Main Cast : Xi Luhan, Oh Sehun

Other Cast : Byun Baekhyun, Xiumin, etc

Genre : GS, Angst, Romance

STOLE MY HEART

Author pov

Sehun mengajak Luhan ke perpustakaan pribadinya. Sehun tersenyum ketika melihat mata Luhan berbinar melihat jejeran buku disusun begitu rapihnya. Ia menurunkan Luhan dari gendongannya membiarkan Luhan menyusuri setiap sudut perpustakaan.

Luhan begitu terpukau ketika melihat jejeran buku yang ada di perpustakaan ini. Awalnya Luhan mengira jika perpustakaan ini hanya berisi buku-buku tebal yang pasti isinya sangat membosankan, tetapi ia salah besar ketika menyusuri satu persatu buku tersebut. Ia sangat gembira ketika melihat novel-novel edisi lengkap dari penulis favoritnya. Apalagi ketika melihat salah satu lemari yang berisi deretan komik-komik kesukaannya.

Luhan sangat suka membaca. Ia bisa menghabiskan waktu seharian hanya untuk membaca.

"Apa kau suka ?" Luhan menghentikan penjelajahannya ketika mendengar pertanyaan Sehun.

"Ini..ini luar biasa! Kau memiliki perpustakaan pribadi dirumahmu yang berisi ratusan novel dan komik. Apa kau juga suka membacanya ? Aku ingin membuat perpustakaan seperti ini, tapi orang tuaku melarang. Mereka bilang semua ini tak ada gunanya. Padahal aku sangat ingin" Sehun terpaku ketika mendengar Luhan berbicara panjang lebar padanya. Sehun lantas tersenyum ketika ia sadar bahwa Luhan sudah tidak bersifat canggung lagi padanya.

"Syukurlah jika kau suka. Apa kau suka dengan bukunya ?"

"Sangat! Semua buku disini buku favoritku."

"Aku sengaja memilihnya untukmu. Kau bisa membaca semua buku yang kau inginkan. Aku harus pergi, oke. Para pelayan akan datang sebentar lagi. Jika kau memerlukan sesuatu panggilah mereka." Sehun menghampiri Luhan dan mencium bibir Luhan singkat.

Sehun berjalan menuju pintu perpustakaan. Sebelum keluar, ia berbalik dan berbicara kepada Luhan.

"Oh iya.. aku suka ketika kau berbicara panjang lebar padaku." Sehun mengedipkan sebelah matanya yang membuat wajah Luhan memerah.

Setelah Sehun benar-benar keluar, Luhan menggeram frustasi.

"Apa yang aku ucapkan tadi ? Mengapa aku tak sadar jika aku sedang berbicara dengan Sehun. Luhan bodoh! Luhan bodoh!"

Luhan mendudukan dirinya di atas sofa. Ia melihat keseluruh penjuru perpustakaan, ia melihat sebuah jendela yang menampilkan pemandangan diluar rumah. Tiba-tiba Luhan teringat tentang fakta jika ia sedang diculik.

"Ini kesempatanku untuk kabur dari Sehun. Tapi.. bisakah aku pergi dan lari dari Sehun?" Gumam Luhan.

Luhan sangat ingin keluar dari rumah ini dan kembali ke kehidupan lamanya. Ia sangat rindu kepada teman-temannya, apalagi kepada Baekhyun. Luhan yakin jika Baekhyun sekarang tengah mencari dirinya. Baekhyun pasti sangat khawatir.

Luhan pun rindu orang tuanya. Tapi apakah orang tuanya merindukan Luhan ? Luhan tertawa miris ketika memikirkan hal itu. Sejak kapan orang tuanya peduli tentang Luhan. Luhan bahkan sangat-sangat yakin bahwa kedua orang tuanya tak mengetahui jika Luhan menghilang.

Luhan menggelengkan kepalanya mencoba mengenyahkan pemikiran-pemikiran tentang orang tuanya.

