GOMAWO SEHUNIE
HUNHAN
ANGST/ROMANCE/DRAMA?
RATED M
GENDERSWITCH
Chapter 1
+ HAPPY READING +
Hujan lebat disertai petir tengah mengguyur pinngiran kota seoul tepatnya di daerah gwangju. Hujan Nampak sudah terjadi beberapa jam silam terlihat dari menggenangnya air di sepanjang jalan, beberapa pohon tumbang dan listrik di daerah ini mati total
JDEEER
"Eomma" Teriak seorang gadis kecil di salah satu ruangan yang berada di dalam rumah tersebut
"Hiks hiks eomma"
Cklek
"Oh Lulu kemari sayang" ucap wanita paruh baya yang sering di sebut bibi Jang sambil mengangkat gadis bernama Luhan atau yang sering di panggil dengan Lulu
"Hiks Hiks"
"Cup cup jangan menangis Lulu kan sudah bersama eomma"
"Eomma Lulu takut petirnya sangat kencang dan juga gelap" ucap Luhan sambil menyerukan kepalanya ke leher perempuan yang di panggil Eomma tersebut
"Nde kajja kita bergabung dengan yang lain" ucap bibi Jang
Terlihat beberapa anak yang tengah berkumpul di atas lantai berkarpet dengan saling merangkul dan di sekitarnya terdapat beberapa lilin untuk memberikan penerangan kepada mereka
"Apa Luhan terbangun?" ucap bibi Ahn yang tengah memeluk seorang gadis mungil lainnya
"Nde nampaknya Lulu sangat ketakutan" Ucap bibi Jang
"Anak-anak sudah malam sekarang kalian tidur ya disini" ucap bibi Ahn yang di angguki oleh semua anak-anak yang ada
"Lulu juga tidur lagi ya" ucap bibi Jang yang diangguki oleh Luhan.
Luhan adalah gadis manis berusia enam tahun yang menjadi salah satu penghuni panti asuhan "Peterpan"
.
.
.
Matahari mulai menelusup ke dalam jendela panti dimana terdapat anak-anak yang tengah tertidur dengan pulas. Bibi Jang Nampak tersenyum melihat anak-anak tersebut
"Areum-ah, kau sedang apa eoh?"
"Oh sooyoung-ah lihat mereka Nampak damai dan tenang eoh?"
"Hmmmm"
Jang areum dan Ahn sooyoung dua wanita paruh baya yang Nampak masih cantik di usianya yang menginjak 40an, mereka merupakan dua sahabat yang ditinggal suaminya saat bertugas kemanusiaan sebagai relawan dalam perang di timur tengah, kedua suami mereka gugur setelah terkena bom yang menyerang tempat mereka dan kedua wanita tersebut bertekad untuk melanjutkan cita-cita kedua suami mereka yang memang memiliki jiwa social yang tinggi sehingga akhirnya mereka mengelola panti asuhan peterpan ini secara langsung.
Sudah tujuh tahun lamanya panti asuhan ini berdiri dan tepat saat mereka mengambil alih dan tinggal langsung dip anti saat itu pulalah tangis seorang anak berusia dua tahun terdengar di depan pintu panti
FLASHBACK ON
"Areum-ah akhirnya kita sampai" ucap Sooyoung saat keduanya baru saja sampai dip anti tersebut
"Nde, semoga mereka senang dengan apa yang kita lakukan"
"Hmmm, kajja kita masuk"
Areum dan Sooyoung memasuki panti dan disambut hangat oleh pengurus panti, mereka bercakap-cakap dan mengenalkan beberapa anak yang tinggal dipanti tersebut. Satu minggu sudah Areum dan Sooyoung mengelola panti tersebut dan saat ini hari sudah menunjukan jam Sembilan malam semua anak sudah di giring memasuki kamar mereka masing-masing.
Areum baru saja dari kamar Joongkok dan jinri, setelah memastikan keduanya tertidur Areum langsung mematikan lampu dan keluar.
