Qtalita present..

Another Wonkyu series

Cast : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Heechul, Yunho, Sim Changmin, and many more..

Genre : Angst romance.

Chapter : 2/?

Lets Read..

(HEECHUL)

PERTEMUAN ITU MENYESAKKAN..

Menjelang sore hari,aku memutuskan untuk beranjak pulang,setelah pamit aku berjalan pelan diikuti siwon..

"Hati-hati dijalan, Gomawo kue coklatnya" Siwon mengacungkan jempolnya,aku tersenyum,senyum yang seketika buyar saat kulihat Hangeng berdiri tak jauh dari kami,ia tampak sangat gusar,dengan langkah cepat entah kenapa Hangeng tiba-tiba melayangkan kepalan tangannya ke arah siwon secara bertubi-tubi,siwon tersungkur,lengannya tergores ujung tangga..

"Wonnie.!" Aku berteriak & berusaha meraih Siwon yang tergeletak,namun sayang Hangeng lebih cepat menarik lengan kurusku.

"Hei..mau kemana kau.? Dasar yeoja s****n.!" Hangeng mencaciku,Siwon mencoba bangkit sembari memegangi lengannya yang mengeluarkan darah,ia terlihat meringis tertahan,langkahnya gontai menahan satu lenganku yang bebas dari cengkraman suamiku.

"kau boleh kasar padaku,tapi tidak bagi dia" Siwon menarik lenganku,Hangeng pun tidak tinggal diam, ia kembali meraihku lebih dalam menahan sakit akibat cengkraman mereka di lenganku.

"lepaskan dia!" Hangeng memekik & sontak menarikku,genggaman Siwon melemah.

"Tidak akan !" Siwon kembali menggenggam lenganku.

"kurang ajar!" Hangeng kembali melayangkan kepalan tangannya ke arah Siwon

"Hentikan.!" Sesosok tubuh melintas dihadapanku & secepat kilat memeluk Siwon,hingga kepalan tangan Hangeng jatuh di tubuhnya yang melindungi tubuh Siwon.

"Aaaarrrrrgggghhhhhhhhh..!" Kyuhyun mengerang,saat ia merasakan hantaman keras di tulang belakangnya,ia terjatuh di atas tubuh Siwon,Siwon terdiam sejenak lalu sontak menarik tubuh Kyuhyun ke dalam pangkuannya,pada saat itulah sosok namja lain menghampiri kami,tanpa sepatah katapun hantaman keras ia layangkan ke wajah Hangeng,Hangeng terjatuh disisiku aku kembali berteriak.

"Han! U Bastard! Kalau sampai terjadi sesuatu dengan kyuhyun,aku tidak akan segan-segan buat membunuhmu dan juga istrimu ini.!" Namja itu memaki sambil mengangkat kerah baju Hangeng yang meringis kesakitan.

"sekarang,kau dan istrimu ini pergi dari sini,secepatnya! Atau persahabatan kita berakhir.!" Lanjutnya membentak,Hangeng bangkit lalu menarikku masuk ke dalam mobil,terlihat siwon meneteskan airmata dengan memeluk kyuhyun yang tidak sadarkan diri dalam pangkuannya,ia tidak lg memperhatikan luka di lengannya ataupun sudut bibirnya yang membiru,ada rasa penyesalan yang mengutuk diriku sendiri kini..maafkan aku..

(KYUHYUN)

KITA SALING ASING..

Hari ini aku berniat untuk kembali ke rutinitas perkuliahan,sudah beberapa hari ini aku hanya berdiam diri di rumah,apalagi semenjak kejadian Han gege,kuakui aku sedikit terguncang,yunho hyung juga telah melarangku berhubungan dengan siwon,yunho hyung semakin memperketat proteksinya terhadapku sejak orang tua kami bersafari ke eropa,seperti pagi ini yunho hyung rela bangun lebih awal hanya untuk mengantarku ke kampus,aku sudah tidak diperbolehkan lagi membawa kendaraan pribadi kecuali dengan seizinnya.

"yup..sudah tiba,kau hati-hati kyu,jangan lupa hubungi hyung kalau kau sudah selesai,Arra!" itu pesan yunho hyung saat kendaraan kami berhenti tepat di depan fakultasku,aku hanya mengangguk,melangkah gontai memasuki koridor fakultas.

"kyu.." seseorang berdiri dihadapanku,menghentikan langkahku,aku menengadah.

"Changmin.?!" Aku tergelak,sosok namja berperawakan tinggi tepat berdiri dihadapanku,gigi kecilnya terbentuk sempurna dari senyum tipisnya.

"hai lama tidak bertemu" Changmin mengacak rambutku "kau tampak lebih kurus" lanjutnya kini mencubit pipiku,aku mengerucut protes,ia tertawa.

Kami memutuskan mengobrol sebentar di kafe pelataran fakultas,dari gesture tubuhnya,changmin tidak banyak berubah,hanya terlihat sedikit rapih dari sebelumnya.

"kau kuliah dimana.?" Tanyaku

"aku.? Emmm,aku kuliah disini sekarang" jawabnya santai,tangannya terlipat di depan dada jenjangnya.

"sekarang.?" Tanyaku bingung,ia kembali tersenyum.

"iya,sekarang aku kuliah disini,lebih tepatnya,pindah kuliah disin" jawabnya tenang menyeruput ice cappucinonya,aku tertawa.

"jadi intinya kau ini mahasiswa pindahan.?" Aku sedikit mengejek,bibir changmin mencibir,aku kembali tertawa,hanya tertawa saat diwaktu yang sama siwon nampak memasuki kafetaria sendirian,tangannya masih dibalut akibat perkelahian waktu itu,tawaku terhenyak,changmin terlihat kebingungan,ia mengikuti arah tersenyum simpul..

