Sebelumnya :

"Tidak, justru aku hanya memperingatkanmu. Dari apa yang aku lihat, orang itu sama sekali tidak bersahabat dengan iblis seperti kita. Bisa saja kau terbunuh bila kau ceroboh saat bertemu dan mendekati dia."

Mendengar hal itu membuat Rias terdiam, dan dan memikirkan perkataan Sona.


"Decepticons." = Talk.

'Decepticons.' = Inner.

"Decepticons." = Talk (Mons/SG)

'Decepticons.' = Inner (Mons/SG)

"Decepticons!" = Tekhnik/Jutsu.

Decepticons! / Decepticons! = Sound Effec (Kecil / Besar)

Cybertron : Decepticons Gate = Time and Place

.

.

[Chapter 2]

Battle of Naruto Vs. Hakuryuukou


Trank!

Suara logam beradu barusan terdengar setelah Katana yang dipegang oleh Ino beradu dengan besi hitam yang dipegang oleh Naruto. Bukannya mereka sedang ada masalah atau apa hingga mereka beradu senjata, tapi saat ini mereka tengah Sparing di belakang rumah mereka. saat ini mereka sudah memasuki menit ke 55 Sparing mereka.

Mereka berdua terus beradu senjata dengan kondisi mereka yang sedikit berbeda, dimana saat ini Ino bermandian keringat dan terus berusaha menyerang Naruto dengan ritme membabi buta. Sedangkan Naruto sendiri nampak santai dengan mata hitam berpola riak air berwarna merahnya yang memandang dan memptediksi gerakan kilat gadis didepannya walaupun saat ini pakaian yang dikenakannya terdapat bekas sabetan di beberapa bagian.

Trank!

Sepertengah detik saja terlambat, Naruto bisa saja menjadi Almarhum karena katana yang digenggam Ino melesat dan akan menebas lehernya. Namun beruntung, dengan cepat naruto memblock tebasan itu dengan besi hitam yang ia genggam.

Trank! Trank! Trank!

Adu senjata itu terus saja berlanjut, namun terlihat ada yang janggal, dimana Naruto hanya memblock serangan membabi buta Ino tanpa balas menyerang. Kenapa begitu, Sparing mereka ini sebenarnya hanya untuk melatih kecepatan Ino dalam melakukan Attack, dimana Naruto hanya akan memblock serangan kilat dan membabi buta yang dilancarkan oleh Ino.

Hal ini mereka lakukan karena memang Ino lebih mengutamakan serangan dan kecepatan dalam bertarung. Walaupun sekarang kecepatan serangannya sudah masuk ke kategori Ultraspeed, namun ino masih saja merasa kurang cepat, hingga ia terus saja meminta Naruto Sparing dengannya. Dan sebagai orang yang lebih unggul dan lebih kuat dengannya, Naruto dengan senang hati menerima ajakan kekasihnya.

Kringg~ Kringg~

Jam weker yang di taruh tak jauh dari mereka baru saja mengeluarkan suaranya, dan itu menandakan Sparring mereka kali ini sudah berakhir. Dengan itu Ino berhenti menyerang Naruto dan mengajak kekasih pirangnya itu untuk duduk dan istirahat di teras belakang rumah mereka.

"Ku ucapkan selamat untukmu Ino, dalam satu jam kau sudah berhasil memberi sabetan sebanyak tujuh kali di pakaianku," kata Naruto sambil tersenyum, namun bukannya senang atau apa, Ino malah kelihatan kecewa dari raut muka yang diperlihatkannya.

"Tapi, aku masih saja merasa lambat. Targetku 10 sabetan dalam satu jam, tapi ternyata aku tidak bisa menembus target yang sudah aku tetapkan," jawab Ino sambil menundukkan kepalanya karena masih saja menganggap dirinya terlalu lambat.

"Oh ayolah, jangan murung begitu. Sepatutnya kau senang karena hari ini kau lebih cepat dari sebelumnya, kemarin kau hanya bisa memberikan 6 sayatan dan sekarang kau bertambah cepat, walaupun hanya satu poin, kurasa kekuatanmu sudah semakin bertambah setiap harinya."

Ino mengangkat kepalanya setelah mendengar perkataan pemuda pirang itu dan juga setelah merasakan belaian lembut di rambutnya yang sekarang tergerai dengan bebas. Setelah itu, ia menatap Naruto yang saat ini sedang tersenyum lembut kearahnya.

"Apa benar kecepatanku bertambah Naruto-kun?"

Naruto terkekeh mendengar pertanyaan barusan, lalu ia menepuk kepala kekasihnya itu dengan gemas. "Itu benar Ino, dan sekarang berhentilah murung begitu, kau kelihatan jelek tahu. Aku lebih suka melihatmu tersenyum daripada terus saja murung begitu," goda Naruto.

Ino memerah, yah, meskipun baru satu tahun mereka menjalin kasih. Tetap saja gadis Yamanaka itu malu-malu saat Naruto memuji atau menggodanya. Eh! Tunggu dulu! Ino mengingat sesuatu, bukankah hari ini adalah ulang tahun hubungan mereka? ah kenapa ia bisa lupa akan hari penting baginya itu.

Seakan membaca fikiran sang kekasih, Naruto tersenyum dan kembali membelai rambut kekasihnya. "Karena hari ini adalah hari jadi hubungan kita, aku ingin mengajakmu jalan-jalan keliling kota, bagaimana?" imbuh Naruto.

