Hy... selamat datang di fic aneh bin gaje ini.
Terima kasih untuk semua yang mau review chap yang membingungkan kemarin:
Ttixz lone cone bebe
Kitsunebi Kuro Hyuuga.
Ren-mi3 NoVantA
Akane inoue
Aoirhue Kazune
Misyel.
Arisu kuroneko.
dan balasan buat:
Yoseob : makasih. senang ada yang suka. padahal ceritanya masih membingungkan. saya update.
Monster Rawr :Benarkah? terima kasih! semuanya akan -sedikit- dijelaskan di chap ini. moga suka.
Riko : Iya! ini saya update. maaf lama.
Tsuki no Akaiichi : makasih. maaf sudah membuat bingung. moga chap ini bisa jelasin sedikit.
Fuko males login : Makasih. um... memangnya SasuNaru bisa punya anak? *bingung*, dari semua kamu loh yang paling hampir bener nebaknya. semua akan sedikit jelas di chap ini. moga suka.
Taengtaeng : Um... silahkan baca chap ini dulu ya... maaf!
Sunny : Tidak, Iya, dan Tidak. fic ini akan agak aneh, jadi siap-siap saja. makasih.
Nietra Greysky : makasih. jawabannya ada di chap ini. moga gak tambah bingung.
Dallet No Hebi : makasih, iya, ini adalah bayangan saya tentang akhir perang dunia shinobi ke4. jadi ini bisa dibilang masa depan di manga sekarang. Um... soal pairing akan jelas di chap ini. Uh... jawaban semua pertanyaannya ada di chap-chap selanjutnya *senyum manis* ini saya update. maaf lama.
M : maaf ya membuat pusing. moga chap ini bisa sedikit mengobati sakit pusingnya ato mungkin malah tambah pusing?
Namikaze trisha: Terima kasih. ini saya update.
Zee Rasetsu : Iya... ini saya update. maaf lama.
Narunaru : Makasih. senang bisa bikin penasaran *smirk* ini saya update. maaf lama.
terima kasih atas semua review yang mambuat saya berani melanjutkan fic gaje ini. sepertinya banyak yang bingung dengan chap kemarin. baiklah, saya beri satu petunjuk.
Ini bukan Timetravel fic.
ada yang sudah mengerti? masih bingung juga? nanti akan saya beritahu...
Selamat membaca...
Disclaimer : Masashi Kishimoto sensei.
Warning : OOC, OC, Gaje, Typo bertaburan, DON'T LIKE DON'T READ!
Pairing : Um... lets read...
I Don't Own Naruto!
.
.
Satu per satu rombongan Kakashi yang masih dalam penyamaran itu masuk ke dalam ruangan yang sama persis dengan yang mereka masuki tadi pagi. Mereka langsung berjajar dan tertegun saat melihat sosok yang tengah duduk di balik meja kerja Hokage. Menunduk mengerjakan laporan. Sosok itu bukanlah seorang wanita pirang dengan dada besar bukan pula seorang kakek berambut putih dengan pipa rokok di mulutnya. Melainkan sesosok pria yang masih muda dengan rambut pirang cerah yang sangat mereka kenal.
"Na..Naruto?"
.
# # Searching For the Sun # #
By : Ayushina
.
.
Chapter 2
.
Sosok Hokage itu mendongak. Menampakkan sepasang mata berwarna biru yang sama seperti dalam ingatan mereka. Hanya saja ada sesuatu yang berbeda. Mata biru itu lebih sipit dan tajam bila dibandingkan dengan mata Naruto yang lebar dan terang. Hingga mereka melihat perbedaan lain yang lebih jelas. Rambut pirang yang walaupun sama tapi lebih panjang di bagian depan dan tidak adanya tiga gurat tipis di pipinya yang kecoklatan.
