Complicated

.

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Fandom : NARUTO

Rate : T dulu

Genre : Romance, Drama

Pair : SasuNaru, KyuuNaru, ItaNaru, NaruInari, etc.

.

Summary : Itachi dan Sasuke berkunjung ke apartemen Naruto. Muncul seseorang yang masih ada hubungannya dengan Naruto. RnR please~

.

Author's Note : Gini, disini, Deidara adalah sepupu Naruto. Sedangkan Kyuubi adalah kakak kandung Naruto yang dipisahkan oleh nenek mereka. Dan ada satu character dari Kuroko no Basket di chap ini, dia hanya akan menjadi figuran saja.

.

CHAPTER 1

_Sasuke's POV_

Kenalkan, aku Uchiha Sasuke si tampan yang jenius. Tapi aku tak tahu kemana perginya otak jeniusku sampai-sampai aku mengikuti pemuda manis bak bidadari yang baru kukenal. Kuarahkan pandanganku ke segala arah, bertujuan untuk mencari sang bidadari manis.

'Indah,' batinku terkagum-kagum saat melihat dirinya duduk di bawah pohon sakura yang bermekaran dan ditambah dengan danau buatan yang luas. Aku segera mengambil ponselku, setelah itu aku memotret pemandangan terindah yang baru kulihat itu.

Tanpa berpikir panjang kulangkahkan sepasang kakiku kearahnya ketika melihat dia berdiri dari duduknya. Sepertinya dia mau pergi. Segera saja kuulurkan kedua tanganku untuk memeluknya dari belakang dan berkata dengan lembut,

"Jangan menangis," dapat kulihat ia memperhatikan diriku, matanya membelalak lebar, terkejut sepertinya.

"Uchiha…Sasuke?" panggil atau lebih tepatnya tanyanya pada diri sendiri

"Apa kau percaya…akan cinta pada pandangan pertama?" tanyaku bodoh. Sungguh, aku heran kemana kejeniusan otakku. Dan sepertinya aku berhasil membuat si bidadari manis itu terkejut lagi. Sekali lagi aku membuat dirinya terkejut, ku jamin aku bakal dapat piring cantik.

"A…apa maksudmu?" tanyanya ragu dan mencoba menjauhkan jarak diantara kami.

"Hn, lupakan." Aku hanya diam bediri di sampingnya, memikirkan sesuatu. Kurasakan hawa canggung mulai beterbangan di sekitar kami.

"Ano…kau Uchiha Sasuke, ketua kelas 1-A kan?" tanya bidadari di sampingku ini, aku hanya mengangguk pelan. Tiba-tiba ia langsung membungkuk dan berkata,

"Mohon bantuannya, kami kelas 1-F akan berusaha tidak merepotkan kalian kelas 1-A," setelah mengatakannya, dia langsung pergi meninggalkanku dengan seringai yang jarang kukeluarkan.

"Bidadari dari 1-F ya,"

.

_NORMAL POV_

Naruto berlari menuju kelasnya. Ia sungguh tak menyangka tadi berbicara dengan Uchiha Sasuke yang biasanya dibicarakan oleh siswa maupun siswi di sekolah ini.

'Dia tak seburuk yang digosipkan,' batin Naruto mengambil kesimpulan. Sebenarnya, ia pernah dengar bahwa Uchiha Sasuke adalah seorang ketua yang sadis dan menakutkan walau tampan.

'Kalau tampan sih iya. Tapi sadis dan menakutkan? Entahlah,' Naruto masih menjelajahi pikirannya sendiri. Tanpa sadar, ia menabrak seseorang yang kebetulan sedang berlari dari arah yang berlawanan.

BRUKK!

Naruto kembali kea lam sadarnya dan terkejut melihat yang ditabraknya tadi adalah Inari. Inari meringis sakit dan mengelus-elus pantatnya.

"Daijobu desu ka?" tanya Naruto sambil mengulurkan tangan kanannya, membantu Inari bangun. Inari menerima uluran tangan Naruto dengan wajah sedikit merah.

"Daijobu, ne, dari tadi aku mencarimu, Naruto-san," ujar Inari sambil menepuk-nepuk pantatnya, berniat membersihkan debu yang menempel. Naruto memiringkan kepalanya bingung, seakan bisa membaca pikiran Naruto, Inari menjawab

"Ketua kita mau mengadakan rapat untuk membahas drama apa yang akan 1-F dan 1-A mainkan. Sekalian membagi tugas untuk anak-anak 1-F," Inari segera menarik tangan berlapis kulit tan Naruto dan menuju ke kelas mereka.

Sesampainya di kelas, mereka segera duduk merepat dengan yang lainnya. Setelah merasa semuanya sudah berkumpul, Yahiko dan Nagato maju ke depan.

