[REMAKE] My Husband Is a Samurai Prince
By : hinamoriamusilver (FFn)
Link : www fanfiction net/s/11750334/2/My-Husband-Is-Samurai-Prince (hapus spasi ganti titik.)
CHENMIN | BL | Drama | etc.
Summary : Menjalani pertunangan selama 3 hari dan setelah 3 hari tersebut langsung menikah? Itu tindakan yang benar-benar gila! Dan lebih parahnya lagi, orang yang akan kau nikahi tidak kau kenal latar belakangnya!
Disclaimer : ini ff punya hinamoriamusilver aku Cuma ngetranslate dari bahasa malay ke bahasa indo dan ganti cast nya doang. Cast milik tuhan, orangtua dan agensi masing-masing.
CHAPTER 1 : New Neighbor
.
―Seoul, South Korea . 6:00 a.m
Pagi yang sangat indah ini diawali dengan kicauan burung yang turut serta menyumbangkan suara merdu mereka untuk menceriakan suasana alam begitu juga dengan lengkingan suara seorang yeoja paruh baya yang sedang berada dalam rumah bungalow keluarga Han atau yang lebih tepatnya sedang berada didalam kamar anak kesayangannya yang merupakan namja setengah yeoja ―Han Minseok.
" YA! HAN MINSEOK! IREONA-YO! SUDAH JAM BERAPA INI?! BUKANKAH KAU HARUS SEKOLAH! YA! PPALI IREONA! "
Nyonya Han sudah mengeluarkan high note nya hanya untuk membangunkan putranya yang tukang tidur itu, namun Minseok―putra Nyonya Han yang terusik karena efek dari high note eomma-nya itu, mulai membuka matanya perlahan.
" Aku sudah bangun sejak tadi eomma, hanya malas untuk bergerak saja. " jawab Minseok.
Nyonya Han yang kesal melihat wajah malas Minseok, langsung melempari Minseok dengan kaus kaki milik suaminya―Tuan Han yang sudah lebih dari sebulan belum dicuci. Dan ternyata, lemparan Nyonya Han tepat mengenai wajah cantik Minseok dan bau tak sedap mulai menguar. Minseok langsung menutup hidungnya dan berlari masuk kedalam kamar mandi.
" Eomma! Kalau kau marah pada anakmu ini, tak perlu jugalah melempar kaus kaki appa yang bau nya seperti Tempat Pembuangan Akhir! "
Nyonya Han hanya tersenyum bangga karena berhasil membangunkan anaknya.
[Minseok POV]
Aku melankahkan kaki ku menuju lantai bawah setelah mandi dan mengenakan seragam. Langkah kaki kupercepat menuju ruang makan, dimana appa dan eomma sudah duduk manis di kursi meja makan masing-masing.
" Pagi eomma, appa "
" Pagi juga Minseok-ie "
Eomma membalikkan piring yang sudah tersedia dihadapanku dan meletakkan sarapan pagi ini di atas piringku.
" Cepat habiskan sarapanmu dan segera berangkat ke sekolah! "
" Tampaknya, eomma sedang mengusirku ya? "
" eomma tidak mengusirmu, sayang. Hanya saja, apa kau tidak ingat? Terakhir kali ketika kau tiba disekolah, kau tidak bisa masuk karena fans Chanyeol sudah mengurubungi kalian bukan? " ujar Nyonya Han. Aku hanya bisa menganggukkan kepalaku pasrah.
" Bukan salahku kan eomma karena mendapatkan teman yang popular disekolah? "
TIN!
Terdengar suara klakson mobil menginterupsi diriku yang sedang curhat pada eomma.
" Pasti Chanyeol! Cepat pergi sana! " ujar eomma sambil mengibas-kibaskan tangannya kearahku―eomma mengusirku.
" Bagaimana eomma bisa tahu bahwa klakson mobil tadi adalah klakson Chanyeol? " ujarku bertanya-tanya.
" Tadi pagi dia mengirim pesan pada eomma kalau dia akan menjemputmu. "
Aku terkejut setelah mendengar penuturan eomma. Lalu langsung kusambar ransel yang kugantung dikursiku, meminta izin pada eomma dan appa dan langsung berlari keluar. Pemandangan yang pertama kali kulihat ketika aku sudah sampai dihalaman depan adalah Chanyeol yang sedang bersandar di pintu mobilnya sambil tersenyum lebar kearahku.
