DISCLAIMER : Hiro Mashima

RATE : T (Teen/Remaja)

WARNING : Multichapter, Full Pairing (LaMi, JerZa, NaLu, Gruvia, GaLe, ElfGreen)

Akhirnya hari pertandingan pertama pun digelar. Seluruh peserta bersiap untuk melaksanakan pertandingan di hari pertama. Tak ketinggalan banyak masyrakat Magnolia yang rela berdesak-desakan untuk menonton pertandingan yang diikuti oleh penyihir-penyihir hebat Fairy Tail itu.

.

.

.

Keesokan harinya di guild paling beken seantero Fiore, tepatnya pada pukul 08.00 pagi.

"Hahaha, aku sudah tidak sabar ingin mengikuti turnamen hari ini. Suka turnamen termasuk jiwa lelaki. Benar kan Atsuko-kun?" Elfman melirik ke arah putri semata wayangnya yang kini sedang duduk manis sembari minum juice.

"Hn, terserah Tou-san saja deh"

"Elfman, sekali-sekali tolong panggil anak kita dengan imbuhan -chan kenapa? Nanti kalau dia sudah besar dia bisa jadi anak yang durhaka pada ayahnya loh" Evergreen yang duduk di samping kanan putrinya itu malah menakut-menakuti suaminya.

"Errr baiklah. Nanti kapan-kapan Tou-san akan panggil kau dengan imbuhan -chan ya"

Atsuko masih sibuk meminum juice jambunya yang masih 3/4 gelas, seakan tidak mendengarkan pembicaraan kedua orang tuanya barusan.

Sementara itu di meja yang lain, ada keluarga Fulbuster yang sedang duduk bertiga bersama Wendy yang sedang bertugas sebagai pelayan sementara hari ini karena Mirajane berpartisipasi dalam Grand Fairy Tail Tournament.

"Ano, mau minum apa Gray-san, Juvia-san, dan Troy-kun?" Tanya Wendy dengan nada gugup seperti biasa. Apalagi hari ini dia baru pertama kali menjadi seorang bar maid.

"Hoahhmmm...aku air putih dengan es batu saja ya" Kata Gray sembari menguap lebar.

"Kalo Juvia mau pesan minuman yang sama dengan suami Juvia, air es saja ya Wendy-chan"

Wendy mengangguk sambil mencatat pesanan pasangan suami istri itu. Kemudian tatapannya beralih kepada anak laki-laki berumur 5 tahun yang sedang asyik sendiri. Kedua tangannya berusaha memelorotkan celananya secara tidak sadar.

"I..itu.."

Perilaku Troy sukses membuat wajah gadis berusia 25 tahun itu memerah dan terus memerah. Tangannya yang bergetar ia acungkan ke daerah bagian bawah putra Gray.

"I..itu a..a..pa?"

"Wendyyy" Seekor Exceed berwarna putih segera menghampiri majikannya itu ketika ia melihat adanya perilaku yang tidak beres darinya. Sebelum Wendy terjatuh karena pingsan, Carla segera menopang tubuhnya lalu membawanya menjauhi meja dimana keluarga Fulbuster duduk.

Gray yang melihat perilaku aneh dari Wendy tiba-tiba memikirkan sesuatu 'Jangan-jangan ini ulah si Troy?'

Segera ia tolehkan kepalanya ke samping secepat mungkin.

"Ada apa papa ice?"

1 detik..

2 detik..

3 detik..

"WOOAAAHHH! PADAHAL SUDAH KUBERI SABUK TAPI CELANAMU TETAP MELOROOTTT?"

Sontak semua orang yang ada di guild hanya bisa mengelus dada. Mereka tidak bisa membayangkan betapa susahnya menjadi ayah dari seorang bocah seperti Troy.

"Kyaaa Troy-kun" Juvia segera mengambil celana anaknya itu dan memakaikannya kembali, tak lupa serta merta mengencangkan sabuknya sekencang mungkin.

"Pyuhh, untung kau cepat bertindak Juvia"

Wajah Juvia memerah sambil terus menatap suaminya itu.

"A..ada apa Juvia?" Tanya Gray keheranan.

"Kyaaa Gray-samaaa!"

Gray segera menatap ke arah tubuhnya "Waaa, aku juga telanjaannggg?"

Seorang wanita berambut merah panjang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat polah tingkah mantan rekan setimnya itu.

"Huhhh, Gray-Gray. Sampai umur berapa kau berkelakuan seperti itu"

Jellal yang sedang memakan roti di samping istrinya hanya ikutan menghela nafas panjang.

"Mama Papa, tapi aku iri sama keluarganya Gray-ojisan. Mereka sering tertawa. Tapi kalau kita? Tertawa saja jarang" Ema Fernandes memajukan bibirnya pertanda sedikit kesal.

Erza yang melihat tingkah putri kesayangannya itu segera mengelus lembut rambut panjangnya yang berwarna biru seperti milik ayahnya "Ema sayang, kamu benar-benar ingin keluarga kita menjadi lucu layaknya keluarga Gray-ojisan kan?"

Ema mengangguk-angguk dengan mata yang berbinar-binar.

SEETTT

Erza melirik tajam ke arah Jellal. Sedangkan pria yang bersangkutan hanya bisa memasang tampang bingung.

"B..brruu..brruaaahhh!"

Ternyata master ketujuh Fairy Tail itu sedari tadi berencana untuk menggelitiki pinggang suaminya yang sedang asyik makan roti. Dan kini bisa kita tebak, Jellal memuntahkan semua roti yang sedang dikunyahnya dengan raut wajah yang terlihat konyol.

"Huahahaha. Mama, muka Papa lucu banget"

Dalam hati Jellal 'Sial kau Erza. Awas nanti malam, akan kubalas kau di ranjang berkalilipat lebih parah daripada ini'.

Sementara itu keadaan yang terjadi di keluarga Dreyar...

"Ayah, kenapa kakek moyang lama sekali ya? Aku sudah bosan menunggu. Ini sudah jam 08.10" Gerutu seorang bocah laki-laki berambut spike berwarna senada dengan ibunya, putih keperakan.

"Entahlah. Jika kau malas menunggu tidur saja di pangkuan ibumu" Jawab Laxus.

Mirajane yang mengetahui keadaan hati putranya itu kemudian mencoba untuk menenangkannya.

"Sayang, benar kata ayah. Sini tidur dulu di pangkuan ibu"

David mau tidak mau mematuhi saran kedua orang tuanya daripada bosan.

