PAIR : YUNJAE gs dll sebagai pendukung
WARNING : cerita ini dari drama yang sedang saya tonton … dan saya lg iseng …. Entah ada nya peruahan tidak nya tergantung Mood ….. toh saya tidak bias mengarang … jd sepertinya tidak ada perubahan ..
YANG TIDAK SUKA TAK USAH BACA OKE !11
Wonderland….surga bagi anak-anak. Berbagai permainan dan atraksi menarik ada di sana. Seorang anak berlari-lari dengan balon merahnya dalam taman itu dan tak sengaja menubruk seseorang. Orang itu menepis balon yang menghalangi wajahnya, tapi balon itu malah membentur-bentur wajahnya. Merasa terganggu, ia melepas balon itu. Si anak langsung menangis.
Pria itu tidak merasa bersalah sedikitpun. Ia menoleh melihat balon yang melayang tinggi. Perhatiannya terarah pada lampu besar yang bergoyang-goyang. Lalu ia melihat seorang wanita berjalan ke sebuah panggung. Lampu itu tepat ada di atas panggung. Pria itu terbelalak saat melihat lampu besar itu terlepas dari kaitannya dan hendak menimpa si wanita.
Tiba-tiba seorang pria menabrakkan dirinya ke wanita itu, tepat sebelum lampu itu menyentuh lantai dan hancur berkeping-keping.
Jung Yunho terbangun dari mimpinya itu. Ia cepat-cepat memakai kacamatanya. Hmm…ternyata kacamatanya bukan kacamata biasa, tapi kacamata yang bisa mengukur MSP (angka indeks yang menyatakan detak jantung, tekanan darah, dan suhu tubuh). MSPnya melebihi 130.
Ia bangun dan berusaha menenangkan dirinya dengan minum segelas air. Tidak berhasil. Ia menuju halaman belakang dan mulai bermeditasi. Errr….dengan celana bunga-bunga?
Tapi MSPnya masih di atas 120. Ia menggerutu pelan. Lalu ia menggenggam liontin kalung yang tergantung di lehernya dan mulai mengucapkan kata-kata penenangan diri. Meyakinkan dirinya sendiri bahwa hari demi hari ia semakin membaik.
Tapi di saat ia mulai tenang, tiba-tiba ia teringat kembali pada mimpinya saat lampu besar itu hendak menghantam si wanita dan seorang pria melompat menolong wanita itu. MSPnya kembali meningkat di atas 130.
Sekretaris Shim bergegas ke rumah Yunho sambil melaporkan kondisi bosnya itu pada dokter melalui telepon.
Saat ia tiba di halaman belakang, ia melihat bosnya berdiri dengan satu kaki dalam posisi yoga.
"Direktur, apa kau baik-baik saja?" tanyanya khawatir.
"Aku baik-baik saja," jawab Yunho dengan suara datar dan mata terpejam.
"Apa telah terjadi sesuatu?"
Tanpa mengubah posisinya, Yunho berkata tidak terjadi apapun. Sekretaris Shim menghela nafas lega karena tadinya ia pikir telah terjadi sesuatu pada Yunho. Yunho berkata ia akan menurunkan kakinya.
"Aku akan berhati-hati," katanya pelan. Lalu menarik nafas panjang sebagai tanda meditasinya berakhir. "Bagaimana?"
Sekretaris Shim mengintip alat monitor jantung di balik baju Yunho. Ia berkata semuanya sudah kembali normal. Dalam sekejap ekspresi Yunho kembali merengut.
Saat hendak berpakaian untuk berangkat kerja, Yunho berkata pada sekretarisnya bahwa ini pertama kalinya dalam 5 tahun MSP nya naik hingga 132. Sekretaris Shim menenangkan bahwa Yunho akan baik-baik saja selama MSP-nya tidak melebihi 150. Dan lagi akhir-akhir ini tidak ada masalah yang timbul.
"Dokter Lee juga mengatakan kalau kau baik-baik saja."
"Apa kau sudah menelepon Dokter Lee?" tanya Yunho.
Sekretaris Shim berkata Dokter Lee akan menelepon Yunho begitu seminarnya sudah selesai. Sepertinya ada sesuatu yang penting yang ingin disampaikan Dokter Lee.
Yunho kembali memasang alat monitor jantung di tubuhnya. Ia bertanya apakah Sekretaris Shim memberitahu Dokter Lee perihal mimpinya semalam.
"Setelah membandingkan mimpimu dengan teori Freud, beliau berpendapat bahwa itu mimpi yang membawa keberuntungan," kata Sekretaris Shim.