" Mianhae-yo aku terlambat Dobi. "
Chanyeol a.k.a Dobi―psst! Ini adalah panggilan kesayanganku untuknya― hanya mengangguk sambil tetap mempertahankan senyum lebarnya.
" Tidak perlu terburu-buru Minseok-ie, masih banyak waktu kok. "
Aku hanya mengangguk-anggukkan kepalaku setelah mendengar perkataan Chanyeol.
" Masih sama seperti dulu. " Chanyeol bergumam tentang sesuatu. Aku yang tak mengerti apa maksud dari gumaman Chanyeol tadi, langsung memalingkan wajahku menghadap Chanyeol.
" Apa maksudmu Yeol? "
" Dasar anak kecil. Mana ada orang dewasa yang sesudah makan malah terlihat belepotan. "
Setelah menyelesaikan kalimatnya, Chanyeol langsung mengusap ujung bibirku menggunakan ibu jarinya. Aku tersentak ketika menerima perlakuan Chanyeol tadi.
" Y-Ya! Kau bukan eomma-ku! "
Aku segera menepis tangannya, sedangkan Chanyeol hanya bisa tertawa melihat tingkahku.
[Minseok POV end]
.
.
My Husband Is A Samurai Prince
.
.
Mobil yang dikendarai Chanyeol kini telah memasuki kawasan sekolah, namun pergerakan mobil Chanyeol melambat akibat ulah para fans Chanyeol yang mengerumuni mobilnya. Minseok yang melihat aksi para fans Chanyeolo mulai merasa kesal.
" Chanyeol-ah, cepat jalankan mobilmu ini! "
" Tidak bisa Minseok-ie. Kalau aku menjalankan mobilku sekarangm mereka mungkin akan cedera. "
Minseok mengerucutkan bibirnya imut sambil bersedekap tangan. (paham tak?)
" Tapi aku mulai kesal melihat mereka semua! Jika mereka semua melihatmu, mereka akan tersenyum gembira namun mereka melemparkan deathglare kepadaku karena aku dekat denganmu. "
Chanyeol hanya bisa tersenyum setelah mendengar penuturan Minseok lalu tangannya tergerak untuk mengusap surai Minseok dengan lembut.
" Kita sudah berteman sejak kecil dan aku sudah menganggapmu seperti dongsaeng-ku sendiri walaupun kau lebih tua beberapa bulan dariku. "
Minseok menoleh kearah Chanyeol lalu menarik pipi namja itu hingga memerah.
" Kau ini suka sekali menganggapku seperti anak kecil! "
Chanyeol yang mendengar protesan Minseok hanya bisa tertawa kecil.
" Tapi itu kenyataan "
.
.
My Husband Is A Samurai Prince
.
.
Pada akhirnya, Chanyeol dapat memarkirkan kendaraannya diparkiran dan mereka berdua pun keluar dari dalam mobil.
" Haah! Cukup aman! "
Minseok menghela nafas lega lalu ia dan Chanyeol bergegas masuk ke dalam bangunan sekolah.
.
.
My Husband Is A Samurai Prince
.
.
2:00 P.M
Waktu sekolah telah berakhir sejak beberapa menit yang lalu. Chanyeol segera menuju kekelas Minseok untuk mengajaknya pulang bersama.
" Ayo Minseok-ie! Sudah waktunya untuk pulang kerumah~ "
Minseok yang melihat Chanyeol kini telah berada didepan pintu kelasnya hanya bisa tersenyum lalu memasukkan alat tulis dan buku-bukunya lalu segera menggandeng lengan Chanyeol menuju ke area parkiran.
" Bagaimana dengan harimu? " tanya Chanyeol.
" Baik-baik saja " jawab Minseok singkat. Chanyeol hanya menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia mengerti.
[Minseok POV]
Sudah seminggu ini aku merasa bahwa sikap yang ditunjukkan oleh Chanyeol makin lama makin aneh. Aku tidak tahu apa alas an Chanyeol mengawasiku secara intens dan ketat serta tidak membiarkanku pergi seorang diri. Aku penasaran, apa maksud dari perlakuan Chanyeol ini, dan aku memutuskan untuk bertanya padanya.
