:Heioo.. Tavia disini. Kali ini Aku menulis fict tentang kegalauaan uoo (?) Mungkin fict ini akan memakan 2/3 chapter. And.. This is it..

Destino

Anime/Manga : Bleach

Disclaimer : Om Tite Kubo *om saya -digampar-*

Genre : Romance, Friendship, Galaau *ada gitu*

Rate : K+ / T

Warning : Abal, Aneh, SANGAT OOC, Typo(s), GALAU.. GALAU DAN GALAAU

and

Big Thanks to : Readers, Reviewers, Dll serta Alya Fakhira Budiman, Alisha Farizka Nadhirani, Ghina Salsabila untuk ngasih saran kalau saya sedang galaau, don't forget Aisha Nur Ashri Widya Iradatullah alias Icha untuk sudah menyukai fict saya sebelum ini dan untuk pencipta lagu dan penyanyi galau karena sudah menginspirasi saya, tidak lupa MRF yang sudah membuat saya galau. Sekian cuap-cuapnya.. Happy Reading ^^

.

.

.

Rukia POV

Hei, namaku Rukia Kuchiki. Tahun ini Aku berumur 17 tahun dan menduduki kelas 3 SMA di Karakura SHS. Aku mempunyai teman sepermainan sejak kecil, Dia juga sahabatku yang palingg baikk. Namanya Ichigo Kurosaki. Sejak kecil kami hidup bersama karena kedua orang tua kami yang saling bersahabat dan letak rumah kami yang dekat. Ya, memang dekat sampai-sampai antara tembok rumah kami dempet! Tidak berjarak. Kamar kami juga sangat dekat. Karena hanya dibatasi tembok dan tembok yang malang itu telah dilubangi oleh Aku dan Ichigo sewaktu kecil. Tembok itu hanya ditutupi oleh 2 lemari kami, jadi orang tua kami tidak ada yang tau. Sekarang kami juga berada dalam satu kelas yang sama. Bahkan satu meja. Ha! Sepertinya ini semua takdir. Dulu memang dia adalah anak kecil yang imut, lucu, dia juga yang selalu menghiburku kalau aku sedih tetapi sekarang dia berubah, dia sekarang menjadi seorang lelaki yang tinggi, besaar, dan.. um.. tampan. Banyak orang -lebih tepatnya wanita- yang iri padaku hanya karena aku ini sangat dekat dengan laki-laki sialan itu.

Oiya, lagipula aku tidak akan menyukainya kok! Aku sudah mempunyai dambatan hatikuu. Namanya Abarai Renji, dia tidak sekelas denganku. Orangnya lucu, tempan, tinggi, perhatian, aah pokoknya sempurnaa. Aku selalu bercerita tentangnya kepada Ichigo, tetapi tanggapannya itu.. seperti pada chatku dengannya di MSN ini..

Rukia Kuchiki : Hei Ichigo baka!

Ichigo Kurosaki : Heh? Apa cebol?

Rukia Kuchiki : Kau ini sebenarnya suka dengan siapa sih?

Ichigo Kurosaki : mau tau?

Rukia Kuchiki : iyaa!

Ichigo Kurosaki : otidakbisaa..

Rukia Kuchiki : Baka Orange Jeruk Sulee!

Ichigo Kurosaki :Enak saja kau samakan Aku yang ganteng ini dengan Sulee! kalau kau sendiri?

Rukia Kuchiki : a.. aku? Aku menyukai Abarai Renji! Kau tau kan Ichigo? Anak kelas sebelah yang sangat kecee! Keren! Lucu! Dia itu perhatian, tampan, waah pokoknya dia orang yang sangat sempurna untukku! Dan hari ini ya.. dia menyapaku di MSN 30 menit yang lalu! Itu chat terlamaku dengannya lhoo!Kyaaa! Rasanya seperti terbang Ichigo!

Rukia Kuchiki : Ichigo?

Ichigo Kurosaki : hm..

Rukia Kuchiki : kau memahaminya tidak?

Ichigo Kurosaki : ya.

Yah, contohnya seperti itulah. Dia sangat tidak perhatian dengan apa yang kuceritakan. ME-NYE-BAL-KAN! Dari pada membicarakan itu lebih baik aku online twitter saja. Em.. ada mention dari.. BAKA ORANGE!

