Dear No One
By Biacht
Main Cast : Park Chanyeol & Byun Baekhyun
Other Cast : Oh Sehun & Xi Luhan
Genre : Romance
Rated : M
Warning : Gender-Switch
Dont like? Dont Read. No bashing and flaming.
Enjoy!
-oo-
China merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kependudukan yang tinggi namun juga terdaftar sebagai salah satu negara termaju di dunia. Menjadi salah satu negara yang bersistem ekonomi sempurna, tentu saja tidak lepas dari tangan dan pikiran ahli para penduduknya. Kesibukan sudah menjadi salah satu makanan sehari-hari bagi penduduk China. Kesibukan-kesibukan tersebut tercermin dari keseharian pemuda berparas tampan dan berbadan bak model, Park Chanyeol. Bangun pagi, sarapan, berangkat ke kantor dan menghabiskan hari di Park Enterprise sudah menjadi jadwal membosankan bagi Chanyeol.
"Iya sayang, aku sudah bangun Luhan-ah." Chanyeol baru saja keluar dari kamar mandi ketika mendapati ponselnya berdering nyaring. Nama kekasih cantiknya yang cerewet namun menggemaskan terpampang di layar ponsel canggihnya.
"Makan siang? Okay. Kau yang atur tempatnya seperti biasakan? Nanti kuhubungi lagi Luhan-ah. Aku sedang bersiap untuk berangkat ke kantor." Setelah memastikan ponselnya mati, Chanyeol menghela nafas panjang.
Jika ditanya, apakah Chanyeol mencintai Luhan? Jawabannya sudah pasti iya. Luhan merupakan wanita yang manis, berpendidikan tinggi, lucu dan juga idaman sekali bukan? Namun entah mengapa ada sesuatu yang mengganjal di hati Chanyeol. Ini menyangkut masalah hati dan kebahagian, Chanyeol tidak ingin munafik dalam kedua hal itu. Karena kedua hal itu merupakan hal yang selama ini Chanyeol jaga. Untuk saat ini, mencintai dan bertahan dengan Luhan bukanlah masalah bagi Chanyeol. Yang menjadi masalah adalah ketika Luhan tiba-tiba mulai merengek untuk dikenalkan kepada orang tuanya. Demi Neptunus! Chanyeol bahkan merasa masih ada yang tidak balance dalam hubungan mereka. Mengenalkan Luhan kepada orang tuanya bahkan tidak pernah terlintas dalam pikiran Chanyeol. Entah cara apalagi yang akan digunakannya untuk meredam keinganan nekat Luhan bertemu dengan orang tuanya. Mari kita pikirkan itu nanti.
.
.
Suara tapak kaki yang menghentak-hentak sontak membuat beberapa orang yang berada dibawah menoleh. Beberapa tertawa kecil, namun wanita paruh baya yang bahkan tidak bisa diilang paruh baya karena masih segar bugar ini menggerutu pelan.
"Baekhyun-ah! Pelan-pelan astaga, nanti kau jatuh nak!" Teriaknya membuat dua pria berbeda umur yang duduk tak jauh dari wanita tersebut terkekeh.
"Iya iya ibu, maafkan aku. Aku hanya sedang senang sekali. Iyakan Sehun-ah?"
Baekhyun sang putri bermata sipit mencium pipi ibunya san mau tak mau membuat sang ibu tersenyum.
"Iya iya aku tau Baekhyun-ah. Tapi benar kata ibumu, kalau kau jatuh bagaimana hm? Duduklah kemari, kita sarapan. Baru setelah itu kita ke cafe barumu okay?" Sehun tersenyum kalem lalu menarik tangan Baekhyun lembut untuk duduk di sampingnya. Ia lalu membuka piring dihadapan Baekhyun dan mengisinya dengan sandwich buatan ibu Baekhyun. Hal tersebut sontak menjadi perhatian sang ayah.
"Aigo, dasar tuan putri. Mau sampai kapan kau akan bermanja-manja dengan Sehun hm? Sehun tidak akan bisa cepat-cepat mendapatkan pacar jika kau terus seperti itu nak."
"Ayah, Sehun itu belum mendapatkan pacar bukan karena aku. Memang Sehunnya saja yang tidak mau mencari yang mendekati Sehun itu banyak sekali lih! Dasar tuan tampan sok jual mahal!" Baekhyun memeletkan lidah lalu disamnut dengan cubitan kecil di pipinya.
"Kau ini benar-benar ya ckck. Sudah lanjutkan saja makanmu, nona bertubuh pendek!" Sehun balas memeletkan lidah lalu segera beranjak sebelum terkena lemparan serbet-sang-tuan-putri.
"YAA! OH SEHUN!"
.
.
"Ah nona Song, tolong kau pastikan jadwalku kosong untuk besok karena mungkin pada work time aku akan menghadiri acara makan malam keluarga. Jangan lupa mengirimkan soft file hasil rapat yang baru saja kita hadiri. Kurasa 2 jam cukup bukan? Kutunggu malam ini dan jangan sampai telat sepeti biasanya. Bacakan jadwalku untuk lusa." Titah Chanyeol sembari berjalan menuju lift yang menghubungkan ruang rapat dengan lobi. Ia benar-benar lelah dan membutuhkan air hangat setelah ini. Rambutnya ingin rontok mengingat perdebatan yang cukup alot dengan dewan ketika rapat berlangsung tadi.