" Emm.. Chanyeol? " panggilku dengan lembut.
" Ya? Apa ada sesuatu yang aneh padamu? "
Aku menggelengkan kepalaku.
" Bukannya aku. Tapi kau "
" Aku? Memangnya ada apa denganku? " tanya Chanyeol.
" Kau bertingkah aneh sekali sejak seminggu terakhir, kau bertingkah seolah-olah kau adalah bodyguard-ku. Kau juga selalu terlihat cemas setiap kali ada kejadian yang melibatkanku. "
Kulihat Chanyeol hanya bisa tertawa canggung.
" Aku hanya merasa khawatir jika kau cedera. Itu saja. "
Sebenarnya aku tidak percaya dengan alasan yang dilontarkan Chanyeol, namun aku hanya bisa mengangguk paham dan kami berdua pun masuk kedalam mobil Chanyeol.
.
.
My Husband Is A Samurai Prince
.
.
Mobil yang dikendarai Chanyeol kini mulai berhenti karena kami telah tiba dirumahku.
" Terimakasih. " ucapku dengan lembut lalu melangkah masuk kedalam rumah.
" eomma-ya putramu yang tampan ini telah pulang~ " kataku dengan semangat sambil membuka sepatu yang kukenakan dan meletakkannya ke dalam rak sepatu yang berada tak jauh dari pintu.
" Kami ada didapur! "
Setelah mendengar teriakan nyaring milik eomma aku dengan segera melangkahkan kakiku ke dapur dan duduk di meja makan.
" Wah! Eomma memang yang terbaik! " kataku dengan semangat (lagi) dan mulai memakan makanan yang telah dihidangkan.
[Minseok POV end]
Nyonya Han dan Tuan Han hanya bisa tersenyum sambil memperhatikan anak mereka yang namja setengah yeoja. Setelah saling memberikan kode lirikan mata antara Tuan Han dan Nyonya Han, akhirnya Tuan Han mulai mengeluarkan suaranya.
" Minseok-ah apa pendapatmu tentang pernikahan dini? " tanya Tuan Han kepada anaknya itu.
" Bagiku sih, tidak apa-apa, kan secara tidak langsung bisa punya bodyguard sendiri yang tidak digaji namun selalu menjaga kita tanpa mengharapkan bayaran. " jawab Minseok santai.
" Jadi menurutmu, tidak salahkah pernikahan dini itu? " tanya Nyonya Han. Minseok yang merasa risih karena acara makannya terganggu dengan pertanyaan aneh dari kedua orangtuanya langsung menghentikan acara makannya.
" Eomma, Appa, aku tidak merasa kalau pernikahan dini itu salah karena bagiku semua itu akan membuat seseorang lebih mudah untuk menjaga serta menyayangi orang lainnya, bagiku semua itu tidaklah susah. Tapi yang paling penting sekolah dulu, nanti kalau sudah lulus sekolah, kita tidak perlu pusing mencari calon suami atau istri untuk seseorang itu. Arrachi? Jadi sekarang jangan ganggu putra kalian yang sedang makan ini ya~ "
Nyonya Han dan Tuan Han yang mendengar penjelasan anak mereka, kinitersenyum penuh bahagia campur senang dan sedikit smirk yang terselit diantara senyum mereka, mungkin?
8:00 P.M
Minseok sedang berguling-guling diatas ranjang dengan penuh rasa bahagia dengan sebuah ponsel ditangannya tapi semuanya musnah ketika Nyonya Han lagi-lagi melontarkan high note-nya.
" Minseok-ie cepat bersiap! Kita akan makan malam dirumah sebelah! "
Minseok langsung menjawab perintah eomma-nya itu.
" Aku tidak mau pergi! Eomma dan appa saja yang pergi! " kata Minseok dan kembali lagi berkutat dengan ponselnya.
" Cepat bersiap atau eomma tidak akan membayar Wi-fi dirumah! "
Ancaman Nyonya Han tampaknya berhasil karena kini Minseok sudah turun dari atas ranjangnya dengan mulut yang penuh dengan gerutuan dan dengan malas, ia membuka lemari pakaiannya.