"kau dan siwon,masih.." ucapan changmin menggantung,ia menatapku lekat-lekat.

"huh.? wae.?" Aku tergelak.

"kau dan siwon..apa masih.?" Changmin mengulang pertanyaannya,aku terdiam.

"aku dan Siwon tidak sepantasnya ditanya 'apa masih?' karena kami memang tidak pernah memulai,bahkan mungkin tidak akan pernah" jawabku pelan,changmin menarik nafas

"aku kira kalian.." ucapan changmin kembali menggantung dengan gelengan kepalaku,aku kembali melirik siwon yang duduk dipojok kiri kafetaria,tatapan kami sempat bertemu lalu kembali memudar,kami asing satu sama lain,aku menunduk..

6 Bulan Kemudian…

(KYUHYUN)

AKU TIDAK INGIN HAL INI TERJADI…

Minggu pagi..hari yang paling menyenangkan dalam hidupku,hanya tidur..tidur..dan tidur,hari yang selalu kutunggu setiap minggunya..namun tidak untuk hari ini,setelah percakapan alot semalam,eomma dan appa memutuskan untuk membawaku ke australia untuk menjalani pengobatan intensif atas osteosarcoma yang ku derita,bukan tanpa perlawanan aku menerima keputusan ini,aku sempat menolak sampai mogok makan namun akhrnya pertahananku luluh juga setelah eomma memohon dengan mata sendu.

Kusibak tirai jendela kamarku,terlihat kamar siwon yang masih gelap,anak itu belum bangun, sekilas secarik kertas berhias pita keemasan di sudut mejaku,ada sisi perih terkoyak dalam sudut jantungku saat menyentuhnya lagi,berulang kali aku menarik nafas saat jemariku membaca deretan tulisannya..ini salah satu alasan aku memutuskan untuk mengikuti keinginan eomma untuk berangkat ke australia secepatnya,penglihatanku mengabur..ada bening bulir tetesan jatuh di sudut mataku,meluncur ringan ke pipi pucatku dan jatuh terderai di atas undangan pertunangan yang tengah kugenggam,Ya..secarik kertas itu adalah undangan pertunangan siwon dan..heechul.

Beberapa kejadian 6 bulan belakangan ini serasa bagaikan bom molotov yang tak hentinya menghujam hidupku..berawal dari perceraian han gege dan heechul,kelulusanku dan siwon,kesehatanku yang semakin memburuk,hingga rencana pertunangan siwon dan heechul..

Sejak saat itu aku dan siwon semakin menjauh,kami semakin asing,bahkan pada acara kelulusan kemarin tak sepatah katapun yang terjalin di antara kami padahal kami duduk berdampingan selama acara,tak sepatah katapun yang siwon keluarkan saat yunho hyung berteriak histeris di halaman rumah saat ia mendapatiku terduduk kesakitan di taman padahal siwon berdiri tak jauh dari yunho hyung,siwon hanya berdiri mematung memandangku tanpa berkedip..siwon juga tidak banyak bicara saat memberikanku secarik undangan ini,hanya kata2 "kau harus datang" yang sangat kaku mengalir dari bibirnya aku hanya mengangguk waktu itu,bukan hanya karena keasingan diantara kami,namun juga karena kondisiku yang semakin menurun kala itu,aku nyaris tak bisa menggerakkan seluruh persendianku,dan menggunakan panca indera ku,aku hanya berbekal kenekatan menemuinya yang bertamu kerumahku,berjalan tertatih tanpa kamu ketahui..

Aku menutup undangan itu dan melemparnya ke atas karpet,serasa ingin merobeknya dan menghempasnya ke hadapan siwon,namun sebelum fikiran gila itu menyebar di penjuru otakku,aku bergegas merapikan barang2ku dan berjalan meninggalkan kamar mungilku,pandanganku memutari sudut2nya sebelum kututup pintu dan membuka lembaran baru di negeri kangguru,australia..

(SIWON)

KAU PERGI…

Semalaman aku tidak bisa memejamkan mataku,begitu banyak bayangan yang memenuhi kelopak mataku saat aku berusaha tertidur,aku hanya terdiam duduk di hadapan jendela menatapi langit bertabur bintang,sesekali kilasan bayangan kyuhyun lewat di balik jendelanya yang masih bersinar cahaya lampu,kulirik jam yang setia menempel di dinding kamarku..pukul 02.00.? kau belum tidur.? Fikirku..bayangan kyuhyun terlihat sangat sibuk di kamarnya,apa kyu benar akan pindah.? "andai saja kita masih seperti dulu kyu..pasti sekarang aku ada disana menahan kau untuk tidak pergi" bisikku tak sadar..aku menengadah,menghela nafas berat,melirik setumpukan undangan yang belum tersebar,padahal aku sudah mengatakan pada heechul kalau undangannya telah siap,entah kenapa aku tiba2 belum siap bertunangan dengannya dan memutuskan untuk menumpuknya beberapa hari kedepan…

Pukul 04.00..namun mataku belum bisa terpejam,aku masih terduduk dihadapan jendela tanpa sedikitpun mengalihkan pandanganku dari kamar kyuhyun,kamar itu kini telah gelap,pertanda pemiliknya tengah terlelap..namun beberapa menit kemudian,kamarnya kembali terang,sosok kyuhyun berjalan mendekati jendelanya,menyibak tirainya memandang ke arahku lalu menutupnya kembali..ada raut kecewa di tirus pucat wajahnya,aku tahu kyuhyun tidak akan melihatku yang juga menatapnya,karena semalaman kubiarkan diriku dalam kegelapan tanpa setitik cahayapun,ada sedikit perasaan tenang saat terasadar kalau masih ada kyuhyun yang dulu kukenal..walaupun kini telah banyak perubahan di antara kita..

