu dengan mata bulatnya itu. "Eh? Ish… mana mungkin kau tidak tahu, bukankan kamu kemarin mengajakku jalan?" Tanyanya.

"Hem… sejujurnya, aku tidak punya tujuan akan kemana. Entahlah, tiba-tiba aku ingin ketemu denganmu. Lagi pula sudah lama kita tidak jalan, bukan?"

"Aigoo.." Serunya, "Iya memang sudah lama kita tidak bertemu." Ucapnya lagi sembari terkekeh. Diriku membalas ucapannya dengan senyuman. "Kamu sungguh tidak tahu?" Tanyanya. Aku menganggukkan kepalaku, "Kanu punya ide?" tanyaku. Dirinya menggelengkan kepalanya.

"Mmm… Bagaimana bila kita pergi ke bioskop?"

"Boleh."

"Oke, kajja." Ucapku setelah kulihat bus yang akan kita tumpangi tidak juah dari halte. Setelahnya, kami masuk kedalam. Tidak banyak yang mengenali kami, tentu saja karena kita tidak mempublish wajah kami secara terang-terangan.

.

.

Author's POV

Semenjak saat mereka kembali bertemu, sudah banyak hal yang dilakukan setelahnya. Hari-hari dimana mereka sesekali keluar lagi bila ada waktu senggang, hanya berdua. Terkadang mereka sampai lupa waktu untuk kembali ke dorm. Bila dihitung-hitung sudah hampir sekitar 3 bulan mereka menjalani kegiatan jalan berdua. Jungkook yang sejak tadi tengah berkutat dengan ponsel miliknya tidak menyadari keberadaan Taehyung. "Hei, maknae" Seru Taehyung, namun yang dipanggil tidak membalasnya. Jungkook masih asik dengan ponsel sembari tersenyum simpul.

"Kookie!"

"…"

"Maknae bergigi kelinci!"

"…"

"JEON JUNGKOOKKK!" Serunya dengan suara yang cukup kencang dan langsung dibalas oleh Jungkook. "Yak! Taetae hyung, tidak perlu berteriak bisa kan? Aigooo…" Serunya sembari mengembungkan mulutnya. Kedua jari telunjuk milik Taehyung menusuk pipi Jungkook hingga sang empu meringis. "Hyung sudah memanggilmu hingga sejak tadi, namun kamu mengabaikanku." Serunya sembari memajukan bibirnya beberapa centi. Jungkook menggerjapkan matanya bingung, "Benarkah? Tapi aku tidak merasa hyung memanggilku." Ucapnya. "Ya ampun, kamu ini masa tidak mendengarnya? Makanya, jangan terlalu focus dengan ponselmu nanti lama-lama kau bisa tuli." Ucap Taehyung asal. Jungkook memutarkan bola matanya, "Ayolah.. hyung! Darimana hubungannya focus dengan ponsel bisa jadi tuli? Hyung itu aneh apa bodoh sih? Ck." Serunya.

"Kejadian tadi buktinya, kamu tidak mendengar suaraku yang memanggilmu."

"Ck, terserah apa kata hyung deh."

Drrtt… Ponsel Jungkook bergetar, tanda ada pesan masuk. Ia pun segera membuka pesan tersebut tanpa melihat nama pengirimnya. Jungkook pun kembali focus dengan ponselnya yang sesekali tersenyum. Taehyung sejak tadi tidak berpindah dari tempatnya memperhatikan gelagat Jungkook yang dirasa aneh menurutnya. Ia pun penasaran, lalu mencoba mengintip apa yang tengah difokuskan Jungkook. "Hyung, apa yang kau lakukan?" Ucap Jungkook yang segera mengunci homescreen ponselnya. "Yak, pelit sekali kamu ini." Gerutu Taehyung, "Kamu lagi chat dengan siapa sih? Sampai senyam-senyum seperti itu." Ucapnya.

"Tidak ada, sejak kapan aku senyam-senyum sendiri?" Elak Jungkook.

"Sejak tadi."

"Perasaan hyung saja."

"Ngaku saja, kamu chat sama saja?"

"Tidak ada."

