Disclaimer : Terajima Yuuji

Warning : OOC, typo, EYD berantakan


Satu hari berlalu. Kegiatan latihan pagi masih dilaksanakan seperti biasa. Beda dari yang kemarin, kini Miyuki tidak melirik Sawamura, hanya entah kenapa auranya menggelap.

Kuramochi selaku teman yang baik, menghampirinya. "Hei, hari ini kau kenapa? Ada masalah?"

"Tidak. Tidak ada masalah."

Kuramochi memandang temannya itu. Sungguh, raut wajah Miyuki sama sekali tidak bisa dibilang kalau dia baik-baik saja. "Hei, ceritalah. Siapa tahu aku bisa sedikit membantu?"

Miyuki memandang Kuramochi sebentar, "Sawamura cerita sesuatu padamu?"

BINGO! Ternyata ini benar ada hubungannya dengan Sawamura. "Tidak kok. Memang kenapa? Kau ditolak olehnya?"

"Hah? Mana mungkin,"

"Jadi kau jadian dengannya?"

Miyuki memandang Kuramochi agak sinis, "Tidak."

Raut Kuramochi membosan, "Oi oi, jangan membuatku dalam posisi orang yang membuat masalah donk. Cerita yang benar dari awal!" nadanya naik sedikit. Ia sungguh kesal pada Miyuki kalau sedang keras kepala.

"Ck." Miyuki mendecak kesal sebelum akhirnya menceritakan kejadian kemarin.

.

.

.

"Pfft!––" reaksi pertama Kuramochi setelah mendengar ceritanya adalah menghalangi mulutnya dengan sebelah tangan agar tidak kelepasan tertawa keras.

"Oi jangan tertawa." nada Miyuki kesal.

"Aha..haha.." Kuramochi masih berusaha menahan suara tertawanya.

Merasa aura Miyuki semakin menusuk, ia menarik nafas cepat lalu membuangnya. Menetralkan suaranya, "Uh..." ia merangkul Miyuki. "Hei kawan. Dengar," Kuramochi menunjuk Sawamura yang sedang melakukan lempar tangkap bola dengan Haruichi. "Kau pikir dia akan peka terhadap perasaanmu kalau kau selalu sembunyi-sembunyi menyatakannya? Pahami donk. Orang yang suka itu bodoh."

Miyuki memandang Sawamura. Masih sama seperti biasa, berisik.

"Kalau kau benar-benar suka dia, tembaklah. Kau juga yakin kan kalau dia ada perasaan juga denganmu? Apa lagi yang harus ditunggu?"

Miyuki terdiam sebentar, "Tapi kemarin dia dan Chris-senpai berciuman."

Kuramochi memutar matanya malas, "Itu kan dari sudut pandangmu. Bagaimana kalau kenyataannya tidak?"

Miyuki mengepalkan tangannya. "Oh ayolah. Apa perlu aku yang bilang padanya kalau kau sebenarnya menyukai dia?" tanya Kuramochi.

"...Tidak. Aku yang akan bilang padanya."

Sudut bibir Kuramochi terangkat. "Setelah pertandingan lusa selesai." –dan seketika turun lagi.

"Oi! Itu masih dua hari lagi!" protesnya.

"Aku tidak ingin mengganggu latihan untuk saat ini,"

"Ah, terserah kau saja." Kuramochi melepas rangkulannya dan berjalan menjauhi Miyuki. "Oh ya," ia berbalik.

Miyuki membuat raut bingung. "Besok kan sudah hari biasa, jadwal latihanmu dengan Furuya tidak sepadat kemarin dan hari ini kan?" tanya Kuramochi.

Miyuki mengangguk, "Ya, hanya sabtu dan minggu saja karena tidak ada pelajaran. Kenapa?"

Kuramochi berbalik, "Sesekali kau duluan yang mengajak Sawamura latihan bersama. Dia pasangan batterymu juga kan,"

Miyuki memandang kepergian Kuramochi. Ia mengusap tengkuknya, mungkin besok sore ia akan mengajak Sawamura latihan pitch. Siapa tahu hubungan mereka menjadi sedikit membaik.