' KurosakIchigo : heh midget! RurukiaChappy '

APA-APAAN KATA-KATA MIDGET ITU! HEEH AWAS SAJA YA!

' RurukiaChappy: apaapaan heh jeruk? RT KurosakIchigo: heh midget! RurukiaChappy '

Aku paling tidak suka ada yang memanggilku dengan sebutan midget cebol dan kata-kata pahit lainnya. Kan aku tidak sekecil dan sependek itu bukaan?

NORMAL POV

Beberapa menit kemudian lampu handphone Rukia menyala, itu artinya ada yang mengirim SMS, chat MSN, chat BBM atau mention twitter. Em.. ada gambar burung, berarti twitter.

KurosakIchigo: -_- RT Renjibaboon: Irfan Bachdim menendang bola.. dan GOAAAL! RT RurukiaChappy: apaapaan heh jeruk? RT KurosakIchigo : heh midget! RurukiaChappy

Rukia terdiam.. dia berusaha untuk membaca dan memahami kejadian tadi.
a.. apa itu berarti Renji.. cemburu?

KYAAAAA!

Rukia langsung meloncat-loncat diatas tempat tidurnya. AKU TIDAK PERCAYA INI! ungkapnya dengan suara yang keras

DUG!

DUG!

DUG!

"DIAM BISA GAK? GANGGU TAU!" ucap suara disebrang lemari Rukia. -kalian pasti sudah tau siapa pelakunya-

"heh. Iya-iya" ucap Rukia pelan.

ESOK HARINYA..

"Orihimee, orihimee!" panggil Rukia ketika masuk kelasnya di 9-1. Semua mata memandangnya dengan aneh.

"iya? Ada apa Kuchiki-san? Sepertinya kau sangat bersemangat!" Tanya Orihime dengan tampang malaikatnya.

"ehm.. begini.." Rukia-pun menceritakan kejadian kemarin.

Dia bercerita dengan sangat semangat dan tentu saja dengan suara yang tidak terlalu keras agar orang lain tidak mendengarnya.

Orihime sang 'tempat curhat' pun langsung menggebu-gebu, matanya berbinar.

"Kuchiki-san.. kau tau apa artinya itu?" Tanya Orihime sambil tersenyum manis, Rukia menggelengkan kepalanya.

"Mungkin saja.. DIA MENYUKAIMUUU" ucap Orihime sambil berbisik ditelinga Rukia.

'KYAAA' hati Rukia berteriak.

"Tapi hati-hati Kuchiki-san, jaman sekarang banyak cowok yang PHP atau sok suka gitulah sama cewek lho. Jangan mudah percaya. Contohnya Aku." Lanjut Orihime

"eh? PHP? Kamu? Orihime? HAH?MASA?" *Rukia lemot ah dipukul-*

"iya.. jadi tuh dulu.. er kira-kira 3 minggu lalu.."

Flashback-

Ichigo Kurosaki : Hei Ichigo Kurosaki : gue suka sama lo.

Orihime Inoue : Eh?

Ichigo Kurosaki : Jawabannya?

Orihime Inoue : Iya..

Ichigo Kurosaki : EH? SORRY INOUE! HANDPHONE DIBAJAK SODARA! GOMEN..

End of Flashback

"i..Ichigo?" Tanya Rukia. Tidak tau mengapa tetapi rasanya ada yang perih di hatinya.

"iya. Itu Aku jawab iya bukan karena Aku menyukainya lho Kuchiki-san. Tapi memang karena handphoneku juga sedang ada ditangan kakakku jadi apa boleh buat" jelas Orihime. Ada rasa lega dalam diri Rukia. Tanpa terasa dia menghembuskan nafas..

"huft"

"eh? Kau kenapa Kuchiki-san?" Tanya Orihime polos. Rukia hanya menggelengkan kepalanya.

"jadi, jangan mudah percaya sama apa yang dikatakan oleh kaum-kaum adam yang sial itu Kuchiki-san" ucap Orihime yang tak tau kenapa sangat OOC.
Rukia hanya mengangguk.

'Aku tidak percaya Ichigo pernah melakukan hal seperti itu' ucap Rukia dalam hati.

