Our Codes
By: Miyucchi sang Cappuccino

.

Disclaimer :
KHR owned by Amano Akira

.

[Infant!R27 : Arms]
"Reborn bersumpah, apabila dia sudah kembali ke tubuh aslinya, hal pertama yang ia lakukan adalah mendekapnya erat–melepaskan segala belenggu yang lama terpendam."
(REQUEST BY : CieLavi and Ochi-san)

.

FICTOGEMINO


Oh, God. Reborn benar-benar menginginkan wujud aslinya secepat mungkin.

Bukannya dia membenci wujudnya sekarang–uh… memang nggak suka sih, tapi Reborn sudah pasrah–, hanya saja apa yang bisa ia lakukan? Dengan tubuhnya yang kecil itu? Dengan kakinya yang bahkan tidak sebanding dengan kepalanya? Dengan sepasang lengan bayi tak berdayanya?

Kini dia tidak bisa dianggap sebagai seorang pria dewasa. Dia tidak bisa berjalan sejajar dengannya tanpa terlihat seperti adik-kakak. Dia tidak bisa merangkulnya. Dia tidak bisa mendekapnya. Dia tidak bisa menyentuhnya. Dia tidak bisa menjadi kekasihnya.

Sebuah helaan keluar dari mulutnya. 'Mio Dio,' Dia menggertak giginya untuk kesekian kali. 'Apa yang kulakukan hingga mengemban kutukan ini?'

Reborn mencoba membandingkan telapak tangannya dengan tangan Tsuna–yang sudah tertidur pulas–dengan hati-hati. Mungil –tangannya terlalu mungil dibandingkan dengan milik muridnya yang payah–namun begitu sempurna–nya itu. Dia tertawa miris. "Dame-Tsuna," Bisiknya. "Apakah kau masih ingat orang asing yang melindungimu saat [arcobaleno arc]? Itu aku, Tsuna. Itu aku," Lelaki itu beralih ke jendela, menatap langit malam. "Dengan tubuh itu, aku bisa bersanding denganmu. Isn't that wonderful, right?" Hanya saja dia tidak bisa mewujudkannya. Dengan tubuh sekarang? Tidak mungkin bisa.

'Mungkin aku sudah gila,' Dia mengelus kepala Tsuna pelan. Tangannya yang kecil itu langsung terbenam diantara helaian rambut brunette milik sang empunya. 'Sejak kapan aku mulai terobsesi dengannya?' Entah. Dan sungguh, Reborn tidak terlalu peduli.

Bahkan dia pun sudah lupa sejak kapan dia duduk terpaku di situ–menatap sang brunette yang terlelap dengan sebaskom air di sebelahnya. Dia kembali mengompres sehelai kain lalu menaruhnya di atas dahi Tsuna. Pemuda itu mengerang lirih ketika merasakan sensasi dingin–yang terdengar eksotis di telinga Reborn. Gosh.

"Ini semua salahmu, Sawada Tsunayoshi," Lagi-lagi ia menghela napas. Dia menatap pacifier-nya sembari mengelusnya sesekali. Benda yang telah membawa kutukan untuknya. Juga–benda yang telah mengantarkannya ke lelaki yang terbaring di depannya. Dia terdiam cukup lama hanya untuk menatap benda bulat tersebut.

Apabila kau bertanya mengapa Reborn sangat menginginkan wujud lamanya, itu semua karena Sawada Tsunayoshi.


Why don't you try to read this once again from here to upper?


Tolong jangan tanya kenapa ini agak rada-rada O.Q) Saya gak ada ide hiks–

Awalnya mau bikin Adult!R27, tapi setelah dibuat… sayanya yang nggak kuat .-.) Gue gak bisa bikin gombal sappy, halp meh.

Next chapter is… …etto… …wait.

*after 1 hour*

7227! Requested by Micha-Micha-Lea in RL–in school to be exact.Uh, don't blame me, honey. I don't know what account that you currently use to stalking me. You have too many accounts. And I'm afraid that you aren't use that account anymore. *sigh*

Tapi saya ragu bisa apdet cepat kayak sekarang. Soalnya minggu depan ada TO dari Senin sampai Kamis, lalu saya belum ngerjain presentasi, ditambah... ...ah, sudahlah. Saya sudah tjapek ;_;)

Jaa...

Review, Please?