"Loving someone is not easy, forgetting someone is very easy to do, if the shadow will disappear in a moment." – Jec Ocha/och.ozz

Original by ME a.k.a Jec Ocha

(baru ganti pen name)


Saat aku menutup pintu, aku melihatnya. Tersenyum…menyeramkan. Aku berusaha tidak peduli, dan menutup pintu…

SCHATTEN

Aku berjalan ke arah apartemen Donghae, apartemennya disebelah apartemenku, tapi entah rasanya sulit sekali hanya untuk menjejakkan kaki ke situ. Jantungku berdebar-debar, takut.

"Ming!"

Deg..

Lagi suara itu lagi, ya Tuhan. Aku harus apa?! Oke, ku putuskan untuk tak mempedulikannya. Tapi, suara itu…

"Kau ingin mengacuhkan aku, sayang? Baiklah, kau lihat nanti apa yang akan menjadi akibatnya, Ming!"

Tidak, aku lelah. Aku ingin menghirup nafas legaku dengan berbelanja. No Sungmin! Jangan kau dengarkan, berjalanlah!

Aku mengukuhkan apa yang aku putuskan, dengan enggan menengok kebelakang, aku berjalan ke sebelah apartemenku.

Saat sudah didepan pintu apartemen itu, aku menekan bellnya. Tak lama, pintu terbuka.

"Ming? Kenapa tidak kirim e-mail dulu?" Tanya Hae.

Sudah kuduga, hal itulah yang akan ditanya olehnya.

"Aku malas membuka handphone-ku." Dengan alasan yang seadanya aku menjawab.

"Masuklah kalau begitu." Ajaknya,

Aku masuk, lalu dia menutup pintunya. Dengan santai, aku duduk di sofanya. Merasa lega, akhirnya aku bisa keluar dari apartemenku dan menghirup nafas sebanyak-banyaknya.

"Hae?"

"Ya?" Hae mengikutiku, dia duduk disampingku.

"Ajakanmu yang tadi, masih berlaku kan?"

"Hmm, bagaimana ya? Ku rasa tidak, karena ini sudah malam." Dia tersenyum, aku menatapnya. Sebal.

"Hah? Apa katamu? Aku sengaja kesini, agar bisa bernapas lega, berbelanja, dan tak mempedulikan hal lain."

Ku lihat Donghae mengangkat sebelah alisnya. Mungkin, mungkin ya sedikit bingung dengan aku yang tiba-tiba datang.

Tapi, detik kemudian,

"Baiklah, manusia imut. Ayo!"

Dia beranjak dari sofa, lalu mengambil jaketnya yang berawarna hitam. Saat dia tepat didepanku, aku hanya diam menatapnya. Lalu, dia menarik tanganku, dengan sedikit malas aku berdiri dan mengikutinya.

OoOoOoO

Author POV/At Mall

"Hae, aku ingin makanan manis nih." Ucap Sungmin.

Lalu, Hae mengambil beberapa bungkus makanan manis.

"Ada lagi yang kau inginkan, Min?" Tanya Hae, lalu Min menggeleng.

Sesudah berbelanja beberapa keperluan, mereka berjalan ke arah toko baju. Dan Sungmin melihat baju yang cukup menarik perhatiannya, akhirnya mereka masuk ke toko baju itu, Sungmin langsung membawa baju tersebut untuk di coba.

Saat Sungmin mencoba baju itu di fitting room, dia dikagetkan oleh satu suara yang sangat dia kenal.

"Ming!"

Deg…

Sungmin menoleh ke arah samping, depan, belakang tapi dia tidak menemukan siapapun. Sampai dia merasa ada sesuatu yang menyentuh kepalanya, dan dengan hati-hati dia menengok ke arah atas, dengan jantung yang berdegup kencang, pandangannya mulai berpindah ke arah atas, dan ternyata…tidak ada siapapun disitu.

Dengan cepat dia mengubah pandangannya ke arah depan.

Deg..

"Hahh!"

Jantungnya berdentum keras, dengan kaki yang lemas, karena saat dia menoleh ke arah kaca. Dia melihatnya, pria tampan bertuxedo dengan darah yang mengalir di sekujur tubuhnya dan pria itu ada di belakang Sungmin.

Sungmin menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Dia menutup matanya erat, takut dengan apa yang baru saja dilihatnya.

Detik kemudian,

"Hey pulanglah. Aku merindukanmu, sayang."

Setengah berbisik, suara itu tetap terdengar oleh Sungmin.

"Tolong siapapun kau. Tolonglah pergi!" ucap Sungmin dengan nada lemah.