" Cuma rumah sebelah, pakai pakaian yang simple sajalah! " kata Minseok lalu memakai sweater baby blue kebesaran yang dipadupadankan dengan skinny jeans hitam. Ia lalu keluar dari kamarnya yang berada dilantai 2 dan turun kelantai 1.
" Wah! Anakku terlihat manis sekali~ " ujar Nyonya Han.
" ya! Eomma aku ini tampan! " protes Minseok. Namun Nyonya Han tidak memperdulikan kalimat protes yang keluar dari bibir mungil Minseok dan terus mencubiti kedua pipi gembil Minseok dengan keras hingga menimbulkan warna merah lalu melepaskan cubitannya itu.
" Eomma lihat apa yang eomma lakukan terhadap pipi anakmu ini " tunjuk Minseok pada wajahnya sendiri.
" Kenapa? Merahnya hanya sedikit. Biarkan saja. Biar terlihat seperti perona pipi tapi alami. Kkk~ "
Minseok tercengang setelah mendengar kalimat yang keluar dari mulut eomma-nya tersayang.
" Apa eomma bilang? "
" Sudah-sudah jangan banyak bicara, ayo pergi! " potong Nyonya Han. Lalu ia langsung menarik tangan anak dan suaminya untuk keluar dari rumah mereka lalu berjalan ke rumah yang berada disebelah kana rumah mereka.
" Eomma, bukannya rumah ini tidak ada penghuninya ya? " tanya Minseok namun tidak dijawab oleh eomma-nya. Nyonya Han dengan semangat menarik Minseok dan Tuan Han masuk kedalam pekarangan rumah tetangga mereka dan menekan bel yang berada di pintu. Setelah menunggu kurang lebih selama 2 menit, pintu itu terbuka dan terlihat seorang yeoja manis berpakaian kimono yang membuka pintu.
"Nyonya Han sudah lama kita tidak bertemu ya, dan. Aigoo~ putramu juga sudah besar ya"
Minseok terkejut karena yeoja itu tahu kalau dia adalah seorang namja. Padahal selama ini orang-orang kenalan eommanya selalu mengangapnya yeoja.
"Minseok-ie, kau tidak perlu menunjuk wajah terkejutmu itu, Kim Himiko ini teman lama eomma dan dia juga sudah mengenalimu sejak kecil"
Minseok hanya mengangguk kecil dan yeoja itu mengusap lembut kepala minseok.
"maaf, kalau pertanyaan saya terasa tidak sopan, tapi berapa umur anda?"
Minseok bertanya dengan ragu karena dari penampilan dan paras wajah teman eommanya itu, ia tidak terlihat tua sama sekali. Malahan wajahnya itu sama seperti agashi berusia 19-20 tahun saja.
"tidak apa-apa, umur oka-san baru 35 tahun"
Minseok terlihat sangat terkejut sedangkan eomma dan appanya hanya tertawa ketika melihat wajah minseok yang lucu.
"tapi ahjumma terlihat sangat muda malahan ahjumma terlihat lebih muda daripada eommaku sendiri" kata Minseok dan tak lama, jintakan 'manja' dari tangan lentik eommanya singgah ke kepalanya.
"Aww. Eomma igo appo-yo. "
Minseok mengusap kepalanya yang terkena jitakan manja dari eommanya, dan penampakan itu membuat Nyonya Kim sedikit terkekeh.
"daripada menunggu disini lebih baik kita masuk kedalam" ajak Nyonya Kim kepada mereka semua.
.
Keluarga Han masuk kedalam rumah dan kemudian duduk disofa yang berada diruang tamu. Nyonya Han dan Minseok duduk disofa yang sama sedangkan Tuan Han sudah hilang bersama Tuan Kim, mungkin sedang membincangkan urusan bisnis.
"Sudah beberapa tahun ini kita tidak bertemu, aku sangat merindukan keluargamu terutama putra dan putrimu hime. Dimana mereka?" Tanya Nyonya Han.
"Mereka sedang keluar sebentar karena ada urusan yang harus mereka selesaikan"
Penjelasan dari Nyonya Kim membuat Nyonya Han menganggukkan kepalanya.
"Aku harap mereka segera pulang. Ugh! Aku sangat merindukan mereka!"