"Oh anda sudah selesai nyonya" ucap salah satu pengurus panti yang Nampak sudah berumur
"Oh nde, bibi Min jangan memanggil saya nyonya kita sama disini" ucap Areum lembut
"Nde, Ar-areumah" ucap bibi Min dengan ragu
"Begitu lebih baik, saya ke dapur dulu bibi, dan sebaiknya bibi segera istirahat"
"Nde" ucap bibi Min lalu meninggalkan Areum
Saat akan menuju dapur Areum Nampak mendengar suara tangisan, dia menghentikan pergerakannya dan mempertajam pendengarannya
"Hiks hiks"
"Suara apa itu?"
"Hiks Hiks"
Semakin penasaran, dengan cepat Areum berjalan menuju pintu dan semakin yakin bahwa yang didengarnya adalah suara tangisan anak kecil
Cklek
Setelah membuka pintu Areum langsung menutup mulutnya saat melihat anak kecil tengah duduk di depan pintu dengan berurai air mata sungguh miris di lihatnya
"Hiks hiks" gadis kecil tersebut masih menangis dengan wajah menengadah kearah Areum
"Aigoo, kemari sayang" ucap Areum langsung mengais gadis tersebut dan membawanya masuk ke dalam
"Areum-ah, igo mwoya?" Tanya Sooyoung saat melihat Areum membawa gadis kecil yang tengah menangis
"Aku tidak tahu, aku menemukannya tengah menangis di depan pintu"
"Ya ampun tega sekali orang yang membuangnya, apakah ada tanda untuk mengetahuinya" Tanya Sooyoung
"Aku tidak tahu, tadi aku terburu-buru"
"Baiklah akan aku lihat" ucap Sooyoung langsung berjalan ke depan untuk melihat apakah ada sesuatu untuk mengenali gadis ini, sedangkan Areum Nampak langsung menghangatkan gadis tersebut dengan menyelimutinya dan membuatkan coklat hangat.
Tap tap tap
"bagaimana apa ada sesuatu?" Tanya Areum saat mendengar suara langkah Sooyoung mendekatinya.
"Nde aku menemukan tas di depan pintu"
"Coba buka" keduanya langsung melihat apa saja yang ada di dalam tas tersebut sedangkan gadis kecil tersebut sudah terlelap di atas kursi dengan selimut hangat dan meminum susunya.
"Ahh lihat ini" ucap Sooyoung saat menemukan sebuah kertas di bawah beberapa helai baju di dalam tas tersebut
"Luhan" ucap keduanya setelah membuka kertas tersebut dan hanya menemukan tulisan tersebut dan sebuah kalung perak dengan bandul peri di dalam sebuah lingkaran, keduanya Nampak memandang kalung tersebut lalu beralih kepada gadis yang tengah tertidur dengan pulas tersebut
"Luhan"
FLASHBACK OFF
Saat ini keadaan panti tengah ramai dimana anak-anak tengah membereskan peralatan bekas tidur mereka diruang tengah semalam, mereka membawa bantal dan selimut yang mereka pakai ke kamar masing-masing termasuk Luhan. Sudah empat tahun Luhan menjadi penghuni panti ini, keadaan panti sudah cukup ramai, dulu saat Luhan datang penghuni panti hanya tujuh orang dan saat ini sudah menjadi dua belas orang.
.
.
"Eomma Lulu akan menjemur selimut ini, selimutnya dingin" Ucap Luhan sambil menghampiri Sooyoung yang tengah memasak di dapur
"Nde Lulu jemur di dekat ayunan saja ya di kursi panjang" ucap Sooyoung yang diangguki oleh Luhan dan langsung melesat keluar panti menuju kursi dekat taman bermain
Pluk
Luhan meletakan selimut tersebut lalu mengaturnya agar memanjang dan semuanya dapat terjemur, setelah selesai Luhan akan segera kembali ke dalam sebelum Luhan mendengar suara sesuatu di balik pohon tak jauh dari ujung taman bermain, dengan sedikit mengendap-endap dan mengambil ranting kayu yang tergeletak Luhan berjalan mendekati pohon tersebut, Luhan menginjak tanah yang becek akibat hujan tadi malam dan semakin dekat Luhan semakin jelas mendengar suara rintihan di balik pohon
"Nu nuguseyo?" ucap Luhan pelan dan mengacungkan ranting pohon tersebut ke depan badannya
"Eungggh"
"Oh eotohke Lulu takut" monolog Luhan
"To tolong" kembali suara rintihan yang jelas meminta tolong terdengar membuat Luhan membulatkan matanya dan langsung berlari ke balik pohon dan Luhan langsung berjengkit kaget saat melihat anak laki-laki yang tengah terduduk menggigil kebasahan
"Omo!kau kenapa" ucap Luhan langsung membuang ranting pohon tersebut dan berlari ke arah anak laki-laki tersebut.
