LISTEN TO ME
Author : KiddoUnicorn
Cast: Do Kyungsoo and Kim Jongin
Support cast : find it by yourself :D
Genre: Marriage life – Drama – Hurt/Comfort
Rating : T -M
Disclaimer : EXO belong to Sment, All cast belong to god, and the story is mine.
Perhatian!
BOYS LOVE!. MATURE SEDIKIT/? Banyak typo(s), kalimat tidak sesuai EYD. Alur gaje,dan semua kesalahan yang ada di fict ini.. mianhaeyooo~~ *bow
Dont like, dont read it
Catatan kaki:
Ini ff kaisoo pertamaku. Maaf kalo fic ini gagal bgt dan gaada feel nya sama sekali *bow
HAPPY READING
"Aku berjanji akan menikahimu Xi Lu Han" ucap jongin seraya memeluk erat pria cantik bernama luhan itu. Luhan tersenyum puas mendengar jawaban dari jongin.
"Saranghae Kim Jongin" ucap luhan memeluk jongin kembali.
CHAPTER 2
Kyungsoo bangun dari tidurnya, ia mengusap wajahnya kasar. Ia beringsut duduk dipinggir kasurnya, kepala terasa sangat berat. Kyungsoo beranjak dari kasurnya ia baru ingat kalau ia belum merapihkan seluruh isi rumah, ia bisa kena marah jika jongin pulang tetapi rumahnya masih berantakkan.. kyungsoo menuruni tangga dengan gontai, ia berjalan kedapur melewati jam dinding yang ada diruang tengah, kyungsoo terlihat berpikir.
' ya tuhan.. ternyata sudah jam 9 malam... aaahh aku belum memrapihkan semuanya bagaimana ini'.batin kyungsoo. Ia segera memungut serpihan dari piring yang tadi pagi dipecahkan oleh jongin.
'appooo' kyungsoo memejamkan matanya saat ia merasakan kembali goresan pecahan piring itu di kulit putihnya. Jari telunjuknya mengeluarkan darah ia mengemut jari telunjuknya sendiri untuk menghentikan darahnya. Kyungsoo semakin pucat dan kepalanya terasa semakin berat mungkin karena ia terlalu banyak menangis dan ia belum makan apapun sejak pagi tadi. Ia tidak memperdulikan rasa sakit dikepalanya maupun jari telunjuk dan telapak kakinya, ia tetap melanjutkan kegiatannya merapihkan rumah besar jongin hingga keringatnya bercucuran.
kyungsoo berniat untuk memasak namun ia yakin akan memakan waktu yang lama, jika jongin sampai dirumah tetapi belum ada makanan di meja makan pasti jongin akan marah besar. Akhirnya kyungsoo memutuskan untuk membuat ramyun instant. Setelah semuanya siap, kyungsoo bergegas untuk mandi, ia kembali meringis ketika kakinya yang terluka menyentuh air dilantai kamar mandi.
Kyungsoo membalut tubuhnya yang basah dengan handuk putihnya, ia berjalan mendekati cermin yang berada didekat pintu kamar mandi. ia menatap pantulan dirinya dicermin itu seraya melepaskan handuk yang membalut tubuh polosnya. Kini tubuh mungil itu terlihat sangat rapuh, beberapa luka lebam dan goresan pecahan piring masih terlihat ditubuhnya yang putih itu. ia menyentuh wajahnya seraya melihat pantulan wajahnya pada cermin itu.
'aku tidak cantik seperti pria itu...
