JungJeMiBu

~*Jungguk [China], Jeju & Miguk [Amerika], Busan *~

Author : Shee

Desclaimer : God, Parents, Pledis Ent. and other. just own the plot.

Rated : T biar aman semua umur.

WARNING : Cerita terlalu pasaran dan Gaje, Isi tidak sesuai Judul, abal, bahasanya tidak baku dan kadang loncat-loncat jadi nggak usah heran kalau jadi tiba-tiba baku. harap maklumi ke-alay-annya. Shonen-ai/BL/ BoyXBoy, DLDR.

Genre : Romance -Menye-menye-, Humor-Garing-, School Life.

.

Chapter 1

.

"Mom, i'll going now.."

Cowok ganteng bernama lengkap Jisoo Hong, atau nama inggrisnya Joshua udah siap-siap mau keluar rumah, setelah nali sepatu dia berdiri dan mamanya udah siap di depan rumah sambil manasin mobil, siap-siap mau berangkat juga.

"Yaudah, hati-hati. udah ya jangan minta adek lagi. ngurus anak segede kamu aja sering ditinggalin. lagian kamu nggak mungkin bisa kalo jagain anak kecil, kamu kena ompol paling teriak-teriak mama juga.."

Jisoo cemberut, yah kan belum dicoba. kalo ada adikkan mungkin jiwa kakaknya keluar.

Jisoo nggak tahu aja kalau Jiwa kakak itu Sekalian Jiwa bakat bullying alias suka ngerjain adeknya.

Karena ngambek, dia nggak jadi dianterin mamanya, waktunya juga masih pagi dan jalan kaki juga nggak jauh-jauh amat.

Saat di jalanan sepi, tiba-tiba ada yang nepuk pundaknya.

Perasaan tadi Cuma dia yang lewat jalan ini deh.

Pagi-pagi gini mana ada hantu sih, lagian kuntilanak kan sifht nya malem. kalo jam segini baru pulang jadi kuntilanaknya cabe-cabean suka pulang pagi.

Jisoo langsung istigfar, dan tangan yang pegang pundaknya belum ilang.

Akhirnya dia wirid, tahlilan, baca yasin, langsung juz amma dan akhirnya ikut hafidz indonesia.

Elah kelamaan.

"Jisoo-ya?"

Jisoo noleh, dan...

Yassalam dia nggak beneran ikutan hafidz indonesia kan, kok udah ada Irwansyah disana.

Jangan-jangan dia lagi ngelamun pas di tes suruh hafalan.

Eh tapi yang Mc in itu acara kan Irfan Hakim. jadi dia nggak lagi ikut acara itu.

Jadi apa ini? di sekitar sini ada syuting Film 'Heart'. Jisoo berasa jadi Acha septriasa dah.

Mari balik ke kenyataan, disana udah ada cowok berwajah ganteng dengan tubuh proporsional, dan bermuka Irwansyah *?*, Jisoo inget-inget lagi dan itu adalah wajah yang lumayan familiar, yak arena dia emang mantan pacarnya dulu.

Kok dia ada disini?

Kok kebetulan bisa ketemu?

Kok seragam mereka sama?

Kok dia makin ganteng?

Kok mamang-mamang tukang sayur liatin mereka mau minta foto?

Lupain tukang sayur.

Kok Jisoo jadi baper lagi..

"Seungchol ya?"pasti Jisoo dan dia langsung ngangguk dan ketawa manis.

"Kamu sekolah disini juga?" tanya Seungchol, "Kapan kamu balik?" tanyanya lagi, karena setahunya Jisoo ada di Amrik dulu.

"Setahun lalu."

"Lama juga ya, kok aku nggak kamu kabarin.."

"Emm itu.."

"Iya, aku emang udah nggak penting lagi buat kamu kabarin, aku kan bukan pacar kamu lagi."

Di hati kok kayak ada yang jleb gitu ya.

"Maaf ya.. " Jisoo nggak bisa bilang alasannya, kalo dulu dia nyariin Seungchol dan minta balikan gimana. padahal dia sendiri yang mutusin.