"Neo gwenchana?" Tanya Luhan dengan nada khas anak-anaknya, Luhan memegang kening anak laki-laki tersebut
"Omo! Badanmu panas, chakaman" ucap Luhan lalu berlari menuju panti
"Eomma eomma" teriak Luhan dari luar sambil berlari membuat Sooyoung dan Areum langsung keluar dengan menggunakan apron mereka
"Aigoo Lulu kenapa berteriak sayang" Ucap Areum
"Eomma palli disana ada anak kecil eomma" ucap Luhan sambil menarik kedua tangan eommanya
"Iya sayang pelan-pelan"
Mereka sudah sampai di tempat yang Luhan tunjukan dan seketika Sooyoung dan Areum ikut terkejut melihat keadaan anak tersebut yang Nampak kedinginan
"Aigoo palli kita bawa dia masuk dia demam" dan dengan cepat ketiganya memasuki panti dengan seorang anak kecil gendongan Areum. Setelah sampai anak tersebut langsung dibersihkan dan saat ini tengah berbaring di kasur samping kasur Luhan dengan kompres di kepalanya.
"Lulu tunggu dia oh, eomma akan meneruskan memasak hmm" ucap Areum sambil mengusak kepala Luhan, sejak menemukan anak lelaki ini Luhan memang tidak pernah pergi barang seincipun dia terus mengikuti kemana eommanya membawa anak laki-laki tersebut
"Hmmm Lulu akan menjaganya eomma" ucap Luhan sambil menganggukan kepalanya membuat rambut yang di kuncir kudanya ikut bergerak lucu.
.
.
Sementara itu di salah satu villa mewah di kawasan gwangju Nampak suami istri yang tengah resah dimana di depannya terlihat beberapa orang yang juga Nampak sibuk
"Yeobo bagaimana ini sehunie hiks hiks" ucap sang istri dipelukan sang suaminya
"Tenang yeobo aku yakin Sehunie baik-baik saja" keduanya Nampak terlihat murung dimana sang istri Nampak terus menangis sedari tadi terlihat dari matanya yang sudah Nampak bengkak.
"Tuan permisi" ucap salah satu orang yang menggunakan kemeja rapih sedikit membungkuk kepada pasangan suami istri tersebut
"Nde ada apa" ucap sang suami Oh Kyuhyun
"Kami akan segera melakukan pencarian tuan muda Oh Sehun tuan"
"Hmmm baiklah lakukan dan aku harap kalian segera menemukan anakku" ucap Kyuhyun tegas dan segera diangguki oleh semuanya.
.
.
"Eungggh"
Suara lenguhan terdengar dari anak lelaki yang tengah Luhan tungguin, membuat Luhan yang tengah asik menggambar langsung mengalihkan pandangannya dan seketika meletakan alat gambarnya dan mendekati anak laki-laki tersebut
"Kau sudah sadar?"Tanya Luhan polos tepat di depan wajah anak laki-laki tersebut. Sedangkan yang ditanya hanya memperhatikan Luhan yang Nampak polos di depannya
"Hei kenapa diam saja" ucap Luhan bingung melihat orang yang di ajak bicara hanya diam
"Eomma" teriak Luhan setelah menegakan badannya dan tak lama pintu terbuka menampilkan Areum
"Kenapa sayang?" Tanya Areum lembut sambil berjalan ke arah Luhan
"Oh kau sudah sadar" kaget Areum dan langsung menghampiri ranjang dan menyentuh keningnya
"Ahh syukur lah demammu sudah turun"
"Aku dimana?" Tanya anak tersebut
"Oh kau di rumah kami" ucap Luhan senang
"Siapa namamu nak?"