Aku tidak sempurna seperti pria itu...
aku tidak bisa berbicara seperti pria itu...
maafkan aku ...
tapi aku sangat mencintaimu jongin..
ingin sekali rasanya aku mengatakan kepadamu...
bahwa aku benar benar membutuhkanmu disisiku..
aku mohon jongin dengarkan aku..
meskipun aku tidak dapat mengeluarkan suara sedikitpun...
seberapa sering kau membuatku menangis..
seberapa sering kau membuatku terluka...
aku akan tetap mencintaimu jongin-ah
SARANGHAE YEONGWONIE'
Kyungsoo menyentuh belahan bibir nya seraya memejamkan kedua matanya, mata bulat yang indah itu kembali mengeluarkan cairan bening. Kyungsoo sangat membutuhkan jongin. Sampai kapan ia harus bertahan sendirian. Terlebih lagi jongin membawa kekasihnya tinggal bersama sama ditengah rumah tangga mereka yang bahkan sangat tidak harmonis. Kyungsoo lelah, ingin sekali ia berhenti.. berhenti mencintai jongin dan merelakannya bersama orang yang jongin cintai. Namun hatinya menolak, ia sangat mencintai jongin ia tidak ingin jauh dari jongin bahkan ia rela melakukan apa saja untuk jongin meskipun harus disiksa fisik dan hatinya oleh jongin. Ia hanya bisa terus berharap jongin mau mendengarkan perasaannya selama ini.
Kyungsoo menghapus lelehan air mata yang masih mengalir dipipi mulusnya, lalu ia mengobati luka lebam yang ada disekitar lengan dan bahunya menggunakan salep yang ia beli seraya melihat pantulan dirinya dicermin. Setelah itu ia mengambil plester di kotak p3k yang ada di meja nakas tempat tidurnya. Kyungsoo menempelkan plester tersebut pada goresan goresan yang ada di jari tangan dan telapak kaki kyungsoo. Semua lukanya telah ia obati kecuali satu, luka hatinya yang akan terus mengaga merasakan perih yang ditorehkan oleh jongin.
Kyungsoo membuka lemari pakaiannya, lalu memakai sweater merah muda yang sedikit longgar sehingga luka lebam di bahunya sedikit terexpose. Kyungsoo sengaja memilih baju yang longgar agar obat yang ia berikan tidak menghilang karena bersentuhan dengan baju yang ia pakai. Lalu kyungsoo memakai celana piyamanya. Ia segera menuju dapur untuk makan terlebih dahulu karena ia yakin tidak akan bisa makan malam bersama dengan jongin lagi mengingat sekarang pria cantik itu tinggal dirumahnya.. rumahnya dan jongin.
Tin Tin
Joonmyeon menekan klakson mobil seraya memarkirkan mobil jongin. Ia sudah mulai bertugas mulai sekarang dan dia berharap bisa diperlakukan dengan baik disini karena yang ia tahu jongin memang sangat keras kepada staff staff nya apalagi dengan ia nanti yang hanya seorang supir. Joonmyeon segera membukakan pintu belakang mobil tersebut dan membantu pria cantik yang belum ia ketahui namanya itu memapah jongin yang sedang meracau tidak jelas sambil menutup matanya untuk memasuki rumah. Joonmyeon mengetuk pintu rumah bercat putih itu.
Tok Tok
Kyungsoo yang sedang menonton tv tidak mendengar suara ketukan pintu, kyungsoo tetap melanjutkan acara menonton tv nya. Karena terlalu lama, jongin kesal lalu melepaskan pegangan joonmyeon dan luhan dwngan kasar kemudia mengetuk dengan brutal pintu rumahnya. Kyungsoo terkejut, ia segera berlari kearah pintu untuk melihat siapa yang datang dan ternyata jongin sudah pulang. Buru buru ia membukakan pintu itu, saat ia membuka pintunya ia langsung terhempas kelantai akibat jongin yang mendorong pintunya terlalu keras.
"HEI BODOH.. KENAPA LAMA SEKALI HAH? KAU MAU MEMBUAT KAMI SEMUA MATI KEDINGINAN DILUAR EOH?" Bentak jongin seraya mencengkram erat bahu kyungsoo yang masih lebam. kyungsoo hanya meringis kesakitan seraya menggelengkan kepalanya..
"JAWAB AKU BODOHH!" Lanjut jongin makin mengeraskan cengkramannya pada pundak kyungsoo.