"Baik sajangnim. Jadwal anda untuk lusa adalah menghadiri pertemuan dengan Sehen company yang berada di Seoul selama 3 hari lalu akan berlajut hingga satu minggu kedepan untuk meninjau proyek kita dengan Pemerintah Seoul. Jadi jika bisa disimpulkan, sajangnim akan berada di Seoul untuk pekerjaan sekitar 10 hari dan 4 hari day-off untuk beristirahat."
"Seoul?"
Lagi-lagi jadwal yang sangat melelahkan, sialan.
"Baiklah, siapkan dokumen-dokumen yang harus dibawa. Jangan sampai ada kesalahan pembawaan dokumen, karena ini merupakan proyek penting untuk perusahaan kita. Aku tidak ingin karena ada kesalahan kecil kita akan mengalami kerugian. Bawa juga denah dan sketsa yang sudah dibuat oleh Kyungsoo untuk proyek Pemerintah Seoul. Kurasa kita akan menggunakan desain itu." Ucap Chanyeol lalu berjalan cepat menuju pintu utama.
"Kau bisa pulang hari ini nona Song. Terima kasih dan kerja yang bagus."
"Baik sajangnim, terima kasih." Nona Song yang sedari tadi membututi Chanyeol dapat menhirup nafas lega setelah medengar pujian kecil dari atasannya.
"Ah nona Song..." Chanyeol berbalik.
"Jangan lupa persiapkan kopermu, kau akan ikut dengaku ke Seoul."
Nafas nona Song seperti ditarik kembali. Mungkin kau memang belum diijinkan bernafas wahai nona Song? Sungguh malang.
.
.
"Disini Baekhyun-ah?" Sehun berusaha membenahi letak lukisan yang akan dipajang di cafe baru Baekhyun.
"Ah ah ke kiri sedikit Sehun-ah! Ya ya!" Baekhyun tertawa riang, membuat pegawainya ikut tersenyum melihat tingkah lucu majikannya.
"Terima kasih Sehun-ah!"
"Iya tuan puteri, sama-sama." Sehun mengacak gemas rambut Baekhyun.
'Lihatlah, bukankah mereka serasi'
'Iya benar! Nona Baekhyun benar-benar menggemaskan bukan?'
'Hmm, dan Tuan Sehun benar-benar tampan dan manly! Ah kurasa aku shipper mereka berduaaa.'
Sehun tersenyum maklum ketika mendengar bisik-bisik tersebut. Ia hanya bisa mengamini apa yang pegawai-pegawai Baekhyun katakan.
Sehun menyukai Baekhyun? Ya tentu saja. Bukankah itu sangat terlihat jelas?
Baekhyun adalah wanita yang bisa membawanya bangkit dari keterpurukan ketika ia harus menghadapi kisah asmara masa lalu yang cukup suram. Sosoknya yang polos, lugu namun juga ramai itu berhasil membuatnya gemas dan melupakan sang mantan kekasih. Apa yang dirasakannya untuk Baekhyun benar-benar sebuah perasaan yang tulus dan juga suci. Namun untuk membawa hubungan mereka ke tingkat yang lebih tinggi, Sehun belum mempunyai cukup keberanian. Ia takut jika Baekhyun tidak mempunyai perasaan yang sama padanya. Ia takut jika hubungan mereka akan berakhir canggung. Ia takut tidak bisa berinteraksi dengan baekhyun secara bebas. Ketakutannya sangat banyak sehingga ia memilih untuk mengorbankan perasaannya sendiri. Ia membiarkan orang-orang disekitarnya berspekulasi sendiri tentang hubungannya dengan Baekhyun. Yang terpenting baginya adalah dapat melihat Baekhyun tersenyum dan bahagia. Menyedihkan ya? Itulah yang namanya cinta.
"Sehun-ah, bisa tolong bantu aku?!"
"Ah, iya Baekhyun-ah! Aku datang!"
.
.
Setelah mengalami perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan. Chanyeol akhirnya tiba seorang diri di bandara Incheon, Seoul, Korea Selatan. Nona Song sekertarisnya sudah berangkat 2 hari yang lalu untuk menyiapkan hotel dan hal-hal lainnya. Yang ingin dilakukan Chanyeol hanyalah megistirahatkan badannya yang lelah luar biasa.
"Seoul, aku kembali..."
T B C
Haiii, Bi balik nih finally wkwk. Terima kasih ya yang udah review teaser gajelas yang kemarin Bi posting hehe.
Kalian yang revie, fav dan juga follow bener-bener jadi penyemangat Bi buat ngetik storynya wkwk.
Ohiya, selamat datang juga buat para silent-readers. Bagi Bi kalian juga sangat penting, soalnya udah mau baca cerita Bi yang gajelas ini wkwk. Tapi tetep Bi tunggu ya review dari kalian para silent readers hehe. Laf laf /kissu satu satu lagi/
Review yang banyak ya dear!
Mengkritik boleh, asal menggunakan bahasa yang sopan, baik dan benar.
HIDUP CHANBAEK! (?)
Xoxo,
Biach a.k.a Bi
