◊◊MISS RIGHT◊◊
Pair : NamJin? MinYoon? VKook? NamGi? JiKook? Vhope? –just find it
Rate : T
Genre : Drama/Romance
Lenght : Twoshoot
Summary : 'Cause she is my only girl. My only dear. Mine.
Disclaimer : Ini ff dan alurnya adalah hasil imajinasi gajeku. Terinspirasi dari lagunya BTS, Miss Right. Kalo cast-nya itu salah dua dari member Bangtan.
WARNING!
GS for uke! AU! OOC! DLDR! Good reader? Review juseyo~
Backsound : BTS – Miss Right #disarankan
Happy Reading~
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
◊◊Miss Right◊◊
Tak terasa detik telah berganti menit dan 15 menit sudah aku berdiri –tepatnya bersembunyi di sudut taman bermain kecil itu untuk mengamati sosok mengagumkan karya Tuhan yang selalu kukagumi itu. Aku sungguh bersyukur, setidaknya weekend aku punya waktu untuk mengistiahatkan sel-sel otakku. Memandang keindahannya dengan penuh decak kagum.
Semua anak sudah pulang dengan orang tua mereka dan meninggalkan dirinya dengan hembusan angin senja di musim semi. Ditemani bunga yang bersemi indah di sekitar taman.
Tuk.
Dia mengedarkan pandangannya, mendapati diriku yang berdiri kaku di sudut taman dengan plastik makanan yang tadi kubawa jatuh ke tanah.
Shit, aku dan kecerobohanku menghancurkan segalanya.
Dia tersenyum, lagi-lagi senyum semanis gula itu. Aku menghampirinya dengan canggung, aku ketahuan mengintip –hal lebih memalukan apalagi yang ada dihidupku. Aku segera memungut kantong plastikku dan untung saja makanannya tak berceceran.
"Hai," sapanya masih dengan senyum secerah matahari musim panas.
"Hai. Hehe..." aku dan sifat bodohku datang disaat yang tidak tepat. Aku menggaruk tengkukku salah tingkah.
"Kenapa harus disana? Kau bisa kesini dan ikut bermain bersama kami." Katanya mengalun indah bagai symphony di pendengaranku.
"Aku tak ingin menganggu." Kataku masih canggung, belum lagi penyakit dadakan yang menyerangku karena senyumnya itu.
"Bagaimana pekerjaanmu? Apa menyenangkan?"
Dia masih duduk di kursi taman dan aku pun ikut menyamankan diriku di samping bidadari yang satu ini. Meletakkan kantong plastikku di sisi yang sedikit kosong
"Sama seperti biasanya, sangat melelahkan. Untung sabtu minggu tak masuk dalam hitungan jam kerja, karena tak ada yang lebih menyenangkan daripada melihatmu dan senyummu."
Haha, aku dan kelihaian lidahku dalam menyusun kata-kata.
Dia menanggapi jawabanku dengan kekehan ringan yang membuat mata indahnya menyipit, membentuk eye smile paling mengagumkan yang pernah kutemui.
Jangan bingung, kami memang dekat –sangat dekat malah. Jadi jangan pikir kami hanya sebatas 'pengagum rahasia dan sosok yang dikagumi'. Aku akan duduk dan berbincang dengannya –dia sangat ramah, selalu bertanya perihal hariku dengan setumpuk tugas dilaptopku yang hampir menyita kewarasanku.
Aku memegang kedua tangan halusnya dengan tangan kekarku dan berkata lirih, "I miss you 'cause you're the only one my love."
Dia tersenyum sangat indah –lagi
"I miss you too 'cause i love you so much." Balasnya dengan suara amat lembut.
Aku membelai tangan selembut susunya, menyentuh satu benda yang melingkar di jari manisnya. Berwarna silver bertahtakan berlian mungil nan sederhana yang membuatnya berkilau di bawah terpaan cahaya. Apa aku boleh menyombongkan diriku untuk ini? Untuk satu hal ini?
.
.
She is my sweetheart, my beloved fiancee.
.
.
Cincin itu, kuberikan saat aku sudah punya keberanian di tahun pertama lebih beberapa bulan aku mengenalnya, mendatangi orang tuanya untuk menjadikannya sebagai pendamping hidupku kelak. Jadi satu-satunya berlian yang paling berkilau dari pada perhiasan manapun.
◊◊Miss Right◊◊
Aku membawa tubuhnya dalam pelukanku. Dapat kurasakan hangat yang kurindukan selama 5 hari terakhir tak bertemu yeoja-ku ini, bahkan penghangat ruangan di apartemenku pun tak bisa menggantikan betapa hangat pelukannya. Dia menyamankan tubuh mungilnya dalam dekapanku, dapat kurasakan detak jantung kami saling bersahutan. Sudah 3 tahun aku menyatakannya sebagai milikku, dan tepat 1 tahun 3 bulan lebih 9 hari aku mengikatnya di atas kata pertunangan, tapi setiap kami bertemu dan berbagi kasih setelah berhari-hari rasanya akan tetap sama seperti saat pertama aku melihatnya dan menyatakan perasaanku padanya.
Aku melonggarkan pelukanku, mendekatkan kepalaku pada telinganya dan berbisik, "Wanna walk together?"
Yang aku dapati bukan jawaban melainkan anggukan bersemangat darinya tepat di dada bidangku. Juga pipinya yang merona lucu. Sungguh, aku sangat beruntung mendapatkan yang seimut ini.
Aku tersenyum sangat lebar, sampai rasanya bibirku akan sobek. Menarik tangannya lembut menuju mobil sport merah ku dan mengajaknya menghabiskan malam minggu yang indah ini. Hanya bersamanya. Berdua.
'Cause she is my only girl. My only dear. Mine.
◊◊Miss Right◊◊
FINISH
.
.
Sebelumnya aku mau ucapin banyak2 maaf karena banyak kesalahan dalam ff ini. Salah satunya, di-lenght-nya aku tulis oneshoot, dan yang bener itu adalah twoshoot. Awalnya aku emang pengen post langsung semua (oneshoot) tapi yah... nggk papa lah bikin readers-nim penasaran –dikit- /hehe/tertawalicik/
Maaf banget klo pair di ff ini nggk sesuai ekspektasi readers-nim /sungkem/
Karena real ver. Pairing ff ini sebenernya... MINYOON.
Chim/seme!/
Syub/uke!GS!/
Aku emang waktu nulis ini bayangin klo mereka itu MINYOON, jadi maaf banget sekali lagi buat yang minta ini VKOOK ato NAMJIN ato yg laen. Aku php? Nggk kan? /keluarin puppy eyes maut-nya chim2/
Padahal di cuap2-nya aku dah kasih kode sama kalimat yang di-bold , di ceritanya juga aku buat mirip sama kondisi fisik(?) aslinya walaupun karakter chim sama syub OOC banget sih...
Tapi nggk papa deh, klo pendapatnya beda ttp harus dihargain, trus klo bayangin cerita ini pake pairing lain juga sah2 aja kok.
Yang jelas makasih buat yang udah sempet2in review dan nyampein pendapat ttg pairing maupun ff-nya, fav sama follow juga makasih /bungkuk90derajat/
The last...
With Love, Rahma
