Minhyun's ten last wishes.

minhyun x everyone (wanna one, nuest)

warning : some character are ooc, multi sexuality, bahasa kasar, bahasa tidak baku.

"paling tidak ambil dan minum lah obat-obatan mu, minhyun. minum yang rajin. jika kau merasa sakit sedikit istirahat lah. jangan melakukan apa yang kakak mu dulu lakukan, selalu memaksakan keadaan nya. jika kau tidak mau berusaha paling tidak cobalah untuk bertahan."
dan disinilah minhyun, di apotik rumah sakit. menunggu obatnya keluar.

ah, obat obatnya. 27 obat lebih tepatnya.

minhyun kembali menghela napasnya lagi.

jujur, ia sudah menyerah.

ia dan kakak kembarnya sudah di vonis tidak akan hidup panjang, bahkan sebelum mereka lahir ke dunia. kakak kembar nya, hwang miyeon, meninggal 3 tahun lalu dengan penyakit yang sama persis ia derita.

jadi wajar dong kalau ia sudah menyerah?

lagi pula–

"minhyun-sunbaenim?"

minhyun tersadar dari lamunan nya dan celingak celinguk mencari sumber suara.

dan ternyata dari belakangnya.

"park jihoon?" ah, adik tingkatnya, cowok cuman primadona nya falkutas teknik karena cantik nya keterlaluan, anak teknik sipil, member dance team juga bareng daniel dan seongwoo, gebetan nya jinyoung.

park jihoon tersebut membungkuk "sore sunbaenim." minhyun mengesturkan adik tingkatnya untuk duduk di sebelahnya.

"sori,aku ngeganggu ya sunbae?"

minhyun menggeleng lalu tersenyum. "engga kok, engga. kebetulan lagi bosen nunggu obat ga selesai selesai."
entah kenapa jihoon menaikan alisnya. "nunggu obat buat siapa sunbaenim?"
"buat gue sendirilah. btw lo ngapain disini ji?"
"ah aku nunggu obat untuk eomma ku sunbaenim"

minhyun mendelik kaget. "eomma lo sakit?"
jihoon mengangguk. "yang waktu itu aku ceritain sunbae, sekarang sih udah baikan.. cuma tinggal rawat jalan doang."

"loh terus eomma lo mana?"

"eomma dan hyung ku sudah duluan pulang. biar ga nunggu lama"

minhyun nganguk-ngangguk. beberapa belas tahun ia bolak balik berobat dirumah sakit ini dan emang kalo ngeracik obat apoteker disini pada kayak keong semua alias lelet. "iya sih, emang disini prosesnya lama banget kalo soal obat-obatan. gue aja udah lumutan."

jihoon terdiam, dia seperti mau nanya cuman mengurungkan niatnya.

"lo mau nanya apa ji? tanya aja."

jihoon menatap minhyun ragu. "sunbaenim disini cuma nebus obat doang atau sama berobat sunbaenim?"

"oh, tadi kebetulan sekalian check up. terus gue disuruh tebus obat sama dokternya."

"tapi ini kan rumah sakit kanker sunbaenim?"
ah, bajingan.

minhyun lupa soal ini.

baru minhyun mau ngeles, tuhan memberi pertolongan kepada minhyun. "atas nama Hwang Minhyun!"

sumpah, ingin rasanya minhyun sujud sukur terus nyium susternya satu persatu. pas banget banget BANGET manggilnya.

"bentar ya ji, gue ambil obat dulu." ucap nya sambil berdiri, jihoon mengangguk mengiyakan.

"ini pain killer untuk pusing mu, bisa diminum kapan saja tapi ini menyebabkan kantuk jadi usahakan diminum setelah beraktifitas, ini untuk..."

"loh, jihoon?"
"eh? jinyoung?"

tanpa nengok pun minhyun udah bisa nebak kalau jinyoung nyusul dia. itu anak, udah disuruh nunggu di kantin rumah sakit ga denger juga heran.