Pagi menyingsing,aku berjalan tertatih ke arah balkon rumah,pandanganku tertuju pada 1 keluarga yang tengah bersiap mengepak beberapa barang ke dalam bagasi mobil mereka,ada yunho disitu,appa cho,eomma cho dan kyuhyun yang terlihat semakin kurus dan memucat,terakhir kudengar kabar kalau kyuhyun terserang penyakit typus makanya terkadang sendinya melinu,entah itu benar atau tidak,namun jika ditanya seberapa khawatirnya aku,mungkin aku hanya bsa menjawab dengan kata sangat khawatir..hanya saja kini ada selaput tipis yang kian lama semakin menebal yang membatasi kami..

Kyuhyun pagi ini terlihat cuek dengan tampilannya,hanya mengenakan kaos volcom hitam yang dipadukan dengan celana jeans biru langit,ditambah sweater juice putih kesukaannya,rambutnya yang ikal kecoklatan beradu dihempas angin,sesekali ia merapikannya dan akhirnya memakai topi hitam,eomma cho selalu merangkul bahu kyuhyun seakan kyu akan pergi tanpa dirinya,beberapa menit akhirnya mereka melaju meninggalkan rumah mereka dan aku yang berdiri terdiam,serasa tak rela melepaskan kyuhyun seperti ini..sangat berat…

Aku berjalan menuruni anak tangga dengan langkah gontai,di ujung tangga eomma berdiri memperhatikanku..

"kamu tidak tidur semalam.?" Eomma bertanya saat aku sampai di ujung bawah..aku mengangguk,melanjutkan langkah ke arah dapur,meraih mug biru kesayanganku pemberian kyuhyun,lalu menuangkan coklat panas ke dalamnya,menyesapnya perlahan hingga tak sadar eomma sudah berdiri di sampingku..

"kyunnie sudah pergi…" ucapannya menggantung,aku terhenyak

"Ne,aku tau.." jawabku tak memalingkan wajah,kembali menyesap coklat panas hingga nyaris tandas..

"kau…" ucapan eomma kembali menggantung,,"apa kau tidak merasa kehilangan.? Kalian sudah bersama sejak kecil..eomma sendiri merasa sangat kesepian jika mereka pindah" lanjutnya,tatapannya lekat menunggu responku,aku mengangkat bahu,,

"Aku tidak tahu..aku tidak tahu merasakan apa sekarang.." ucapku berbohong

"betul.?" Eomma menyelidik..

"Ne.." aku menjawab pendek,

"Arrasso,ini ada titipan dari kyunnie.." Eomma mendesah pelan sambil meraih secarik surat berwarna biru langit ke arahku,aku menunduk memperhatikan lembaran itu..

"tadi pagi Kyunnie memberikan ini saat eomma datang ke rumahnya..ini,kau ambillah,kyu berharap kau mau membacanya.." eomma kembali menyodorkan kertas biru itu padaku,aku meraihnya ragu,takut jika isi surat ini akan membawa penyesalan buatku..

Dear Wonnie Hyung..

Siwonniee..kau pasti masih tertidur kan.? Paboya! Dasar kau horse pemalas! Ya sudahlah awalnya aku memberi ini secara langsung,hanya saja aku tidak ingin tertinggal penerbangan heheheh ,Eumm..Mianhe sepertinya aku tidak bisa datang di pertunanganmu dan Chulli L aku harus menyelesaikan urusanku di australia,but..i'll always wish all the best for you two..

Eeemmm..soal kemarin,Mianhe..see u later..bye.

Kyu

Aku meremas surat itu dalam genggamanku,bukan karena penyesalan namun karena kekecewaan..kecewa karena hanya itu yang Kyuhyun tuliskan untukku,mengapa hanya sepenggal kalimat bodoh seperti itu..mengapa bukan hal lain yang aku ingin dengar.?

(HEECHUL)

HARI ITU AKHIRNYA TIBA..

Sudah sebulan ini aku menyiapkan segala kebutuhan pertunanganku,setiap hari bahkan terkadang setiap jam ponselku selalu berdering,entah itu dari sahabat,siwon ataupun beberapa seksi hari ini sudah 15 menit aku duduk menyesap the hijau di kafe sudut jalan menanti sahabat lamaku untuk menemaniku fitting pakaian.

"hai..sudah lama.?" Kibum menepuk bahuku,aku berbalik tersenyum,

"Aniya.." aku menggeleng ringan..kibum duduk dihadapanku,tangannya sibuk mengacak isi tas jinjingnya,mengeluarkan beberapa lembar desain dan memperlihatkannya padaku..

"ini desain terbaru yang aku dapat dari relasi ibuku,kau lihat saja dulu.." Kibum membiarkanku mengamati setiap detail desain dress elegan mengangguk-angguk,

"desain yang sangat indah…aku suka" gumamku,Kibum tersenyum..

"aku suka yang ini.." lanjutku menunjuk sebuah desain gaun klasik berwarna putih tulang,dengan belahan dada yang tidak terlalu mencolok serta panjang yang hanya sebatas mata kaki,namun hiasan glitter blue sapphire yang memenuhi permukaan gaunnya membuat gaun ini sangat terlihat elegan..aku berdecak kagum..

