-The Handsome Scaly-

Main Cast : KAISOO

Summary :

Warning : typo(s), Garing, . YAOI, BOYxBOY,dan KALAU GAJE MIAN^^

it's my story

Don't bash Don"t Flame

Don't Like Don't Read

author balik lagi bawa chapt 2 ;*

sebelumnya, author mau ngucapin maaf kalau ini jelek^^

-The Handsome Scaly-

.

.

XOXO

Ibu kai, Luhan adalah sosok siluman ular cantik yang mempunyai kelebihan yang diistimewakan yaitu ia bisa melahirkan sosok keturunan atau lebih tepatnya ia mempunyai rahim dan bisa melahirkan. Luhan mulai khawatir karena anaknya kai belum pulang, padahal hari sudah mulai gelap, luhan terus menunggu kai di depan mulut gua itu,tempat tinggal mereka. Entah kenapa, perasaannya tidak nyaman dan kekhawatiran slalu mengusiknya dari tadi. Mungkin naluri seorang ibu lah yang membuat luhan khawatir seperti ini.

"sudah lah yoebo, Kai itu sudah besar. Ia pasti bisa menjaga dirinya sediri" suaminya atau ayah kai yaitu sehun. Sehun memeluk mesra namja didepannya itu dari belakang. Namja yang sangat ia cintai. Apalagi namja atau istrinya itu telah memberikannya sosok keturunan yang sangat tampan menurut sehun, cinta dan sayang sehun semakin besar pada istrinya ini.

"tapi, perasaan ku tidak enak, aku merasa, kalau kai itu dalam bahaya yoebo." Luhan membalas pelukan hangat yang diberikan suaminya itu dengan mempereratkan tangan sehun pada perutnya. Ia sangat menyukai pelukan suaminya itu, karena pelukan seorang sehun mampu membuatnya tenang.

" kau tidak boleh memanjakannya terus yoebo. Dia harus bisa mandiri, mungkin sebentar lagi kita juga akan menimang cucu, seperti keluarga lainnya bukan?,,hahaha" sehun tertawa lepas membayangkan kai sudah menikah dan istri kai melahirkan seorang anak yang mirip dengan luhan. Hah.. betapa menyenangkannya hidup ini, pikir sehun.

"huuuh,, kau memang tidak peduli pada anak mu" luhan cemberut mendengar penuturan suaminya, yang seperti mengatakan bahwa sehun itu tidak terlalu memperdulikan kai. Luhan melepas rangkulan sehun darinya dan berbalik untuk segera masuk ke rumah mereka, sebuah gua yang bermulut kecil tapi didalamnya yang sangat besar dan megah bagaikan istanah para raja. Gua itu terletak tepat di tengah hutan, dan tidak ada satu makhlukpun yang bisa melihatnya kecuali jika sehun,luhan,maupun kai menginginkan makhluk itu untuk melihatnya. Karena itulah penduduk setempat tidak bisa mendeteksi dimana tempat tinggal para siluman ular itu.

"hhei,, kenapa kau marah sayang, bukan itu maksudku. Yak tunggu aku." sehun segera mengejar luhan yang telah berubah menjadi seekor ular yang panjangnya sekitar tiga meter dan kulitnya yang berwarna hitam kehijauan. Sedangkan sehun juga berubah menjaidi sosok ular yang lebih besar dari luhan dan warnanya yang hitam kemerahan.

tak perlu waktu yang lama, luhan telah sampai di dasar gua bagian selatan, tempat kamarnya dan sehun. Sedangkan kamar kai berada pada bagian utara gua. Luhan dudk di pinggiran tempat tidur yang berbentuk lingkaran yang dialasi dengan berbagai macam kulit hewan yan berciri lembut. Belum lama luhan duduk sehun datang dengan tatapan bertanya pada luhan, bagai manapun luhan tidak akan marah padanya kalau dia tidak melakukan kesalahan yang besar. Dan yang ia bicarakan tadi bukanlah masalah besar.

"yoebo,, ayolah kau tidak mungkin marah padaku karena hal sepeleh kai kan?" sehun mendekati luhan dan bicara dengan nada dilembutkan.

"apanya yang tidak mungkin, aku marah padamu karena kau tidak peduli dengan anakku" luhan mempoutkan bibirnya dan membelakangi sehun yang tadi berada disampingnya.

"hei,, dia juga anakku yoebo, kau tidak boleh mengatakan itu" sehun membalikan tubuh luhan untuk meghadapnya.

"tapi kau tidak peduli padanya,,,hiks,," luhan menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya, ia sangat sedih karena sehun tidak merasa khawatir pada kai, padahal kai kan anaknya.