"Yaudahlah, itu kan cerita masa lalu. Sekarang ya sekarang.. kamu di kelas berapa? murid pindahan?" tanya Seungchol mengalihkan pembicaraan.

"Di kelas satu dulu iya, sekarang aku di kelas XI-A-2.."

Pantesan Seungchol nggak pernah tahu, dia jadi adek kelasnya sekarang. mungkin karena jadwal masuk dan lulus kedua negara berbeda jadi Jisoo musti nungguin waktu yang tepat.

"Berarti aku sekarang kakak kelasmu, Panggil aku Sunbae. kalau ada yang tidak tahu tanya pada Sunbae-mu ini ya.." goda Seungchol, dan Jisoo nggak bereaksi.

Pas sampe di depan gerbang sekolah.

"Maaf ya, aku duluan. kamu kalo ada apa-apa jangan sungkan Tanya sama aku." pamit Seungchol ninggalin Jisoo di belakang, dan Jisoo cuma liat dia ngumpul bareng temen-temennya dan ada satu yang langsung gandeng tangannya, pacar barunya kah?. abis itu nggak kelihatan karena ketutupan temen yang lainnya.


Kelas XI-A-2

Penghuninya udah riweuh menanti seorang yang selalu menantikan setiap pagi, bukan karena dia orang yang spesial, tapi pekerjaan di bukunya bisa menyambung hidup seluruh kelas.

Jam pertama, waktunya si Chong Li, Jet Li.

Sebenernya nama nya pak Lee, tapi karena dia orang nya nyebelin nggak bisa lihat kapur nganggur serasa jadi ahli kungfu gitu suka lempar sana sini, kalo kena jidat sakitnya jangan ditanya, jadilah dia punya julukan dari para murid yang disepakati bersama.

Kelas kalo udah diajar pak Lee, udah berasa latihan jadi ninja konoha. kalau nyuruh muridnya maju ke depan ngerjain soal, dari pada manggil nama mending lempar kapur aja.

Tinggalkan pak Lee.

Senyuman mereka merekah saat kedatangan sosok yang dinanti. sambutan pun langsung terdengar dari temen-temen sekelasnya. dia emang kesayangan kelasnya.

"Minghao, cintaku. pujaan hatiku. lihat pr punya lu dong.."

"Jangan Minghao, gue kan udah booking duluan di wasap kemarin.. gue duluan.."

Mereka udah ricuh, dan dengan santai si Minghao-si cowok imut- bilang dia belum ngerjain. semua langsung shock, "Kok?, lu diapain Hao? siapa yang berani giniin lu? hah?, bilang ke kita.. nggak mungkin seorang Minghao nggak ngerjain pr. pasti ada yang ngapa-ngapain elu, siapa yang bikin elu galau gini.. belum tahu dia kalo Minghao itu permatanya kelas ini.." Ujar Seokmin.

Alamat mereka hari ini keluar kelas semua karena sumber utama mereka nggak ngerjain.

Yang paling ribet ya, yang pertama kali menghadang Minghao. soalnya mereka udah langganan suruh berdiri, suruh lari-lari sampe suruh bersih-bersih toilet.

si Dokyeom dan Soonyoung.

"Pasti si kakak kelas narsis itu ya?" Soonyoung ikutan.

"Temen-temen, ayo kita labrak si Jun bareng-bareng. ini pasti gara-gara dia..."

"Kenapa nggak lu aja?" tanya Mingyu si cowok ganteng dan tinggi, dan se kumpulan sama SoonSeok.

"Gue takut kalo sendirian.."

Dan Seokmin cengengesan.

Akhirnya mereka pasrah, toh udah biasa. Lagian kalo nggak ngerjain banyakan gini enak dihukumnya bisa bareng-bareng.

"Kemarin, nonton nggak?, Jagoan gue kalah lagi bray..." Seokmin mengalihkan pembicaraan.