"Tidak mungkin." Bisik Kakashi dengan mata terbelalak. Dengan segera tangannya membentuk segel dan menggumamkan kata 'Kai' pelan. Berusaha menghilangkan genjutsu yang ia yakini tengah ia lihat. Namun sosok di hadapannya sama sekali tak berubah. Hanya menaikkan sebelah alisnya melihat kelompok Kakashi.
"Yon..Yondaime-sama?" Tanya Kakashi tak percaya. Membuat ketiga ninja yang lain terkesiap dan langsung menatap Kakashi yang sama sekali tak berkedip sebelum kembali meatap sosok Hokage di hadapan mereka.
"Yondaime? Ma-mana mungkin." Bisik sakura pelan.
Sang Yondaime Hokage menatap tajam kelompok Kakashi.
"Kalian tahu? aku bisa saja langsung membunuh kalian dalam sekejap karena telah berani memasuki ruanganku sambil menyamar!" kata sang Hokage dengan suara tajam dan mengancam. Membuat keempat ninja yang bias dikategorikan elit itu merinding.
Kakashi masih membeku kaku sebelum kemudian mengenali aura membunuh yang dipancarkan sosok di hadapannya. Dengan segera Ia menunduk hormat pada sosok Hokage yang masih duduk dikursinya.
"Maafkan kami, Yondaime hokage-sama," kata Kakashi sambil berlutut yang kemudian diikuti Sasuke, Sakura dan Sai.
"Kami adalah Konoha ninja yang ditugaskan untuk melaksanakan sebuah misi rahasia. Sehingga kami harus menyamar untuk menyembunyikan identitas kami," kata Kakashi penuh hormat.
Yondaime menatap keempat ninja dalam penyamaran yang berlutut dihadapannya lekat-lekat.
"Aku tak ingat telah memberi misi rahasia pada para shinobiku seperti ini." Kata Yondaime penuh wibawa. Mata birunya menatap tajam.
"Situasi kami sedikit lebih rumit, Hokage-sama." Jawab Kakashi masih sambil menunduk. Ia tidak yakin dengan kesimpulan yang tiba-tiba muncul diotaknya.
"Jelaskan!" kata sang Yondaime sambil meletakkan pena yang dipegangnya ke atas meja. Fokus sepenuhnya pada empat sosok mencurigakan dihadapannya.
Dengan perlahan dan hati-hati Kakashi bangkit berdiri dan menyodorkan sebuah gulungan pada Yondaime sebelum kemudian kembali berlutut.
Sang Yondaime memandang gulungan itu dengan hati-hati. Mewaspadai kemungkinan adanya jebakan.
"Apa ini?" Tanyanya pada Kakashi.
"Itu gulungan misi kami, Yondaime,-sama!" jawab Kakashi masih berlutut.
Yondaime memandang Kakashi -masih dalam penyamaran sebagai sosok pria berambut hitam pendek bermata hijau- sebelum dengan perlahan Ia melepas segel yang mengunci gulungan itu -segel standar Misi level S- dan membukanya. Mata birunya bergerak cepat membaca setiap baris kalimat yang tertera dalam gulungan tersebut. Alisnya terlihat semakin berkerut saat selesai membacanya.
"Sepertinya ada yang salah disini." Kata Yondaime sambil meletakkan gulungan itu di meja. Menatap satu persatu sosok yang berlutut di hadapannya.
"Gulungan misi ini disetujui dan distempel oleh… Godaime Hokage? Keberatan untuk menjelaskannya?" Tanya Yondaime sambil sekali lagi memperhatikan stempel Hokage yang terlihat hampir sama dengan stempel yang ada di atas mejanya.
"Itulah yang membuat situasi kami rumit, Yondaime-sama." Kata Kakashi.
Sang Yondaime hanya diam. menunggu Kakashi melanjutkan kata-katanya.
"Sepertinya…kami berasal dari masa depan." Kata Kakashi sambil mendongak dan tersenyum menatap senseinya. Semakin yakin dengan kesimpulannya.
"Kau pikir aku akan percaya dengan segala macam hal konyol seperti time travel?" Tanya Yondaime tajam.