Luhan tengah bergulat dengan dirinya sendiri, dia masih bimbang antara lari atau tetap disini bersama Sehun.


Luhan pov

Aku sudah mengelilingi seluruh rumah ini. Dan kalian harus tau jika rumah ini benar-benar besar. Aku bingung bagaimana caranya agar aku bisa keluar dari rumah ini, sedangkan semenjak aku keluar perpustakaan ada dua orang pelayan yang terus mengikutiku kemana pun aku pergi. Dan diluar ada 3 orang pria bertubuh besar yang tengah menjaga rumah ini. Aku semakin frustasi ketika mengetahui bahwa lari dari kukungan Sehun tidaklah mudah.

Aku pergi ke kamar mandi berniat untuk berendam dan menjernihkan kembali pikiranku.

"Bisakah kalian berhenti mengikuti ? Aku ingin pergi mandi." Aku menyuruh kedua pelayan ini untuk berhenti mengikutiku. Karena kurasa sangat tak mungkin bukan jika mereka juga harus mengawasiku ketika aku sedang mandi.

"Tapi nona.."

"Kumohon.. aku hanya berniat mandi aku tak akan kemana-mana."

"Baiklah nona."

Author pov

Luhan melepaskan satu persatu pakaiannya dan mulai menenggelamkan tubuhnya kedalam bathtub yang penuh dengan busa.

Luhan masih belum mendapat jawaban atas pemikirannya tadi. Luhan sangat bingung.

Luhan merasa nyaman ketika berada didekat Sehun dan ketika Sehun memeluk atau menciumnya Luhan selalu merasa banyaknya sekali kupu-kupu yang berterbangan didalam perutnya. Luhan merasa jika ia terlalu cepat memberikan hatinya kepada Sehun , tapi ia tak ingin menepis sebuah fakta jika ia memang telah mencintai Sehun.

Luhan termenung begitu lama, sehingga ia tak sadar jika Sehun telah masuk kedalam kamar dan berdiri dibelakang Luhan.

Sehun mengistirahatkan dagunya diatas pundak Luhan "Apa yang sedang kau pikirkan ?"

Luhan terperanjat kaget ketika ia mendengar suara Sehun tepat di samping telinganya "Ka-kapan kau masuk ?"

"Kau terlalu asik dengan pikiranmu, sehingga tak sadar saat aku masuk." Sehun menggigit pelan telinga Luhan dan mulai mencium leher Luhan.

Luhan melenguh akibat perbuatan Sehun. Luhan mencoba menahan desahan yang keluar dari mulutnya, tetapi ia gagal ketika bibir Sehun mulai menghisap lehernya dan tangan nakal Sehun mulai mengusap-usap bagian privasinya.

"Keluarlah, nanti kau bisa sakit." Tiba-tiba Sehun melepas ciumannya dan mengambil handuk untuk Luhan. Luhan mengerang frustasi ketika Sehun melepaslan ciumannya dan menjauhkan tangannya dari tubuh Luhan.

"Bangun baby. Kita bisa melanjutkannya lagi nanti." Sehun menyeringai kearah Luhan.

"Aku akan keluar, jika kau keluar duluan Sehun." Gumam Luhan.

"Kita keluar bersama baby. Ayo pakai." Sehun menyodorkan sebuah handuk kehadapan Luhan. Luhan dengan ragu mengambil handuk yang diberikan oleh Sehun.

"Aku akan keluar jika kau keluar lebih dulu." Ujar Luhan.

"Baiklah, aku akan keluar. Jika sudah berpakaian datanglah kekamarku oke." Sehun mengalah karena melihat reaksi Luhan yang seakan-akan tak akan keluar dari bathtub sebelum Sehun keluar lebih dulu.

"Ka-kamarmu ?" Tanya Luhan

"Ya baby. Nanti para pelayan itu akan mengantarmu kekamarku. Dan aku tak menerima penolakan." Sehun melenggang keluar dan meninggalkan Luhan seorang diri di kamar mandi.