"sus, bisa ditulis aja ga semua keterangan nya? saya takut lupa." pinta minhyun setelah ia tak tahan dengan banyak informasi yang ditangkapnya.

"oh, ini sudah ditulis didalamnya, saya hanya menjelaskan. total nya 27 obat ya, 19 pill, 1 puyar dan 7 sirup." jawab suster tersebut lalu menyerahkan 2 kantung sedang berisi obat obatan.

mampus.

gila, tanggungan nya lebih berat dari dosa ini.

"berasa dealer narkoba saya sus, beli obat sebanyak ini." ucapnya disambut bukan satu melainkan seluruh suster yang bertugas di konter apotek.

"buset. mau jualan hyung?" ucap jinyoung ketika minhyun balik dari counter sembari membawa dua kantong obatnya. "sini gue bawain." lalu ia pun merebut obat-obatan tersebut dari tangan minhyun sekaligus berdiri.

"hyung pasti capek, ayo pulang. hoon-ah, kita pulang duluan ya!" ajak jinyoung buru-buru sembari nyeret minhyun.

hah, jadi kita kabur nih? "eh? eh. iya. kita duluan ya jihoon!" tambah minhyun, ngikut aja sama rencana adik nya itu.

"i-iya. daah!" jawab jihoon melambaikan sembari tangan nya awkward.

setelah mereka sudah tidak dalam jarak pandang jihoon, minhyun memukul pundak jinyoung. dengan keras.

jinyoung sontak teriak. "awww! kenapa sih hyung!" rintih jinyoung sembari megang pundak kanannya.

"lo tuh bukan nya nunggu aja di kantin!"
"hyung kelamaan! gue takut hyung kenapa-napa tau! lagi pula seharusnya hyung berterimakasih ke gue! gue jadi penyelamat hyung tadi!"
oh iya, jihoon. lupa lagi.

otak sialan.

"lo tadi bilang apa ke jihoon?"
"hah?" jinyoung ga mudeng.

minhyun menghela napas sabar. "kan pas gue lagi nebus obat lu pasti ngobrol kan? jihoon pasti nanya kan gue atau lo ngapain disini? nah lo jawab apa pinter.."
"ooh. gue jawab kalo gue nganterin lo kesini, dia tanya kenapa lo kesini gue jawabnya simpel. sakit." jelas jinyoung sambil berjalan.

"lo jelasin gue sakit apa?" tanya minhyun, berusaha menyamakan langkahnya dengan jinyoung (ga begitu susah sih. untung kakinya panjang.)

yah, sebenernya kalo temen nya tau sih dia gamasalah. yang masalah perlakuan mereka nanti kepada dia berubah setelah dia cerita tentang keadaan nya dan dia gasuka dianggap lemah. itu aja.

"engga. bukan hak gue ngejelasin hal yang kayak gitu, kan yang sakit hyung. yang ngerasain hyung. yang punya pilihan untuk ngejelasin juga hyung bukan gue."
minhyun disitu tersadar.

dia yang milih untuk merahasiakan penyakitnya berarti dia juga bisa memilih untuk memberitahu keadaan dia ke teman-teman terdekatnya.

waktunya sudah sempit, ia tak mau menyia-nyiakan waktu yang ada.

"nanti deh."
"hm? apaan?"
"hyung mau kasih tau semua, temen-temen deket hyung. termasuk geng lo juga."

jinyoung menoleh kaget. "hah. kenapa tiba-tiba gitu?"
"waktu hyung udah ga banyak, jinyoungie." jawab minhyun singkat lalu mengacak-ngacak rambut jinyoung.


sehabis kejadian di rumah sakit beberapa waktu lalu minhyun sadar kali jihoon sama sekali ga bicara lagi sama dia. walaupun si jinyoung bilang kalo si jihoon sih kayaknya ga terlalu mempersalahin.