"Kami bisa membuktikannya kalau anda mau, Yondaime-sama," jawab Kakashi.
Yondaime memandang mereka selama beberapa saat. Mempertimbangkan setiap kemungkinan yang ada. Resiko dan keuntungan dari setiap tindakan yang akan diambilnya. Ia kemudian berdiri dari kursinya.
"Baiklah!Kalian boleh berdiri." Kata Yondaime sambil menyilangkan kedua tangan di depan dada.
"Lepaskan penyamaran kalian dan beritahukan identitas asli kalian." Perintah Yondaime lagi.
Keempat ninja itu perlahan berdiri.
Si gadis berambut hitam panjang dan bermata hijau membentuk segel dengan tangannya dan menghilangkan jutsu yang Ia gunakan.
"Haruno sakura, Chuunin." Kata gadis yang kemudian berubah menjadi seorang kunoichi berambut merah muda dengan mata berwarna hijau. Ikat kepala Konoha dipakai di atas kepala sebagai bando.
"Sai, Chuunin." Kata sosok yang sebelumnya berambut coklat jabrik dan kini berwujud sosok pria berambut hitam dengan Konoha hitae ate di dahinya.
"Uchiha Sasuke, Anbu." Kata sosok ketiga. Sosok ninja berambut raven dan bermata hitam kelam itu menatap serius ke arah sang Hokage. Membuat Yondaime yakin Ia benar-benar seorang Uchiha. Satu bukti yang bisa menunjukkan bahwa mereka berkata benar. Yondaime kemudian beralih menatap sosok terakhir.
Sosok berambut hitam itu membentuk segel dan melenyapkan penyamarannya, menampakkan warna rambut berwarna silver yang sangat tak asing bagi Yondaime.
"Hatake Kakashi, Jonin." Kata sosok yang kini sempurna berwujud seorang pria dengan rambut berwarna silver yang mencuat ke satu sisi, seragam ninja khas Jonin dengan masker yang menutup separuh wajah dan Konoha hitai ate yang menutupi sebelah mata.
Sang Yondaime membeku. Tangan yang sebelumnya bersedekap di depan dada kini terkulai di samping tubuhnya. Mata birunya menatap sosok di hadapannya tak percaya.
Dan dalam sekejap saja sosok Yondaime menghilang dan muncul di hadapan Kakashi sambil mencengkram baju dan menodongkan sebuah kunai berujung tiga ke leher Kakashi.
"Berani sekali kau menyamar sebagai Kakashi di hadapanku." Desis Yondaime tajam penuh amarah. Ujung kunainya menggores sedikit kulit leher Kakashi membuat beberapa tetes darah terlihat menetes dari luka itu.
Ketiga ninja yang lain langsung tersentak dari posisinya. Sama sekali tak memperkirakan sang Yondaime akan muncul di hadapan mereka secepat kilat. Bahkan Sasuke pun terlihat terkejut.
"Maa…maa…Sensei, bukankah kami sudah bilang bahwa kami berasal dari masa depan?" kata Kakashi sambil tersenyum.
"Muridku. Hatake Kakashi sudah meninggal 20 tahun yang lalu…" kata Yondaime dingin. Membuat senyum Kakashi menghilang dan menampakkan ekspresi terkejut dengan mata terbelalak tak percaya.
Kakashi menatap Yondaime yang berdiri di depannya dengan ekspresi syok yang tak dapat Ia sembunyikan.
"Apa?" Tanya Kakashi tak percaya.
Yondaime menatap Kakashi dalam-dalam selama beberapa saat. Setelah percaya bahwa sosok di hadapannya tidak berpura-pura dan benar-benar yakin tidak menyamar. Yondaime melepaskan cengkramannya dan melangkah mundur. Ia menatap ketiga ninja lain yang juga terlihat syok.
"Sepertinya ini lebih rumit dari yang kalian bayangkan." Kata Yondaime tenang. Berusaha mengendalikan situasi.
Tepat saat itu, pintu ruangan menjeplak terbuka dengan suara keras.