Taehyung menyipitkan matanya, "Hyung tahu… Jangan bilang kamu sudah punya pacar ya? Ayo ngaku." Serunya. Jungkook terdiam sesaat, "Aku masih single hyung, ini chat dengan teman." Ucapnya. "Bohong, pasti lebih dari teman. Coba kalau begitu hyung lihat isi chatnya." Seru Taehyung sembari tersenyum jahil. Taehyung mencoba mengambil ponsel yang ada ditangan Jungkook. Sang empu dengan cekatan menyembunyikannya di belakang punggung. Terjadi lah kericuhan kecil di ruang tengah dorm mereka.

"Yak! Kalian berisik sekali."

Suara berat Namjoon cukup membuat mereka menoleh kearah pintu dorm. Namjoon yang baru saja kembali dari studio harus disuguhi dengan keributan kedua maknae itu. Mereka berdua hanya tertawa kecil tanpa dosa. Namjoon tidak mengidahkan keduanya langsung menuju kamarnya. "Hyung jauhkan tanganmu." Seru Jungkook sembari mencoba berdiri, hingga ia berhasil. Taehyung hanya mengerucutkan bibirnya, "Dasar magnae pelit! Awas kau nanti." Serunya. Jungkook menjulurkan lidahnya, lalu segera menuju dapur.

.

.

Di dorm tetangga, tidak jauh berbeda. Hanya saja kebetulan suasana disana sedang sepi, banyak yang lagi keluar. Yugyeom pun mendudukan bokongnya dipinggir Kasur setelah lama berbaring. Direnggangkan tubuhnya yang dirasa kaku tersebut, lalu mengecheck ponselnya sejenak.

"Sedang apa?" - [Jeon Jungkook]

"Eopseo-yo, wae?" - [Kim Yugyeom]

"Ani-yo, hanya bertanya saja."- [Jeon Jungkook]

Yugyeom's POV

Diriku heran, tidak mungkin hanya sekedar bertanya. Karena aku yakin ada sesuatu yang ingin dia katakan. "Benarkah? Aku tidak yakin, ada apa sebenarnya?" Balasku.

"Hehehe… Apa aku terlihat jelas? Sepertinya iya. Mmm… Apa kamu ada waktu keluar sebentar?" - [Jeon Jungkook]

Kubalas pesan tersebut, "Ada aja, kebetulan aku sedang tidak ada kegiatan. Mau kemana?'"

"Ke supermarket, aku diminta tolong untuk membeli beberapa bahan makanan oleh Jin hyung." - [Jeon Jungkook]

"Ne, aku siap-siap dulu ya."

"Okay, aku tunggu di tempat biasa." – [Jeon Jungkook]

Aku pun segera bangkit berdiri menuju kamar mandi, lalu tidak lama menggantikan pakaianku. "Yugyeom-ah, kau mau keluar?" Ucap Bambam hyung. Aku membalasnya dengan deheman pendek sembari menata rambutku didepan cermin. "Hyung ingin menitip sesuatu?" Tanyaku saat sudah diambang pintu. "Belikan beberapa minuman ringan untukku." Ucapnya yang melihatku sebentar. "Ne hyung, aku pergi dulu." Pamitku yang kemudian menutup pintu kamar tanpa menunggu balasan dari Bambam hyung. Aku pun segera keluar dari dorm, menuju tempat biasanya ia menungguku. Awalnya kupikir dia belum datang, namun ternyata ia sudah berada disana. "Jungkook-ah, sudah lama disini?" Tanyaku sembari menepuk pundaknya pelan. Kulihat dirinya setengah terkejut akan kehadiranku, sepertinya ia tengah melamun. "Eoh! Kau mengagetkanku." Ucapnya sambil mengerjap matanya. Melihatnya seperti itu membuatku tidak tahan untuk mencubit kedua pipinya. "Aigooo.. Kookie ini, mengapa kamu begitu mengemaskan seperti kelinci? Hem…" Seruku sembari jemari-jemari ini mencubit pipinya. Diriku tertawa renyah saat ia melepas paksa tanganku. "Ck, sakit tahu!" Serunya, "Dan satu hal lagi, aku tidak seperti kelinci." Ucapnya lagi dengan mengembungkan kedua pipinya. Benar-benar mengemaskan dirinya, entahlah aku selalu tertawa melihat kelakuannya.

"Bagiku, kamu seperti kelinci yang manis dan menggemaskan."

"Ck, terserah aja deh."