"kayaknya loh ya, si jihoon fine fine aja kok di kelas sama gue." - jinyoung, yang sama perasaan orang lain aja ga peka.

sebenernya bisa aja si minhyun ngebiarin masalah ini lalu aja.

tapi sayangnya minhyun itu orang yang gatahan kalo masalah di gantungin gitu aja.

cukup dia aja yang ngegantungin perasaan orang. eh.

minhyun udah coba ngajak ngobrol jihoon, cuman dia ditolak karena alesan sibuk atau si jihoon cuma ngejawab terburu-buru dan kabur.

kan bikin kesel.

dan dia udah ga tahan.

akhirnya dengan niat memperjelas masalah dia, minhyun ke markas (salah satu dari banyak ruangan di kampus yang terbengkalai dan akhirnya dipakai gengnya, alias wanna one (kadang anak-anak yang lain dari komunitas mereka, 101. juga sering terdampar disana) untuk tempat nongkrong, tempat ngungsi dan tempat tinggal bagi sebagian orang.

"park jihoon!" teriaknya sambil ngebuka pintu markasnya.

cuman emang dia lagi apes apa gimana..

10 orang nengok kearah dia, dan disitu ga ada satu pun manusia yang bernama jihoon.

anjing emang.

.

.

minhyun duduk di samping jisung (yang lagi makan cup ramen sambil nulis ulang skripsi nya yang direvisi) dengan muka bete.

"kenapa lo?" tanya jisung tanpa mengalihkan tatapan nya dari layar laptop.

"jihoon" jawab minhyun sambil ngeluarin hpnya, mau ngeline jinyoung. "itu anak bikin gue kesel."

jisung menoleh, mulai merasa topik ini lebih menarik dari skripsinya.

karena seorang hwang minhyun jarang sekali mengeluarkan emosi marahnya. yah, mentok mentok marah soal kebersihan lah. cuman kalo marah ke orang itu dia jarang banget, gapernah malah (jinyoung pengecualian)

"tumben? jihoon kenapa emang?"
"ada lah." jawab minhyun pendek, yang membuat jisung kembali menyelesaikan misi akhir perkuliahan nya tersebut.

untuk membuat semua lebih jelas, jisung itu salah satu dan paling uzur dari sebelas anggota geng mereka. wanna one.

dan enggak, 10 orang yang udah ada disini sebelum dia masuk bukan anggota wanna one semua.

anak wanna one yang lagi ada disini cuma ada lima, enam sama minhyun.

pertama Yoon Jisung, anak teknik mesin yang lagi nyusun skripsinya yang ga selesai selesai dan Ha Sungwoon, teknik informatika, nasibnya (masih) sama kayak jisung.

lalu sisanya temen satu prodi dan angkatan minhyun : Ong seongwoo yang lawakan nya garing dan self-proclaimed cowok ganteng nomor satu se kampus , Kang Daniel yang tingkahnya bocah abis dan yang mempunyai title terhormat 'playboy kelas kakapnya wanna one' dan terakhir Kim jaehwan yang ketawanya nyaingin setan kuburan sebelah gedung fakultas sastra.

sisa member yang ga ada di markas itu adalah adek-adek tingkat yang masih sangat rajin mengikuti perkuliahan dengan semangat. ga seperti senior-seniornya yang terhormat ini.

bocah yang sekarang lagi bikin kesel minhyun, park jihoon dan adik beda bapak satu ibunya minhyun, bae jinyoung. park woojin, mahasiswa pendidikan sekolah dasar cuman tingkahnya setara sama anak sekolah dasar, lee daehwi, mahasiswa jurusan music producing yang masuk ke wanna one lewat woojin dan terakhir exchange student dari taiwan, lai guanlin, jurusan sastra dan bahasa korea.

dan ya, gausah ditanya lagi. semuanya nyebelin karena kalo dikasih tau ngeles mulu dan gamau ngebersihin sampah bekas mereka.

cuman minhyun gamau nuker temen-temen sialan nya ini dengan manusia terbaik manapun.