"pilihanmu bagus,aku jg sukanya yg itu..desain ini baru datang kemarin,katanya ini khusus dirancang untuk acara pertunangan..perancangnya saja dari australia.." Kibum menjelaskan panjang lebar,aku semakin kagum memperhatikan gaun yang terdesain sangat indah dihadapanku..

"CKH.?" Aku membaca tulisan di sudut kiri bawah gambar,

"itu nama perancangnya..emmmm,Christine mungkin or other? Ah never mind.." kibum menjawab pelan,aku menggumamkan kata 'oh'..

"Ok,aku pesan yang ini saja.." aku mengembalikan desain pilihanku ke tangan kibum,kibum kemudian mencatat segala keperluanku terkait masalah fitting pakaian,disaat seperti ini ponselku bergetar..siwon

"Yeobseo..eodiga.?" Ucap suara dari seberang sana..

"aku bersama kibum,membicarakan masalah pakaian..kau dimana.?" jawabku

"aku di jalan,sangat lelah mengurus beberapa lokasi yang sepertinya cocok untuk engagment.." siwon mengeluh,aku hanya berbincang singkat sebelum siwon memutuskan hubungan telepon,kibum hanya tersenyum simpul..

Akhirnya hari itu tiba juga…

(YUNHO)

ADA DAN TIADA..

Melbourne..kota khayalan yang sangat indah,disini..di 6th avenue,kami tinggal secara nomaden,sudah 4 kali kami berpindah tempat sejak kami melenglangbuana ke negara kanguru ini,alasannya tak lain karena kyuhyun yang kondisinya kian memburuk,pengobatan yang berpindah-pindah menyebabkan kami turut berpindah..

Setelah mengepak beberapa lembar baju ke dalam lemari kayu mungil,aku melangkahkan kakiku ke arah kamar sebelah,sudah 2 jam namun tak ada suara dari seberang kamarku ku buka pintu kamar kyu,derak kayu berdecit kecil..aku mendongak ke dalamnya,gelap..kuraih tombol sakelar di samping pintu,dan terlihatlah sosok kyuhyun dibalik balutan jaket tebal berbulu,tengah menatap rembulan yang terlindungi awan hujan,perawakannya kian tirus,wajahnya pucat,lingkaran hitam membias di bawah matanya,kyuhyun berbalik tersenyum simpul,lalu kembali menatap rembulan putih..aku melangkah mendekatinya,menyentuh bahunya..

"bulannya cantik hyung" kyuhyun tersenyum

" .." jawabku mengemasi benanie putihnya yang sedikit miring,membersihkannya dari beberapa lembar rambutnya yang mulai rontok,

"tidak lama lagi,rambutku akan habis hyung..seperti hidupku yang kian menipis" kyuhyun tersenyum membuatku miris,kupeluk dongsaeng satu-satuku ini dari belakang..

"tidak akan ada yang boleh mengambil dongsaeng ku ini..tidak ada yang boleh menyakiti dia.." aku meneteskan airmata di bahunya,kyuhyun berkaca-kaca..

"aku lelah hyung..rasanya aku ingin istirahat yang lama,aku bener-benar lelah.." suara kyuhyun bergetar,aku mempererat pelukanku,menangis sesenggukan,

"hyung jangan pergi ne…temani aku malam ini.." lanjutnya menggenggam lenganku..

Setelah kyuhyun terlelap,aku beranjak meninggalkan kamarnya..berjalan tertatih ke arah balkon,menikmati kerlap kerlip pijar lampu kota melbourne pada malam hari..seketika ingatan masa lalu ter flashback sempurna dalam ingatanku,mulai dari kelahiran kyu..hingga kini,bahagia..tanpa tangisan pilu seperti sekarang,ponselku bergetar saat kenangan itu terlintas kalut di benakku,kutatap layarnya,a new number.? Fikirku..

"halo.." ucapku berat

"Hyung.? Ini kau yunho hyung.?" Tanyanya,aku sedikit bingung karena suara ini berbahasa korea..

"Ne.." jawabku pendek,kaku

"akhirnya aku menemukan nomor ponsel hyung juga.." nada lega jelas terdengar dari suara di seberang sana..aku terbelalak,benarkah suara ini adalah..

"ada masalah apa kau menghubungiku,,?" jawabku ketus

"aku ingin tahu kabar kalian..dan kyu,selama ini kalian lost communication,eomma dan appa juga mencari kabar tentang kalian" siwon mengucap nama kyuhyun pelan,aku terdiam sejenak

"dia baik saja dan semakin baik tanpamu,," aku masih bersikap tak merespon siwon dengan baik

"dan aku harap kau tidak usah menghubungiku lagi,ataupun mencari kabar tentang kami apalagi kyuhyun,selamat malam..!" lanjutku lalu memutuskan hubungan telepon sebelum siwon membalas menghela nafas sangat berat..kugenggam erat ponselku menahan emosi jiwa yang kian memuncak.."untuk apa kau munafik dihadapanku siwonnie" bisikku..

(SIWON)

HAL TERBODOH..

Aku menutup wajah dengan tangkupan jemariku setelah yunho hyung memutuskan hubungan telepon,hatiku memanas,entah karena apa..ingin teriak,namun bukan hanya aku yang ada di tempat ini,aku terduduk di tepi taman halaman belakang rumah,berbagai pertanyaan menggelayut di kepalaku,mengapa aku tidak boleh mencari tahu kabar kyu lagi.? Sebenci itukah kyuhyun padaku.? Tapi aku salah apa.?