Sungmin tetap berusaha untuk berkata-kata walau dia sangat takut, dan dengan mata yang masih tertutup erat.

Agak lama, setelah itu tak terdengar suara itu lagi. Sungmin memberanikan diri untuk membuka matanya. Dia menatap kaca, juga mengedarkan pandangannya.

"Fiuh, untung saja sudah hilang."

Lega, akhirnya dia memutuskan untuk keluar.

Saat dia membalikkan badan…

"HHYAAAAAHHHHH!"

Bruk..

OoOoOoO

Sungmin's POV

"Ming"

Aku mengerjapkan mataku, menatap ke sekelilingku dan mendapati satu sosok pria tampan yang aku cintai ada dihadapanku.

"Kyu?"

"Ya, sayang. Ini aku, kau ingin berada disini bersamaku?" ucap Kyu, dia tersenyum. Senyum yang aku sangat sukai dari pertama kali aku jatuh cinta padanya sampai saat ini dan selamanya.

"Aku ingin, Kyu." Aku balas tersenyum

"Sungmin!"

Deg…

Siapa itu? Aku mengedarkan pandanganku dan melihat tetanggaku, Hae.

"Kesinilah! Untuk apa kau disana?" Hae melambaikan tangannya, seperti mengajak.

"Ming! Ayo, sayang!"

Tanganku ditarik oleh Kyu. Aku menahan diriku, dan menatap matanya. Tatapan itu kosong dan dingin. Aku ingin ikut dia, tapi entah mengapa dalam sekejap saat aku menatap ke dalam matanya aku menjadi, takut.

"SUNGMIN!"

Tap..

Mataku terbuka dan aku terbangun dengan posisi duduk, aku mengedarkan arah pandanganku. Aku merasa ada yang aneh. Ini tidak sama dengan tempat tadi.

"Ini dimana?"

Aku mengedarkan pandanganku sekali lagi dan mulai mengenali kalau tempat ini adalah kamarku sendiri.

Tok..tok..tok…

"Siapa?" tanyaku

"Ini aku" oh..Donghae

"Masuklah!"

Cklek…

Pintu terbuka, dan aku melihat Donghae membawa nampan, dia berjalan ke arahku, lalu dia menaruh nampan itu diatas pahaku.

"Makanlah."

Aku memakan makanan itu dengan lesu.

1 suap..

2 suap..

"Hoek.."

Aku merasa mual dan langsung berlari ke toilet. Dan beranjak ke wastafel, memuntahkan semuanya.

Dengan lesu aku berjalan ke tempat tidur dan mendapat tatapan heran dari Hae.

"Kau kenapa, Min?"

"Aku malas makan. Dan kurasa, aku ingin sendiri."

"Baiklah. Tadinya, ku pikir kau mau ditemani, soalnya baru saja aku menelepon Hyukkie untuk menemanimu."

Aku meliriknya sejenak, lalu mengalihkan pandanganku ke arah lain.

"Aku titip salam saja untuk Hyuk. Lebih baik kalian berdua pergilah berkencan."

"Hehe, benar juga. Siapa tahu jika aku pergi berkencan, hubungan kami bisa lebih dekat lagi."

Aku diam, malas menanggapi lagi. Dan sepertinya dia menyadari hal itu, lalu dia langsung keluar.

OoOoOoO

"sometimes what you're most afraid of doing is the very thing that will set you free" unknown

Author POV

Terlihat Sungmin dengan sedikit lemas menyederkan punggungnya ke tiang kasur, dan tatapannya terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.

Lama terdiam dalam posisi itu, tiba-tiba telepon yang berada di atas meja kecil disamping tempat tidurnya, bordering.

Sungmin menggeser tubuhnya, tangannya berusaha meraih telepon wireless tersebut. Dan dia mengangkat gagang telepon itu.

"Halo" sapa Sungmin

"…."

"Halo?" Sekali lagi Sungmin menyapa orang diseberang sana yang tak diketahui siapa.

"…."

Sungmin ikut diam, dan agak lama. Terdengar suara,

"Be-benarkah ini Lee Sungmin-oppa?"

Sungmin mengangkat sebelah alisnya, dia merasa mengenali suara ini tapi dia lupa.

"Iya benar. Ini siapa?"

"Sungmin! Ini aku, SunKyu!"

Glek..

Sungmin menelan ludahnya dengan sulit, dia kaget.

"S-SunKyu? Lee SunKyu?" Sungmin mencoba menyakinkan orang diseberang sana yang sedang meneleponnya. Sekedar meyakinkan kalau telinganya masih berfungsi dengan baik.