"Sehun" ucap Sehun seadanya
"Yak bicara yang sopan sudah ditolong bukannya berterima kasih" ucap Luhan marah saat Sehun menjawab tidak sopan
"Lulu jangan begitu sayang" ucap Areum
"Tapi dia menyebalkan eomma"
"Kenapa aku disini?" Tanya sehun bocah berusia tujuh tahun ini memang sangat irit bicara berwajah datar membuat siapa saja akan merasa sebal
"Tadi pagi Lulu menemukanmu tengah kedinginan di bawah pohon sehun" ucap Areum lembut
"Lulu?" Tanya Sehun sambil menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang
"Hmm annyeong Luhan imnida biasa di panggil Lulu" ucap Luhan ramah yang hanya di balas dengan tatapan super datar dari Sehun
"Aish menyebalkan sekali" ucap Luhan berbalik hendak meninggalkan kamar
"Lu tunggu disini eomma akan mengambil makanan" ucap Areum menghentikan gerakan Luhan
"Hmmm baiklah eomma" Luhan kembali berbalik namun menuju ranjang sebelah dan kembali menggambar.
"Tunggu sebentar ne Sehun bibi akan mengambil makanan untukmu" ucap Areum yang di balas dengan anggukan oleh Sehun. Setelah Areum keluar Luhan masih asik dengan dunia menggambarnya sedangkan Sehun terus memperhatikan sekelilingnya, Nampak aneh dengan suasana kamar yang terdiri dari dua tempat tidur dan barang-barang lainnya yang Nampak ada dua sedangkan Luhan masih asik menggambar, Luhan memang memiliki bakat dalam menggambar walaupun belum sekolah namun Luhan dapat menggambar dengan baik untuk ukuran anak sekecil Luhan.
"Kau tidur dengan saudaramu?" Tanya Sehun membuat Luhan menghentikan kegiatannya
"Hmmm aku tidur dengan Yerin" ucap Luhan
Sehun kembali memperhatikan sekitarnya lalu memandang pohon yang tengah bergoyang tertiup angin di balik jendela yang terbuka
"Kau kenapa semalam ada di bawah pohon?" Tanya Luhan yang masih asik duduk di tempatnya menunggu jawaban dari Sehun
"Hmmm kau ini kenapa susah sekali bicara sih, kami semua di panti tidak ada yang pendiam begitu" ucap Luhan yang langsung membuat Sehun mengalihkan pandangannya
"Panti?"
"Oh kau berada di panti kami nan-"
Cklek!
Omongan Luhan terpotong saat pintu kamar kembali terbuka dan memperlihatkan Areum dan Sooyoung dengan nampan di tangannya
"Kajja makanlah Hunnie kau butuh tenaga" ucap Sooyoung
"Anda siapa?" Tanya Sehun
"Aku Ahn Sooyoung dan ini Jang Areum, kami pengelola panti ini jadi kau makan dulu nanti baru cerita arra?" Tanya Sooyoung yang dib alas anggukan oleh Sehun.
Setelah makan dan menceritakan semua kejadiannya dimana Sehun bisa sampai ke panti ini yang ternyata Sehun tengah bermain di pinggiran danau yang tidak jauh dari panti, dan saat itu Sehun tengah asik bermain dengan pesawat terbangnya yang di mainkan dengan remote controlnya, tidak jauh dari Sehun Nampak ayah ibu dan adiknya tengah duduk sambil bersanda gurau
"Hunnie makan dulu chagi" teriak eomma Sehun Oh Sungmin
"Nde sebentar eomma"
Saat semuanya menikmati suasana tiba-tiba langit menjadi mendung dan mereka segera bergegas untuk kembali
"Hunnie palli akan turun hujan kita harus kembali" teriak sang appa Oh Kyuhyun
"Nde hunnie akan menurunkan helikopternya appa"
"Baek palli duluan ke mobil appa dan eomma akan menyusul" ucap sang eomma saat dirasa air hujan sudah menetes. Saat akan menghampiri Sehun tiba-tiba saja suara teriakan Baekhyun membuat kedua orang tuanya bergegas berlari menghampiri si bungsu dan meninggalkan Sehun yang tengah membereskan mainannya
"Baek ya ampun chagi" teriak Sungmin saat melihat Baekhyun tersungkur dengan hidung berdarah
"Yeobo palli Baekki berdarah" dan dengan tergesa Kyuhyun pun menghampiri istri dan anak bungsunya, saat baru sampai tiba-tiba hujan turun dengan sangat lebat membuat Kyuhyun dan Sungmin langsung membawa Baekhyun yang tengah menangis menuju mobil, setelah sampai dengan keadaan basah Kyuhyun langsung melajukan mobilnya dengan cepat karena panic melihat darah yang terus keluar dari hidung Baekhyun tanpa mengingat satu anaknya tertinggal di dekat danau
.