Mata Ino nampak bersinar antusias mendengar ajakan kekasih setelah mendengar kata jalan-jalan. Yah, meskipun dalam pertempuran di sangat dingin dan tak kenal kata kasihan untuk memotong-motong tubuh musuhnya, tetap saja ia adalah seorang gadis normal pada umumnya yang akan senang ketika diajak keluar oleh kekasihnya.

"Baiklah, ayo kita berangkat sekarang!" seru Ino semangat dan menarik tangan Naruto yang Sweatdrop melihat tingkah kekasihnya itu.

"Setidakny kita mandi dulu Ino, apa kau yakin jalan-jalan dengan baju kotor begitu?"

Seketika Ino berhenti menarik tangannya dan nyengir. Langsung saja dia masuk kedalam rumah mereka untuk membersihkan tubuhnya, meninggalkan Naruto yang sedang menghela Nafas panjangnya.


3 Jam kemudian.

'Hahh, menyesal aku mengajaknya jalan-jalan, uang yang susah payah aku kumpulkan sekarang habis tak tersisa,' fikir Naruto yang sekarang sedang merutuki semua isi dompetnya habis setelah Ino kekasihnya membeli alat-alat kecantikan dan beberapa stel pakaian.

Ya, sekarang mereka sedang berjalan keluar dari Mall yang ada di pusat kota. Ino yang tak henti-hentinya antusias dan sekarang sedang menarik tangan Naruto yang sedang membawa barang belanjaan mereka. 'Tapi tak apalah, yang penting sekarang dia tidak murung lagi, lagipula uang bisa aku cari lagi nanti.' Lanjutnya.

Oh iya, sekedar pemberitahuan saja, sekarang baju yang mereka kenakan adalah salah satu baju yang mereka beli beberapa menit yang lalu, dan baju yang mereka pakai adalah Kaos Couple Ripcurl berwarna merah, sedangkan bawahan yang mereka kenakan juga hampir sama, yaitu naruto memakai celana Army pendek Peter Says Denim, sedangkan Ino mengenakan rok pendek yang bermerek dan berwarna sama dengan Naruto.

"Hay Namikaze-san, Yamanaka-san!"

Tak lama berjalan menjauh dari Mall tersebut, Naruto dan Ino menghentikan langkah mereka karena sekarang yang sedang berjalan mendekat kearah mereka adalah dua orang gadis yang sekelas dengan mereka, mereka adalah Rias Gremory dan Akeno Himejima. Dan yang menyapa mereka barusan adalah Akeno.

"Oh hay Gremory-san Himejima-san!" balas Ino, sedangkan Naruto hanya tersenyum tipis melihat kedua gadis didepannya

"Wah, sepertinya kalian habis selesai belanja ya." Akeno kembali mengeluarkan suaranya, sedangkan Rias hanya terdiam sambil sesekali mencuri pandang kearah satu-satunya laki-laki disana.

"Haha, kau benar Himejima-san. Aku dan Naruto-kun habis berkeliling, dan sebelum kami pulang, aku mengajak Naruto melihat-lihat dan membeli beberapa helai pakaian di Mall itu," kata Ino sambil menunjuk Mall yang ada dibelakang mereka. Akeno yang tertarik dengan apa yang Ino katakan tadi melirik ke arah Naruto, dan Naruto hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya sesaat.

"Oh iya, kau dan Gremory-san sedang apa disini? Tak biasanya aku melihat kalian jalan-jalan seperti ini." Akeno dan Rias saling pandang sejenak lalu Akeno mengeluarkan tawa khasnya.

"Yah, karena hari ini libur sekolah, aku dan Rias hanya keluar untuk berkeliling, sama seperti kalian." Ino mengangguk setuju mendengar hal itu.

Sebenarnya saat ini Ino hanya melakukan sandiwara menjadi teman kelas yang baik didepan kedua Iblis muda itu, sebenarnya Ino agak malas berada dalam situasi ini, namun apa boleh buat, lagi pula tidak ada salahnya mengobrol dengan mereka berdua, fikirnya.

"Oh iya Himejima-san Gremory-san. Kami permisi dulu, aku dan Naruto-kun ada sedikit urusan yang harus kami kerjakan."

Akeno tersenyum lagi, senyum itu terlihat jelas dimata Naruto bahwa senyum yang diperlihatkan gadis itu adalah senyum palsu. "Baiklah, sampai bertemu di kelas besok Yamanaka-san Namikaze-san."

Dengan begitu, Ino dan Naruto kembali berjalan menjauh dari kedua Iblis muda itu, terlihat Ino yang sedang menggenggam tangan Naruto dan sesekali tertawa dengan pembicaraan yang entah apa yang mereka bicarakan. Akeno yang melihat kemesraan pasangan itu hanya tersenyum palsu seperti biasa, lain halnya dengan Gadis Gremory yang ada disampingnya. Rias tak henti-hentinya menatap punggung Naruto yang berjalan menjauh dari tempatnya sekarang.

'Anda saja aku yang berada di posisi Ino-san, aku pasti akan sangat bahagia. Sampai kapan aku harus begini, hanya melihat pemuda yang ku sukai dari jauh,' fikir Gremory muda itu dengan pandangan yang sedikit menyendu.

Rias dikejutkan dengan Akeno yang menegurnya, beberapa saat setelahnya, kedua Iblis muda itu kembali berjalan dan menuju Mall yang tak jauh dari sana. Tanpa menyadari kalau saat ini Ino sedang menyeringai karena mengetahui isi fikiran gadis Gremory itu.