"Iya oppa! Kau lupa dengan suaraku, eoh?!"

"Hehe, maafkan aku."

Ya, Tuhan. Kenapa dia harus meneleponku sih? Dan darimana dia tahu nomor telepon yang baru? Batin Sungmin.

"Oppa! Kau pasti bingung, kenapa aku menelepon dan darimana aku mendapatkan nomor teleponmu yang baru kan?"

Tentu saja. Batin Sungmin lagi tanpa menjawab.

"Begini, pertama aku mendapatkan nomormu dari tetanggamu yang tampan itu. Hehe, Lee Donghae? Seingatku sih itu namanya."

"Hmm" Sungmin hanya bergumam untuk menanggapi perkataannya.

"Begini, oppa. Eomma dan Appa memintamu untuk pulang."

"Lalu?" kali ini Sungmin menanggapi.

"Mereka…hum, begini..oppa. Kau tidak mau lihat, hum..shh. Aduh, aku bingung harus bagaimana mengatakannya."

Sungmin memutar matanya kesal.

"Ada apa sih? Ck.." Sungmin mendecak sebal kalau adiknya mulai bingung dengan perkataannya sendiri.

"Hum, begini saja deh. Oppa, kau tidak mau lihat. K-kyuhyun oppa?"

Deg..

Sungmin terlihat membisu saat mendengar nama kekasihnya.

"Oppa, ma-maaf, aku tak bermaksud menyinggung perasaanmu. Aku hanya ingin kau kembali."

Sungmin diam, dan terus berdiam diri.

"Oppa!? OPPA!"

"Hah? Iya?" Sungmin kembali tersadar,

"Bagaimana? Oppa kau tidak mau melihatnya?" Tanya SunKyu dan sepertinya gadis ini tahu kalau oppanya masih merasa berat untuk kembali.

"Appa dan eomma setuju dengan keberadaanku yang mencintai Kyuhyun? Jelas-jelas jenis kelamin kami sama." Sungmin langsung to the point

"Hah! Iya aku tidak tahu kalau masalah itu. Appa dan eomma menyuruhku untuk berkata seperti tadi untuk mengancammu, oppa. EH! Apa yang barusan aku katakan? Ya Tuhan, aku keceplosan." Kata SunKyu dan dia kepanikan sendiri sepertinya.

Sudah kuduga, cih. Batin Sungmin.

"Sudahlah, kalian semua yang maunya aku tidak ada kehidupan kalian. Aku sudah memilih begini, kenapa harus diganggu sih? Aku bisa membiayai semuanya sendiri, maksudku dengan Kyuhyun. Haha." Sungmin tersenyum dengan perkataannya, dia bangga sudah bisa berbicara dengan kata-kata yang keras.

"Kyuhyun-oppa? Ya Tuhan sadarlah, Sungmin-oppa?! Kembali kesini, aku mohon." Adiknya masih memaksa, tentu saja. Itu pantas-pantas saja dilakukan oleh seorang adik untuk kebaikan sang kakak.

Sungmin sepertinya terlihat sangat kesal, lalu dia mematikan teleponnya dan menaruh kembali.

Dia meringuk, memeluk lututnya erat sambil menelungkupkan kepalanya dan memejamkan matanya.

"Ming."

Sungmin menyadari kehadiran seseorang, dia mengangkat kepalanya.

"Kyu?"

"Hm, tadi dari adikmu ya?" Tanya Kyu, dia duduk di kasur, tepat disebelah Sungmin.

"Iya, kau tahu? Semua orang dirumah menyuruhku pulang, gila kan? Cih, setelah mereka menentang hubungan kita, aku sudah memilih hidup seperti ini. Lalu, seenaknya menyuruh kembali. Kau tahu kan, itu adalah hal yang paling tidak aku ingin lakukan dihidupku." Sungmin mendengus sebal,

Kyuhyun yang melihat tingkahnya, langsung merengkuh pria imut ini ke dalam pelukannya.

"Kau adalah milikku Ming. Tapi, aku pikir kau tidak boleh menjadi anak nakal terus." Kyuhyun mulai mengecup kening Sungmin, lalu ke kedua pipinya dan terakhir di bibir Sungmin.

Sungmin melepas ciuman itu,

"Maksudmu apa, Kyu? Anak nakal? Selama ini aku selalu menjadi seorang yang baik dan menuruti semua yang kau mau." Sepertinya Sungmin tak setuju dengan apa yang diucapkan Kyu.