"eh woi-woi-woi, anak-anak hukum pada ngajak tanding bola! kuy kuy!" teriak noh taehyun, yang belakang kepalanya langsung digaplok sama pacarnya, seongwoon. "anj–woe nanti pacar lo ini tambah bego kalo di pukulin mulu!" protes taehyun yang dijawab dengan bisikan "emang udah bego dari dulu..." dari beberapa orang.

seongwoon berkacak pinggang "itu skripsi inget tae! lo mau lulus kaga!"

taehyun masih ngelus-ngelus kepalanya yang bekas korban petungan bukunya seongwoon. "kepala mumet tau beb.. ayolaa~ kita pas nih ber 11, minhyun pas banget datengnya!"

minhyun yang nama nya di panggil tetap terdiam.

main bola?...terakhir minhyun main bola kapan ya? sekolah dasar mungkin? sebelum penyakitnya semakin parah?
"gue ayo aja." jawab yongguk yang dari tadi diem baca buku di pojokan.

"ya kali gue ga kuy." jawab daniel dengan sahutan setuju seongwoo di akhir, ini dua manusia emang mayan jago diantara yang lain kalo soal bola, walaupun si ong stamina dan napas nya ga kuat-kuat banget kayak daniel ("gapernah olahraga, kebanyakan ngerokok sama makan gorengan sih lu" kata daniel, sambil nyebat roko malboronya.)

jaehwan ngangguk-ngangguk aja sambil main gitar, dia yang paling jago main bola di wanna one dan ga pernah nolak jika ada yang ngajakin.

"gue juga ayo-ayo aja, ga ada kerjaan lagi ini." jawab youngmin dengan anggukan gunhee di sebelahnya.

"emang tanding nya dimana hyung?" tanya gunhee.

"lapangan kampus, lagi kosong katanya." jawab taehyun sambil mainin hpnya. "gue udah bilang fix nih kita tanding. jisung hyung lo ikut kan?"
"iye." jawab jisung pendek, masih sibuk sama laptopnya. "tapi gue ga aktif ya maen nya! kan gue ga bisa main bola!"

taehyun cuma ngangguk-ngangguk pasrah sama jawaban jisung "woe, minhyun! ikut kan lo?" tanya taehyun yang membuyarkan batin minhyun.

minhyun masih terdiam sebentar sebelum ngejawab taehyun. "mau sih ikut, tapi gue ga terlalu bisa main bola hyung.."

bohong.

minhyun sama sekali ga bisa main bola.

bukan nya taehyun yang ngejawab malah daniel. "gapapa, lo kan tinggi dan ganteng."

jaehwan dan seongwoo yang duduk di depan daniel natap dia dengan aneh.

"apa hubungan nya tinggi sama ganteng sama bola?"
"ga ngerti lagi gue sama ini manusia."

"gapapa-gapapa yang penting kita pas orang nya! jisung hyung juga ga bisa kan tadi bilangnya" kata taehyun sembari masang tampang melas ke minhyun.

seongwoon yang udah kalah sama pacarnya mengiyakan. "ikut aja. what's the worst that can happen? kan cuma main bola."

minhyun terkekeh awkward. "yaudah deh. kuy."

iya ya... cuma main bola... waktu hidup gue sempit. setiap kesempatan harus diambil.

aja. what's the worst that can happen?

apa sih yang bisa terjadi ketika lo main bola sama temen temen lo?

ga banyak sih..

kecuali kalo lo penyakitan. banyak kemungkinan yang bakal terjadi dengan diri lo.


hai, untuk kalian-kalian yang mengharapkan angst di chap awal mohon maaf...demi perkembangan cerita.

tapi untuk kedepan nya pasti deh! *ketawa iblis*

perkembangan love-line character juga bakal ada di chap selanjutnya. bisa dibilang sih ini masih lanjutan dari prolog.

untuk tambah mengclear situasi character, bae jinyoung itu adik nya hwang minhyun yang beda 3 tahun.

kenapa marga nya beda? bakal dijelasin di chap selanjutnya!

thank you for all your attention and reviews!