"Eh iya udah banter juga malah nggak masuk bolanya... dia nggak bisa giring bola dengan bener kali." Soonyoung ngelanjutin obrolan bareng temen-temennya, ngomongin Euro kemarin mungkin gara-gara jagoannya kalah.

"Kok bisa nggak masuk ya?" komen Mingyu, dia juga kalah taruhan kan jadinya dia kudu rela ngabisin duit banyak buat nraktir anak kelas sebelah selama sehari penuh.

"Mungkin ada keperluan keluarga, jadi dia nggak masuk-"

Ketiga cowok itu noleh ke arah orang yang ngomongnya paling nggak nyambung sama mereka, dan Seungkwan yang ditatap pasang tampang bingung, emang kebiasaan dia aja suka nyaut kayak kabel nggak ada kulitnya.

"Ahh lu tahu apa lo soal bola, tontonan lu uttar*n sama d*ngd*t acad*my aja sok tahu..." sahut Seokmin, Seungkwan langsung pout dan ikutan duduk di kumpulan itu.

"Kirain ngomongin Wonu yang nggak masuk.." balas Seungkwan. Mingyu langsung bereaksi "Kenapa kok bisa nggak masuk?" tanya Mingyu.

"Gue kan bukan emaknya, mana gue tahu, kambing... "

Akhirnya mereka lanjut ngobrol lagi, dan Seungkwan dikacangin karena cuma dia sendiri yang nggak ngerti bola. soalnya dia dirumah rebutan tivi sama emaknya dan 3 kakak ceweknya dan dia cuma satu cowok dirumah otomatis dia kalah dan akhirnya ikutan nonton sinetron kesukaan emaknya dan entah kenapa sekarang Seungkwan malah lebih exited dari pada seluruh perempuan di rumahnya.

Sampai Jisoo masuk ke kelas dengan santainya dan menghampiri Seungkwan "Eh, Jihoon tadi dianterin cowok ganteng, siapa?" ujar Jisoo.

"COWOK GANTEENGG, SIAPAAA? JISOO KATAKAAAN! GANTENG MANA AMA GUE? " Jisoo langsung kaget, Si Soonyoung udah ngomong didepan mukanya, mana pake kuah lagi, karena selain Seungkwan yang suka nyahut ternyata Soonyoung sama aja suka nyahut kalo udah hubungannya sama Jihoon.

Jisoo terus dipaksa sama Soonyoung untuk ngasih tahu dia siapa cowok yang nganterin Jihoon, siapa yang udah berani nikung dia."Plis tolong, jangan ujan di muka gue. " padahal Jisoo sendiri kan tadi nanya bukan ngasih tahu, jadi dia juga nggak tahu.

"Soonyoung sadar, jangan kumat disini..." Seokmin langsung pegang jidat Soonyoung supaya nih anak nggak kesurupan lebih lagi.

Jihoon masuk dengan santainya dan nggak perduliin ditatap sama anak-anak yang di seberang bangkunya. dan dia nggak perduli ama Soonyoung yang lagi di rukiyah dan di dengerin musik Terangkanlah dari Opick.

Sampe duduk di bangku tetep dilihatin, Soonyoung masih di pegangin Seokmin biar nggak langsung nanya tanpa jeda.

Jihoon mulai risih.

"Kenapa sih? ada masalah ama gue?" tanyanya nggak nyante. Semua senggol-senggolan suruh nanyain dan akhirnya terakhir kena Mingyu. "Kok gue sih. Moodnya kayaknya buruk, nggak deh masih sayang nyawa diriku. belum kawin belum gendong anak cucu." ngedumelnya.


Di kantin. pas istirahat pertama.

Empat orang itu berkumpul diantara kerumunan, dan entah kenapa mereka kelihatan yang paling rame. ditambah Jun dan dikurangi Jihoon.

Intinya Jihoon nggak ikut ke kantin, dan Jun malah ikut kumpulan ini demi jagain Minghao.

Modusin yang iya.

Seungkwan udah rusuh sama cewek-cewek rebutan rainbow cake, sementara Jisoo makan soto lamongan aja yang nggak terlalu antri.

