Naruto © Masashi Kishimoto
Warning : AU, OOC,
DLDR!
Enjoy Yourself!
.
A Little Love
Chapter 2
Seiring berjalannya waktu yang tak disadari menjadi jalan yang panjang, aku merasa seperti semuanya berjalan perlahan. Aku telah masuk SMA. Di tahun pertamaku, aku masih selalu bergulat dengan pikiranku yang selalu memandang buruk segala hal. Keluargaku masih membenciku. Baru aku tahu, mereka membenciku karena aku bukanlah anak yang diharapkan.
Tapi aku tak peduli. Selama aku masih bernapas aku akan terus bertahan.
.
.
Beberapa bulan setelah aku masuk SMA. Aku mempunyai beberapa teman. Mereka merupakan teman terbaik yang aku miliki.
Aku menyadari bahwa tempatku tidak terlalu buruk. Entah aku menemukan beberapa alasan sehingga kehidupanku kini menjadi lebih membaik. Terus terang, aku tidak mengerti.
Aku merasa mempunyai keluarga yang baru. Bukankah keluarga itu, bukanlah hanya terbatas hubungan darah? Tempat yang dapat membuat kita merasa nyaman dan kita dapat tertawa di dalamnya?
Terus terang saja, aku sering meragukan itu. Karena aku sering melihat, jika itu adalah tempat yang nyaman dan suatu hari sudah tak nyaman lagi, maka tempat itu akan bubar. Jika tempat itu tempat dimana ada tawa dan suatu hari ada tangisan maka tempat itu akan sunyi. Dan jika tempat itu ada kesenangan dan suatu hari menjadi tempat yang penuh kesedihan maka yang ada hanya hinaan, caci dan maki.
Tapi kini sudah terbukti. Temanku bukanlah ibarat tempat yang aku ragukan itu. Mereka selalu ada untukku. Mereka tak meninggalkanku atau pun memandangku dengan hina dan benci padaku saat mereka tahu keadaanku.
Mereka menyayangiku dengan hatinya, bukan dengan lidah yang mudah mengucapkan kata-kata dusta yang mudah tertiup angin.
Mungkin kisahku dengan teman-teman terbaikku tak akan aku kisahkan kali ini. Karena itu merupakan lembaran kisah yang berbeda yang menghiasi hidupku.
.
.
Setiap kali aku melihat ke langit yang dipenuhi air mata, perasaan yang bergelombang berubah-ubah dari tirai biru dadaku. Jika ini memang takdirku, akan aku jalani sebaik mungkin. Karena pada saat itu aku masih berpikiran sempit, sehingga aku selalu berpikir bahwa keluarga hanyalah sebuah tempat penuh kekerasan dan semua orang dewasa itu egois.
Saat aku SMA, aku sudah bertekad untuk berpikiran dewasa dan positif. Sebuah awal dan langkah yang baru, aku mulai memperluas pikiran dan pandanganku.
.
.
Kini aku sudah tak marah lagi pada Tuhan dan membenci-Nya. Karena hidup dengan membenci tak ada gunanya. Hidup dengan kemarahan itu hanya merugikan diriku sendiri. Aku yakin Tuhan mungkin memberikan jalan hidupku ini untuk aku jalani dan aku syukuri karena aku yakin Tuhan telah mempersiapkan kebaikan untuk hidupku.
Aku memang bukanlah orang yang penyabar. Tapi aku mencoba untuk bertahan. Karena yang dapat aku lakukan hanyalah melangkah maju menyongsong kehidupan yang terus berjalan. Menghadapi semua rasa sakit ini.
.
.
Aku berharap waktu dapat mengubah keluargaku dan hidupku. Tapi, benarkah waktu dapat merubah segalanya?
Aku memahami satu hal ini.
Waktu memang mengubah manusia, ataukah hanya sebagian orang yang berubah seiring zaman sehingga ada yang bijak dan tidak?
Waktu tak dapat di kambing hitamkan. Karena waktu hanyalah waktu sama seperti harapan dan tak dapat dipersalahkan atas apa pun yang terjadi. Waktu hanya memberikan pilihan untuk berbuat yang benar atau salah. Jika keliru yang dapat disalahkan hanya diri sendiri. Karena waktu tak memiliki keinginan, sekedar menawarkan apa yang dibutuhkan seseorang dan itu adalah kesempatan untuk berubah.
Karena itu, aku menerima tawaran yang diberikan waktu padaku. Untuk lepas dari masa lalu yang menyakitkan. Karena aku tahu kehidupanku terus bergulir dan waktu telah memberikan kesempatan itu. Penantian, bertahan, dan melangkah maju meninggalkan hari belakang yang kulalui pasti akan mendapatkan reward-nya.
Aku mencoba untuk mensyukuri keadaanku ini. Aku mendapatkan hadiah yang aku tahu itu dari keputusanku mengambil jalan yang diberikan waktu dan atas kesabaranku dalam menerima kehidupan. Ibu kini sedikit demi sedikit mulai memperhatikanku. Keluargaku kini tak lagi memandangku dengan tatapan benci dan sinis.
Ini adalah sebuah awal. Meskipun aku tak mengerti mereka berubah. Aku tak ingin mempertanyakan itu. Lepas dari masa lalu yang menyakitkan, saatnya kini berdiri tersenyum di waktu kini. Sesakit apa pun perasaan di masa lalu, jika sekarang mencoba untuk ceria, mungkin terlupakan. Selama aku masih hidup mungkin kisahku akan terus berjalan. Memoar dalam ingatanku akan tersimpan untuk menjadi sebuah pegangan hidup yang akan kujalani.
Saatnya kini menatap masa depan di tengah-tengah impianku. Sampai saatnya nanti saat impianku—keluargaku hidup rukun. Ayah dan ibu menjalin kembali kisahnya. Ibu sepenuhnya mempedulikanku. Keluargaku menerimaku—terwujud aku akan mengisahkan kembali kisahku bersama dalam deburan angin. Dan demi itu esok hari masih ada.
The end
Akhirnya...
Pfhiuh...bagaimana? aneh? Maaf jika mengecewakan. Rie sudah berusaha sebaik mungkin menuliskan kisah temanku ini. For my friend. My beloved, Onii-san-ku, I'm sorry... hanya ini yang dapat Rie tuliskan. Semoga kau suka dengan apa yang aku tuliskan.
for reader... maaf jika tak memuaskan.
For Miss Uchiwa SasuSaku... apakah ini cukup untuk kado yang aku berikan? Kurang memuaskankah? Maaf ya...
time to review...
SAASU7KEX jUst cHipmUnkZ:
terima kasih sudah RnR...^^ Iya Sasu kasian banget.. haha... ini apakah cukup memuaskan endingnya? chap 2 up! RnR again?
kazuma big tomat:
terima kasih sudah RnR...^^ yap...ini chap 2. ending mungkin? RnR again?
4ntk4-ch4n:
makasih... *blushing*
makasih juga udah RnR..^^. Ini chap 2 udah update... RnR again?
terima kasih sebanyak-banyaknya untuk:
Miss Uchiwa SasuSaku, SAASU7KEX jUst cHipmUnkZ, kazuma big tomat, chiusa akefumi, Rin Akari Dai Ichi, hana 'natsu' phantomhive, 4ntk4-ch4n.
and for all reader.
thank's for reading...^^