"Hahaha.. sudahlah, jangan marah seperti." Ucapanku diabaikan olehnya, ia memutarkan bola matanya dengan malas. Diriku hanya terkekeh, "Oh ya, bukankah kamu mau ke supermarket? Kajja, sebelum hari menjadi gelap." Ucapanku dibalas olehnya dengan anggukan kepalanya.

.

.

Tanpa terasa hari sudah mulai gelap, kami pun memutuskan untuk kembali ke dorm. Kami pun memutuskan untuk berjalan kaki. Sebenarnya, jarak dari supermarket menuju dorm cukup jauh. Namun entah kenapa kami memilih cara ini. Selama perjalanan, tidak ada kata sedikit pun yang kami ucapkan. Baik ia maupun diriku hanya menikmati perjalanan ini. Entahlah, mungkin telah kehabisan topik untuk di ucapkan. Kulihat dirinya yang berada selangkah di depanku, lalu melihat sejenak barang belanjaanku dan juga miliknya ditanganku. Entah apa yang ada didalam pikiranku, diriku tanpa sadar menghentikan langkahku. Kulihat dirinya seksama, "Apakah mungkin benar bila aku kembali jatuh dalam pesonanya?" gumamku pelan.

"Yugyeom-ah." Seruannya membuyarkan lamunanku, dirinya menghampiriku berdiri. "Ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba berhenti?" Ucapnya lagi. Aku tidak berkata apapun, hanya diam sembari menatapnya lekat. Kulihat wajahnya terlihat kebingungan dengan sikapku, "Yugyeom-ah." Serunya sembari mengibas tangannya tepat di depan wajahku. Diriku sadar dengan apa yang dilakukannya hanya saja aku sengaja membiarkannya, "Ne?" balasku singkat.

"Kau melamun, kamu tahu?"

"Benarkah?"

"Tentu saja, tadi kau mengabaikan ucapanku." Serunya, "Apa yang kau lamunkan?"

"Tidak ada, mungkin hanya perasaanmu saja."

"Ck, jelas-jelas aku melihatnya. Apakah kamu lelah?" Ucapannya terselip rasa khawatir, terkadang aku suka dengan perhatiaanya. Aku menggelengkan kepalaku, "Ani-yo, aku tidak lelah. Ayo lanjutkan lagi perjalanannya, aku tidak mau kamu dimarahi oleh hyung-hyungmu karena pulang malam." Ucapku sembari tersenyum. "Jinjja-yo?" Ucapnya, aku mengganggukan kepalaku sebagai balasannya. Dirinya tersenyum tipis padaku, dan kubalas dengan hal yang sama. Sungguh aku yakin, bila benar aku jatuh dalam pesona dirinya. Kami pun telah sampai di tujuan, lebih tepatnya dorm Bangtan. Aku memang selalu mengantarnya sampai depan dorm. Aku pun memberikan belanjaan miliknya ke tangannya. "Gomawo-yo, Yugyeom-ie." Ucapnya yang kubalas dengan deheman singkat. Entah sadar atau tidak, tanganku tiba-tiba saja menghentikan pergerakan langkahnya. "Jungkook-ah." Ucapku sesaat setelah ia menatapku dengan tatapan kaget, "Ne?" ucapnya. Mungkin memang benar bahwa aku sudah gila. Aku mendekatkan langkahku lalu menariknya perlahan masuk kedalam dekapanku. Walau hanya singkat tapi ini cukup membuatnya terdiam, antara bingung maupun terkejut. "Lihat diriku perlahan… lebih dalam dan utuh." Ucapku selepas memeluk tubuhnya. Ia menatapku cukup lama sebelum berucap, "Ne." balasnya singkat. Kuanggukkan kepalaku, "Masuklah... Aku yakin kamu sudah di tunggu sejak tadi." Ucapku. Dirinya hanya tersenyum tipis, lalu pergi masuk kedalam dorm. "Ck, pabo! Kim Yugyeom, kamu sungguh gila." Umpatku dalam hati. Aku pun memutuskan untuk cepat kembali ke dorm.

.

.

To Be Continued

Don't forget to comment and review ^^

Kiyo : Aku udah lanjutin yaaa… thanks udah baca plus di comment juga :)

WT : Yang kamu tunggu-tunggu udah ada d part ke 2 ini yaaa.. thanks udah baca plus comment juga :)