Minghao udah di pesenin sama yayang bebebnya. makanan kesukaannya, Nasi kuning.

Orang China yang lama di jawa ini.

Perlu diketahui kalau bebeb-nya si Minghao ini juga sama-sama keturunan China dan dia orang paling narsis, apa-apa musti selca dulu makan foto dulu, temen nyemplung got foto terus apdet status dulu baru ditinggalin, enggak deh ditolongin maksudnya.

Mungkin gara-gara ini juga mamanya ngelarang dia deket-deket Jun, takut ketularan narsisnya. Namanya M. Junhui. Muhammad Junhui.

"Elah, jangan suap-suapan dimari, apalagi tepat depan mata gini.. nggak kasihan sama yang liatin apa.?" ujar Jisoo yang udah nggak konsen makan, karena Minghao dan Jun udah suap-suapan sambil foto-foto pamer ke medsos.

"Iya, yang jones yang sabar ya.." ujar Junhui, bukannya berhenti malah ngeledek.

"Seungkwan lama amat sih, dia nggak lagi ngegosip sama ibu kantin kan? gue sendirian bagaikan obat nyamuk nih..." ngenes Jisoo, dan JunHao masih terus suap-suapan, salah apa dia sampe disuguhi adegan menohok hatinya yang kosong itu.-ciee-

Pas Seungkwan balik mukanya udah nggak rupa Seungkwan lagi, rambutnya berantakan mukanya penuh sama bercak merah bekas bibir-bibir, karena bekasnya nggak cuma satu hampir seluruh wajahnya.

"Astagfirullah, Seungkwan kamu kenapa?" Minghao kaget saat Seungkwan balik ke meja mereka.

"Lu abis diperkosa siapa Seungkwan?" tanya Jisoo.

"Gue jambak-jambakan sama cewek-cewek disana, terus pas ketemu ibu-ibu kantin katanya gue mirip anaknya yang perempuan karena dia kangen jadinya gua dicium-ciumin.."jelasnya santai, karena emang ini udah ke berapa kalinya dia begini.

Mereka kembali makan dengan nyaman, walau nggak nyaman-nyaman banget sih, karena masih ada yang ngerusak pemandangan dari tadi mereka disuguhin pemandangan erotis, sebenarnya nggak erotis sih cuma karena mereka belum pernah ngerasain yang begituan. Seungkwan doang sih yang belum, gini-gini Jisoo pernah romantis juga tapi itu dulu. walau sekarang udah enggak bisa bersama lagi.

"Mending sama Jihoon dah di kelas aja.. hyung kok betah sih lihatin mereka berdua disini, ini rainbow cake gue jadi rasa soto dah." omel Seungkwan.

"Seungkwan itu bukan rainbow cake, itu kan emang mangkok soto punya gue.. balikin!" Jisoo langsung narik mangkoknya dari depan Seungkwan, sementara si Seungkwan nyengir tanpa dosa.

Masa nggak bisa bedain, langsung comot aja.

Lalu nggak lama kemudian ada ribut-ribut di area kantin. dan masuklah itu kakak kelas yang merasa famous dan emang famous banget pamornya udah kemana-mana dan karena geng mereka terkenal dari seluruh sekolah. jadi udah biasa kalau kedatangan mereka selalu diteriakin sama fans-fansnya.

"Ahh, nggak asik ah kalo makan ada mereka. Tuh kan sekarang ganti getuk* gue rasa soto gara-gara mereka.."

"Seungkwan, dari tadi lu cuma makan soto punya gua... " omel Jisoo.

"Ehehe.. masa sih?"

Balik ke geng itu.

Seungkwan nggak suka aja, soalnya mereka itu berisik banget. yah walau Seungkwan nggak diem-diem amat tapi kelompok sebelah lebih ribet lagi. Katanya juga sih mereka kumpulan emak-emak, mulutnya ember semua. tolong ingetin Seungkwan dia juga cocok gabung sama mereka.