"Hehe, kau tersinggung ya?" Kyuhyun terkekeh sambil menarik sebelah bibirnya menjadi sebuah senyuman.

"Yang benar saja lagian." Sungmin mengerucutkan bibirnya, dan langsung dicium oleh Kyu.

"Baiklah, aku minta maaf. Tapi, Ming. Ku pikir, memang sepertinya lebih baik kau kembali."

Deg…

Sungmin merasa seperti ditembak tepat dikepalanya, mati rasa dan membeku.

Dia diam.

"Hey, Ming. Kau kenapa?"

"Sungmin!"

Cklek…

PLAK.

Pintu kamar Sungmin terbuka, dan saat bersamaan juga Sungmin menampar Kyuhyun.

"KAU BODOH KARENA SUDAH MENGATAKAN HAL ITU, KYU!"

Sungmin beranjak pergi, lalu didepan pintu kamarnya ada Hyuk dan Donghae.

"Sungmin? Kau kenapa?!"

Mereka bingung karena melihat Sungmin yang marah dan mengeluarkan air mata.

Sungmin menatap mereka agak lama, lalu memeluk Hyuk, Hyuk merengkuh pundak Sungmin lalu mereka berjalan ke ruang tamu. Sementara Donghae menatap ke seluruh kamar Sungmin, dia bingung.

"Sungmin tadi menampar siapa ya? Menampar angin? Haha. Ckck. Sudahlah. Mungkin mahluk itu lagi." Donghae mengangkat bahunya berusaha tak peduli, kemudian menutup pintu kamar Sungmin dan beranjak ke ruang tamu.

Sementara itu, di ruang tamu.

"Min, bisa kau ceritakan kau kenapa marah-marah sambil menangis begini?"

"Aku kesal, Hyuk." Jawab Sungmin sambil menghapus air matanya.

"Kesal karena apa dan karena siapa?" Tanya Donghae, lalu dia duduk dihadapan kedua orang ini, Sungmin dan Hyuk.

"Kyu, dia memintaku untuk kembali." Sungmin mengerucutkan bibirnya kesal.

"Kyuhyun? Bukankah..dia"

Belum selesai Hyuk berbicara sudah disela oleh Donghae.

"Ah kalau begitu, bagaimana kalau kita makan saja diluar?"

"Baiklah." Sungmin mengiyakan,

"Hm, Min. Aku ingin berbicara sebentar dengan Hyukkie, boleh kan? Sambil mengambilkan segelas air untukmu." Tanya Hae.

"Tentu."

Hae menarik tangan Hyuk, lalu mereka ke dapur.

"Kau ini! Hah!" Belum Hae angkat bicara Hyuk langsung memukul lengannya,

"Aduh, maaf Hyukkie. Sepertinya kau jangan bahas apa-apa dulu tentang Kyuhyun."

"Kenapa? Aku sebal, setiap dia menangis alasannya pasti nama yang sama."

"Iya aku mengerti, intinya kau harus menahan rasa penasaranmu itu oke?" Hae berusaha meyakinkan Hyuk.

"Hah, baiklah. Sana kau kembali saja temani dia, biar aku yang bawakan minuman." Donghae hanya tersenyum melihat Hyuk lalu beranjak ke ruang tamu.

"Kau sudah tenang? Hyuk yang bawakan minumnya, Min." kata Hae.

"Ya, lumayan." Sungmin tersenyum.

Tak lama, Hyuk membawakannya minuman dan memberikannya pada Sungmin.

"Jadi, kita pergi sekarang?" Tanya Hae.

"Hm, tiba-tiba aku merasa malas. Kalian berdua, makan saja diluar. Hyuk, sebenarnya Hae berniat mengajakmu kencan tuh." Sungmin mengedipkan sebelah matanya ke arah Hae, dan disambut pelototan olehnya.

"Yang benar?" Hyuk menatap Donghae, dan justru tatapan itu membuat Hae salah tingkah.

"Ah..hm..i-itu. Aku hehe, ssh. Sungmin lebih baik tadi aku tidak mengajakmu pergi ya." Donghae tersenyum sejenak ke arah Hyuk lalu sekejap memelototi Sungmin.

"Baiklah. Ayo kita pergi, Hae." Hyuk bangkit berdiri lalu menarik tangan Hae.

"Hah, kau setuju Hyuk?" Hae langsung bangkit berdiri dan menggenggam tangan Hyuk.

"Ya tentu saja."

"Kalau begitu, aku dan Hyuk pergi dulu ya, Ming." Donghae tersenyum lebar kepada Sungmin.

