Nah nah nah, kali ini adalah lanjutan serial kita!
Well, pasti pada gak sabar nih...
Baca aja deh, atuhor lagi males cerewet
Namida to chi to zetsubō-tekina
Scene II: Be carefull, Renji!
Disclaimer: Kubo Tite
Ichigo Kurosaki dan Uryu Ishida mengadakan penyelidikan ke sebuah tempat angker bersama-sama dengan Orihime Inoue, Renji Abarai, dan Rukia Kuchiki. Tapi saat mereka memulai penyelidikan mereka, ternyata mereka berlima telah dinantikan oleh sekelompok orang misterius….
~TKP, Lobby awal...~
"Nah, ini tempat awal kita" ujar Ichigo
Tempat pertama terlihat... Anhe (Tepatnya, nyeremin)
Bisa dilihat, ada banyak sarang laba-laba dan berbagai perabotan yang berdebu. Tempatnya juga sangat jelek.
"Yah, inilah yang baru ku sebut angker" ujar Renji "Kali ini, Ishida pinter juga nyari lokasi"
"Mang biasanya gw gak pinter?" ujar Uryu yang tersinggung
"Gak sih" jawab Renji enteng
Rukia melihat kalo ada 5 jalan terpisah
"Sepertinya, ada yang tau kalau kita akan ke sini" ujar Rukia
"Yap, sepertinya..." jawab Orihime
Ichigo yang mendengarnya, langsung membalikkan badan
"Kita harus berpencar sampai sini" ujar Ichigo "Setelah kalian selesai menyelidiki, kembali ke sini"
Mereka semua mengangguk
"Kata-kata itu mengingatkan ku akan seorang pria bodoh yang mengucapkan janji sebelum berpencar saat di las Noches..." ujar Uryu
"Kau mengejekku?" tahya Renji, yang kebawa emosi
"Sudahlah, ayo jalan" ujar Rukia
Mereka pun pergi melalui jalan mereka masing-masing.
Hening
SRET! Beberapa orang misterius muncul setelah Ichigo dkk berpencar.
"Mereka semua berpencar, tuanku" ujar seorang misterius yang melaporkan Ichigo dkk di chapter 1
Seketika, sang tuan tersenyum senang
"Mereka hanya mengizinkan kita untuk menemui mereka..." ujarnya
Lalu, dia membalikkan badannya
"Pergilah, muridku yang paling setia!" teriaknya "Lakukan pada mereka seperti yang kuperintahkan!"
Set set set set set! Lima orang di depannya pun pergi.
"Anda memberi mereka kejutan spesial ya?" tanya sang pelayan
"Benar" jawabnya "Dan mereka pasti akan menikmatinya..."
Lorong 1, RS Angker (TKP)
Renji Abarai
Renji POV
KRRUUUKKKKKRRUUKKK...
Sial, perutku kelaperan di saat seperti ini. Hah, aku jadi ingin makan pisang di pohon Kuchiki-taichou lagi deh...
(Nah, sifat aslinya muncul tuh! *author dibantai Renji*)
Tapi, lumayan juga Ichigo ngajakin. Daripada gw harus ngerjain pekerjaan rumah di rumah Urahara... Enakan mana?
KRRUUKKKKKK...
Ahhh... Enakan gw makan deh
SRET!
Walah, apaan tuh tadi? Wah, jangan-jangan hantu lagi...
SRET!
Wah! Kayaknya masih jalan tuh!
Gw kejar gak ya?
Coba deh gw cek, sekalian di potret aja deh... Takut kalo cuma mainan ^^
Normal POV
Renji pun mengikuti suara itu (Meski dengan perut yang lapar buanget...)
"Heh suara, kau pergi kemana?" ujar Renji kesal.
Dan dengan isi perut yang tak seimbang, Renji pun kembali melangkah.
Hingga akhirnya...
"Kamar pasien?" ujar Renji heran
Suara yang tadi Renji dengar, berhenti di kamar pasien nomer 92.
"Nah, ini pasti tempat terakhirnya!" ujar Renji
Brak! Renji pun membuka pintunya.
Tapi, tidak ada siapa-siapa. Itulah yang aneh
Orangkah? Gak mungkin. Hantukah? Jangan-jangan... Itulah yang di pikirkan Renji.
Dengan hasil yang minim, Renji hanya memotret seisi kamar pasien itu.
"Apaan nih?" ujar Renji yang heran
Korden itu berbeda warna. Yang satu merah, dan yang satu abu-abu.