.
"Appa eomma eodiga?" Tanya sehun saat hujan turun Sehun langsung meninggalkan pesawatnya dan berlari mencari orang tuanya, namun saat sampai di tempat mobilnya terparkir Sehun tidak melihat mobil sang appa
"Appa hiks hiks eomma"
Akhirnya Sehun terus berjalan di bawah guyuran hujan bocah tujuh tahun itu Nampak kedinginan dan ketakutan sampai akhirnya dia melihat sebuah bangunan berwarna biru dan dengan sedikit tenaga sisa Sehun terus berjalan namun tenaganya sudah tidak kuat dan akhirnya Sehun mendudukan dirinya di bawah pohon besar yang lumayan cukup menutupi tubuhnya walaupun masih ada tetesan air yang jatuh
Jdeeerrrr
"Hiks hiks eomma appa baekki hiks" Sehun terus meracau sampai akhirnya tertidur dan kembali terbangun saat pagi dengan demam tinggi.
.
.
Sehun tengah berada di ruang belakang dengan menatap ke luar ruangan melihat beberapa anak panti yang tengah bermain di taman bermain menikmati udara matahari yang sempat tersembunyi kemarin. Sehun Nampak memperhatikan seseorang yang tengah asik menggambar di bawah pohon dekat kursi yang Luhan letakan untuk menjemur selimut
"Kau melihat apa Hunnie" Tanya Sooyoung yang duduk di samping Sehun, lalu mengikuti kemana arah pandang Sehun
"Dia Luhan dia dipanti ini saat umurnya dua tahun"
"kenapa dia disini?" Tanya Sehun
"Bibi menemukan Luhan di depan pintu dan tidak ada yang menjemputnya"
"Apakah aku akan tinggal disini juga, aku punya keluarga" ucap Sehun datar
"Anio kita akan mencari keluargamu tapi kau harus sembuh dulu ne?"ucap Sooyoung sambil mengelus rambut Sehun
.
.
.
Sudah tiga hari Sehun menghilang dan keluarga Oh Nampak frustasi memikirkannya semua kecerobohannya mengakibatkan putra Oh tersebut hilang
"Yeobo bagaimana ini hiks hiks" Sungmin masih saja menangis mereka menunda kepulangannya sampai menemukan Sehun
"Eomma" suara anak kecil mengalihkan perhatian Sungmin dan segera menghapus air matanya
"Oh Baekki kemari sayang" ucap Sungmin dan langsung memangku Baekki
"Eomma oppa eodiga?" Tanya Baekhyun karena sudah beberapa hari dia tidak melihat sang kaka
"Oppa sedang di luar sayang nanti sebentar lagi dia pulang hmm" hibur Sungmin agar anak bungsunya tidak merasa sedih
.
.
.
Hari ini seminggu sudah Sehun berada di panti, Sehun sudah mulai membuka diri dengan yang lainnya terutama dengan Luhan karena Luhan terus berusaha untuk mendekatinya. Kedua orang tua Sehun sudah kembali ke Seoul karena bagaimanapun perusahaan mereka tidak bisa di tinggalkan dan menyerahkan pencarian Sehun pada anak buah Kyuhyun.
"Hunnie" teriak Luhan dengan beberapa barang di tangannya membuat Sehun yang tengah duduk di bawah pohon melihat ke arahnya.
