GLOWS OF THE SUN

.
.

OoOoOoOoOoOoOooOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoOoO .

** Sekuel NaruHina**
Disclaimer : Naruto belongs only to Masashi Kishimoto .
Love Story Of Naruto and Hinata

Warning : Fic ini penuh ketidak sempurnaan terutama dalam EYD dan tanda baca.

"Semua kejadian dalam chapter ini hanya karangan Author semata tidak ada kepentingan apapun selain untuk kepentingan hiburan semata"

Bacalah sampai akhir, baru jika merasa ini mengecewakan dengan jumlah review yang tidak sesuai dengan isinya yang hancur, turut berduka cita T_T.

Mohon bantuannya

Chapter sebelumnya =
Hinata dan Hanabi berangkat ke tempat les mereka dan pulang sore hari. Setiap harinya mereka pulang sore, sisanya dihabiskan dirumah untuk istirahat.

.
.

CHAPTER 2 .

Seusai mandi Hinata membuka laptop nya untuk memeriksa berkas yang harus ia serahkan pada ayahnya besok, saat selesai memeriksa berkas Hinata menutup laptop nya dan mengambil smartphone nya untuk membuka emailnya yang sudah lama off sontak terkejut ketika melihat email masukan dari orang yang selama ini ia harapkan. Harapan itu sirna ketika membaca isi email itu bahwa orang yang mengirim email sudah bertunangan dengan gadis berkebangsaan Korea, email itu 2 minggu yang lalu dan tanpa ia sadari tetesan air mata membasahi kedua pipi putihnya ia menyesal telah mematikan handphone nya dan ini adalah akibatnya kehilangan kabar sang kekasih. Orang itu adalah Gaara Sabaku kekasihnya yang sudah lama berpisah karenq tuntutan orangtua nya.

Setelah itu tak henti-hentinya ia menangis sampai sebuah pesan masuk, pesan dari Ino

From : Yamanaka Ino.
To : Hyuuga Hinata 'Kamu sedang apa? Kita kan ada janji malam ini. Datang ya ditempat biasa.' Accepted.

Setelah membaca pesan dari Ino ia baru ingat dengan janji bersama temannya Hinata segera mencuci muka dan merias diri ala kadarnya setelah memakai dress ungu kesukaan ia mengambil tasnya dan turun kebawah lalu pamit kepada ibunda. Sekilas melihat wajah anaknya sembab membuat ibundanya khawatir tapi Hinata memperlihatkan senyuman agar mengurangi kekhawatiran ibundanya. Ia meminum air lalu mengambil kunci motornya bergegas pergi. Sebelum pergi Hinata sempat mengirim pesan ke Ino

From : Hyuuga Hinata To : Yamanaka Ino 'aku segera kesana tunggu saja ya' Sending.

Di jalan Hinata teringat kepada email yang dikirim oleh Gaara dijalan ia sempat berpikir untuk mengirim email kepada Gaara setelah tiba di Renee Cafe. Setelah tiba Hinata turun dari mobilnya dan menyapa ketiga temannya itu,

"kau sudah tiba, kami dari tadi datang" sahut Tenten.

"O ya maaf ya sudah membuat kalian menunggu" Hinata menundukkan punggungnya.

"Iya gak apa-apa kok" Sakura mengelus pundak Hinata.

"Kamu mau pesan apa Hinata?" Tanya Ino tapi Hinata malah sibuk dengan handphone nya mengetik email untuk Gaara.

From : Himechan_
To : Rei Garra 'emailmu baru aku buka sekarang, aku kira aku akan mmencoba mengerti tapi entah kenapa rasanya hatiku seperti tersayat pisau, selamat untukmu dan calon istrimu semoga bahagia'. Terkirim.

Hinata kaget setelah Ino membentak nya tanpa sengaja Ino melihat Hinata meneteskan air mata.

"Hinata kamu menangis?" Belum sempat menjawab Hinata malah permisi ke toilet.