...

Sore menjelang. Latihan di hari minggu ini disudahkan.

Sawamura berjalan dengan Haruichi ke dorm mereka.

"Oi, Sawamura!" panggil seseorang dari belakang mereka.

Mereka menoleh, "Kanemaru? Apa?"

"Malam ini mau latihan melempar? Aku ingin latihan memukul," kata Kanemaru.

Sawamura berpikir sebentar, sementara Toujo dan Haruichi saling membalas sapaan. "Hmm.. Boleh!"

"Eijun-kun, boleh aku ikut?" tanya Haruichi.

"Hm! Hm! Tentu!"

"Ah," seakan tersadar sesuatu, "Siapa catchernya?" tanya Toujo.

Mereka terdiam. "Miyuki-senpai?" tanya Kanemaru.

"Bukankah hari ini jadwal latihan Miyuki-senpai dan Furuya lebih banyak dari hari biasa? Jadi kurasa nanti malam mereka masih akan latihan.." Toujo membalas.

Keadaan sedikit canggung. "Ahaha, kita bisa latihan dengan Kariba-kun kan?" pecah Haruichi.

Mengerti, "O-oh.. Iya, nanti aku bilang padanya deh.." balas Toujo.

"Kalau begitu aku dan Shinji cari dia dulu ya. Nanti langsung datang ke tempat latihan yang biasa saja," Toujo menarik tangan Kanemaru.

"Oh.. Hmm.." Haruichi tersenyum kecil.

"Saa Eijun-kun, ayo kembali ke kamar dan siap-siap," Haruichi mengajak Sawamura.

Sawamura tersadar, "A-ah.. Ya."

Haruichi membuat raut kasihan. Entah benar atau tidak, ia rasa Sawamura sedang ada masalah dengan Miyuki-senpai, maka itu ia sebisa mungkin menghindari pembicaraan yang menyangkut senpainya itu.

.

.

.

"Oi Toujo," Kanemaru melirik sahabatnya, "Si Sawamura itu ada masalah apa dengan Miyuki-senpai?"

"Uh.. Aku juga tidak terlalu tahu sih, tapi sepertinya mereka ada masalah. Kau tahu kan dari kemarin Sawamura sama sekali tidak meminta Miyuki-senpai untuk menangkap pitchnya?"

Kanemaru mengangguk. "Biasanya kan walau dia tahu Miyuki-senpai sedang latihan dengan Furuya, dia tetap saja berteriak meminta Miyuki-senpai menangkap pitchnya." lanjut Toujo.

Kanemaru memandang ke depan, "Hmm..." ia hanya membalas Toujo dengan gumaman.

.

.

.

'BANG!––' Lemparan Sawamura mengarah tepat ke mitt Kariba. "NYAHAHA! Lihat itu Kanemaru! Bahkan kau tidak mengayunkan batmu! Sawamura tertawa keras.

Kanemaru mendecih kesal, "Jangan sombong kau Sawamura!" ia mengayunkan batnya untuk menunjuk Sawamura.

"Sawamura, tolong lempar lemparan yang lebih mudah ditangkap," pinta Kariba miris.

"–! Tapi itu sudah baik kan!?"

"Jangan membuat catcher susah menangkap pitchmu bodoh! Nanti wasit bisa bilang kalau itu ball!" seru Kanemaru kesal.

"Bilang saja karena kau memang tidak bisa memukulnya! Hahaha!" Sawamura membalas dengan tertawaan.

"Tolong tenang, kalian.." Kariba mencoba menghentikan perdebatan keduanya.

Toujo dan Haruichi memandang mereka dengan pandangan geli. "Ah, kalau begini terus, aku tidak dapat bagian memukul," Haruichi mengaruk pipinya dengan satu jari.