"Hosh hosh hosh"
"Aish jangan berlari Luhanie kau cape kan" ucap Sehun lalu menarik tangan Luhan untuk duduk di sampingnya
"Apa yang kau bawa?"
'Igo"Luhan berujar sambil menyerahkan sebuah gelang perak dengan hiasan burung di sampingnya membuat Sehun mengernyitkan keningnya saat melihat gelang di tangan Luhan
"Ini couple kata eomma yang boleh memakai gelang ini sahabat yang saling menyayangi" ucap Luhan sambil menampilkan giginya
"Hunnie tidak sayang Lulu?" Tanya Luhan saat melihat Sehun hanya diam.
"Anio Hunnie sayang" ucap Sehun lalu memakai gelang yang diberikan Luhan.
"Jangan dihilangkan arra" ucap Luhan sambil menunjukan jari kelingkingnya yang langsung di kaitkan dengan jari kelingking Sehun
"Nde aku akan menjaga gelang ini" ucap Sehun.
.
.
.
Sudah satu bulan Sehun bersama Luhan dan pencarian kedua orang tua Sehun belum menghasilkan. Sooyoung dan Areum Nampak berpikir mengenai Sehun yang menceritakan kenapa dia bisa disini dan kemarin malam Sooyoung menanyakan nama kelaurga Sehun sampai akhirnya nama Oh Kyuhyun keluar dari mulut Sehun dan dengan segera Sooyoung mencari tahu mengenai keluarga pengusaha besar tersebut.
.
.
"Luluuuuuuuuuu" teriak Sehun saat melihat Luhan di tengah ayunan sedang menggambar
"Oh Hunnie" teriak Luhan tak kalah kencang yang melihat Sehun dari arah luar gerbang
Grep
"Oh mau kemana?" Tanya Luhan saat Sehun menarik tangannya menuju keluar
"Aku akan menunjukan tempat yang bagus kajja" tarik Sehun
Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga pulu menit Luhan dan Sehun sampai di suatu tempat dimana Luhan tiada hentinya mengangakan mulutnya dan bergumam luar biasa, indahnya dan lainnya
"Berhenti berkata Wow Lulu" ucap Sehun tertawa geli melihat ekpresi Luhan
"Tapi ini sunggun indah Hunnie" ucap Luhan
"Bagaimana kamu menemukannya?" Tanya Luhan
"Rahasia, jja kita kesana dan menikmati pemandangannya ucap Sehun kembali menarik Luhan menuju pohon yang berada di tengah bukit yang memandang ilalang yang terhampar luas di depannya.
Di tengah jalan Luhan mengehntikan langkahnya membuat Sehun ikut menghentikan langkahnya
"Waeo?"Tanya Sehun menunduk melihat Luhan
"kemarilah" ucap Luhan setelah Sehun mendekatinya dan menunduk Luhan langsung mendorong Sehun
"Yak!" teriak Sehun membuat Luhan tertawa dan tanpa menunggu aba-aba Luhan langsung berlari meninggalkan Sehun
"kejar aku Hunnie" teriak Luhan yang membuat Sehun sadar kalau dirinya dikerjai oleh anak kecil
"Aish bocah itu" gerutu Sehun dan langsung berdiri mengejar Luhan
"Lu awas kau"
"Kyaaaaaaa"
Grep
"Kyaaa lepaskan aku"
"Jangan Lari" teriak Sehun saat Luhan kembali lepas
Bruk
"Hosh hosh hosh" Luhan terengah saat sampai di bawah pohon
Bruk
Kembali suara debuman terdengar saat Sehun sampai dan duduk disampingnya
"Heheheh"cengir Luhan saat melihat Sehun menatapnya tajam
"Mian Hunnie"
"Yak sudah berapa kali aku bilang panggil aku Oppa"
"Anio Lulu ga mau panggil oppa"
Keduanya menikmati pemandngan di depannya, Sehun sangat menyayangi Luhan karena satu bulan ini Luhan selalu mendekati Sehun dan bersabar menjadi teman Sehun yang super datar, namun lama kelamaan sikap Luhan yang ceria membuat Sehun luluh dan akhirnya mereka tidak terpisahkan
"Oh Lu lihat bunga ini" tunjuk Sehun saat melihat bunga putih di sampingnya
"Oh bunganya lucu" teriak Luhan
"Oh bunga ini cantik sama seperti mu"
Blush
Wajah Luhan langsung memerah entahlah Luhan sendiri tidak mengerti dengan wajahnya yang akan memerah sendiri jika di puji Sehun.