"hei mau sampai kapan kau duduk di situ.?" Suara eomma membuyarkan lamunanku,tertegun aku mengangkat kepalaku membalas tatapannya,

"heh.? Aniya eomma, aku sedang mencari udara segar" alasanku,

"eomma belum tidur.?" Lanjutku bingung melihat eomma masih terjaga..

"orang tua mana yang bisa istirahat tenang kalau anaknya masih diluar rumah sampai jam seperti ini.." eomma menjelaskan,

"rumah ini jadi sepi sejak rumah kyunnie kosong.." lanjut eomma menatap rumah sebelah yang sudah lama gelap gulita,aku mengangguk..

"Ne, sangat sepi.." jawabku menunduk

"kau masih.." ucapan eomma menggantung,aku berbalik menatapnya..

"kau masih lost communication dengan kyu.?" Lanjutnya memegang bahuku

"Ne, eomma..dan entah sampai kapan.." jawabku berbohong

"Eomma mau masuk.?" Tanyaku seraya berdiri,eomma mengangguk mengikuti langkahku memasuki rumah..

(CHANGMIN)

LOST IN LOVE..

Derap langkah kakiku membuat orang-orang menoleh di selasar rumah sakit,aku bergegas bahkan berlari kecil memasuki setiap koridor..

"excuse me,,were is room VVIP 2.? Tanyaku pada seorang perawat yang kebetulan lewat dihadapanku,ia menjelaskan sedikit lalu menunjuk koridor sebelah,aku mengangguk paham lalu berjalan tergesa mengikuti petunjuknya,tak jauh setelah belokan pertama,terlihat Cho ahjumma yang tersedu di pelukan suaminya,yunho hyung terjongkok di depan ruang VVIP,aku mendekatinya..

"hyung.."ucapku pelan menyentuh bahunya,ia mendongak matanya sembab,

"kyunnie..kyunnie.." nada getir terucap dari bibir yunho hyung,aku tidak berani berfikir macam-macam,aku melangkah mendekati pintu ruang VVIP yg berlapis kaca,terlihat kyuhyun yang terbaring lemah disana,dikelilingi oleh orang-orang berseragam putih yang sedikit pucat,di sisi pembaringannya bermacam alat entah apa,persendianku terasa akan luluh lantah,aku terjatuh di sisi pintu mencari sandaran,

"Waeyo? Waeyo kyu bisa seperti ini hyung,Wae.?" aku mengangkat daguku lemah,memandang yunho hyung yang sekarang tengah berdiri kaku di depan pintu.

"hyung tidak tahu minnie-ah..dia baik-baik saja semalam,bahkan kyunnie masih sempat meminta macharoni cheese kesukaannya..aku bener-benar tidak tahu knpa kyu bisa sampai drop seperti ini.." yunho hyung menjelaskan tanpa mengalihkan sedikitpun pandangannya dari sosok adiknya yang terbujur lemah nyaris tak bernyawa..

"apa akhir-akhir ini kyuhyun banyak fikiran..?" aku kembali bertanya,berusaha bangkit di atas kedua kakiku,mendekati yunho hyung

"aku tidak tahu..kau tahu sendiri bukan,kyunnie tertutup,kyu tidak pernah mau menceritakan masalah pribadinya kepada orang lain bahkan padaku,hyungnya sendiri.." yunho hyung membela,wajahnya masih tersirat kekhawatiran besar..

"atau jangan-jangan…" lanjutnya mengernyitkan dahi

"jangan-jangan kenapa hyung.?" aku bertanya

"kau tunggu disini,hubungi aku jika ada apa-apa,ada yang harus aku pastikan.." yunho hyung melesat pergi tanpa menjawab pertanyaanku,aku hanya bisa terdiam menatapi ruangan VVIP tempat kyuhyun terbaring..

Hanya berselang waktu sekitar 10 menit,salah seorang dokter yang menangani kyuhyun berjalan keluar menghampiri kami..

" 's family.?" Tanyanya padaku,aku ahjumma bergegas menuju ke arahku bersama suaminya,

"Kyuhyun have some disturbance of equilibrum with his brain,that's make him drop and like this,maybe he have many personality problem.?" Tanya dokter,aku menggeleng

"I don't know 'bout that,but he is looking good latterly" aku menjelaskan singkat,,sang dokter berfikir keras

"this is very weird for me,he have a critical osteosarcoma in his backbone,but I'll be honest to u all,he have a problem in his memory ability,he has lost one's reason,and I don't know why this is happening.." dokter menjelaskan panjang lebar,cho ahjumma terdiam

"so that's u mean,,kyuhyun has amnesia.? Aku bergidik membayangkan

"for a while,we have as that conclusion.." dokter mengangguk

"but we still observe that" lanjutnya,lalu meninggalkan kami yang seketika menjadi terdiam..aku menoleh ke arah kyuhyun yang kini sendiri di dalam sana,ada ke khawatiran besar dalam hatiku ketika dokter menyimpulkan hal yang akan kyuhyun hadapi kedepannya..

Kyu bertahanlah..

(YUNHO)

AGAR KAU TAHU..

Aku bergegas berlari di anak tangga menuju kamar kyuhyun,waktu yang kutempuh dari rumah sakit ke apartemen kami hanya sekitar 15 menit,ada hal yang harus aku pastikan sendiri perihal kejadian yang menimpa kyu..

Kubuka pintu kamar kyuhyun agak keras hingga membentur dinding kamarnya,aku melongok kesana kemari seakan mencari sesuatu,membuka setiap laci yang aku temui di sisi pembaringan,dan membuka setiap helai demi helai lembaran sketsa desain buatan kyuhyun,hingga onggokan-onngokan kertas di tempat sampah pun tak luput dari pencarianku,aku berdiri mengatur nafas.."kau menyimpannya dimana kyu.." fikirku berkacak pinggang,dadaku memekik akan nafasku yang tak beraturan..