Toujo balas tertawa kecil, "Ahaha, aku juga sepertinya hanya menemani latihan saja.."

Agak lama mereka terdiam. "Nee," Toujo membuka suara.

Haruichi menoleh padanya, seakan menanyakan ada apa. "Itu.. Sawamura dan Miyuki-senpai ada masalah ya?" tanya Toujo tiba-tiba.

Haruichi agak kaget. Menghela nafas kecil, "Sebenarnya aku juga tidak tahu mereka sedang ada masalah apa. Hanya sepertinya mereka sama-sama menjaga jarak,"

"Hmm.." Toujo bergumam, "Kuharap mereka segera menyelesaikannya," sambungnya diiringi senyum kecil.

Haruichi balas tersenyum, "Ya. Aku yakin mereka bisa mengatasinya dengan cepat."

...

Hari berganti. Kegiatan belajar-mengajar berjalan seperti biasa. Sekarang sedang jam istirahat dan seperti biasa pula, kantin penuh. Ada pula siswa yang memang membawa makanan dari rumah masing-masing, untuk menghemat mungkin. Andai saja Sawamura masih tinggal bersama keluarganya, mungkin itu yang akan ia lakukan, membawa bekal.

"Aaaa– Aku lapar––" ia memegang perutnya yang sedikit berbunyi. Ia menaruh kepalanya di atas meja.

Karena memang hari sudah siang, tak salah kalau perutnya minta diisi. Tapi sekarang yang salah adalah kakinya. Kakinya tidak ingin diajak kerja sama untuk berjalan ke kantin.

Ah.. Kalau saja apa yang ia pikirkan bisa langsung ada di depannya. Kalau bisa roti melon juga tidak apa deh.

'Pluk–' sebungkus roti melon jatuh di depan wajahnya.

"Eh?" matanya membelak kaget.

"Jangan hanya dilihat. Kau lapar kan?" suara seseorang mengintrupsi kekagetannya.

Ia mengangkat kepalanya untuk melihat orang yang–menurut pendengarannya, mengambil tempat di depannya. Kembali, matanya membelak kaget, "MI-MIYUKI KAZUYA!" teriaknya.

Berkat teriakannya, seluruh isi kelas melihat ke arah mereka. Bahkan orang yang ada di depan pun menyempatkan diri untuk mengintip ke dalam kelas.

"Kau berisik bodoh. Masih ada saja ya staminamu untuk teriak, padahal kau lapar."

Beberapa siswi mulai berbisik-bisik kecil. Bagaimana pun juga, Miyuki mempunyai cukup banyak fans perempuan dari sekolahnya.

Wajah Sawamura menekuk. Seakan melupakan kejadian kemarin-kemarin, ia berbicara dengan nada seperti biasa, "Untuk apa kau ke sini?"

Miyuki duduk di kursi yang ada di depan meja Sawamura. Ia lipat tangannya di kepala kursi itu dan ia taruh kepalanya di atasnya. "Kau lapar kan? Itu aku belikan roti."

Sawamura membuat raut curiga, "Kau sakit? Atau kau ingin mengerjaiku?" ia membuat nada seolah sikap Miyuki ini adalah gejala sakit atau roti itu ternyata sudah diracuni.

"Bukan bodoh. Tadi di kantin aku bertemu Kanemaru dan Toujo, mereka bilang kau sedang malas ke kantin. Dan aku tahu kau pasti kelaparan di kelas," sudut bibir Miyuki terangkat sedikit.

Guratan merah muncul di pipi Sawamura, "Jangan sok tahu kau!"

Tiba-tiba perut Sawamura berbunyi, membuat wajahnya semakin memerah.

Tawa Miyuki pecah, "Ahaha! Kau lapar kan? Sudah makan saja! Hahaha.." ia mencoba menghentikan tawanya. Sungguh lucu adik kelasnya ini.

Dengan masih kesal, Sawamura mengambil roti itu dan memakannya kasar. "Sialan kau Miyuki Kazuya," rutuknya kecil.

