Kim Jongin
Do Kyungsoo
Typo bertebaran
Hampir seluruh orang yang bertemu dengan Kyungsoo pagi ini akan kaget karena mata Kyungsoo sembab dan hidungnya pun memerah. Tapi Kyungsoo dengan suaranya yang berubah lucu berkata bahwa dia baik-baik saja.
Kyungsoo kembali sibuk melakukan kerjanya dibagian pentas seni. Menyiapkan para peserta agar siap sebelum tampil di atas panggung.
Setelah setengah acara berjalan sekarang waktunya istirahat. Kyungsoo duduk di dekat panggung dengan kertas berisi daftar peserta dipangkuannya. Mulutnya mengunyah roti yang baru saja dia beli di stand siswa. Matanya menelisik lagi takut ada yang kurang ataupun tidak pas.
"Kyungsoo!" yang dipanggil menoleh dan menemukan Minseok yang berjalan kearahnya dengan senyum seperti biasa. Kyungsoo pun membalas senyum Minseok.
"Aku duduk disini ya." setelah diangguki Kyungsoo, Minseok mendudukan dirinya disebelah Kyungsoo.
"Kau sangat bekerja keras Kyungsoo, tidak salah kau dipercaya menjadi panitia di bagian ini. Acaranya berjalan lancar." puji Minseok sambil memakan makanan yang dibawanya.
"Ah tidak begitu juga Minseok, semuanya bekerja keras dan kerja samanya baik jadi syukurlah acaranya lancar."
"Kyungsoo!" yang dipanggil dan Minseok menoleh pada si pemanggil yang berjalan mendekati mereka.
"Ah Kak Jongdae."
"Ada yang mendaftar lagi untuk tampil, dia akan jadi penampil terakhir kan?"
"Eh tapi pendaftaran kan.. Ah tapi tidak apa, waktunya masih cukup untuknya jadi penampil terakhir. Baiklah akan kucatat." Kyungsoo sibuk mencatat sedangkan Minseok tampak salah tingkah ditatap Jongdae daritadi dan memakan makanannya dengan cepat.
"Baiklah kak su--" Kyungsoo mendongak dan tidak melanjutkan perkataannya ketika melihat Jongdae yang masih menatap Minseok intens.
"Aku pinjam Minseok dulu Kyungsoo." Minseok mengeratkam peganganya pada lengan ujung baju Kyungsoo.
"Silahkan saja kak." Minseok melebarkan matanya menatap Kyungsoi tidak percaya sedangkan Kyungsoo hanya menunjukkan cengirannya.
Jongdae menarik tangan Minseok dan membawanya manjauh dari Kyungsoo. Kyungsoo menggelengkan kepalanya dan tersenyum semoga temannya itu bisa menggapai cintanya.
"Bulan depan itu masih lama dan dia baru pulang bulan depan. Huh lama sekali sih pertukaran pelajarnya." keluhnya dan kembali melahap roti yang masih ada ditangannya.
Acara sudah kembali dimulai dan tentu Kyungsoo sudah kembali sibuk mengumpulkan peserta yang menyebar. Seseorang dari kejauhan menatap Kyungsoo dengan penuh kerinduan.
"Aku kembali Kyungsoo.." bisiknya. Setelahnya Jongin pergi menjauh.
Acara sudah menjelang jam terakhir, peserta yang akan tinggal 1 orang lagi ditambah lagi peserta misterius yang tampil terakhir nanti jadi 2 orang lagi.
Peserta yang satu sedang tampil dan tinggal peserta misterius ini tapi Kyungsoo belum melihatnya sedari tadi maka Kyungsoo pun mencarinya. Ketika masih mencari Jongdae menghampiri Kyungsoo dengan seseorang yang memakai topeng.
"Kyungsoo."
"Syukurlah Kak Jongdae, mana peserta terakhir itu kak? Sebentar lagi gilirannya."
"Dia peserta terakhirnya Kyungsoo." Jongdae menunjuk orang bertopeng yang lebih tinggi dari mereka berdua itu.
Kyungsoo mengangguk, "Baiklah, kau segera ke belakang panggung ya setelah ini giliranmu." kata Kyungsoo padanya tapi dia hanya diam menatap Kyungsoo lalu tiba-tiba mendekatkan wajahnya lalu berbisik.
"Kau semakin cantik dan manis. Meskipun dengan mata yang sembab itu." kemudian melangkah ke belakang panggung sesuai intruksi Kyungsoo.
Kyungsoo terdiam ditempatnya sedangkan Jongdae hanya tersenyum tipis.
"Baiklah aku harus pergi Kyungsoo. Sampai jumpa."
"Eh sampai jumpa juga kak." Jongdae pun pergi.
"Uh orang itu siapa sih? Menyebalkan." Kyungsoo kembali ke dekat panggung.
Orang bertopeng itu menatap ke arah Kyungsoo terus. Yang ditatap merasa risih dan menolehkan kepalanya pada orang bertopeng itu dengan wajah tidak bersahabat.
"Berhentilah menatapku. Aku risih."