"Oke, semuanya, harap perhatikan aku." Kata Yahiko tampak menyuruh Kiba dan Deidara membagikan lembaran-lembaran kertas tentang drama yang akan mereka tampilkan.

"Pertemuan kali ini bertujuan untuk membagikan tugas-tugas yang akan dilakukan anak kelas 1-F. Ada yang mau ditanyakan sebelum kita mulai?"

"Ketua kelas, memangnya drama apa yang akan kita dan 1-A mainkan?" tanya seorang anak berambut putih dan berbola mata ungu, namanya adalah Suigetsu.

"Beauty and The Vampire," jawab Yahiko sambil mengerutkan kening ketika membaca judulnya

"Loh, bukannya Beauty and The Beast ya? Apa mereka salah ketik?" tanya Tayuya—perempuan berambut merah, berkulit putih, dan kemana-mana selalu membawa seruling—

"Emh, sepertinya bukan salah ketik. Tapi memang diganti judulnya, lihatlah, jalan ceritanya hamper sama dengan dongeng Beauty and The Beast kok," kata Konan, perempuan berambut ungu sebahu ini merupakan mantan Yahiko yang sekarang menjelma menjadi fujoshi akut. Semuanya pun kembali tenang dan Yahiko mulai membagi tugas,

"Konan dan Deidara, kalian bagian dekorasi panggung. Selain kalian berdua ada Sai dan Sasori dari kelas 1-A dibagian dekorasi," ujar Yahiko sambil menunjuk Konan dan Deidara

"Sasori-danna bagian dekorasi? Kupikir dia akan dibagian perancang busananya un," gumam Deidara pelan sambil tersenyum-senyum sendiri layaknya orang baru dapat togel

"Berikutnya, bagian perncang busana itu urusan anak 1-A. Selanjutnya, Temari, Kiba, dan Inari," Yahiko mengalihkan pandangan dari kertas di tangannya kearah Temari yang sedang memainkan kipas , Kiba yang sedang membaca majalah porno dan Inari yang sedang duduk di pangkuan Naruto. Benar-benar kelas yang tidak niat rapat.

"Ya?" mereka mengucapkan bersamaan

"Kalian aku tugaskan membuatkan makanan untuk anak kelas 1-F."

"Eh? Kenapa? Bukannya kita bakal dapat jatah konsumsi?" tanya Inari bingung

"Inari, kau lupa? Partner kita adalah anak kelas 1-A yang…ya begitulah. Kemungkinan besar, konsumsi tersebut hanyalah untuk anak kelas 1-A. Jadi kita harus berjaga-jaga," tiba-tiba Naruto yang sejak tadi diam menyauti pertanyaan Inari sambil mengelus kepala Inari lembut.

"Benar sekali apa yang dikatakan Naruto," kata Nagato tenang

"Ayo kita lanjutkan dan segera pulang. Berikutnya adalah Tayuya, Suigetsu, dan kau Naruto." Tayuya, Suigetsu, dan Naruto langsung berwajah serius.

"Untuk kalian aku menugaskan tugas special," kata Yahiko sambil menyeringai

"Special?" beo Tayuya, Suigetsu, dan Naruto bersamaan.

"Ya, aku menugaskan kalian untuk memeriahkan penampilan kita diakhir cerita. Kita akan menunjukkan bahwa kelas 1-F bukanlah kelas yang tak bisa apa-apa." Ujar Yahiko bersemangat dengan senyum bodohnya.

"Khukhu, kita bertiga bekerja sama bersama? Sepertinya aku tahu apa rencanamu, wahai ketua kelas bodoh," kata Suigetsu sambil terkikik geli

"Hmm, sepertinya bakal menarik," tambah Tayuya sambil menyeringai

"Pasti berhubungan dengan…music. Benarkan?" tebak Naruto sambil menghela nafas

"Tepat sekali, tumben hari ini kau cepat mengerti? Kau terbentur Naruto?" ejek Yahiko dengan wajah tanpa dosa

"Jangan mengejekku! Kalau begitu hari Sabtu, Tayuya dan Suigetsu kumpul di apartemenku untuk latihan," ujar Naruto sedikit sebal

"Iya-iya, aku sudah tahu." Kata Tayuya sambil memutar kedua bola matanya, sedangkan Suigetsu hanya mengangguk.

Untuk beberapa saat keheningan muncul, membiarkan semua orang yang ada di kelas tersebut berenang dalam alam pikiran mereka masing-masing. Hingga,

"Baiklah, sampai disini rapat kita. Mulai besok kita akan bekerja sesuai tugas masing-masing. Rapat ditutup. Silahkan pulang," Nagato berujar dengan wajah datar. Kelas yang mulanya penuh akan siswa siswi ini, perlahan-lahan mulai sepi. Meninggalkan beberapaorang di dalam sana.