Kedua anggota Raijinshuu yang sedari tadi ikut duduk di samping kanan dan kiri cicit Master Makarov, kini hanya bisa melihat pemandangan David Dreyar yang sedang asyik memejamkan mata di paha mulus milik Mirajane.

Freed yang masih menjadi pria normal langsung membayangkan fantasi mesumnya dengan berkali-kali menelan ludah.

Freed POV

"Kemari Freed sayang, tidur di pangkuanku"

Aku yang mengetahui kesempatan emas itu tanpa berpikir panjang langsung menuruti ajakan model seksi majalah Weekly Sorcerer itu.

"I..iya Mirajane" Aku benar-benar sudah berada di paha mulus nan wangi milik Mirajane. Wow, mungkin mati hari ini pun aku rela, hehehe.

Tapi kemudian sesosok pria tinggi besar berotot berjalan menghampiriku dengan tatapan iblis. Itu Laxus!

"Freed, kau berani-beraninya tidur di pangkuan istriku haahhh?" Tatapan Laxus kali ini sama persis seperti ketika ia akan menguasai Fairy Tail pada waktu itu.

"A..ampun Laxus. Am..pun"

"Tidak ada ampun bagimu Freed sialan. Kau juga harus keluar dari Raijinshuu setelah ini" Tangannya mengepal dengan erat. Percikan-percikan listrik berwarna kuning keemasan mulai menyebar luas di tangan kanannya itu.

"Ti..tidak Laxus. Ampuni aku. Jangan, jangan keluarkan aku dari Raijinshuuuuu"

"Mati kau Freeddd!"

ZRASSHHH

Freed POV End

"Ampun Laxus!"

Bickslow yang mendengarkan teriakan tidak jelas dari rekannya itu hanya bisa memasang wajah heran yang mungkin tidak terlihat jelas dari luar "Woy Freed, kau kenapa?"

Freed hanya cengar-cengir dengan wajah yang cukup pucat "Aku, aku tidak apa-apa kok. Hehehe"

Keadaan keluarga McGarden pun tidak kalah ramainya...

Ada Levy dan Lenka yang sedang asyik membaca buku. Walaupun Lenka mempunyai watak yang mayoritas menurun dari ayahnya, tapi sifat kutu buku milik Levy sepertinya menurun juga kepada Lenka.

Sedangkan di depan kedua orang berambut biru yang sedang sibuk membaca itu, terlihatlah tiga orang pria. Yang di tengah jelas Gajeel, tapi yang dua berikutnya...

"Hoy Jet, Droy, mau sampai kapan kalian mengusik ketenangan keluarga kami hah?" Ucap Gajeel dengan nada sedikit kesal.

Droy yang sedang asyik makan lalu menjawabnya "Kamyi bherduha cumha mendhukhung Lhevvy dhan Lhenkha sajhha. Massha ghak bholyeh sih?"

Gajeel memasang tampang dingin "Kalo mau menjawab jangan sambil makan lain kali ya. Aku jadi tidak tahu sedang berbicara dengan manusia atau hewan, gi hee"

Sebuah tanda siku-siku muncul di dahi Droy "Apa kau bilang? Aku hewan hah?"

Kedua pria itu saling mencengkeram kerah masing-masing karena marah. Sedangkan Jet malah berusaha mencari kesempatan dalam kesempitan.

"Levy-chan, kau sedang baca apa?"

Levy tidak menggubris pertanyaan salah satu fans beratnya itu, dan dia tetap asyik membaca.

"Kalo Lenka-chan sedang asyik membaca ya?"

Putri Gajeel itu meletakan bukunya sejenak, kemudian menatap tajam ke arah Jet "Bukan, aku sedang mencangkul. Ya iyalah, sudah tahu ndadak tanya lagi"

'Hiks..hiks, gagal deh usahaku untuk menjadi ayah tiri dari Lenka. Hiks..hiks..' Jet menangis dalam hati sembari pundung di pojokan guild.

Sepertinya ada satu keluarga yang masih belum nampak di guild. Tapi siapa ya?

.

.

.

"Grookk..zzz..grookk...zzz"

Seorang wanita berambut pirang yang dikuncir pinggir mulai membuka matanya perlahan-lahan. Ia kemudian bangkit dari tidurnya, mengucek-ucek kedua matanya, lalu terakhir melihat ke arah jam dinding.

08.15

tik tok..tik tok..

Suasana masih hening. Wanita bermarga Heartfilia itu belum sepenuhnya bangun dari tidurnya.

tik tok..tik tok..

"Hoaahhmmm" Lucy menguap, kemudian berjalan ke arah pintu kamar mereka.

Grookk..zzz..nyam nyamm..grookk..zzz"

Dilihatnya seorang pria berambut pink yang telah menjadi pasangan sehidup sematinya, kemudian ia tersenyum sendiri.

Dilihatnya lagi jam dinding bergambar Plue yang kini sudah menunjukan pukul 08.17. Tiba-tiba ada semacam perasaan aneh yang menggelayutinya.

'Hari ini kan..jam 08.00..ada..'

"KYYAAAAA!"

Seluruh burung-burung yang sedang hinggap dengan damai di atap rumah keluarga Dragneel tiba-tiba saja langsung beterbangan begitu mendengar suara pekikan ibu Kyou Dragneel barusan.

GUBRAKKK

Natsu sukses terjatuh dari tidurnya setelah mendengar suara jeritan Lucy. Happy dan Kyou yang sedang tidur berpelukan satu sama lain pun ikut-ikutan terbangun, tapi bedanya tidak sampai njungkal seperti Natsu.

"Natsu, Kyou-kun, Happy, cepat bangun bodoh!"

Natsu menguap lebar sembari mengucek-ucek kedua matanya yang masih memerah dan berair.

"Natsu, ayo cepat kita berangkat. Hari ini, hari ini, ada..ada.."

"Ada apa ibu?" Tanya Kyou yang sedang duduk di pinggiran ranjang kecilnya sambil memulai ritual wajibnya, ngupil.

"Ada, ada turnamen bodoohhh. Ayo cepat kita ke guild sebelum didiskualifikasi pada hari ini" Lucy segera menyeret Natsu, Kyou, dan Happy secepat kilat.

"Ibu, tapi aku masih mengantuk dan lapar bu"

"Lucy, aku juga ngantuk" Happy ikut-ikutan.