"Sensei! Kau memanggilku?" Tanya sebuah suara.
Semua orang di ruangan itu refleks langsung menoleh ke asal suara.
Jika sebelumnya mata Kakashi sudah terbelalak. Mungkin kini sang mata sedang berusaha keluar dari rongganya saat sang copy ninja sharingan melihat siapa sosok yang tengah masuk ke ruangan Hokage dengan berisik.
Yang juga memanggil sang Hokage dengan sebutan 'sensei'.
'Tidak mungkin' batin Kakashi saat melihat sosok berambut hitam jabrik yang sangat dikenalnya memasuki ruangan dengan santai.
"Oh…kau sedang sibuk, sensei? Kalau begitu aku a…kan…" sosok itu tak menyelesaikan kata-katanya saat melihat para ninja yang berdiri di ruangan itu, terutama sosok ninja berambut putih yang menatapnya tak percaya.
Suasana langsung hening dan entah mengapa udara menjadi berat.
Sosok berambut hitam itu masih membeku sebelum tiba-tiba saja Ia menerjang dengan mata semerah darah dan tiga koma berputar di dalamnya.
Clank…
Secara refleks Kakashi menahan kunai yang diarahkan kepadanya. Matanya masih tak berkedip memandang sosok di hadapannya.
"O..obito?" Tanya Kakashi tak percaya, masih menahan kunai di depannya dengan kunai miliknya.
Sosok yang dipanggil itu terlihat membeku sejenak saat mendengar suara yang memanggil namanya.
"Beraninya…." Desis Obito penuh amarah. Kakashi ikutan membeku.
"Beraninya menyamar menjadi Kakashi di hadapanku!" teriak Obito sambil menendang Kakashi sekuat tenaga. Membuat Kakashi terlempar dan membentur jendela kaca di belakang meja Hokage.
Prang…
Pecahan kaca berhamburan ke segala arah.
Tanpa berhenti, Obito langsung ikut melesat melompati jendela. Kembali menyerang Kakashi yang terlempar keluar. Sama sekali tak mendengarkan teriakan sang Hokage yang memanggil namanya.
Sambil melayang di udara, Obito melayangkan pukulan dan tendangan pada Kakashi yang hanya bisa mengelak dan menangkis tanpa berusaha menyerang balik. Keduanya mendarat di tanah dengan suara 'boom' pelan saat lagi-lagi Obito berhasil menendang Kakashi hingga terlempar membentur sebuah pohon yang langsung tumbang. Kakashi langsung berdiri dengan susah payah dan berlari menghindar saat Obito kembali menyerangnya secara membabi-buta.
Setelah terjadi adegan kejar-kejaran selama beberapa saat, kedua ninja itu sampai di sebuah lapangan latihan yang kosong. Masih sambil menyerang dan menangkis.
"Kau pikir kau siapa, hah? Berani menyamar sebagai Kakashi di hadapanku?" teriak Obito sambil terus menyerang. Tanpa sadar, Kakashi tersenyum di balik maskernya.
"Sampai sekarang kau masih saja bodoh ya, Obito?" kata Kakashi sambil tersenyum hingga matanya terlihat sipit. Membuat amarah Obito semakin memuncak.
"Kau akan menyesal telah membuatku marah, Penyamar!" teriak Obito sambil menendang namun berhasil di tangkis Kakashi.
Obito melompat mundur beberapa meter. Ia berkosentrasi selama beberapa saat dan dari telapak tangan kanannya muncul bola cakra biru yang amat sangat di kenal oleh Kakashi. Sang Copy ninja terbelalak kaget.
"RASENGAN!" teriak Obito sambil menyerang kakashi.
Dengan segera Kakashi membentuk rangkaian segel dengan kedua tangannya. tiba-tiba cakra petir berwarna biru berkumpul di telapak tangannya.
"CHIDORI!" Kata Kakashi sambil menyambut serangan Obito dengan tangan penuh cakra petir biru yang mengeluarkan suara bisik.