Oh iya, kalau seorang Yamanaka yang sudah menguasai kemampuan telepati mereka, mereka akan mampu membangkitkan kemampuan Khusus dan Spesial dari Clannya, yaitu mereka bisa menembus dan membaca fikiran orang lain, sungguh kemampuan yang sangat berguna saat berada di saat pertempuran.

'Haha, sepertinya ini menarik. Ternyata gadis Gremory itu mempunyai perasaan khusus pada Naruto-kun. Aku tidak sabar untuk melihat apa saja yang akan kau lakukan untuk kedepannya,' fikir Ino saat menghentikan tawanya tanpa menoleh kearah gadis Gremory itu.


Siang akhirnya berganti menjadi malam. Suasana kota malam ini agak sepi karena jam telah menunjukkan angka 10.48 PM. Kebanyakan dari penduduk memilih untuk mengistirahatkan tubuh mereka untuk mengumpulkan tenaga yang akan mereka gunakan besok.

Berbeda dengan penduduk kota, Naruto dan Ino saat ini keluar dari rumah mereka dengan menggunakan kostum mereka, jubah ber-Hoody berwarna hitam beraksen Awan Merah. Topeng yang mereka kenakan juga sama, namun yang membedakanya hanya garis aksennya saja, kalau Naruto menggunakan topeng Kitsune berwarna putih dengan garis merah, Ino mengenakan topeng Kitsune berwarna putih polos dengan garis Ungu. Yah, bisa dibilang Ungu adalah warna kesukaan gadis bermata Aquamarine itu.

Mereka berdua berjalan dengan santai dan berjalan berdampingan. Sebenarnya hampir setiap malam mereka melakukan kegiatan ini, mencari sampah setiap golongan dan memusnahkannya, hal itu menjadi hobby tersendiri bagi mereka.

"Wah-wah, sepertinya aku beruntung malam ini, makanan datang dengan sendirinya ketempatku, khu..khu..khu.."

Naruto dan Ino berhenti dan saling pandang sejenak. Dari tempat gelap yang ada didepan mereka, keluar sebuah makhluk yang besarnya 3 kali lipat dengan besar Naruto dan Ino. Makhluk itu mempunyai bentuk yang agak aneh, yaitu memiliki tubuh seperti manusia namun kepalanya berbentuk kepala Komodo.

"Jadi, apa kalian sudah siap menjadi makan malamku? Kalaupun kalian Lari, kalian tidak akan lolos dariku," ujar sosok itu dengan nada berat dan sombong.

"Biar aku yang menghadapinya, sepertinya menarik bertarung dengan sesama pengguna pedang," kata Ino sambil melirik pedang besar yang dibawa sosok makhluk aneh yang ada didepan mereka.

Naruto hanya mengangguk, lalu mundur beberapa langkah ke belakang memberikan ruang untuk pertarungan kekasihnya. Ino Sendiri langsung men summon pedang miliknya, pedang itu berwarna perak di bagian bilahnya, sedangkan gagangnya berwarna emas dengan permata Berwarna Aquamarine di tengahnya, dan dilapisi dengan perban dibagian tempat menggenggamnya. Tak salah lagi kalau pedang itu adalah 1 dari 3 pedang legenda yang berada didunia Shinobi, Kusanagi no Tsurugi.

"Hahaha, kau mau bermain denganku manusia? Baiklah, aku akan dengan senang hati akan bermain denganmu," ucap makhluk itu sambil mempersiapkan pedang yang ada digenggamannya.

Kemudian makhluk itu berlari kearah ino yang saat ini sedikit merunduk dan menaruh kaki kirinya dibelakang dan menekuk kaki kanannya didepan. Ino menunggu momen yang tepat untuk melancarkan serangannya. Setelah merasakan kalau waktunya sudah tepat..

"Fatal Flash.."

Flashh!

Setelah membisikkan nama tekhniknya, Ino melesat dengan kecepatan kilat yang takkan terlihat oleh mata telanjang. Kurang dari satu detik, Ino sudah berdiri 3 meter di belakang makhluk yang entah kenapa sekarang mematung ditempatnya itu.

Bruk! Bruk! Bruk! Bruk!

Kedua tangan dan kaki makhluk itu tiba-tiba saja terjatuh dengan potongan yang sangat rapi, darah segar keluar dari tempat potongan tersebut. Makhluk itu mengaum kesakitan setelah kedua tangan dan kakinya lepas dari tempatnya.

"Hahahaha!" namun sosok itu tertawa entah kenapa, bagian tubuhnya yang terpotong kini kembali tumbuh, sedangkan tangan dan kakinya yang terpotong tadi melebur menjadi abu, makhluk itu kembali berdiri setelah tubuhnya selesai berregenerasi dan menatap Ino.

"Ku akui seranganmu barusan sangan cepat dan menyakitkan. Namun satu hal yang harus kau ketahui, namaku adalah Whiplash, iblis liar dan bekas Peerage dari Talon Phenex. Setelah aku membunuh Phenex itu, aku menyerap kemampuan Regenerasi miliknya hingga sekarang kemampuan Regenerasiku sama seperti kemampuan Clan Phenex. Sebesar dan sefatal apapun seranganmu, itu tidak akan berpengaruh denganku," jelas makhluk yang bernama Whiplash tersebut.

Walaupun sedikit terkejut, Ino sekarang menyeringai dibalik topengnya. Bukannya tanpa alasan, 'Kemampuan Phenex, huh,' batinnya. Walaupun kurang dari setahun di dunia ini, Ino dan Naruto sering berurusan dengan anggota yang terkenal dengan julukan Iblis Abadi itu, dan mereka berdua sudah mengetahui apa saja kelebihan dan kelemahan Clan Iblis tingkat tinggi itu.