Saat itu temannya curiga dan langsung bertanya-tanya setelah bunyi hp Hinata berbunyi Ino membuka dan itu sebuah email masuk, sesaat Ino minta izin sama temannya dan mereka menyetujui siapa tahu itu yang sudah membuat Hinata menangis. Dan saat Ino membuka email Ino terkejut melihat email dari Gaara dan ketika ia membukanya

From : Rei Garra To : Himechan_
'aku minta maaf sebesar-besarnya bukan keinginan ku tapi apa yang bisa ku perbuat' diterima.

karena membaca balasan dari gaara yang sedikit membingungkan, Ino membaca dari awal, dan sungguh membuat ketiga teman Hinata ikut merasa sedih sekarang mereka mengerti kenapa akhir-akhir ini sikap Hinata sedikit berbeda. Kembali Hinata dari toilet semua teman-temannya diam tak bicara sepatah katapun.
"Kalian kenapa enggak biasanya." Tanya Hinata karena heran. Tiba-tiba ketiga temannya memeluknya dan berkata ''kamu yang kenapa punya masalah engga cerita sama kita''. kata Tenten yang masih memeluk Hinata. Hinata mengerti pasti mereka membuka emailnya,
"eh kalian membuka emailku ya" dengan ekspresi wajah menutupi kesenduannya dengan senyuman dibuat-buat.
Sakura diam, Tenten gemetaran dan Ino angkat bicara,"ya kami membaca email dari Gaara dan itu sangat membuat mu terpuruk Hinata."
"Teman-teman aku tak tahu harus bagaimana, rasanya aku ingin menangis dan berteriak sekeras-kerasnya ini semua sungguh telah membuatku frustasi" Hinata mencurahkan isi hatinya yang sedang meledak-ledak dengan air mata mengalir tak henti-hentinya. "Aku pikir semua ini hanya mimpi tapi kebenaran nya sungguh pahit aku tak bisa menerimanya, hiks hiks hiks" teman-temannya merangkul Hinata yang sedang terpuruk,
"kamu harus sabar tabah Hinata kamu masih punya tuhan yang mampu melindungi kamu jangan sampai keterpurukan mengalahkan kamu kamu adalah wanita yang kuat", Tenten mencoba menghibur Hinata. "Hiks a-ku hiks sa-ngat hiks ber-terima ka-sih pada kalian sahabatku hiks hiks" Hinata yang masih sesenggukan pamit kepada teman-temannya.

Dia berbohong mengaku akan pulang tapi nyatanya ia pergi ke bar. Disana ia minum wine sangat banyak hingga pelayan menyarankan untuk berhenti minum, tapi ia menolak sampai akhirnya ia tertidur. Pelayan yang kebingungan harus bagaimana hanya cemas, laki-laki yang memperhatikan pelayan yang cemas itu penasaran siapa yang sedang mabuk berat itu, ia menghampiri pelayan dan bertanya penyebab nya hingga ia melihat rambut bersurai indigo itu terangkat, saat ia tahu ternyata itu adalah Hinata.

Akhirnya setelah tahu alamat apartemennya, ia mengantar Hinata kesana karena terlalu beresiko jika mengantar Hinata ke rumahnya. Saat akan menggendong tiba-tiba Hinata tertawa lalu menangis sambil mengigau, 'harusnya kau memilih aku kenapa harus tunangan mu, menyebalkan kau Gaara-kun tega-teganya kau hancurkan perasaan ku', kembali tertidur orang yang menggendong nya kaget, ''kau ini kenapa Hime sampai-sampai mabuk berat seperti ini. Siapa lagi orang yang kau sebut itu!'' laki-laki itu memasukkan Hinata kedalam mobilnya.

Hinata mengigau lagi, 'dasar bodoh! kenapa aku bisa seperti ini gara-gara laki-laki itu', jlep kembali tertidur, suasana didalam mobil sangat sepi.

Setelah tiba di apartemen Hinata, laki-laki itu membuka pintu dan membaringkan Hinata diranjang. Tiba-tiba saat menyelimuti Hinata tangannya ditarik Hinata dan berkata, "kau kah itu Uzumaki-san anak baru dari Suna", mendengarkan hal itu sontak membuat laki-laki itu terkejut. "Naruto-kun kan? Naruto-kun jangan pergi jangan tinggalkan aku seperti Gaara." Tangannya tak bisa lepas dari genggaman Hinata, dalam hatinya Naruto bergumam 'iya aku Naruto aku harus pulang dulu ya Hime' Tiba-tiba genggaman nya dilepas seperti menyuruh Naruto pulang.

Sebelum pulang ia menarus segelas air mineral di meja rias Hinata, lalu keluar apartemen. Saat akan pulang Naruto tak habis pikir bahwa orang seperti Hinata bisa frustrasi juga. Pagi harinya Hinata bangun dan didapati dirinya sedang berada di apartemennya dengan keadaan kepalanya pusing. Setelah meminum air yang berada di meja riasnya pikiran Hinata mulai sadar bahwa kemarin malam dirinya mabuk berat

"lalu jika aku berada disini, siapa yang mengantar ku?" Batin Hinata bertanya-tanya tentang siapa yang sudah mengantar nya pulang.