Setelah berpakaian kedua pelayan itu mengantarkan Luhan kedepan pintu kamar Sehun. Dengan ragu Luhan mengetuk pintu kamar Sehun.

"Masuk." Luhan dengan perlahan membuka pintu tersebut. Ia melihat Sehun tengah duduk diatas ranjang dengan sebuah laptop diatas pangkuannya.

Sehun menepuk tempat kosong disebelahnya menyuruh Luhan untuk duduk disana. Luhan dengan perlahan berjalan menghampiri Sehun dan berdiri disamping Sehun.

"Hey aku menyuruhmu duduk bukan berdiri." Sehun menarik tangan Luhan hingga Luhan terduduk diatas ranjang.

"Mengapa kau menyuruhku kesini ?" Tanya Luhan ragu.

"Aku hanya ingin kau menemaniku selama aku menyelesaikan pekerjaanku, baby." Sehun tersenyum kearah Luhan.

Tanpa membantah Luhan duduk dengan manis untuk menemani Sehun menyelesaikan pekerjaannya. Luhan melihat-lihat kamar Sehun yang begitu luas. Kamar Sehun didominasi oleh warna abu-abu, sama seperti diri Sehun abu-abu.

Sudah hampir setengah jam Luhan menemani Sehun. Tak ada satupun dari mereka berdua yang memulai percakapan, hanya kesunyian yang melingkupi mereka.

Luhan menguap dan mengucek matanya karena ia mulai mengantuk dan bosan. Sedari tadi Luhan hanya duduk dengan diam sembari memperhatikan tangan lincah Sehun yang tengah menari-nari diatas keyboard.

"Kau mengantuk ?" Sehun mengalihkan pandangannya dari laptop dan beralih menatap Luhan.

Luhan hanya mengangguk singkat, sebagai jawaban atas pertanyaan Sehun tadi.

"Tidurlah." Luhan beranjak dari atas ranjang untuk pergi kembali ke kamarnya. Namun Sehun malah mencekal tangannya.

"Mau kemana?" Tanya Sehun.

"Kamar." Jawab Luhan singkat.

"Ini kamarmu." Sehun menarik tangan Luhan keras sehingga Luhan terjatuh diatas badan Sehun yang tengah tertidur di ranjang.

"Se-sehun" gumam Luhan gugup.

"Tidurlah Luhan." Sehun mengusap-usap rambut Luhan pelan.

Setelah cukup lama terdiam, entah kenapa rasa kantuk Luhan tiba-tiba menghilang entah kemana. Luhan malah tak bisa tidur. Luhan merasa tak nyaman dengan posisinya saat ini yang tengah menindih tubuh Sehun. Luhan mulai bergerak gelisah karena merasa semakin tak nyaman. Sehun yang merasakan pergerakan Luhan mulai menggeram.

"Diamlah Luhan. Kau bisa membangunkan adikku." Luhan yang mengerti arah ucapan Sehun langsung terdiam.

Sehun menggulingkan tubuh Luhan sehingga sekarang Luhan sudah berada disamping Sehun.

"Mengapa tak tidur?" Tanya Sehun.

"Entah." Luhan mengangkat bahunya karena ia memang tak mengerti mengapa ia jadi tak bisa tidur.

Sehun memeluk pinggang Luhan erat dan mengistirahatkan bibirnya diatas permukaan leher Luhan. Sehun mendaratkan kecupan-kecupan kecil disana sebelum akhirnya menghisap leher Luhan sehingga meninggalkan bekas kemerahan disana.

Sehun menghisap bibir bagian bawah dan atas Luhan bergantian dengan penuh kenikmatan. Tangan Sehun pun tak tinggal diam, ia meremas dan mengelus-elus paha atas Luhan.

"Se-sehun.." desah Luhan.

"Ya baby ?" Tanya Sehun disela-sela ciumannya.