Jisoo melihat ke arah yang dituju Seungkwan, gerombolan orang-orang terkenal itu kata Seungkwan terdiri dari anak-anak kelas tiga dan beranggotakan Yoon Jeonghan-si cowok berambut panjang dan berwajah Cantik-, dan temen-temennya Minhyuk, Jinyoung, Kihyun dan Sunyoul.

Pantesan famous, orang mukanya lebih bening-bening lagi.

Jisoo ngelihat orang yang namanya Jeonghan, dia lihat lamaaa banget kayaknya mukanya familiar deh. kayak pernah lihat.


Keesokannya, Jisoo berangkat sekolah agak pagian. temen sekumpulannya belum ada yang dateng kalo sepagi ini, apalagi Jihoon dia itu paling susah bangun pagi. Dia ada misi pagi ini, yang sahabat embernya nggak boleh tahu.

Dari kejauhan, Jisoo bisa melihat Minghao yang jalan sendirian. tumben, biasanya udah ada bodyguardnya.

"Jisoo, berangkat pagi ya?"

"Iya, biar enak aja.. seger udara pagi begini." Alesan, padahal modus supaya bisa kebetulan ketemu Seungchol lagi. tapi sayangnya yang namanya kebetulan itu nggak bisa sama dua kali.

"Yaudah, aku mau piket dulu ya.." pamit Minghao, dan sekarang Jisoo cuma duduk di kelas sambil liatin Minghao nata bangku dan hapusin papan tulis serta nyiapin kapur.

"Jisoo bentar ya, aku mau ke kantor dulu, penghapus kelas udah rusak. mau ambil yang baru.." pamit Mingahao, dan Jisoo asik dengan ponselnya, dia dapet Sms dari Seungkwan kalo hari ini dia agak telat karena seragamnya lagi-lagi diumpetin kakaknya.

Dibales Jisoo suruh kerjain balik, gantian seragam punya kakanya suruh umpetin juga.

Di bales lagi sama Seungkwan.

'Hyung tahu kenapa dulu gue pernah pake rok ke sekolah, dan musti minjem celana punya hyung... dia nekat dan pake celana gue ke sekolah dan alhasil gue pake rok dia.. tuh orang setan diatas setan. nggak bisa dikerjain balik.'

Seungkwan nulisnya sambil ngedumel kayaknya, panjang bener itu. Jisoo jadi penasaran sama kakaknya Seungkwan perasaan tuh orang seneng banget dandanin adeknya jadi cewek.

Mingaho balik ke kelas,

"Jisoo, dicariin kakak kelas tuh. ditungguin diluar." ujar Minghao sambil nunjuk-nunjuk ke pintu kelasnya.

Jisoo kaget, perasaan dia nggak pernah kenal kakak kelas deh. siapa yang manggil dia.

"Siapa Ming?." dan Minghao cuma naikin ke dua bahunya.

Jisoo buru-buru keluar.

"Seungchol ... ada apa?"

"Ternyata kamu bener-bener di kelas ini, aku pikir aku cuma mimpi kemarin... " ujarnya, itu maksudya apa itu. jangan bikin Jisoo berharap lagi lah. "Bisa ngobrol bentar nggak? tapi nggak disini" ujarnya.

Jisoo ngangguk dan mengekor di belakang Seungchol.

.

.

TBC

.

.

Di ff ini, cuma ada dua versi. kalo nggak romance menye-menye ya humor garing. dan jangan mengharap sesuatu yang wah banget, karena yah memang ini style saya biasa aja.

yang ini jisoo dulu, karena banyak yang penasaran sama dia. Semoga chap depan lebih panjang.

Saya bingung mau masukin Wonwoo ke genk mereka nggak. bingung dia masuk dengan konflik dan karakter apa?, terlalu banyak meanie ff dan saya jadi buntu ide. mungkin ada yang mau kasih saran. ditunggu.

Maunya post abis lebaran aja. tapi udah selesai duluan, yah post aja. buat saku mudik, bagi yang mudik.

semoga responnya baik, dan banyak masukan untuk kedepannya. request apa atau kurang apa? just say in the review box.

Please Review.