Setelah lama melamun tiba-tiba Hanabi datang, "neechan rupanya kamu disini, tousan khawatir padamu, kenapa belum mandi sekarang kan waktunya sekolah. Kau ceroboh menyimpan kunci motor dimotornya."

"Apa! Kalo begitu aku harus mandi dulu, kamu kesini dengan mobil kan? Sekarang aku mau naik mobil saja aku sedang tak sehat." Hinata beranjak dari ranjangnya pergi menuju kamar mandi.

Setelah selesai mandi Hinata bersama adiknya berangkat ke sekolah. Saat dijalan Hinata memberitahu Hanabi

"Ne Hanabi-chan, nanti kamu pulangnya duluan saja ya, kakak mau naik taksi." Mengerutkan dahinya

"memangnya neechan mau kemana dulu?" Hinata senyum

"aku mau ke rumah sakit dulu, dan sepertinya nanti aku engga les. Rasanya tubuhku sedang low." Hanabi mengangguk mengerti, lalu karena sudah berada didepan gerbang sekolah Hinata keluar dari mobil lalu pamit pada Hanabi dan melangkah menuju kelasnya.
"Itu dia Hime, engga biasanya naik mobilnya." Sahut Tenten "iya yah mungkin dia sedang sakit" sangka Sakura. Setelah duduk dibangkunya Hinata lebih banyak diam dan wajahnya sedikit pucat dan lesu. "Hime kamu sakit, kamu langsung pulang kan kemarin? " tanyaa Ino curiga. Hinata hanya mengangguk, Naruto yang ternyata memperhatikan Hinata dan merasa iba melihatnya seperti ini. Saat jam istirahat Naruto menemui 3 sahabat Hinata "apa ada yang salah dengan Hime hari ini? " Naruto mencari tahu penyebab Hinata mabuk berat kemarin.
Ketiga sahabat Hinata membungkam, sampai Ino membuka suaranya, "apa pedulimu Uzumaki-san, apa perlu kami memberitahu mu!" Naruto semakin penasaran dengan jawaban yang diberikan Ino, dengan santai dia menyeringai.
"apa itu ada hubungannya dengan orang yang bernama Gaara. Hah" ucapan Naruto membuat 3 sahabat Hinata mengerutkan dahinya karena terkejut dengan ucapan Naruto, Tenten bertanya "tahu apa kamu soal Gaara, bukankah itu bukan urusanmu Uzumaki-san" "ya benar apa yang kau tahu soal Gaara? " Sakura ikut andil dalam pembicaraan. "Ah engga aku hanya iseng. Hahaha" Naruto mengelak, Tenten menopang dagunya dengan kedua tangannya sambil berucap, "ucapanmu ada benarnya Uzumaki-san, itu karena Gaara membuat Hime frustrasi" "bisa enggak panggil aku dengan namaku sendiri, panggil saja Naruto" Naruto protes pada Tenten karena memanggil dengan marganya. "Ah ya maaf" kata Tenten dengan lesu sementara yang lainnya hanya diam dan menundukkan kepalanya.
Lalu Tenten melanjutkan perkataannya, "itu karena Hinata membaca email dari Gaara yang memberitahunya bahwa Gaara telah bertunangan" Tenten mendengus sedih. Naruto hanya diam mendengarnya,
Dan Sakura melanjutkan pernyataan itu, "sampai kini Hinata sangat mengharapkan kekasihnya itu dia sangat menyayangi Gaara tapi orang tuanya melarang" menundukkan kepalanya lagi. Naruto entah kenapa ketika mendengar pernyataan Sakura bahwa Gaara adalah kekasih yang disayangi Hinata membuat perasaanya tak bisa menerimanya lalu memalingkan wajahnya dan pergi meninggalkan ketiga sahabat Hinata, laglagipula acara makannya sudah selesai. Sementara yang bertiga duduk manis dikantin, Naruto bermain bola basket dan Hinata duduk termenung diatap sekolah. Sekilas Hinata melihat Naruto yang sedang bermain basket, membuat pandangan Hinata terpaku pada Naruto. Naruto yang sedang bermain basket merasa ada yang sedang memperhatikan, Naruto mencari-cari orang yang memperhatikan dengan diam-diam. Saat ia tahu bahwa orang yang memperhatikan dirinya berada di atap sekolah dia segera ke tangga untuk menuju atap sekolah, sementara orang yang memperhatikan Naruto mencari-cari orang yang sedari tadi ia perhatikan. Saat tiba di atap sekolah Naruto melihat sesosok gadis bersurai indigo sedang mencari sesuatu, "Kenapa?" Hinata langsung terdiam ketika mendengar orang yang bertanya lalu Naruto melanjutkan perkataannya, "apa Hime sedang mencari sesuatu? Emh lebih tepatnya mencari diriku" Naruto sedikit tersenyum karena ternyata orang cuek padanya kepergok tengah memperhatikan dirinya.

