CHAPTER 1

Tittle:

Dynamic Lova

Main Cast:

Do Kyungsoo

Kim Jongin

Other:

EXO and SM Family

Genre:

AU! School-life;Drama;Romantic;etc

RATE: T-M

Summary:

Bibir itu sangat menggemaskan dengan bentuk hati, mata polos mengerjap lucu seperti boneka, tingkah anggunnya membuatku terpesona. Lekukan itu sama persis dengan apa yang kuinginkan. Namun dengan bodohnya Siapa aku? Kim Jongin, pria ideal menurut yang lain. Apakah aku ideal dimatanya?

Disclaimer:

This story belong to me/? But the cast belong to God, their parent and their fans. This story is original from my brain, if this story is mainstream or bad. I'm so sorry babe~

WARNING! TYPO(s) EVERYWHERE! GENDERSWITCH (I'm so sorry for uke) MULTYCHAPTER! IF YOU HATE CAST, GENRE etc. CLOSE THE TAB!

.

Tiffany Do, seorang designer ternama di kawasan Jepang-Korea-China. Memiliki seorang anak bak barbie, mata jernih, bibir plum dengan warna merah muda alami, kulit putih bersih dan tinggi sekitar 176 cm, merupakan model yang tengah naik daun di negara gingseng itu. Umurnya masih menginjak 18 tahun dan masih bersekolah. Wanita paruh baya ini masih terlihat cantik dan muda untuk diumurnya.

Suami dari Tiffany adalah Do Nickhun, seorang pengusaha tersohor di beberapa negara. Pria keturunan Korea-Thailand itu juga memiliki agency untuk para pekerja seni seperti, model, pemain drama, penyanyi, penari, orchestra dan lainnya. Kabar lainnya, bapak dari Do Nickhun, memiliki 17 mini swalayan tersebar di Korea Selatan.

Do Kyungsoo, anak dari pasangan tersebut merupakan seorang model dan ulzang mulai dia berumur dini dan sampai sekarang. Selain itu dia juga memiliki suara dewi yang mampu membuat para pendengar tenang mendengarkan suaranya. Dia bersekolah di Seoul Of Perfomance Art School, sekolah seni terbaik di negaranya. Pribadinya terkesan hangat, karena dia selalu tersenyum dengan siapapun, tingkah lakunya sangat anggun, dia juga sangat sopan kepada siapapun. Tapi, bukan berarti Kyungsoo seorang peri berhati baik, yang selalu berperilaku baik. Dia juga mudah marah jika ada yang menggodanya. Ekspresi marah itu sangat lucu dan menggemaskan.

Malam, pukul 07.00 P.M KST seorang gadis memasuki kamarnya dan menghempaskan badannya. Dia masih memakai seragamnya, baru saja dia pulang dari sekolahnya. Beruntungnya, beberapa hari ini tidak ada pemotretan ataupun acara fashion yang biasanya membuat badannya lelah. Eommanya sedang ke New York, menghadiri acara pertunjukkan busana internasional, sedangkan Appanya masih di Thailand mengunjungi sepupunya yang akan menikah, sekalian mengerjakan bisnis disana. Rumah ini hanya berisi dirinya dan para pekerja rumah yang tidak pulang. Dia bangkit dari posisinya yang tadi dan menuju bathroomnya untuk menghilangkan rasa lelah di tubuhnya.

.

.

.

Ketiga namja itu tengah fokus pada masing-masing PSP-nya, sepertinya mereka tengah battle game. Di pojok ruangan ada namja tengah duduk di sofa kecil dengan tinggi diatas rata-rata dan telinga yang lebar –mungkin– namanya, Park Chanyeol merupakan anak pemilik restoran bergaya eropa di Seoul. Selanjutnya, ada Oh Sehun pemilik kulit putih –nyaris albino – dan satunya, pria berkulit tan berwajah tampan tengah duduk di sofa panjang ruangan itu bersampingan dengan Oh Sehun itu bernama Kim Jongin, Kim Jongin merupakan anak dari seseorang yang berpengaruh di Korea dan ibunya merupakan seorang dokter merangkap sebagai kepala rumah sakit terbaik di Korea Selatan saat ini.