Cip..cip..cip..
Kedua jurus itu bertemu dan...
Blarr…
Terjadilah sebuah ledakan besar yang menghancurkan seluruh lapangan latihan. Kedua ninja itu terkena efek ledakan dan terlempar ke arah berlawanan. Meninggalkan sebuah lubang besar di antara mereka.
Tak lama kemudian Yondaime dan anggota tim 7 muncul dan langsung berlari ke arah Kakashi dan Obito yang masih tergeletak di tanah.
"Kakashi-sensei!" teriak Sakura sambil berlari ke arah Kakashi diikuti Sasuke dan Sai. Sementara Yondaime berlari ke arah Obito.
"Aku baik-baik saja, Sakura." Kata kakashi yang berusaha berdiri sambil menatap obito di seberang kawah ledakan.
Setelah memastikan Kakashi baik-baik saja, Sakura segera membantu Kakashi berdiri. Dan keempat ninja yang masih bingung dimana mereka berada sekarang itu berjalan kea rah Yondaime yang tengah membantu Obito berdiri.
"Jurus itu.. kau... tak mungkin…" kata Obito sambil menatap Kakashi tak percaya.
Yondaime ikut menoleh memandang Kakashi. Ia sempat melihat jurus yang di pakai si ninja bermasker itu. Jurus yang hanya pernah ia lihat sekali. 20 tahun yang lalu. Di gunakan oleh salah satu muridnya yang ia yakini telah mati.
"Sepertinya kau sudah tambah kuat ya, Obito." Kata Kakashi sambil tersenyum. Obito masih terpana.
"Sebaiknya kita bicarakan ini di kantorku." Kata Yondaime serius. Semua anggota tim 7 mengangguk
Dan dalam sekejap, para ninja itu menghilang.
# # #
"Sudah kukatakan berulang kali, Obito! Jangan masuk ruanganku seenaknya." Kata Yondaime pada ninja berambut hitam jabrik dihadapannya dengan kesal.
"Maaf, sensei." Jawab Obito masih sambil memandang Kakashi lekat-lekat.
Kelima ninja dan satu Hokage itu sudah kembali ke kantor hokage. Tepatnya ruangan kerja Sang Hokage yang kini berantakan dan penuh pecahan kaca.
"Dan kalian!" kata Yondaime berbalik menatap tim Kakashi.
"Jelaskan semua yang terjadi hingga kalian bisa sampai disini!" perintah Sang Hokage serius.
"Baik, Yondaime-sama." jawab Kakashi sebelum memulai ceritanya.
"Kami di tugaskan untuk mencari satu teman kami yang hilang. Dan kami memasuki lubang hitam yang di buat oleh Uchiha Sasuke." Kata Kakashi sambil melirik Sasuke.
"Jadi… lebih baik kau yang menjelaskan pada kami, Sasuke!" kata Kakashi.
Semua orang langsung menatap Sasuke yang sejak tadi masih memasang ekspresi datar.
"Hn." Jawab Sasuke pendek. Suasana langsung hening.
"Well… sepertinya dia benar-benar seorang Uchiha." Kata Obito yakin. Membuat semua orang disitu –kecuali Sasuke dan Sai yang selalu tersenyum- sweatdrop.
"Aku menggunakan Mangekyo Sharingan." Jawab Sasuke datar. Akhirnya.
"Mangekyo? Kupikir itu hanya legenda." Kata Obito tak percaya. Yondaime hanya mengangkat sebelah alis.
"Sebenarnya di… tempat kami, itu bukan sebuah legenda lagi." Kata Kakashi enteng.
"Tapi itu tidak mungkin. Satu-satunya orang yang diketahui bisa menggunakan mangekyo sharingan adalah…" kata-kata yondaime terputus.
"Madara Uchiha?' tanya Sasuke dengan mata semerah darah. Pupilnya yang berbentuk bintang segi enam terlihat berputar pelan. Suaranya penuh dengan kebencian.