Hinata hanya diam dan menundukkan kepalanya, Naruto kembali berbicara "kenapa Hime? Kenapa? Berkata jujurlah padaku aku akan menemani mu" lagi-lagi Hinata hanya diam mematung dengan air mata yang berjatuhan dari kedua mata amethyst nya, karena tidak mendengar jawaban dari Hinata Naruto mendekat dan menepuk bahunya.

Karena mendengar tangisan kecil Hinata Naruto membalikkan tubuh Hinata dan memegang kedua bahu gadis itu "Hime bukan maksudku untuk membuat mu menangis aku hanya ingin membantumu, maaf maafkan aku" Naruto merasa bersalah, tetapi Hinata menggelengkan kepalanya berkali-kali sampai akhirnya membuka mulutnya, "tidak Naruto kamu tak bersalah sedikit pun" dengan wajah yang sembab dan sesenggukan ia melanjutkan perkataannya, Naruto hanya diam meresapi setiap perkataan Hinata " a-aku hanya a ku hanya hiks hiks hiks" tangis Hinata pecah, lalu melihat Hinata seperti itu Naruto memeluknya mencoba untuk menghilangkan sedikit beban hati Hinata. Hinata menangis di dada bidang milik Naruto dengan kedua tangannya menyentuh dada Naruto.

Setelah sedikit mereda tangisan Hinata tiba-tiba Hinata diam tak menangis ataupun bergerak dan berbicara, karena khawatir Naruto melepas pelukannya dan ternyata Hinata tak sadarkan diri. Naruto bingung harus bagaimana lalu dia membawa Hinata ke rumah sakit tanpa ijin terlebih dahulu.

.
Glows Of The Sun .