"Ya, bersenang-senanglah kalian."

"Tentu sajaa."

Blam..

Pintu tertutup.

OoOoOoO

"Tears are words that need to be written" ―Paulo Coelho

Sungmin's POV

Aku menatap lurus kedepanku.

Entah apa yang sebenarnya terjadi, aku sendiri pun bingung. Kenapa semua menanyakan Kyuhyun, kenapa semua menginginkan aku kembali. Bahkan orang yang aku cintai pun menyuruhku kembali.

Aku sudah memilih begini, aku tidak masalah dengan kehidupan seperti ini. Toh aku masih bisa bekerja sambilan untuk menyari uang jika aku mau dan Kyuhyun mengizinkan.

Yang bodoh sebenarnya siapa? Apa yang sedang ada di hidupku?

Aku menangisi hidupku untuk kesekian kalinya, sampai rasanya aku lelah. Dan benar-benar lelah.

"HAHHHH!"

PRANG,..

"Ming! Kenapa kau menjatuhkan gelas itu?" suara Kyu?

"Biarkan saja, memangnya tidak boleh?" aku Sungmin yang penurut, sudah mulai menjadi pembangkang.

"Kau!"

Plak.

Kyu? Dia menamparku? Tidak mungkin. Kenapa itu? Aku melihat diriku di tampar oleh orang yang aku cintai, sampai aku jatuh tersungkur ke lantai.

"Kyu, kenapa kau selalu begini?" itu aku?

"Ini pilihan hidupmu kan, Ming?" Kyuhyun? Dia tertawa dan wajahnya terlihat kejam.

Plak.

Ya Tuhan, aku ditampar lagi olehnya.

Aku melihat itu, Kyuhyun mengambil serpihan gelas kaca lalu hendak melemparnya ke arahku. Sampai,

"TIDAK!"

Tap..

Aku mengerjapkan mataku,

"hah! Hah! Apa-apaan ini? Aku bermimpi?" aku mengedarkan pandanganku, ya ampun. Aku tertidur di sofa ruang tamu.

Tunggu, tapi. Kenapa rasanya begitu…nyata?

"Ming!"

Deg…


TBC


Hello, readers,reviewers~

Akhirnya aku terbebas dari seluruh soal-soal ujian, dan bisa melanjutkan cerita ini kembali. Sebenernya, chap 2 Schatten itu udah aku bikin sedikit sedikit di kertas pas lagi selesai belajar. Tapi, Saking stressnya gara-gara ujian, aku kelupaan naro itu kertas dimana dan ternyata numpuk bareng kisi-kisi ujian. -_- Jadinya baru update sekarang. Hoho.

Mohon maaf readers, kalau banyak kesalahan*bow*. Maaf kalau typo, ada kata-kata yang kurang 'srek'. Mohon diampuni, hehe. Yak,

Don't be a silent readers ya, hehe. Jangan lupa, review ne:)

Arigatou, gamsa, thank you, TERIMAKASI~

Jec Ocha


Sekarang waktunya untuk bales review yang non acc~

OoOoOoO

To : Oppa

"Oppa, maunya gimana? Haha, niatnya sih gitu tapi you will see~hehe. Sepertinya udah. Thanks sudah review:) baca terus oppa"

To : Readers

"Hoho, makasih yaa. Terus baca juga yaa, Thanks sudah review:) baca terus readerss"

To : sissy

"Yaampun, jadi Kyu udah meninggal? Kok ada rohnya? #authordigebukin#. Oke ini sudah lanjut. Thanks sudah review:) baca terus yaa"

To : Miiinie

"Gatau ni, author galau*eh. You will see~hehe. INI AUTHOR UDAH UPDATE, DIBACA YAA. Hoho. Thanks sudah review:) baca terus yaa hehe"

To : Human

"Bentar kamu kepo sama chap ini? Aku kepo sama namamu loh-_- author udah tau kamu human'-'/. Hehe thanks ya human udah review:)"

To : 5351

"Wadaww, makasii yaa. Ini sudah lanjutinn, baca yaa hehe. Next chap ya, makasi sarannya. Coba kamu miscall Kyu dia masih hidupkah?*author dicekek*. Thanks sudah review:) baca terus yaa"

To : Kyumin Joyer

"Masih rahasia:P. Hoho, biar author dan suami tercinta author yang tau*mepet-mepet ke Siwon*. Thanks sudah review:) baca terus yaa"

To : Mingstares

"Amiin, kamu juga keren(?) hehe. Thanks sudah review:) baca terus okee"