Time Traveling
By: Himawaarii Nara
Naruto © Masashi Kishimoto
Story © Himawaarii nara
Main cast : Himawari Uzumaki
WARNING!
OOC, Banjir typo, abal, gaje, bikin mual, mules(?), author amatir, pasaran, DLDR.
Chapter 2 Update!
Read and Review
No Flame! ^^
Selamat membaca
•
•
" Aku datang dari masa depan .. "
Kakashi (selaku hokage saat itu) berpikir hal seperti ini mungkin bisa terjadi, tetapi dia tidak bisa 100% percaya pada gadis di depan nya
" Lalu? dari mana kau datang? "
" Dari Era Hokage ke 7 "
' Hokage ke 7? ' kakashi berpikir sesaat, hokage selanjutnya perkiraan adalah Naruto
' Tunggu.. uzumaki '
Kakashi tersadar sesaat lalu kembali berfokus pada gadis di depannya, rambut indigo, mata biru laut dengan dua garis kumis di wajah nya
" Kau anak naruto? "
Himawari mengangguk sedikit kepalanya menandai bahwa tebakan Kakashi benar
" lalu ada perlu apa kau kesini? "
Himawari merasa panas, berbicara di tempat yang terbuka, yang panas terik matahari begitu menusuk
" Bisa kah kita ke suatu tempat yang teduh? "
sesekali Himawari mengelap keringat nya, dan mengipas - ipas wajahnya dengan tangganya sendiri
Himawari merasa sedikit sejuk, tapi kenapa harus rumah sakit konoha? , apa Kakashi berpikir dia sakit?
" Maaf, tapi kakek aku tidak sakit "
" Kau harus bertemu seseorang, dan aku bukan kakek mu "
" Tapi ayah dan ibu menyuruh ku memanggil mu Kakek "
Kakashi memijat pelipis nya , bertemu gadis berusia seumuran dengan murid nya, lalu menanggilnya kakek, bukan kah itu aneh?
" panggil aku Hokage-sama "
Suasana ruangan begitu sunyi, ruangan tersebut ruangan VIP khusus para petinggi konoha, termasuk Kakashi
ceklek
Seseorang masuk kedalam ruangan itu, dengan surai rambut Pink, dan lambang hijau di keningnya, dengan pakaian merah
" Kaka.. ah Hokage sama memanggil ku? "
" Ah?! Bibi sakura! "
Manusia yang merasa nama nya terpanggil itu menatap kepada sumber suara, dengan wajah bingung sakura berjalan kearahnya
" Siapa kamu? aku bukan bibi mu! lagi pula di lihat dari bentuk tubuh mu sepertinya umur kita tidak jauh! "
" Dia anak naruto dan hinata "
Sakura memaligkan wajah nya ke arah kakashi, ingin menangkap apa kalimat yang sangat aneh itu benar adanya atau hanya candaan
" Sensei! apa kau bercanda?! dilihat dari mana pun dia sepertinya seangkatan dengan ku, dan lagi pula Naruto dan Hinata baru berpacaran beberapa bulan yang lalu "
" Ya, tapi gimana kalau aku datang dari masa depan? "
Himawari angkat bicara, ia yakin Sakura akan mengganggap ini lelucon receh atau apapun , tapi Himawari berkata apa adanya
" Kau pasti bercanda? bagaimana bisa?! "
" Aku tidak tau, tapi yang pasti ini jutsu yang sedang di kembang kan "
" Apa kau kelinci percobaan? "
kakashi angkat bicara, bagaimana pun juga dia harus ikut campur tangan dalan hal seperti ini, Himawari harus kembali ke Era nya, at
au akan ada perubahan sejarah dan takdir
" Bukan, Ini sebuah kecelakaan "
Konoha Era Hokage - 7
" BAGAIMANA BISA? "
Suasana ruangan Hokage ke 7 tanpak ricuh, terutama bagi sang hokage dan keluarga kecil nya
" Kami tidak tau hokage - sama , pada saat justu itu mulai membuka portal waktu, ada sebuah hisapan yang begitu besar, hingga nona Himawari terhisap, kami tidak tau nona Himawari sampai dimasa yang mana "
Hinata tidak dapat menahan kakinya, ia terduduk lemas di atas sofa di ruangan itu, semua tampak bingung, Boruto pun hanya bisa mengigit nya geram dan naruto hanya memandang kearah langit - langit kantor nya kosong
" Ayah! aku akan menjemput Himawari "
" Tidak bisa Tuan muda Boruto, kita tidak tau Nona himawari berada di mana "