Nyonya Kim yang melihat sahabatnya terlihat sangat bersemangat, hanya bisa tersenyum lembut.
"terima kasih" kata Nyonya Kim pada Nyonya Han.
"eh? Untuk apa?" tanya Nyonya Han.
"karena menghormati keputusanku saat itu"
Nyonya Han tersenyum lalu menggenggam tangan Nyonya Kim dengan lembut.
"kau sudah menjalankannya selama ini sudah tentu aku tidak akan menghalanginya"
Nyonya Kim mengangguk hormat sedangkan Minseok hanya bisa diam karena ia tidak mengerti kemana arah pembicaraan eommanya dengan Nyonya Kim.
"jadi, aku mau tahu tentang putrimu dulu hime. Sudah lama aku tidak bermain dengannya bahkan namanya saja aku hampir lupa"
Nyonya Kim hanya tersenyum.
"Itu bukan salahmu, putriku akan berusia 14 tahun akhir bulan nanti, dan dia tumbuh menjadi anak yang manis dan periang namun sikap emosinya masih susah dikawal"
Tiba-tiba Nyonya Han tertawa terbahak-bahak. Minseok yang duduk disebelah eommanya jadi terkejut dan sedikit melompat.
"Hahaha! Aku masih ingat betul kalau putrimu itu pernah mematahkan tulang rusuk pembully yang membully temannya dulu"
Minseok yang mendengarnya hanya bisa bergidik ngeri.
'mana mungkin ada yeoja seseram itu' batinnya
"tapi wajahnya terlampau imut dan manis sampai-sampai disalah artikan"
Nyonya Kim lagi-lagi hanya tertawa kecil.
"dia sudah besar dan menjadi pelindung kedua dalam keluarga kami, walaupun umurnya masih muda"
"itu tanggung jawab yang besar untuk anak seusianya" timpal Nyonya Han.
"dia sudah belajar untuk bertanggung jawab sejak usianya baru menginjak umur 11 tahun"
Nyonya Han mengangguk. Dan Minseok yang sampai saat ini masih tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Nyonya Kim dan eommanya hanya bisa menghela nafas dengan lembut.
"Bagaimana pula dengan putramu itu hime?" tanya Nyonya Han lagi.
"Masih seperti dulu, dia masih tertutup dengan orang asing dan selalu terlihat dingin namun dia tetap bersikap lembut terhadap orang yang berada disekelilingnya" terang Nyonya Kim.
"apa dia masih dekat dengan putrimu?"
"setelah insiden saat itu, putraku langsung menjadikan dirinya sendiri untuk menjadi pelindung bagi adiknya. pergi kemana-mana harus berdua kadang-kadang sikapnya itu membuat adiknya sampai merasa risih"
Nyonya Han tertawa lagi.
"mau bagaimana lagi? dia sangat sayang pada adiknya kan?"
"Tentu saja! Sekarang, ayo kita makan"
Lalu mereka bertiga bangun dari sofa dan berjalan kearah ruang makan dengan suami mereka yang sudah menunggu di meja makan.
"kaum wanita kalau bertemu pasti bisa terus berbagi cerita tanpa henti" ujar Nyonya Han, menjawab pandangan suaminya yang seakan bertanya apa yang telah mereka lakukan. Setelah itu mereka memulai acara makan malam mereka dengan tenang.
[Minseok POV]
Selepas pulang dari rumah keluarga Kim, aku langsung naik kelantai atas dan masuk ke dalam kamar dan membaringkan tubuhku ke atas ranjangku.
"perutku penuh" kataku entah pada siapa. Tak lama setelah itu ponselku berbunyi.
"Yeoboseyo?" jawabku malas.
"bangun dari acara tidur-tiduranmu itu minseok"
aku menbelalakkan mataku dan langsung duduk dari acara tidur-tiduranku.
"ada apa kau telpon malam-malam begini, yeol?" tanyaku pada Chanyeol.
"Minseok-ie, boleh minta tolong?" aku menghembuskan nafas malas.
"tolonglah~ aku janji aku akan mentraktir kau makan dikantin sekolah~"
Aku berfikir sebentar lalu mengangguk.
"baiklah aku akan menolongmu, apa yang kau mau?"