"Freud bukan penafsir mimpi. Jangan membuat-buat cerita hanya untuk menenangkanku. Aku jadi terlihat semakin OCD," omel Yunho.
(Obsessive Compulsive Disorder atau OCD adalah gangguan kecemasan di mana penderita didominasi oleh pikiran mencemaskan dan mengganggu yang timbul berulang-ulang hingga penderita melakukan suatu tindakan berulang-ulang untuk menurunkan kecemasannya. Aku memiliki seorang teman yang terobsesi pada kebersihan hingga mencuci tirai bathtubnya berulang-ulang sampai belasan kali dalam satu hari.^)
Sekretaris Shim membela diri bahwa ia pernah mendapat keberuntungan setelah bermimpi ada orang yang terluka.
"Orang itu bukan aku," kata Yunho sambil menatap dirinya di cermin. "Orang di mimpiku itu bukan aku. Jika itu benar-benar aku, apakah aku akan membahayakan diriku sendiri untuk menyelamatkan orang lain?"
"Tidak akan," Sekretaris Shim setuju.
Yunho berkata MSP-nya sempat melebihi 150. Sekretaris Shim terkejut. Yunho menjelaskan bahwa itu terjadi dalam mimpinya semalam.
Bodyguard Yunho, Choi Siwon, masuk ke dalam dan memberi tanda pada Yunho bahwa semua sudah siap. Sekretaris Shim langsung menutup bibirnya rapat-rapat. Hmmm…kenapa aku merasa Yunho tidak terlalu menyukai bodyguardnya ini. Dan meski bersikap sopan, Siwon nampak menjaga jarak dengan Yunho.
Saat berjalan menuju mobil, Sekretaris Shim bertanya apa yang terjadi dalam mimpi Yunho setelah MSPnya mencari 150.
"Tidak terjadi apapun kan? Dalam mimpimu, apakah U-know…."
Yunho langsung menatap sekretarisnya dengan tajam.
"Jangan sebut-sebut nama U-know, si brengsek itu."
Sementara itu, Kim Jaejoong baru tiba di bandara Korea. Ia bermain sedikit sulap untuk menghibur seorang anak kecil. Ia tersenyum saat melihat poster Wonderland.
Yunho berkeliling memeriksa Wonderland bersama Sekretaris Shim, Siwon, dan anak buahnya. Hal pertama yang dilihatnya adalah balon yang terbang ke arahnya. Ia menangkap balon itu.
Anak kecil pemilik balon tersebut meminta Yunho mengembalikan balonnya. Yunho malah membawa balon itu pergi hingga anak itu menangis.
Ia menurunkan perintah untuk melarang adanya balon di Wonderland hari ini. Melarang penjualan balon. Melarang semua tarian (hanya karena ia melihat ada balon menari). Bahkan melarang permainan kincir berbentuk balon udara meski permainan itu banyak peminatnya. Pokoknya tidak boleh ada benda apapun berbentuk balon di Wonderland hari ini.
Dan mimpi buruknya terasa hampir jadi kenyataan saat ia melihat serombongan anak-anak membawa balon merah yang persis sama dengan balom merah dalam mimpinya. Anak-anak itu memegang poster : "Direktur Lee Donghae berharap semua anak-anak mengalami hari yang indah".
Yunho tersenyum sinis lalu menghampiri mereka. Pria yang berfoto bersama anak-anak, Direktur Lee Donghae, melihat Yunho dan menunda sesi foto tersebut. (Melihat jabatannya, keduanya setara dan mereka berbicara dalam bahasa banmal/nonformal. Keduanya adalah sepupu)
Donghae bersikap ramah sementara Yunho tanpa basa-basi menyuruh Donghae pergi. Sekretaris Shim sibuk menyita balon dari anak-anak sambil berkata balon dilarang untuk hari ini.
"Sejak kapan balon dilarang?" tanya Donghae. Ini kan taman bermain, masa tidak boleh ada balon?
"Ini taman bermain-KU," Yunho menegaskan.
"Memangnya balon berbahaya?"
"Berbahaya dan membawa kesialan. Juga kekanakkan. Kau berharap hari yang indah bagi anak-anak? Apa kau sudah gila?"
Donghae tertawa dan berkata ini adalah acara amal jadi kenapa Yunho melarangnya.
"Aku bukannya tidak menyukainya, tapi hatiku sakit. Hatiku sakit melihat anak-anak itu diperalat olehmu. Kau tahu sendiri aku memiliki hati (jantung?) yang lemah."