Aku hampir putus asa ketika sebuah kotak yang menyembul dari bawah pembaringan tak sengaja kutendang,aku berjongkok meraihnya,agak sedikit berdebu..aku membukanya perlahan dan nyaris terlonjak,saat kudapati isinya,mataku memburam..dengan cepat kembali kututup kotak biru itu dan berlari meninggalkan rumah menuju ke rumah sakit,

"hyung.." Changmin bergegas kearahku yang berjalan pelan menuju ruang VVIP

"bagaimana kondisi kyuhyun.?" aku terpaku menatap kyuhyun yang masih terdiam di pembaringannya,bau obat begitu menyengat syaraf penciumanku

"kyu..kyunnie..mengalami amnesia hyung.." bibir Changmin bergetar,ada rasa sesak yang berusaha ia tahan disana,aku terdiam

"ini apa hyung.?" changmin menunjuk sebuah kotak yang kupegang,aku menelan ludah

"ini mungkin bisa membantu kita minnie-ah.." aku menyerahkan kotak biru dengan tulisan KYUHYUN di ujungnya,changmin mengernyitkan dahinya,dengan perlahan ia membuka penutupnya

"i..i..ini apa hyung.?" Mata changmin membulat,aku bersandar pada dinding ruang VVIP,mataku nyalang memandang kyuhyun yang terlihat sangat beku dengan segala peralatan mengerikan disekujur tubuhnya

"itu..hyung harap kau bisa mengirim benda-benda itu kej seoul sekarang juga.." aku mendesah

"tapi..tapi.."

"hyung tahu minnie-ah, kau pasti tidak merlakannya..sebenernya hyung juga,hanya saja hyung juga tidak rela kyuhyun seperti ini.." aku menepuk bahunya,berusaha menyalurkan empati,ia mengangguk,berjalan keluar dengan langkah berat

Aku berjalan mendekati kyuhyun,menggenggam jemarinya lembut dan berusaha tak meneteskan airmata..

"kyu..kau tidak lelah terlelap lama.?"

"…"

"kau tahu.? hyung baru saja membeli game set terbaru.."

"…"

"Kyunnie sayang,cepat bangun ya..jangan biarkan hyung bermain sendiri"

"…"

"mianhe..hiks..mianhe kyu, ini semua ada hubungannya dengan hyung..mianhe.."

"…"

"hyung..hyung..hyung yang meminta siwon menjauhimu.." suaraku semakin serak,retinaku terasa terjebol

"…"

"maafkan hyung.." tumpah sudah bendungan retinaku,aku menangis sesenggukan dilengan kyuhyun,aku tidak lagi peduli dengan apapun dan siapapun,aku hanya ingin kyuhyun tahu kalau aku sangat menyayanginya

(KYUHYUN)

KENYATAAN

Aku terlelap jauh..sangat damai dan tenang,tubuhku seakan terbang bersama indahnya bayang awan senja hari,keemasan..

"kyu..kau tidak lelah terlelap lama.?"

"kau tahu.? hyung baru saja membeli game set terbaru"

"hyung..hyung..hyung yang meminta siwon menjauhimu…"

Suara-suara itu.? hyung.? Apa yang ia bicarakan.? siwonnie.? menjauhiku.? Apa yang sebenarnya terjadi.?

"Kyunnie..! kajja..kita bermain.?"

"kau tahu.? Aku jatuh cinta…lebih tepatnya,aku jatuh cinta lagi…"

"Heechul.."

Suara itu.? Aku sangat mengenalnya,namun kenapa sangat sakit,kenapa sesakit ini.? Apa yang sebenarnya terjadi.? Aku dimana.?

Aku menangis..tubuhku terasa terhempas sangat dalam,seakan menumbuk pijakan jantungku,aku tersentak..

"Kyuhyun.? Kau sudah sadar.?" Sebuah suara memaksa kelopak mataku membuka,namun sangat berat,kusalurkan semua tenagaku kesudut jemari lemahku,mengisyaratkan kode..

"uljima kyu..kau harus bertahan, jebal..hyung panggilkan ulsa ne.."

"…" aku kembali menggerakkan jariku..

Dia.? Apa dia yunho hyung.?

1 Tahun kemudian..

(SIWON)

KEGUNAAN BARU KOMIK NARUTO

Hoahmmmm..aku terbangun dengan sedikit wajah kusut,aku berjalan terseok-seok menuju jendela,mengintip jendela tetanggaku..lampunya masih menyala,aku terkekeh

"dasar pemalas.." bathinku

Setengah menguap aku menuruni anak tangga menuju dapur,meraih gelas dan membuat minuman yang satu-satunya aku tahu 'hot chocolate'

Dengan langkah gontai aku membawa segelas hot chocolate ke balkon kamarku,menghirup udara sebanyak mungkin,hingga mataku menangkap bayang itu tengah memetik gitarnya,rambutnya yang ikal sebahu ia biarkan tersapu hembusan angin musim hujan..sama denganku,di meja hadapannya terdapat segelas hot chocolate yang terlihat jelas dengan kaca yang transparan.