"tolong belikan aku pena 2 buah ya, karena pena ku sudah habis dan aku sedang melakukan pekerjaan penting saat ini"
"baiklah kalau begitu. Nanti aku kerumahmu" kataku sambil turun dari ranjang dan mencari dompet di atas meja belajar.
"ANDWAE-YO!"
Aku menjauhkan ponselku dari telinga ketika mendengar teriakan dari suara bass Chanyeol.
"yak! kalau ya kau tidak mau aku kerumahmu ya tidak perlu teriak- teriak! Sakit telingaku jadinya!"
"maaf aku tidak sengaja, simpan aja pena itu dan berikan padaku besok saja ok?"
Aku hanya berdeham sebagai jawaban lalu mengakhiri panggilan dan turun ke lantai bawah lagi.
.
"eomma, appa aku keluar sebentar ya?" tanyaku pada eomma dan appa yang duduk diruang tamu.
"mau kemana? sendirian saja?"
Aku mengangguk.
"Chanyeol memintaku untuk membelikan dia pena "
" Oh "
Eomma dan appa mengangguk tanda setuju. Aku mengambil sepatuku dan memakainya lalu keluar dari rumah menuju kearah kanan melewati rumah teman eomma.
"Dingin" kataku lalu merapatkan jacket yang membalut tubuhku dengan erat.
"Oh tuhan kenapa tokonya harus berada di ujung kawasan perumahan?! mana lampu jalannya sedang mati pula!" makiku pada lampu jalan yang tidak menyala. Tiba-tiba saja aku merasa seram sendiri. Aku menoleh kekiri dan kekanan setelah itu menghirup nafas sebanyak-banyaknya kemudia aku berlari secepat mungkin.
"sedikit lagi" bisikku pada diri sendiri ketika mataku melihat toko yang kini sudah berada dihadapanku. Dan ketika sudah sampai, aku langsung menundukkan badanku karena lelah lalu mengambil nafas sebanyak mungkin. Tiba-tiba saja, sebotol air mineral sudah berada didepan wajahku dengan tangan mungil yang memegang botol itu.
"minumlah, kau pasti lelah bukan?"
Aku mengangguk lalu mengambil botol air itu dan meminumnya sampai habis.
"maaf airmu habis" kataku lalu menegakkan kembali badanku dari pada membungkuk seperti tadi dan setelah badanku tegak sepenuhnya, aku melihat ada seorang yeoja dengan tubuh mungil berwajah manis dan rambut yang berwarna mauve yang panjangnya mecapai lutut yeoja tersebut.
'tuhan.. kenapa kau pertemukan aku dengan sadako yang wajahnya imut sekali? tolong jangan bunuh aku wahai sadako manis' batinku.
"hei? kamu baik-baik saja?" kata yeoja itu sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku. Ketika aku melihat mata yeoja itu, Astaga! Matanya! Matanya bewarna light purple yang sangat indah… Kemudian yeoja itu menepuk kedua tangannya didepan wajahku
"hei? apa kau baik-baik saja? atau perluku antar ke rumah sakit? wajahmu merah"
Aku mengelengkan kepala lalu masuk kedalam toko.
[Minseok POV end]
Setelah Minseok membeli barang-barang pesanan Chanyeol, Minseok langsung keluar dan melihat jika yeoja mauve tadi masih ada di luar sana.
"hah~ aku seharusnya berterima kasih pada yeoja itu karena dia sudah memberikanku air" ucap Minseok lalu berjalan pulang ke rumah.
"apa yeoja itu tidak takut melalui jalan segelap ini? mungkin dia ada teman" kata Minseok pada dirinya sendiri. Tiba-tiba dirinya, dikepung oleh 4 orang namja.
"hai, manis yang ada disana~ kenapa kau tidak membawa temanmu? Tahukah kau bahaya berjalan seorang diri di dalam gelap?"
Nampaknya ketakutan yang Minseok harap tidak terjadi akhirnya terjadi.
"aku tidak menganggu kalian jadi aku harap kalian juga tidak mengangguku. Aku hanya ingin pulang kerumah" kata Minseok dengan suara yang dibuat setenang mungkin walaupun masih ada kesan takut dalam suaranya.