"Lu..Lucy aku ingin buang a..air b..be..besar" Natsu memegangi perutnya yang sepertinya mules itu.

Keluarga penyihir kelas S yang dikepalai oleh Natsu Dragneel itu sempat menjadi tontonan penduduk Magnolia yang sedang berlalu lalang di sekitar situ. Bagaimana tidak? seorang Celestial Wizard sekelas Lucy Heartfilia sedang menyeret (baca : menjambak) suaminya yang juga seorang penyihir terkenal di Fiore, tak lupa beserta Kyou dan Happy yang teriak-teriak ingin tidur lagi dan ingin makan.

.

.

.

Kita kembali ke guild Fairy Tail dimana Master Makarov sedang mengumukan sesuatu...

"Kita perkenalkan panitia Grand Fairy Tail Tournament pada pagi ini. Mulai dari susunan panitianya. Aku Makarov Dreyar selaku penanggung jawab acara ini, disampingku ada dua orang pria yang sepertinya sudah kalian kenal. Master keempat Fairy Tail Macao Conbolt, Romeo Conbolt, beserta Wakaba Mine"

Sorak sorai dari penonton bergemuruh begitu melihat ketiga orang yang telah ditunjuk oleh Master Makarov sebagai panitia itu.

"Kemudian ada juga Cana Alberona, Lissana Strauss sebagai panitianya"

Penonton kembali bergemuruh begitu melihat kedua wanita seksi nan cantik ini melambai-lambaikan tangannya. Apalagi Cana melambai-lambaikan tangan sambil meminum arak.

"Dan aku akan jelaskan sistem pertandingannya. Ada tujuh pertandingan yang akan dipertandingkan disini. Dan enam dari tujuh pertandingan sama sekali tidak boleh menggunakan kekuatan sihir, ingat ya. Sama sekali tidak boleh. Kecuali hanya satu pertandingan yang memang dikhususkan nantinya untuk menggunakan kekuatan sihir masing-masing"

"Apa? Itu tidak berjiwa jantan" Komentar Elfman.

"Pertandingan macam apa ini? Tidak boleh menggunakan kekuatan sihir segala. Cih" Dengus Laxus dengan nada kecewa.

"Aku tahu pasti kebanyakan kalian kecewa karena di sebuah turnamen seperti ini malah tidak menampilkan kekuatan sihir sama sekali. Yang pertama karena turnamen ini hanyalah sebagai hiburan setelah guild kita sukses menjuarai Daimato Enbu selama tujuh tahun berturut-turut. Sebelumnya kita harus bereterima kasih dulu kepada Master muda Fairy Tail yang telah berhasil mengantar kita menuju kemenangan di setiap tahunnya. Master Erza Scaarrleett!"

Tepuk tangan bergemuruh begitu nama Erza Scarlet selesai diucapkan. Dan Erza hanya menanggapi itu dengan senyuman kecil.

"Waw, Mama hebat ya?" Puji Ema dengan pandangan berbinar-binar.

"Hebat. Hebat dalam membuat Papa malu tadi" Sambung Jellal yang sepertinya merasa agak jengkel setelah peristiwa memalukan dimana dirinya menyemburkan seluruh roti yang sedang dikunyahnya akibat gelitikan Erza.

"Kemudian, alasan yang paling penting adalah karena di kota Magnolia ini tidak terdapat sebuah stadion besar dan megah seperti layaknya stadion Domus Flau yang kuat menanggung seluruh kekuatan sihir sebesar apapun. Jadi jika diadakan pertarungan disini, ditakutkan rumah-rumah penduduk bahkan guild kita akan hancur. Ehm, sebenarnya sih boleh-boleh saja jika diadakan pertarungan besar layaknya Daimato Enbu. Tapi ya itu, harus ada donatur yang kaya raya yang bersedia mengganti seluruh kerusakan. Siapa yan mau, ayo tunjuk jari?" Tanya Master Makarov dengan senyum yang dibuat-buat.

krik..krik..krik..krik..

"Oke kita lanjut ya. Ehm..ehm..ehm, aduh sepertinya tenggorokanku mulai sakit. Master keempat, tolong gantikan ya"

Sontak Macao langsung mengarahkan telunjuknya ke dirinya sendiri dengan wajah bingung seakan mengatakan 'aku yang disuruh untuk menggantikanmu, begitu?'.

Tanpa mengatakan sepatah kata apapun, Master Makarov berjalan menuju ke dalam ruangannya.

"Ehm, baiklah aku yang menggantikan. Oke-oke, langsung saja penjelasan pertandingannya ya" Macao mulai menggambar sebuah bagan dengan pensil sihir (maaf, author kurang tahu namanya apa).

Satu menit kemudian...

"Baiklah, ini dia penjelasan lengkapnya"

Seluruh pasang mata menuju ke arah bagan yang barusan digambar oleh Master keempat mereka itu.

"Ada tujuh pertandingan disini. Apa saja itu, kita lihat ke arah bagan ini"

1) Day 1, Father.

2) Day 2, Mother.

3) Day 3, Kid.

4) Day 4, Father&Kid.

5) Day 5, Mother&Kid.

6) Day 6, Father&Mother.

7) Day 7/Last Day, Father&Mother&Kid.

"Hehe, jadi hari ini giliranku ya?" Kata Gajeel sambil tersenyum penuh arti.

"Berjuanglah Gajeel" Dukung Lily yang sepertinya baru saja datang di guild.

"Sebagai pria sejati yang harus bertanding hari ini, aku pasti akan menang" Siapa lagi kalau bukan Elfman.

"Juvia ingin cepat-cepat hari keenam, karena Juvia ingin berduet mesra dengan Gray-sama"

"Tck, jangan bergelayut terus kau Juvia" Protes pria berambut hitam itu kepada istrinya yang sedari tadi asyik bergelayut manja.

"Jellal, kau harus menang ya?"

"Tenang Erza, itu bisa di atur"

'Berjuanglah Laxus" Dukung Mirajane kepada suaminya itu.

"Hn" Jawab Laxus amat singkat.

"Ehm, baiklah. Kalian sudah tahu kan bagaimana pola pertandingannya? Sekarang kita beralih kepada hal perolehan poin. Simpel saja, pemenang juara 1, 2, dan 3 di tiap pertandingan masing-masing mendapatkan poin 3, 2, dan 1. Sedangkan posisi setelahnya tidak mendapatkan poin sama sekali alias 0" Jelas ayah Romeo itu panjang lebar.

