Chapter 2! Diselesaikan di hari yang sama dengan chapter 1! Hahahahaha! *bangga*

disclaimernya sama ama chapter 1, cuma lagunya beda, yg ini pake lagu ending Fatal Frame IV, Amano Tsukiko - Zero no Chouritsu (Tune of Zero)..

tapi kali ini judul chapternya pake judul lain Zero no Chouritsu, "Just Call My Name"

dan lyricsnya pake english version nya Zero no Chouritsu. well, Zero no Chouritsu itu ada 2 versi, original version (pake bahasa jepang) dan english version, Amano nyanyinya pake bahasa Inggris, jago lho Inggrisnya, dan lyricsnya itu beda (bukan bahasa, tapi kata2nya beda)

enjoy :D !

Chapter 2: Just Call My Name

-Akihiko-

Aku mendengar suara Shinji memanggilku, "Aki... Aki... Bangun!" dan begitu aku membuka mata... Hah? Aku melihat Shinji! Berada di tempat yang... damai dan tenang?

A broken robot keeps having an impossible dream

And he still wonders in his deep delusion

"Ternyata aku benar-benar mati ya...?" kataku dengan penuh aura menyesal.

"Kata siapa? Ini belum waktumu, lagian kalau kau punya waktu untuk berandai-andai nggak jelas, kusarankan kau lebih baik menemui Mitsuru."

Mitsuru... "Tapi dia, pasti sudah lupa sama sekali tentangku..."

"Memangnya hubungan kalian selemah itu?"

"... Hah?"

"Kalau dia memang lupa, ya ingatkan lagi? Nyatanya kau masih ingat dia tuh."

Iya juga ya... "Tapi bagaimana? Lagian ini di mana?"

"Ini di Surga."

"Jangan bercanda! Berarti aku mati kan?"

"Ngotot banget sih, kan sudah kubilang belum, sudah balik sana!"

Lalu aku bangun sekali lagi, aku berada di kasurku. Nah, sekarang, bagaimana aku dapat menemui Mitsuru?

Aku melihat keluar jendela dan melihat Mitsuru baru pulang dari sekolah. Sekolah... Oh, sial aku ketinggalan banyak pelajaran!

Can I become your hope?

So what should I do?

For how much daylight do I have to wait?

Itu urusan belakang... Sekarang bagaimana aku menyapa Mitsuru? Menunggunya sampai mengingatku? Bisa berapa abad tuh...?

Don't look back on your way'

Cause I wish I could be with you, and I want to escape from here

The flowers are fated to wither, after all they bloom in the end

In the end

Ah, aku tidak bisa meminta saran pada Shinji lagi... Aku ingin bersama dengan Mitsuru lagi... Kalau aku tiba-tiba menyapanya- tidak, kata 'eksekusi' pasti keluar dari mulutnya, dan aku bisa mati sekali lagi... Rumit sekali...

Lalu saat dia duduk di lounge untuk membaca buku, seperti biasanya, dan kebetulan semua penghuni dorm yang lain sedang tidak ada (oh, thank you God!), aku diam-diam memperhatikannya, dan sepertinya dia tidak sadar kalau ada aku, aku bisa jadi ninja nih...

-Mitsuru-

Rasanya ada yang memperhatikan? Tapi tidak ada siapa-siapa di sini, yang lain belum pulang... Mungkin hanya perasaanku...

Just call my name (I wanna be there with you)

So call my name (I wanna be free so free)

Before I forget all of you (After a while, I get worn down down down)

Just feel of you (I wanna be there with you)

I feel for you (I wanna be free so free)

Only you give me the will to live (After a while, I get worn down down down)

Can't you picture me, or touch me, or kiss me?

Please

Could you get me out of this cipher?

Dan lagi, aku mengingat seseorang... Aku belum melupakan segala hal tentang orang itu, aku masih ingat perasaanku padanya, sikapku setiap kali menutupi malu ketika memikirkannya, sentuhannya, dan ciumannya... Seseorang yang membuatku kemauan untuk hidup setelah ayahku meninggal... Tapi, aku belum bisa mengingat wajahnya.

Tapi, namanya... "A... Akihiko?"

I can't avoid noises It is sticking on me

Can you clearly hear the sounds that I make?

Aku tidak bisa berhenti memikirkannya. Samar-samar aku juga ingat suaranya saat ia memanggilku...

-Akihiko-

Aku lumayan terkejut saat mendengarnya memanggil namaku. Dia belum melupakan segalanya tentangku...