Miyuki memandang adik kelasnya dengan sedikit senyuman. Tak salah keputusannya tadi untuk membelikan Sawamura sepotong roti, buktinya mereka bisa bicara lagi seperti biasa kan?

Ingat tujuannya, Miyuki menurunkan sudut bibirnya. "Ne Sawamura,"

Sawamura yang masih memakan roti itu menengok, "Hm?" jawabnya masih dengan mulut yang penuh roti.

"Nanti malam ada waktu?"

Sawamura tersedak. Kelas tiba-tiba hening.

"Uhuk! Uhuk!" Sawamura menelan paksa rotinya. "A-Apa maksudmu hah!?" ia mencoba teriak tidak terlalu keras.

Miyuki kembali memasang senyumnya, "Aku ingin membicarakan sesuatu. Hehe," ia berdiri, "Nanti aku ke kamarmu ya?"

"A––!" baru ingin membuka suara, Sawamura kembali dikagetkan tindakan Miyuki.

Miyuki mendekatkan tubuhnya dan mengusap ujung bibir Sawamura untuk mengambil krim melon yang tersisa, "Kalau makan jangan berantakan, bodoh." –lalu menjilatnya.

Wajah Sawamura memerah sepenuhnya, "JANGAN LAKUKAN HAL YANG ANEH-ANEH BODOH!" –dan suara Sawamura kembali terengar sampai keluar kelas.

...

Sawamura kembali merutuk kesal, ia usapkan kasar handuk kecil di lehernya pada rambutnya. Ia pikir berendam mungkin bisa menghilangkan perasaan kesal yang tadi siang, tapi ternyata tidak.

Kembali teringat kelakuan iseng Miyuki siang tadi, membuat wajahnya menekuk semakin kesal. Rasanya ia ingin membanting sesuatu sekarang. Jelas semua salah Miyuki. Karena kelakuan isengnya, Sawamura jadi dilimpahi bermacam-macam pertanyaan aneh seperti 'Kau ada hubungan apa dengan Miyuki-senpai?' atau 'Kau pacaran dengan Miyuki-senpai?' sampai 'Kalian ingin ngapain nanti malam?'

Argh! Memikirkannya saja membuat Sawamura ingin memukul wajah iseng yang kelihatan jelas sedang senang itu!

"Sa–wa–mu–ra~"

Ugh, lagi-lagi suara itu. Baru juga Sawamura sampai di depan kamarnya.

'Greb–' Miyuki merangkul Sawamura dari belakang. "Ayo ikut aku," ia sedikit menarik Sawamura.

"Ugh. Setidaknya biarkan aku masuk ke dalam dulu, Miyuki Kazuya." alisnya bertautan kesal.

Miyuki melepas rangkulannya, "Baiklah, baiklah~"

Sawamura membuka pintu di depannya. Setelah masuk, kembali ia ingin menutupnya, kalau saja Miyuki tidak menghalangi.

"Hei, apa yang kau lakukan?" tanya Sawamura bingung.

Miyuki langsung masuk ke dalam, "Hm? Tentu masuk ke kamarmu,"

Sawamura tidak merespon. "Oi, jangan berdiam diri di sana terus bodoh! Kalau kalian ingin masuk, ya masuk yang benar!" seru Kuramochi yang sedang membaca majalah di kasurnya.

Sawamura yang sudah malas merespon hanya melepas tangannya pada pegangan pintu dan masuk ke dalam untuk beristirahat sebentar.

Kuramochi memandang Miyuki seakan bertanya kenapa sikap Sawamura seperti itu, sedangkan Miyuki hanya membalas dengan mengangkat bahu–tanda tidak tahu, sebelum akhirnya menutup pintu.

Miyuki menghampiri Sawamura yang sudah telungkup di kasurnya. Ia duduk di pinggiran kasur, "Hei, kau sakit?"

Sawamura menggelengkan kepalanya yang masih ia pendam di bantal.