Tiba-tiba saja sahabat karib Wakaba itu menghentikan penjelasannya dan melambaikan tangannya ke arah Cana. Orang yang merasa dipanggil itu pun mendekat.

"Cana, tolong kau gantikan aku ya soalnya aku sudah kebelet ingin pipis" Bisik Macao lirih.

Cana pun mengangguk tanda mengerti.

"Oke, karena Macao-san sedang ingin pipis dan buang angin jadinya aku yang gantikan ya, hik" Kata putri Gildarts itu dengan setengah mabuk.

Seketika seluruh orang yang hadir disitu tertawa terbahak-bahak.

"Woy kau jangan bilang-bilang aku ingin pipis bodoh! Dan kenapa kau menambahkan ingin buang angin segala!" Protes Macao dari arah belakang panggung.

"Dasar ayah" Romeo cuma menggeleng-gelengkan kepalanya melihat perilaku ayahnya yang tak kunjung dewasa itu.

"Oke-oke lanjut ya, hik. Sekarang tinggal emm apa ya? O ya, pertandingan hari ini kan?"

"Wendy, kau sudah baikan?" Tanya Carla yang sedikit terkejut melihat majikan yang juga sahabatnya itu mulai siuman.

"Ehh? I..iya. Ngomong-ngomong acaranya sudah dimulai ya Carla?" Tanya Dragon Slayer Langit itu sambil merenggangkan ototnya.

"Hm, sudah sejak beberapa menit yang lalu. Dan satu hal, kuperingatkan sebaiknya kau jangan dekat-dekat anak laki-laki Gray itu lagi ya"

Pipi Wendy kembali memerah lagi.

Kembali ke Cana Alberona yang sedang menjelaskan di panggung...

"Oke. Jadi, pertandingan kali ini adalah..."

Sebuah tulisan yang dibuat melalui sihir terpampang jelas di panggung.

O

"Aduuu paannccooo!"

Suasana kebun binatang kembali berkumandang setelah Cana memberitahu jenis pertandingan macam apa yang akan dilaksanakan pada hari ini.

"Yosh, aku sepertinya bisa menang nih" Tanpa sadar saking semangatnya Gray membuka bajunya.

"Kyaaa, Gray-sama seksi sekaliii"

"Hebat, papa-ice telanjang kaya aku" Puji atau malah hina Troy.

Gray kemudian memperhatikan otot-otot lengannya yang sepertinya lumayan kekar untuk ukuran laki-laki.

"Hey Gray, kau jangan bangga dulu ya"

Ayah kandung Troy Fulbuster itu menoleh ke sumber suara.

"La..Laxus?"

Seorang Laxus Dreyar kini sudah membuka pakaiannya dan menampakan otot-otot tubuhnya yang benar-benar kekar. Lebih kekar dari Gray malah.

"Papa-ice jangan mau kalah dengan ayahnya David itu"

"I..iya Troy" Gray nyengir tidak jelas. Padahal dalam hatinya sudah minder melihat besarnya lengan sang Lightning Dragon Slayer itu.

"Tou-san harus menang ya"

"Elfman, kalau kau menang akan kuberi malam yang tak terlupakan pokoknya" Ucap Evergreen sambil mengedipkan mata kanannya.

"Oke. Serahkan saja padaku" Sedetik kemudian adik Mirajane itu segera merobek baju yang dipakainnya dan segera memperlihatkan besarnya otot-otot yang bahkan melebihi Laxus.

"Laki-laki sejaattiii!" Elfman berjalan ke arah panggung dengan langkah penuh percaya diri.

"Ayah, memang ayah bisa menang?" Lenka menatap ayahnya yang sudah membuka pakaiannya dengan tatapan pesimis.

"Hn. Masalah gampang"

"Gajeel, ganbatte!" Dukung Levy.

Semburat merah sedikit terlihat di pipi mantan anggota Phantom Lord itu.

"Levy-chan, kalau aku jadi suamimu pasti aku bisa mengalahkan Elfman dan Laxus" Ratap Droy dengan tubuh yang babak belur setelah dihajar oleh Gajeel tadi.

Jet meraba-raba kedua lengannya 'Kalo aku sudah pasti kalah. Hiks..hiks..' Batin rival Droy itu setelah menyadari bahwa tubuhnya kurang kekar.

"Papa, kalahkan Laxus-ojisan dan Elfman-ojisan yang badannya gedhe-gedhe ya?" Putri master ketujuh itu terus memperhatikan ayahnya yang sedang push-up dengan tubuh telanjang dada untuk pemanasan sebelum bertanding.

"Oke Ema"

"Berusahalah, Jellal"

Kembali ke panggung...

"Dan kini waktu sudah menunjukan pukul 08.27. Sepertinya kita bisa mulai pertandingan di hari pertama ini kan?" Tanya Cana selaku panitia yang menggantikan Macao.

"Iyaaa" Jawab para penonton.

"O ya ada yang lupa, hik. Kita belum tahu kan hadiahnya apa? Oke, kita liat saja..."

Lagi-lagi sebuah tulisan yang terbuat dari sihir terpampang jelas di panggung.

JUARA 1 : 5.000.000 jewel

JUARA 2 : 2.500.000 jewel

JUARA 3 : 1.250.000 jewel

Penonton pun kembali bergemuruh ketika melihat besarnya nominal hadiah Grand Fairy Tail Tournament itu.

'Kau harus menang Elfman, kalau tidak tak akan kuberi malam yang romantis dan menggairahkan' Evergreen mulai panas melihat besarnya hadiah itu.

'Kalau aku dapat hadiah segitu, mungkin aku akan libur bekerja di bar selama satu bulan' Mirajane malah senyam-senyum sendiri.

"Laxus, kau harus menang" Kata Freed sambil mempersiapkan sebuah spanduk besar yang sepertinya sengaja ia buat untuk mendukung timnya Laxus.

"Kalau Laxus menang, kita dikasih berapa ya?" Bickslow bertanya kepada Freed.

"Entahlah. Tapi aku ragu Laxus sanggup mengalahkan si Elfman itu"

"Lissana, psst Lissana"

Lissana yang sedari tadi masih berdiri mematung kini berjalan menghampiri Cana.

"Ada apa Cana?"

"Ku gantikan aku ya. Soalnya aku ingin minum lagi, malas ngoceh terus"

"Baiklah. Serahkan saja padaku" Kata Lissana sembari tersenyum.