Don't turn your eyes away

Even if I've changed compare me when I stayed with you

I can not return to the places that I have been nevermore

Nevermore

Aku kembali ke kamarku dan bersiap-siap untuk menyelinap ke sekolah besok. Rasanya sudah lama aku tidak berada di situ?

Besoknya, aku memata-matai Mitsuru lagi dari jauh, sepertinya dia tidak sadar kalau ada aku... Aku merasa seperti stalker atau paparazzi... Tapi aku belum bisa terang-terangan muncul di hadapannya, malah saat dia lewat, kadang aku sembunyi di balik pilar atau sembunyi di kelas.

-Mitsuru-

Graduation Day, hari ini sebelum berpidato, aku duduk di salah satu kursi. Tapi, sekali lagi, aku ingat tentang orang itu, kali ini aku ingat sepenuhnya, tentang Dark Hour, Tartarus, dan janji yang kami buat bersama.

Just call my name

So call my name

How much hope in the world am I allowed?

Just feel of you

I feel for you

Don't want to give you up anymore

Can't you picture me, or touch me, or kiss me?

Please

Could you get me out of this cipher?

"Akihiko...!" Aku mencarinya di kursi-kursi, tetapi dia tidak ada... Berarti, dia menungguku di sana, aku harus cepat ke sana. Aku tidak mau melepaskannya lagi, aku ingat sepenuhnya perasaanku padanya. Karena itulah, sekarang aku sedang berlari ke atap sekolah.

Meanwhile...

"Dan sekarang, ketua OSIS dari kelas D, Kirijo Mitsuru, akan menyampaikan sesuatu."

...

"Maaf, sepertinya dia pergi entah ke mana."

Yukari teringat, "Tunggu, bukannya seharusnya aku...?". Dan diikuti dengan anggota SEES yang lain, semua ingat akan janji mereka.

-Akihiko-

Just call my name

So call my name

Before I forget all of you

Just feel of you

I feel for you

Only you give me the will to live

Just call my name

So call my name

How much hope in the world am I allowed?

I'm missing you

So missing you

Don't want to give you up anymore

Can't you picture me, or touch me, or kiss me?

Please

Could you get me out of this cipher?"

Aku menunggu anggota SEES yang lain di tempat yang dijanjikan, di hari yang dijanjikan. Semoga mereka semua ingat tentang janji ini. Kurasa aku masih punya harapan.

Dari kejauhan aku mendengar suara gadis yang sangat kusayangi "Akihiko!" ya, itu Mitsuru.

"Mitsuru? Kau ingat..."

"Tentu saja. Tentang Tartarus, Dark Hour, janji kita, dan juga kau."

Mitsuru menarik nafas sebentar, sepertinya dia sangat terburu-buru ke sini.

"Tentang perasaanku padamu juga..."

"Mitsuru... Aku... Aku sangat merindukanmu..."

"Aku juga sangat merindukanmu, dan aku tidak akan melepaskanmu lagi."

Di tengah kemesraanku dan Mitsuru, anggota SEES yang lain sampai bersamaan ke sini. Baru saja aku melangkah untuk mendekatinya karena aku ingin melakukan sesuatu padanya...

"Senpai!" Fuuka, yang kurang kuat berlari, sepertinya berjuang dengan sangat gigih, aku salut.

"Kemana saja kau, Akihiko-senpai?" Junpei, yang kukira akan lupa akan janjinya ternyata datang juga.

"Kita ingat akan janji kita!" Yukari, sepertinya bangga karena ingat janjinya, bagus sih.

"Woof! Woof!" sampai Koromaru juga ingat, hahaha...

"Sanada-san, maaf membuatmu menunggu." Ken, seperti biasa, gaya bicaranya tetap tua, tapi aku senang dia ingat.

"Akihiko-san, terima kasih karena telah menolong kita saat itu, dan maaf karena aku kurang kuat untuk melindungi yang lain." Sudah bisa diduga kalau Aigis ingat, karena terlihat dari ekspresi mukanya selama ini.

Dan Minato hanya tersenyum saja, tapi sepertinya sama seperti Aigis, dia masih ingat juga.

Mitsuru memegang lenganku dan tersenyum padaku, aku menepuk kepalanya dengan lembut.

- The End -

huahahahahaha 2 chapter selesai dalam sehari XD

beginilah aku kalo lagi sempet, nulisnya banyak banget! hahahaha, tanganku pegel nih...

akhir kata, trims buat ngebaca ya, review juga XD