RING RING RING

Bel berbunyi

Skip Time

Waktu Pulang

"bstbst ih.. itu dia Kurosaki-kun. Katanya cakep-cakep gitu suka mainin cewe lho ich.. blablabla.."

"playboy dateng.."

"ish.. iuhh"

Rukia sudah muak mendengar gossip-gossip aneh tentang Ichigo, sedangkan yang dibicarakan tidak menampakan wajah marah apa lagi sedih. Tampangnya selalu datar, sampai sore ini..

"hei anak play boy! ucap laki-laki berambut biru." Tampang Ichigo berubah, kerutannya bertambah tetapi Dia masih tetap diam.

"Ha.. gak gak gak kuat.. gak gak gak kuat aku gak kuat sama PLAYBOY PLAYBOY HAHAHAHHAHAHAHAHA" ucap perempuan berambut hijau dengan gaya '7ico'n lalu disusul gelak tawa oleh teman-teman lainnya.

Ichigo sudah akan melayangkan tinjunya kalau saja tangannya tidak ditahan oleh Rukia.

"Ichigo, sudah.. abaikan mereka" ucap Rukia pelan.

tapi..

"P - L- A - Y B - O - Y - B - O - Y PLAYBOY PLAYBOY!" lanjut yang berambut keunguan.

"Ibumu memberi makan apa sih pada anak yang ini? Sampai-sampai anaknya bisa menjadi playboy cap kangkung. Apa ibunya tidak waras ya?" Tambah perempuan yang berambut blonde.

... DUAAK!

Pukulan Ichigo ditahan oleh laki-laki yang berambut hitam. Tangan laki-laki itu Nampak kemerahan.

"Kau tau tuan? Memukul seorang wanita bagi pria adalah tindakan yang rendah." Lanjut lelaki berwajah datar itu. Lalu memukul wajah Ichigo, hanya sekali tetapi bekasnya sudah lebam.

Rukia yang sudah tidak terima Ichigo diperlakukan seperti itu-pun maju menjadi pembatas antara lelaki yang diketahui bernama Ulquiorra dan Ichigo.

"Wah ada wonder woman ya?" Tanya lelaki berambut biru.

Gempalan tangannya menuju perut Rukia. Ia hanya bisa menutup matanya pasrah.

DUAAK!

"ti.. tidak sakit" ucap Rukia dalam hati.

Ketika ia membuka mata, ternyata didepannya sudah ada Ichigo.. yang sedang memegang perutnya.

"SUDAAH.. CUKUP!" teriak Rukia sambil menahan air matanya. Dia langsung memapah Ichigo untuk pulang.

"Orang yang memakai kekerasan, adalah orang yang otaknya sudah buntu! Tidak punya hati nurani!" ucap Rukia sambil berlalu pergi.

Rukia memapah Ichigo tidur di ranjangnya. Dirumah Ichigo sedang sepi, jadi Rukia harus mengobati luka Ichigo sendiri.

"lukanya cukup parah Ichigo, pukulan mereka sakit ya?" Tanya Rukia.

"Mereka anak-anak yang biasa main dijalanan Rukia, anak-anak yang populer. Aku tidak akan memaafkan mereka karena telah menghina Ibuku!" Jawab Ichigo.

Rukia terus berada disamping Ichigo sampai Dia tertidur.

"Ichi.. aku akan tetap ada disampingmu walaupun orang-orang membencimu. Tenang saja, kau tidak akan sendirian" Bisik Rukia. Lalu Ia pulang kerumahnya.

"ya.. aku tau" guman Ichigo pelan sesaat Rukia pergi.

"sepertinya Aku mulai melakukan kesalahan Rukia.. Maafkan Aku" lanjut Ichigo pelan..

.

.

.

Yaaa.. Inilah chap pertamaa.. Maaf masih pendeek.

Oiya, Kenapa Tavia beri judul Destino? karena Destino itu bahasa Italia yang artinya Takdir. Kenapa judulnya Takdir? baca aja sampai selesaai.

Apakah kesalahan Ichigo pada Rukia?

Penasaran? Penasaran? Review dulu Pleasee supaya Tavia semangat nulis.. Arigatou yang udah mau baca *bungkuk-bungkuk*