"Ehm semuanya, kini aku Lissana Strauss yang akan memandu kalian semua. Mohon kerjasamanya" Lissana berojigi.

"Lissana, kau cantik sekali"

"Jadikan aku suamimu Lissana"

"Lissana, i love you"

Tiba-tiba saja Elfman membalikan badannya ke arah penonton yang berisik barusan. Cukup dengan sebuah tatapan horror ditambah kepalan tangan yang diangkat ke udara, penonton pria yang tadinya sedikit kurang ajar kini langsung menciut di tempat.

"Terima kasih Elf-niichan. Baiklah, aku akan menunjukan tim-tim yang mengikuti event Grand Fairy Tail Tournament ini. Mulai dari tim pertama...CHEER&GLOOM!"

TEAM CHEER&GLOOM

1) Gajeel Redfox (Father)

2) Levy McGarden (Mother)

3) Lenka McGarden (Daughter)

Gajeel berjalan menuju arah panggung dengan telanjang dada sembari mengencangkan otot-ototnya yang terlihat lumayan kekar itu.

"Ganbatte Gajeel!" Teriak Levy.

"Ayah, berjuang ya" Tambah Lenka walau tidak sampai berteriak.

Sementara itu, duo Jet&Droy sedang meratapi nasibnya di pojokan guild.

"Hiks..hiks, harusnya namaku yang terpampang di atas nama Levy" Ini kata Jet.

"Harusnya aku tahu! Lihat tubuhku, kujamin Elfman saja kalah" Ini kata Droy.

"Tubuh penuh lemak dan bukan otot seperti itu kok bangga"

"Apa katamu Jet?"

Pertempuran kecil di antara keduanya pun tak bisa dielakan XD

"Baiklah. Kini tim kedua...BLUE TITANIA!"

TEAM BLUE TITANIA

1) Jellal Fernandes (Father)

2) Erza Scarlet (Mother)

3) Ema Fernandes (Daughter)

Ketika Jellal memasuki panggung, jarang penonton yang menyorakinya. Mungkin dikarenakan semua orang tahu bahwa sosok pria berambut biru tua yang ada di depan mereka sekarang ini pernah menjadi penjahat besar yang juga sempat mengancam Fairy Tail pada waktu itu.

Tiba-tiba dari arah tempat duduk peserta...

"Papa, semangat! Aku dan mama mendukungmu, Papa!"

Suami Erza Scarlet itu lalu mengacungkan jempolnya ke arah Ema yang barusan mendukungnya.

'Jellal, kau harus percaya diri' Batin Erza.

"Tim ketiga. Ada yang tahu siapa?"

Para penonton hanya mengedikan bahu ataupun menggelengkan kepala pertanda tidak tahu.

"Kita sambut...THUNDERBOLT!"

TEAM THUNDERBOLT

1) Laxus Dreyar (Father)

2) Mirajane Strauss (Mother)

3) David Dreyar (Son)

Laxus maju ke arah panggung diiringi yel-yel yang dibuat oleh Raijinshuu dari tribun penonton. Evergreen yang merasa salah satu anggota Raijinshuu pun segera berlari menghampiri Freed dan Brickslow sang sudah siap dengan spanduk beserta pengeras suara.

"Aku ikut boleh?"

"Tentu saja Evergreen. Mari kita dukung Laxus dengan kekuatan penuh khas Raijinshuu" Ucap Freed.

Bickslow bersiap untuk mengumandangkan yel-yel Thunderbolt yang tadi malam baru saja dibuatnya.

"Thunderbolt Thunderbolt Thunderbolt, Yeaahhh!"

"Tim paling oke, kece, dan gak kere, Yeaahhh!"

Freed mengibar-ngibarkan bendera besar berwarna kuning bertuliskan THUNDERBOLT NUMBER ONE. Sedangkan Evergreen mengibarkan bendera bergambar wajah Laxus, Mirajane, dan David yang dibuat chibi.

"Laxus Dreyar, Mirajane Strauss, dan tuan muda David Dreyar Yeaahhh!"

"Thunderbooollttt...ShoobyDoo Bop!"

Gajeel yang mendengarnya secara langsung, sontak segera menghantam wajah Bickslow dengan sihirnya.

JDAAKKK

Bickslow sukses pingsan di bawah tribun penonton.

"Jangan bawa-bawa ShoobyDoo Bop tanpa ijin bodoh!"

Laxus hanya menepuk dahinya sembari menyesali idenya untuk menjadikan Raijinshuu sebagai suporter fanatiknya.

"Ibu, aku jujur malu sekali bu" David ngumpet di kolong meja saking malunya.

"Hehehe, kau ini lucu sekali sayang. Diberi perhatian oleh fansmu kenapa malu?" Ucap Mirajane.

"Baiklah kita lanjut saja ya, hehe. Oke tim keempat...MACHOOO MASCULINNEEE!" Lissana kali ini berteriak amat keras karena ia sudah menyatakan diri sebagai pendukung fanatik tim kakak laki-lakinya itu.

"Elfman"

"Elfman"

"Pria sejatiii"

Para penonton kini makin ricuh setelah Elfman memasuki panggung. Banyak dari mereka yang menjagokan pemilik take-over jenis beast itu menjadi pemenangnya karena besarnya otot-otot yang terpahat di tubuh adik kandung Mirajane itu.

"Groaahhh!" Elfman berteriak dengan lantang ketika sampai di panggung.

"Oke tenang semuanya, tenang. Baiklah, kini tinggal dua tim yang belum disebutkan. Tim kelima...ICE CREAM!"

TEAM ICE CREAM

1) Gray Fulbuster (Father)

2) Juvia Loxar (Mother)

3) Troy Fulbuster (Son)

"Kyaaa Gray-sama, kau seksi sekaliii! Berjuanglah Gray-sama" Kata siapa lagi kalau bukan sang penyihir air, Juvia. Tapi karena saking terharunya, air mata Juvia mengalir amat deras sehingga menyebabkan banjir sesaat.

"Waaa mama Juvia, toloonggg!" Apesnya Troy ikut hanyut bersama derasnya air sambil memegangi celananya yang mengapung.

"Juvia, celana Troy melorot..melorot lagi" Gray heboh sendiri.

"Hihihi, oke-oke. Dan kini tim keenam atau yang terakhir. Ada yang tahu tim apa?" Tanya Lissana dengan nada antusias.