Mendengar tuduhan itu, senyum Donghae menghilang. Tapi sedetik kemudian ia berbalik sambil tersenyum dan mengajak anak-anak itu naik kereta api mainan untuk pergi makan siang.
Setelah Donghae dan anak-anak itu pergi, Yunho memerintahkan Sekretaris Shim untuk mengadakan acara amal untuk 10 ribu anak kurang mampu. Sekretaris Shim mengerti Yunho ingin mengadakan acara amal lebih besar untuk mengalahkan Donghae.
Yunho menatap sebuah balon merah yang terbang tinggi. Firasat buruk? Tiba-tiba terdengar teriakan banyak orang. Yunho menoleh dan terkejut.
Seekor gorila besar berlari mengejar para pengunjung. Para pengunjung berlarian dengan panik sambil menjerit-jerit. Saking terkejutnya, Yunho berdiri terpaku tak bisa begerak.
Gorila itu semakin mendekat dan mengamuk membalikkan meja dagangan. Seorang gadis pengunjung memegangi tangan Yunho dan berteriak minta tolong. Bukannya menolong, Yunho malah ketakutan. Apalagi saat ia melihat gorila itu melihat ke arah mereka.
Yunho berusaha melepaskan tangan gadis itu. Wanita itu semakin kuat memegangi Yunho dengan panik. Yunho menggigit tangan gadis itu lalu mendorongnya ke arah si gorila yang sedang menghampiri mereka. Ia sendiri cepat-cepat naik ke atap sebuah pos dengan bantuan para bodyguardnya. What a man ,
Sekretaris Shim ikut naik dan buru-buru memasangkan musik meditasi ke telinga Yunho. Yunho memejamkan matanya kuat-kuat dan menarik nafas berkali-kali untuk menenangkan dirinya.
Sementara itu, tidak ada yang berani mendekati si gorila. Gorila itu berdiri di sekitar tubuh si gadis yang pingsan setelah jatuh didorong Yunho.
Jaejoong sudah hampir tiba di Wonderland, ketika ia mendengar breaking news mengenai Wonderland.
Donghae yang sedang menjamu anak-anak tadi makan siang, juga mendengar berita gorila lepas tersebut. Ia tersenyum saat mendengar laporan sekretarisnya bahwa Yunho saat ini hampir jatuh pingsan.
"Yunho kita memang memiliki jantung yang lemah," gumamnya. Ia mengajak anak-anak bertepuk tangan untuk Yunho karena menyelamatkan mereka. Jika saja mereka tinggal lebih lama di sana, mereka bisa celaka.
Yunho sudah berhasil menenangkan diri. Ia mengambil walkie talkie dan memberi perintah pada anak buahnya untuk mengendalikan situasi.
Kru sirkus bersiap-siap dengan jaring besar untuk menangkap gorila tersebut. Sementara seorang dari mereka memegang senjata berisi obat bius lalu menembakkannya. Bukannya tenang, panah bius itu malah mental saat mengenai tubuh gorila. Dan gorila semakin marah. Ia berlari ke arah kru sirkus dan Yunho.
"JIJI!"
Gorila itu mendadak berhenti berlari dan menoleh.
Jaejoong melambaikan tangannya dan berteriak lagi memanggil gorila itu, "JIJI!"
Yunho berteriak memerintahkan agarJaejoong diamankan. Tepat saat itu si gorila berlari kencang menghampiriJaejoong.
Dan seketika itu juga MSP Yunho meningkat cepat. 137…138… Yunho memegangi lehernya seperti tercekik . Sekretaris Shim panik dan menyuruh Yunho bernafas.
Jaejoong terus melambaikan tangannya. Gorila itu melompat ke merentangkan tangannya. Yunho semakin tak bisa bernafas.
Tapi tiba-tiba terdengar suara tawa. Yunho melihat ke tertawa dan melompat bersama gorila..eh JIJI. MSP Yunho langsung menurun.
"Apa ini…Apa yang terjadi?" batinnya.
Ia kembali ke kantornya dan memerintahkan Sekretaris Shim untuk memeriksa alat monitor jantungnya untuk memastikan alat itu tidak rusak. Lalu ia menelepon Dokter Lee dan memintanya segera menelepon karena situasi kode biru.
"Kode biru?" tanya Sekretaris Shim.
"MSPku hampir melebihi 150."
"Hampir melebihi atau sudah melebihi 150?" Sekretaris Shim nampak waspada. Yunho berkata hampir melebih 148. Sekretaris Shim nampak tidak percaya dan mengambil alat setrum dari sakunya. Ia bertanya apa yang dimakan Yunho kemarin saat makan siang.
