My Baby Monster

Author: Indiah Rahmawati

Cast:

Kom Joonmyeon (Suho)

Zhang Yixing (Lay)

All of member EXO and other

Rating: T

Genre: Mystery, Advanture, Crime, Tragedy

Disclaimer: cerita ini musni otak yang lagi gak jelas. Member EXO milik tuhan, orang tua mereka, dan SM saya cuma meminjam nama mereka. Terispirasi dari sebuah anime yang terus diomongin sama temen, yang tau? Sembunyiin aja didalam hati, jujur ini hasil otak gw yang miring

Summary: "aku hanya monster... mereka semua katakan itu... kenapa kau mau membantuku?" / "dia hanya hewan yang tak punya otak! Perlakukan hewan YA SEPERTI HEWAN!" / "kau manusia, didalam dirimu juga manusia..." / "SUHO HYUNG!"

Warning: YAOI fanfiction bagi yang tak suka harap menjauh. Saya akan terima semua keritikan dan saran, asal yang tak yang keterlaluan. Banyak TYPO bertebaran~ SULAY IS HERE!

.

.

.

.

.

Happy Reading~

.

.

.

.

.

Previous Chapter

"apa yang kau lakukan... Lay-ah?" orang itu seperti terkejut mendengar suara orang dibelakangnya. Ia menengok dan melihat seorang namja berkulit putih dengan pandangan kosong yang terlihat kesal dengan orang yang ia lilit dengan perbannya. Tubuh orang yang menyerang Suho mulai gemetar hebat, Suho bisa rasakan rasa ketakutan pada orang itu... siapa sebenarnya namja bermata kosong itu?

"hh_...yuung..."

.

.

.

Suho hanya bisa duduk melihat dua orang didepannya "kenapa kau kesini?" tanya namja bermata kosong itu pada orang didepannya. "memang kau ingin apa disini? Sekolah? Apa kau dibutuhkan?" orang berjas hujan didepan Suho semakin bergetar melihat tatapan namja yang ia sebut hyung itu. Namja itu mendekati orang itu dan mendekatkan wajahnya keorang itu "kau tak dibutuhkan... kenapa kau kabur... Lay-ah?" orang itu masih tak mau menjawab. Namja itu menendang wajah orang berjas hujan itu hingga orang itu terlempar cukup jauh.

Suho terkejut "tak berguna" orang itu berjalan perlahan mendekati orang itu, tubuh orang itu bergetar hebat. Ia berhenti saat Suho berlari melindungi orang berjas hujan itu "hentikan!" kata Suho. Namja itu hanya diam menatap kosong Suho "aku tak bisa membiarkan melihat orang menyiksa orang lain seperti tadi... kau tak sadar tubuhnya gemetar?!"

"..." namja itu masih diam

Suho melihat orang berjas hujan itu, lalu menarik tangannya pergi dari gedung olahraga. Namja tadi hanya diam membiarkan ikatan perban ditubuh orang itu longgar. "tak peberguna..."

Suho sampai ditaman sekolah, lalu orang dibelakangnya menarik tangannya kembali. Suho melihat orang itu "berhenti bersikap seperti itu!" kata Suho kesal, ia menggerakkan pergelangan tangan kanannya. Tangannya semakin sakit jika digerakkan, ia melihat tangan kanannya. Orang itu tampak terkejut lalu memegang tangan Suho. Ia mengambil perban yang mengikat tubuhnya tadi, merobeknya menjadi tak terlalu panjang. Ia mulai melilit pergelangan tangan Suho. Suho yang melihatnya hanya diam "mianne..." Suho terkejut mendengar suara itu. Orang itu bicara?! "gara-gara aku... pergelanganmu jadi seperti ini..." katanya masih menutup wajahnya dengan penutup kepala dijas hujan yang ia kenakan

"ee... i-ini tak apa..." kata Suho saat orang itu selesai melilit perban kepergelangan tangan Suho. Ia mencoba melihat wajah orang itu tapi orang itu tetap menunduk "hey... bukalah penutup kepala itu..." kata Suho kesal

Dengan berat hati orang itu dengan perlahan membuka penutup kepalanya, memperlihatkan wajah lembutnya yang membuat Suho terpanah "naneun... Lay imnida..." katanya masih malu-malu

Suho memalingkan wajahnya 'astaga! Aku tak bermimpikan?! Ada namja semanis ini?!' kata Suho dalam hatinya. Lalu melihat Lay kembali "Suho imnida" kata Suho kakuk seketika. Lay tersenyum. Terlihat jelas lesung pipi dipipi kanannya. Suho ingin pingsan! Sadar Suho?! Kau harus lakukan sesuatu ingat?! "ah! Aku harus mengambil dokumen Youngjae!" kata Suho memegang kepalanya

"kalau begitu aku akan per_" kata-kata Lay dipotong Suho

"tidak! Kau tetap disini! Tunggu aku kembali!" kata Suho "kau mau bertemu orang tadi?! Kau gila? Makanya tetap disini! Kalau kau hilang... aku tak akan memaafkanmu!" kata Suho berlari menuju gedung olahraga. Lay bisa saja lari kalau ancaman Suho hanya seperti itu, tapi ia tak bisa.