Kim Jongin merupakan seorang pekerja seni, yang sedang menggeluti bidang modeling di usianya 18 tahun ini. Dia bersekolah di SOPA bersama Sehun, sedangkan Chanyeol sudah menjadi mahasiswa sejak 1 tahun yang lalu, Park Chanyeol juga menjadi manager untuk sepupunya.

"YA! Bagaimana aku bisa kalah?" teriak Chanyeol frustasi sambil melempar PSP-nya.

"Bukankah kau biasa kalah diawal, Park?" sindir Sehun dengan mata yang fokus pada layar PSPnya. Chanyeol menatap Sehun tak terima, kenapa bocah itu sangat tidak sopan padanya, bahkan Chanyeol paling tua disini.

"Kau tidak sopan sekali, Oh." Suara Chanyeol terdengar menahan kesal.

Jongin menaruh PSPnya dia mengurut keningnya, entah mengapa badannya lelah dan matanya terasa berat. Tapi ini masih pukul delapan malam, tidak biasanya dia tidur belum lagi sang eomma belum pulang.

"Hyung, apakah besok aku ada jadwal?"tanyanya kepada Chanyeol yang kini berada di hadapannya, matanya dipejamkannya untuk menghilangkan rasa pusing yang mendera kepalanya.

"Tidak ada, tetapi Sabtu malam, kau harus menghadiri Seoul Fashion Week dan hari Minggu ada pemotretan High Cut dan Vogue Girl bersama Do Kyungsoo." Jelas Chanyeol sambil melihat layar ponselnya.

"Do Kyungsoo?" Tanya Jongin menatap Chanyeol.

Chanyeol menatap Jongin dengan senyum giginya yang sedikit nampak bodoh, dia mengangguk semangat.

"Bahkan kalian satu angkatan disekolah dan dia juga model wanita yang tengah naik daun, apa kau tak tau?"tanya Chanyeol. Jongin hanya menghela nafasnya dan tangannya bersedekap didepan dada bidangnya.

"Aku tidak begitu mengikuti apapun disekolah, aku hanya datang sekolah menyimak seonsaengnim dengan baik dan pulang, yang kukenal hanya Sehun."penjelasan Jongin itu membuat Sehun terkekeh.

Pria tinggi itu berdiri dan memasukkan PSPnya kedalam backpacknya, "Hyungdeul, aku pulang sekarang. Luhan sudah memintaku menjemputnya." Pamitnya, pintu ruangan itu dibuka oleh namja itu lalu ditutupnya kembali.

Jongin hanya membalasnya dengan gumaman, matanya masih terpejam namun bukan berarti tidur. Pikirannya melayang-layang, membayangkan seperti apa paras Do Kyungsoo, seperti apa tingkahnya. Ia berharap Do Kyungsoo tidak seperti Jung sister yang sangat genit.

"Aku berpartner dengannya hanya untuk majalah Vogue Girl? Untuk berapa halaman?"tanya Jongin masih dengan mata terpejam.

"AH! Tentu tidak Jongin, kalian berpartner juga di High Cut juga, dan untuk Vogue Girl ada sedikit sesi pertanyaan."Jelas Chanyeol yang tengah bersandar di sofa empuk milik Jongin, tangannya masih sibuk dengan ponselnya.

Jongin menatap kearah Chanyeol dengan mata sedikit memerah, entah kenapa kepalanya terasa pusing. Ia ingin eommanya segera pulang.

"Seperti apa Do Kyungsoo itu, Hyung?" suaranya sedikit serak.