"kalau begitu biar kami semua yang mengantar kau pulang dengan selamat"
Salah satu dari ke empat namja itu menarik tangan Minseok dengan kasar namun Minseok melakukan perlawanan.
"jangan menyentuhku! Dasar manusia-manusia menjijikan! Aku hanya ingin pulang kerumah!" teriak Minseok dengan lantang. Namun itu semua hanaya bisa membuat para namja berandalan itu terkekeh.
"Kkk.. Sekuat apapun kau berteriak disini, tidak akan ada yang menolongmu adik manis, sebaiknya kau menjadi anak yang baik dan menuruti segala sesuatu yang kami inginkan!"
Minseok mengelengkan kepalanya.
"Aku tidak akan menuruti kalian!" sekali lagi Minseok meronta untuk melepaskan diri
"lepaskan aku!" teriak Minseok sekali lagi. Dan...
"aarrggh…!" teriak salah seorang dari ke empat namja itu yang langsung tumbang dengan darah yang mengalir keluar dari area lehernya yang hampir terputus. Dibelakang namja itu, terlihat siluet berdirinya seorang namja dengan berpakaian serba hitam dan sebuah samurai yang berada digenggaman tangan kanannya.
"lepaskan dia" kata namja itu dengan nada rendah nan dingin. Namja yang memegang tangan Minseok tadi langsung melepaskan pegangannya pada Minseok.
"Berani sekali kau melukai teman kami!" teriak namja itu.
"Luka kalian bilang? Aku malahan sudah membunuhnya!" kata namja dingin itu dengan angkuh membuat 3 namja berandalan itu mulai menyerang tapi dengan segera namja dingin itu melompat melewati mereka dan berdiri dihadapan Minseok .
"berlindunglah di belakangku"
Minseok menuruti permintaan namja dingin itu dan bersembunyi di belakangnya. Tak lama kemudian, tak terdengar lagi suara 3 namja menjijikan tadi. Namja ber-aura dingin itu langsung berputar menghadap ke arah Minseok.
"kau bisa pulang dengan aman sekarang. jangan khawatir lagi aku akan mengawasimu dari jauh, jadi pulanglah"
Minseok mengangguk lalu mulai berjalan menuju rumahnya.
"akan ku bunuh kau Chanyeol bila kita berjumpa besok!" Tekad Minseok pada dirinya sendiri.
Namja ber-aura dingin yang membantu Minseok tadi terus memperhatikan Minseok dari jauh. Sebuahsenyum tipis terbit dibibirnya yang berada dibalik topeng yang ia kenakan.
"ayo pulang"
Namja itu menoleh setelah mendengar suara lembut yang memanggilnya dan terlihat yeoja mungil yang sedang berdiri disebelahnya dengan tenang.
"baiklah"
-TBC-
Balasan review
Guest : maacih :3 udah dinext ya~
shuu-ie : udah dinext ya~ maacih :v
Hyera832 : hore juga~ cie yang suka ama appa chen :3 ini udah dilanjut loh :3 kamu harus selalu review ya *yaksok?* kalo fast update mah keripik ga janji, karena ngetranslate itu ga semudah mengedipkan mata :v aamiin~ udah dinext ya~ pai pai~
hinamoriamusilver : awak mah macam tu. Malu lah saye. Ini fiksi awak punye. Keripik hanye translate je :3
Oraeruh : iya malay. Nih udah ditranslate. Udah dilanjut juga. Pairnya emang chenmin kok ...
Fany Hwang : udaaaahhh! Semoga aja bakalan seru :3 kalau kamu perhatiin lebih detail lagi, banyak loh typo yang aku buat. Maklum, pas udah dapet izin dari authornya langsung cepet-cepet keripik ketik dan ga sempet ngedit lagi. Maacih reviewnya :3
A/N : hai! Keripik fast update nih! Cuma selang 5 hari doang :3 padahal biasanya keripik bisa apdet sebulan sekali. Oh iya, keripik cuma mau bilang kalau FF aslinya udah 7 Chapter loh, bisa di cek di akun hinamoriamusilver tapi masih dalam bahasa Melayu campur indo dikit dan pairingnya masih JeongCheol nya SVT. Udah cuma itu aja. Last! Mind to review?
keripik balado
Wo ai ni men~