.

.

.

.

"gomawo... tapi kenapa kau memberikannya disaat jam pelajaran terakhir?" tanya Youngjae melihat dokumen-dokumennya, lalu melihat Suho disampingnya

"tak apa... ee_ sudah dulu aku harus pergi!" kata Suho buru-buru sambil membenarkan tasnya, ia berlari menuju taman. Youngjae hanya memiringkan kepalanya bingung

Suho sampai tempat ia membawa Lay lari tadi. Tapi ia tak menemukan orang disana, bahkan melihat jas hujan kuning "Lay-ah!" Suho mencari kesana kesini

"disini..." Suho menengok sebuah pohon, ia melihat Lay duduk disalah satu dahan disana.

Suho mendekatinya "turunlah!" kata Suho melihat Lay

"Memang kita mau kemana?" tanya Lay bingung. Suho hanya tersenyum, tapi didalam hatinya terdapat senyuman iblis yang jauh berbeda dengan senyumannya saat ini.

Suho membawa Lay menuju rumahnya, dan untungnya orang tuanya sedang pergi. Ia membawa Lay memasuki kamarnya. Lay hanya terkejut melihat rumah Suho bahkan kamar Suho. Dan Suho hanya berkata ini 'sederhana kok'. "argh" Suho memegang tangan kanannya

"apa masih sakit?" tanya Lay cemas

"tak apa kok" kata Suho mencoba menenagkan Lay. Ia menatap Lay yang duduk sambil menunduk dilantai kamarnya "aku punya banyak pertanyaan untukmu... tapi hanya satu yang membuatku penasaran..." Suho mulai serius "siapa kau? Atau lebih tepatnya apa kau?"

Lay mengerti pertanyaan Suho. Ia memegang tangan kiri_tangan kera_ erat. Ia menarik nafas panjang "punya keluarga yang layak... hidup yang tenang, harusnya aku bisa dapatkan itu... tapi_" Lay menatap lantai "aku lahir dengan cacat... banyangkan saja kau memiliki kakak yang normal, tapi begitu kau lahir kau lahir dengan tubuh setengah hewan... ibuku syok berat, karena itu ayah memutuskan menghilangkan ku dari memori ibu" Suho menatap Lay iba "orang yang kau lihat tadi adalah kakakku namanya Luhan..." Suho terkejut "ia tak pernah menganggapku manusia... ia menganggapku monster..."

"saat usiku 11 tahun aku dipindahkan kesebuah penangkaran untuk orang-orang yang kurang beruntung seperti ku... kami dijadikan percobaan disana... dan itu menyakitkan..." kata Lay, tubuhnya mulai bergetar "Luhan hyung menjadi salah satu ilmuan disana... ia mengambilku dan hanya menyiksaku setiap hari... berkata yang baik saja tak pernah... ia menganggapku sebagai hewan" kata Lay mulai gemetar tak karuan "aku bersekolah yang sama denganmu... pertama masuk aku sudah dihina, diejek, dan direndahkan... karena itu aku sering marah dan menghajar mereka yang mengataiku... tapi mereka yang kuhajar tak pernah sadar dari koma..." Suho terkejut setengah mati, kenapa ia bisa selamat? "makanya aku tak pernah masuk sejak saat itu... dan berkeliaran menghindari Luhan hyung" kata Lay mengusap matanya yang berair

Suho mulai mengerti. Ia memang pernah baca tentang manusia setengah hewan, dan ini kasus langka dikorea. Ia melihat Lay terus memegangi tangan kirinya, Suho melihat pergelangan tangannya yang diperban. Ia mendapat sebuah ide ia mendakti sebuah kotak obat dikamarnya mengambil sebuah perban "lepas jashujanmu..."

"a-apa?"

"sudah lepas saja" perintah Suho. Lay segera melepas jas hujannya "bajumu juga"

"n-ne?!" wajah Lay memerah

"lakukan!" kata Suho kesal. Terpaksa Lay melepas bajunya, ia memalingkan wajahnya yang memerah. Suho bisa lihat tangan kera itu hanya sebartas bahu saja. Ia mengangguk dan melihat wajah Lay yang memerah "berbalik lah..."