"Jadi…lagu apa yang harus kami mainkan?" tanya Naruto dengan tersenyum bodoh

"Itu kuserahkan pada kal—" ucapan Yahiko dipotong oleh Tayuya dan Suigetsu

"Kami serahkan padamu, Naruto." Ujar mereka berdua dengan senyum manis yang dibuat-buat. Nagato dan Naruto yang melihat tingkah ketiga orang itu hanya menggeleng-geleng pasrah

"Baiklah. Kalau begitu aku duluan. Aku harus menjalankan hukuman menjadi manajer team basket." Pamit Naruto dengan lesu

.

'Basket ya, disitu pasti ada…aniki,' batin Naruto. Dia berjalan lesu masuk ke dalam bangunan yang biasanya digunakan murid-murid untuk bermain atau latihan basket. Sesampainya disana, Naruto menaruh tas ranselnya di bangku lalu ia mencari pelatih basket.

"Maaf, sensei, saya mau meminta ijin melaksanakan hukuman menjadi manajer basket selama satu minggu," kata Naruto sopan ketika sudah ada di hadapan sang pelatih basket tersebut. Pelatih basket itu memiliki tubuh yang sangat tinggi, kulitnya putih, rambutnya merah dan diujung-ujung rambutnya berwarna sedikit hitam, bola matanya juga merah gelap.

"Oh, jadi kamu yang dapat hukuman itu? Kenalkan, saya Kagami Taiga, pelatih basket disini."

"A..Ah, nama saya Uzumaki Naruto. Mohon bantuannya, sensei," Naruto membungkukkan badannya dengan wajah sedikit merah.

"Hm, siswa-siswa yang mengikuti ekskul basket sebentar lagi juga akan datang." Dan tepat ketika sang pelatih berhenti bicara terdengar sebuah suara dari arah pintu masuk,

"Naruto, apa yang kau lakukan disini?" Naruto sangat hafal suara ini. Segera saja dia mengalihkan perhatian,

"Sensei, apakah ada yang bisa saya kerjakan sekarang?"

"Huh? Ya, kau bisa mengambilkan bola-bola basket di gudang," Naruto langsung saja berlari ke gudang.

'Sial, dia menghindariku!' batin Kyuubi marah.

.

Uchiha Itachi mala mini begitu bahagia. Ia berniat untuk mengunjungi tetangganya. Ya, tetangga manis yang tadi pagi tidak sengaja bertabrakan dengannya. Sejak tadi pagi ia tak bisa berhenti tersenyum-senyum sendiri karena memikirkan lelaki manis itu.

"Kau gila ya, aniki?" ejek Sasuke sambil memakan tomat segar

"Otouto, teganya kau menghinaku,"

"Kita jadi tidak?" Itachi mengangguk dengan semangat. Sasuke heran, sebenarnya tetangganya itu seperti apa sih, sampai-sampai kakaknya jadi out of character gini.

Setelah dua Uchiha bersaudara itu sampai di depan apartemen orang yang Itachi cari, segera saja Itachi mengetuk pintu,

TOK! TOK! TOK!

Tak sampai lima menit, pintu bercat coklat itu terbuka. Menampakkan seorang pemuda berkulit tan, berambut pirang, dan bermata sapphire yang hanya menggunakan celana jeans pendek selutut.

"Siapa y—" kata-kata Naruto tiba-tiba lenyap begitu saja ketika melihat siapa tamunya. Dengan cepat ia menutup pintu, berniat memakai kaos dulu. Duo Uchiha hanya cengo dengan wajah datar mereka. Beberapa saat kemudian, Naruto kembali membuka pintu apartemennya, Naruto mengenakan t-shirt berwarna kuning.

"Ehehe, silahkan masuk," Naruto mempersilahkan mereka berdua masuk tanpa tahu siapa sebenarnya yang datang. Itachi dan Sasuke langsung duduk di sofa yang ada di ruang tamu Naruto.

"Loh? Uchiha Sasuke?"

"Ah, anda mengenal adik saya?" tanya Itachi pada Naruto yang tampaknya terkejut namun tetap terlihat manis.

"Emh, hanya mengenal nama dan wajahnya saja," jawab Naruto sambil menempelkan jari telunjuknya di dagu. Naruto, tahukah kau, gara-gara kepolosanmu duo Uchiha dihadapanmu ini harus menahan diri agar tidak menyerangmu.

'Malaikatku, dihadapanku. Tapi, mengapa baka aniki tahu kalau dia tetangga kami?' batin Sasuke bertanya-tanya

"Ah, kenalkan, aku Uchiha Itachi. Maaf tadi pagi tak sengaja menabrakmu. Ini adikku Uchiha Sasuke dia memang sedikit tidak sopan,"

"Aniki! Hn, Uchiha Sasuke, ketua kelas 1-A. Douzo Yoroshiku, onegaishimasu." Kata Sasuke dengan wajah datar seperti biasanya.