"Hen-hentikan.." ujar Luha terbata menahan nafsu yang mulai bergejolak didalam tubuhnya. Sehun pun melepaskan pagutannya dan mengusap bibir Luhan yang sedikit basah dan membengkak.

"Boleh aku bertanya." Luhan memainkan ujung baju Sehun saking gugupnya.

"Tentu." Jawab Sehun singkat.

"Ke-kenapa kau menculikku ?" Sehun tersenyum mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut Luhan.

"Karena aku mencintaimu." Jawab Sehun dengan penuh kepastian.

"Maksudku..mengapa kau sampai-"

"Ubah pertanyaan." Luhan belum menyelesaikan ucapannya tapi Sehun sudah memotong perkataannya.

"Bolehkan aku pulang ?" Tanya Luhan hati-hati.

"Nanti." Jawab Sehun.

"Boleh aku pergi jalan-jalan ? Aku sangat bosan disini." Luhan benar-benar merasa mati kebosanan selama disini. Tak ada hal yang sama sekali menarik untuk dilakukan disini.

"Ya, tapi denganku. Jika kau mau besok kita bisa pergi jalan-jalan."

"Benarkah ?" Tanya Luhan antusias.

"Tentu. Sekarang tidur Lu." Sehun menarik Luhan kedalam dekapannya dan menyandarkan kepala Luhan diatas dadanya. Sehun mengusap-usap rambut Luhan agar Luhan merasa nyaman. Luhan merasa nyaman ketika mendengar suara detak jantung Sehun. Bagaikan lullabi Luhan pun mulai tertidur dalam pelukan Sehun dengan lelapnya.


Keesokan harinya Sehun tengah berada didalam mobil bersama Luhan disampingnya. Hari ini Sehun berniat mengajak Luhan kesebuah department store untuk membeli keperluan Luhan.

Sesampainya disana, Luhan merasa aneh karena suasananya sangat sepi. Hanya ada mereka berdua dan beberapa pelayan toko.

"Sehun?"

"Ya Lu?" Sehun menuntun Luhan memasuki department store. Semenjak keluar dari mobil Sehun sama sekali tak berniat untuk melepaskan genggamannya dari tangan Luhan.

"Mengapa sangat sepi." Ujatlr Luhan.

"Aku sengaja membooking-nya." Ujar Sehun santai.

"Apa ?!" Luhan begitu kaget mendengar pernyataan Sehun barusan. Iya sangat tak percaya mengapa Sehun mau menghabiskan uangnya hanya untuk menyewa store ini.

"Tak usah difikirkan. Ayo"

Merekapun mulai menjelajahi satu persatu toko disana. Sehun sedari tadi memilah-milah apa yang dibutuhkan dan apa yang cocok untuk Luhan. Mulai dari baju, sepatu, ponsel hingga aksesoris. Semuanya untuk Luhan. Luhan hanya bisa pasrah ketika Sehun membelikan barang ini dan itu untuk dirinya. Sudah berpuluh-puluh tas jinjing yang dibawa oleh pelayan Sehun dan seluruh isinya hanya untuk Luhan.

Setelah berjam-jam berbelanja mereka memutuskan untuk pulang. Saking lelahnya Luhan pun tertidur didalam mobil dan menyandarkan kepalanya diatas bahu Sehun. Sehun tersenyum ketika melihat Luhan tertidur diatas bahunya.

Sesampainya dirumah, karena tak tega Sehun menggendong Luhan menuju kamarnya dan menidurkan Luhan diatas ranjang.

Sebelum keluar, Sehun mencium bibir Luhan lembut. Sehun hanya menempelkan bibir mereka berdua dan meresapi gelenyar aneh yang merambat keseluruh tubuhnya. Luhan menggeram dalam tidurnya ketika merasakan bibir Sehun. Karena tak ingin Luhan terbangun Sehun pun menjauhkan bibirnya dari Luhan dan berlalu dari kamar mereka.

TBC

Mian kalo masih ada typo atau ceritanya aneh

Aku masih newbie disini, jadi mohon bantuannya ^^