"LUCY CUUTTEEE!" Seru kebanyakan penonton yang bergender pria. Sepertinya Lucy benar-benar digemari oleh masyarakat Magnolia walaupun sudah bersuami Natsu Dragneel.

"Wah-wah terkenal juga ya timnya Lucy Heartfilia. Baik, kita sambut...LUCY CUTE!"

TEAM LUCY CUTE

1) Natsu Dragneel (Father)

2) Lucy Heartfilia (Mother)

3) Kyou Dragneel (Son)

krik..krik..krik..

Suasana menjadi hening dan sepi.

krik..krik..krik..

Lissana sebagai pembawa acara dadakan pun kelabakan sendiri.

"Psst Gray, kau tahu dimana timnya Natsu dan Lucy?"

Orang yang ditanyai hanya bisa mengedikan bahu "Entahlah. Aku tidak tahu. Tapi setahuku sih ya, sejak pagi geng otak udang itu belum kelihatan sama sekali"

'Bagaimana ini? Apa timnya Natsu terpaksa didiskualifikasi pada pertandingan hari pertama ini?' Batin Lissana cemas.

Tiba-tiba saja...

BRUAAKKK

Pintu guild jebol dan memperlihatkan keempat sosok yang sepertinya bertanggung jawab atas pengerusakan yang barusan mereka lakukan itu.

"Lucy, aku lapar pengin makan ikan"

"Ibu, aku juga lapar dan masih ingin tidur"

"Lu..Lucy, pe..perutku mules se..kali"

"Berisik! Jika kita kalah di pertandingan kali ini hadiah fantastis akan semakin menjauhi kita tahu" Wanita berambut pirang panjang itu dengan sadisnya menyeret ketiga anggota keluarganya (termasuk Happy) menuju ke arah panggung.

"Lu..Lucy, pertandingannya akan dimulai sebentar lagi. Err dimohon Natsu saja yang maju ya, sedangkan yang lainnya boleh duduk di meja peserta yang sudah disediakan" Lissana berkata dengan canggung akibat melihat perilaku norak keluarga Dragneel barusan.

"Baik Lissana" Lucy tersenyum manis. Kemudian gantian ia menatap suami bodohnya, dengan tatapan menakutkan "Natsuuu, kau harus menang ya"

"A..aye" Jawab sang Salamander dengan wajah biru akibat menahan buang air besar.

"Baik. Karena kini sudah lengkap semua pesertanya, mari kita mulai saja pertandingan...ADU PANCOOO!"

Sebuah bagan yang baru, terlihat di panggung. Bagan yang berisi nama-nama peserta pertandingan adu panco di hari pertama ini.

1) Natsu Dragneel (LUCY CUTE) VS Laxus Dreyar (THUNDERBOLT)

2) Gray Fulbuster (ICE CREAM) VS Elfman Strauss (MACHO MASCULINE)

3) Jellal Fernandes (BLUE TITANIA) VS Gajeel Redfox (CHEER&GLOOM)

"Seperti yang kita lihat di panggung, pertandingan pertama kali ini akan mempertemukan Natsu dengan Laxus!"

.

.

.

Sementara itu di ruangan Master Makarov...

"Woy, kau pasang siapa Cana?" Selidik Master Makarov.

"Hik hik, Elfman dong bung hik" Putri Gildarts itu menaruh beberapa lembar jewel sebagai taruhannya.

"Kalau kau Master keempat?" Master Makarov menatap ke arah Macao.

"Elfman lah"

"Hey hey, peraturannya kan tidak boleh ada jagoan yang kembar" Protes Cana sembari meminum sebotol anggur.

"Sialan. Begitu ya? Hmmm, Laxus boleh juga. Laxus!" Macao pun tak mau kalah dengan Cana. Uang taruhannya sepertinya lebih banyak.

"Hehehe, kalau aku adalah..." Setelah meletakan uang taruhannya, Master Makarov tersenyum penuh arti "Natsu Dragneel"

'Aku percaya walau kurang diunggulkan tapi bocah api itu dipenuhi oleh dewi Fortuna. Hahaha, aku pasti menang' Tawa Mater keenam Fairy Tail dalam hati.

.

.

.

Kembali ke jalannya pertandingan adu panco di Fairy Tail...

Dengan sempoyongan, pria berambut merah muda terlihat berjalan pelan ke arah panggung. Wajahnya pucat sedikit kebiru-biruan, tangan kanannya sedari tadi terus memegangi perutnya, sedangkan tangan kirirnya memegangi pantatnya terus.

'Sial sial. Kenapa aku harus yang bertanding pertama sih? Aku kan sudah ingin sekali buang air besar. Sudah diujung nih' Gerutu Natsu di dalam hatinya.

"Woy Natsu, kenapa jalanmu seperti kakek-kakek saja?" Tanya Gray heran.

Natsu tidak menjawab pertanyaan rivalnya itu, tapi tetap berjalan pelan dengan wajah yang sudah tidak karu-karuan.

'Sial Lucy, kau tidak tahu tiada yang lebih menderita selain penderitaan dalam menahan buang air besar. Hiks..hiks..' Tangis ayah Kyou itu dalam batin.

"Hey, kenapa si dungu yang biasanya teriak-teriak dan heboh seperti itu kini jadi loyo ya?" Bisik Gajeel kepada Elfman yang ada disampingnya.

"Entahlah. Aku juga heran" Balas Elfman singkat.

"Kedua peserta diharap segera duduk di kursi masing-masing. Tangan kiri ada di pinggang belakang. Dan yang pasti tidak boleh menggunakan sihir sama sekali. Ini murni kekuatan fisik. Paham kan peraturannya?" Lissana menatap ke arah Laxus dan Natsu yang sedang berjalan mendekati meja tempat dilaksanakannya adu panco.

"Ayah, kalahkan ayahnya Kyou yang bau itu!" Teriak David dari mejanya.

Kyou yang mendengar teriakan musuhnya barusan, langsung membalasnya "Ehh enak saja. Kamu tuh yang bau. Ayah, sikat si cengeng yang selalu dilindungi Raijinshuu itu"

'Jadi si cengeng yang selalu dilindungi Raijinshuu adalah sebutan Laxus oleh para anak-anak ya?' Freed sweatdrop di tempat.

"Berjuang Laxus!" Ini gantian Mirajane yang teriak.