"Jadi begitu, huh? Itu membuatku semakin tertarik untuk membunuhmu Whiplash-chan," kata Ino dengan nada mengejek mencoba memprofokasi Iblis Liar didepannya.

"Chan?! Brengsek! Akan aku cincang tubuhmu manusia keparat!" dan sepertinya berhasil, Whiplash marah dan langsung berlari menyerang Ino yang semakin melebarkan seringaian dibalik topengnya.

"Seharusnya aku yang bilang begitu Whiplash-chan!" dan dengan itu Ino juga ikut berlari kearah Whiplash.

Trank!

Tebasan Whiplash yang ingin membelah dua tubuh Ino itu di Block dengan mudah oleh Putri yamanaka tersebut. Melihat serangannya gagal membuat Whiplash tak kehilangan akal, jangan sebut dirinya Iblis liar kelas A jika hanya berdiam diri setelah memberi serangan pertama barusan.

Wush!

Tendangan yang mengarah ke pinggang Ino itu hanya mengenai Udara kosong karena Ino dengan cepat melompat kebelakang.

Tap, Flashh!

Crashh!

Sedikit mengambil ancang-ancang, Ino langsung melesat dengan kecepatan kilatnya dan berhasil memotong leher Whiplash. Namun seperti sebelumnya, kepala Whiplash tumbuh lagi, namun kalau dilihat dengan lebih teliti, Regenerasinya sedikit lebih lambat dari sebelumnya.

Trank! Trank!

Whiplash yang sudah marah tak ingin berkata-kata lagi dan langsung memberikan serangan membabi buta kearah Ino yang menangkis serangannya dengan mudah.

Buagh!

"AARRGGHHH!"

Saking fokus dengan serangannya membuat Whiplash tidak menyadari dan terkena tendangan yang diselimuti chakra yang bersarang didadanya. Iblis liar itupun terpental agak jauh dan menabrak pohon yang ada di belakangnya. Whiplash yang sudah sangat marah langsung berlari dengan kencang dengan nafsu membunuh yang sangat pekat.

Namun baru setengah jarak antara dia dan Ino, sebuah bola kecil seukuran kelereng berwarna ungu melesat kearahnya dan masuk kedalam dada kanannya. Seketika itu Whiplash merasakan kalau tubuhnya tak bisa digerakkan lagi, kecuali kepalanya. Lalu dia melihat siapa yang berani membuatnya seperti ini, dan yang ia lihat adalah Naruto yang saat ini sedang mengarahkan telunjuk kanannya tepat kearahnya.

Ino yang mengetahui apa yang masuk kedalam tubuh Whiplash itu sedikit melotot dan langsung melompat dan mendarat di samping Naruto.

DUUAARRRR!

Dan tubuh Whiplash meledak begitu saja, ledakan barusan cukup besar hingga tempat di sekitar Whiplas dipenuhi oleh debu hitam yang mengempul sangat tebal. Setelah asap menghilang, terlihatlah kawah sedalam 4 meter dengan diameter sepanjang 9 meter. Tak ada lagi tanda-tanda kehidupan Whiplash setelah tubuhnya menjadi pusat ledakan tadi.

"Kenapa kau mengganggu kesenanganku sih!" kata Ino yang sepertinya agak kesal karena Naruto dengan seenaknya meledakkan lawannya.

"Seharusnya kau sudah menyadarinya," kata Naruto sambil mengalihkan pandangannya, dan sedikit mendongakkan kepalanya.

Mendengar jawaban Naruto barusan membuat Ino terkejut dan langsung mengalihkan pandangannya kearah yang sama seperti arah pandang Naruto. Dan yang terlihat dari pandangan Putri yamanaka itu adalah sosok yang berbalut Armor berwarna putih yang saat ini terbang dengan menggunakan sayap Mekanik berwarna Azure dibelakangnya. Ya, sekarang mereka sedang melihat sang Hakuryuuko masa kini yang juga sedan menatap mereka.

"Hakuryuukou kah?" gumam Ino setelah melihat si putih dengan gagahnya.

"Seperti yang kau lihat Hime," jawab Naruto.

Sang Hakuryuukou saat ini turun dan mendara 5 meter didepan Naruto dan Ino. Sayap mekaniknya telah menghilang dan sekarang sang Hakuryuuko berjalan dengan tenang kearah Naruto.

"Senang bertemu lagi dengan kalian, Akatsuki." Hakuryuukou mengeluarkan suaranya yang agak berat akibat effek Armor yang menyelimuti tubuhnya.

"Mau apa kau mendatangi kami lagi Lucifer?" nada tidak bersahabat barusan keluar dari balik topeng sang Putri Yamanaka. Dan sepertinya mereka berdua tahu siapa yang ada dibalik Armor putih itu.

"Tentu saja, aku ingin membalas kekalahanku waktu itu!" nada yang sedikit berteriak itu keluar bersamaan dengan sang Hakuryuukou yang langsung melesat kearahnya.

"Mundurlah, biar aku yang menghadapinya," kata Naruto yang kini sudah mengaktifkan Noroi Rinnegan di kedua matanya dan tanpa mengalihkan pandangannya dari sang Hakuryuukou. Tanpa mengeluarkan suaranya, Ino langsung menjauh kebelakang.

Naruto sendiri hanya berdiri ditempatnya tanpa menggerakkan tubuhnya sedikitpun, saat Hakuryuukou sudah melompat dengan kepalan tanggan kanan yang akan meninju topengnya, naruto hanya menatap datar kepalan tangan itu. kedua pupil Noroi Rinnegannya tiba-tiba sedikit melebar dan bersamaan dengan itu..