'Maafkan aku... aku tidak mendengarnya tadii'
kyungsoo mengejanya menggunakan tangannya. Membuat jongin semakin geram melihatnya. Sementara luhan hanya melihat dengan pandangan yang sama seperti tadi pagi, melihatnya tanpa ada rasa kasihan pada kyungsoo. Joonmyeon terhenyak melihat kejadian yang menurutnya sangat cepat dan tidak terduga itu. Ia ingin sekali membantu pria mungil bermata bulat itu namun ia mengurungkan niatnya ketika..
"APA KAU SELAIN BISU JUGA MENJADI TULI HAH?!" Jongin kembali membentak kyungsoo seraya menghempaskan tubuh kyungsoo yang memang sedang lemas. Sepertinya kyungsoo demam.
Kyungsoo menangis dalam diam, hatinya terlampau sakit mendengar semua perkataan jongin barusan. Sebenarnya ia sudah sering dibentak seperti itu, namun kali ini berbeda karena ada dua orang asing yang melihat kejadian ini tanpa membantunya. Kyungsoo semakin berpikir bahwa dirinya memang benar benar tidak berguna. Ia tidak melihat jongin lagi, hatinya sangat sakit.
"Menangis terus.. tidak berguna!" Kali ini luhan ikut membentak kyungsoo seraya memapah jongin yang sudah hampir kehilangan kesadarannya ke kamar jongin yang berada dilantai dua dekat kamar kyungsoo.
Joonmyeon yang bingung, ia hanya melihat kyungsoo iba.. 'jadi ia bisu? Lalu sebenarnya siapa dia.. lalu siapa luhan' batin joonmyeon. Akhirnya ia mencoba mendekati kyungsoo untuk membantu pria mungil bermata bulat yang menurutnya sangat manis itu.
"apa ada yang sakit? Mari biar aku antar kau ke kamarmu sepertinya kau terlihat tidak sehat" ucap joonmyeon seraya menyentuh bahu kyungsoo yang tadi dicengkram oleh jongin bermaksud agar kyungsoo menoleh, namun joonmyeon salah. kyungsoo langsung menjauh dan mencoba berdiri dari duduknya ia takut kembali disakiti sudah cukup untuk malam ini, terlalu sakit. Namun saat mencoba berdiri tubuh kyungsoo limbung kembali, beruntung joonmyeon berada dibelakangnya sehingga bisa menahan tubuh kyungsoo yang lemas agar tidak membentur lantai.
"Sudah ku bilang biar aku antar kau ke kamarmu, sekarang tunjukkan dimana kamarmu wajahmu sudah sangat pucat kau harus secepatnya beristirahat" ucam joonmyeon tegas namun dengan senyum malaikatnya.
Kyungsoo mengangguk lalu mengisyaratkan kepada joonmyeon untuk mengantarnya kekamarnya yang berada dilantai atas. Joonmyeon menggendong kyungsoo ala bridal style agar lebih mudah. Kyungsoo terkejut, ia takut kepada joonmyeon yang baginya adalah orang asing.. namun kyungsoo tetap mencoba untuk mempercayai joonmyeon.
Joonmyeon membaringkan tubuh kyungsoo ditempat tidurnya, ia pergi tanpa memberitahu kyungsoo yang heran dibuatnya, namun sesaat kemudia joonmyeon kembali dengan baskom berisi air hangat dan handuk kecil. Tubuh kyungsoo panas, mungkin hari ini ia terlalu lelah. Dengan perlahan joonmyeon menyibakkan poni kyungsoo lalu meletakkan handuk kecil itu di kening kyungsoo. Kyungsoo menatap joonmyeon heran.
"Ada apa?" Ucap joonmyeon yang bingung ditatap seperti itu.
Kyungsoo menunjuk handphone nya yang tergeletak diatas nakas dekat tempat tidurnya bermaksud agar joonmyeon mengambilnya, joonmyeon memberikannya pada kyungsoo. Lalu kyungsoo mengetikkan semua yang ia ingin tanyakan pada joonmyeon di handphonenya karena ia tau, joonmyeon pasti tidak mengerti dengan isyarat tangan yang ia berikan. Kyungsoo memberikan handphonenya pada joonmyeon, lalu joonmyeon membacanya.