Yondaime dan Obito membeku. Memperhatikan mata Sasuke yang sangat berbeda dengan mata sharingan yang biasa mereka lihat.
Semua orang di ruangan itu merinding merasakan hawa membunuh Sasuke. Kecuali Yondaime. Mungkin.
"Bagaimana kau tahu?" kata Yondaime serius. Segala hal tentang Madara Uchiha seharusnya menjadi rahasia tingkat SS dan hanya Hokage dan beberapa orang saja yang tahu.
"Karena aku yang telah membunuhnya." Kata Sasuke sambil memejamkan mata. Saat kembali membuka mata. Mata Sasuke sudah kembali bermata hitam legam. Hawa membunuh yang sebelumnya terasa pun kini telah menghilang.
"Apa maksudmu?" Tanya Yondaime tak percaya.
"Ceritanya panjang, Sensei." Kata Kakashi sambil tersenyum sedih.
Sang Yondaime menatap Sasuke dan Kakashi selama beberapa saat. Menangkap sorot kesedihan dari keduanya, Minato memutuskan akan mengorek tentang hal itu nanti. Lagipula, ia tak akan membiarkan para ninja itu pergi dengan mudah.
"Kalian harus menceritakan se-mu-a padaku. Nanti." Perintah perintah Sang hokage.
"Tentu, Yondaime-sama." Jawab kakashi.
Suasana kemudian hening.
"Jadi… kau benar-benar masih hidup, Kakashi?" Tanya Yondaime.
"Aa… bukankah aku berada disini sekarang, sensei?" Tanya Kakashi sambil tersenyum.
"Kau sangat berbeda dengan Kakashi yang kami kenal." Kata Yondaime lagi. Membayangkan sosok Kakashi muda yang angkuh dan dingin. Sementara sosok dihadapannya kini terlihat amat sangat santai dan berulangkali tersenyum.
"Yah… beberapa hal berubah." Kata Kakashi sambil melirik Obito yang sejak tadi diam.
"Jadi disini aku sudah mati?" Tanya Kakashi enteng setelah beberapa saat tak ada yang bicara. Dari sudut mata dilihatnya Obito sedikit tersentak.
"Ya." Jawab minato sambil melirik Obito.
"Kau meninggal saat kita menjalankan misi di jembatan Kanabi 20 tahun yang lalu." Jelas minato.
"Hmm." Gumam Kakashi sambil merenung. jadi disini dialah yang mati dan bukannya Obito. tanpa sadar Kakashi menghela nafas lega. Syukurlah...
"Jadi… kau benar-benar Kakashi?" Tanya Obito pelan.
"Ya. Kau belum percaya padaku, Obito?" Tanya Kakashi sebelum menyadari tiba-tiba Obito sudah ada di hadapannya dan memeluknya erat.
"Maafkan aku." Kata Obito pada Kakashi yang masih membeku.
"Aku yang minta maaf." Kata Kakashi sambil balas memeluk Obito. Merasakan sedikit beban di dadanya menghilang. Melihat teman baiknya yang telah lama meninggal karena kesalahannya berdiri dihadapannya dan justru mengucapkan maaf padanya. Mereka berdua begitu selama beberapa saat.
"Hei… kau masih saja cengeng, Obito." Kata Kakashi saat menyadari Obito menangis.
"Aku tidak menangis! Mataku kemasukan debu!" teriak Obito. Melepaskan pelukannya dan menatap Kakashi kesal.
"Hn, seperti aku percaya saja." Jawab Kakashi.
"KAU…" teriak Obito sambil menunjuk Kakashi.
"Sudahlah, Obito…" kata Minato menenangkan. Ia berjalan ke arah Kakashi dan memeluknya.
"Senang bisa bertemu denganmu lagi, Kakashi." Kata Minato sambil menepuk bahu Kakashi.
"Aku juga, Sensei." Jawab kakashi sambil tersenyum.
Sang Hokage melepaskan pelukannya dan menatap anggota tim 7 yang lain.