"Bagaimana kalau kukatakan aku menatapmu karena kau sangat menawan? Aku jadi ingin memilikimu." orang bertopeng itu menunjukkan seringaiannya.
"Dasar gila! Mati saja sanah." dan kata kasar Kyungsoo keluar, tapi tidak bisa membohongi jika pipinya sedikit memerah melihat seringaiannya. Terlihat familiar dengan seseorang.
Dan kini giliran orang bertopeng itu yang tampil. Dia sudah naik ke atas panggung sedangkan Kyungsoo masih pada tempatnya memperhatikan.
Orang bertopeng itu melakukan tari. Tarian yang pernah Kyungsoo lihat dari seseorang, kekasihnya.
"Darimana dia tahu tarian itu? Setahuku Jongin tidak mengajari siapa-siapa." gumam Kyungsoo.
"Hah aku jadi rindu Jongin lagi kan.." bibirnya melengkung ke bawah lalu menutup wajahnya dengan kertas ditangannya.
Setelah suara tepuk tangan yang heboh terdengar diikuti teriakan histeris para siswa-siswi.
'ITU KIM JONGIN? PERWAKILAN PERTUKARAN ITU?'
'KIM JONGIN! AKU MENYUKAIMU!'
'WOAH AKU TIDAK MENDUGA TARIANNYA SANGAT BAGUS'
'KIM JONGIN JADILAH PACARKU!'
'ASTAGA ITU KIM JONGIN! DIA SUDAH KEMBALI!'
Dan begitu sejenisnya. Kyungsoo yang mendengar nama Jongin disebut-sebut jadi penasaran. Segera disingkarkan kertas diwajahnya dan menatap ke panggung. Nafasnya tercekat.
Orang bertopeng tadi melepas topengnya dan ternyata dia adalah Jongin dan kini Jongin sedang menatap kearahnya. Bibir Kyungsoo kelu dan mendadak matanya berkaca-kaca. Jonginnya ada disana dan nyata.
Jongin kembali menatap ke depan dan membungkuk sejenak lalu turun dari panggung masih diiringi teriakan-teriakan heboh.
Kyungsoo sedang berjongkok dan menyembunyikan wajahnya. Bahunya bergetar karena tangis yang tak bisa ditahannya lagi. Jongin yang melihat itu pun mendekat. Ikut berjongkok disebelah Kyungsoo tanpa disadari Kyungsoo sendiri.
"D-dia benar sudah kembalikan? Hiks.." Jongin tersenyum mendengarnya.
"Hiks.. Rindu sekali.. Hiks.."
"Aku juga merindukanmu.."
Terlihat pundak Kyungsoo menegang mendengar suara Jongin. Dia mengangkat kepalanya lalu menoleh pada Jongin.
Jongin menampilkan senyumnya dan menangkup kedua pipi bulat Kyungsoo. Kekasih mungilnya itu masih terdiam menatapnya. Jongin terkekeh kecil lalu menghapus airmata dipipi Kyungsoo.
"Kenapa kau menangis begini? Setahuku kau tidak secengeng ini sayang.." ucap Jongin berharap Kyungsoo memukulnya atau menyalak marah karena dikatai cengeng olehnya tapi yang ada adalah airmata Kyungsoo kembali mengalir.
"H-hei jangan menangis Kyungsoo.." akhirnya Jongin berdiri lalu menarik Kyungsoo ke dalam pelukannya. Mengusap punggung sempit kekasihnya itu pelan. "Aku sudah disini Kyungsoo, apalagi yang kau tangisi hm?"
Kyungsoo meremas ujung baju Jongin, "a-aku sangat merindukanmu.. Hiks.. A-aku senang kau sudah kembali.." ucapnya tidak bisa menyembunyikan isakannya.
"Aku senang kau sudah kembali.. Jongin.. Hiks.."
Jongin jadi gemas pada kekasihnya ini, langsung saja ia menangkup lagi kedua pipi bulat Kyungsoo lalu memberikan kecupan-kecupan kecil diwajah itu tidak peduli dengan airmata Kyungsoo.
"Kau menggemaskan sekali sih.." ucap Jongin setelah mengecup bibir Kyungsoo. Kyungsoo yang sudah berhenti menangis hanya mengerjapkan matanya lalu tersenyum kecil.
Kedua ibu jari Jongin menghapus jejak airmata di pipi kekasih mengilnya itu lalu mencium kedua pipi bulat Kyungsoo gemas.
"Kenapa suka sekali mencium pipiku Jongin?"
"Pipimu empuk dan lembut seperti pipi keponakanku sayang.. Lihat bahkan sekarang pipimu bertambah besar dan aku jadi tambah gemas." dia kira Kyungsoo akan marah jika dia bilamh pipinya bertambah besar namun kini kekasihnya itu malah tersenyum manis.
"Aku juga suka kalau kau mencium pipiku.." ucap Kyungsoo malu-malu.
FIN (lagi)
Ini beneran udah finish ya :D maaf buat typonya karena gak aku edit-edit lagi ini
Selamat menunaikan ibadah puasa ya