'Terimakasih kau telah membantuku,tapi maaf bolehkah aku mengetahui namamu dan apa yang kau lakukan disini?' Joonmyeon menepuk pelan keningnya, ia lupa memperkenalkan dirinya.
"Sama-sama bukankah kita memang harus saling membantu? Ahhh aku lupa, namaku Kim Joonmyeon kau bisa memanggilku dengan sebutan apasaja yang kau mau. Mulai hari ini aku akan tinggal dirumah ini karena aku telah bekerja sebagai supir pribadi tuan Kim" jelas joonmyeon panjang.
"Lalu siapa dirimu? Apa kau maid disini? Sekejam itukah tuan Kim pada semua orang yang bekerja untuknya?" Lanjut joonmyeon, ia sangat penasaran dengan namja bermata bulat dihadapannya ini.
'aku Do kyungsoo. aku telah menikah dengan jongin sebulan yang lalu' kyungsoo kembali mengetik, kali ini matanya mulai berkaca-kaca.
Joonmyeon membulatkan matanya, sedikit rasa sesak melanda hatinya mendengar kyungsoo telah menikah dengan jongin. Mungkinkah joonmyeon jatuh cinta pada pandangan pertama?
"Kau tidak bercanda kan? Ma..maaf, berati kau adalah tuanku juga" ucap joonmyeon kikuk seraya menjauhkan tangannya dari kyungsoo karena tadi sempat mengira bahwa kyungsoo adalah maid dirumah ini. Kyungsoo menahan tangan joonmyeon, ia menggelengkan kepalanya bermaksud mengatakan tidak apa apa atas kesalah pahaman joonmyeon. Kyungsoo merasa nyaman berada didekat joonmyeon, ia ingin jionmyeon tetap menemaninya.
"Laluu... jika aku boleh tau, siapa pria cantik yang berada didekat tuan kim itu?" Tanya joonmyeon takut-takut.
Kyungsoo memejamkan matanya, air matanya mengalir melalui sudut matanya dan dapat dilihat dengan jelas oleh joonmyeon. Joonmyeon mengelus pelan bahu kyungsoo. Kyungsoo kembali membuka matanya, ia mengusap wajahnya yang sudah dialiri air mata.
'ia adalah lelaki pilihan jongin. Jongin tidak mencintaiku. Lelaki itu sekarang juga tinggal dirumah ini. Jongin sering sekali menyiksaku. Ia tidak mencintai ku dan amat membenciku karena aku tidak bisa berbicara, dan baginya aku merepotkan' ketik kyungsoo seraya menggigit bibir bawahnya menahan tangis.
Joonmyeon terhenyak, ia merasa harus melindungi kyungsoo dari jongin. Joonmyeon menghapus jejak air mata dipipi kyungsoo.
"kau tenang saja, aku akan ada disampingmu ketika kau membutuhkan tempat untuk bercerita. Jangan sungkan kepadaku" ucap joonmyeon meyakinkan kyungsoo.
Kyungsoo mengangguk dan tersenyum dengan tulus, joonmyeon yang melihatnya senyuman itu nampak sangat indah. Joonmyeon jatuh cinta sepertinya. Kyungsoo kembali mengetikkan sesuatu di handphonenya.
'Maaf aku belum bisa menyiapkan kamar untukmu, aku sangat lelah'
"Tidak apa apa, jika kau lelah tidurlah.. aku akan menemanimu"
kyungsoo mengangguk ia menyamankan posisi tidurnya lalu memejamkan matanya dengan damai. Joonmyeon mengelus surai hitam milik kyungsoo seraya memandangi wajah kyungsoo yang menurutnya sangat sempurna.
'sebenarnya apa yang terjadi, aku harus mengetahui penyebab kyungsoo seperti ini dan aku harus membantu kyungsoo selama aku bisa' ucap joonmyeon dalam hati.