"ssstt,, uljima, maafkan aku. Aku hannya tidak ingin melihat wajah kekhawatiranmu itu, makannya aku bilang seperti itu" sehun mengangkat badan luhan yang berada disampingnya hingga kini luhan berda di pangkuan sehun dan kaki luhan yang berada di pinggang sehun.

Luhan blushing parah karena perlakuan sehun padannya, perlahan sehun mendekatkan wajahnya pada luhan, luhan menutup matannya erat menunggu aoa yang akan dilakukan sehun padanya, dan bertemulah kedua bibir yang sama sama sexi itu, awalnya sehun hannya menempelkan bibirnya pada luhan tapi, lama kelamaan ia mulai menggerakan bibirnya dan menjilat bibir bawah luhan untuk mendapat akses masuk untuk lidahnya. Dengan senang hati luhan membukakan sedikit untuk sehuh.

Dan terjadilah adegan yang tidak perlu kita ketahui apa itu karena kita pasti tahu, karena itu sudah biasa oleh dilakukan oleh sepasang suami istri. hingga mereka melupakan semuanya. Bahkan anak mereka pun mereka lupakan, ckckckck. Orang tua macam apa itu?

XOXO

Kai terlihat resah saat ia dan kyungsoo mulai memasuki perkarangan yang ditumbuhi tanaman berwarna putih akibat dominasi bunga lili, dengan rumah sederhana bercat ungu yang sangat bersih. Kai terlihat sedang berfikir keras, bagaimanpun ia tidak mau namja manis di sampingnya ini mengetahui identitasnya yang asli.

Identitas yang menyatakan bahwa ia adalah makhluk yang menjijikan. Menjijikan karena memiliki sisik, dan akan berjalan merayap ketika ia menginginkannya.

Karena terlalu banyak menggunakan otakknya untuk berfikir, kai merasa kepalanya mendadak pusing, ditambah begitu banyak darah yang kian deras menetes dari pelipisnya yang terluka. Perlahan kesadaran si empu kulit tan menjadi sedikit menghilang, matanya berkunang, dan ia merasa jika tanah yang ia pijak kini bergoyang.

CTTAEEK

Kai tak sadarkan diri dalam rengkuhan Kyungsoo membuat tubuh kyungsoo yang sedari tadi memapahnya agak terhuyung kesamping. Namun ia masih bisa menyeimbangi berat tubuhnya dan kai.

"Kai, apa kau tak apa"

Kai diam, dirinya tetap diam tak merespon pertanyaan Kyungsoo karena ia tengah pinsan.

"Kai, jawab aku", Kyungsoo pun berlari kecil sambil tetap merengkuh tubuh Kai yang tengah kehilangan kesadaran, menuju rumah Chen ajjhusi. Ia terus menyeret tubuh itu dengan lembut. Dan Kini kyungsoo dan kai telah sampai di depan pintu rumah chen, ia segera mengetuk pintu secara brutal.

"TOK..TOK..TOK..

"HYUNG, CEPAT BUKA PINTUNYA"

Kyungsoo berteriak dari luar rumah, ia sangat menghawatirkan keadaan namja disampingnya ini, apa lagi tubuh kecilnya sudah tidak kuat lagi menahan tubuh kai, bahkan kakinya sekarang sudah mulai sedikit gemeteran.

"ne, sebentar.." terdengar sahutan dari dalam rumah dan kyungsoo yakin itu adalah suho. kyungsoo menunggu di depan pintu dengan kaki yang sudah bergetar hebat ,karena sudah tidak kuat untuk menahan tubuh kai dan tubuhnya. Ia benar benar sudah kehabisan tenaga membawah tubuh namja ini, bagai mana tida? Tubuh mungil kyungsoo membawa sosok tubuh yang hampir dua kali besar tubuhnya. Dan itu sungguh menghabiskan semua tenaga yang ia punyai. Kyungsoo berusaha tetap menyeimbangi tubuhnya namun otot kakinya sudah tidak bisa dan..

BRUK-

Kyungsoo sudah tidak bisa lagi menahannya, ia terjatuh bersama kai dengan posisi kai yang menindih tubuhnya. Jika saja ada seseorang yang lewat didepan rumah chen maka itu akan sangat sangat membuat kyungsoo malu, apalagi ia dan kai kini berada di teras rumah dengan posisi yang tidak elitnya.

"eeuung-h" kyungsoo sedikit kesakitan karena punggungnya dengan mesra mencium lantai teras dan tubuh atasnya yang dihimpit kai.

CEKLEK

"OMO, KYUNG…" suho yang baru saja membukakan pintu kaget meliahat posisi kyungsoo sekarang. Apalagi kyungsoo bersama seorang yang tidak dikenalnya. Ia segera mendekati dua tubuh yang terlihat seperti sedang melakukan hal yang tidak tidak itu.