"Kalau begitu ayo ikut aku,"

Sawamura melirik Miyuki. Sebagian wajahnya masih ia pendam di bantal, "Ke mana?"

Miyuki sedikit terkejut dengan sikap Sawamura. Bagaimana tidak? Di matanya sekarang, Sawamura terlihat sangat imut. "Latihan. Besok ada pertandingan kan?"

Cepat, Sawamura mengangkat kepalanya. "Latihan melempar?"

Miyuki mengangguk. "Catchernya kau?" tanya Sawamura lagi.

Miyuki kembali mengangguk. Baru saja Sawamura ingin bergegas turun, tapi ia berhenti. "Kenapa?" tanya Miyuki bingung.

Kepala Sawamura agak menunduk, "..Kau tidak latihan dengan Furuya?"

Miyuki agak kaget. Ia mengusap kepala Sawamura, "Dua hari kemarin dia sudah banyak latihan, hari ini aku latihan denganmu. Kami juga membutuhkanmu untuk pertandingan besok."

Sawamura mengangkat kepalanya, "Benarkah?"

Miyuki mengendus kecil, "Tentu bodoh!"

"YOSH! AYO KE LAPANGAN!" seru Sawamura senang seiring ia turun dari kasurnya dan bergegas keluar kamar.

Miyuki mengulum senyum geli. "Hari ini?" tanya Kuramochi yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka.

Senyum geli Miyuki berubah menjadi senyum masam, "Tidak. Besok mungkin..atau lusa?" nadanya berubah menjadi seperti bertanya.

"Jangan terlalu lama bodoh."

"Iya aku tahu,"

"MIYUKI-SENPAI! AYO CEPAT!" seru Sawamura dari luar kamar.

Kembali senyum geli terpasang, "Iya iya," ia berjalan keluar. "Semoga hari ini aku tidak kelepasan bicara," kata Miyuki sebelum menutup pintu kamar nomor lima itu.

"Hei, coba panggil aku senpai lagi,"

"I-itu hanya karena aku senang bodoh!"

"Huh, pasangan bodoh." Kuramochi mengendus kecil mendengar perakapan mereka dari dalam kamar.

TBC

SAYA KEMBALI!~ /stop/ Maaf kalau chap ini lebih pendek dari chap sebelumnya TvT /udah lama pendek pula/ /jleb/ Di chap selanjutnya akan lebih panjang, tapi tolong jangan kutuk saya kalau semakin aneh _(:'3_/)_
Ah, untuk balasan review,,

Airis Hanamori
Ara? Cliffhanger kah? Padahal saya tidak ada rencana buat cliffhanger ahaha,,
Ah iya, makasih sudah dikoreksi, itu sudah saya betulkan~ Dan ini chap duanya, semoga memuaskan~

pumpkins minnie
Makasih! . Uh..maaf kalau chap ini semakin pendek, tapi di chap selanjutnya akan lebih panjang kok! Dan untuk update...saya update satu minggu sekali, jadi tunggu yaa /kayak masih mau ngikutin/ /jleb/

Koro-kun
Ahaha, iya, habis mereka sama-sama keras kepala sih...dalam beberapa artian,, /pluk/

pipyon
Sama-samaa Saya juga buat karena kekurangan asupan MiyuSawa TvT Makasih! Ini chap duanya, semoga memuaskan!~

BlueSky Shin
Ini sudah update~ Gak akan panjang kok, saya juga takut kalau buat mc panjang-panjang nanti jadi males ngelanjutin terus terabaikan..hehe. Furuya...suka siapa yaa?..Hmmm.. /pluk/ Ahaha, di chap selanjutnya mungkin terungkap.. Tenang saya juga gak rela kok kalau Furuya suka Miyuki,,

YOSH! Sekian untuk chap ini! Terimakasih untuk yang sudah review, fav and follow~ Chap selanjutnya ditunggu yaa, sampai ketemu lagi~