Brakk!

Tubuh Hakuryuukou terpental setelah merasakan tubuhnya berbenturan dengan suatu dinding keras yang tak terlihat.

Brakk!

Sama seperti Nasib Issei yang sebelumnya mencoba untuk menyerangnya, Hakuryuukou menabrak sebuah pohon dibelakangnya hingga pohon itu tumbang, teriakan kesakitan Hakuryuukou juga langsung membahana ditempat itu.

Dengan terpogoh-pogoh, Hakuryuukou kembali berdiri dan langsung menatap Naruto dengan tatapan maniak bertarungnya, Nafsu bertarung yang ada didalam tubuhnya langsung keluar setelah merasakan tekhnik yang dikeluarkan oleh Naruto barusan.

"Cih, masih kuat seperti dulu, heh! Itulah yang membuatku sangat tertarik denganmu Akatsuki!"

Setelah itu Hakuryuukou menciptakan puluhan lingkaran sihir di atasnya. Dari lingkaran sihir itu keluar tombak-tombak yang terbuat dari Demonic Power yang dipadatkan. Tombak-tombak itu langsung melesat dengan cepat kearah tubuh Naruto yang sampai saat ini masih saja terdiam ditempatnya.

Duarr! Duarr! Duarr!

Puluhan tombak Demonic Power itu meledak secara beruntun setelah mengenai tubuh Naruto. Namun walaupun begitu, Hakuryuukou tidak menurunkan kesiagaannya karena dia tahu kalau serangannya barusan mustahil untuk membunuh lawannya kali ini.

Dan benar saja, setelah menerima semua tombak itu dan ledakan tombak-tombak itu menghasilkan asap hitam pekat, Hakuryuukou merasakan tekanan energi lawannya masih stabil, tidak berkurang dan tidak meningkat sedikitpun.

Setelah asap hitam itu menghilang, nampak Naruto masih berdiri dengan gagahnya ditengah-tengah sebuah Barrier yang ia ciptakan untuk melindungi tubuhnya. Barrier itu berwarna hitam Transparan, dan tidak mengalami kerusakan sedikitpun. Hakuryuukou yang melihat itu menggeretakkan giginya karena marah. Dia langsung kembali melesat dengan kecepatan tertingginya hingga dalam waktu 1 detik dia sudah berada didepan Naruto dan langsung melesatkan pukulannya kearah perut Naruto.

Bugh!

Naruto memblock serangan Hakuryuukou dengan tangan kirinya dan langsung mengarahkan tinjunya kearah dada Hakuryuukou.

Bugh!

Walaupun berhasil memblocknya, Hakuryuukou terseret kebelakang karena kuatnya pukulan yang dilayangkan oleh Naruto.

Bugh! Bugh!bugh!

Tanpa mau mengalah sedikitpun, Hakuuryuukou kembali melesatkan pukulannya kearah Naruto secara membabi buta, Naruto memblock serangan fisik yang dilakukan Hakuryuukou dengan santai dan sesekali membalas serangan Hakuryuukou.

Ino yang melihat pertarungan itu hanya menghela Nafas bosan. Ia tak habis fikir kenapa Lucifer itu bernafsu sekali untuk melawan kekasihnya yang bahkan belum serius menghadapinya. Ia mengalihkan pandangannya kearah samping dimana saat ini dua buah lingkaran sihir muncul tak jauh darinya.

Dari lingkaran sihir itu, Ino bisa melihat Rias dan Kelompoknya serta Sona dan kelompoknya muncul dari lingkaran sihir masing-masing. Mereka semua kelihatan Syok setelah melihat pertarungan NaruHaku terutama Issei yang nyatanya adalah Sekiryuutei, rival dari Hakuryuukou.

"Itu, itu adalah Hakuryuukou. Ke-kenapa dia bertarung dengan Orang misterius itu!" kata Issei dengan nada terbata-bata saat melihat Naruto dan Hakuryuukou sedang beradu pukulan. Tak hanya Issei, beberapa Iblis disana juga mengeluarkan kemontar mereka seperti Rias, Akeno, Sona, dan yang lainnya.

"Sepertinya kalian tertarik melihat pertarungan mereka."

Rias dan yang lainnya langsung mengalihkan perhatiannya kearah putri yamanaka tersebut, dan betapa terkejutnya sona dan kelompoknya saat melihat Ino yang saat ini duduk di salah satu dahan pohon yang tak jauh dari mereka.

"K-kau.." tunjuk saji setelah melihat sosok yang membuatnya merinding sejak pertama kali ia bertemu dengan Ino dan Naruto.

"Ahh, kita bertemu lagi ya. Apa kalian mau aku memotong-motong tubuh kalian sekarang?" tanya Ino dengan seringai dibalik topeng rubahnya.

"T-tidak!" kelompok Sona sedikit berteriak saat mengatakan tidak barusan, mereka semua merinding membayangkan tubuh mereka di cincang-cincang dengan pedang yang dimainkan oleh Ino disana. Yang tidak terpengaruh oleh perkataan Ino hanyalah Sona. Sona hanya memandangnya dengan tatapan bertanya-tanya.

"Maaf sebelumnya. Tapi kenapa anda hanya duduk disana, kenapa anda tidak mebantu rekan anda yang sedang menghadapi Hakuryuukou yang aku dengar dialah Hakuryuukou terkuat sepanjang masa?" tanya Sona penasaran.