"hhyyuu..nnghh,,, tolong aku hyung. Ini berat sekali. Uuhuk" kyungsoo sedikit susah bernafas karena tubuh kekar kai berada diatasnya.

Tampa banyak bicara suho segera membalikan badan kai hingga kai terguling kesamping tubuh kyungsoo, dengan cekatan kyungsoo segera duduk dan mecoba untuk mengambil oksigen banyak banyak, dan mencoba mengumpulkan tenaganya yang tadi sempat hilang. Setelah merasa cukup, kyungsoo mengambil sebelah tangan kai dan mengalunkannya dilehernya(lagi)

"hyung ,tolong aku" tampa diminta dua kali, suho segera membantu kyungsoo membopong tubuh kai kedalam rumah dan mereka mulai memapah tubuh Kai menuju kamar tamu.

" tunggu disini kyung, biar hyung ambil obatnya dulu" suho segera berlari keluar kamar tamu tempat kyungsoo dan kai berada. Belum beberapa menit pintu kamar ditutup, pintu itu sudah terbuka lagi menampakan lima tubuh manusia yaitu chanyeol,baekhyun,kris,chen, dan xiumin. Mereka segera masuk kedalam kamar itu, dengan sedikit berlari kecil.

"ada apa ini kyung, apa yang terjadi, dan siapa namja ini" kyungsoo memutar bola matanya, pusing dengan pertannyaan yang diberikan kedua sejoli itu, baekhyun,chanyeol. Sedangkann tiganya lagi memilih duduk di sofa sudut ruangan, kris,xiumin,chen

"nanti saja ne baekki, chanyeol hyung. Aku masih pusing" kyungsoo menjawab dengan apa adanya sambil memegang kepalannya dramatis.

CkLEk

pintu dibuka lagi oleh suho yang terlihat membawa beberapa alat kedokternya. Kyungsoo beranjak dari tempatnya memberikan suho tempat untuk memeriksa keadaan kai.

"baiklah, aku akan memngobati dan membersihkan lukannya dulu, jadi bisaka kalian keluar sebentar" suho memberikan penerangan tentang apa yang akan ia lakukan dengan lembut dan senyum angelic nya yang tak lepas dari bibirnya cerrynya itu.

"tidak bisakah kami menunggu disini" protes kris, mungkin dia tidak rela jika kekasihnya itu ia tinggalkan berduaan bersama namja asing itu.

"hhmm,, terserah sih" suho sudah biasa dengan sikap kris yang seperti ini padanya. Kris akan cemburuan pada setiap orang yang tidak dikenalnya bersama suho.# ayolah kris, suho kan hannya mengobatinya.

Tampa banyak bicara lagi suho segera memeriksa keadaan kai, namun ketika ia memeriksa denyut jantung kai, ia merasa ada yang beda dengan detak jantung kai yang berbeda dengan manusia dengan manusia biasanya'mungkin efek dari lukanya;' itulah fikir suho.

XOXO

Saat suho menyuruh mereka keluar .kyungsoo baekhyun dan chanyeol segera keluar dan bekhyun dan chanyeo mengajakk kyungsoo untuk duduk didapur, katanya kyungsoo belum makan dari tadi dan kyungsoo perlu asupan gizi untuk menambah pertumbuhannya, tapi kyungsoo tahu bahwa duo couple itu hanya ingin bertanya padanya, walaupun begitu kyungsoo mau mau saja diajak mereka karena hidup kyungsoo tidak akan lepas dari pertanyaan mereka sebelum kyungsoo menjawabnya.

"duduk lah kyung, aku akan mengambilkan pudding yang dimasak oleh suho hyung tadi" baekhyun menuntun kyungsoo duduk disalah satu kursi meja makan dan segera pergi menuju kulkas .sedangkan chanyeol duduk di sebelah kyungsoo.

" siapa namja itu kyung, kenapa kau bisa menolongnya" benarkan kyungsoo memang sudah hafal dengan kelakuan mereka.

" namanya kai, tadi aku menemukannya terluka di tepi hutan di depan rumah ini hyung" kyungsoo menjawab dengan sabar. Tak lama setelah itu baekhyun datang dengan membawa beberapa pudding roti pandan yang terlihat menggugah selerah.

" ini, makan lah kyung" kyungsoo langsung saja mencomot makanan itu, ia tidak peduli lagi dengan pertanyaan yang di lontarkan kedua namja disampingnya itu. Toh, dia tadi sudah menjawab yang pentingnnya bukan? Lagian kyungsoo sangat butuh makan untuk mengembalikan energinya.

.

KAMAR TAMU

.

" hyung, aku merasa ada hawa yang aneh dalam kamar ini" chen mengatakan apa yang ia fikirkan pada hyung atau lebih tepatnya istrinya itu, xiumin. Ia sebenarnya tidak mau memanggil xiumin dengan embel embel itu, tapi xiumin menyuruhnya memanggil itu, kalau tidak ia akan merajuk pada chen. Dan chen tidak mau hal itu terjadi.