"Kau lihat saja di Fashion week lusa, biasanya dia akan berjalan diatas catwalk dan menjadi bintang panggung. Tenanglah Jongin, dia sangat cantik dan menggemaskan. Tingginya sekitar 176 cm, aku yakin kau akan jatuh hati saat melihatnya dan dia tidak genit seperti partnermu yang lain."Jelas Chanyeol berusaha menghilangkan kegelisaan Jongin, mungkin Jongin sedikit trauma dengan kejadian minggu lalu.

Minggu lalu, Jongin menjadi model pemotretan bersama Jung sister. Seusai pemotretan, Jongin ditahan oleh si bungsu dari mereka terlihat sekali jika sang bungsu itu menyukai Jongin. Saat itu Jongin ditarik untuk mengikutinya kesana kemari dengan alasan yang aneh, di tengah perjalanan Jongin melepaskan diri dari gadis itu. Dia merasa ngeri dengan tingkah gadis itu seperti err- psikopat, pikirnya.

.

.

.

Kyungsoo tengah berada di make up room untuk acara 'Seoul Fashion Week' dia hanya diam menatap cermin dihadapannya, cermin itu memantulkan bayangan seorang gadis dengan rambut panjang dengan poni panjang hampir menutupi mata bulatnya, kulitnya putih mulus bibirnya merah muda menggoda pipi sedikit chubby. Matanya blank dan tak menyadari ada seseorang masuk diruangan yang khusus untuknya diacara ini.

"Kyungie~"Panggil wanita paruh baya dengan mata indah, rambut panjang hitam, suaranya ada aksen baratnya.

Kyungsoo masih saja termenung, entah merenungkan apa sampai Ia tidak mendengar ada yang memanggil namanya. Lama sekali dia termenung sampai sang eomma menyentuh pundaknya halus dan tersenyum. Sang anak hanya menatap eomma sedikit kaget dan ikut tersenyum, dia sangat merindukan eommanya.

"Mom, So really really miss you!"Pekiknya girang sambil memeluk erat wanita dihadapannya. Sang eomma hanya tersenyum manis menghadapi tingkah manja sang anak, lalu dia membalas pelukan anaknya dengan mengusap-usap punggung sempit sang anak.

"Miss you too, babe! What happened with you baby? Ada yang mengganggu pikiranmu?"tanya sang eomma sambil melepaskan pelukan anaknya dan mengusap lembut rambut sang anak yang kini beranjak dewasa.

"Anniyo, mom. Everything is okay. Aku hanya merindukan mom, bukankah besok mom baru kembali?"tanya sang anak dengan raut bingung diakhir, matanya membulat indah. Tiffany –sang eomma– tersenyum melihat tingkah menggemaskan anaknya yang tengah merajuk itu. Sang anak makin membulatkan matanya menunjukkan kalau dia sedang marah, tetapi ekspresi itu sangat menggemaskan.

"Hanya ingin sedikit menjahilimu, dear. Cepat ganti pakaianmu dengan pakaian yang kurancang untukmu."Ujar Tiffany sambil menyerahkan gaun indah untuk anaknya dan mendorong anaknya untuk masuk ke fitting room diruangan itu.

Sang anak hanya tersenyum dan berjalan masuk kedalam ruangan itu, dia sangat senang sang eomma menghadiri acara ini. Ditatapnya baju hasil rancangan eommanya sangat membuatnya puas. Baju berwarna hampir senada dengan warna biru jeans tanpa lengan dengan banyak lipatan berbuku rapih dengan kerah warna putih itu mampu menunjukkan sedikit perut langsingnya dan rok yang hanya menutupi dari pinggangnya sampai setengah paha dengan design yang mengaggumkan serta dipadu dengan warna coklat kayu model terbaru di butik langganannya dengan tinggi 9 cm.

Kyungsoo keluar dari ruang fitting dengan rambut tergerai, disana telah ada hair stylish yang biasa menangani penampilan rambutnya untuku acara ini, kali ini surai hitam kecoklatan itu di ikat satu dengan rapih, dihadapannya ada seorang make over untuknya diacara ini tengah memoleskan make-up natural di wajahnya dan memberi warna merah menyala di bibirnya. Setelah setengah jam itupun penampilan Kyungsoo sudah rapi, Kyungsoo mematut dirinya dihadapan cermin disana nampak seorang gadis dengan mata terlihat tajam dengan make-up natural dan bibir merah dengan pakaian yang sangat indah.