Boruto menarik kera baju misi shinobi di depannya
" LALU ADIK KU BAGAIMANA? "
Boruto melayangkan tinju nya tepat di pipi ketua Misi tersebut, lalu lelaki itu berdiri lagi, sambil berjalan maju kearah Boruto
" Silakan anda pukul saya, asal anda puas "
" SHIKADAI! "
Boruto sudah mengambil ancang untuk melayangkan tinju nya kearah ketua misi itu yang kita ketahui adalah Shikadai
" Cukup Boruto! "
Boruto menghentikan gerakan nya, kalau seadainya Naruto tidak menyuruhnya berhenti
" Sebagai Tunangan nya kau harusnya menjaganya "
Kalimat Naruto begitu mencekik bagi Shikadai, ia juga menyesal, Shikadai juga merasa sakit
" Maafkan saya Hokage sama "
Shikadai memilih keluar ruangan, pikirannya sangat kacau, ia berjalan melewati lorong - lorong kantor Hokage, namun ia menyender kesamping dinding kantor
" Bodoh.. "
Sebuah isakan kecil begitu terdengar di lorong tersebut
Era Hokage - 6
" Jadi? kau terhisap? "
Himawari hanya menganggukan kepala nya pada pertanyaan sakura tadi, sedangkan Kakashi tampak sedikit berpikir
" Kakashi Sensei, apa perlu kita panggil Naruto dan Hinata? "
" Ya, panggil mereka, dan kalau bisa pastikan mereka datang bersama "
Sakura mengganguk tanda ia mengerti, sesegera mungkin gadis itu berjalan meninggalkan ruangan
" apa ibu dan ayah akan ke sini kakek? "
Kakashi sebenarnya sangat risih dengan kalimat Kakek yang keluar dari mulut Himawari, dia kan tidak terlalu tu, ya setidaknya pada saat itu
" panggil aku HOKAGE SAMA, mengerti? "
Kakashi menekan kan kalimat pada Hokage sama, seakan memperjelas bahwa dia bukan Kakek dari bocah indigo di depan nya
Era Hokage ke - 7
Hinata memilih terus berada di dalam kamar nya, ia terlalu rapuh untuk keluar dari sana, baginya tetap berada di dalam kamarnya adalah pilihan yang tepat
" Ayolah Hinata, kau harus makan "
Sakura berulang kali membujuk Hinata untuk makan, namun wanita itu memilih untuk bungkam
sakura meletakan sedok yang tadi ia genggam ke atas piring, dan mengalihkan pandangannya kepada satu - satu rekannya Ino lalu Tenten lalu Karui dan yang terakhir pandangan sakura terhenti di Temari, ada terbesit rasa bersalah dari mimik wajah Temari
" Temari, ini bukan salah Shikadai "
Hinata membuka suaranya, lalu memandang kearah Temari, Hinata tau dan yakin bahwa Temari sangat tidak enak kepadanya, tapi Hinata tau, ini bukan salah Shikadai
Shikadai berada di teras rumah nya memikirkan cara bagaimana caranya ia dapat membawa kembali Himawari , Otak cerdas dan pintar Shikadai tidak begitu berkerja dengan baik
tok tok
Shikadai tersadar dari 'kesibukan' nya sesaat , Shikadai berdiri dengan malas seakan bumi melarangnya untuk bangkit
" Siapa? "
" Shikadai.. ini nenek "
Langkah shikadai semakin cepat, ia tak mau nenek kesayangannya berada di luar ruangan semakin lama
" Nenek? masuk lah "
Yoshino berjalan masuk kerumah Ketua klan Nara, dengan langkah yang sudah tak secepat dulu, Yoshino langsung menuju kearah ruang tamu, dengan membawa sesuatu yang berbalutkan bungkus berwarna coklat, seperti benda tua
" Shikadai kemarilah "
Shikadai tersadar dan langsung berjalan kearah neneknya
" Ini... "
Yoshino menyerahkan sebuah gulungan tua dan sedikit berdebu
" Apa ini nek? "
" Jutsu terlarang keluarga Nara "
TBC
HAHAHAHAHAHAHA #ketawajahat
sepertinya cerita ini akan panjang wkwkwkw
baiklah doakan aku punya Mood untuk menulis lanjutannya, hehehe
dan doakan aku sembuh ya, aku sudah kena gejala ISPA huhu :(
Jambi, 13 September 2015
Masih menulis bersama Asap..
Salam Hangat
Himawaarii Nara