"Kau dilarang bersikap berlebihan," kata Yunho.
"Apa yang kaumakan?" Sekretaris Shim berkeras.
"Bibimbap sayur."
Sekretaris Shim langsung menghunus alat setrumnya. Yunho cepat-cepat mengambil pajangan untuk pertahanan diri.
"U-know…dengarkan aku baik-baik, U-know. Makan siang kemarin bukanlah bibimbap sayur, tapi bibimbap sapi." (saat berbicara dengan U-know, Sekretaris Shim menggunakan banmal/bahasa non-formal)
"Itu makan malam. Kita makan bibimbap sayur saat makan siang," kata Yunho kesal.
Sekretaris Shim langsung kembali menggunakan bahasa formal dan meminta maaf. Ia berkata tadi Yunho pasti sangat terkejut hingga MSPnya naik setinggi itu.
"Itu bukan karena aku terkejut. MSPku mencapai 148 bukan karena aku terkejut."
Saat ia panik dan ketakutan karena berada dalam bahaya adalah ketika ia dipegangi gadis pengunjung sementara gorila berlari ke arahnya. Tapi saat itu MSPnya hanya mencapai 130. MSPnya mencapai 148 ketika gorila itu melompat ke arahJaejoong.
Sekretaris Shim bertanya apakah Yunho mengenalJaejoong. Yunho berkata itulah anehnya. Gorila itu tidak melompat padanya dan ia berada pada jarak yang aman dari gorila itu, jadi kenapa MSPnya naik?
"Bawa wanita itu padaku."
Reporter mewawancaraiJaejoong berkaitan dengan insiden gorila dianggap pahlawan pemberani. Reporter memperkenalkanJaejoong sebagai pemimpin baru sirkus terakhir di negara ini, Sirkus juga puteri pemimpin sirkus sebelumnya, Kim Jungwoon
Dalam wawancaranya,Jaejoong meminta maaf karena insiden tersebut. Ia akan memastikan peristiwa seperti tadi tidak terulang kembali. Pewawancara berkataJaejoong baru saja kembali dari Amerika tapi kenapa gorila itu bisa begitu jinak saat melihatJaejoong.
Jaejoong menjelaskan mungkin itu karena ia yang merawat gorila itu sejak gorila itu lahir. Ia sendiri merasa tersentuh JIJI masih mengenalinya setelah beberapa tahun berpisah. Mungkin JIJI menganggapnya ibunya.
Selesai wawancara,Jaejoong meminta bantuan pada reporter yang tadi mewawancarainya. Ia berkata berita-berita menyalahkan pihak sirkus yang tidak berhati-hati hingga terjadi peristiwa tadi, padahal ada penyebab lainnya. Kandang para binatang sudah sangat tua. Mereka sudah mengajukan permintaan agar kandang-kandang itu diganti tapi tidak pernah digubris. Ia meminta reporter itu memasukkan fakta tersebut.
Sekretaris Shim memanggilJaejoong dan memberitahu bahwa Direktur Jung ingin bertemu dengannya.
Yunho memasang monitor jantungnya lalu menatapJaejoong yang baru memperkenalkan dirinya. Yunho memberitanda agar Sekretaris Shim keluar.
Tanpa mengatakan apapun Yunho meraihJaejoong dan menatapnya dengan wajah mereka hanya berjarak beberapa senti.
Jaejoong terkejut dan tentu saja salah tingkah ditatap seperti itu. Ia bertanya mengapa Yunho bersikap seperti itu dan memintanya melepaskannya.
Melalui kacamatanya, Yunho melihat MSPnya berada di kisaran 90-an. Ia tersenyum puas dan melepaskanJaejoong. (CobaJaejoong yang memakai kaca mata itu, aku jamin alarmnya bunyi ;p)
"Sudah kuduga," gumamnya. "Detak normal, temperatur normal, pernafasan normal. Tekanan darah sedikit tinggi. Bisa dimengerti karena situasi ini cukup mengganggu."
Jaejoong tidak mengerti apa yang Yunho bicarakan. Yunho menyuruhJaejoong keluar dari kantornya.
Jaejoong bengong, kalau begitu kenapa ia dipanggil ke kantor Yunho. Ia kira Yunho hendak membicarakan gorila.
"Gorila? Sirkusmu diberhentikan. Kontrak kita dibatalkan."
"Dibatalkan? Jika ini mengenai peristiwa tadi, Wonderland juga bertanggungjawab," protesJaejoong.
