Chapter 2: Nasib Sial

Disclaimer: characters belong to Masashi kishimoto sensei

Jenk" chapter 2 dah update nih :D gomen banyak kesalahan saat publish chapter 1. Maklum masih newbie author. Ide cerita asli dari otak saya nih :D gomen kalau pasaran :v

Naruto membawa Hinata ke mansionnya. Yah, mansion itu memang terlihat mewah bagai istana. Banyak ukiran menghiasi dinding dan lukisan-lukisan kuno disana.

BUGHHHH

Tubuh Hinata terhempas begitu saja pada sebuah kamar yang luas dengan tempat tidur king size,dua lemari besar dengan ukiran disana, kamar mandi dan meja rias yang menawan.

"ini adalah kamarmu sekarang. Pakai baju maidmu yang sudah kusiapkan di lemari sana. Temui aku sepuluh menit dari sekarang!" seru Naruto dan beranjak pergi dari kamar Hinata.

BRAKKKK

Pintu dibanting dan Narutopun menghilang. Hinata menghempaskan diri dikasurnya. Ia merutuki nasib sialnya karena sudah berurusan dengan Naruto. Air matanya sudah tak terbendung lagi. Dengan langkah perlahan, ia menuju sebuah lemari besar. Banyak pakaian wanita disana seperti sudah disiapkan olehnya. Ia mengambil baju maidnya disana dan dengan langkah gontai menuju kamar mandi.

Ting Tong…

Pintu mansionpun dibuka oleh Naruto. Yah, ia sudah tau kalau yg datang adalah ketiga teman satu gengnya. Pertama adalah Uchiha Sasuke, pria bermata onyx dan berambut emo yang mempunyai wajah tampan dan mengagumkan semua gadis di NHS. Yang kedua adalah Inuzuka Kiba, pemuda dengan coretan segitiga dikedua pipinya dan terkenal manis karena mempunyai gigi taring yang gingsul. Yang terakhir adalah Nara Shikamaru, pemuda berambut seperti nanas yang sangat cuek dan simple serta kata yg khasnya adalah "merepotkan"

"kalian sudah datang rupanya" ucap Naruto dengan senyum tipis.

"ada apa kau memanggil kami, Dobe?" Tanya Sasuke tanpa basa-basi.

"aku sudah menangkap buruanku. Kalian pasti akan terkejut melihatnya."jawab Naruto sembari tersenyum lebar.

"apa kami mengenalnya, Naruto?" celetuk Kiba bertanya.

"tentu saja."jawab Naruto singkat.

"mendokusai…tunjukkan saja pada kami. Jangan membuat kami menebak-nebak. Merepotkan" ucap Shikamaru mengernyitkan dahinya.

"baiklah-baiklah…"

PROKKK PROKKK PROKKKK

Setelah Naruto menepuk tangannya tiga kali, muncullah Hinata dengan baju maid berwarna putih ketat hingga lekuk tubuh nya kelihatan dan rok sailor yang pendek diatas lutut berwarna hitam menambah keseksiannya serta jepit rambut menghiasi rambut indigonya.

"Cantikkk… sexy pula. Kau pandai memilih gadis Naruto" celetuk Kiba sembari menelan ludah melihat Hinata.

"gadis ini bukannya yg waktu itu di kedai ichiraku ramenkan, Dobe?" Tanya Sasuke sembari meneliti Hinata dari atas ke bawah.

"mendokusai… kenapa gadis ini bisa disini… merepotkan"seru Shikamaru menyingkapkan kedua tangannya di depan dada.

Naruto berjalan menuju tempat Hinata berdiri. Ia melingkarkan tangan kirinya di pinggang ramping Hinata.

"dia adalah Hinata pelayan pribadiku sekarang" seru Naruto mengagetkan ketiga temannya.

"APA?" Teriak ketiga temannya bersamaan.

"untuk permulaan,bagaimana kalau kau membuatkan kami makanan? Kau tak kan menolaknya bukan?bisik Naruto di telinga Hinata.

"b-baik… a-akan kusiapkan."jawab Hinata terbata-bata.

"gadis penurut…aku suka"ujar Naruto penuh penekanan.

Hinata lantas berjalan menuju dapur menyiapkan makanan.

"bagaimana kau menundukkannya,hm?"Tanya Sasuke berjalan duduk disofa.

"dirasa aneh kalau dia bisa penurut. Padahal di ichiraku waktu itu dia sangat galak."ujar Kiba menyambung Sasuke.

"hanya sedikit ancaman dan bumbu kekerasan. Kau taulah…" jawab Naruto dengan nada datar.

Sepuluh menit kemudian Hinata dating dengan membawa empat bento kearah mereka dan menghidangkannya di depan mereka.

"suapi aku" ujar Naruto angkat bicara.

"a-apa?" Tanya Hinata seolah tak percaya yg ia dengar.

"kau tuli, hah! SUAPI AKU SEKARANG"bentak Naruto.

"BAKA! Kenapa kau harus berteriak Naruto?" seru Shikamaru mengerucutkan bibirnya.

"diam kau Shikamaru dan makan saja hidanganmu." Seru Naruto dengan nada kesal.

"duduklah dipangkuanku dan suapi aku, Hinata Sayang" ujar Naruto dengan nada perintah lembut.

"t-tapi Naruto-"

Belum sempat Hinata melanjutkan kata-katanya Hinata ditarik paksa untuk duduk di pangkuan Naruto. Tangan Naruto yg kiri melingkar dipinggang ramping Hinata. Ingin Hinata menamparnya, tapi apa daya ia hanya seorang pelayan.

TIKK TIKKK TIKK

Suara jentikan jari Naruto membuyarkan lamunan Hinata.

"tunggu apalagi hah? Suapi aku Sayang!" ujar Naruto dengan penuh penekanan.

"b-baiklah" jawab Hinata gugup

Hinata mulai menyendokkan makanan itu dan menyuapi Naruto.

"cih kau manja sekali,Dobe!" umpat Sasuke.

"kau iri Teme? Carilah pelayanmu sendiri sana" jawab Naruto dengan seringaian liciknya.

"bagaimana kalau aku bertukar posisi denganmu,hm? Seru Kiba menyambung percakapan.

"kau mau aku hajar hah?" jawab Naruto dengan mata penuh amarah

"baiklah-baiklah "

"kalian tau, Hinata ini adalah MILIKKU!" ujar Naruto sembari mengecup leher jenjang Hinata lembut. Tubuh Hinata gemetar dan shock menerima perlakuan Naruto itu.

"kami-sama lindungi aku" ucap Hinata dalam batin.

#### satu kata terakhir REVIEW. NEXT UPDATE 11 agustus :D