Kemudian joonmyeon terlelap dengan posisi duduk dipinggir kasur kyungsoo dengan tangannya yang menggenggam jemari mungil kyungsoo.
Pagi menjelang, kyungsoo membuka matanya perlahan, membiasakan cahaya matahari yang masuk melalui celah jendela kamarnya. Kyungsoo merasakan tangannya berat, ia menoleh kesebelahnya dan mendapati joonmyeon tertidur dengan menggengam tangannya. Tangan kanan kyungsoo yang bebas mengguncang pelan tubuh joonmyeon bermaksud untuk membangunkan joonmyeon. Tak lama joonmyeon mengerjapkan matanya, lalu terkejut melihat kyungsoo yang menatapnya lekat.
"ahh maafkan aku" ucap joonmyeon seraya bangkit dari posisinya lalu membantu kyungsoo mendudukkan dirinya dipinggir kasurnya.
Kyungsoo menggeleng lalu tersenyum seolah mengatakan 'tidak apa apa'. Lalu ia mengetikkan sesuatu kembali di handphonenya.
'aku akan menyiapkan sarapan dan air hangat untuk mandi jongin, kau mandi saja dulu, kau bisa menggunakan kamar mandiku. Nanti siang aku akan menyiapkan kamar sebelah untukmu' kyungsoo memberikan handphonenya pada joonmyeon lalu ia dibantu joonmyeon untuk berdiri. Joonmyeon hanya menatap kyungsoo yang berjalan keluar kamar dengan gontai. Joonmyeon menyadari ia telah jatuh pada pesona kyungsoo, ya ia harus melindungi kyungsoo.
Kyungsoo mengetuk pintu kamar jongin, perlahan ia membuka pintu itu. Kyungsoo masuk kedalamnya dan mendapati jongin dengan pria cantik itu masih setia bergelung dengan selimut biru tua itu dalam posisi jongin yang memeluk pria cantik itu dari belakang dengan posesif, dan keduanya sama sama tidak mengenakan baju. Terbukti dari pakaian pakaian yang berserakan dilantai kamar jongin. Kyungsoo memunguti pakaian-pakaian itu lalu meletakkannya kedalam keranjang pakaian kotor. Kyungsoo segera menuju kamar mandi menyiapkan air hangat untuk jongin.
Jongin menggeliat pelan melepaskan pelukannya dari luhan, luhan yang memang sudah bangun sejak sebelum kyungsoo masuk itu segera turun dari kasur jongin lalu menuju ke kamar mandi menyusul kyungsoo.
Luhan masuk ke kamar mandi dengan perlahan lalu menutup pintunya. Kyungsoo terkejut menatap pria yang ada dihadapannya kini, bagaimana tidak, luhan tidak mengenakan sehelai pakaian pun untuk menutupi tubuh polosnya yang penuh dengan tanda kemerah-merahan disekitar leher dan bahunya. Wajah kyungsoo memerah menahan tangisnya, ia sangat takut dengan luhan.
"Annyeoongg kyungiee~ kita belum berkenalan secara resmi bukan? namaku Xi Luhan, dan yang pasti aku sudah mengetahui namamu. Do Kyungsoo si bisu kan?" Ucap luhan meremehkan. Luhan mencengkram erat bahu kyungsoo, dan tangannya yang bebas sedikit menjenggut rambut kyungsoo agar ia tidak menunduk dalam melainkan balas menatap kedalam mata luhan.
"Tatap mataku bodohh! Jangan kau mencoba mendekati jongin, aku yang akan melakukan semuanya.. membangunkan jongin dan menyiapkan air hangat untuknya. Kau cukup merapihkan seluruh isi rumah ini dan memasak. Jangan coba coba lagi memasuki kamar ini" ucap luhan penuh ancaman. Matanya menyiratkan rasa dendam.
kyungsoo mengangguk, air matanya kembali mengalir. Bahkan ia tidak bisa melawan orang yang menyakitinya padahal orang itu bukan siapa siapa dirumah ini. Kyungsoo menggengam kedua tangan luhan mencoba untuk melepaskan cengkraman luhan pada bekas luka lebam yang kyungsoo dapat dari jongin. Luhan melepaskannya dengan sedikit menghempaskan tubuh kyungsoo sehingga baju kyungsoo sedikit basah .