"Wah wah, kok bisa beda warna ya?" ujar Renji heran
Dan setelah Renji teliti, ada logo aneh di tengan Korden.
Gambar pentagon. Pentagon yang aneh.
"Pentagon?" ujar Renji "Buat apa ya?"
"Kau mau tahu?"
Renji cepat membalikkan badannya. Sosok manusia.
"Siapa kau?" tanya Renji heran
"Aku Szayel Apporo Grantz" ujarnya "Untuk apa kau ke sini?"
"Hanya untuk penyelidikan" jawab Renji
"Penyelidikan?" tanya Szayel "Kau menyelidiki kami?"
"Tidak" seketika, Renji kaget dengan pertanyaan Szayel yang terakhir "Maksudmu, siapa 'kami'?"
Szayel tertawa
"Heh, apanya yang lucu?" ujar Renji kesal
"Kau tidak perlu ku beri tahu..." jawabnya
BRAK! Szayel memotong kasur yang ada di sebelah Renji
"... Karna riwayatmu berakhir di sini"
"Sial!"
Renji pun keluar dari ruangan, dan berlari menyusuri lorong. Szayel mengikutinya dari belakang
"Kau tak akan bisa lari dariku, hua ha ha ha ha ha ha..."
"Sial! Sekarang aku dikejar orang aneh!" ujar Renji
Dan kemudian, Renji melihat persimpanagn di depan.
"Aha!" ujar Renji.
Renji berbelok, dan memasuki kamar pasien lain di dekat situ
Tek tek tek
Renji menahan nafasnya, agar Szayel tidak mengetahui tempatnya.
"Apa kau disini, anak muda?" ujar Szayel
Klontang.
Suara kaleng di dekat tempat Renji berbunyi.
"Kau disana ya...?"
Szayel makin mendekati tempat persembunyian Renji.
Tapi, yang terjadi...
Tek tek tek tek...
Langkahnya malah semakin menjauh. Renji pun keluar dai tempat persembunyiannya.
"Akhirnya dia pergi juga..." ujar Renji lega, lalu segera pergi.
Renji pun melanjutkan perjalanannya. Tapi, di sebuah persimpangan lain...
SRET. Szayel muncul di depannya.
"Ka-kau..." Renji tidak bisa menyembunyikan ekspresi kagetnya "Bagaimana bisa?"
"Sudah kubilang" ujarnya "Kau takkan bisa lari dariku..."
Szayel pun mendekati Renji yang masih dengan ekspresi kaget
SRAT
"GGWWWWAAAA!"
Ichigo, Uryu, Rukia, dan Orihime kaget mendengar suara teriakan renji
"Renji! baka aho!" teriak Rukia yang panik
"Abarai-kun..." Orihime terlihat kaget
"Reiatsu ini... Abarai!" teriak Uryu yang mengetahui berapa reiatsu Renji
Ichigo mulai kesal
"Sial! Renji, jawab aku! Renjiiiiii!" teriak Ichigo
Sementara itu, tuan misterius datang dan melihat Szayel dan Renji yang sudah penuh darah
"Dia sudah jatuh, tuanku..." jawab Szayel, sambil membuat pentagon dengan darah Renji
Tuan itu tersenyum senang
"Makin banyak yang jatuh, makin seru saja..." ujarnya "Kita lihat, siapa korban selanjutnya..."
Orang yang tersisa (Ichigo, Rukia, Uryu, dan Orihime) mulai terlihat panik, megetahui kalau Renji sudah gugur
Mereka pun mulai hati-hati, karna ada yang menawan mereka disini...
"Hei, masih ada 4 orang lagi..." ujar seseorang di balik pintu "Kau memilih siapa?"
Orang itu melihat keluar jendela, lalu tersenyum.
"Aku akan menawan... dia"
Dia pun menunjuk ke seseorang dari anggota penyelidikan,
Dan yang dia incar ternyata...
To be Continiued...
"KENAPA GW DIBIKIN JATUH DULUAN?"
Well, itu teriakan Renji yang sering di dengerin Author kali ini...
Well well, kita sudah lihat kalau si Monyet dari Pohon Sakura Byakuya udah gugur *author dihajar Byakuya n Renji*
Masalahya, siapa korban selanjutnya?
Tunggu aja deh...
-RoyIshida
(Gomen kalo jadi serem... Kebawa alur cerita sih ^^)