Pernyataan Sona barusan langsung membuat Issei terkejut, bukan karena apa, tapi ia terkejut kalau Rivalnya itu sudah diberi gelar Hakuryuukou terkuat sepanjang masa. Lain halnya dengan Ino, ia malah terkekeh membuat Sona mengerutkan alisnya.

"Aku tidak perlu ikut membantunya. Bahkan dia bisa saja membunuh Hakuryuukou itu kapanpun dia mau kalau dia sudah serius, namun sepertinya dia hanya bermain-main saja dengan Hakkuryuukou itu."

Lagi-lagi perkataan Ino barusan mengejutkan mereka semua, Bisa membunuh Hakuryuukou terkuat sepanjang masa kapanpun sosok itu mau? Sebenarnya seberapa kuat orang misterius itu? fikir mereka semua. Ino yang membaca fikiran mereka malah semakin menambah seringaiannya.

DUAARRR!

Mereka semua mengalihkan pandangannya kearah arena pertarungan, dimana saat ini terjadi ledakan yang cukup besar, scane kembali ke pertarungan NaruHaku.

Saat ini sang Hakuryuukou dalam kondisi yang menyedihkan, dimana armornya sudah retak sana-sini bahkan helm armornya sudah hancur sebelah memperlihatkan setengah wajah pemuda berrambut abu-abu yang tengah menatapnya dengan tatapan membunuh.

"Berani-beraninya kau membuatku seperti ini, aku akan memperlihatkanmu kemampuan tertinggiku AKATSUKI!" sepertinya Hakuryuukou benar-benar marah kali ini, terbukti dengan pendar putih transparan yang menyelubungi tubuhnya.

"Aku adalah seorang yang akan bangkit. – adalah Hakuryuukou yang akan menjatukan hukum menuju kegelapan."

Ingatan-ingatan Hakuryuukou masa lalu masuk kedalam kepala sang Hakuryuukou yang saat ini tubuh armornya bercahaya, dan semakin lama cahaya itu semakin terang.

[Yang kami perkuat adalah ketinggian hukum dari naga langit!]

[Jalan yang kami lalui adalah jalur dominasi dari Hakuryuukou!]

[Kami menghentikan ketidakbatasan dan memangsa impian!]

Bukan hanya satu suara, melainkan banyak sekali suara yang terdengar dari dalam cahaya putih yang menyelimuti tubuh Hakuryuukou. Kebencian, dendam, dan hasrat bertarung murni yang sangat tinggi para Hakuryuukou masa lalu sekarang mendominasi tubuh sang Hakuryuukou.

"Aku menapaki jalan dominasi dengan kehancuran tak terbatas dan dengan menembus impian penuh imajinasi. – Aku akan menjadi kaisar naga murni.."

[[[Aku akan membuatmu mematuhi ilusi Putih-Perak dan jalan kejahatan sempurna!]]]

[Juggernaut Over Drive!]

BUMMM!

Ledakan kekuatan tingkat tinggi itu langsung menyebar luas hingga membuat para iblis muda itu jatuh tertunduk karena tak kuat merasakan tekanan tinggi dan menyesakkan itu bahkan untuk iblis seukuran rias dan Sona sekalipun. Ino yang duduk di dahan pohon itu juga sedikit terkejut setelah merasakan tingkat kekuatan Hakuryuukou saat ini.

"Kekuatannya meningkat drastis. Kekuatannya hampir setengah dari kekuatan Naruto-kun." Gumam Ino sangat pelan sambil memperhatikan cahaya yang menyelimuti tubuh Hakuryuukou.

Naruto sama sekali tidak mengubah raut wajahnya, masih datar seperti sebelumnya walaupun setelah merasakan kekuatan lawannya kali ini meningkat drastis. "Rupanya dia semakin kuat setelah pertemuan terakhirku dengannya," gumam Naruto dibalik topeng Rubahnya.

Dengan sekejap, cahaya putih itu lenyap menampilkan Hakuryuukou sengarang berganti wujut dan sekarang terlihat seperti bentuk naga itu sendiri. tanpa aba-aba, Hajuryuukou yang sudah dalam mode [Juggernaut Over Drive] nya itu menembakkan puluhan Dragon Cannon kearah Naruto dengan kecepatan gilanya.

Naruto langsung menghindari semua Dragon Cannon yang mengincar tubuhnya. Selama beberapa saat, naruto sedikit kewalahan menghindar karena bukan hanya puluhan melainkan ratusan Dragon Cannon yang mengincar tubuhnya.

'Ino, buat pertahanan absolute milikmu dan gunakan itu pada para iblis muda itu. aku akan menggunakan Chibaku Tensei untuk menghentikan Naga menyusahkan ini.'

Ino yang menerima pesan Naruto barusan langsung melakukan perintah kekasihnya, dia berjalan mendekat kearah para iblis muda yang masih menundukkan kepala mereka itu dan setelah ia berdiri di tengah-tengah mereka. Ino membuat sebuah kubah Transparan berwarna merah maroon. Dan setelah selesai, para iblis muda itu bisa bernafas dengan Normal dan kemudian berdiri.

"Ke-kenapa kau melindungi k-kami?" tanya Rias takut-takut.

"Diam dan perhatikan saja pertarungan di luar sana," kata Ino yang saat ini memunggungi mereka karena kembali mengamati pertempuran besar tersebut.

Setelah merasa Ino sudah melakukan tugasnya dengan baik, Naruto pun melakukan Teleport menuju tempat yang agak jauh dari Hakuryuukou. Setelahnya naruto menyatukan kedua kepalan tangannya. Agak memakan sedikit waktu selama beberapa saat, dan setelah dianggap cukup, Naruto membuka kepalan tangannya dan mengangkat tangannya kearah langit, dari dalam kepalan tangan itu muncul sebuah bila seukuran bola Golf berwarna Emas yang dikelilingi oleh 3 cincin berwarna Hitam.