"Jadi mereka adalah anggota timmu?" Tanya Minato sambil memandang Sasuke, Sakura, dan Sai yang sejak tadi hanya diam.
"Ya, sebenarnya mereka juga dulu tim geninku." Kata Kakashi.
"Kau jadi guru pembimbing?" Tanya Obito tak percaya.
"Ada masalah?" Tanya Kakashi polos.
"Kau pasti membuat mereka semua menderita dengan semua peraturan-peraturanmu." Kata Obito dengan dramatis.
"Sebenarnya Kakashi-sensei tidak seburuk itu. Hanya saja dia selalu datang terlambat. Selalu amat sangat terlambat." Kata Sakura sambil tersenyum.
"Kakashi terlambat?" teriak Obito tak percaya.
"Kenapa?" Tanya Sakura tak mengerti.
"Dia kan Si Tuan taat peraturan yang tak pernah terlambat sedetikpun."kata Obito sambil menunjuk Kakashi.
"Benarkah?" Tanya Sakura tak percaya sambil menatap Kakashi. Obito mengangguk.
'Dunia sudah kiamat' batin Sakura dalam hati.
Tiba-tiba saja suasana menjadi hening saat Minato berdehem dan memasang wajah serius.
Sang Yondaime menghela nafas dan menatap kelima ninja yang ada dihadapannya.
Kelima ninja itu langsung menegakkan badan dan bersiap mendengarkan setiap kata yang akan dikatakan oleh sang Hokage dengan seksama.
"Informasi tentang asal kalian adalah rahasia tingkat S. jangan biarkan seorangpun tahu tanpa izin dariku." Kata Yondaime serius.
"Baik, hokage-sama." Jawab mereka bersamaan.
Yondaime mengangguk dan duduk di kursinya sambil menulis sesuatu di sebuah gulungan.
"Sensei, boleh aku bertanya satu hal?" Tanya Kakashi sambil tersenyum.
"Ya?" jawab Yondaime tanpa mendongak.
"Apa Kushina-san juga…" Tanya Kakashi ragu-ragu.
"Kushina? Dia sedang ada di rumah. Aku memintanya untuk berhenti menjadi ninja. yah... walaupun awalnya ia mengamuk habis-habisan" Kata Minato sambil tersenyum lebar. Mengingatkan tim 7 akan senyum seseorang.
"Kau ingin bertemu dengannya? Bagaimana kalau kita sekarang ke rumahku, kita rayakan pertemuan kita." Ajak Minato sambil menatap matahari yang mulai tenggelam.
"Tentu." Jawab Kakashi senang. Ia juga harus memastikan hal yang lain.
"Obito. Kau ajak Rin juga. Ia pasti senang bisa bertemu Kakashi." Kata Minato sambil merapikan mejanya.
"Rin?" Tanya Kakashi tak percaya.
"Ya. Obito dan Rin sudah menikah. Mereka punya satu orang putra." Kata Minato sambil melirik Obito yang kini mukanya memerah.
"Begitu. Selamat, Obito." Kata Kakashi sambil tersenyum. Merasa senang ternyata di dunia ini mereka hidup dengan bahagia.
"Baiklah. Ayo kerumahku." Kata Minato sambil bangkit berdiri.
"Sensei, apa kami perlu menyamar?" Tanya Kakashi.
Yondaime berpikir sejenak.
"Kurasa tidak perlu. Aku tak menemukan nama kalian di daftar arsip Konoha. Kecuali Kakashi." Jawab Yondaime.
"Kami tidak ada di dunia ini?' Tanya Sai. untuk pertama kalinya bicara.
"Ya. Semua orang yang lahir di konoha selalu masuk arsip. Itu berarti kalian tak ada atau belum lahir." Jawab Yondaime berspekulasi.
Mereka mengikuti Sang yondaime Hokage dalam diam. Masing-masing larut dalam pikirannya.