Yunho mengakui pihaknya juga bertanggungjawab. Kalau begitu kenapa Yunho memberhentikan mereka padahal kontrak mereka belum habis? Yunho berkata ia tahu itu dan ia akan membayarkan denda pembatalan kontrak melalui kuasa hukumnya.
"Tapi kenapa kau ingin kami keluar?"
"Pertunjukannya jelek, paradenya juga jelek. Apa kau tahu penjualan tiketnya juga buruk? Lebih baik bagi kami membayar denda pembatalan kontrak dan mengeluarkan kalian dari sini."
Jaejoong tidak terima. Sirkus Wonder adalah bagian dari sejarah Wonderland. Mereka sudah berawal sejak tahun 1975 bersama Wonderland. Seharusnya Yunho tahu ayahnya dan sirkus ini berperan besar dalam membuat Wonderland sukses seperti sekarang ini.
"Tapi apa kaubilang? Jelek? Jelek?! Tarik kata-katamu itu."
"Baik, aku tarik. Sekarang silakan pergi."
"Tarik juga kata-katamu bahwa paradenya jelek."
"Baik, aku tarik kata-kata itu juga. Aku tarik semua kata-kataku kecuali pembatalan kontrak. Jadi silakan pergi."
Jaejoong berkata ia tahu sirkusnya tidak memenuhi standar dan trend sirkus masa kini. Tapi ia akan mengubahnya. Ia berasal dari Cirque du Soleil (sirkus terkenal asal Kanada) di Las Vegas dan pemain akrobat flying trapeze di sana. Ia akan mengubah semuanya dan meningkatkan pertunjukan mereka.
Tapi Yunho tidak terkesan. Ia mempersilakanJaejoong melakukannya di manapun kecuali di Wonderland.
"Bagaimana bisa seseorang begitu egois dan membuat keputusan mendadak seperti ini?" kataJaejoong kesal.
"Karena aku memiliki kekuasaan untuk melakukannya."
Jaejoong tak sanggup berkata apa-apa lagi dan pergi dengan kesal.
Sekretaris Lee memberitahu Yunho bahwa alat monitor jantungnya tidaklah rusak.
"Aku juga baik-baik saja. Wanita itu tidak ada hubungannya dengan naiknya MSP-ku," kata Yunho. "Tapi kenapa MSP-ku naik setinggi itu?"
"Sudah kukatakan, itu karena kau terkejut."
Yunho berkata ia merasakan firasat buruk hari ini.
Jaejoong kembali ke sirkus dan mendengar perbincangan teman-temannya. Mereka khawatir sirkus mereka diusir karena sudah lama Yunho ingin mengusir mereka sejak ayahJaejoong meninggal dunia. Padahal mereka membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Kibum menenangkan mereka bahwa Yunho tidak berhak mengusir mereka. Ia memiliki rekaman video mengenai Yunho yang menunjukkan sikap tidak tepat seorang pemilik taman hiburan. Jika Yunho berani mengusir mereka, ia akan menyebarkan video tersebut menjadi berita nomor satu.
Mendengar itu,Jaejoong menghampiri mereka dan meminta ponsel Kibum. Ia lalu memperlihatkan video rekaman Kibum pada Yunho. Itu adalah rekaman ketika Yunho menggigit tanga gadis pengunjung dan mendorongnya hingga jatuh. Yunho terpaku melihat rekaman tersebut.
Jaejoong berkata ia sebenarnya tidak ingin bertindak sejauh ini. Ia bertanya apa pendapat Yunho.
Yunho berkata ia tidak menyangka dirinya tadi bersikap seperti itu.
"Aku benar-benar menyedihkan," katanya dengan nada menyesal.
Jaejoong menghiburnya bahwa tadi Yunho sangat shock, jadi bisa dimengerti.
"Mari kita perpanjang kontrak." Yunho memberi perintah pada Sekretaris Shim untuk membawa kontrak baru bagi Sirkus diam-diam tersenyum senang.
Yunho memintaJaejoong meninggalkannya sendirian selama beberapa meminta ponselnya dikembalikan. Yunho malah mengoceh bagaimana dirinya bisa bersikap seperti sampah, sambil terus menatap menghibur Yunho untuk tidak membandingkan diri dengan sampah.
"Ponselnya…" Ia hendak mengambil ponsel dari tangan Yunho.
"Biarkan aku sendirian selama beberapa saat." Yunho terus memegangi ponsel itu.
AkhirnyaJaejoong menyerah dan keluar dari kantor Yunho. Hatinya terasa ringan sekarang.
TBC,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