"Eoh mukamu memerah hahahha"
"Yak Hunnie" teriak Luhan kesal lalu cemberut membuat Sehun menghentikan tawanya dan mendekati Luhan
"Hannie jangan marah ne?" bujuk Sehun namun Luhan masih diam
"Baiklah kalau Hannie masih marah aku akan pergi saja" ucap Sehun dan siap untuk berdiri namun
Grep
"Andweo kajima" cicit Luhan membuat Sehun tersenyum dan kembali duduk di samping Luhan
"Sehunie ga boleh pergi" ucap Luhan melihat Sehun
"Nde aku tidak akan pergi aku akan selalu bersama Hannie dan menjaga Hannie" ucap Sehun sambil menggenggam tangan mungil Luhan. Entah mengapa Luhan merasa tenang mendengar ucapan Sehun.
.
.
Tok tok tok
"Tuan" ucap salah satu pegawai yang baru saja mengetuk pintu
"Nde" ucap Kyuhyun tanpa melepaskan matanya dari dokumen di tangannya
"Saya menemukan tuan muda" ucap pegawai tersebut dan langsung membuat Kyuhyun mengalihkan pandangannya
.
.
Setelah seharian bermain di padang ilalang Sehun dan Luhan tengah berjalan beriringan dengan tangan saling mengait.
"Hunnie nanti kita kesana lagi eoh?"
"Nde kita akan kesana lagi"
"Hunnie janji tidak akan meninggalkan Lulu"
"Hmmm aku akan selalu bersama Hannie dan membahagiakan Hannie" ucap Sehun mengeratkan genggamannya.
Sesampainya di gerbang panti Sehun dan Luhan Nampak bingung saat melihat banyaknya mobil mewah terparkir di halaman panti
"Ada apa ini?" ucap Luhan dan tanpa menunggu lama berlari menuju ke dalam
"Eomma"teriak Luhan diikuti oleh Sehun
"Eo-eh?" ucapan Luhan terpotong saat melihat beberapa orang tengah duduk di kursi ruang tamu
"Lulu, mana Sehun sayang" ucap Areum
"Lu-' kembali teriakan terdengar dari luar dan memperlihatkan Sehun yang Nampak terengah-engah dan menggantungkan kalimatnya saat melihat siapa saja yang ada di depannya
"Eomma appa?" ucap Sehun membuat Luhan mengalihkan perhatiannya kepada Sehun
"Hunnie"
Grep
Sungmin langsung memeluk Sehun dan menciumi anaknya yang dib alas dengan pelukan erat oleh Sehun. Setelah beberapa menit saling memeluk akhirnya saat ini ayah danibu Sehun tengah berterima kasih kepada pihak panti yang sduah merawat Shun selama ini. Sedangkan Sehun dan Luhan tengah duduk di atas ayunan
"Huniie" lirih Luhan memecah keheningan dan membuat Sehun menolehkan kepalanya
"Hunnie akan pergi?" Tanya Luhan saat tahu orang tua Sehun datang dan bilang akan membawanya pulang. Sehun hanya diam entah bingung untuk bicara apa, walaupun mereka masih kecil namun mereka tahu apa yang akan terjadi
"Hunnie"
"Sssst" Sehun turun dari ayunan dan jongkok di hadapan Luhan
"Hannie dengarkan, walaupun Hunnie pergi tapi Hunnie janji akan kembali dan akan menjemput Hannie eoh?"
Luhan hanya diam dan menundukan kepalanya, Luhan merasa memiliki seseorang yang melindunginya saat bersama dengan Sehun dan sekarang Sehun akan pergi meninggalkannya
"Hannie aku janji kalau aku akan kembali dan menjemput Hannie, kita akan bersama karena aku sudah berjanji eoh?" ucap Sehun meyakinkan Luhan yang Nampak sudah akan menangis
"Hiks hiks Hunnie janji?" Tanya Luhan
"Hmmm, Hunnie janji akan menjemput Hannie dan kita akan tinggal bersama" ucap Sehun
"Hmmm Lulu percaya" ucap Luhan dengan senyumannya
.