"Bagaimana rancangan kali ini?"tanya sang eomma kepadanya, Kyungsoo hanya tersenyum puas menatap Tiffany.

"Selalu puas dengan rancanganmu, Mom. It's so gorgeous!" dia menatap mata sang eomma.

.

.

.

Kim Jongin tengah duduk di bangku khusus undangan para tamu untuk acara Seoul Fashion Week. Matanya menatap sekelilingnya, mungkin sebentar lagi. pikirnya.

Acara pun dimulai, banyak model wanita maupun pria berjalan diatas catwalk memamerkan busanya dari beberapa perancang busana ternama, dengan model yang bagus pula. Matanya sudah menangkap banyak model yang berlalu lalang diatas sana. Seketika matanya menatap kagum kepada gadis dengan rambut diikat satu, wajah yang cantik dan pakaian berwarna jeans itu menghipnotisnya. Langkah anggun dan pasti itu membuat jantungnya berdebar, lekukan tubuh gadis itu membuat Jongin sedikit gemetar. Sempurna. pikirnya. Gadis itu berhenti setengah menit dengan pose yang sangat mengagumkan dimatanya. Siapakah dia? batinnya berkecamuk.

Pertunjukkan untuk tema tersebut telah selesai dengan kehadiran 3 designer. Salah satunya sangat Jongin kenal, yaitu Tiffany Do. Bibirnya menyunggingkan smirk diwajah tampannya. Jongin beranjak dari tempat duduknya, dia berjalan menuju ruang make-up untuk para model. Dia memutuskan untuk mencari Tiffany Ahjumma, siapa tau jika Tiffany Ahjumma itu mengenal Do Kyungsoo. Matanya mencari sosok perempuan setengah baya itu, dan dia menemukan gadis yang membuatnya berdebar tadi tengah bersama Tiffany Ahjumma. Jongin segera menghampiri kedua orang tersebut, matanya tak sengaja bertemu dengan mata mengaggumkan gadis itu, sangat polos. pikirnya.

"Annyeonghaseyo, Tiffany ahjumma." Sapanya dengan sedikit membungkukkan tubuhnya, Tiffany tersenyum melihat siapa yang menyapanya.

"Ah~ Annyeong Jongin-ah. Kau menghadiri acara ini?"tanya Tiffany dengan senyuman ramahnya, Jongin ikut tersenyum melihatnya beruntung sekali sekarang posisi gadis itu dan Tiffany sedikit jauh.

"Aku memang menghadiri acara ini, eum... Ahjumma bolehkah aku bertanya?"nada bicara Jongin sedikit ragu dan matanya masih sedikit mencuri pandang kepada gadis cantik yang tengah meminum air mineralnya.

Tiffany hanya menatap Jongin sabar, menunggu kelanjutan kalimatnya. Jongin sedikit salah tingkah ketika gadis itu balas menatapnya.

"Bisakah Ahjumma mengenalkanku pada Do..Kyungsoo."nada suara Jongin terdengar sedikit malu, Tiffany menatapnya dengan tatapan jahil kepada anak sahabatnya itu. "Ahjumma jangan salah paham dahulu... Aku benar benar tidak tahu siapa Do Kyungsoo itu, sungguh. Chanyeol hyung mengatakan bahwa besok partner ku di pemotretan adalah Do Kyungsoo, dan hyung bilang jika minggu ini Do Kyungsoo menjadi model di acara ini."jelas Jongin dengan nada sangat yakin.

Tiffany terbahak mendengarkan ucapan Jongin ini. Anak ini sangat takut dengan tatapan jahilnya, melihat Jongin tengah bingung menatapnya Tiffany berhenti menertawakan pemuda itu.