Bola kecil itu dengan cepat terbang keatas, dan berhenti- tepatnya mengambang tepat 100 meter diatas Hakuryuukou. Melihat Jutsunya sudah berada ditempat yang tepat, naruto mengangkat kedua tangannya keatas.

"Noroi : Chibaku Tensei.."

Tiba-tiba tanah disekitar Hakuryuukou sekaligus Hakuryuukou sendiri perlahan terangkat oleh gaya Gravitasi yang sangat kuat yang dikeluarkan oleh bola chibaku tensei tersebut.

Hakuryuukou yang merasa dalam bahaya pun mencoba untuk melawan Gravitasi yang menariknya dan juga tanah-tanah yang sudah mulai terangkat dan menempel di bola Chibaku tensei tersebut, namun percuma saja karena Gravitasi yang menariknya terlalu kuat. Merasa tak ada gunanya, Hakuryuukou langsung mengambil opsi kedua, yaitu menembak bola Chibaku Tensei itu sendiri.

DUAARR! DUAARR! DUAARRR! DUAAARRRR!

Namun sama seperti sebelumnya, bukan hanya Gravitasinya saja yang kuat, pusatnya pun tak kalah kuatnya. Naruto yang melihat usaha Hakuryuukou yang terus menembak Chibaku Tenseinya itu hanya tersenyum. Bukan hanya dengan Dragon Cannon, Dragon Blaster dan kekuatan yang lainnya dikeluarkan oleh Hakuryuukou namun tetap tak berguna.

Dan akhirnya, setelah beberapa menit. Sebuah bola raksasa yang mengurung Hakuryuukou didalamnya itu terlihat begitu indah dimata Naruto. Ditempat Ino, para Iblis muda itu sekarang tak henti-hentinya melotot dan menganga tak percaya dengan apa yang mereka lihat, terutama Issei dan Ddraig yang ada dalam tubuh Issei. Issei tidak percaya bahwa Hakuryuukou yang kekuatannya jauh lebih kuat dari dirinya kalah telak dengan Orang Misterius tersebut. Sama seperti Ddraig yang tidak percaya, [Juggernaut Over Drive] milik Rivalnya itu dapat dikalahkan dengan mudah oleh orang asing itu.

"Ke-kekuatan yang dahsyat." Ino terkekeh mendengar komentar terbata-bata yang terdengar dibelakangnya.

Kembali ke tempat Naruto yang saat ini sedang mengatur nafasnya yang sedikit membutu. Walau bagaimanapun, setelah melepas salah satu kartu Asnya, ia kehilangan cukup banyak energi dan chakra. Lagipula Chibaku Tensei yang Naruto keluarkan tadi bukanlah Chibaku tensei biasa, melainkan Chibaku tensei Spesial yang ia dapat dari Noroi Rinnegannya.

"Hahh, cukup melelahkan juga. Baiklah, sekarang waktunya untuk bagian penutupnya." Setelah itu Naruto menghilang dari tempatnya dan muncul ditempat Ino. Ino yang melihat kehadirannya ingin menghilangkan pelindung Absolutenya, namun ditahan oleh Naruto.

"Jangan kau buka dulu pelindung itu. aku akan meledakkan Chibaku Tensei itu." ino menaikkan alisnya setelah mendengar kata-kata yang bermakna janggal didalamnya itu.

"Meledakkannya? Bukankah itu sama saja dengan membunuh pemuda Lucifer itu Anata?"

Rias, Sona, dan yang lainnya kembali melotot mendengar nama Lucifer yang baru saja keluar dari mulut Ino. "Lu-lucifer?" ino membalikkan tubuhnya dan menatap Sona yang barusan mengeluarkan suaranya.

"Ya, Hakuryuukou itu adalah setengah manusia dan setengah Iblis berdarah Lucifer. Namanya adalah Vali Lucifer." Sekali lagi mereka terkejut mendengar kalimat yang keluar dari mulut Ino.

"Itu memang tujuanku, yaitu membunuhnya. Lagipula apa gunanya pemuda itu hidup, hanya akan menyusahkan kita saja, selain maniak bertarung dia adalah salah satu anggota dari kelompok itu, membunuhnya sama saja sedikit melemahkan kelompok itu bukan?" Ino yang mengerti dengan ucapan Naruto barusan akhirnya mengangguk setuju.

"Lalu bagaimana dengan Naga yang ada didalam tubuhnya?" tanya Ino penasaran.

"Aku akan mengambilnya dan menanamkannya padamu, dengan begitu kau akan menjadi Hakuryuukou generasi berikutnya." Entah yang keberapa kalinya kedua kelompok iblis itu membulatkan matanya setelah mendengar ucapan barusan, apalagi Issei yang sekarang malah terlihat Frustasi, masalahnya jika perempuan yang ada didepannya menjadi rivalnya dan melakukan pertarungan hidup mati dengannya, tamat sudah riwayatnya.

"Bukankah selama ini, kau ingin menjadi makhluk tercepat didunia? Dengan adanya Albion didalam tubuhmu dan menggabungkan kekuatannya dengan kemampuanmu, kau bisa saja menyamaiku bahkan bisa melampauiku," lanjut Naruto.