# # #
"Boleh aku bertanya satu hal lagi, Sensei?" Tanya Kakashi saat mereka menyusuri jalanan Konoha. Seperti yang di katakan Minato. Tak ada yang menaruh Curiga pada mereka. Serombongan ninja tak dikenal yang berjalan bersama Hokage.
"Ada apa?" Tanya Minato sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Apa kau memiliki seorang putra?" Tanya Kakashi. Kalau Kushina masih hidup. Ada kemungkinan Naruto juga akan ada di dunia ini.
"Putra?" Tanya Minato sambil memandang Kakashi. Kakashi mengangguk.
"Tidak. Memangnya ada apa?" Tanya Minato.
"Hanya bertanya saja." Jawab kakashi sambil tersenyum. Berusaha menyembunyikan rasa kecewanya.
Kelima ninja itu berjalan beriringan. Kakashi dan Minato di depan. Mereka berdua berbicara tentang beberapa hal sementara Sasuke, Sakura, dan Sai mengikuti di belakang dalam diam. Obito sudah pergi sejak tadi. Tak sabar memberitahu Rin tentang Kakashi.
Mereka tengah berjalan melewati sebuah danau yang familiar saat mereka mendengar teriakan itu.
"Tou-san!" teriak sebuah suara yang sukses membuat seluruh tim 7 membeku. Mereka langsung menoleh ke asal suara.
"Tou-san!" Suara teriakan itu terdengar lagi. yang berteriak adalah seorang gadis berambut pirang cerah dan berjaket orange sambil melambaikan tangannya. Gadis itu tengah berdiri di atas dok kayu di tepi danau.
Gadis yang sebelumnya ditemui tim 7 di kedai Ichiraku.
Sang Yondaime ikut berhenti dan menoleh.
Gadis itu tersenyum lebar saat melihat sang Yondaime tersenyum padanya. Mata birunya yang berkilau cemerlang kemudian memandang anggota tim tujuh yang kini sudah melepas penyamaran mereka.
Selama beberapa detik. Mata biru itu terfokus pada sosok bermata hitam kelam dan berambut pantat ayam yang menatapnya balik penuh perhatian. Senyum gadis itu langsung memudar.
Dan tiba-tiba saja. Mata biru itu tertutup. Diikuti tubuhnya yang kehilangan keseimbangan dan jatuh ke danau tanpa ada perlawanan.
Byurr...
Seluruh anggota tim 7 dan Yondaime terbelalak kaget.
Sebelum semua ninja itu dapat bergerak. Sasuke sudah melesat ke arah danau. Berlari di atas permukaan air sebelum menceburkan dirinya di tempat gadis bermata biru itu tenggelam.
Sasuke tak menghiraukan keadaan sekeliling. Satu-satunya yang ada di pikirannya adalah menyelamatkan gadis bermata secerah langit itu. Karenanya, ia tak sadar saat Yondaime ikut berlari dan berteriak di belakangnya.
"NARUTO…"
.
.
To Be Continue...
.
Yeah… selesai…
Maaf! sepertinya chap ini masih pendek. dan Romance SasuNaru akan saya mulai di chap depan. jadi harap sabar.
Apakah masih ada yang masih bingung sebenarnya tim7 ada dimana? Baiklah saya jelaskan. Tim tujuh berada di dimensi lain, atau saya lebih suka menyebutnya 'Konoha yang lain'. Aneh ya? Saya tahu kok.-smile-
Dan untuk pairing. Sudah jelas akan jadi SasuFemnaru. Maaf ya, buat yang meminta untuk dijadikan SasuNaru. Tapi nanti masih ada kemungkinan SasuNaru kok. Mengingat tim tujuh mencari Naruto yang cowok.
Ini fic yang cukup aneh menurut saya. Jadi tolong beri pendapat tentang ceritanya. Apa terlalu OOC? Dan jika ada yang masih bingung dan ingin bertanya, saya akan berusaha menjawab dan menjelaskan. Jadi mohon reviewnya ya…-smile-
REVIEW PLEASE…