Aku tersenyum sendiri,hingga terbatuk karena nyaris tersedak hot chocolate,ia terlihat berbalik ke arahku,menatapku bingung

"hei..apa yang kau lakukan.?" Ia berdiri dan mengedarkan pandangannya kearahku

"uhuk..uhuk..uhukk.." aku masih terbatuk

"hahahahahaha..Pabo! itu balasan untukmu karena memperhatikanku diam-diam" ia tertawa,dengan tawa khas yang membuat siapapun yang mendengar akan ikut tertawa

"uhuk..uhuk.." aku masih terbatuk hingga airmataku meleleh di sudut mataku,ia semakin tertawa,karena tidak tahan aku berlari masuk,meninggalkan ia yang gelak tawanya membahana,aku masih terbatuk saat tiba-tida senyum tersungging dari bibirku..

Aku kembali ke balkon,sementara ia masih setia duduk dengan lantunan melodi gitarnya,aku sengaja duduk agak pojok dengan sebuah komik naruto didepan wajahku,aku tersenyum sendiri..ia masih asyik dan sesekali melirik kearahku,aku semakin tersenyum lebar

"kali ini..kau tidak akan menertawakanku lagi Evil.." bisikku

"ternyata komik ini berguna juga.." aku menepuk komik naruto dihadapanku yang jika diamati ada dua lubang sejajar dengan kedua mataku..lubang intip.? Ah,mungkin juga..hehehe.

Kini kau kembali lagi,setelah setahun berlalu dan setahun pula aku menanti..akhirnya kau datang,walaupun dengan total kenangan yang telah terhapus dari memorimu..

Flashback

"Yunho hyung.?" Aku tersentak,berulang kali mengerjapkan mataku,seolah tidak percaya dengan apa yang aku lihat dihadapanku,seorang yunho hyung berdiri mematung dengan tatapan tenang,dibelakangnya seorang namja yang sudah kukenal tengah tersenyum padaku..

"Changmin.? Kalian.?" Aku melengok ke arah changmin karena merasa tidak dapat respon dari yunho hyung

"Annyong.? Bagaimana kabarmu.?" changmin menepuk bahuku,aku tertawa

"seperti yang kau liat,aku sehat.."aku merentangkan lenganku,changmin terkekeh,sementara yunho hyung telah melangkah masuk kedalam rumahnya,ah maksudku..rumah yang dulu ia dan keluarganya beserta kyuhyun tempati,ia tampak merogoh sesuatu dari balik sakunya

Klikkk..ia membuka pintu rumahnya,dan melangkah masuk..aku kembali mengarahkan pandanganku pada changmin

"sepertinya yunho hyung masih marah padamu siwonnie.." changmin seakan mengerti arah pandanganku

"ehmm..sepertinya begitu" aku mengangkat bahu

"ah..sudahlah,eh,mianhe, aku dengar pertunanganmu dibatakan.? waeyo.?" changmin menarikku ke arah bangku taman halaman rumah kyuhyun,aku menghela nafas panjang

"ceritanya panjang minnie-ah,aku juga tidak mengerti kenapa chullie sampai memutuskan pertunangan kami,alasan awal heechul hanya mengatakan kalau pertunangan ini ditunda sampai dia benar-benar siap.." ucapku,ia tampak mengangguk2

"Arrasso,kau tenang saja siwonnie,mungkin heechul memang bener belum siap,lagipula dia baru saja bercerai dari suaminya..mungkin dia masih sedikit tertekan dan butuh waktu menenangkan diri saja" changmin menepuk bahuku,aku mengangguk

"oh iya..besok kau siapkan dirimu saja Ne..kyunnie akan pulang" changmin tersenyum aku sontak berdiri

"kyu? My kyunnie..ah maksudku kyunnie pulang.?" Aku membelalakkan mataku

"Ne..besok kyuhyun sudah kembali.." sebuah suara membuat aku dan changmin kompak berbalik,yunho hyung berdiri di ambang pintu dengan segelas coklat panas

"jadi..hyung datang kesini bukan untuk sekedar berkunjung.?" Aku mengarah kepada yunho hyung,ia mengangguk walaupun tetap dengan pandangan tidak bersahabat

"minnie..sepertinya kita harus memanggil pembersih,rumah ini sudah terlalu kotor" yunho hyung melangkah masuk lagi tanpa memperdulikanku,aku terdiam..nyaris tertawa kegirangan,kyuhyun akan kembal, kyunnieku akan kembali? Yeeaaayyy.

"Wonnie..kau jangan terlalu bahagia dulu..ada yang harus aku bicarakan tentang kyuhyun.." raut changmin berubah,aku menarikku untuk kembali duduk ditaman

"kyu..hilang ingatan.." changmin sedikit berbisik,aku terhenyak

"ceritanya panjang siwonnie..dan mungkin ini ada hubungannya denganmu,dengan chullie serta kenapa pertunanganmu ditunda.." changmin menghela nafas panjang

"ah..minnie,mungkin sebaiknya kita berbicara di kamarku saja.." usulku,ia mengangguk.

Kami berjalan memasuki kamarku,changmin memiliih untuk duduk didepan jendela,aku merebahkan diriku di kasur empukku

"wah..jadi kau selalu memandangi kyuhyun lewat jendela ini.?" changmin tersenyum,aku hanya mengengguk pelan

"lanjutkan yang tadi minnie-ah.." pintaku,ia mengangguk berbalik menghadapku

"kyuhyun sakit siwonnie..kyunnie menderita osteosarcoma pada tulang belakangnya akibat kecelakaan yang kalian alami beberapa tahun lalu,selama ini dia berusaha menyembunyikan itu semua darimu,dia tidak mau kau tahu kalau dia hanya berusaha tegar saja selama ini,sampai dia colaps dan tidak mampu menahannya lagi,,akhirnya kyunnie dibawa ke australia,kyuhyun menjalanin banyak pengobatan,beberapa kali khemotherapy dan beberapa kali operasi ringan,tapi..keadaan kyuhyun malah semakin memburuk,terakhir..kyuhyuna colaps lagi,dan sempat dirawat di ICU,dia koma siwonnie..dan kau tahu kenapa dia bisa seperti itu.?" changmin mengehntikan penjelasannya,seakan menungguku menjawab pertanyaan yang tidak aku tahu jawabannya