"Kajja, aku kenalkan kau pada Do Kyungsoo." Tiffany menarik pergelangan tangan Jongin dan ia hanya jalan mengikuti Tiffany.

"Babe~ there is handsome guy wants to know you!" Ujar Tiffany kepada gadis mengaggumkan dimata Jongin. Diwajah Jongin terpancar ekspresi kaget, namun ekspresi itu segera ia hapus untuk menjaga imagenya didepan gadis ini.

"Who is he, Mom?"tanya gadis itu sambil memandangi penampilan Jongin dari atas sampai bawah, matanya menatap sang eomma dengan tatapan bertanya.

"Dia Kim Jongin yang pernahku ceritakan padamu, Let you introduce yourself honey~" Tiffany menatap lembut gadis itu, dan gadis itu menatap Jongin dengan tatapan polos dan menggoda menurut mata Jongin.

"Annyeonghaseyo, Do Kyungsoo imnida. Siapa namamu?"tanya Kyungsoo dengan senyuman memabukan bagi siapapun yang melihatnya dan membungkukkan badan sebentar.

"Kim Jongin imnida. Senang bertemu denganmu, Kyungsoo-ssi."balas Jongin dengan sedikit membungkukkan badannya.

"Nice to meet you too, Jongin-ssi." disertai senyuman indah itu dan membuat Jongin menatap intens kearahnya, matanya menatap tajam Kyungsoo seakan-akan Kyungsoo adalah sebuah harta karun baginya, benar-benar indah pesona nona Do ini. I'll get you, Do. batinnya. Kyungsoo pun hanya menatap ragu kearah Jongin, dia merasa sedikit risih dengan tatapan Jongin yang seakan-akan ingin memakannya.

"Jongin, dia adalah putriku. Kau sudah jelas mengenalnya sekarang?" ucapan Tiffany memecahkan keheningan kedua anak muda ini.

"Jadi... dia putri ahjumma? Baiklah, ahjumma dan Kyungsoo-ssi, aku pamit untuk pulang. Annyeong!" Pamit Jongin meninggalkan kedua wanita cantik itu, sepanjang perjalanan pulangnya senyum dibibirnya tak pernah luntur.

Ucapan Chanyeol sangat benar rupanya.


A/N : Hi! Hari ini aku update chapter 1 nya ya! Semoga tidak mengecewakan, sebenernya ini sudah mendektai hari UN, maaf ya kalau aku ga update chapter selanjutnya. bingung menentukan untuk masuk sekolah kemana. Doakan aku agar lulus dengan nilai yang baik dan masuk di sekolah favorit di daerahku. Oh ya ada yang tau username kakaotalknya Do kyungsoo? yang tau pm dong ya~ jangan pelit dong.. :( Oh ya panggil kipo aja ya jangan panggil author/thor dst. Ada yang main roleplay? ayoo kasih uname di pm ya.

okee bales review dulu...

.16

Baru prologuenya qaqa.. buset dah aku diseret-seret ini udah lanjut kok, Review lagi yaa :)

Sehunpou

maafkan aku yaa~/aegyo bareng akang kyungsoo/*apa/?

squelnya ada kok beybiiih masih proses hahaha/?

review lagi :)

makasih atas pujiannya yaaa:) review lagi:)

KaiSoo Fujoshi SNH

apa hayoo~ Ahh akhirnya di review sama author favoritku yeheeet mwah!

udah captain!

Ega EXOkpopers

iya..

Kim Leera

kasih tau ga ya? /? haha yang jelas sih kaisoo hahaha

shileedaelee99

iyaaa qaq

dorekyungsoo93

Iya, panggil kipo aja ya jangan thor. ini udah lanjut beybeh

kyungie22

Ini ff :( haha iya ini aku update kan ya... mwah

ArraHyeri2

iya, ini next chagiyy. iya cemangat cemangka nih /?

REVIEW JUSEYO~