Setelah sampai di rumah sakit Naruto membuka pintu mobilnya dan menggendong Hinata ala bridal style, semua orang dirumah sakit memandangi mereka dengan tatapan kagum ada yang menyangka mereka sepasang kekasih soalnya sosweet banget! Ha. Setelah sampai diruang dokter kebetulan dokternya adalah dokter pribadi Hinata sekaligus psikiater nya. Hanya dengan melihatnya saja dokter Shizune sedah pahan dengan kondisi Hinata yang berada digendongan Naruto, dokter Shizune langsung menyuruh Naruto membaringkan Hinata diranjang dan langsung memeriksanya. Setelah selesai memeriksa Hinata dokter Shizune mengajak Naruto duduk lalu memulai pembicaraan, "Siapanya Hime ya? Kekasihnya ya?" Mendengar pertanyaan dokter membuat Naruto gugup dan sedikit malu, "ah a-no itu ki-ta ha-nya ber-teman dokter, Hehe" dokter yang mendengarnya langsung menjawab, "padahal kalian cocok loh!" Dokter sedikit menggoda Naruto yang sedari tadi wajahnya sudah memerah, lalu melanjutkan perkataannya menjadi serius, "apa kamu tahu penyebab kondisi fisik nona drop? Emh namanya siapa?" Naruto menjawab pertanyaan dokter, "aku Naruto Uzumaki, sebenarnya aku sedikit tidak yakin dokter" Shizune memperhatikan Naruto dengan seksama, seperti menyuruhnya melanjutkan perkataannya.
Naruto menghembus napas panjang, "kemarin malam aku sedang berada di bar, hehehe" Sambil sedikit tertawa tapi melihat ekspresi Shizune yang seperti itu membuat Naruto berhenti tertawa dan melanjutkan perkataannya, "aku melihat seorang pelayan yang sedang cemas dengan pelanggannya yang mabuk berat sampai tertidur, tadinya aku pikir itu sudah biasa di bar ini tapi entah kenapa rasanya aku seperti peduli kepada orang itu lalu setelah aku menghampiri pelayan itu dan bertanya kenapa tiba-tiba aku melihat wajah orang yang tak asing bagiku terhalang oleh rambutnya dan ternyata itu adalah Hinata." Naruto menghentikan perkataannya sebentar untuk mengambil napas lalu melanjutkan lagi, "tak berpikir panjang aku langsung membawanya pulang keapartemennya karena jika kerumahnya pasti akan bermasalah bagiku yang membawa pulang Hinata yang tengah mabuk berat jadi ku putuskan membawa nya keapartemennya" "ya lanjutkan saja apa yang kamu ketahui aku tak akan menghukummu justru aku akan sangat berterima kasih padami karena telah membawa nona kesini karena ia sudah menghubungiku tadi pagi akan menemuiku" jelas Shizune. Lalu Naruto berkata, "ya sepulangnya dari apartemen Hime pagi-paginya ia sangat pucat lalu tak makan apapun dan memilih menyendiri, setelah aku tahu semua masalah Hime dari teman-temannya dikarenakan" sempat ada jeda, Naruto merasa malas mengatakan nama orang itu tapi dia mengatakannya juga, "karena kekasihnya Gaara yang ternyata sudah bertunangan dengan orang lain dan itu semua membuat Hinata sangat terpiukul" Shizune mengangkat satu alisnya "lalu kenapa dia bisa tak sadarkan diri?" Tanya Shizune. "Ya itu karena aku menemuinya dan tiba-tiba ia menangis ketika aku bertanya kenapa dengan dirinya, melihat nya seperti itu lalu aku memeluknya sampai tangisannya berhenti dan ternyata ia pingsan. Begitulah kejadiannya dok" Shizune menganggukan kepalanya dan berkata, "sepertinya ia ingin move on Naruto, hehe" Naruto bingung dengan apa yang dibilang dokter Shizune. "move on bagaimana dok?" Bukannya menjawab pertanyaan Naruto Shizune malah balik bertanya, "apa nona tahu siapa yang mengantarnya pulang kemarin malam?" Naruto hanya menggeleng.
"karena kemarin ia sedang mabuk berat, dan tadi pagi ia bersikap biasa padaku" Naruto menundukkan kepalanya. "Yaps apa kamu sudah lama kenal dengan nona?" Shizune bertanya, "tidak karena baru kemarin aku masuk sekolah dok" Naruto menjawab jujur.
"Yah kamu harus bangga nak" Naruto tak paham, "ya maksudku nona mulai menyukaimu tanpa ia sadari. " belum selesai berbicara tiba-tiba Hinata terbangun dan membuat Shizune dan Naruto memandanginya, kemudian Naruto bertanya, "apa Hime sudan baikan? " Hinata hanya mengangguk lalu berkata, "Shizune-san sudah s-siapkan obatnya? Aku mau pulang" dengan ekspresi memelas dan polos.