"itu semua karena ini.." changmin mengeluarkan selembar kertas dengan pita keemasan yang telah kusut

"ini..ini undanganku pertunanganku.?" Aku meraih kertas itu,ada bercak bekas tangisan disana,aku menelan ludah

"kyuhyun colaps karena ini wonnie-ah..kyuhyun sudah lama menyimpan perasaannya kepadamu,bahkan sebelum kau bersama heechul,ia memendam semuanya..bahkan disaat kau terjatuh, namun sayang kau mencari terlalu jauh siwonnie, kau tidak menatap sisimu, kyuhyun yang selalu ada untukmu, hingga ia hanya bisa memendam sakit hati yang ia derita dan menghempaskannya pada coretan2 ini.." changmin mengeluarkan sebuah buku sketsa,aku meraihnya dan membuka lembar demi lembarnya,sebuah desain wedding dress,aku terkagum2..semua desain yang nayla goreskan disini sangat indah,seakan bermakna tertohok pada selembar gaun sederhana dengan warna sapphire blue

"itu desain untuk chullie.." changmina merespon keterkejutanku,aku mengamati tulisan disudut gambar CKH,yah..betul desain ini pernah heechul perlihatkan padaku,ah bodohnya aku,kenapa aku tidak berfikir sampai kesana tentang inisial CKH..Cho KyuHyun

Aku membalik lagi lembar desain kyuhyun,tapi kini hanya kertas kosong

"itu desain terakhir kyu sebelum ia colaps..kata dokter,ia terlalu lelah dan banyak fikiran,makanya dia colaps.." changmin meraih buku sketsa ditanganku dan membaliknya..aku bingung,ia menarik sebuah note kecil yang tersembunyi diantara lembarannya..

"aku yakin ini untukmu.." ditya menyodorkan kertas biru langit itu padaku,aku membukanya..

the light was fading..

The candle has been tired while the darkness still enveloped..

I was never afraid of the darkness I just afraid when the candle had been tired to shine..

"mungkin ini udah salah..tapi yunho hyung jenuh dengan semuanya,dia menghubungi heechul dan menceritakan semuanya.." lanjutnya

"mungkin karena itu heechul membatalkan pertunangan kalian.." changmin mendengus

Aku terenyuh..kugenggam kertas itu erat,hanya sepenggal kalimat sederhana namun begitu menggambarkan kondisi kyu kini..ia sangat tersiksa,dan siapapun yang membacanya akan yakin kalau kyuhyun tengah dalam keadaan sangat tidak bagus.

"kyuhyun membutuhkanmu siwonnie..kyuhyun ingin tetap bersinar untukmu,menunggumu walaupun kau tidak pernah menganggapnya ada,yang kyuhyun takutkan hanya masalah waktu yang tidak bisa menunggu lagi.." changmin menerka nerka

"menunggu.?" Aku bingung

"..kyu tidak akan lama lagi.." changmin menghela nafas berat..

"maksudmu.?" Aku berdiri,changmin juga ikut berdiri,kami saling berhadapan

"usia kyuhyun tersisa 5 bulan..dia tidak tahu apapun tentng penyakitnya setelah ia amnesia,kami semua sengaja merahasiakannya..ini demi kyuhyun juga" changmin setengah berbisik..aku terhenyak,lututku terasa lemas..sangat lemas..aku menyentuh bahuku

"aku mohon..buat ia bahagia.." pelannya,aku menatap wajah changmin,tidak ada keraguan didalam sana,ia tulus

"kau.?"

"aku sudah merelakan kyuhyun meraih kebahagiaannya..aku sudah bahagia jika kyu juga bahagia,dan bahagianya itu denganmu.." changmin tersenyum tulus,ia meraih sesuatu dari kantongnya,sebuah cincin berwarna putih dengan berlian biru diatasnya

"pertunangan kami seminggu lagi..aku ingin kau menggantiin aku menjadi pendamping kyuhyun.." changmin menaruh cincin tersebut kedalam genggamanku

"mungkin ini keliatan sedikit kejam, namun hanya ini satu-satunya cara,ini demi kebahagiaan kyuhyun,kyuhyun hanya hanya amnesia..tapi perasaannya,tetep sama.." changmin masih menatapku

"kyu akan menyangka kau adalah tunangannya selama ini,toh dia juga lupa semuanya..aku sudah membicarakan ini semua pada yunho hyung dan keluarga Cho,mereka semua setuju..hanya saja yunho hyung masih butuh penyesuaian siwonnie..mengingat kelakuan mantan suami chullie yang juga ikut andil mengenai colapsnya kyu,aku harap kau bersabar saja.." changmin berdiri

"berbahagialah.." sambungnya

"kau mau kemana.?" Aku mencegat changmin yang hendak pergi,ia tampak mengeluarkan sesuatu dari balik kantong blazernya

"aku ingin mencari kebahagiaanku sendiri siwonnie.." ucapnya mengayunkan selembar tiket pesawat,aku tersenyum berjalan kearahnya dan memeluknya

"Gomawo changminnie-ah.." bisikku,ia melepas pelukannya

"jangan sampai orang-orang menganggap kau menyukaiku siwonnie .." tawanya,aku meninju lengannya..kami tertawa

To Be Continued…