Dan setelah mendengar ucapan terakhir tadi, Ino langsung mengatakan Iya bahkan dengan kata-kata yang berlebihan seperti Cepat bunuh dia hingga membuat Naruto Sweatdrop dan membuat para Iblis muda di belakangnya Facepalm.

Setelah menghilangkan Sweatdropnya, Naruto kembali memokuskan konsentrasinya dan mengangkat tangan kanannya dan memposisikan jari-jarinya seperti sedang memegang makuk.

Dari atas telapak tangan itu, perlahan muncul bola dengan energi gelap yang mulai memadat dan membesar juga bola spiral berwarna ungu dengan inti berwarna putih itu dikelilingi oleh 2 cincin berwarna putih juga, setelah bola itu seukuran bola kasti, Naruto mengarahkan bola itu kearah bola Chibaku Tensei diatas sana.

"Noroi : Rasenringu.."

Flashh!

Setelah menggumamkan nama tekhniknya, Bola itu melesat dengan kencang dan masuk kedalam bola raksasa Chibaku Tensei. Setelah beberapa saat kemudian..

DDUUUAAAARRRRRRRR!

Ledakan kali ini adalah ledakan paling dahsyat pada malam ini. tanah yang melapisi Chibaku Tensei sekaran jatub berhamburan, dan diantara tanah dan bebatuan itu, tampak tubuh Vali jatuh dengan kondisi tak sadarkan diri, atau mungkin mati. Naruto yang melihat itu langsung menghilang dan muncul ditempat yang akan dijadikan tempat pendaratan tubuh Vali.

Brukkk!

Vali terjatuh dengan tubuh terlentang, kondisi tubuhnya saat ini sangat menyedihkan. Dimana luka bakar hampir memenuhi tubuhnya, darah segar keluar dari mulut, hidung, mata, dan juga telinganya, tangan kirinya sudah menghilang entah kemana.

"Pertahanan tubuh yang sangat hebat, kalau orang lain, pastinya saat ini sudah menjadi debu," ujar naruto setelah duduk disamping tubuh Vali yang saat ini sedang dalam kondisi sekaratnya. "Aku harus segera mengambil Albion darinya sebelum para makhluk lainnya berdatangan kesini karena kejadian ini." Dan setelah itu, Naruto langsung menancapkan tangan kanannya ditengah-tengah dada Vali Lucifer.

"Noroi : Ningendō.."

Setelah menggumamkan nama tekhniknya, tubuh Vali mengeluarkan pendar putih yang sangat terang, beberapa saat setelahnya Naruto menarik kembali tangannya dari dada Vali dan kini naruto menggenggam inti dari cahaya yang keluar dari tubuh Vali barusan. Setelah itu Naruto kembali berdiri dan menghilang dari sana meninggalkan kilat berwarna hitam.

Flashh!

Naruto muncul didepan Ino yang saat ini sudah menghilangkan kubah pelindung absolutenya, sedangkan Rias, Sona, dan yang lainnya berdiri di belakangnya.

"Baiklah, waktunya kita pergi dari sini. Dan kalian (memandang Rias dkk) pulanglah, karena sebentar lagi para makhluk dari Fraksi lain akan menuju kesini setelah apa yang terjadi disini, jika kalian tetap disini mungkin makhluk dari Fraksi Malaikat jatuh atau Malaikat akan membunuh kalian."

Setelah perkataan terakhirnya itu, Naruto dan juga Ino yang sudah memegang bahu Naruto menghilang dari hadapan para Iblis muda itu.

"Sebaiknya kita juga pergi Rias, aku takut kalau apa yang dikatakan orang itu benar-benar terjadi pada kita." Rias mengangguk menyetujui apa yang Sona katakan barusan.

Kedua kelompok Iblis itupun pergi dari tempat itu melalui lingkaran sihir masing-masing. Sekarang tempat itu menjadi sunyi dan sepi, sosok gadis Loly berrambut hitam panjang yang tengah mengambang diatas langit kuoh dan sedari tadi menonton apa yang terjadi dibawah sana hanya menatap tubuh Vali dari kejauhan yang mulai mengurai menjadi partikel-partikel debu dan menghilang.

"Jadi, pada akhirnya Pemuda Lucifer itu mati juga, tapi terima kasih telah memperihatkan pertunjukan yang cukup menarik Vali." Gumam sosok tersebut dengan nada datar. "Dan sepertinya aku sudah menemukan laki-laki yang pantas untuk menggantikan posisimu sebagai ketua tim dan juga sekaligus menjadi pasanganku," lanjutnya.

Setelah itu, Loly berrambut hitam itu menghilang dari sana meninggalkan hembusan udara yang menjadi efek Teleportnya.


TBC


Author Note :

Yo! Ketemu lagi, hehe.

Ternyata cukup banyak yang menyukai cerita ini ya, terima kasih atas Review kemarin, aku senang sekali. Oh iya, kemarin ada yang tanya kekuatan apa saja yang dikuasai Naruto dan alasan kenapa NaruIno bisa sampai kedunia ini. Hmm, kalau itu biarkan chapter-chapter depan yang menjawabnya, soalnya kalau diberitahu di awal-awal begini, kesannya gak akan ada kejutan untuk chapter-chapter seterusnya, bener kan? Hehe

Oke, untuk ficku yang lain, aku mohon maaf belum bisa mengupdatenya, selain terkena WB, pekerjaanku di duta sangat merepotkanku, jadi mohon kesabaran kalian semua.

Sampai disini dulu ya, jika ada pertanyaan, saran, atau yang lainnya, silahkan sampaikan lewat Review. Sekali lagi terima kasih telah membaca karanganku.

Sampai jumpa di chapter selanjutnya.