" hhmm,, iya chen. Aku juga merasakannya" xiumin mengangguk membenarkan apa yang chen katakan. Ia juga merasakan ada hawa aneh didalam kamar itu membuatnya sedikit takut. Pasalnya penduduk setempat akan merasakanya jika salah satu dari MEREKA bersama atau dekat dengannya.

MEREKA yang chen dan xiumin maksud adalah, yah, siapa lagi kalau bukan siluman ular yang ditakuti penduduk setempat. Karena makhluk itu aneh, karena bisa menjadi manusia. Mereka takut jika siluman ular itu memangsa anak anak mereka yang masih kecil untuk menjadi sarapan mereka. Tapi chen dan xiumin tidak takut lagi pada siluman ular itu, karena mereka pernah melihat siluman ular itu.

.

FLASH BACK

.

Terlihat xiumin dan chen sedang mencari kayu bakar di hutan di seberang rumah hendak memasuki hutan lebih dalam. Tampa sengaja mereka telah berda ditempat para siluman ular itu. Tempat lewat atau lebih tepatnya lintasanpara siluman ular itu. Chen segera menahan tubuh xiumin untuk segerah berhenti, ia membawa xiumin untuk merunduk di dekat tumbuhan bonsai yang sangat rimbun dan chen segera memeluk xiumin dan menutup mulut xiumin agar ia tidak kaget apalagi berteriak saat xiumin melihat siluman ular itu. karena itu akan mengakibatkan para ular itu melihat mereka.

Chen dan xiumin masih menunggu para siluman ular itu lewat didepan mereka dengan sabar. Mereka masih takut dengan tubuh gemeteran dan keringat dingin bercucuran didahi mereka.

KKRRAKK

Tidak sengaja xiumin menyenggol batang kecil disampingnya sehingga menghasilkan bunyi yang tidak terlalu keras namun mampu membuat seekor ular yang paling belakang menoleh kearah mereka.

"ch,,hhenn" xiumin membuka suaranya yang gemeteran, jantungnya berpacu dengan cepat apalagi ular besar itu berhenti tepat di depan merekah sambil mendesiiiss, seperti mengatakan sesuatu.

"tenang lah hyung, semuanya akan baik baik saja" chen tambah mempererat pelukannya pada xiumin walaupun ia juga takut, tapi ia harus mengalahkan rasa takut itu untuk melindungi hyungnya itu.

Perlahan ular besar itu mendekati mereka, chen menarik xiumin untuk mundur kebelakang.

"hhhaii,, thenang lahh,, kami tidak jahat seperti yang kalian fikirkan" ular itu berbicara dengan suara khas ularnya

"maaf kan kami, kami hanya ingin mencari kayu bakar. Jadi tolong biarkan kami pergi" ucap chen gemetaran

"tentu saja" jawab ular dan ular besar itu segera pergi meninggalkan kedua namja itu untuk menyusul rombongannya.

.

FLASH BACK OFF

.

" apa mungkin mereka ada disekitar sini hyung" Tanya chen pada xiumin berbisik, bagaimanapun juga ia tidak mau suho dan kris yang berada di dekat namja asing yang kyungsoo bawa itu. Walaupun semua namja yang ada dirumahnya itu asing bagi chen dan xiumin kecuali chanyeol, karena chnyeol sering dibawa oleh appanya bermain ketempat mereka pada waktu chaneol masih kecil. Tapi chnyeol sudah memperkenalkan para chingunya itu sehingga chen dan xiumin mengetahui nama mereka masing masing kecuali namja tan yang sedang terbaring di tempat tidur sekarang.

" ntah lah chen. Aku tidak yakin" jawab xiumin ragu, ia yakin namja tan itu adalah siluman ular itu, karena hawanya yang langsung berubah saat mereka masuk tadi, tapi bagaimanapun juga siluman ular itu tidak jahat karena, mereka tidak menyakiti chen dan xiumin waktu itu. Tapi bukankah waktu itu hanya satu ekor ular saja, bagai mana kalau siluman ular itu idak memiliki sifat yang sama. Xiumin terlalu kalut dengan fikirannya. Hingga ia mengambil kesimpulan bahwa ia dan chen membiarkan namja tan atau siluman ular itu sembuh dulu, baru setelah itu mereka menyuruh makhluk itu pergi, untuk keamanan namja ular itu sendiri. Supaya ia tidak diketahui oleh penduduk lain.

Te

Be

Ce_h

p.s.

maaf ya kalo tulisannya jelek, aku tahu kok ffn ini gak ada apapanya di banding ff yg laen. and aku hanya perlu repiu yang jujur, key. itu aja.^^