Luhan hanya bersmirk ria melihat kyungsoo yang sangat menyedihkan dihadapannya. Luhan menatap tubuh polosnya di cermin, lalu menunjukkan salah satu tanda merah di dadanya kepada kyungsoo.
"kau lihat ini? Ahhhh sentuhan jongin terasa sangat nikmat, ia yang memberikan semua tanda ini ditubuhku apa kau tau? Hahahaha" luhan tertawa mengejek kyungsoo. Dengan bangga ia menunjukkan hasil karya dari seorang Kim Jongin ditubuhnya.
"aku berani bertaruh, kau belum pernah disentuh oleh jonginmu itu ahaha.. padahal jika kau tau, jongin sudah melakukan nya pada banyak pria, bukan hanya aku saja" lanjut luhan.
Bukankah sangat sakit mengetahui kenyataan pahit dari orang lain?
jujur itu memang menyakitkan,
tetapi daripada kau menyakitiku terus menerus,
lebih baik aku merasakan sakit yang amat sangat namun hanya sekali..
lalu meninggalkanmu selamanya tanpa ada beban.
Luhan geram dengan reaksi kyungsoo yang menunduk semakin dalam dan menangis seolah tidak mau mendengar semua perkataannya barusan. Luhan melihat bekas sperma jongin yang sedikit mengering di selangkangannya, mengingat mereka melakukan 'this and that' hingga pagi tadi. Lalu luhan kembali menjenggut surai hitam kyungsoo, ia menekan kepala kyungsoo untuk mendekati selangkangannya.
"Bersihkan itu menggunakan mulutmu, menjijikan sekali" ejek luhan. Kyungsoo heran bukankah seharusnya luhan senang dengan perlakuan jongin kepadanya, kenapa ia merasa jijik dengan sperma jongin kekasihnya sendiri.
Kyungsoo menggeleng kuat, ia terus berusaha melepaskan cengkraman luhan. Namun kyungsoo yang memang sedang tidak sehat tidak dapat mencegah luhan. Dan akhirnya dengan rasa jijik kyungsoo membersihkan bekas sperma jongin di selangkangan luhan dengan lidahnya, kyungsoo memejamkan matanya erat. Ia telah diperlakukan tidak senonoh dirumahnya sediri oleh orang asing ini.
Luhan ikut memejamkan matanya, nikmat. Itu yang dipikirkan luhan saat ini. Saat luhan sudah puas menyiksa kyungsoo, ia membantu kyungsoo berdiri denga kasar. Lalu ia segera mendorong kyungsoo untuk keluar dari kamar jongin. Luhan kembali naik ke kasur lalu mendudukkan dirinya diatas dada jongin sehingga junior luhan berhadapan langsung dengan wajah jongin. Kyungsoo melirik kearah luhan sesekali, lalu bergidik ngeri dan segera keluar dari kamar itu begitu melihat smirk dibibir luhan.
aku merasa dia bukan orang yang baik...
TBC!
thanks banget buat review nya ya chinguuuu... jadi semangat buat ngelanjutinnya. Jangan jadi silent reader yaahh aku baca semua review kalian kok meskipun gabisa balesin satu satu.. soalnya aku pake hp nih update nya jadi agak ribet heheh. NO JUDGE YA CHINGUUU... MAAF BANGET BUAT YANG NGEBIASIN LUHAN SAMA JONGIN YANG JAHAT BGT DISINI... MAAF JUGA YANG NGEBIASIN KYUNGSOO.. DISINI KYUNGSOO NYA TERSIKSA BGT MIANHAE... *bow
Maaf juga kalo hurt nya kurang dapet dan ceritanya pasaran... ahhhhh JEONGMAL MIANHAE aku disini juga masih belajar T_T
Review nya ditunggu chinguu... PAIII ^^