Lucy pun tidak mau kalah "Natsu, kalau menang tak akan kusuruh untuk mencuci pakaian malam-malam"

Sontak para penonton yang terutama pria merinding 'Jadi ternyata selama ini Lucy Heartfilia sekejam itu ya? Mencuci baju pada malam hari yang dingin?'

"Romeo, sini. Kau bagian dewan juri" Romeo yang dipanggil oleh Lissana segera mendekat ke arena adu panco.

"Oke, kedua tangan seperti ini. Ya benar" Romeo mendekatkan tangan kanan masing-masing peserta.

"Woy Natsu, kau akan kuhabisi kali ini, hahaha" Laxus tertawa sinis.

Natsu hanya manggut-manggut saja.

'Ke..kenapa dengan bocah api ini? Tidak biasanya dia lemas seperti kurang makan?' Batin Laxus curiga.

"Siaappp...mulai!"

Sorak sorai penonton bergemuruh seketika begitu pertandingan dimulai.

"Laxus Laxus Laxus" Dukung sebagian penonton.

"Natsu Natsu" Dukung sebagian lagi.

"Wah, pertandingannya seru ya?" Gumam Bisca yang sepertinya baru saja datang.

"Yah, begitulah. Sayang kita terlambat dalam acara perkenalan panitia tadi" Ucap Alzack sembari merangkul istrinya itu.

Kembali ke pertandingan panco antara Laxus melawan Natsu...

Tangan kanan Natsu perlahan semakin mendekati permukaan meja. Laxus dengan ukuran lengan yang hampir dua kalilipatnya Natsu, dengan mudah terus menekuk lengan suami Lucy itu.

"Hoy hoy, kenapa kau jadi pendiam seperti itu hah?" Laxus mulai memanas-manasi.

Sedangkan ekspresi Natsu benar-benar memprihatinkan. Wajahnya benar-benar biru, keringat dinginnya mengucur deras dari pelipisnya, dan pipinya digembung-gembungkan tidak jelas.

"Ibu, apa ayah tidak apa-apa? Sepertinya ayah kurang sehat" Kata Kyou sembari makan ayam goreng karena saking laparnya tadi.

"Bethul Lhhucy, akhhu jhaddyi khhawayhir" Happy ikut-ikutan berkomentar walau sebuah potongan besar ikan rebus masih ia kunyah.

Lucy memasang pose berpikir.

"Aha, aku tahu"

Kemudian, ia segera mengeluarkan kunci berwarna emas yang termasuk salah satu sihir andalannya.

"I..ibu, bukankah tidak boleh mengeluarkan sihir di turnamen ini?" Kyou menatap ibunya yang sedang senyam-senyum sendiri penuh arti.

"Hihihi, lihat saja ya Kyou. Kubuka gerbang...Taurus!"

Sesosok makhluk setengah manusia setengah banteng pun muncul.

"Siapa yang berani mengganggu tubuh indah Lucy-san hah? Mengaku?" Taurus malah ngomel-ngomel sendiri ke arah penonton. Para penonton yang diomeli pun ketakutan setengah mati.

"Taurus, aku butuh bantuanmu"

Spirit bertubuh kekar itu segera menghampiri Lucy "Saya siap kapanpun demi membantu Lucy-san yang memiliki tubuh indah"

"Taurus, gendong aku di pundakmu ya"

Spirit berwujud banteng itu pun langsung memasang pose hormat bendera dengan mata berbentuk love-love "Wohooo, aye Lucy-san"

"Hey, aye kan ciri khasku" Protes Happy tiba-tiba.

Kini saatnya seorang Lucy Heartfilia beraksi!

"Natsuuu! Ganbatte! Ganbatte! Ganbatte!" Teriak Lucy yang kini berada dalam gendongan di pundak Taurus.

"Oalah, kukira aku akan melihat hal spektakuler" Kyou sweatdrop.

"Kalau seperti itu berdiri di atas meja saja pun bisa" Gantian Happy yang sweatdrop.

Melihat Lucy yang dengan sekuat tenaga mendukung suaminya, tim Raijinshuu pun ikutan panas.

"Bickslow, bersiap"

"Oke Freed" Bickslow menyiapkan pengeras suaranya lagi.

"Evergreen, siapkan?"

Istri Elfman itu mengacungkan jempolnya dengan mantap ke arah Freed.

Ketiga anggota Raijinshuu kembali menyemangati Laxus.

"Thunderbolt Thunderbolt Thunderbolt, Yeehaaww!"

"Tim paling gak kere, kece, dan oke, Yeehaaww!"

"Mirajane Strauss, tuan muda David Dreyar, dan Laxus Dreyar Yeaahhh!"

"Thunderbooollttt...Forever In My Heaarrttt!"

Dengan menggunakan sebuah topeng berbentuk Laxus chibi, Bickslow mengumandangkan yel-yel buatannya keras-keras.

Freed yang memakai topeng David chibi, mengibar-ngibarkan spanduk besar bertuliskan THUNDERBOLT AMAZING RISING SHINNING TEAM. Sedangkan Evergreen yang memakai topeng Mirajane chibi, asyik menyebar-nyebarkan brosur bertuliskan 'Join Thunderbolt Now. Best Family Team In Magnolia'.

"Woy berisik sekaliii"

"Yel-yelnya gak kreatif! Masa cuma dibolak-balik doang kata-katanya?"

"Yeeaahh diganti Yeehaawww lagi"

"Brosur apaan ini? Jelek sekali desainnya. Masa backgroundnya gambar pemakaman sih?"

Mendengar keluhan-keluhan penonton barusan, membuat wajah Laxus merah padam.

"RAIJINSHUUU! JANGAN BUAT AKU MALU, BODOOHHH!" Teriaknya dikala ia sedang berusaha mengalahkan Natsu.

"Hihihi, ojisan dan obasan dari Raijinshuu lucu sekali ya David. Lho? David, David?" Mirajane celingak-celinguk mencari anaknya yang sudah tidak ada disampingnya. kemudian ia melongokan kepalanya ke kolong meja. Dan benar saja, putranya itu sudah tergeletak dengan wajah pucat pasi ditambah sedikit kejang-kejang.

"I..ibu, ki..kita p..pulang sa..saja yuk. A..aku ma..lu"

Kembali ke pertandingan Laxus VS Natsu...

"Mati kau salamander sialan" Laxus sekuat tenaga berusaha menekan lengan Natsu yang tinggal sedikit lagi menyentuh permukaan meja.