"a-apa?" Lay pura-pura tuli

"kau malukan jika aku melihat tubuhmu? Dari pada melihat dadamu lebih baik kau berbalik, aku akan melihat punggungmu" kata Suho mendekati Lay. Lay menuruti perintah Suho, dan berbalik. Suho mulai memasang perban ditangan kiri Lay

"ap-apa yang kau lakukan?" tanya Lay bingung

"kegunaan perban adalah menutup luka... ini adalah luka yang membuatmu merasakan luka yang lain... jadi lebih baik sementara kau menggunakan perban untuk menutupi ini" kata-kata Suho membuat Lay terdiam. Setelah selesai, Suho bangga pada dirinya sendiri melihat perban yang memelilit rapi ditangan kiri Lay 'lumayan lah...' kata Suho didalam hatinya.

Lay memakai kembali pakaiannya dan melihat tangan kirinya. Lalu melihat kedua tangannya, rasanya... seperti orang normal. Lay tersenyum kembali, Suho yang melihatnya hanya tersenyum. Ia melihat Lay dari atas kebawah. Ia bediri dan mengambil sebuah handuk "mandilah" kata Suho melempar handuk kearah Lay.

"tapi_"

"kau mau aku lempar keluar?" tanya Suho. Lay hanya bisa menurut dan memasuki kamar mandi milik Suho.

Suho mencari-cari baju yang pas untuk Lay. Ia menemukannya kaos biru lengan panjang miliknya dan celana pendek miliknya juga. Apa Lay butuh underware dan boxer juga? Ahh! Suho tak peduli ia siap kan saja semuanya. "Lay-ah! Bajunya ada dikasurku! Aku akan kebawah membawa makanan!"kata Suho segera keluar kamar, menuruni tangga dan mencari apa pun yang ada di dapur. Ada pelayan tapi kenapa ia terlalu fokus pada Lay? Suho kembali naik keatas dengan mambawa nampan yang diatasnya ada sup hangat. Suho membuka pintu "Lay-ah... aku_" Suho terdiam saat melihat Lay mengenakan pekaiannya. Rambut basah, wajah polos dan kaos yang lengannya terlalu panjang, kenapa Lay membuat Suho ingin mati sekarang juga?!

"Suho hyung..."

Suho tersadar mendengar suara Lay. Ia masuk dan menaruh nampan itu diatas sebuah meja kecil yang ia sudah siapkan dari tadi "makanlah... maaf aku cuma punya ini" kata Suho

Lay menatap Suho, ia menyuapi sesendok sup kedalam mulutnya. Ia tersenyum sambil berkata 'enak' Suho langsung malu mendengarnya, padahal yang masak juru masaknya ia hanya memanaskannya saja, kenapa ia sangat bangga? Lay menatap Suho

"Suho hyung..." Suho menatap Lay. Lay menatap Suho serius sambil menaruh sendoknya "kenapa kau mau membantuku?"

.

.

.

.

.

TBC/END?

POJOK INFO~ (abou this story)

Annyeong! Naneun Suho imnida... aku adalah tokoh utama dalam kisah ini!

Didalam cerita ini aku akan banyak diserang dan mungkin akan hampir mati. Haah... lelah ya jadi tokoh utama... #poorSuho

Aku akan menceritakan tentang diriku... aku adalah putra paling tua dikeluargaku, keluargaku memiliki banyak perusahaan dijepang. Bukannya sombong tapi aku ini akan mendapat banyak harta warisan orang tuaku... khukhukhu...

Pertemuan dengan Lay sangat kebetulan karena kami saling bertabrakan saat hujan, dan aku tak sengaja melihatnya hampir membunuh seseorang ditaman. Dan kami bertemu lagi tapi aku harus babak belur karena serangan Lay, kalian bisa lihat bekas merah dipipiku karena tendangan Lay. Dan kelihatannya Lay sangat trauma dengan kakaknya membuatnya selalu bergetar hebat saat bicara tentang kehidupannya...

Sekian dariku! Kalian akan bertemu aku lagi di Chapter berikutnya! ^^ jangan lupa untuk Review~! Annyeong~!

#matiincamera

CAMERA OFF

Thanks for:

IbnaNurulBaiti1, shinyeonchal, Choi Arang, amaxxing, oziled, tempatkusembunyi, qlue, bereit-wie-nie, the-dancing-petals, DO Bitches, .3, and .96