"Ah, perkenalkan, namaku Uzumaki Naruto. Aku tinggal disini sendirian." Balas Naruto sambil tersenyum manis, bak malaikat.

'Ah! Entah mengapa aku merasa tenang, aku merasa semua dosaku dihapuskan,' batin kedua Uchiha itu aneh.

"Sebentar, akan kubuatkan te—" ketika Naruto mau ke dapur, tangannya digenggam oleh Sasuke. Naruto memiringkan kepalanya bingung.

'Makan dia Sasuke, makan dia. Jangan! Mau ditaruh mana mukamu nanti Sasuke. Tapi aku ingin memakannya sekarang juga,' batin Sasuke saling bertarung untuk menentukan keputusan.

"Tidak perlu repot-repot, Naru-kun. Ngomong-ngomong, itu ruangan apa ya?" tanya Itachi melepaskan genggaman tangan Sasuke dengan Naruto secara paksa lalu menunjuk sebuah ruangan yang berhadapan dengan ruang tamu.

Ruangan itu tertutup oleh pintu, Itachi sebenarnya mencoba mengalihkan perhatian Naruto pada Sasuke melalui sesuatu yang dilihatnya. Kebetulan saja, yang dilihatnya adalah pintu tersebut.

"I…itu..ruangan itu…" Naruto tampak gelagapan, bingung mau menjawab apa. Dan ketika Naruto menemukan jawaban yang cocok atas pertanyaan dari Itachi, tiba-tiba saja pintu masuk terbuka dengan keras dan menampakkan seseorang berambut hitam dan berkulit putih sedang berlari kearah Naruto.

BRUUUKKK!

Terdengar debaman keras yang ditimbulkan dari insiden orang-aneh-berlari-memeluk-Naruto-hingga-jatuh-ke- lantai.

"Naru-chan, Naru-chan, tadaima~ I miss you so much," ujar orang itu lalu tanpa peringatan langsung mencium Naruto ganas.

"Mnngh…Nggh…Menh…Mahh..Menjauh dariku!" Naruto mendorong orang aneh itu sampai terpelanting ke tembok

"Adudududuh, Naru-chan, teganya kau." Rengek orang itu sambil mengusap punggungnya yang tertabrak tembok. Sasuke menahan amarahnya karena melihat calon bidadarinya dicumbu ganas oleh orang gila yang seenaknya masuk apartemen orang. Itachi shock dan tak bisa berkata apa-apa, ya, walau dia cukup senang dapat mendengar desahan lelaki manis berambut pirang itu.

"Ukh, Sasuke-san, Itachi-san, maafkan orang bodoh itu. Dia selalu saja amat sangat tidak sopan. Bahkan kepadaku yang saudara kembarnya sendiri," jelas Naruto sambil menunduk malu

"Ah tidak a—WHAT?! SAUDARA KEMBARMU?!" teriak Itachi histeris sedangkan Sasuke hanya menutup kuping dan berpikir di dalam otaknya sendiri. Mengingat apa yang baru saja dikatakan oleh Naruto.

"Iya, emang kenapa kalau aku saudara kembarnya? Gak terima? Kalian ini siapa sih?" tanya kembaran Naruto yang sudah bangkit dari lantai

"Mereka itu tetanggaku, sopanlah sedikit. Maaf, kenalkan dia adalah Uzumaki Menma." Kedua Uchiha itu memperhatikan Menma dengan seksama dari atas sampai kebawah sebanyak empat kali.

'Apany yang kembar? Rambut hitam beda dengan Naruto yang pirang, oke mungkin bola matanya sama-sama sapphire tapi lebih indah sapphirenya Naruto, kulitnya aja beda dia putih Naruto tan, dan dia lebih tinggi beberapa senti dari Naruto.' Sasuke dan Itachi sama-sama sweatdrop di dalam hati. Seakan tahu apa yang dipikirkan duo Uchiha itu, Menma berkata dengan gaya sok cool,

"Rambutku awalnya pirang, lalu ku cat. Kulitku menurun dari ibu, lalu masalah tinggi badan, mungkin karena aku lahir duluan. Tepatnya tiga menit sebelum Naruto lahir." Naruto hanya mengangguk menyetujui.

"Ne, Menma, bukannya kau masih di America?" tanya Naruto menatap Menma dengan pandangan penasaran.

"Hei, hei, seakan-akan kau tidak suka bila aku disini," ujar Menma sambil manyun

"Memang tidak. Kalau ada kau aku tidak akan bisa tidur tenang" Naruto menjawab tegas dengan wajah tak berdosa lalu membuat Menma pundung di pojokan.

Setelah berbincang-bincang sebentar, Sasuke dan Itachi pamit untuk pulang, meninggalkan Naruto dengan kekhawatiran akan keselamatannya nanti malam dari sang kembaran, Menma.

_TBC_