"Hey Natsu, kenapa kau mau kalah begitu saja? Mana semangatmu?" Gray berusaha menyemangatin rivalnya itu.

"Woy Dragon Slayer dungu, kenapa kau lemah seperti banci sih?" Yang ini kata Gajeel.

"Na..Natsu" Gumam Jellal yang bingung melihat pria bermarga Dragneel itu bertingkah aneh sedari awal pertandingan.

"Laxus Laxus Laxus"

"Natsu Natsu Natsu"

Para penonton pun ikut menyoraki keduanya.

"Bbhhh..mmm..sshhh..grkkk" Natsu meracau tidak jelas.

Laxus memasang wajah heran melihat lawannya itu bergumam entah apa maksudnya.

Mata Natsu mulai berputar-putar, kini lidahnya malah melet-melet seperti ular saja. Tangan kirinya semakin kuat mencengkram pantatnya.

"Natsu, kau..kau kenapa?" Lucy yang baru menyadari perilaku aneh suaminya itu segera mengingat-ingat kejadian tadi pagi.

Lucy Flashback

"Natsu, ayo cepat kita berangkat. Hari ini, hari ini, ada..ada.."

"Ada apa ibu?" Tanya Kyou yang sedang duduk di pinggiran ranjang kecilnya sambil memulai ritual wajibnya, ngupil.

"Ada, ada turnamen bodoohhh. Ayo cepat kita ke guild sebelum didiskualifikasi pada hari ini" Lucy segera menyeret Natsu, Kyou, dan Happy secepat kilat.

"Ibu, tapi aku masih mengantuk dan lapar bu"

"Lucy, aku juga ngantuk" Happy ikut-ikutan.

"Lu..Lucy aku ingin buang a..air b..be..besar" Natsu memegangi perutnya yang sepertinya mules itu.

Lucy Flashback End

"Ohhh tidak" Ibunda Kyou itu hanya bisa menutup mulutnya yang barusan ternganga karena shock.

"Sekarang tak ada belas kasihan Natsu. Mati kauuu!" Dengan sisa tenaga, cucu Makarov Dreyar itu pun segera menghempaskan lengan Natsu hingga menyentuh permukaan meja.

"Dan pemenangnya adalaahhh...Laxus Dreyar dari tim Thunderbolt!" Teriak Lissana.

Sedetik kemudian, trio Raijinshuu segera berpelukan erat saking senangnya.

Evergreen : "Yeahhh, Laxus gitu loh" (berpose genit)

Bickslow : "Tidak sia-sia aku tidak tidur demi membuat yel-yel semalam" (sambil sujud syukur)

Freed : "Tuan muda David pasti bangga dengan ayahnya" (bibirnya bergetar saking terharunya, air matanya mengucur deras)

"Yey, ayahmu menang sayang" Ucap Mirajane sambil mengipasi putranya yang masih pingsan.

"..." David Dreyar speechless.

"Yah, ayah kalah hiks..hiks.." Kyou menangis di kursinya.

"Kau cengeng sekali sih penerus Salamander bodoh"

SIINNGGG

Putra Natsu itu segera menatap tajam asal suara barusan. Siapa lagi kalau bukan Troy, anaknya Gray.

"Apa kau bilang pangeran tanpa celana?"

"Memang kenyataannya kau cengeng kan?"

Keduanya saling beradu kepala. Yang satu beraura api, yang satunya beraura es.

"Baiklah, kini Laxus telah berhasil maju ke babak kedua adu panco ini. Sekarang kita lanjut ke..." Belum selesai Lissana berbicara, tiba-tiba saja Natsu mengeluarkan suara-suara aneh.

"A..aaahh..aahhh"

Adik kedua Mirajane itu bergidik ngeri melihat Natsu yang bertingkah mengerikan seperti itu.

"Hey kepala api, sudah selesai pertandinganmu tahu" Kata Gray.

"A..aahhh..aahhhh"

All : "?"

"AAARRRGHHHHH"

.

.

duuut..preettt..bruutt..duuuttt..preettt..brut..br utt

.

.

Lissana shock berat.

Gajeel mundur dari panggung untuk sementara.

Jellal menghela nafas diiringi sweatdrop.

Elfman mengatakan "Itu bukan seperti pria jantan"

Laxus tertawa penuh kemenangan setelah sukses memecundangi Natsu barusan.

Sebuah aura membunuh muncul dalam diri Gray "Naattssuuu..."

Bau-bauan tidak sedap menyelimuti ruangan guild.

"Lucy-san, anda tidak apa-apa? Lucy-san, siapa yang berani melukai tubuh indah anda?" Taurus sedang berusaha menyadarkan Lucy yang sedang pingsan di lantai dengan ekspresi horror.

"He..he..he..hu..hu..hu.." Gumam Lucy setengah tidak sadar.

BRAKKK

Pintu ruangan Master Makarov terbuka dengan paksa.

"Natsu, kenapa kau kalah hah? Huuaaa..hiks..hiks..hueee, uang untuk membeli ranjang baruku habis dalam taruhan" Master Makarov menangis gulung-gulung. Sedangkan Macao dan Cana yang masih berada di dalam ruangan kini sedang tertawa terbahak-bahak.

-TSUZUKU-

Chapter 2 selesai deh. Maaf ya kalau ceritanya panjang-panjang per chapternya. Dan juga alurnya yang terkesan lambat gini. Author sengaja membuat seperti ini agar terasa memuaskan untuk dibaca. Tapi kalau masih ada yang kurang author minta maaf sebesar-besarnya.

Auhtor kan juga manusia biasa V^.^

Oke seperti kita ketahui di chapter kali ini belum ada satu tim pun yang memperoleh poin karena pertandingannya belum berakhir. Tapi sudah kita ketahui hasil sementaranya :

1) Natsu VS Laxus : Laxus.

2) Gray VS Elfman : ?

3) Jellal VS Gajeel : ?

Karena pemenang di babak kedua adu panco ini ada tiga peserta, maka nanti akan ada yang lolos tanpa bertanding. Tapi lolosnya gak cuma-cuma loh. Ada syaratnya. Syaratnya apa? Masih rahasia, hehehe.

Yosh, terima kasih ya udah menyempatkan waktu buat membaca fic sederhana ini. Review, kritik, saran, bahkan flame author persilahkan. Terutama saran. Kenapa? Karena author sedang tidak ada ide buat pertandingan di hari kedua dan seterusnya.

See you in the next chapter!