"Iyah nona tunggu sebentar ya" kata Shizune, Shizune melangkah ke ruangan nya diikuti Naruto sementara Hinata masih terduduk dikasur. "Begitulah nona Hinata, ia sangat manja dan polos ia sudah seperti anakku sendiri." Naruto hanya mengangguk dan tersenyum lalu mengambil obat yang sudah disiapkan dan diberi resep oleh Shizune. Mereka menghampiri Hinata, Naruto membantu Hinata berdiri dan pamit kepada Shizune begitu pun hinata. Pernah Hinata akan terjatuh tapi ditopang oleh Naruto saat mereka berjalan keluar rumah sakit semua orang menyangka mereka mempunyai hubungan spesial tapi Naruto dan Hinata tak mempedulikan hal itu dan berjalan terus menuju mobil. Dijalan Naruto berkata, "sekarang kita pulang ya" Hinata mengangguk, dan berbicara sangat pelan tapi dapat didengar Naruto, "terima kasih Naruto-kun" dengan suara lirih, Naruto membalas, "iya sama-sama Hime" Dijalan mereka hanya diam sampai tiba dikediaman keluarga besar Hyuuga mobilnya masuk kedalam halaman rumah Hinata yang luas setelah berhenti Naruto turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Hinata dan memapahnya dengan tas Hinata ditangannya. Melihat suara mobil asing Hanabi yang sedari tadi sudah pulang berlari ke arah pintu dan didapati nya kakaknya sedang digandeng oleh seorang pria yang tampan dan langsung membantu pria itu membawakan tas kakaknya.
Hikari ibunda Hinata dan Hanabi melihatnya sedikit khawatir dengan keadaan Hinata, belum juga bertanya kenapa tapi Naruto sudah menjelaskan semuanya ke keluarga Hinata, Hikari dan Hanabi berterima kasih banyak ke Naruto lalu Naruto hanya tersenyum, ketika akan pamit untuk pulang tiba-tiba Hikari menyuruh Naruto untuk tinggal dirumahnya satu malam karena sudah sore dan juga hujan deras. Naruto bingung harus bagaimana lagipula cuacanya tak memungkinkan Naruto pun menerimanya sementara Hinata pergi keatas menuju kekamarnya ditemani Hanabi, saat itupula ayah Hinata Hiashi pulang dengan payung ditangannya lalu masuk kerumahnya dan bingung dengan adanya anak laki-laki seusia anak sulungnya berada dirumahnya, istrinya Hikari menjelaskannya lalu bertanya kepada Naruto siapa namanya, "maaf ananda sebelumnya namanya siapa ya?" Melihat semua mata memandangnya Naruto menjawab dengan gugup, "a-no nama sa-ya Naruto Uzumaki bibi." Hiashi yang mendengar marga Uzumaki langsung memasang wajah ramah dan duduk disamping istrinya " Uzumaki-san? " dengan tatapan penuh tanya, "iya, putra dari Namikaze Minato dan Uzumaki Kushina" Naruto memasang senyum lima jarinya. Hiashi semakin semangat mendengar nama orang ternama itu langsung bertanya lagi, "pewaris dari Uzumaki corp?" "Ah iyah paman, hehehe" Naruto sedikit tersipu dengan sikap ayah Hinata itu.
"Jadi kamu dan keluarga pindah ke Konoha? Bagaimana keadaan Minato? sampaikan salamku untuknya ya." Hiashi bertanya lagi, Naruto langsung menjawab, "iya paman, soalnya kerjaan di Suna sudah selesai jadi kami pulang setelah 12 tahun disana. Baik paman, akan saya sampaikan. "Hiashi paham lalu pamit pergi ke kamarnya, yang tersisa hanya Naruto dengan ibu Hinata, "o jadi ananda putranya Kushina. Walah sudah besar ya." Naruto tersenyum lalu mengangguk "nak Naruto tahu tidak dahulu Kushina dan aku berteman, dia lebih dulu mempunyai anak sementara aku masih mengandung kami sangat dekat sampai anak sulungku dan anak Kushina berteman pula waktu nak Naruto kecil." Naruto sedikit bingung dengan kalimat terakhir Hikari,
"maksud bibi saya dan Hinata? " Hikari hanya mengangguk lalu melanjutkan perkataannya, "kalian selalu bermain bersama-sama bahkan tertawa bersama aku sangat bahagia waktu itu sampai akhirnya kalian pindah ke Suna." Hikari tersenyum sumringah, "sekarang kamu sudah besar yah sudah baik hati tampan pula, seperti nya bibi ingin nak Naruto yang menjadi suami Hinata. Hehe" Hikari sedikit becanda tapi menurut Naruto itu adalah perintah, jadi dia hanya diam. Setelah itu Hikari menuntun Naruto kesebuah kamar, "ini adalah kamar untukmu, sebenarnya kamar kakak sepupu Hinata, Neji. Tapi dia sedang berada di Kumo, Naruto-san boleh tinggal disini." Hikari menyuruh Naruto masuk dan memberitahu bahwa nanti akan Hanabi panggil jika waktunya makan malam.

Naruto hanya mengangguk dan tersenyum mengucapkan terima kasih. Setelah didalam kamar Naruto bergumam

'rumahnya bagus, luas, bergaya Europe Japan classic benar-benar keluarga ningrat, lalu kenapa ayahnya Hinata tampak seram waktu awal bertemu tapi seketika berubah menjadi ramah dan juga ibunya bilang aku dan Hinata dulu berteman. Hem jadi penasaran lalu kenapa aku dan Hinata tak saling kenal ya? Ya sudahlah nanti kutanyakan pada ibu kalo sudah pulang, mandi dulu ah!'

TBC

Hontou ni arigatou, mata Aimasu! !

Thanks for KanaLkentangki,baby-dawn,cicikun,AnnaRenatana,dan semua teman-teman yang udah ngasih saran sama nata-chan. ;-) XD.