.
Kedua orang tau Sehun beserta Sooyoung dan Areum Nampak tengah memperhatikan kedua anak kecil yang tengah berada di ayunan, setelah beberapa menit akhirnya Kyuhyun memanggil Sehun untuk segera ikut kembali ke Seoul
"Sehun kajja" teriak Kyuhyun membuat Sehun dan Luhan mengalihkan perhatian mereka. Keduanya berjalan beriringan dengan berpegangan tangan menuju tempat orang tua mereka, setelah sampai Sungmin langsung memegang tangan Sehun dan Areum mengambil Luhan
"Kami pamit terima kasih" ucap Kyuhyun lalu membungkukan badannya dan pergi lebih dulu menuju mobil mereka
"Sehunie pamit sama Bibi eoh" ucap Sungmin kepada Sehun
"Gomawo Bibi" ucap Sehun yang dib alas dengan senyum oleh kedua wanita tersebut
"Hunnie ingat janji eoh?" ucap Luhan membuat Sehun tersenyum dan mengelus rambut Luhan
"Nde Hunnie janji" ucap Sehun membuat Sungmin tersenyum lalu ikut berjongkok untuk menyamakan tinggi badannya dengan Luhan
"Hai Luhan eoh?" Tanya Sungmin yang dib alas anggukan oleh Luhan
"Apapun yang Sehun janjikan bibi yakin Sehun akan menepatinya" ucap Sungmin sambil tersenyum
Tiin tiin
Kyuhyun Nampak membunyikan klakson mobilnya membuat Sungmin segera pamit dan menarik Sehun yang terus menoleh kea rah Luhan. Setelah memasuki mobil Sehun terus melihat ke arah belakang dimana Luhan tengah berdiri dan tidak berapa lama Sehun melihat Luhan berlari mengejar mobilnya
"Appa hentikan mobilnya appa jebal Hannie" teriak Sehun sambil melongokan kepalanya ke jendela
"Hunnie sudah sayang" ucap Sungmin sambil memegangi Sehun dan meneteskan airmatanya tidak tega melihat anaknya yang tengah menangis dan memohon Sungmin juga sempat menoleh ke belakang dan melihat Luhan tengah berlari, sungguh Sungmin merasa tidak tega namun Sungmin tahu bahwa suaminya tidak akan berhenti begitu saja
Sehun melihat Luhan terjatuh dan langsung di peluk oleh Bibi Ahn dan bibi Jang
"Mian" ucap Sehun
Setelah melihat Sehun menaiki mobil dan mobil tersebut berjalan entah kenapa Luhan merasa sangat sedih dan merasa tidak akan bertemu kembali dengan Sehun, maka tanpa menunggu aba-aba Luhan langsung berlari dan berteriak memanggil Sehun sampai akhirnya Luhan melihat kepala Sehun kelaur dari jendela namun mobil yang di naiki Sehun tidak berhenti bahkan mengurangi kecepatannya sama sekali
"Hunnie hiks hiks Hunnie"
"Kajima Hunnie hiks hiks"
Bruk
"Lulu" teriak Areum dan Sooyoung langsung berlari menghampiri Luhan dan memeluknya
"Hiks Hiks Hunnie hisk"
"Lulu sudah sayang" ucap Areum tidak tega melihat Luhan
"Aku akan mencarimu Hunnie hiks hiks" ucap Luhan sambil memandang mobil Sehun yang sudah hilang di belokan jalan.
TBC
Annyeong saya kembali membawa Chap pertama
Semoga isi ceritanya sesuai dengan harapan semua readers.
Terima kasih buat semua yang baca dan Review
Buat silent readers ayo dong mana suaranya biar lebih semangat bikin FF nya, tunjukan diri kalian
Di tunggu ya Reviewnya
Ayo semua HHS kita bangkitkan HunHan kembali
See you next Chap
HunHan Story
